Teknik Pengobatan Kanker di Guangzhou

Ini Dia, Teknik-teknik Pengobatan Kanker Tercanggih di Guang Zhou

Kanker bisa disebut sebagai raja dari penyakit yang paling mematikan di dunia.  Pengobatan yang biasa digunakan adalah kemoterapi, pembedahan, dan radioterapi. Pengobatan tradisional dengan obat-obatan herbal pun dilakukan sebagai alternatif.  Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan kanker yang efektif dan aman.

Pengobatan kanker secara medis pun bukan berarti tanpa risiko. Kemoterapi seperti yang sudah diketahui berisiko pada matinya sel-sel lain yang masih sehat. Pembedahan atau operasi hanya dilakukan  pada penderita kanker yang memasuki stadium awal. Operasi tidak dapat dilakukan jika kanker sudah mulai menyebar ke organ lain.

Berobat Ke Luar Negeri Jadi Pilihan

Cara lain yang ditempuh oleh penderita kanker adalah berobat ke luar negeri. Beberapa negara yang dikenal memiliki pengobatan kanker canggih antara lain China, Singapura, dan Amerika Serikat. Di antara tiga negara tersebut, China adalah negara yang menjadi tujuan utama penderita kanker untuk berobat. Adalah Guangzhou,sebuah kota di China Selatan yang memiliki beberapa rumah sakit khusus untuk penderita kanker.

Salah satunya adalah modern cancer hospital yang dikenal mengobati kanker dengan teknologi paling mutakhir dan memadukannya dengan pengobatan tradisional. Sebelum pasien kanker tersebut menjalani pengobatan tim dokter melakukan observasi terkait kondisi pasien. Observasi tersebut ditujukan agar pasien kanker mendapat penanganan yang tepat. Apalagi pasien kanker antara satu dan lainnya memiliki kondisi yang sama. Itu sebabnya cara penanganan dan pengobatannya pun berbeda.

Pengobatan China tradisional juga digunakan sebagai salah satu pengobatan untuk menyeimbangkan pengobatan medis. Tubuh yang terpapar zat kimia dan sinar dari kemoterapi membutuhkan penyeimbang agar organ lain tidak terpengaruh.

Berikut ini beberapa teknik pengobatan yang ada di modern cancer hospital:

1. Teknik Nano Knife

Ini merupakan teknologi ablasi tumor terbaru. Pengobatannya menggunakan Irreversible Electroporation (IRE) yang menyerang sel kanker.  Sel kanker akan rusak keseimbangannya dan membuat sel mati dalam waktu cepat. Peongobatan ini sudah mendapat pengakuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan Uni Eropa. Pengobatan kanker dengan menggunakan nanoknife tergolong cepat. Bahkan pasien hanya perlu waktu 1-2 hari untuk menjalani pengobatan.

Pengobatan kanker kebanyakan merusak sel-sel yang sehat sehingga berimbas kepada fungsi organ lain. Pengobatan nanoknife dapat melindungi berbagai jaringan penting seperti pembuluh darah, saluran empedu, saraf, dan saluran kencing. Jaringan hati, struktur penting seperti arteri hepatika, vena hepatika, portal dan saluran empedu intrahepatik dapat terlindungi dengan baik.

Nanoknife dilakukan melalui elektroforesis yang tidak akan mengeluarkan panas.  Berbeda dengan proses pengobatan ablasi konvensional di mana naik turunnya suhu dapat mengubah protein dan DNA tubuh pasien. Selain itu, ablasi konvensional juga dapat merusak, ablasi tidak menyeluruh, dan sangat mungkin kanker yang diderita pasien akan kambuh tak terduga.

Pengobatan dengan teknik nanoknife ini memungkinkan pasien tidak kambuh.  Berapapun ukuran tumor besar atau kecil dapat diobati secara menyeluruh tanpa merusak jaringan lain. Proses Nanoknife menggunakan peralatan USG, CT, dan MRI. Tim dokter akan menentukan posisi jarum, area target ablasi, dan seberapa besar ablasi akan dilakukan. Dokter akan melakukan pengamatan terhadap perubahan jaringan yang terjadi di zona ablasi selain itu juga mengamati serta menjamin efektifitas dan keamanan selama proses pengobatan.

Pemulihan pasca pengobatan juga diperhatikan oleh tim dokter untuk memantau ada tidaknya akibat yang timbul. Nanoknife sering diterapkan pada pasien kanker pankreas, hati, paru-paru, ginjal, prostat, dan sebagainya. Selain itu, bisa juga digunakan pada kanker atau tumor pada anus, kandung empedu, saluran empedu, pankreas, dan saluran kecing. Sebagai informasi, nanoknife tidak dianjurkan pada pasien yang menggunakan alat pacu jantung atau terdapat logam di sekitar kanker atau tumor tumbuh.

2. Terapi Photodynamic

Terapi ini sudah dikenal sejak 1996. Namun terus dimutakhirkan sehingga menjadi salah satu pengobatan kanker di modern cancer hospital.  Terapi ini menggunakan photosensitive dan laser yang efektif untuk membunuh sel kanker tanpa menimbulkan luka. Jaringan kanker menyerap banyak photosensitive sementara jaringan normal menyerap sedikit photosensitive. Terapi ini dikenal efektif dalam membunuh sel kanker dan tumor secara pelahan.

Setelah photosensitive disuntikkan ke tubuh, pasien harus menunggu paling lama 50 jam. Kemudian menggunakan laser menyinari daerah kanker untuk membunuh sel kanker. Pengobatan dengan terapi ini tidak melalui pembedajhan sehingga tidak menimbulkan luka dan efek samping. Selain itu, juga cenderung cepat untuk mendapatkan hasil pengobatan. Pasien hanya menunggu tiga hari untuk dapat mesakan efek dari pengobatan.

Terapi ini juga diyakini bisa membasmi sel kanker sekecil apapun dan tidak berpotensi tumbuh kembali. Terapi ini cocok digunakan untuk kanker stadium lanjut atau pasien kanker dengan fisik yang lemah.

3. Pisau Photon

Pengobatan kanker dengan pisau photon dilakukan dengan cara tiga dimensi. Ini adalah teknologi modern pada pengobatan radioterapi internasional. Terapi ini secara otomatis menyesuaikan ddengan tepat bentuk dari kanker atau tumor yang tidak beraturan. Selain itu juga mengurangi efek samping pada jaringan normal yang ada di sekitar tumor. Selain itu pengobatan dengan pisau photon juga meminimalisir komplikasi yang timbul setelah radioterapi.

Langkah pertama dalam pengobatan adalah menentukan letak tumor atau kanker dengan menggunakan pemeriksaan tiga dimensi, CT, MRI, atau X-Ray. Kemudian menentikan posisi dan letak organ penting dalam tubuh.  Ini disebut perancangan poisisi tiga dimensi.

Kedua merancang konsep untuk menentukan posisi sinar photon tepat sasaran, menghitung secara tepat dan optimal dosis yang aja diberikan tanpa mempengaruhi organ penting lain dalam tubuh yang berdekatan.

Dosis yang diberikanpun akan disesuaikan dengan ukuran dan posisi tumor atau kanker. Penyinaran tersebut akan berakibat matinya jaringan tumor atau kanker yang kemudian diserap dan dikeluarkan oleh jaringan yang masih sehat.

4. Cyrusurgery Ablation

Terapi kanker ini menggunakan cara membekukan dan memanaskan sel kanker dengan menggunakan teknologi ablation. Gas argon yang disuntikkan ke tubuh pasien akan langsung membekukan jaringan kanker pada suhu -120℃ hingga 180 ℃.  Jaringan tersebut akan membentuk bola es. Jaringan kanker dalam bola es akan kekurangan nutrisi dan oksigen menyebabkan jaringan tersebut mati membeku. Kemudian saat gas helium disuntikkan suhu akan naik 20 ℃, bola es kanker tersebut kemudian akan meleleh dan hancur. Pengobatan tersebut cukup efektif untuk memusnahkan jaringan kanker. Besar kecilnya kanker dapat diatur dan dikontrol untuk menyesuaikan dosis gas argon dan helium yang disuntikkan.

5. PET/CT

Teknik  ini diklaim paling canggih dalam mengobati kanker. Teknologi PET/CR menggunakan cara atonomi untuk melakukan pemeriksaan imaging terhadap fungsi, metabolisme, dan reseptor tubuh, dapat mendeteksi dengan tepat tanpa menimbulkan luka. Selain itu, teknologi ini juga dapat mendeteksi kanker sekecil apapun dan deteksi dini kanker. Pemeriksaan ini mengindektifikasi tumor dan memastikan apakah tumor tersebut tergolong tumor ganas atau jinak. Selain itu, juga melihat apakah tumor menyebar organ tubuh lain atau tidak.  Tahapan ini juga bisa digunakan untuk menentukan pengobatan selanjutnya yang akan dilakukan sehingga dapat menekan biaya pengobatan.

Baca artikel lain mengenai Menambah Nafsu Makan Setelah Kemoterapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + nineteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.