Terapi Gen

Mengupas Kontroversi Terapi Gen untuk Kanker

Kanker adalah penyakit  yang masuk peringkat teratas paling mematikan di dunia.  Penyebaran penyakit yang cepat, membuat penderita harus berjuang agar tidak kalah dengan penyakit. Pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi, pembedahan atau operasi, dan radioterapi. Upaya operasi dan radioterapi biasanya dilakukan untuk penderita kanker stadium awal.

Penanganan radioterapi dan operasi tidak bisa dilakukan pada penderita kanker stadium lanjut atau ketika sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh. Pengobatan yang paling mungkin dilakukan adalah kemoterapi karena pengobatan tersebut mampu mencapai seluruh organ tubuh melalui aliran darah. Kemoterapi sebagai pengobatan andalan penyakit kanker justru memiliki risiko tinggi. Selain membunuh sel kanker kemoterapi juga membunuh sel-sel yang masih berfungsi dengan baik. Organ tubuh lainnya juga mengalami gangguan akibat efek dari kemoteraou tersebut.

Dokter ahli kanker dan ilmuwan terus melakukan penelitan dan pengembangan ilmu terkait pengobatan kanker.  Alternatif pengobatan kanker yang saat ini sedang diteliti adalah dengan terapi gen. Ada beberapa macam terapi gen yang dikenal dalam dunia medis, antara lain cell cure, steam cell atau terapi sel punca, dan imunoterapi.

Memahami Terapi Gen

Terapi terhadap penyakit kanker dimulai pada abad ke-18. Ketika itu pengobatan terhadap kanker dilakukan dengan cara pembedahan atau operasi. Namun seringkali pasien yang menjalani pembedahan atau operasi kembali mengidap penyakit yang sama. Kemudian pengobatan kanker dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan mengolah dan mengkonsumsi  tanaman herbal.

Teknik pengobatan kanker melalui radiasi kemudian ditemukan pada 1895. Namun pengobatan tersebut saat itu belum dianggap efektif.  Ketika itu banyak kasus pasien kanker yang menjalani pengobatan dengan jalan radiasi mengalami infeksi.

Kemudian ditemukan terapi imunoterapi yang dikenal efektif dalam pengobatan kanker. Pada tahun 1990 penelitian terapi gen pertama dilakukan di Amerika Serikat dan diujicobakan ke pasien kanker. Sejak saat itu banyak uji klinis dan penelitian lanjutan terkait terapi gen untuk penderita kanker. Ketika itu terapi gen diujicobakan pasien terdiagnosa antara lain kanker darah tipe limfositik akut dan kronis,  kanker otak, kanker leher, dan gejala kanker rahim.

Terapi gen merupakan prosedur untuk mengobati atau meringankan penyakit dengan memodifikasi genetik sel dari pasien. Ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam terapi gen. Pertama gene replacement. Pada metode ini melihat adanya kemungkinan menggantikan gen yang termutasi dengan gen normal melalui rekombinasi homolog.  Namun metode ini tidak lazim digunakan pada pasien kanker, karena mutasi gen pada pasien kanker yang kompleks.

Cara lainnya adalah modifikasi gen.  Yaitu dengan mengubah gen termutasi dan merehabilitasi fungsi sel target. Cara ini yang kemudian dikembangkan menjadi terapi CAR- T sel. Baru-baru ini sudah dilakukan penelitian dan pengembangan pengobatan kanker melalui terapi CAR T sel khususnya untuk pasien yang terdiagnosa kanker darah.  Peneliti dan ilmuwan serta tim dokter ahli kanker menginginkan terapi CAR T ini nantinya juga bisa diterapkan pada pasien kanker lainnya.

Pengembangan penelitian terkait terapi gen atau sel untuk penderita kanker terus dilakukan. Salah satu penelitian yang baru adalah cure cell yang dikembangkan di Jerman. Terapi ini menghasilkan sel darah putih yang diambil dari tubuh pasien. Sel darah yang diambil terebut kemudian diolah di laboratorium dan kemudian diinjeksikan ke tubuh pasien penderita kanker.

Sel darah yang diambil adalah sel darah somatik yang memiliki sifat regeneratif dan regulator.  Butuh waktu yang tidak sebentar sampai tim penelitian mendapatkan temuan ini. Sebelumnya pernah ada terapi sel punca, namun terapi tersebut masih membuka kemungkinan pertumbuhan sel sehat menjadi sel kanker.  Cell cure diklaim lebih aman diterapkan ke penderita kanker.

Ada tiga hasil dari terapi cell cure, yaitu Dendritic Cells (DCs) untuk pengobatan kanker, Repair Macrophages Cells (REMs) atau sel regeneratif untuk pengobatan jantung serta gangguan pembuluh darah dan otak, terakhir Regulatory Macrophages (TOMs) atau sel regulator untuk pengobatan penyakit yang berasal dari sistem kekebalan tubuh (autoimun) seperti diabetes melitus, lupus, erimatosus, dan sebagainya.

Terapi sel lain yang bisa digunakan untuk mengobati kanker adalah imunoterapi. Yaitu melawan kanker menggunakan imun yang ada di dalam tubuh manusia. Setiap manusia, memiliki sistem imunitas atau daya kekebalan tubuh. Sistem tersebut secara otomatis akan bekerja melawan jika terdapat  benda asing dalam tubuh manusia. Namun sayangnya sistem imun sangat lemah mendeteksi keberadaan sel kanker.

Seringkali sistem imun baru mendeteksi adanya kanker ketika sudah memasuki stadium lanjut. Peneliti dan ilmuwan melihat peluang untuk memanfaatkan sistem imun ini menjadi metode pengobatanpenyakit kanker.

Ada tiga cara pengobatan imunoterapi. Pertama dengan menginjeksikan antibodi monoklonal yang  akan langsung memnempel pada  sel abnormal. Antibodi tersebut kemudian akan melakukan perlawanan terhadap sel abnormal.  Cara berikutnya dalam pengobatan imunoterapi adalah pemberian vaksin. Secara umum vaksin kerap digunakan dokter untuk membantu tubuh melawan penyakit. Untuk pemberian vaksin imunoterapi pada penderita kanker, akan menimbulkan reaksi pada sistem imun tubuh. Kemudian akan memicu produksi antibodi. Vaksin tersebut akan membentuk sistem imun yang bereaksi mendeteksi dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Langkah selanjutnya yang ditempuh adalah terapi sel. Caranya dengan mengambil sel imun dalam tubuh pasien yang kemudian disterilkan dan digandakan lalu disuntikkan kembali ke tubuh pasien. Sel imun yang semula lemah lebih bertenaga untuk melakukan perlawanan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Manfaat dan Risiko Terapi Gen

Pengobatan mutakhir ini diklaim aman dan ampuh untuk mengobati kanker.  Baru beberapa negara maju yang mengadopsi terapi sel sebagai metode pengobatan kanker. Indonesia memiliki laboratorium cure cell di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Meski sudah mulai beroperasi sejak pertengahan 2017 lalu, keberadaannya masih menimbulkan kontroversi.

Pasalnya pengobatan tersebut saat ini masih dilakukan pengembangan dan penelitian oleh beberapa ilmuwan. Perlu diketahui pengobatan dengan terapi sel ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun lebih aman dibanding dengan pengobatan kanker yang sudah ada seperti kemoterapi, radioterapi, dan operasi atau pembedahan.

Beberapa ujicoba yang dilakukan di negara maju, terapi ini cukup ampuh untuk menghilangkan kanker dalam waktu cepat. Efek samping yang dirasakan oleh penderita pun hanya bersifat sementara.  Itu merupakan reaksi ketika ada sesuatu yang asing dan baru dalam tubuh. Akibatnya pasien akan merasakan demam, mual, muntah, nyeri di persendian, dan beberapa tanda ketika seseorang hendak terserang flu.

Terapi ini bisa menjadi pilihan untuk penderita kanker dan penyakit kronis lainnya. Pasien harus benar-benar dalam kondisi fit ketika dilakukan pengobatan. Masih ada kemungkinan pengobatan ini gagal dan harus diulang akibat ketidakcocokan gen atau sel yang direkayasa dengan tubuh pasien. Dokter yang memeriksa pun harus benar-benar detail dan memastikan bahwa pengobatan ini sesuai.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Sirih Merah untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.