Tanaman Cakar Ayam

Tanaman Cakar Ayam untuk Obat Kanker

Tanaman obat dapat diambil dari berbagai macam jenis tanaman, mulai dari tanaman rimpang, tanaman perdu, atau bahkan dari tanaman hias. Yang menentukan fungsi tanaman sebagai tanaman obat memang adalah kandungan senyawa yang terdapat di dalam tanaman tersebut. Salah satu jenis tanaman yang dapat dikategorikan sebagai tanaman obat adalah tanaman cakar ayam. Tanaman cakar ayam ini dapat difungsikan sebagai obat kanker.

Tanaman Cakar Ayam Sebagai Tanaman Hias

Tanaman Cakar ayam merupakan salah satu jenis tanaman hias dari jenis tumbuhan paku-pakuan yang dipercaya mampu menjadi tanaman obat. Dikenal dengan sebutan cakar ayam karena secara fisik memiliki bentuk seperti cakar ayam.

Digunakan sebagai tanaman hias karena memang bentuknya yang dirasakan mampu memberikakan keindahan bagi siapa saja yang melihatnya, karena memang cukup unik. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah dataran tinggi seperti di pinggir jurang atau dinding tebing yang basah atau lembab, bisa juga ditemukan di batu-batuan yang basah dan juga pinggir sungai. Atau bahkan dapat ditemukan di tepi jalan pada daerah pegunungan dengan suhu yang dingin. Sehingga, bisa jadi jenis tanaman ini akan lebih sulit ditemukan karena habitatnya yang cenderung pada kondisi daerah yang seperti disebutkan, misalnya jurang atau tebing.

Tanaman ini memiliki nama yang beragam dengan sebutan yang berbeda di beberapa daerah secara liar. Misalnya di daerah Jawa dikenal degan sebutan cemara kipas gunung, di daerah sunda dikenal dengan nama paku rane, sedangkan di Jakarta dikenal dengan istilah Menter. Nama lainnya yang digunakan menyebut tanaman cakar ayam adalah sikil batu, rumput solo, juang bai dan yang lain.

Ciri fisik dari tanaman cakarayam ini adalah memiliki pohon dengan ukuran yang kecil. Tinggi pohon hanya sekitar 35 cm. sedangkan daunnyalah yang menjadi struktur tanaman yang paling mencolok. Dengan bentuk daun yang memanjang dan berwarna hijau, maka daun tanaman inilah yang menjadi struktur utama tanamannya. Bagian tepi daun terlihat agak tajam. Dan seakan daun tersebut bercabang dengan terdapat beberapa cabang layaknya cakar seorang ayam.

Warna daun pada bagian atas cenderung menjadi hijau tua. Sedangkan pada bagian bawahnya cenderung hijau muda. Daunnya tersusun pada kiri dan kanan dari batang induknya sampai pada cabang yang ada. Cabang inilah yang menyerupai cakar ayam yang memiliki sisik. Rasa dari daun ini cenderung manis.

Tanaman Cakar Ayam Bermanfaat dalam Dunia Kesehatan

Sebagai tanaman hias, keberadaan tanaman cakar ayam bisa jadi tak banyak diketahui orang. Namun, saat ini, tanaman cakar ayam dipercaya dengan dilakukan berbagai penelitian, terbukti mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan dalam dunia kesehatan.

Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan, tanaman cakar ayam ini memiliki kandungan flavonoid, biflavonoid, feonolik, alkaloid dan lignin dalam jumlah yang cukup tinggi, yaitu sampai mencapait angka 23,04%. Selain itu, cakar ayam juga mengandung saponin dan fitosterol. Serta juga terdapat kandungan alkaloid glikosida, dan juga fenilpropanon.

Dalam ektrak etanolik dari tanaman cakar ayam dilaporkan memiliki kandungan lima komponen lignin, sebut saja lirioresinol A, (-)-lirioresinol B, (+)-wikstromol, (-)-nortracheloside, (+)- matairesinol. Selain itu, juga ditemukan adanya kandungan dua komponen fenilpropanon yaitu 3-hidroksi-1-(3-metoksi-4-hidroksifenil)-propan-1-on, 3-hydroksi-1-(3,5-dimetoksi-4hidroksifenil)-propan-1-on serta empat biflavonoid, yaitu amentoflavone, 7,7”-di-O-metilamentoflavone,7,4′,7”,4”’-tetra ometilamentoflavone, dan juga kandungan heveaflavone.

Dengan kandungan senyawa yang sudah disebutkan di atas, maka tanaman cakar ayam ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa gejala penyakit. Sebut saja mampu untuk menurunkan panas, melancarkan peredaran darah, dapat digunakan sebagai anti toksin atau anti racun, dapat menghentikan pendarahan, mengurangi bengkak, mengobati penyakit dan gangguan yang ada hubungannya dengan saluran pernapasan seperti batuk, radang paru, infeksi pada saluran pernapasan, dan juga tonsillitis.

Manfaat lainnya yang ditemukan dari tanaman cakar ayam ini adalah dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit hepatitis, hal ini bisa berkaitan dengan sifat anti toksinnya, atau juga dapat untuk menyembuhkan keputihan dan patah tulang.

Tanaman Cakar Ayam Obat Kanker

Memang, saat ini, beberapa penelitian mutahir telah mengungkap adanya manfaat dan khasiat dari beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat kanker. Tentu hal ini memberikan pengaruh baik pada dunia kesehatan, mengingat kanker saat ini merupakan salah satu jenis penyakit yang ditakuti karena termasuk sebagai penyakit yang mematikan.

Terdapat beberapa tanaman yang dipercaya memiliki kandungan anti kanker, yaitu mampu untuk menghentikan pertumbuhan dari sel kanker yang sudah menyerang organ dan sel di dalam tubuh. Sehingga dengan ini, pertumbuhan sel kanker dapat dihambat, penyebaran sel kanker ke sel lain di dalam organ tubuh yang sehat juga dapat dihentikan serta pada akhirnya dapat mematikan sel kanker itu sendiri.

Demikian pula dengan keberadaan dari tanaman cakar ayam ini. Beberapa penelitian telah mengungkapkan bagaimana manfaat dan khasiat dari tanaman cakar ayam ini sebagai obat beberapa penyakit, termasuk penyakit kanker.

Beberapa kandungan cakar ayam yang telah disebutkan di atas berkaitan dengan kemampuan tanaman ini untuk melawan sel kanker dan perkembangannya di dalam tubuh manusia.  Sebut saja kandungan anti oksidannya, yang mampu untuk menciptakan system kekebalan di dalam tubuh sehingga akan tangguh melawan gempuran sel kanker. Serta beberapa senyawa seperti flavonoid, tannin dan yang lain dipercaya mampu untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker tersebut.

Cakar Ayam diketahui berkhasiat untuk menurunkan panas dan lembab, melancarkan aliran darah, antitoksik,menghentikan pendarahan, mengobati koreng dan mengurangi bengkak, serta mengobati penyakit yang berhubungan dengan saluran nafas seperti, batuk, infeksi saluran nafas, radang paru dan tonsilitis. bahkan berpotensi sebagai antikanker pada kanker tenggorokan.

Selain itu, cakar ayam juga berkhasiat untuk mengobati hepatitis, infeksi saluran kencing, perut busung, keputihan, dan patah tulang. Tanaman ini juga memiliki aktivitas antioksidan. Seluruh bagian tanaman cakar ayam dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, seperti pengobatan rematik dan diare.

Terdapat penelitian yang memperlihatkan bagaimana ekstrak dari cakar ayam yang sudah melewati proses evaporasi atau diuapkan pada suhu 40 derajat Celcius sudah mampu untuk menghambat atau mematikan sel kanker sebanyak 50%.

Ada beberapa jenis penyakit kanker yang dapat disembuhkan dengan konsumsi tanaman cakar ayam ini misalnya adalah kanker payudara. Cara mengolah tanaman cakar ayam ini adalah dengan merebus beberapa lembar dari daun cakar ayam. Daun yang digunakan bisa daun segar dan juga daun yang telah dikeringkan. Kemudian, daun ini direbus dalam beberapa gelas air selama beberapa waktu. Kemudian air rebusan daun cakar ayam ini diminum secara rutin dan juga teratur.

Untuk mempertajam khasiat dari tanaman cakar ayam dalam mengobati kanker, bisa dipadukan dengan tanaman herbal lainnya misalnya adalah benalu teh yang dipercaya juga mampu digunakan sebagai obat anti kanker. Komposisi yang digunakan bisa menggunakan cakar ayam sebanyak 20%. Dengan kombinasi dua bahan herbal yang sama-sama mengandung zat anti kanker, diharapkan mampu untuk mempercepat proses pengobatan kanker yang ada.

Baca artikel lain mengenai Ciri-Ciri Leukimia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.