Semua tulisan dari Eddy

Terapi CAR T-Cell

Harapan Sembuh untuk Penderita Kanker Dengan Terapi CAR T-Cell

Kanker menjadi penyakit masyarakat modern saat ini dan masih belum ditemukan obat ampuh yang mampu benar-benar menyembuhkan pasien kanker. Kali ini saya ingin membagikan informasi yang saya dapatkan dari National Geographic. Ada suatu acara bernama Breakthrough, pada bagian ini saya tertarik karena membahas mengenai kanker dan penyembuhannya yang berbeda dari yang kita sudah kita ketahui.

Pada umumnya kita di Indonesia menjalani pengobatan kanker dengan 3 cara yaitu kemoterapi, hormon terapi atau radio terapi. Pada Breakthrough ini Nat Geo membahas mengenai pengobatan kanker dengan memodifikasi imun sel, pengobatan ini disebut CAR T-Cell Terapi.

Bagi anda yang memiliki channel Nat geo dan sedang memerlukan informasi mengenai kanker terapi ini akan menjadi solusi anda ketika sudah tidak ada pengobatan yang bisa anda jalani lagi. Di acara itu ada beberapa dokter dan peneliti yang disebutkan yaitu:

CAR T-Cell terapi ini merupakan Living Drug atau obat hidup yang ada di dalam tubuh yang bekerja membunuh sel kanker. Dan hebatnya lagi CAR T-Cell tidak merusak sel sehat sehingga hanya sel kanker saja yang akan dibunuh.

Kenapa Imun Sistem Tidak Bisa Membunuh Sel Kanker

Imun sistem berfungsi untuk membunuh segala sel yang asing di dalam tubuh kita sehingga tubuh kita tetap sehat. Ketika virus, bakteri atau penyusup lainnya masuk ke dalam tubuh maka tugas T-Cell untuk membunuh penyusup itu sehingga tubuh kita tetap sehat.

Logikanya T-Cell sangat efektif untuk membunuh sel kanker, nah disinilah masalah mulai timbul. Kanker adalah bagian dari sel tubuh kita sendiri yang bermutasi sehingga T-Cell tidak bisa mengenalinya itulah mengapa sistem imun kita tidak efektif melawan kanker.

Cara Kerja CAR T-Cell

Mengetahui situasi seperti itu maka dilakukan penelitian bagaimana caranya agar T-Cell di dalam tubuh kita bisa mengenali sel kanker dan membunuhnya. Untuk itu peneliti mengubah secara genetik T-Cell standart menjadi CAR T-Cell (Chimeric Antigen Receptor).

CAR T-Cell inilah yang sekarang menjadi pembunuh utama bagi sel kanker di dalam tubuh. CAR T-Cell menjadi serial killer bagi sel kanker, CAR T-Cell akan hinggap ke sel kanker dan menempel hingga sel kanker mati. Kemudian CAR T-Cell akan mencari sel kanker lainnya dan membunuhnya lagi begitu dan seterusnya hingga tubuh kita bersih dari sel kanker.

Prosedur Menjalani CAR T-Cell Terapi

Diceritakan di Breakthrough ada seorang penderita kanker darah/leukimia yang sudah akut mau mencoba CAR T-Cell terapi ini karena pengobatan yang ada sudah tidak ada yang bisa digunakan lagi. Jadi pasien ini mau mencoba pengobatan baru ini. Dokter mengambil sejumlah darah dan melakukan modifikasi pada T-Cell yang dimilikinya menjadi CAR T-Cell kemudian diinjeksikan kembali pada pasien.

Prosedurnya cukup senderhana bagi pasien tetapi bagi dokter tidak, mereka harus mengambil T-Cell dan mengubahnya menjadi CAR T-Cell. Setelah injeksi diceritakan pasien mengalami demam tinggi, dokter sempat bingung kenapa bisa terjadi demam. Setelah diteliti karena sel kanker banyak yang mati sehingga terjadi demam ini, dokter pun tidak menyangka bakal secepat ini CAR T-Cell mampu membunuh sel kanker.

