Keputihan Penyebab Kanker Serviks

Gejala dan Tanda Keputihan Penyebab Kanker Serviks

Setiap perempuan harus mewaspadai tanda keputihan penyebab kanker serviks. Keputihan yang tak biasa bisa jadi penyakit paling mematikan bagi kaum perempuan di seluruh dunia. Data WHO menunjukkan bahwa lebih dari 270 ribu wanita yang terjangkit virus HPV (Human Papillomavirus). Virus HPV membawa gejala-gejala kanker serviks sehingga berujung pada kematian. Kondisi ini telah dialami Julia Perez sampai wafatnya di pertengahan tahun 2017.

Virus HPV sangat mudah menyerang leher rahim perempuan. Leher rahim berfungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim. Oleh karena itu, penyakit ini paling berisiko bagi wanita yang telah aktif secara seksual.

Sayangnya, seringkali perempuan tidak menyadari ada hal-hal janggal pada tubuhnya. Semisal, pendarahan pada vagina kerap disangka sebagai perubahan siklus menstruasi. Banyak pula wanita yang mengalami keputihan penyebab kanker serviks, namun masih menganggap tanda ini masalah biasa. Tanda-tanda kanker serviks di stadium awal memang kerap tersamarkan. Akan tetapi jika dibiarkan hingga stadium akhir, pertolongan medis seringkali sudah terlambat.

Perempuan yang mengalami keputihan penyebab kanker serviks perlu mengenali perbedaannya dengan keputihan biasa. Terlebih lagi jika diikuti masalah pendarahan, bau keputihan tidak sedap, terasa nyeri panggul, dan menjadi sulit buang air besar. Selain itu biasanya muncul rasa sakit setiap berhubungan seksual. Saat itu juga keluar darah padahal siklusnya masih di luar masa menstruasi.

Dalam pencegahan, hal terpenting adalah menghindari beberapa faktor risiko kanker serviks seperti berikut ini:

  1. Hindari berganti-ganti pasangan saat berhubungan intim.
  2. Kenali riwayat aktivitas seksual pasangan dan kesehatannya.
  3. Waspadai infeksi menular seksual akibat penyakit kelamin.
  4. Merokok akan memperburuk gejala awal kanker serviks.
  5. Kurangi penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi sistem imunitas tubuh.

 

Berbagai Tanda Keputihan yang Berbahaya

Gejala paling dominan pada kanker serviks adalah pendarahan hebat namun sebelumnya curigai jika keputihan tampak tidak normal, seperti:

  • Banyak keluar tanpa henti dari vagina.
  • Bau cairan vagina kurang sedap atau berbeda dari biasanya.
  • Cairan yang keluar tidak hanya putih kental, tapi juga berwarna kemerahan, cokelat, dan ada darahnya.

Pada stadium akhir maka kanker serviks sudah menyebar dari leher rahim sampai ke jaringan dan organ di sekitarnya. Tanda-tanda keputihan yang berbahaya tadi akan menunjukkan sejumlah gejala spesifik di bagian-bagian tubuh tertentu. Penderita gejala kanker serviks akan mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Selera makan akan hilang sehingga berat badan menurun, tubuh menjadi mudah lelah.

Gejala rasa sakit kemudian menjalar pada panggul, punggung, dan  perut bawah. Dari sini terjadi pembengkakan pada salah satu kaki, kemudian ginjal juga membengkak atau sering disebut hidronefrosis. Sumbatan pada ginjal akan jadi masalah saat buang air kecil yang terasa nyeri dan terdapat darah.

Maka sebelum gejalanya menjadi tanda yang dekat dengan stadium kanker serviks, kenali dengan baik apa saja tanda-tanda keputihan yang berbahaya. Problem ini kerap dianggap remeh karena kurangnya keperdulian pada kesehatan organ reproduksi.

