Transfer Factor Pendamping Kemoterapi

Life Experience 03 – Kemoterapi di Klinik Dokter Kong Hwai Loong dan Transfer Factor Sebagai Pendamping

Treatment satu-satunya yang harus mama saya jalankan adalah kemoterapi karena opsi yang lain sudah tidak bisa lagi. Dan kami memutuskan untuk melakukan kemoterapi di Klink Dr Kong, Klinik Dr Kong terletak di Paragon Lantai 17 No 1-2. Sebelum menjalankan kemoterapi kami melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Dr Kong apa saja yang perlu disiapkan dan menggunakan obat apa.

Seperti pada cerita sebelumnya periode kemoterapi ditetapkan 3 minggu sekali dan menggunakan obat “Taxotere”. Untuk pertama kalinya karena kami takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan kami mengajukan untuk menginap di Rumah Sakit Mount Elizabeth tetapi Dr Kong menentang karena proses kemo hanya 1 jam saja dan efek dari kemo tidak akan langsung terlihat jadi percuma jika menginap di rumah sakit. Proses kemoterapi setiap pasien berbeda-beda untuk kasus mama saya kemoterapi hanya 1 jam dilakukan melalui injeksi/seperti di infus dan menunggu hingga obat masuk semuanya.

Efek Samping Kemoterapi

Setiap obat kemoterapi mempunyai efek samping yang berbeda-beda tetapi yang hampir semuanya sama yaitu mual, rambut rontok dan sel darah putih turun. Untuk kasus mama saya dengan menggunakan kemoterapi ini efek samping yang mungkin akan di derita sebagai berikut:

  • Sel darah putih akan turun
  • Rambut Rontok
  • Diare
  • Mual

Saya mengapresiasi kinerja dari Dr Kong karena Dr Kong sangat teliti dalam menangani masalah ini. Semua efek samping ini kami diberikan obat untuk menanganinya hanya rambut rontok yang memang tidak bisa diatasi namun jangan kuatir rambut akan bisa tumbuh kembali kata Dr Kong. Untuk Sel darah putih kami diberikan obat Neupogen injeksi yang diberikan melalui perut dan itu saya harus meninjeksi sendiri untuk mama karena kami tidak mungkin bolak-balik hanya untuk injeksi Neupogen ke klinik Dr Kong. Jadi saya belajar dahulu ke Suster yang di klinik cara melakukan injeksi Neupogen. Neupogen obat yang spesial jadi obat ini harus disimpan dalam kondisi dingin jika tidak maka obat akan rusak. Untuk diare kami diberikan “imodium” sebagai obat stop diare. Untuk mual kami diberikan obat “Metoclopramide” dan obat anti nyeri tentunya karena mama saya kesakitan tiap malam tersiksa tidak bisa tidur. Obat anti nyeri yang diberikan adalah Ultracet.

Dosis yang diberikan untuk pertama kalinya ringan terlebih dahulu melihat apakah ada perkembangan atau tidak, dan mengingat mama saya ada penyakit lupus. Selain obat kemo kami diberikan juga obat untuk terapi tulang karena sudah menyebar ke tulang belakang. Obat yang diberikan adalah “Zometa”, penggunaan Zometa diberikan 6 minggu sekali.

Saya ingin membagikan pengalaman saya mengenai kemoterapi yang dijalani oleh mama saya. Saya memberikan gambaran secara garis besar, bahwa kanker payudara selain dengan PET Scan dapat dilihat melalui darah yang biasa orang sebut dengan Tumor Marker. Pada Darah terdapat 3 macam kanker yang bisa terdeteksi:

  • CA 125 = Untuk Kanker rahim
  • CA 15-3 = Untuk Kanker Payudara
  • CA 19-9 = Untuk Kanker pankreas

Pertanyaannya bagaimana jika selain 3 kanker itu, bagaimana kita bisa mengetahui perkembangan kemoterapi? Khusus selain 3 kanker tersebut maka penderita harus melakukan PET Scan setiap kali ingin melihat perkembangan dari hasil kemoterapi. Berikut ini fase kemoterapi yang dijalani:

Kemoterapi

Keterangan Tumor Marker
  Sebelum kemoterapi CA = 110
1 Kemoterapi pertama hanya dengan Taxotere + Zometa CA = 98 (turun)
2 Kemoterapi dengan Taxotere CA = 117 (naik)
3 Kemoterapi dengan Taxotere + Zometa CA = 102 (turun)
4 Kemoterapi dengan Taxotere + Xeloda. Xeloda adalah tablet kemo oral jadi bisa diminum setelah kemo di klinik. Durasi minum Xeloda yang diberikan pada kami adalah 2 minggu CA = 105 (naik)
5 Kemoterapi Taxotere, Xeloda dan Zometa CA = 99 (turun)
6 Kemoterapi Taxotere, Xeloda CA = 86 (turun)

Dalam menjalani kemo memang sangat susah tetapi hasil kerja keras selalu membuahkan hasil. Yang dulunya mama merasa panas dan sakit (cekot-cekot) di payudara sekarang sudah mulai berkurang setelah menjalani kemo 6x. Tetapi yang masih belum ada kemajuannya adalah luka dikulit yang tidak bisa mengering. Ditambah lagi karena kanker menyebar ke getah bening lengan kanan mama jadi bengkak. Hal ini terjadi karena cairan tidak bisa mengalir dengan baik akibat dari fungsi getah bening yang terganggu oleh kanker ditambah lagi ada pembulu darah yang terbuntu tetapi pembulu darah yang tersumbat dapat diatasi dengan Clexane (injeksi) atau Zarelto (tablet).

Mungkin pembaca timbul pertanyaan habis kemo rasanya bagaimana?

Pada saat kemo memang sangat mudah hanya kayak diinfus saja tetapi efek sampingnya mulai muncl setelah hari kemo ditambah 7 hari. Bisa mulai mual, tidak nafsu makan, dalam kasus mama ini rasa panas seperti terbakar dirasakan di payudara. Dan rasa panas dalam yang sangat panas dirasakan karena susah buang air besar.

Apakah rasa putus asa pernah dialami?

Saya yang menemani memang tidak ikut merasakan bagaimana rasanya kemoterapi yang dijalani pasien kanker, tetapi melihat mama saya begitu menderita menjalani kemo dan sakitnya kanker rasa putus asa wajar menurut saya jika terjadi pada pasien kanker. TETAP HARUS SEMANGAT, karena semangat hidup adalah obat yang paling mujarab kita orang yang disekitarnya dan tidak menderita sakit tidak boleh merasa putus asa tetapi harus TETAP MEMBERIKAN SEMANGAT JUANG BAHWA YAKIN BISA SEMBUH. Semua pasti ada jalan, hanya saja kita masih belum diberi tahu oleh TUHAN kepada kita. Banyak berdoa dan berusaha saya yakin jalan keluar/solusi pasti terbuka untuk setiap pasien kanker.

Kanker Payudara dan Limfedema

Limfedema adalah pembengkakan yang terjadi jika getah bening terjadi, untuk definisi lebih detail bisa dilihat di Google. Tetapi saya ingin bercerita bahwa mama saya yang terkena kanker payudara pada bagian kanan dan menyebar ke getah bening juga menderita limfedema. Hal ini susah disembuhkan, Dr Kong hanya memberikan obat pelancar darah untuk menghilangkan darah beku saja tetapi karena sel kanker masih menempel di getah bening maka lengan mama saya masih bengkak.

Kemoterapi tambah 2x lagi

Kemoterapi tidak berakhir pada kemo ke-6 tetapi Dr Kong menganjurkan untuk melakukan kemoterapi lagi 2x karena dirasa kanker masih kurang mengecil dan fisik mama masih kuat untuk melakukan kemo jadi kami memutuskan untuk menambah kemo 2x lagi. Kemo ke-7 dan ke-8 dilakukan dengan cara yang sama yaitu Taxotere dan Xeloda.

Kemoterapi Keterangan Tumor Marker
7 Kemoterapi dengan Taxotere, Xeloda CA = 74 (turun)
8 Kemoterapi dengan Taxotere, Xeloda dan Zometa CA = 76 (naik)

Kami cukup puas dengan kemajuan yang dihasilkan oleh kemoterapi dari Dr Kong, kemudian pertanyaan muncul apakah memungkinkan untuk operasi karena tumor sudah mengecil. Pendapat Dr Kong tidak bisa karena setelah kemo tumor masih ada di getah bening dan opsi untuk operasi lebih baik jangan dibahas lagi. Karena sudah 8x kemo kondisi fisik mama saat itu sudah mencapai limit sehingga proses kemo harus stop dan Dr Kong menggantinya dengan terapi hormonal.

Terapi Hormonal

Pada cerita sebelumnya hasil biopsi mengatakan bahwa ER+ dan PR+ yang menandakan bahwa tumor hanya berkembang dengan memakan hormon saja jadi terapi hormonal bisa menjadi opsi untuk memantain agar sel kanker tidak bisa berkembang. Jadi tablet hormonal diberikan pada mama saya, obat yang diberikan bernama “Femara”.

Lagi-lagi Dr Kong sangat jeli dalam memberikan obat efek samping dari Femara adalah kolesterol naik dan osteoporosis. Dengan begitu Dr Kong mengambil tindakan untuk cek kolesterol setiap kali kami check up dan untuk osteoporosis kami diminta untuk X-ray. Periode check up kami jadi tidak 3 minggu sekali jadi mundur 1 bulan sekali dan karena terapi hormonal harga menjadi lebih murah daripada kemoterapi. Hasil check up pertama mama memang ada osteoporosis jadi terapi yang dijalankan ternyata sama yaitu Zometa. Penggunaan Zometa jadi double selain mengobati kanker di tulang dapat dipakai untuk osteoporosis.

Peranan Transfer Factor dan Transfer Factor Plus

Sebelum menderita kanker ini mama sudah meminum transfer factor sebagai penunjang kesehatan karena lupus yang dideritanya. Tetapi karena terkena kanker ini maka mama mulai minum transfer factor plus sebagai pendamping kemoterapi. Dosis yang digunakan adalah

  • Transfer Factor Plus 3×3 per hari
  • Transfer Factor Trifactor 1×3 per hari

Mama mulai intense transfer factor ini sejak hormonal terapi ini dan hasil terakhir yang kami check tumor marker berhasil turun jadi 54. Banyak orang meminum transfer factor dan tidak mengalami hasil yang bagus ada kemungkinan karena dosis yang dipakai sedikit.

Mama pertama mencoba transfer factor plus hanya 1x per hari dikarenakan pusing terus sepanjang hari hal ini membuat mama tidak mau minum. Tetapi hasil yang dirasakan adalah BADAN LEBIH BERTENAGA DAN TIDAK LEMAS, biasanya sebelum minum ini kadang hari ini enak kadang tidak enak, katanya badan ini susah diprediksi hal ini membuat stamina jadi loyo. Setelah minum dan merasakan hasil positifnya maka dosis mulai ditingkat jadi jadi 3×3 per hari dan menghasilkan buah yang manis tumor marker bisa turun jadi 54. Hal ini tentu membuat mama sangat senang apalagi ketika Dr Kong membaca hasil test lab bagus dan mama dengar sendiri tumor marker jadi 54 hal ini tentu menjadi penambah semangat juang tersendiri.

Tabur Transfer Factor Trifactor untuk luka luar

Kanker sudah menyebar hingga di kulit jadi mama tiap malam harus mengganti perban dan membersihkan luka. Dan tiap malam itu terus menerus perih dirasakan hingga akhirnya saya mencoba menaburkan Trifactor ke luka dan besoknya ada kemajuan dimana luka bisa mengering. Mengering bukan berarti instant sembuh tetapi hal ini membawa hasil positif karena setelah kemo 8x kulit masih belum bisa kering. Hingga akhirnya dengan TRIFACTOR KULIT BISA MENGERING. Kami sudah berusaha hingga ke dokter kulit dan dokter ahli infeksi (Dr Lam Mun San) tetapi tidak kunjung kulit mengering dan akhirnya Tuhan memberikan jalan melalui transfer factor ini untuk membuat kulit bisa mengering. Thanks GOD.

Hingga saat ini kondisi mama sudah membaik dan masih mengkonsumsi transfer factor plus dan transfer factor trifactor secara rutin. Kami menunggu hasil check up berikut pada tanggal 18 Juni 2014 dan kami berharap hasil terus membaik.

Baca artikel lain mengenai Pendapat Dokter Tentang 4Life Transfer Factor

8 thoughts on “Transfer Factor Pendamping Kemoterapi”

  1. Salam hangat,

    Saya mengalami hal yang sama dengan ibu saya,sedikit berbagi cerita mama telah check up di dr kong dan sudah stadium 4.menyebar ke paru dan sedikit di tulang ribs. Mama menginginkan operasi karena sakit yg bukan main dibagian kanan payudara. Sudah membesar kira2 12cm diameter. Dan sudah menyebar ke lymp node. Tetapi dr kong tidak mengijinkan operasi karena nanti penyembuhannya lama dan tidak bisa dilalukannya kemo.

    Setelah itu ada saudara kita yang menyarankan pergi ke surabaya dengan dr aryo djatmiko. Saudara saya di operasi dan tidak menjalankan kemo.maka dari itu mama tertarik pergi kesana. Saya membaca anda dari surabaya,apakah anda mengetahui tentang dokter dan rumah sakit onkologi ini? Mohon sharing seputar info anda. Semoga mama saudara cepat sembuh. Tuhan memberkati.

    Tatiana.

    1. Salam Tatiana,

      Mama saya terkena kanker payudara juga pada bagian kanan menyebar ke getah bening (lymp), tulang dan kulit. Rasa sakit yang dialami sakit (cekot2) dan rasa panas seperti terbakar di payudara.

      Pendapat Mengenai Operasi
      Sebelum ke singapore juga mama saya ke Dr Aryo di RS Onkologi surabaya tetapi Dr Aryo juga tidak menganjurkan untuk operasi karena sudah menyebar. Saat di RS Onkologi saya juga ke Dr Dwirani, beliau juga menyarankan tidak operasi karena sudah menyebar. Satu-satunya pengobatan yang dijalankan adalah kemoterapi. Salah satu dokter bedah payudara di Singapore yang kami kunjungi adalah Dr Hong Ga Zse di Mount Elizabeth.

      Pendapat Mengenai Dr Kong
      Mama menjalankan kemoterapi di Dr Kong juga bagus. Pengalaman disana Dr Kong teliti orangnya dia selalu melakukan check dulu sebelum memberi obat dan seandainya ada efek samping maka diberikan juga obat untuk mengatasi efek samping itu. Suster di klinik Dr Kong juga ramah-ramah orangnya ada yang bisa bahasa indonesia juga seandainya Tatiana kuatir tidak bisa ngomongnya di Singapore.

      Pendapat saya lebih baik check dulu ke RS Onkologi tanya-tanya saja dulu solusi apa saja yang ditawarkan kepada anda. Tiap kasus bisa berbeda-beda ada pasien ketemu di klinik Dr Kong, dia operasi juga payudara karena penyebaran di getah bening saja dan tumor masih kecil. Lebih baik segera mengumpulkan banyak informasi dahulu setelah itu cepat diambil keputusan.

      Semoga pendapat saya bisa membantu dan semoga cepat sembuh.

      Eddy

      1. Terima kasih,

        Terima kasih.eddie atas informasi nya. Kita sudah check up ke dokter Karmen wong di oncology cancer centre, dengan glen eagles singapore juga. Dokter ong kong wee (nccs) juga demikian. Ke 3 dokter ini termasuk dr Kong tdk menyarankan operasi dlu.karena harus menunggu tumor mengicil. Mama takut akan proses chemo yang bs menyebabkan banyak organ rusak dan rambut rontok. Sputar informasi, apakah mama eddie sudah baikan sekarang? Jika memang pendapat dr aryo sudah menyebar ke lymp node tdk bs dilakukan operasi,saya tidak mau buang waktu untuk kesana. Tetapi mama.tetap bersikeras untuk kesana.saya jadi bingung. Untuk informasi lebih lanjut bisa saya hubungi anda? Maaf sebelumnya, dimana mama eddie sekarang?masi di singapore? 2hari lalu mama sudah pulang dari singapore karena mual dan muntahw setelah diberikan painkiller dan anti mual.maka kita memutuskan untuk pulang ke indonesia.

        1. Kondisi mama saya sudah baikan sekarang setelah kemo 8x dibantu dengan Transfer Factor sekarang Tumor Marker (CA 15-3) sisa 22.

          Kebetulan hari ini kami masih di Singapore, kami besok tgl 19 juni ke Surabaya dan Tgl 21 Juni kita balik ke Banyuwangi (jajag). Tatiana tinggal dikota mana ya? andaikan di Surabaya saya besok tgl 19 Juni saya balik dari Singapore ke Surabaya. Mungkin bisa ketemu tgl 20.

          Karena Mama Tatiana pingin ke Dr Aryo saran saya kesana saja daftar hari ini buat besok karena antri panjang biasanya Dr Aryo. Jadi paling tidak Mama Tatiana lega sudah kesana meskipun hasilnya tidak bisa operasi.

          Seputar Kemoterapi
          Dulu-nya Mama saya juga takut njalani kemoterapi soal efek samping dll. Rambut rontok pasti terjadi tetapi jangan kuatir rambut bisa tumbuh lagi yang penting sekarang sel kanker bisa dikendalikan jangan sampai menyebar lagi. Biasanya dokter kong cek liver, ginjal juga sebelum kemo. Efek samping setiap obat kemo beda-beda dan obat yang dipakai mama saya sama mama Tatiana mungkin bakal beda juga jadi efek samping harus tanya ke dokter yang akan melakukan kemo. Dan minta obat untuk menangkal efek samping itu.

          Misalnya mual kita dikasih obat mual sama Dr Kong, tidak bisa ke belakang kita dikasih Lactus, dll obat-obat support ini harus ada ketika kemo dijalankan.

          Yang penting harus makan meskipun mual harus makan karena sumber energi buat jalani kemo. Pengalaman saya di Dr Kong ini bagus, dokternya teliti kalau mau kemoterapi di Dr Kong menurut saya bisa jadi salah satu pilihan pengobatan.

          Jangan TAKUT kemo, kalau memang kemo adalah jalan medis satu-satunya. efek samping bisa diringankan.

          Dokter kemoterapi lain di Singapore
          Dr Kong Hwai Loong
          Dr Ang Peng Tiam
          Dr Wong Seng Weng (kalo tidak salah yang ini saya agak lupa, lokasi di Paragon juga)

          Mama Tatiana kok bisa mual sama muntah? Bukannya belum di kemo ya?

          YANG PENTING SEMANGAT JANGAN PUTUS ASA DULU. Kanker bukan akhir dari segalanya.

          Kalau mau kontak saya bisa lewat BBM 2365DF10 atau HP 0817374886

  2. Salamt hangat,

    Terima kasih banyak telah meluangkan waktu berbagi info. Saya lupa menanyakan mengenai transferfactor ini.apakah anda berkonsultasi terlebih dahulu sebelum munum transfer factor ini dgn dr Kong? Saya rasa perlu untuk mama saya juga. Dilihat dari cerita anda,bahwa transfer factor aman,dan bs menghilangkan mual.

    Terima kasih untuk infonya,
    Tuhan memberkati

    Tatiana

    1. Tidak.

      Karena mama saya dulu kena lupus (SLE) sakit autoimun. sudah konsumsi Transfer Factor biasa. Jadi kena kanker ini minum Transfer Factor biasa dan Transfer Factor Plus.

      Dulu pertama saya juga ndak percaya kalau TF ini bisa membantu. Mama saya yang merasakan kok katanya badan lebih ndak lemes kalau minum TF jadi sampai hari ini mama masih terus konsumsi TF. Untuk Dosis menyesuaikan saja jangan terlalu dipaksa banyak dulu awal2 karena reaksi tubuh beda-beda tiap orang.

  3. Salam Sejahtera,
    Terima kasih info nya.
    Kebetulan dokter kami sama dr Kong, mau tanya wkt di Zometa disuruh perawatan gigi tidak ya? Yg rusak2 dicabut?
    Waktu kemo di dr Kong mual tidak? Diberi injection yg anti mual tidak?
    Boleh minta contact wa number nya ?

    1. Cek gigi betul. Kalau sampai dicabut tidak.

      Untuk kemo pasti mual. Obat anti mual diberikan untuk mencegah mual yang berlebihan.

      WA saya = 0813-3663-5150

Leave a Reply to Eddy Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.