Temulawak untuk Kanker

Akankah Manfaat Temulawak untuk Kanker Berhasil?

Temulawak merupakan satu jenis tanaman dari suku temu-temuan yang telah lama dikenal memiliki fungsi sebagai tanaman obat. Ada beberapa manfaat dan khasiat dari tanaman temulawak ini yang berhasil diteliti dan ditemukan. Salah satunya adalah manfaat temulawak sebagai obat anti kanker. Namun benarkah temulawak untuk kanker ini akan berhasil?

Tanaman Temulawak

Secara fisik, temulawak memang memiliki bentuk dan ciri fisik hampir sama dengan tanaman dari suku temu-temuan yang lainnya, seperti jahe, kunyit, lengkuas dan juga temu-temuan yang lain. Hanya saja, terdapat perbedaan dalam hal daging rimpang temulawak, temulawak memiliki daging rimpang berwana jingga tua atau cenderung kecokelatan. Aroma temulawak juga sedikit lebih tajam menyengat sedangkan rasanya cenderung lebih pahit dibandingkan dengan tanaman temu-temuan yang lainnya.

Temulawak merupakan jenis tanaman yang dapat dengan mudah dibudidayakan dari rimpangnya. Tumbuhan ini memang berasal dari Indonesia, lebih khusus dari Pulau Jawa. Namun saat ini, di beberapa daerah di dunia, temulawak sudah dapat dibudidayakan. Tak lagi hanya di Indonesia saja, di Malaysia, Thailanda, serta Filipina sudah dapat ditemukan keberadaan tanaman ini.

Temulawak Sebagai Tanaman Obat

Keberadaan temulawak sebagai tanaman obat sudah dikenal sejak jaman dahulu. Temulawak sudah dipakai sebagai salah satu bahan untuk jamu godok. Manfaat yang dipercaya dari temulawak ini adalah sebagai obat peningkat nafsu makan, obat anti jerawat, anti kolesterol, antioksidan, penyembuh anemia dan saat ini juga diteliti memiliki fungsi sebagai obat anti kanker.

Kandungan yang ada di dalam temulawak ini adalah mengandung minyak atsiri, kurkumin dan juga zat tepung. Minyak atsiri dan kurkumin inilah yang erat kaitannya dengan fungsi temulawak sebagai obat herbal.

Minyak atsiri yang ada di dalam temulawak memiliki fungsi untuk menghancurkan sel jahat yang menyerang tubuh. Sehingga, sel yang diserang tersebut mampu untuk menghadapi penghancuran dan kemudian melakukan regenerasi sel. Kandungan lain dalam minyak atsiri dari temulawak ini xanthorizol yang memang berfungsi sebagai zat anti kanker.

Selain minyak atsiri, kandungan dari temulawak adalah kurkuminoid. Fungsi dari kurkuminoid ini sangat beragam, mulai dari menetralkan racun, meredakan peradangan sendi, meningkatkan sekresi empedu dan juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Fungsi yang paling dikenal dari kurkuminoid adalah sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas.

Keberadaan temulawak juga sudah banyak dikenal sebagai tanaman obat, terutama sebagai obat peningkat nafsu makan. Anak-anak yang dirasakan memiliki nafsu makan yang kurang. Biasanya orang tua yang anaknya tidak suka makan, mereka lalu membuat jamu dari temulawak ini.

Cara mengolah temulawak ini dengan diparut daging rimpangnya, kemudian air perasan inilah yang dibuat jamu untuk diminumkan ke anak-anak. Dengan rasa yang pahit, tentu saja tidak disukai oleh anak-anak.  Untuk mensiasatinya, air perasan biasanya ditambahkan dengan gula pasir, madu atau gula batu. Namun, kebanyakan gula yang dipakai sebagai campuran jamu adalah gula batu.

Penggunaan Temulawak sebagai Obat Anti Kanker

Ada beberapa jenis kanker yang bisa disembuhkan dengan pengkonsumsian temulawak ini. Sebut saja kanker hati, kanker payudaya, kanker ovarium serta kanker usur besar. Dalam kanker hati, konsumsi temulawak mampu untuk meningkat daya tahan tubuh, selain itu, minyak atsiri yang dikandung oleh temulawak memiliki khasiat untuk menghadapi kehancuran sel hati yang disebabkan oleh serangan sel kanker. Sehingga, sel hati mampu untuk melakukan regenerasi. Bahkan fungsi dari minyak atsiri ini juga untuk meningkatkan kadar produksi getah empedu.

Dalam kasus kanker payudara, konsumsi temulawak juga mampu membantu proses penyembuhan. Kanker payudara merupakan satu dari dua jenis kanker mematikan yang menyerang wanita, selain dari kanker ovarium. Kandungan xanthrizol yang ada di dalam temulawak memiliki kemampuan untuk membuat memecah sel kanker. Sehingga dengan ini, sel kanker tersebut akan dapat dimatikan.

Bahkan dikatakan bahwa xanthorizol ini memiliki khasiat yang lebih tinggi dibandingkan dengan obat tamoxifen yang merupakan obat anti estegoren sebagai obat dari kanker payudara. Selain dari zanthorizol, kandungan kurkumoid dalam temulawak dapat difungsikan sebagai obat untuk kanker payudara. Kurkumoid ini menyebabkan sel kanker melakukan aptosis atau sel kanker bunuh diri sendiri. Dengan ini, tentu saja pertumbuhan sel kanker akan dapat dihambat bahkan dimusnahkan.

Pengolahan Temulawak untuk Obat Anti Kanker

Cara mengolah temulawak sebagai obat anti kanker dapat dilakukan dengan mudah. Cara yang dilakukan hampir sama dengan pengolahan temulawak sebagai jamu godog. Persiapkan terlebih dahulu temulawak yang akan dibuat obat. Sebagai tanaman rimpang, tentu saja temulawak harus dibersihkan dulu dari tanah yang melekat di bagian rimpangnya. Cuci bersih temulawak.

Setelah bersih, temulawak dapat dikupas untuk dipisahkan dari bagian kulitnya. Setelah hanya tersisa daging rimpangnya,maka daging rimpang ini diparut sampai halus. Setelah diparut, maka akan dapat diperoleh airnya, air ini diperoleh dari parutan temulawak yang diperas sampai tidak menghasilkan air lagi.

Penggunaan temulawak sebagai obat dengan cara ini dapat dikombinasikan dengan penggunaan jenis rimpang yang lainnya, sebut saja kunyit, jahe, dan lengkuas atau dengan tanaman herbal lainnya yang dipercaya memiliki khasiat sebagai anti kanker juga, seperti daun meniran.

Penggunaan dengan bahan ini dapat dilakukan dengan merebus beberapa bahan yang telah disiapkan, missal adalah temulawak dan daun meniran. Kedua bahan ini direbus dengan beberapa gelas air. Setelah beberapa saat setelah mendidih, air rebusan tinggal beberapa gelas, maka air rebusan inilah yang dikonsumsi secara rutin.

Konsumsi air rebusan atau air parutan temulawak ini harus dilakukan secara rutin. Karena hal ini untuk mengoptimalkan kerja dari zat yang terkandung di dalam temulawak. Sebaiknya diminum setiap hari, misalnya satu hari sebanyak satu gelas.

Penggunaan temulawak ini dapat dilakukan berbarengan dengan pengobatan kanker yang lainnya. Atau dapat pula setelah melakukan kemoterapi. Konsumsi temulawak akan lebih baik dibandingkan dengan kemoterapi karena temulawak ini tidak memiliki efek samping. Jadi bisa dikatakan efek samping temulawak ini tidak ada.

Lain halnya dengan kemoterapi yang akan menyebabkan beberapa efek samping pada tubuh penderita kanker. Selain itu, temulawak juga tergolong sebagai bahan tumbuhan yang murah dan dapat ditemukan dengan mudah di sekitar kita. sehingga akan lebih membantu proses penyembuhan kanker.

Saat ini, temulawak pun sudah diolah dalam bentuk serbuk. Pengolahan ini tentu saja membantu konsumsinya sehingga dapat menjadi lebih praktis. Serbuk temulawak ini tinggal diseduh dan diminum secara teratur. Hanya saja, serbuk temulawak ini akan menjadi lebih mahal harganya dibandingkan dengan ketika kita mengolah sendiri temulawak secara diparut atau direbus.

Temulawak memang merupakan jenis tanaman obat yang dekat dengan kita, cara memperolehnya pun juga cukup mudah. Dengan ditemukannya khasiat temulawak sebagai salah satu obat kanker, tentu saja akan memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi penderita kanker untuk mendapatkan obat yang lebih praktis, murah dan mudah didapatkan. Semoga artikel ini mampu membantu memberikan informasi mengenai kegunaan dan manfaat temulawak sebagai obat anti kanker.

Baca artikel lain mengenai Cara Agar Terhindar Dari Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.