Keputihan normal biasanya berwarna bening hingga pekat seperti susu sedangkan sebaliknya dengan keputihan tidak normal. Keputihan ini warnanya cenderung pekat, hijau, atau kuning disertai aroma tidak sedap dan juga pendarahan. Sebab itulah warna keputihan pada kanker serviks biasanya tampak cokelat atau kemerahan, disertai pendarahan terus-menerus, dan terasa sakit pada rahim. Jika dibandingkan, agak berbeda dengan keputihan akibat virus Gonorrhea atau infeksi, warna keputihan cenderung kuning atau kehitaman, namun aromanya juga tak sedap

Pastinya bila terdapat tanda-tanda keputihan yang berbahaya ini, seperti kental, bergumpal, berwarna hijau atau kuning, terasa gatal dan berbau amis, sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan. Tidak semua keputihan aneh adalah tanda dari kanker serviks. Ada beberapa infeksi lain yang masih bisa disembuhkan melalui pengobatan medis. Misalnya warna kekuningan adalah tanda jamur dan bakteri jahat sedang menyerang vagina. Bakteri membuat Miss V terasa gatal serta berbau kurang sedap.

Jadi apabila warna keputihan masih cair dan bening serta tidak berbau, maka Anda tak perlu merasa cemas. Menurut dr. Boyke, keputihan fisiologis akan terjadi mendekati waktu menstruasi, di tengah masa subur, saat terangsang, atau saat melakukan hubungan seksual. Rutin membersihkan dan menjaga vagina tetap kering akan menurangi risiko keputihan akibat infeksi virus atau bakteri.

Masalah Keputihan karena Ada Kista

Hal lain yang juga dipertanyakan adalah ada tidaknya problem keputihan akibat kista atau mioma. Daging tumbuh atau miom kista tak selalu jadi pertanda kanker serviks, meskipun tetap harus dibersihkan melalui prosedur operasi.

Secara umum masalah keputihan karena ada kista tidak begitu signifikan. Keputihan bukan merupakan gejala atau menandakan adanya miom. Kista ovarium sendiri jarang sekali berhubungan dengan keputihan karena letak ovarium cukup jauh dari daerah mulut rahim maupun vagina.

Tanpa ditandai masalah keputihan karena ada kista, gejala pertumbuhan miom pada ovarium lebih sering ditandai pendarahan hebat saat menstruasi. Miom juga menyebabkan rasa tertekan dan nyeri hebat di bagian panggul. Miom juga menyebabkan masalah kandung kemih.Penderita akan lebih sering buang air kecil dengan sensasi panas dan sakit di area Miss-V.

Tips-tips Mengatasi Keputihan

  1. Jaga kebersihan vagina agar kemaluan selalu kering dan tidak lembab.
  2. Saat membilas, gunakan tangan yang bersih begitu juga dengan airnya.
  3. Bilas dari arah depan vagina ke belakang anus agar tidak terinfeksi kuman dari anus.
  4. Keringkan kemaluan setelah membilasnya.
  5. Gunakan celana dalam berbahan dingin dan menyerap keringat.
  6. Hindari pemakaian celana berbahan tebal seperti jeans dalam waktu yang lama.
  7. Rajinlah membilas vagina setiap ada tanda-tanda keputihan dan setiap selesai berhubungan seksual.

 

Mulai Kini Waspadailah Gejala-gejala Kanker Serviks!

Itulah tadi berbagai tanda bahaya dari warna keputihan pada kanker serviks, maupun juga keputihan akibat infeksi virus yang lainnya. Jangan anggap remeh masalah keputihan karena sangat mungkin merupakan gejala dari kanker mulut rahim. Meskipun begitu, tidak semua keputihan merupakan pertanda masalah pada kesehatan organ repoduksi. Keputihan fisiologis adalah hal yang norman dibanding patologis atau membahayakan.

Maka perlu diingat lagi bahwa cairan warna coklat yang muncul setelah masa menstruasi dan disertai nyeri pinggang bisa jadi pertanda kanker serviks. Wanita yang mengalami keputihan ini juga akan mencium baun anyir dan amis yang kemudian menimbulkan rasa gatal. Gejala warna keputihan pada kanker serviks tersebut kian berbahaya jika menimbulkan bercak-bercak darah.

