Tag Archives: Tips Menjalani Kemoterapi

Tips Menjalani Kemoterapi

Tips Menjalani Kemoterapi Yang Wajid Diketahui oleh Pasien Kanker dan Keluarga

Berjuang melawan kanker tentunya bukan merupakan hal yang mudah. Baik bagi pesien kanker maupun orang – orang terdekatnya. Kemoterapi adalah upaya perawatan bagi pasien kemoterapi untuk terus memperjuangkan kehidupannya. Dalam proses kemoterapi tersebut, pasien tidak mungkin bisa bertahan hanya dengan dirinya sendiri. Artinya, kehadiran orang – orang terdekat juga dibutuhkan bahkan untuk sekedar memberikan dukungan.

Nurse Stephen Laughlin, RN, BS with patient JE (Joseph) Newhall (consent # 9502) on Yawkey 9 infusion. Photo by Sam Ogden.

Tahapan awal mulai dari diagnosis, analisa jenis perawatan yang sesuai, hingga merasakan efek samping dari menjalani kemoterapi tentu tidaklah mudah. Kehadiran keluarga bisa menguatkan pasien untuk memperjuangkan hidupnya lebih lama hingga benar – benar bersih dari kanker.

Fakta yang harus Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

Apabila salah satu keluarga anda di diagnosis mengidap penyakit kanker, apa yang pertama kali anda lakukan terhadapnya? Langkah pertama yang harus anda lakukan yakni memberinya perhatian lebih banyak dari biasanya. Buatlah keluarga anda merasa bahwa ada begitu banyak orang yang mengharapkan keberadaannya. Dengan begitu, pasien kanker dapat menemukan motivasi mengapa ia harus kembali pulih.

Meskipun tidak bisa dipungkiri, anda pun pasti akan merasa sangat terpukul ketika salah satu anggota keluarga terserang kanker. Hal pertama yang muncul didalam benak yakni ketakutan akan kehilangan anggota keluarga dalam waktu terdekat. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Semakin cepat sebuah kanker terdeteksi maka kemungkinan kesembuhannya juga semakin tinggi. Namun jika keluarga anda terdiagnosis mengidap kanker dalam stadium akhir, setidaknya bantu ia untuk dapat bertahan hidup lebih lama. Berikut ini fakta – fakta mengenai kanker yang mungkin bisa menguatkan mental anda ketika keluarga terserang kanker.

1. Mengidap Kanker Bukanlah Akhir Segalanya

Didiagnosis menginap kanker tentu bagaikan mimpi buruk yang membuat pasien dan keluarga merasa putus asa. Menerima kenyataan dengan lapang dada merupakan langkah penting untuk segera sembuh dari kanker. Tidak hanya bagus dari kondisi fisik, pasien juga harus tetap berada dalam psikis yang baik. Keluarga terus memberikan dukungan bagi pasien supaya semangat hidupnya tetap terjaga. Mengidap kanker bukanlah akhir dari segalanya, masih ada begitu banyak cara untuk bertahan lalu sembuh.

2. Mengidap Kanker Bukan Berarti Menjadi Penghuni Rumah Sakit Selamanya

Jika salah satu anggota keluarga anda mengidap kanker, bukan berarti kehidupannya akan berakhir di bilik rumah sakit. Selama masa perawatan kemoterapi, pasien mungkin harus datang ke rumah sakit dalam waktu – waktu tertentu. Selepas itu, pasien tetaplah bagian dari keluarga anda yang beraktivitas seperti sedia kala. Hanya saja, anda perlu memperhatikan segala rutinitasnya nanti tetap terbilang ringan.

3. Efek Samping Kemoterapi Yang Akan Dirasakan Pasien

Anda pasti memahami bagaimana kemoterapi meninggalkan efek samping bagi kondisi tubuh keluarga anda yang mengidap kanker. Meski tujuan kemoterapi tersebut untuk membunuh sel – sel kanker, namun tidak jarang jaringan disekitarnya juga ikut terganggu. Selain itu, efek samping berupa kerontokan rambut, mual, anemia, konstipasi hingga gangguan pada otot jantung dan ginjal tentu menjadi resiko tersendiri. Siapkan mental anda untuk menemani keluarga anda dalam titik ini. Jika anda kuat maka keluarga anda pun akan merasa dikuatkan.

4. Efek Kemoterapi Sangat Bervariatif

Efek kemoterapi mempunyai tingkatan yang sangat bervariatif. Hal ini ditentukan oleh banyak faktor. Mulai dari stadium kanker, jenis obat yang digunakan hingga kondisi fisik pasien itu sendiri. Sebagai keluarga, anda juga perlu mengetahui tahapan perawatan serta kemungkinan apa saja yang dapat terjadi nantinya. Dengan memahaminya, anda akan lebih mudah melakukan penanganan apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

5. Efek Kemoterapi Terbilang Lama, Teruslah Memupuk Semangat Pasien

Meskipun efek samping menjalani kemoterapi terbilang bersifat sementara, namun pada beberapa kasus, efek ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Efek samping kemoterapi bahkan bisa tetap dirasakan oleh pasien dalam hitungan bulan hingga tahunan setelah perawatan. Dalam waktu yang lama tersebut, organ tubuh yang ikut terganggu meliputi jantung, ginjal hingga paru – paru. Apabila keluarga anda juga mengalami kondisi ini, teruslah memupuk semangatnya untuk tetap berjuang melawan kanker.

6. Hal Terpahit Ialah Terkena Kanker Untuk Kedua Kalinya

Kanker bukanlah penyakit yang mudah disembuhkan. Tentunya membutuhkan usaha yang lebih untuk benar – benar sembuh dari kanker. Sel – sel kanker yang menyerang jaringan tertentu akan terus mengembangkan diri hingga menyebar pada jaringan lainnya. Kemoterapi inilah yang bisa menahan laju penyebaran sel – sel kanker bahkan membunuhnya.

Anda yang mempunyai keluarga pengidap kanker, meskipun ia telah dinyatakan bersih namun perhatikan selalu kesehatannya. Setiap pasien kanker yang dinyatakan sembuh, nyatanya masih mempunyai peluang mengidap kanker untuk kedua kalinya. Baik pasien maupun keluarga tetap harus memperjuangkan kehidupan pasien semampu mungkin. Setidaknya dengan mengetahui fakta ini, keluarga bisa menyiapkan mental apabila orang terdekat mengidap kanker untuk kedua kalinya.

Tips Memberi Support pada Keluarga Sebelum Menjalani Kemoterapi

Sebelum keluarga anda menjalani kemoterapi, tentunya ada beberapa persiapan yang bisa anda bantu. Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa jenis obat kemoterapi tidak hanya membubuh sel kanker, namun membunuh jaringan sehat di sekitarnya juga. Selain dukungan moril, anda juga perlu membantu melakukan hal berikut ini untuk mendukungnya lebih total.

1. Temani Keluarga Anda Konsultasi Ke Dokter

Kemoterapi mempunyai teknis dan jenis obat yang sangat bervariatif. Penderita kanker harus melewati beberapa tindakan medis dalam rangka menetapkan jenis terawatan yang paling tepat untuknya. Anda bisa menemaninya menemui dokter, selain untuk menguatkan, anda juga akan lebih faham seberapa baik kondisi kesehatan keluarga anda.

Beberapa jenis tindakan medis juga hanya akan dilakukan setelah keluarga menyetujuinya. Jadi tidak ada yang salah jika anda menemani keluarga anda sebelum melakukan tahap awal penyembuhan kanker.

2. Pastikan Keluarga Anda Memperoleh Vaksin Sebelum Kemoterapi

Vaksin membantu menjada kondisi tubuh tetap stabil dan tidak rentan terserang virus. Hal yang terlihat sederhana seperti suntikan flu sebelum kemoterapi juga tidak boleh terlewatkan. Hal ini karena dampak flu ringan saja bisa menjadi parah dalam fase kemoterapi. Jenis vaksin bisa anda konsultasikan terlebih dahulu kepada pihak medis. Nantinya akan direkomendasikan jenis vaksin yang tepat bagi pasien sesuai dengan riwayat kesehatannya. Hal ini untuk mengantisipasi efek negatif jika terjadi alergi terhadap zat – zat tertentu.

3. Kebersihan Harus Tetap Terjaga

Baik kebersihan pasien maupun orang – orang terdekatnya tetap harus terjaga supaya tidak ada bakteri yang menyerang. Contoh paling sederhana yakni dengan mencuci tangan secara berkala ketika menemani keluarga anda kemoterapi. Hal ini untuk meminimalisir perpindahan bakteri kepada pasien. Kebersihan mulut pasien juga harus terjaga, artinya tidak ada lagi bakteri yang menempel pada gigi maupun rongga mulut. Supaya nantinya tidak menyebabkan infeksi selama kemoterapi.

4. Pastikan Pasien Tidak Mengkonsumsi Obat Maupun Vitamin Selain Resep Dokter

Jika anda masih beranggapan bahwa obat – obatan maupun vitamin akan menambah kesehatan keluarga anda selama masa perawatan, ini merupakan hal yang salah. Justru obat – obatan maupun vitamin diluar resep dokter akan mengganggu kinerja obat kemoterapi. Konsultasikan terlebih dahulu apapun yang menyangkut kesehatan penderita kanker kepada dokter yang menangani. Sehingga nantinya proses kemoterapi dapat menghasilkan dampak yang kian baik.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Bawang Putih untuk Kanker