Arsip Kategori: 4Life

Transfer Factor Pendamping Kemoterapi

Life Experience 03 – Kemoterapi di Klinik Dokter Kong Hwai Loong dan Transfer Factor Sebagai Pendamping

Treatment satu-satunya yang harus mama saya jalankan adalah kemoterapi karena opsi yang lain sudah tidak bisa lagi. Dan kami memutuskan untuk melakukan kemoterapi di Klink Dr Kong, Klinik Dr Kong terletak di Paragon Lantai 17 No 1-2. Sebelum menjalankan kemoterapi kami melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Dr Kong apa saja yang perlu disiapkan dan menggunakan obat apa.

Seperti pada cerita sebelumnya periode kemoterapi ditetapkan 3 minggu sekali dan menggunakan obat “Taxotere”. Untuk pertama kalinya karena kami takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan kami mengajukan untuk menginap di Rumah Sakit Mount Elizabeth tetapi Dr Kong menentang karena proses kemo hanya 1 jam saja dan efek dari kemo tidak akan langsung terlihat jadi percuma jika menginap di rumah sakit. Proses kemoterapi setiap pasien berbeda-beda untuk kasus mama saya kemoterapi hanya 1 jam dilakukan melalui injeksi/seperti di infus dan menunggu hingga obat masuk semuanya.

Efek Samping Kemoterapi

Setiap obat kemoterapi mempunyai efek samping yang berbeda-beda tetapi yang hampir semuanya sama yaitu mual, rambut rontok dan sel darah putih turun. Untuk kasus mama saya dengan menggunakan kemoterapi ini efek samping yang mungkin akan di derita sebagai berikut:

  • Sel darah putih akan turun
  • Rambut Rontok
  • Diare
  • Mual

Saya mengapresiasi kinerja dari Dr Kong karena Dr Kong sangat teliti dalam menangani masalah ini. Semua efek samping ini kami diberikan obat untuk menanganinya hanya rambut rontok yang memang tidak bisa diatasi namun jangan kuatir rambut akan bisa tumbuh kembali kata Dr Kong. Untuk Sel darah putih kami diberikan obat Neupogen injeksi yang diberikan melalui perut dan itu saya harus meninjeksi sendiri untuk mama karena kami tidak mungkin bolak-balik hanya untuk injeksi Neupogen ke klinik Dr Kong. Jadi saya belajar dahulu ke Suster yang di klinik cara melakukan injeksi Neupogen. Neupogen obat yang spesial jadi obat ini harus disimpan dalam kondisi dingin jika tidak maka obat akan rusak. Untuk diare kami diberikan “imodium” sebagai obat stop diare. Untuk mual kami diberikan obat “Metoclopramide” dan obat anti nyeri tentunya karena mama saya kesakitan tiap malam tersiksa tidak bisa tidur. Obat anti nyeri yang diberikan adalah Ultracet.

Dosis yang diberikan untuk pertama kalinya ringan terlebih dahulu melihat apakah ada perkembangan atau tidak, dan mengingat mama saya ada penyakit lupus. Selain obat kemo kami diberikan juga obat untuk terapi tulang karena sudah menyebar ke tulang belakang. Obat yang diberikan adalah “Zometa”, penggunaan Zometa diberikan 6 minggu sekali.

Saya ingin membagikan pengalaman saya mengenai kemoterapi yang dijalani oleh mama saya. Saya memberikan gambaran secara garis besar, bahwa kanker payudara selain dengan PET Scan dapat dilihat melalui darah yang biasa orang sebut dengan Tumor Marker. Pada Darah terdapat 3 macam kanker yang bisa terdeteksi:

  • CA 125 = Untuk Kanker rahim
  • CA 15-3 = Untuk Kanker Payudara
  • CA 19-9 = Untuk Kanker pankreas

Pertanyaannya bagaimana jika selain 3 kanker itu, bagaimana kita bisa mengetahui perkembangan kemoterapi? Khusus selain 3 kanker tersebut maka penderita harus melakukan PET Scan setiap kali ingin melihat perkembangan dari hasil kemoterapi. Berikut ini fase kemoterapi yang dijalani:

Kemoterapi

KeteranganTumor Marker
 Sebelum kemoterapiCA = 110
1Kemoterapi pertama hanya dengan Taxotere + ZometaCA = 98 (turun)
2Kemoterapi dengan TaxotereCA = 117 (naik)
3Kemoterapi dengan Taxotere + ZometaCA = 102 (turun)
4Kemoterapi dengan Taxotere + Xeloda. Xeloda adalah tablet kemo oral jadi bisa diminum setelah kemo di klinik. Durasi minum Xeloda yang diberikan pada kami adalah 2 mingguCA = 105 (naik)
5Kemoterapi Taxotere, Xeloda dan ZometaCA = 99 (turun)
6Kemoterapi Taxotere, XelodaCA = 86 (turun)

Dalam menjalani kemo memang sangat susah tetapi hasil kerja keras selalu membuahkan hasil. Yang dulunya mama merasa panas dan sakit (cekot-cekot) di payudara sekarang sudah mulai berkurang setelah menjalani kemo 6x. Tetapi yang masih belum ada kemajuannya adalah luka dikulit yang tidak bisa mengering. Ditambah lagi karena kanker menyebar ke getah bening lengan kanan mama jadi bengkak. Hal ini terjadi karena cairan tidak bisa mengalir dengan baik akibat dari fungsi getah bening yang terganggu oleh kanker ditambah lagi ada pembulu darah yang terbuntu tetapi pembulu darah yang tersumbat dapat diatasi dengan Clexane (injeksi) atau Zarelto (tablet).

Mungkin pembaca timbul pertanyaan habis kemo rasanya bagaimana?

Pada saat kemo memang sangat mudah hanya kayak diinfus saja tetapi efek sampingnya mulai muncl setelah hari kemo ditambah 7 hari. Bisa mulai mual, tidak nafsu makan, dalam kasus mama ini rasa panas seperti terbakar dirasakan di payudara. Dan rasa panas dalam yang sangat panas dirasakan karena susah buang air besar.

Apakah rasa putus asa pernah dialami?

Saya yang menemani memang tidak ikut merasakan bagaimana rasanya kemoterapi yang dijalani pasien kanker, tetapi melihat mama saya begitu menderita menjalani kemo dan sakitnya kanker rasa putus asa wajar menurut saya jika terjadi pada pasien kanker. TETAP HARUS SEMANGAT, karena semangat hidup adalah obat yang paling mujarab kita orang yang disekitarnya dan tidak menderita sakit tidak boleh merasa putus asa tetapi harus TETAP MEMBERIKAN SEMANGAT JUANG BAHWA YAKIN BISA SEMBUH. Semua pasti ada jalan, hanya saja kita masih belum diberi tahu oleh TUHAN kepada kita. Banyak berdoa dan berusaha saya yakin jalan keluar/solusi pasti terbuka untuk setiap pasien kanker.

Kanker Payudara dan Limfedema

Limfedema adalah pembengkakan yang terjadi jika getah bening terjadi, untuk definisi lebih detail bisa dilihat di Google. Tetapi saya ingin bercerita bahwa mama saya yang terkena kanker payudara pada bagian kanan dan menyebar ke getah bening juga menderita limfedema. Hal ini susah disembuhkan, Dr Kong hanya memberikan obat pelancar darah untuk menghilangkan darah beku saja tetapi karena sel kanker masih menempel di getah bening maka lengan mama saya masih bengkak.

Kemoterapi tambah 2x lagi

Kemoterapi tidak berakhir pada kemo ke-6 tetapi Dr Kong menganjurkan untuk melakukan kemoterapi lagi 2x karena dirasa kanker masih kurang mengecil dan fisik mama masih kuat untuk melakukan kemo jadi kami memutuskan untuk menambah kemo 2x lagi. Kemo ke-7 dan ke-8 dilakukan dengan cara yang sama yaitu Taxotere dan Xeloda.

KemoterapiKeteranganTumor Marker
7Kemoterapi dengan Taxotere, XelodaCA = 74 (turun)
8Kemoterapi dengan Taxotere, Xeloda dan ZometaCA = 76 (naik)

Kami cukup puas dengan kemajuan yang dihasilkan oleh kemoterapi dari Dr Kong, kemudian pertanyaan muncul apakah memungkinkan untuk operasi karena tumor sudah mengecil. Pendapat Dr Kong tidak bisa karena setelah kemo tumor masih ada di getah bening dan opsi untuk operasi lebih baik jangan dibahas lagi. Karena sudah 8x kemo kondisi fisik mama saat itu sudah mencapai limit sehingga proses kemo harus stop dan Dr Kong menggantinya dengan terapi hormonal.

Terapi Hormonal

Pada cerita sebelumnya hasil biopsi mengatakan bahwa ER+ dan PR+ yang menandakan bahwa tumor hanya berkembang dengan memakan hormon saja jadi terapi hormonal bisa menjadi opsi untuk memantain agar sel kanker tidak bisa berkembang. Jadi tablet hormonal diberikan pada mama saya, obat yang diberikan bernama “Femara”.

Lagi-lagi Dr Kong sangat jeli dalam memberikan obat efek samping dari Femara adalah kolesterol naik dan osteoporosis. Dengan begitu Dr Kong mengambil tindakan untuk cek kolesterol setiap kali kami check up dan untuk osteoporosis kami diminta untuk X-ray. Periode check up kami jadi tidak 3 minggu sekali jadi mundur 1 bulan sekali dan karena terapi hormonal harga menjadi lebih murah daripada kemoterapi. Hasil check up pertama mama memang ada osteoporosis jadi terapi yang dijalankan ternyata sama yaitu Zometa. Penggunaan Zometa jadi double selain mengobati kanker di tulang dapat dipakai untuk osteoporosis.

Peranan Transfer Factor dan Transfer Factor Plus

Sebelum menderita kanker ini mama sudah meminum transfer factor sebagai penunjang kesehatan karena lupus yang dideritanya. Tetapi karena terkena kanker ini maka mama mulai minum transfer factor plus sebagai pendamping kemoterapi. Dosis yang digunakan adalah

  • Transfer Factor Plus 3×3 per hari
  • Transfer Factor Trifactor 1×3 per hari

Mama mulai intense transfer factor ini sejak hormonal terapi ini dan hasil terakhir yang kami check tumor marker berhasil turun jadi 54. Banyak orang meminum transfer factor dan tidak mengalami hasil yang bagus ada kemungkinan karena dosis yang dipakai sedikit.

Mama pertama mencoba transfer factor plus hanya 1x per hari dikarenakan pusing terus sepanjang hari hal ini membuat mama tidak mau minum. Tetapi hasil yang dirasakan adalah BADAN LEBIH BERTENAGA DAN TIDAK LEMAS, biasanya sebelum minum ini kadang hari ini enak kadang tidak enak, katanya badan ini susah diprediksi hal ini membuat stamina jadi loyo. Setelah minum dan merasakan hasil positifnya maka dosis mulai ditingkat jadi jadi 3×3 per hari dan menghasilkan buah yang manis tumor marker bisa turun jadi 54. Hal ini tentu membuat mama sangat senang apalagi ketika Dr Kong membaca hasil test lab bagus dan mama dengar sendiri tumor marker jadi 54 hal ini tentu menjadi penambah semangat juang tersendiri.

Tabur Transfer Factor Trifactor untuk luka luar

Kanker sudah menyebar hingga di kulit jadi mama tiap malam harus mengganti perban dan membersihkan luka. Dan tiap malam itu terus menerus perih dirasakan hingga akhirnya saya mencoba menaburkan Trifactor ke luka dan besoknya ada kemajuan dimana luka bisa mengering. Mengering bukan berarti instant sembuh tetapi hal ini membawa hasil positif karena setelah kemo 8x kulit masih belum bisa kering. Hingga akhirnya dengan TRIFACTOR KULIT BISA MENGERING. Kami sudah berusaha hingga ke dokter kulit dan dokter ahli infeksi (Dr Lam Mun San) tetapi tidak kunjung kulit mengering dan akhirnya Tuhan memberikan jalan melalui transfer factor ini untuk membuat kulit bisa mengering. Thanks GOD.

Hingga saat ini kondisi mama sudah membaik dan masih mengkonsumsi transfer factor plus dan transfer factor trifactor secara rutin. Kami menunggu hasil check up berikut pada tanggal 18 Juni 2014 dan kami berharap hasil terus membaik.

Baca artikel lain mengenai Pendapat Dokter Tentang 4Life Transfer Factor

Pengobatan Kanker Payudara

Life Experience 02 – Mencari Dokter Spesialis Kanker Payudara di Singapura

Dari hasil pemeriksaan di Surabaya kami langsung mencari berbagai macam informasi mengenai dokter ahli kanker payudara di Singapura. Saya dan mama saya bersyukur punya saudara yang mau membantu baik dari segi financial dan membantu secara psikologis. Saat itu karena sakit yang dialami lengan sebelah kanan tidak bisa diputar kebelakang dan sakit yang diderita membuat mental mama menjadi sangat down tidak punya semangat. Pengobatan memang perlu tetapi tanpa didampingi dengan semangat hidup maka akan sia-sia. Dengan bantuan dari paman saya kami mendapatkan informasi mengenai 3 dokter disana yaitu:

  • Dr Tan Yah Yuen (Ahli operasi payudara)
  • Dr Ang Peng Tiam (Dokter Onkologi)
  • Dr Hong Ga Sze (Ahli operasi payudara)

Ketiga dokter ini berada di Mount Elizabeth Hospital (Mount E). Selain ketiga dokter itu kami juga melakukan check up pada Dr Koh Wei Howe, dokter ini yang menemukan bahwa mama saya menderita penyakit lupus. Kami ingin memastikan bahwa lupus sudah tidak aktif dan kami ingin melakukan treatment untuk kanker payudara ini.

Dr Tan Yah Yuen

Dr Tan Yah Yuen adalah dokter ahli bedah payudara bisa operasi, kami ingin menanyakan kondisi mama ke dokter ini. Hasil USG dari Surabaya kami tunjukkan pada dokter, kami berkonsultasi tidak begitu lama dan setelah diperiksa kesimpulannya sama dengan dokter Surabaya yaitu sudah tidak bisa operasi dan harus menjalani kemoterapi untuk pemeriksaan lebih detail Dr Tan Yah Yuen menyarankan untuk melakukan Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sel kanker dengan menggunakan jarum untuk dilakukan tes lebih lanjut untuk mengetahui jenis sel kanker dan metode pengobatan yang pas. Setelah berkonsulasi kami masih belum yakin untuk biopsi karena rumornya setelah biopsi sel kanker akan tambah menyebar jika tidak segera dilakukan pengobatan. Kemudian kami ingin mengetahui pendapat dokter lain dulu untuk lebih memastikan.

Dr Hong Ga Sze

Setelah dari Dr Tan Yah Yuen kami ke Dr Hong Ga Sze, sama dokter ini ahli dalam bedah payudara. Kami melakukan konsulltasi dan hasilnya adalah sama bahwa harus dilakukan biopsi untuk mengetahui lebih detail jenis kanker dan sel kanker yang nantinya data itu akan dipakai untuk menentukan obat yang akan dipakai. Pertanyaan mengenai biopsi tadi kami tanyakan kembali

Q: Dokter apakah biopsi akan menyebabkan penyebaran lebih lanjut/memperparah kondisi dari pasien?

A: Dr Hong Ga Sze langsung menjawab bahwa pernyataan itu adalah SALAH. Tujuan biopsi adalah untuk mengetahui lebih detail dari sel kanker dan data itu akan sangat berperan penting dalam menentukan obat kemoterapi yang akan dipakai.

Setelah kami berunding sebentar kami memutuskan untuk melakukan biopsi pada Dr Hong Ga Sze. Karena dokter ini adalah ahli bedah jadi dia tidak bisa melakukan kemoterapi hanya akan melakukan biopsi saja. Dokter yang bisa melakukan adalah dokter dengan spesialis onkologi. Dokter yang selanjutnya akan kami kunjungi adalah Dr Ang Peng Tiam, tetapi kami membatalkan kesana dan berpindah ke Dr Kong Hwai Long. Kami mengenal Dr Kong dari paman saya yang mengatakan bahwa pasien Dr Kong menjalani kemoterapi dan rambut tidak rontok. Mama saya jadi tertarik untuk kesana. Selain biopsi kami harus melakukan PET Scan, PET Scan dilakukan untuk mengetahui secara detail penyebaran kanker sudah sampai dimana saja.

Jadi pada Dr Hong Ga Sze ini kami melakukan biopsi di Klinik dokter dan setelah itu kami ke RadLink di Paragon yang berlokasi di depan rumah sakit Mount E. Proses PET Scan cukup lama kira-kira 3-4 jam, mama saya harus disuntik dulu dengan obat dan masih harus menunggu reaksinya dulu agak lama baru kemudian akan discan. PET Scan ini mengandung radiasi jadi tidak semua orang bisa melakukan PET Scan.

Dr Kong Hwai Long

Klinik Dr Kong berada di Paragon Lantai 17 01-02, kami ke sana untuk pertama kalinya dan berkonsultasi. Untungnya disana ada yang bisa berbahasa Indonesia jadi kami lebih mudah untuk bicara. Penilaian pertama dari kami pada Dr Kong adalah dokter ini pintar, dia menjelaskan dengan sangat detail apa saja yang harus dibutuhkan dan dia tidak mau langsung ambil tindakan jadi mama harus menjalani cek dulu baru nantinya akan diambil tindakan. Cek yang harus dijalankan dari Dr Kong:

  • PET Scan (sudah dilakukan saat dari Dr Hong)
  • MRI Brain/Otak
  • Echo Jantung
  • Biopsi (sudah dilakukan saat dari Dr Hong)
  • Fist Test

Setelah hasil semuanya keluar saya harus mengambil hasil biopsi dan PET scan dulu ke Dr Hong kemudian saya ke Dr Kong untuk mengabungkan hasil test dari Dr Kong.

Hasil PET Scan

Dari hasil PET Scan dapat disimpulkan bahwa mama menderita kanker payudara stadium akhir dan sel kanker sudah berada di payudara, getah bening, kulit dan tulang. Untuk tulang sudah terdapat pada tulang belakang hal ini menjadi perhatian dari Dr Kong karena jika tidak ditangani dengan serius pada tulang belakang akan menyebabkan lumpuh.

Hasil MRI Brain adalah baik tidak ditemukan tumor pada bagian otak

Hasil Echo jantung adalah baik kondisi jantung cukup memenuhi syarat untuk dilakukan kemoterapi

Hasil Biopsi menjelaskan bahwa sel kanker memiliki tipe ER+ dan PR+. Maksud dari hasil biopsi ER+ dan PR+ adalah sel kanker hanya memakan hormon sebagai makanan untuk berkembang biak, hal ini membuat kami merasa lega karena masih memungkinkan untuk diberikan terapi hormonal jadi tidak sampai harus menjalani kemoterapi sepanjang hidup. Terapi hormonal dimaksudkan untuk mencegah sel kanker memakan hormon jadi tidak bisa berkembang biak.

Hasil Fist Test yang tidak kalah penting digunakan untuk menentukan HER2+ atau HER2-. Lagi-lagi kami bersyukur hasilnya adalah HER2- hal ini menunjukkan bahwa sel kanker tidak bisa menjalar ke otak dan tidak ganas. Sedangkan HER2+ sel kanker dapat menjalar ke otak dan selain itu sel kanker selalu aktif untuk berkembang biak (bisa dikatakan lebih ganas). Untuk HER2+ selain kemoterapi harus didampingi dengan obat lain yaitu HERCEPTIN agar lebih efektif.

Pengobatan yang disarankan Dr Kong

  • Menjalani kemoterapi selama 6x dan menggunakan obat Taxotere
  • Periode kemoterapi adalah 3 minggu sekali
  • Diberikan injeksi tulang karena sudah menyebar ke tulang dengan obat Zometa setiap 6 minggu sekali
  • Setelah 6x kemo dilhat jika memungkinkan akan berpindah ke hormonal terapi untuk menjaga agar kanker tidak menyebar

Baca artikel lain mengenai Pendapat Dokter Tentang 4Life Transfer Factor

Healing Crisis Atau Proses Penyembuhan

Healing Crisis Atau Proses Penyembuhan – Mengapa Kondisi Memburuk Setelah Minum Transfer Factor?

Healing Crisis By Dr Stanley Bass, N.D. D.C. Ph.D.

Anda Mungkin Merasa Lebih Buruk Sebelum Mulai Merasa Lebih Baik. Jalan Menuju Kesehatan Lebih Baik Mungkin Dimulai dengan Suatu Proses Penyembuhan.

Ketika Anda bergerak menuju keadaan yang lebih sehat dengan penyembuhan alami dan nutrisi yang lebih baik, penyembuhan mulai terjadi. Sebagai bagian dari proses penyembuhan, tubuh mulai melemparkan atau mengeluarkan racun buangan yang telah lama tertimbun dalam tubuh selama bertahun – tahun. Proses penyembuhan biasanya tidak terjadi tanpa akibat. Selama proses awal penyembuhan, ketika tubuh Anda mulai membersihkan “rumahnya” (detoksifikasi) dan energy vital Anda mulai membaik dan membangun kembali organ internal, Anda mungkin mengalami sakit kepala, perasaan tidak nyaman, gejala seperti flu dan capek. Sangat penting bahwa Anda beristirahat cukup pada saat itu. Gejala – gejala tersebut akan berlalu dengan semakin normalnya tubuh Anda kembali pada keadaan sehat. Sementara Anda terus membaik, Anda mungkin mulai suatu proses yang disebut sebagai ‘retracing’ atau mundur kembali. Anda mungkin merasa lebih buruk sebelum merasa lebih baik. Sebagai contoh, jika Anda terbiasa mendapat bintik pada kulit, bintik–bintik mungkin timbul kembali atau semakin parah pada masa tertentu selama tubuh Anda mengurangi racun melalui kulit. Anda mungkin juga mengalami peningkatan jumlah urin, atau Anda mungkin merasa lebih gugup. Pada dasarnya, Anda bukan bertambah buruk, Anda sebenarnya bertambah baik. Pada akhirnya Anda akan mencapai keadaan sehat yang stabil dan lebih baik. Selama proses penyembuhan, sangat penting untuk tidak menghalangi gejala sementara ini dengan obat atau proses penyembuhan ini terganggu.

Pemahaman tentang Proses Penyembuhan ( the Healing Crisis ) by Ginger Chalford, Ph.D

Tubuh mempunyai keinginan yang tak terelakkan untuk mencapai kesehatan yang sempurna. Kita mempunyai kemampuan untuk memperoleh kembali cara untuk kembali menuju keadaan tersebut, tidak peduli betapa “normal” ataupun buruk kondisi kesehatan kita saat ini. Akan tetapi, pada saat itu tubuh harus melalui proses eliminasi atau pengurangan untuk mencapai kesehatan yang baik. Proses eliminasi atau pengurangan perlahan tersebut sering disebut sebagai krisis penyembuhan atau healing crisis. Pada waktu healing crisis terjadi, reaksi mungkin terjadi pada level yang ringan sampai level berat. Keadaan menjadi membaik ataupun memburuk hingga badan kembali sehat.

Pada healing crisis, setiap system tubuh bekerja sama untuk mengurangi hasil pembuangan dan mengatur tahap regenerasi. Jaringan yang lama digantikan oleh yang baru. Suatu penyakit terjadi apabila tubuh tidak dapat mengatasi healing crisis alami (detoksifikasi/pembuangan alami) karena satu dan berbagai sebab. Tubuh terkunci pada suatu keadaan yang rusak dan tertutup secara fisik, emosional, mental, dan spiritual.

Gejala healing crisis mungkin awalnya sama dengan penyakit itu sendiri. Akan tetapi ada perbedaan: pembuangan. Suatu proses pembersihan dan pemurnian sedang berlangsung dan kotoran yang tertimbun sedang berada dalam posisi bebas. Tubuh, pikiran dan semangat tidak lagi “terkunci”. Terkadang rasa sakit dan gejala pada krisis penyembuhan lebih berat daripada penyakit kronis itu sendiri, akan tetapi hal ini hanya sementara dan sepatutnya terjadi.

Krisis tersebut biasanya akan memunculkan kembali keadaan lampau dan masalah personal. Orang sering melupakan penyakit, masalah, atau luka yang mereka alami di waktu lampau, akan tetapi diingatkan kembali pada saat krisis sehingga mereka dapat menyembuhkan urusan yang belum selesai tersebut. Hal ini timbul pada setiap saat ketika tubuh mampu menghadapi krisis.

Reaksi fisik dapat meliputi gangguan kulit, mual, sakit kepala, mengantuk, kelelahan yang berlebihan, buang air besar, diare, masuk angin, infeksi telinga, rasa panas berlebihan, atau bentuk apa saja yang digunakan tubuh untuk melepas dan membuang racun atau toksin. Krisis penyembuhan dini biasanya berakhir sekitar tiga hari, tapi jika tenaga penderita lemah, akan berakhir selama satu minggu atau lebih.

Tubuh membutuhkan jus dan secara khusus air untuk membantu pembuangan toksin. Ini merupakan waktu untuk beristirahat. Perlakukanlah diri Anda dengan baik secara mental, emosional, dan tentunya fisik.

Satu krisis tidak selalu cukup untuk penyembuhan yang sepenuhnya. Penderita penyakit “terkunci” yang kronis sering harus melalui siklus krisis penyembuhan, yang masing – masing memperbaiki kondisi sebagian dari tubuh. Memang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyembuhkan penyakit krosnis dan waktu dibutuhkan untuk memulihkan energy atau tenaga yang terkunci tadi, satu persatu. Hal ini seperti mengupas kulit bawang Bombay satu per satu.

Sering kali krisis baru terjadi pada saat seseorang merasa sangat sehat dan paling bertenaga, pada saat memulai tahap pembuangan. Seluruh tubuh bekerja. Kebanyakan orang merasakan saat bertenaga pada awalnyahingga toksin atau racun dibuang ke aliran darah pada proses pembuangan. Lanjutkan sepelan mungkin sehingga proses pembuangan bertahap dan nyaman.

Dengan kondisi yang lebih serius, mungkin terjadi krisis kecil yang harus dilalui sebelum system dapat berjalan dengan seimbang dan sehat. Segala sesuatunya harus dipertimbangkan dan diberi posisi yang tepat untuk mengatasi krisis penyembuhan. Seseorang harus memperhitungkannya dan melakukan sesuatu terhadap tubuhnya, bukan melawannya dengan marah.

Proses penyembuhan juga dikenal dengan Herxheimer Reaction yang terjadi ketika tubuh melakukan detoksifikasi terlalu cepat dan toksin dilepaskan lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk melakukan pembuangan. Crisis penyembuhan dapat terjadi melalui semua terapi alami dan alternative seperti homeopathy, naturopathy, nutrisi lanjutan, dll.

Proses mundur atau kebalikkan merupakan salah satu bagian dari krisis penyembuhan. Sangat penting untuk mengunjungi kembali setiap tahap yang telah dilalui tubuh yang membawanya pada keadaan sakit saat itu. Orang belajar sejak awal bahwa gejala penyakit harus dihentikan dan ditekan. Mereka minum berbagai macam obat untuk menghentikan tubuh mereka dari pembuangan ingus dan kotoran. Hal tersebut sangat membingungkan bagi tubuh! Produksi cairan tubuh seperti ingus merupakan mekasnisme tubuh yang sempurna untuk membuang sampah! Jika proses tersebut ditekan, imun system akan berkompromi dan apabila hal tersebut terjadi lagi, maka dia tidak akan dapat bertindak dengan baik. Tubuh manusia mempunyai memori tersendiri yang akan mengingat segala macam jenis penyakit dan bilamana ia ditekan atau diahalangi. Pada proses kebalikan, memori – memori tersebut diingatkan kembali proses mundur sebelum puncak penyakit tersebut terjadi dan penderita mengalami kembali penyakit – penyakit dan trauma sebagai fenomena mengingat kembali. Perbedaannya adalh kali ini gejalanya datang dan pergi dengan cepat dan ada kemampuan mendasar bahwa proses tersebut secara keseluruhan tidak berbahaya, bahwa hal tersebut alami dan mendukung kesehatan. Perubahan kesehatan yang dirasakan oleh seseorang setelah krisis penyembuhan akan ada selama gaya hidup yang baik dilaksanakan dan orang tetap menghargai kepandaian tubuh manusia yang luar biasa. Berilah tubuh Anda apa yang diperlukannya untuk membuat jaringan baru secara konstan dan hasilnya adalah kesehatan dan vitalitas yang luar biasa.

Reaksi Herxheimer ( The Healing Crisis )
Reaksi Herxheimer terjadi ketika tubuh sedang dalam proses detoksifikasi yang terlalu cepat dan racun dilepaskan lebih cepat daripada yang dapat dikurangi oleh tubuh. Jika hal ini terjadi, seseorang akan menderita sakit kepala, mual, muntah dan rasa tidak enak badan. Meskipun hal ini merupakan masa singkat program penyembuhan, hal tersebut dapat terjadi dengan sangat hebat dan menyebabkan seseorang berhenti dalam mencapai tujuan penyembuhannya. Selain itu, orang tersebut mungkin tidak mengetahui apa yang sedang dialaminya dan berpikir bahwa kondisi mereka bertambah parah.

Untuk meminimalkan reaksi Herxheimer:

  • Minum banyak air ion alkalin murni
  • Membatasi kegiatan fisik sehari – hari
  • Banyak sinar matahari
  • Memperlambat proses detoksifikasi, satu langkah setiap saat.
  • Jangan menambahkan dosis herbal
  • Jagalah agar organ pembuangan (pembuangan, paru – paru, kulit, ginjal) bekerja
  • Lakukan pembilasan detoksifikasi
  • Gunakan minyak aromatherapy untuk rasa sakit – seperti peppermint, birch, dan wintergreen
  • Berkeringat dengan latihan, sauna, mandi air hangat, dan herbal
  • Hindari bahan kimia asing dan makanan diproses halus

Jika terjadi reaksi Herxheimer, kurangi program detoksifikasi kesehatan Anda. Kurangi dosis herbal dan ikuti saran di atas untuk mengurangi gejala pembuangan racun. Semakin banyak racun yang dibuang, semakin sakit juga pada waktu dikeluarkan. Pada umumnya, seseorang akan merasa lebih baik jika semuanya telah berakhir dan kesehatannya pulih kembali. Ingatlah, jangan menyerah. Reaksi Herxheimer juga dikenal sebagai krisis penyembuhan (healing crisis).

APAKAH PERBEDAAN ANTARA PROSES PENYEMBUHAN DAN SAKIT?

Ada beberapa gejala selama krisis penyembuhan yang mungkin membingungkan dengan penyakit itu sendiri. Akan tetapi, perbedaannya adalah gejala – gajala krisis penyembuhan lebih singkat dan bergerak dari satu bagian ke bagian lain dalam tubuh, dari dalam ke luar dan dari atas ke bawah.

Biasanya ada kehilangan nafsu makan dan mungkin demam. Sakit mempunyai scenario yang sangat berbeda karena salah satu atau lebih organ tidak bekerja dengan baik, menyebabkan toksin yang terdiri dari material buangan yang tidak dapat keluar dari tubuh. Ada hal yang menakutkan selama sakit, suatu rasa yang tidak terkontrol yang sangat lain daripada keadaan saat proses penyembuhan tersebut lebih ringan daripada gejala penyakit. Segalanya berjalan seperti seharusnya pada waktu dimulai.

Proses mundur adalah salah satu bagian dari proses penyembuhan. Sangatlah penting untuk menengok kembali setiap langkah yang telah ditempuh tubuh yang membawanya pada kondisi sakit saat itu.

Orang belajar sejak dini bahwa gejala adalah buruk dan harus dihentikan ataupun ditahan.

Baca artikel lain mengenai Apa itu 4Life Transfer Factor?