Jika mengalami hal ini segera konsultasi pada dokter kandungan agar mendapat penanganan yang lebih cepat. Pemeriksaan lebih lanjut dapat bantu mendeteksi penyebab keputihan dan mencegah gangguan kesehatan kelamin. Harapan hidup dari penanganan kanker serviks sedini mungkin juga masih sangat tinggi. Oleh karena itu jangan abaikan kesehatan organ reproduksi seksual Anda demi terhindar dari segala bentuk penyakit mematikan.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Sirsak dan Kulit Manggis

Manfaat Daun Dewa

Tips dan Manfaat Daun Dewa untuk Obat Tradisional

Alam memberikan kita beragam tanaman obat yang bertumbuh bebas di pekarangan. Salah satunya disebut dengan daun dewa. Selama ini manfaat daun dewa (Gynura divaricata) sangat terkenal sebagai herbal anti kanker. Konon sel-sel penyakit mematikan itu dapat ditaklukkan oleh daun dewa. Sebab, kandungan flavanoid, saponin, tanin, dan alkaloid di dalamnya merupakan zat-zat antikanker dan juga antioksidan.

Tanaman daun dewa atau sambung nyawa banyak ditemukan di Sumatera, sebutannya Beluntas Cina. Mulai dari daun sampai umbinya bisa diolah untuk tujuan kesehatan. Bahkan sejak ribuan tahun silam, daun ini telah dijadikan obat tradisional. Daun dewa dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 dpl. Selain itu, tanaman ini tumbuh di daerah beriklim sedang sampai basah, dengan kondisi tanah yang agak lembab sampai subur.

Ciri Morfologi Daun Dewa

Pada umumnya, daun dewa memiliki batang yang berdiri tegak. Lunak dan tingginya sekitar 10 cm bila tidak berbunga. Daun hanya tunggal, berbentuk bulat telur, ujungnya lancip. Tangkai daun juga sangat pendek, sementara penampangnya lonjong bergerigi, serta berwarna hijau tua. Permukaan daun berambut halus, ujungnya melancip. Setelah mekar, bunga daun dewa akan terlihat seperti kumpulan benang sari berwarna kuning cerah yang berbentuk membulat.

Daun dewa juga banyak dimakan untuk lalapan. Minyak atsiri membuat rasanya lebih khas saat dimakan. Sangat banyak khasiat daun dewa yang bisa kita dapatkan. Antara lain daunnya berkhasiat menghentikan perdarahan, mengobati memar, mengatasi infeksi tenggorokan, menurunkan hipertensi, diabetes, dan terutama sebagai tanaman obat kanker.

Tak heran bila daun dewa dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Flavanoid di dalamnya juga bermanfaat untuk mengurangi nyeri, selain mampu bertindak sebagai antioksidan. Sifat anti-inflamasinya bisa kurangi bengkak di kulit akibat luka memar. Sedangkan sebagai detoks, zat tanin bermanfaat untuk membersihkan racun atau toksin yang akan memicu terjadinya tumor.

Ini dia 10 zat yang menjadikan daun dewa tanaman obat kanker:

  • Flavanoid
  • Minyak Atsiri
  • Saponin
  • Tannin
  • Polifenol
  • Vanilat
  • Alkaloid
  • Asam klorogenat
  • Asam p-kumarat
  • Vitamin K

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa

Sebagai tanaman obat, seluruh bagian tanaman daun dewa dapat digunakan untuk herbal alami, khususnya bagian daun dan umbi. Khasiatnya terbukti mampu mengobati beberapa penyakit, diantaranya meringankan derita kanker. Manfaat daun dewa diantaranya sebagai obat penyakit kulit, penurun panas, penurun kadar gula darah, cegah stroke dan jantung koroner, pereda nyeri sendi, dan sebagainya.

Di samping konsumsi dalam bentuk ramuan, daun dewa bisa dikonsumsi dalam bentuk makanan atau minuman, misalnya untuk lalapan atau urap-urapan. Sedangkan untuk ramuan obat, daun dewa dapat diramu dengan bahan lain, seperti benalu teh, temulawak, dan daun deruju.