Setelah beberapa saat pasien ini dinyatakan bebas dari kanker dan CAR T-Cell masih berada di dalam tubuhnya sehingga kemungkinan untuk kambuh lagi sangat kecil. CAR T-Cell akan segera langsung membunuh sel kanker yang akan muncul. Mulai detik itu juga pasien ini dinyatakan bebas dari kanker darah/leukimia.

CAR T-Cell terapi masih sangat rumit karena terapi ini harus spesifik untuk setiap orang dan dosisnya juga sangat spesifik untuk setiap orang jadi tidak bisa sembarang orang dengan dosis yang sama.

CAR T-Cell Digunakan untuk Siapa Saja

Dari uji coba pada pasien itu dokter menginginkan kemajuan lagi yaitu siapa saja bisa menggunakan CAR T-Cell atau bisa dikatakan CAR T-Cell untuk universal. T-Cell dari donor yang sudah dimodifikasi menjadi CAR T-Cell tidak bisa sembarang diberikan kepada pasien karena masih bisa terjadi penolakan pada pasien. Untuk itu perlu dilakukan Editing Gen. Editing Gen bertujuan agar CAR T-Cell yang diperoleh bisa diubah menjadi universal sehingga semua orang bisa menggunakan terapi ini tanpa ada penolakan.

Pada Breakthrough diceritakan dokter berhasil mengubah Gen dan membuat CAR T-Cell universal dan dicobakan pada bayi berumur 9 bulan. Bayi ini juga menderita leukimia dan orang tuanya tidak ingin menyerah dan tetap berjuang agar bayi mereka bisa sembuh. Kemudian dokter mencoba memberikan CAR T-Cell terapi ini pada bayi tersebut. Setelah beberapa lama tidak ada demam atau tanda yang lain, dokter mulai meneliti kembali dan melihat ternyata kanker sudah tidak ada lagi dan CAR T-Cell masih ada di dalam bayi ini dan tidak ada penolakan.

CAR T-Cell universal berhasil pada percobaan ini, meskipun masih diperlukan uji coba lebih lanjut tetapi pada titik ini kita bisa melihat bahwa CAR T-Cell bisa menjadi solusi pengobatan kanker. Dengan adanya CAR T-Cell universal ini siapa saja bisa menggunakan terapi ini tanpa harus ada penolakan pada tubuh pasien kanker.

Mimpi di Masa Mendatang untuk CAR T-Cell

Mari berimajinasi dengan saya, andaikan CAR T-Cell ini sukses bisa membunuh sel kanker apapun dan bisa diaplikasikan kepada semua orang layaknya obat umum, maka mimpi untuk bebas dari kanker akan terwujud. Anda bisa bayangkan CAR T-Cell akan diinjeksi ke dalam tubuh kita kemudian secara otomatis tubuh kita memiliki pertahanan untuk membunuh sel kanker.

CAR T-Cell di masa depan akan berubah menjadi vaksin anti kanker dalam imajinasi yang ada dipikiran saya. Teknologi ini akan menjadi terobosan/breakthrough bagi manusia. Kita yang sehat dapat menerima CAR T-Cell sehingga kita memiliki pertahanan sebelum kanker itu muncul jadi lama kelamaan manusia akan bebas dari kanker.

Kapankah ini bisa terwujud? Mungkinkah angan-angan ini bisa terwujud di masa depan?

Kesimpulan

Pada acara Breakthrough ini kita mendapat gambaran bahwa telah dicapai suatu terobosan baru untuk mengobati kanker. Pada acara itu diceritakan seseorang yang menderita leukimia berhasil sembuh total dengan menggunakan CAR T-Cell terapi. Yang menjadi pertanyaan berikutnya bagi kita adalah apakah penderita kanker di Indonesia bisa menggunakan terapi ini juga? Apakah terapi ini sudah bisa dipakai untuk umum? Apakah efektif untuk segala jenis kanker? Hal-hal inilah masih perlu dipelajari lebih lanjut dan tentunya biaya untuk menjalani terapi ini saya rasa tidak akan murah.

