Tips Hidup Sehat

Tips Hidup Sehat Untuk Mencegah Resiko Penyakit Kanker

tips hidup sehat

Kanker memang sulit disembuhkan dan sebagai penyakit paling mematikan di dunia, namun, sebanyak 43 persen penyakit ini dapat dicegah dengan hanya menjalankan pola hidup sehat.

Penyakit kanker memang dapat dicegah, banyak penelitian telah menyimpulkan bahwa kebanyakan kasus kanker dapat dicegah dengan hanya menyingkirkan pola gaya hidup buruk sebagai penyebab kanker dari sakit salah salah jenis kanker berbahaya dan mematikan.

Mengubah Pola Gaya Hidup Sehat Untuk Mengurangi Resiko Kanker

Menghindari kebiasaan makan buruk, kerja keras, stres, dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung dan jenis kanker, seperti kanker payudara.

Selain itu, menghindari asap rokok, olahraga teratur, diet sehat dengan kalori yang seimbang, tidur yang cukup dan menghindari stres serta berpikir positif akan mendukung hidup sehat.

Menghindari Hirup Udara Tercemar Dapat Mengurangi Resiko Kanker

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa selain gaya hidup yang buruk sebagai penyebab kanker, polusi udara diketahui sebagai pemicu pertumbuhan kanker yang tak terduga, orang yang menghirup asap knalpot mobil, pembangkit listrik, emisi dari pertanian dan industri, serta pemanasan di rumah-rumah penduduk setiap hari resiko sakit kanker.

Sejalan dengan WHO, badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menggolongkan polusi udara dalam kategori yang sama seperti asap tembakau, radiasi UV, dan plutonium. Lembaga itu mengatakan polusi udara telah diketahui penyebab penyakit jantung dan paru-paru, tapi bukti yang sekarang muncul menunjukkan bahwa polusi juga memicu kanker.

Studi baru kontras dengan yang lain, yang hasilnya dipublikasikan tahun lalu. Mereka berpendapat bahwa hanya sepertiga dari risiko kanker dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup sehat, sedangkan sisanya adalah mengalami “nasib buruk”.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun alasan genetik dan lainnya memiliki peran dalam banyak kasus kanker disebabkan mutasi sel acak yang tidak dapat dihindari.

Para penulis dari studi baru tersebut mengatakan bahwa meskipun keberuntungan dan variasi acak memainkan peran penting dalam penyakit kanker, tindakan perubahan untuk mengurangi kemungkinan tersebut akan efektif.

Ketika datang ke pola hidup sehat, ilmuwan menganjur setiap orang untuk minum lebih banyak air dalam sehari, yang paling ideal 6 gelas bisa ditambah tergantung tingkat aktivitas sebab air memiliki peran penting dalam mengeluarkan racun yang berlebihan dalam tubuh.

Peneliti dari Washington University di St Louis menyimpulkan bahwa penyakit kanker dapat dicegah walaupun dalam prakteknya kebanyakan kasus kanker dapat dicegah sampai 80-90 persen, kanker yang berhubungan dengan rokok, seperti kanker paru-paru dan kanker orofaringeal, dan 60 persen dari kanker karena gaya hidup terkait, seperti kanker kolorektal dan kanker kandung kemih.

Tahukah Anda Tentang Kanker Orofaringeal

Adalah salah satu jenis kanker yang membentuk dalam jaringan orofaring (bagian dari tenggorokan belakang mulut, termasuk langit-langit lunak, basis lidah, dan amandel) akibat menjalani kebiasaan buruk seperti merokok.

Gejala kanker orofaringeal

Jenis kanker ini memiliki gejala-gejala, sepertiL

  1. Nyeri tenggorok menetap
  2. Batuk,
  3. Nyeri atau kesulitan sewaktu menelan
  4. Mengalami perubahan suara
  5. Berat badan menurun
  6. Nyeri pada telinga atau di leher, atau bagian elakang tenggorok atau mulut.

Cara Jitu Mencegah Kanker Dengan Menerapkan Pola Gaya Hidup Sehat

Seperti sudah disebutkan sebagian diatas, menerapkan pola gaya hidup sehat dan menghindari polusi udara, Anda memiliki peluang resiko bebas dari sakit salah satu jenis kanker paling mematikan. Mencegah kanker sejak dini adalah salah satu langkah yang tepat daripada mengobati.

Kita tahu bahwa dari penyakit yang mengerikan ini, setiap hari merenggut nyawa penduduk Bumi terutama di negara-negara berkembang. Itulah sebabnya sekarang banyak negara maju menghabiskan bagian terbesar dari anggaran mereka untuk mencari obat penyakit mematikan ini.

Sementara itu, dokter mengatakan bahwa dalam hal menginformasikan kepada masyarakat tentang bagaimana mencegah kanker baru sedikit dilakukan dan sebagian orang menjadi tidak berdaya terhadap penyakit mematikan ini, akibat keterbatasan biaya berobat dan pengetahuan, dan satu-satunya hal yang dapat dilakukan, yakni berdoa.

Spesialis dari American Cancer Society dengan penuh tanggung jawab mengatakan bahwa “Sebagian besar kematian akibat kanker dari manusia itu sendiri yang dapat dicegah dengan hanya berhenti merokok, melacak berat badan Anda sendiri dalam rangka membangun diet yang tepat, gaya hidup sehat dan menjalani tes skrining rutin.”

Selain merokok, menghindari polusi udara, rutin olahraga dan minum banyak air, makan seimbang, menghindari alkohol dan zat berbahaya, hal lain yang perlu diperhatikan juga, yakni menghindari makanan yang terbuat dari zat pewarna, makanan yang diasap atau dipanggang mengandung zat karsinogenik sebagai pemicu kanker sebab bagian yang hitam atau gosong pada daging tersebut, mengandung arang sisa dari pembakaran yang tidak dapat diolah oleh tubuh dengan baik sebagai pemicu jenis kanker, seperti kanker serviks.

Mencegah Penggunaan Rutin Kosmetik

Sebagai wanita perlu memahami bahwa ada bahaya dari penggunan rutin kosmetik yang diterapkan pada permukaan kulit, tubuh bisa dihadapkan dengan masalah yang jauh lebih serius daripada mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Faktanya adalah bahwa sebelum makanan memasuki keseluruh aliran darah, ia harus melewati hati untuk membersihkan racun tapi tidak untuk kosmetik, dia pergi langsung ke dalam aliran darah tanpa penyaringan.

Ada beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam komestik, seperti paraben, ftalat, hydroquinone, formalin dan komponen lainnya secara signifikan dapat mempengaruhi kesehatan dan berkontribusi pada penguatan sel-sel kanker sebagai penyakit paling mematikan yang masuk ke urutan nomor dua, yakni kanker serviks setelah kanker payudara.

Menghindari Pernikahan Dini

Sebagai remaja dengan usia di bawah 18 tahun harus menyadari bahwa kondisi alat reproduksi wanita masih belum matang. Pada usia itu resiko terjadinya kanker serviks lebih tinggi dibanding jika menikah dengan usia di atas 21 tahun, jadi jangan maksakan diri Anda untuk menikah di usia tersebut.

Selain itu, Anda jangan mencoba-coba melakukan hubungan intim diluar nikah dan apalagi berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks sebab prilaku tersebut sudah ketahui sebagai penyebab timbulnya paling mematikan nomor dua di dunia, yakni kanker serviks. Dan sebagai orang tua disarankan untuk tidak menikahkan anak perempuannya pada usia dibawah 21 tahun sebab di usia tersebut mereka belum siap secara fisik dan mental.

Yang perlu diketahui bahwa wanita di usia 18 tahun, bila di lihat dari segi medis terutama kondisi fisik ternyata belum siap untuk hamil karena masalah rongga panggul dan belum matangnya organ reproduksi mereka. Hal inilah sebagai penyebab perempuan yang menikah di usia muda berisiko terhadap berbagai penyakit mengerikan, seperti kanker serviks, kanker payudara, mioma dan kanker rahim serta kematian akibat melahirkan.

Data menunjukkan bahwa dari segi kesehatan, pasangan usia muda dapat berpengaruh pada tingginya angka kematian ibu yang melahirkan, kematian bayi serta berpengaruh pada rendahnya derajat kesehatan ibu dan anak.

Menurut ilmu kesehatan, bahwa usia yang kecil resikonya dalam melahirkan adalah antara usia 20-35 tahun, artinya melahirkan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun mengandung resiko tinggi. Ibu hamil usia 20 tahun ke bawah sering mengalami prematuritas (lahir sebelum waktunya) besar kemungkinan cacat bawaan, fisik maupun mental , kebutaan dan ketulian.

Baca artikel lain mengenai Efek Samping Radioterapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.