Cara memanfaatkan khasiat daun dewa adalah dengan:

  • Cuci bersih daun dewa berwarna hijau segar sebanyak 10-15 gram. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas saja. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan setiap hari.
  • Daun dewa segar ini juga dapat dimakan untuk lalapan. Cukup gunakan 7-9 lembar daunnya saja dan dimakan bersama sayur-sayuran lain.
  • Untuk mengatasi kanker, buat ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu pitih, dan 30 gram jombang. Rebus hingga air tersisa sau gelas saja, lalu disaring dan minum airnya sehari sekali.
  • Biasanya daun dewa digunakan untuk pemakaian luar pada bagian tubuh yang sakit. Caranya daun yang sudah ditumbuk akan dibalurkan sampai luka tertutup, kemudian dibiarkan 20 menit. Sari-sari daun dewa merupakan zat anti radang dan sekaligus anti bakteri.
  • Saat ini daun dewa sudah banyak dikemas dalam bentuk kapsul atau teh herbal sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi.

Daun dewa memiliki khasiat yang sangat penting, antara lain:

  • Menghambat pertumbuhan tumor dan sel-sel kanker.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Menghentikan perdarahan luka.
  • Sebagai anti inflamasi dan pereda nyeri.
  • Zat antikoagulan daun dewa mampu lancarkan peredaran darah.

Manfaat daun dewa untuk kanker sudah lama diketahui publik serta dibuktikan melalui penelitian. Sebagai obat kanker kandungan, kanker darah, dan kanker payudara, kanker hati, setidaknya daun dewa dimakan sebanyak 3 lembar per hari, dan ini harus dirutinkan selama 7 hari berturut-turut, sesuai kondisi penyakitnya.

Ekstrak daun dewa akan melaui proses steril dan pengeringan. Setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung. Setelahnya tepung dibungkus plastik atau dimasukkan ke dalam kapsul.

Studi menyebutkan bahwa pemberian ekstrak daun dewa akan menyebabkan terjadinya kematian pada sel-sel kanker yang mulai muncul. Jadi memang pilihan yang sangat tepat bilamana Anda memilih khasiat daun dewa untuk menyembuhkan kanker.

Sifat sitotastik dalam daun dewa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Untuk mengolah ramuannya, cuci bersih 4-5 lembar daun dewa bersama bahan lain seperti 10 gram daun sambiloto kering, 10 gram keladi tikus kering, dan 10 gram kunir putih kering. Cuci bersih semua bahan dan rebus bersamaan. Minumlah satu gelas ramuan ini satu jam sebelum makan siang.

Untuk melakukan pengobatan lain, salah satu cara yang alami dalam menurunkan risiko penyakit jantung ini adalah dengan rajin mengonsumsi jenis ramuan umbi dari daun dewa yang sudah ditumbuk dan diseduh menggunakan air. Saringlah ampas umbi tersebut, lalu minumlah ramuan herbal daun dewa ini, rutin pada sore hari.

Bagaimana jika Anda memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi? Daun dewa dapat dijadikan obat tradisional bersamaan dengan buah mengkudu. Caranya juga tidak sulit. Gunakan daun dewa segar sebanyak 7 helai dan ½  buah mengkudu segar. Rebus kedua bahan ini ke dalam 110 ml air. Seduh atau saring, diminum 1-2 kali sehari selama 1 bulan.

Selain hipertensi, daun dewa juga memiliki sifat hipoglikemin yang terbukti mampu menurunkan kadar gula di dalam darah. Artinya manfaat daun dewa sangat tepat untuk para penderita diabetes. Persiapkan 5 lembar daun dewa yang dicuci bersih, dan 3 lembar daun salam segar. Rebus semua bahan ini dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas saja. Saring rebusannya dan diminum hangat-hangat. Mudah, bukan?

Khasiat daun dewa yang terakhir dalam tips ini yaitu cara menggunakannya untuk obat luka bakar atau luka teriris. Kali ini bagian yang digunakan adalah umbi daun dewa, cuci bersih lalu dipipis. Tambahkan sedikit gula merah kemudian haluskan sampai adonan menjadi seperti salep. Balurkan pada bagian tubuh yang sakit selama 30 menit.

