Tahi Lalat atau Kanker Kulit

Mengenal Perbedaan Tahi Lalat atau Kanker Kulit

Paling sedikit, setiap orang pasti mempunyai satu atau dua tahi lalat pada tubuhnya. Biasanya tahi lalat ini sudah mulai muncul saat masih berusia kanak-kanak. Tahi lalat ini adalah sebuah hasil proses dari pigmentasi warna yang berasal dari melanosit atau sel pigmen kulit.

Dalam prosesnya sel pigmen kulit atau melanosit tersebut akan mengelompok yang kemudian akan memunculkan tahi lalat. Proses ini merupakan satu hal yang sangat wajar bahkan selalu terjadi pada tubuh manusia. Meski demikian setiap orang harus tetap waspada sebab tahi lalat ini dapat berubah menjadi kanker kulit.

Selain bersikap waspada, masyarakat sebaiknya juga perlu mengetahui perbedaan antara tahi lalat yang normal atau sehat dan tahi lalat yang memiliki potensi menjadi kanker kulit.

Tahi Lalat Sehat dan Normal

Dalam kondisi sehat dan normal biasanya tahi lalat punya warna yang merata. Beberapa jenis warna yang terdapat pada tahi lalat sehat antara lain yaitu biru keabuan atau mongolian spot, kemerahan atau salmon patches, kecoklatan, keunguan atau hemenagioma dan hitam legam.

Orang yang berkulit gelap atau rambutnya cenderung hitam pada umumnya mempunyai tahi lalat yang warnanya juga gelap. Sedangkan orang berkulit putih atau cenderung terang, lebih sering memiliki tahi lalat yang warnanya kemerahan atau kecoklatan.

Ciri lainnya, tahi lalat yang sehat dan normal selalu menyatu dan merata dengan kulit. Namun selain itu ada pula yang timbul atau terangkat bahkan ada sebagian yang disertai dengan suatu pertumbuhan bulu atau rambut. Bentuk tahi lalat normal ini selalu oval atau bulat sempurna dengan ukuran terbesar kurang lebih hanya 6 milimeter saja.

Ada sebagian tahi lalat yang sudah muncul ketika lahir. Akan tetapi sebagian besar tahi lalat lebih sering muncul ketika mulai memasuki usia kanak-kanak atau menjelang dewasa. Ketika telah mengalami perkembangan paling maksimal, tahi lalat sehat tidak akan mengalami suatu perubahan apapu baik dalam ukuran, bentuk atau warna. Semua selalu sama hingga bertahun-tahun.

Khusus bagi para wanita yang sedang menjalani masa kehamilan, ada kemungkinan memiliki tahi lalat yang warnanya berubah menjadi gelap. Kemudian ada pula yang ketika masuk usia remaja atau dewasa, tahi lalatnya bertambah banyak atau bertambah besar.

Sedangkan untuk mereka yang usianya sudah mulai masuk lanjut antara 40 hingga 50 tahun, warna tahi lalatnya biasanya juga akan mulai memudar. Semua kejadian tersebut merupakan hal yang sangat wajar sebab merupakan respon dari tubuh atas terjadinya perubahan hormon.

Tahi Lalat Berbahaya Menyebabkan Kanker Kulit

Untuk mengetahui apakah suatu tahi lalat yang terdapat di tubuh merupakan permulaan dari pertumbuhan sel kanker kulit, bisa menggunakan sebuah pedoman yang dinamakan pedoman ABCDE. Berikut ini adalah penjelasannya.

A atau Asymmetry

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tahi lalat yang normal selalu mempunyai bentuk sama atau simetris. Tetapi sangat berbeda dengan tahi lalat yang mengandung sel kanker kulit. Tahi lalat yang didalamnya terdapat sel kanker kulit bentuknya terlihat tidak simeteris.

Penyebab dari bentuk yang tidak simetris ini adalah karena di yang ada di salah satu sisi dari tahi lalat tersebut tumbuh dan berkembang secara lebih cepat. Sel kanker yang terdapat dalam tahi lalat ini selain berkembang sangat cepat juga punya pola atau bentuk yang tidak teratur.

B atau Border

Border atau pinggiran pada tahi lalat sehat memiliki batasan yang sangat jelas, bahkan selalu terlihat terpisah warnanya, antara warna kulit dan warna tahi lalat. Hal ini dapat terjadi karena proses pigmentasi warna pada tahi lalat normal selalu berjalan secara wajar.

Sedangkan pada tahi lalat yang mempunyai kandungan sel kanker kulit, tanda batas warnanya sering terlihat tidak jelas atau kabur. Bagian border serta pinggirannya cenderung agak buram karena pertumbuhan sel kanker kulitnya sudah mulai tidak bisa dikendalikan oleh tubuh.

C atau Colour

Colour atau warna juga bisa dijadikan alat untuk membedakan antara tahi lalat sehat dan tahi lalat tidak sehat. Jika warnanya selalu solid dan tampa merata di semua sisi, bisa disimpulkan tahi lalat tersebut adalah normal dan sehat.

Tetapi sebaliknya, jika terlihat ada berbagai ragam warna atau corak yang berbeda-beda pada suatu tahi lalat maka kemungkinan besar ada sel kanker kulit didalamnya. Misalnya di bagian tengah tahi lalat tersebut memiliki warna merah muda namun berangsur menjadi gelap di area pinggirannya atau sebaliknya.

Selain itu ada tahi lalat yang mengandung sel kanker kulit dengan tanda adanya bercak warna dengan karakter yang berbeda-beda meskipun berada dalam satu titik atau tempat yang sama. Misalnya tahi lalat yang mempunyai beberapa warna sekaligus seperti putih, abu-abu, merah dan sebagainya.

D atau Diameter

Jika keadaannya sehat dan normal, biasanya setiap tahi lalat selalu mempunyai ukuran yang sama atau tetap dan tidak terjadi perubahan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Namun apabila secara tiba-tiba mengalami pertumbuhan pada ukurannya, hal ini merupakan indikasi adanya suatu masalah.

Ada kemungkinan terdapat pertumbuhan sel kanker kulit pada tahi lalat tersebut. Akan tetapi yang patut diwaspadai adalah, akan kanker kulit melonoma yang tetap tumbuh meskipun tahi lalatnya tidak mengalami perubahan. Meskipun demikian pertumbuhan sel kanker kulit tetap dapat diketahui melalui ciri yang lain yaitu warnanya atau colour.

E atau Evolving

Pedoman yang terakhir atau ā€˜Eā€™ merupakan singkatan dari evolving atau perubahan. Maksud dari istilah ini adalah segala perubahan sebagaimana yang sudah diterangkan dalam pedoman A,B,C dan D. Ketika mengalami semua perubahan tersebut, harus secepatnya memeriksakan diri ke rumah sakit atau dokter spesialist kulit.

Selain pedoman ABCDE di atas, harus selalu diwaspadai pula setiap ada perubahan yang lain seperti kulit dan tahi lalat tiba-tiba bersisik, pendarahan, mengeluarkan nanah dan gatal-gatal. Indikasi lain misalnya pembengkakan di bagianpinggiran tahi lalat, rasa nyeri atau sakit saat tersentuh oleh tangan juga tidak boleh disepelekan begitu saja.

Karateritik berikutnya yang jadi ciri dari tahi lalat tidak normal adalah jumlah tahi lalat yang lebih dari 100 titik di semua bagian tubuh. Apabila jumlahnya tidak wajar, ada kemungkinan sebagian dari tahi lalat tersebut mengandung kanker kulit. Apalagi jika ada yang bentuknya bersifat atipikal dan berukuran lebih dari 8 milimeter.

Ketika jenis karakteristik tersebut dinamakan dengan istilah classic atypical mole syndrome. Resiko tertinggi yang harus dihadapi oleh orang yang mengidap sindrome ini adalah kena sel kanker kulit jenis melanoma. Selain itu biasanya sindrome tersebut lebih sering menjangkiti orang-orang dengan riwayat keluarga yang sama-sama pernah kena kanker kulit melanoma.

Karena itu penundaan untuk memeriksakan diri merupakan suatu keputusan yang sama sekali tidak disarankan karena sel kanker kulit dapat tumbuh dengan cepat. Bahkan ada kanker kulit bisa menimbulkan dampak yang sangat fatal kepada kesehatan. Dalam pertumbuhannya, sel kanker ini mampu menyerang organ-organ tubuh yang lain.

Ketika sudah ada organ yang terserang, tentu proses pengobatan dan penyembuhannya butuh waktu yang lama serta biaya yang lebih besar. Dan satu hal lagi yang harus tetap diingat, jika sudah masuk stadium paling akhir, kemungkinan untuk sembuh semakin kecil.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Darah Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.