Dengan adanya CAR T-Cell ini membuka peluang hidup bagi penderita kanker yang sudah tidak ada harapan lagi. Semoga informasi ini bisa berguna bagi pasien kanker yang sedang menjadi harapan untuk kesembuhan.

Baca artikel lain mengenai Tian Xian Liquid

Synovial Sarcoma

Perjuangan Melawan Kanker Synovial Sarcoma Selama 17 Tahun

Kali ini saya mendapatkan email dari survivor kanker yang berjuang melawan kanker selama 17 tahun dan berhasil bertahan hingga sekarang. Pertama kali melihat email ini saja saya sudah kaget apalagi saat membacanya, nama beliau adalah Bapak Margiyana. Pak Margiyana menderita kanker yang langka yaitu kanker Synovial Sarcoma.

Berikut ini tulisan kisah dari Pak Margiyana:

Saya (Margiyana, Lahir 14 April 1967) penderita Synovial Sarcoma, merasakan nyeri pada persendian pangkal paha kaki kanan mulai akhir tahun 1999, upaya pemeriksaan telah dilakukan berjalan beberapa bulan beberapa diognosa dokter disampaikan, diantara ada masalah pada tulang belakang lembal 5. Pengobatan yang telah berjalan beberapa bulan tidak mengatasi masalah yang dirasakan. Dilakukan cek-up/lab darah, USG dan rongsen dokter menyatakan tidak apa-apa atau mencurigai sesuatu yang terjadi pada pangkal paha kanan saya. Pengobatan dan pemeriksaan di lakukan di RS Panembahan Senopati Bantul, pada suatu ketika saya periksa ke RS PKU Muhamadiyah Yogyakarta, dilakukan lab darah dan melihat hasil rongsen dokter yang memeriksa juga menyatakan tidak apa-apa.

Baru rencana periksa ke RS Sardjito Yogyakarta, terjatuh di dalam rumah seketika itu badan rasanya sakit semua, disentuh aja merasakan sakit. Sehinga sewaktu saya mau dibawa ke RS, setiap ada orang menyentuh badan saya, saya merasa kesakitan. Sehingga untuk dapat masuk mobil perlu perjuangan, dengan saya hanya mengerakkan badan sedikit demi sedikit.

Setelah dirawat di RS Panembahan Senopati yang waktu itu yang merawat saya dokter Syaraf tidak ada perubahan dan tindakan yang membuat kami sekeluarga tenang, keluarga kami berinisitaip minta pulang atas permintaan sendiri (APS) dan kemudian oleh keluarga saya dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta. Sesampai di RS Sardjito dokter bedah tulang yang merawat memberikan terapi penarikan/perenggangan/starsing atau apa namanya dengan menarik kaki kanan dengan beban 5 Kg yang tergantung disisi tempat tidur, sekitar seminggu kemudian diadakan rongsen. Dari hasil rongsen tidak ada tanda-tanda menyambung dan curiga terjadi sesuatu pada persendian pangkal paha kaki kanan saya. Dokter memberitahukan akan dilakukan operasi (biopsi) ambil sampel sebagian tulang. Operasi  pengambilan sampel tulang (biopsi) dilakukan dan pemasangan pen diatas lutut yang di boor untuk pemasangan pen dimaksud untuk mengaitkan tali untuk terapi stasing/perenggangan untuk mengurangi rasa nyeri/sakit pada persendian sambal menunggu hasil observasi terhadap biopsi tulang untuk diadakan penelitian.

Hasil PA pada tanggal 04 JUni 2000 oleh dokter Indrawati / Harijadi dengan kesimpulan : Trochontar mayor femur dextra : Siniviosarkoma (Synovial Sarcoma). Dari kesimpulan tersebut TIM dokter RS Sardjito menyatakan dan memfonis jenis penyakit dimaksud tidak ada obatnya dan salah satu jalan hanya dengan jalan amputasi dari tulang panggul kaki kanan. Sulit diungkapkan dengan kata kata perasaan kami dan keluarga dunia rasanya kiamat. Dalam,benak hati saya, kalau diamputasi bagaimana mau duduk dan beraktifitas apa tidak akan menyusahkan/jadi rawatan keluarga. Atau bahkan sudah diamputasi nyawa tetap tidak terselamatkan.

Saya dan keluarga memutuskan untuk pulang dari RS Sardjitu dengan sejuta perasaan dan sakit yang saya rasakan. Berbulan bulan saya jadi rawatan keluarga dan semua aktifitas ada diranjang pembaringan dengan menahan rasa sakit yang tidak berkesudahan. Hampir 2 tahun tergeletak dipembaringan, pada suatu ketika ada keluarga yang menyampaikan saran untuk mencoba KEMOTERAPI, serangkaian pemeriksaan dan persiapan dilakukan. Kemoterapi tahap PERTAMA dilakukan dari hasil lab darah HB hanya menunjukkan angka 8 yang syarat minimal harus 10, dokter yang merawat memutuskan untuk tranfusi darah dengan 2 kantong/ampul. Dokter yang merawat terkejut ketika setelah tranfusi darah 2 kantor HB menjadi kurang dari 8 (7.xx), kemudian dokter memutuskan tranfusi darah 3 kantong. Setelah tranfusi jumlah keseluruhan 5 kantong HB 10 memenhi syarat untuk kemoterapi. Singkat cerita setelah menjalani kemoterapi kondisi mulai membaik, selama menjalani kemoterapi 6 kali menjalani tranfusi darah sebanyak 25 kantong/ampul darah. Setelah selesai kemoterapi selama 6 kali, setelah dokter mengevaluasi oleh dokter disarankan untuk kemoterapi lagi dengan dosis obat yang tinggi dan mahal.  Kami keberatan soal pembiayaan. Atas berkat mukjizat dari Tuhan Yang Esa masih bisa bertahan hidup, tahun 2005 sy periksa di Poli Onkologi RS Sardjito, perawat ada yang bilang ….wah ini pemecah rekor sudah lima tahaun berjalan masih bisa bertahan hidup, setelah masuk ruang dokter, dokter yang memeriksa menyarankan untuk KEMOTTERAPI lagi, kembali kami menolak kerkaitan dengan pembiayaan. Kalau kemoterapi yang enam kali tahap pertama masuk ASKES/BPJS kalau kemoterapi yang disarankan semua tidak masuk jaminan ASKES/BPJS.

Akhirnya walaupun dalam kondisi cacat dan berjalan menggunakan dua kruk bisa beraktifitas kembali dengan ketergantungan antar jemput. Sekitar tahun 2007 atau 2008 saya tidak ingat persisnya kambuh sampai dilarikan ke RS Sardjito untuk pemeriksaan dan perawatan.

Sekitar tahun 2008, saya memutuskan untuk modifikasi motor roda dua menjadi motor roda 3 agar tidak ketergantungan orang lain untuk kemana-mana.

Dari tahun 2000 difonis Tim Dokter RS Sardjito  berkat mukjizat dan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa masih bisa bertahan sampai tahun 2017, yang berarti dari difonis sudah berjalan 17 tahun walaupun dengan keterbatasan fisik dan kesehatan. Kita manusia hanya menjalani takdir, pasrah dan berusaha. Sebagai penderita kanker berusaha pasrah berserah diri, berdoa mohon diberi kekuatan dan dijauhkan dari rasa sakit, harus mempunyai semangat hidup yang tinggi dan diberi umur lebih banyak untuk berdampingan dengan suami/istri dan anak. Dalam hal ini tak kalah pentingnya dukungan dan perhatian dari keluarga dekat, jangan sampai justru yang mendampingi ikut depresi. Sebagai manusia tidak mungkin ada keluarga sakit menahun tanpa ada beban perasaan, ada beban boleh tetapi tetap terkendali emosinya. Sebagai pendamping keluraga yang sakit tentu saja kalau dijalani dengan sabar dan ikhlas akan menjadi ladang beramal.

Tanggal 13 Juni 2017 dini hari diawali saya merasakan demam dikuti kaki merasa panas dan nyeri. Dua hari hanya untuk istirahatdan tiduran karena kaki kanan bengkak dan rasa kaku nyeri dan kalau disentuh juga merasakan nyeri/sakit dengan meminum obat pereda nyeri dan parasetamol, tepatnya tanggal 15 Juni 2017 saya periksa pada poli Penyakit Dalam RS Panembahan Senopati, dari hasil lab darah dokter neyatakan adanya terjadi infeksi, mulai tanggal 15 Juni 2017 saya menjalani opname/perawatan di RS Panembahan Senopati sampai tanggal 24 Juni 2017 (malem lebaran). Yang sebelum pulang diadakan periksaan di Radiologi RS Hardjolukito Yogyakarta. Setelah lembaran control/periksa dengan membawa hasil MRI dari RS Hardjolukito, dokter penyakit dalam yang merawat merujuk/mengkonsul ke dokter Onkologi, berdasarkan hasil MRI dokter Onkologi menyarankan untuk kemoterapi ulang sebanyak 6(enam) Kali. Persiapan kemoterapi dengan  cekup/lab darah hasilnya baik dan memenuhi syarat untuk dilakukan kemoterapi.

Kemoterapi pertama berjalan lancer, kemoterapi ke-Dua dijadwalka tanggal 01 Agustus 2017.

Itu adalah tulisan dari Pak Margiyana yang bercerita kisahnya mulai awal sakit sampai saat ini masih berjuang terus melawan kanker. Untuk kontak langsung dengan pak Margiyana silahkan mengkontak kami melalui email transferfactorformula@gmail.com untuk mendapatkan nomor HP/WA pak Margiyana.

Saya sempat chating via WA dengan beliau dan beberapa hal yang bisa menjadi inspirasi kita bersama

Apa motivasi utama bapak kok bisa bertahan hingga 17 tahun?

Dukungan dan perhatian dari keluarga terdekat, banyak berdoa minta panjang umur untuk bisa berdampingan dengan anak dan istri. Banyak pasrah jadi hidup lebih tenang, kadang orang melihat/bertanya gimana rasanya? Saya asal bisa makan dan tidur enak dan bisa beraktifitas berarti saya sehat, tidak terlalu memikirkan sakitnya.

Bagaimana aktivitas bapak dalam kesehariannya?

Dalam kondisi sehat saya mengepel lantai rumah dengan duduk diatas kursi kayu yang saya beri roda.

Punya kata-kata atau kalimat motivasi pak buat penderita kanker lainnya?

Saya tidak pandai menyusun kata-kata, setiap orang oleh YME diberi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Saya beranggapan bahwa saya sekarang diberi kekurangan fisik tapi saya merasa diberi keterampilan jadi tetap bisa eksis dilingkungan kerja. Bisa memanfaatkan kelebihan akan menjadikan nilai plus dimata orang lain. Sebaik-baiknya orang adalah orang bisa bermanfaat bagi orang lain dan semua hal tidak bisa diukur dengan rupiah.

Itulah kisah perjuangan dari Pak Margiyana yang terus berjuang selama 17 tahun dan saat ini beliau masih terus berjuang melawan kanker Synovial Sarcoma. Pak Margiyana tidak hanya diam saja karena kaki kanannya yang cacat melainkan belaiu mengisi waktu dengan membuat berbagai macam kerajinan hingga sound sistem. Jadi seakan-akan pak Margiyana tidak merasakan sakit yang dideritanya. Semoga kisah perjuangan pak Margiyana bisa memotivasi dan menginspirasi kita semuanya.

Baca artikel lain mengenai Persiapan Sebelum Kemoterapi

Cryosurgery adalah

Cryosurgery adalah Harapan Kesembuhan Pasien Kanker

Tidak bisa dipungkiri, kanker merupakan sebuah penyakit yang sangat ditakuti dan kemungkinan untuk sembuhnya cukup kecil jika kanker sudah memasuki tahapan yang parah serta sel-sel kanker sudah menyebar ke organ-organ lain dalam tubuh. Akan tetapi, sebenarnya masih ada harapan untuk kesembuhan pasien kanker. Harapan tersebut terletak pada salah satu cara pengobatan dengan cryosurgery. Cryosurgery adalah sebuah teknik pengobatan yang bisa mengatasi kanker secara efektif meskipun sudah memasuki tahapan stadium lanjut. Cryosurgery sendiri bisa dikatakan mash baru sebagai teknik pengobatan kanker di Indonesia.

Cryosurgery pada Pasien Kanker

Cryosurgery adalah salah satu cara pengobatan kanker yang memiliki proses kerja dengan menghancurkan jaringan atau sel kanker yang menjadi masalah dalam tubuh pasien. Cryosurgery memang tidak menjadi pilihan pertama untuk mengobati kanker, tetapi cryosurgery bisa menjadi salah satu jalan untuk pengobatan kanker ketika jalur pengobatan lain sudah tidak bisa berjalan dengan baik atau ketika kanker kembali setelah sebelumnya pernah melakukan perawatan.

Ada tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan cryosurgery. Tahapan pertama adalah persiapan. Persiapan yang dilakukan untuk menghadapi cryosurgery berbeda-beda tergantung jenis cryosurgery yang dipilih serta jenis penyakit kanker yang diderita oleh pasien. Umumnya, cryosurgery banyak dipilih untuk mengobati kanker kulit yang memang terlihat jelas dari luar. Untuk kasus kanker kulit, dokter yang melakukan cryosurgery akan mengaplikasikan nitrogen cair pada area kulit yang terserang kanker dan memerlukan pengobatan.

Sedangkan untuk jenis kanker yang berada di dalam tubuh pasien, nitrogen cair akan dimasukkan dengan menggunakan tabung fleksibel yang bisa masuk ke dalam tubuh pasien. Nitrogen cair yang dimasukkan ke dalam tubuh tersebut akan ditempatkan tepat pada sel kanker yang hidup dalam organ tertentu dalam tubuh. Sel-sel kanker yang sudah terkena terapi nitrogen cair ini akan melemah, membeku, dan mati perlahan-lahan.

Setelah terapi cryosurgery dilakukan, ada perawatan khusus yang harus dilakukan pada luka sayatan yang menjadi tempat untuk memasukkan nitrogen cair ke dalam tubuh dan area kulit yang dibekukan pada kasus kanker kulit. Dokter akan memberikan arahan dan cara perawatan pascaterapi dengan detail kepada pasien dan pihak keluarga. Perawatan setelah terapi ini bertujuan untuk menjaga area luka tempat sayatan atau area kulit yang dibekukan dari kontaminasi zat-zat atau bakteri di luar. Penggantian perban secara teratur juga penting untuk dilakukan guna mencegah terjadinya infeksi pada luka.

Untuk masalah biaya sendiri, terapi cryosurgery ini memang tergolong pengobatana atau penanganan kanker yang tidak murah. Biaya yang harus dikeluarkan sekitar 100 juta rupiah. Akan tetapi, biaya ini termasuk wajar dengan hasil yang tentunya lebih jelas dan kemungkinan untuk bisa sembuh cukup tinggi. Biaya cryosurgery di Indonesia ini memang terbilang tinggi, tetapi cukup relevan untuk ukuran pengobatan penyakit kanker yang memang ganas dan berbahaya.

Cryosurgery di Jakarta

Meski terbilang masih baru, ternyata cryosurgery sudah tersedia di beberapa rumah sakit di Indonesia salah satunya di Jakarta. Cryosurgery di Jakarta bisa ditemukan di Rumah Sakit Gading Pluit. Rumah sakit yang terletak di kawasan Jakarta ini sudah menerapkan terapi cryosurgery selama dua tahun lebih. Rumah sakit ini sudah melakukan terapi cryosurgery pada 36 pasien kanker dengan jenis kanker yang berbeda. Kanker yang berhasil ditangani dengan menggunakan cryosurgery di rumah sakit ini di antaranya kanker sarkoma, kanker hati, kanker ovarium, dan kanker paru.

Pemilihan penggunaan terapi cryosurgery pada beberapa pasien di rumah sakit tersebut bukan tanpa alasan. Terdapat beberapa alasan sampai akhirnya pilihan jatuh pada terapi ini. Beberapa alasan tersebut di antaranya sebagai berikut.

  1. Kanker pada pasien sudah tidak bisa diangkat melalui jalur operasi. Pada kondisi ini, sel-sel kanker sudah menempel pada struktur-struktur atau organ penting dalam tubuh seperti pembuluh darah besar dan saraf. Selain itu, bisa juga karena sel-sel kanker sudah menyebar ke area lain di dalam tubuh yang membuat proses bedah tidak bisa lagi dilakukan. Pada kondisi inilah, terapi cryosurgery sangat dibutuhkan dan sifatnya lebih efektif dalam memerangi sel-sel kanker yang tidak bisa dijangkau dengan proses bedah.
  2. Pasien yang tidak ingin atau takut dibedah. Tidak semua pasien kanker siap untuk menghadapi pembedahan meskipun tujuannya agar ia bisa sembuh dan terbebas dari kanker. Untuk pasien-pasien yang mengalami ketakutan akan proses operasi atau bedah, bisa memilih terai cryosurgery untuk mengobati kanker yang dideritanya. Adanya pilihan terapi cryosurgery ini seolah menjadi jawaban untuk para pasien yang memang takut untuk menghadapi proses bedah.

Tips Sebelum Memilih Terapi Cryosurgery

Semua pasien kanker tentunya sangat ingin bisa sembuh dan menjalani kehidupan normal seperti biasanya tanpa perlu merasa khawatir akan penyakitnya. Adanya terapi cryosurgery ini seperti membuka celah baru untuk para pasien bisa benar-benar sembuh dan terbebas dari kanker. Berikut beberapa tips bagi pasien yang ingin menjadikan terapi cryosurgery sebagai pilihan pengobatan kankernya.

  1. Melakukan Konsultasi dengan Dokter. Meskipun pasien sudah tidak sabar untuk menjalani terapi tersebut, pasien dan keluarga tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter akan menjelaskan secara rinci mengenai terapi cryosurgery dan memeriksa terlebih dahulu kondisi pasien dan kemungkinan terbaiknya jika mengambil jalur terapi tersebut.
  2. Menyiapkan Dana Sedini Mungkin. Seperti sudah dibahas sebelumnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa mendapatkan terapi cryosurgery ini cukup tinggi. Pastikan pasien dan pihak keluarga sudah siap dengan biaya yang harus dikeluarkan. Terus cari informasi mendalam tentang biaya total yang harus dikeluarkan jika ingin menjalani terapi cryosurgery ini.
  3. Bersabar dalam Setiap Prosesnya. Walau tidak seberat proses bedah atau jenis terapi lainnya, pasien tetap harus bersabar dalam setiap proses yang harus dijalani ketika menggunakan terapi cryosurgery. Pasien juga sebaiknya tidak mudah lelah untuk berjuang melawan kanker yang ada dalam tubuhnya.

Pikiran yang positif dan keinginan sembuh yang tinggi bisa menjadi faktor penambah kemungkinan sembuh yang tinggi. Walau terdengar dan terlihat simpel, terapi cryosurgery tentunya memiliki tahapan proses yang harus dijalani. Pasien dituntut untuk bersabar dan menjalani setiap prosesnya dengan tenang dan yakin bahwa proses tersebut bisa menjadi jalan untuknya sembuh.

Cryosugery adalah sebuah teknik untuk melawan penyakit seperti kanker yang sudah banyak dilirik dan disukai. Meski dengan biaya yang relatif tinggi, cryosurgery ini memberikan harapan baru untuk para pasien kanker bisa sembuh dari penyakitnya.

Demikianlah pembahasan mengenai cryosurgery dan di mana pasien bisa melakukan terapi ini serta estimasi biaya yang harus dikeluarkan. Semoga pembahasan dalam artikel ini bermanfaat dan bisa menjadikan informasi alternatif pengobatan kanker yang tidak harus melalui jalur bedah atau operasi besar. Tetap konsultasi dengan dokter dan pantang menyerah dalam melawan penyakit!

Baca artikel lain mengenai Persiapan Sebelum Kemoterapi