Alangkah baiknya menanam daun dewa di halaman rumah Anda sendiri sehingga daun ini dapat dimanfaatkan setiap waktu. Untuk mendapatkannya Anda bisa mencari di beberapa penjual tanaman hias ataupun toko-toko herbal tradisional. Semoga tips ini bermanfaat dan salam sehat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal

Manfaat Daun Kelor untuk Kanker

Daun Kelor, Tanaman Ajaib yang Ampuh Basmi Kanker

Berbagai manfaat daun kelor untuk kanker telah diakui di sejumlah negara. Daun kelor asli Indonesia sudah populer sampai ke mancanegara sehingga biasa dimanfaatkan untuk obat herbal. Penelitian mendapati bahwa tanaman ajaib ini mampu memerangi kanker paru-paru, kanker hati, kanker kulit, dan kanker ovarium. Tak heran bila organisasi kesehatan dunia (WHO) sempat menyarankan konsumsi kelor yang baik untuk kesehatan  tubuh anak-anak hingga lansia.

Daun kelor dalam bahasa latin disebut dengan Moringa oleifera. Biasanya rimbunan kelor tumbuh pada ketinggian 7 sampai 8 meter. Daunnya berbentuk bulat lonjong menyerupai telur, berukuran kecil-kecil, dan tersusun banyak dalam satu tangkai. Meski daunnya berukuran kecil, namun kandungan gizi di dalam kelor sangat beragam. Berbagai penyakit dapat diatasi, termasuk penyakit yang mematikan seperti kanker.

Asupan nutrisi dalam daun kelor berlipat-lipat banyaknya dibanding nutrisi pada jenis sayuan lain. Berbagai kandungan paling bermanfaat yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, potassium, kalsium, protein, asam amino, zinc, dan juga antioksidan. Jadi manfaat daun kelor untuk pencegahan bahaya kanker tak perlu diragukan lagi.

Manfaat daun kelor yang jadi sumber antioksidan terutama membatasi hidupnya sel kanker, dan bahkan sel-sel ganas akan dibersihkan. Ini karena daun kelor untuk kanker memiliki 46 kandungan senyawa antioksidan terkuat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, diantaranya vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin B2, dan masih banyak lagi.

Semakin pasti bahwa mulai kini para penderita kanker tidak perlu bimbang mencari solusi untuk sembuh dari penyakit mematikan ini karena manfaat daun kelor sangatlah beragam seperti khasiat daun kelor untuk kanker berikut ini:

Cegah Terbentuknya Sel-sel Baru

Sel-sel kanker yang akan terbentuk bisa dicegah sejak dini dengan berbagai nutrisi di dalam daun kelor. Kandungan potassium dapat mengentikan tumbuhnya sel kanker serta mencegah munculnya bibit-bibit tumor ganas. Sama seperti kandungan senyawa aktif niaziminin. Beberapa penelitian menemukan bahwa daun kelor memiliki sifat anti-tumor dan anti-kanker karena terdapat senyawa aktif niaziminin di dalamnya.

Menghancurkan Sel-sel Kanker

Daun kelor memiliki kandungan aktif isothiocyanate benzil dan juga antioksidan tinggi sehingga mampu menghancurkan dan mengeluarkan sel-sel kanker yang sudah mati dari dalam tubuh. Zat chemoprotective dibutuhkan  oleh penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi agar dapat bertahan dari efek samping pengobatan kanker kemoterapi.

Menguatkan Sel-sel Tubuh

Pengobatan pasien kanker dengan kemoterapi akan memberikan beragam efek bagi kesehatan. Untuk mengurangi dampak rasa sakit atau kerusakan jaringan maka konsumsi kelor dapat dijadikan salah satu alternatifnya. Berbagai kandungan dalam daun kelor seperti mineral, asam amino, dan vitamin, dapat meningkatkan  imunitas tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat akan mencegah masuknya zat penyebab tumbuhnya sel-sel kanker berbahaya.

Kandungan Vitamin dan Kalsium Terlengkap

Berbagai jenis vitamin tersimpan di dalam helaian daun kelor terutama vitamin C dosis tinggi. Vitamin C-nya dilansir tujuh kali lebih banyak dibanding buah jeruk, kalsium empat kali lebih banyak daripada susu, potasium lebih tinggi dibanding pisang, dan vitamin A lebih banyak ketimbang wortel. Seluruh vitamin dan kalsium ini adalah perisai terbaik untuk melawan kanker stadium awal maupun yang sudah kronis.

Anti-inflamasi

Kandungan anti-inflamasi atau anti-bakteri dalam daun kelor dapat mengurangi nyeri peradangan akibat pertumbuhan sel-sel kanker. Kandungan asam amoni esensialnya sangat tinggi ditambah lagi kaya akan asam lemak omega-3 yang bisa mencegah alergi.  Manfaat daun kelor ini tentu diperlukan mengingat banyaknya penderita kanker yang kian melemah akibat efek samping dari pengobatan medis.

Manfaat Ekstrak Daun Kelor untuk Obat Herbal

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa tujuh gram bubuk daun kelor setiap hari dan selama 90 hari dapat tingkatkan kadar antioksidan di dalam darah. Olahan ekstrak daun kelor ini dapat membunuh 97 persen sel kanker dalam waktu singkat. Khususnya pada masalah  kanker payudara, kanker paru-paru, dan  kanker kulit, ekstrak daun kelor akan mencegah anemia maupun atasi kerusakan sel-sel pada tubuh penderita kanker.

Studi lain yang diterbitkan pada bulan juni 2012 pada “India Journal of Experimental Biology” menemukan bahwa ekstrak daun kelor mampu melindungi hati dari kerusakan. Ekstrak daun kelor juga memiliki efek stabilisasi pada tekanan darah.

Ekstrak ini pula mengandung senyawa yang bersifat anti-bakteri seperti yang diterbitkan dalam  hasil penelitian bertajuk Bayero Journal of Pure and Applied Science, ekstrak daun kelor bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang berdampak buruk untuk kondisi tubuh.

Satu cangkir cincangan daun kelor segar memberikan banyak sekali asupan mineral dan vitamin. Dalam jumlah kecil saja daun kelor dapat memenuhi 19 persen kebutuhan vitamin B6, 12 persen vitamin C, 11 persen zat besi, delapan persen magnesium, sembilan persen vitamin A, dan 11 persen vitamin B2, semua akan diperoleh dalam satu hari. Selain itu satu cangkir kelor segar pun mengandung dua gram protein yang baik untuk daya tahan tubuh.

Tips meminum ekstrak daun kelor; cuci bersih beberapa helai daun kelor dan rebus dengan air secukupnya. Minum air rebusan daun kelor selagi air masih hangat sebab efek antioksidan kelor masih kuat dalam keadaan yang hangat tersebut.

Berbagai Khasiat Daun Kelor untuk Penyembuhan

Selain punya  beragam khasiat daun kelor untuk kanker, tanaman ajaib yang satu ini pun membantu proses penyembuhan. Begitu banyak penyakit yang dapat disembuhkan oleh daun kelor, mulai dari sakit yang ringan hingga penyakit yang tergolong berat.

Sebuah penelitian di Jerman melaporkan bahwa senyawa silymarin dalam daun kelor dapat menetralkan racun penyebab kerusakan hati serta melindungi dari infeksi penyakit. Kemampuan Phytotherapy melindungi organ hati dari kerusakan parah, seperti resiko hepatitis dan sirosis.

Selain melindungi fungsi hati, daun kelor juga mengandung kadar vitamin D yang berperan dalam proses sekresi insulin. Mengkonsumsi kelor secara rutin dapat menghindarkan kita dari penyakit diabetes terutama bila memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes akut.

Khasiat daun kelor yang lainnya adalah kandungan asam lemak omega 2 yang lebih tinggi dibanding ikan salmon. Asam lemak omega-3 di dalam daun kelor mampu mencegah penyakit kardiovaskular atau gangguan pada jantung.

Daun kelor mengandung lebih dari 40 jenis antioksidan yang akan melawan efek radikal bebas. Oleh karena itu, khasiat daun kelor akan meningkatkan kualitas hidup bagi penderita kanker. Sekali lagi telah banyak penelitian ilmiah yang buktikan bahwa manfaat daun kelor akan melawan pertumbuhan sel tumor dan kanker.

Itulah beragam manfaat daun kelor yang tidak bisa dianggap sepele. Kandungan nutrisinya lebih dahsyat daripada sayuran lain maupun obat-obatan medis. Kita dapat mengkonsumsi daun kelor sebagai sayuran, ramuan minuman herbal, atau juga dalam bentuk ekstrak daun kelor. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor