Tag Archives: testimoni transfer factor

Dosis Transfer Factor

Berapa Dosis Transfer Factor Untuk Penderita Kanker

Transfer factor adalah produk dari 4Life dan sering kita mendengar dengan singkatan TF. Kebanyakan orang Indoensia mungkin sudah tidak asing dengan merk ini karena merk ini sudah dipasarkan dengan MLM. Saya ingin menceritakan pengalaman saya menjaga mama saya terutama yang berkaitan dengan produk 4Life ini. Bagi anda yang masih baru dengan TF, TF ini digunakan untuk mendidik sistem imun kita agar dapat berperang melawan kanker. Bagi anda yang sudah mengenal “imunoterapi” yaitu suatu proses dimana sistem kekebalan tubuh kita diolah sedemikian rupa agar dapat bekerja lebih baik dan membunuh sel kanker. Transfer Factor adalah salah satu imunoterapi yang paling bagus di dunia.

Beberapa produk dari 4Life yang dipakai dalam pengobatan kanker adalah:

  • Transfer Factor Advance
  • Transfer Factor Plus
  • Riovida
  • Belle Vie

Beberapa Kasus Kanker dan Dosis Transfer Factor Yang Dipakai

Ada beberapa kasus kanker yang mendapatkan kemajuan yang signifikan dengan mengkonsumsi Transfer factor. Ada beberapa foto di bawah ini yang menceritakan dosis transfer factor yang digunakan dan produk 4Life yang lain yang digunakan untuk support pengobatannya juga

Dosis Trasnfer Factor Kanker Payudara

Dosis Trasnfer Factor Kanker Paru Paru

Saran Pengaturan Dosis Transfer Factor

Kebanyakan bagi kita orang normal kita mengkonsumsi Transfer factor dengan dosis ringan saja karena sebagai sarana untuk maintain kesehatan kita saja. Sedangkan bagi anda penderita kanker dosis ringan sudah cukup untuk perang melawan sel kanker. Dosis transfer factor yang disarankan adalah:

  • 3×5 Transfer Factor Advance
  • 3×5 Transfer Factor Plus

Tetapi kedua dosis transfer factor itu ada yang memang kuat untuk menerima dosis itu atau bahkan ada lagi yang meminum lebih dari itu yaitu:

  • 3×10 Transfer Factor Adavance
  • 3×10 Transfer Factor Plus

Dosis transfer factor seperti ini sering disebut dengan dosis bom. INGAT tidak semua orang bisa menerima dosis seperti ini contohnya saja mama saya sendiri. Untuk konsumsi 3×5 TFA dan 3×5 TFP kondisi badan tidak kuat dan malam tidak bisa tidur. Jadi saran untuk dosis transfer factor yang ingin dipakai lebih baik saya menyarankan untuk konsumsi sedikit dulu terus dinaikan dengan perlahan agar badan bisa beradaptasi dulu. Kenapa perlu dinaikkan? Karena kanker tidak bisa dibunuh hanya dengan dosis ringan saja dan itupun harus kombinasi antara TFA, TFP, Riovida dan produk 4Life lainnya. Seperti pada kedua gambar itu penderita kanker sembuh dengan kombinasi produk 4Life tidak hanya konsumsi 1 jenis saja.

Pengalaman Menggunakan Transfer Factor

Untuk bagian ini saya akan menceritakan dosis transfer factor yang dapat diterima oleh mama saya dan mungkin pembaca ada yang mengalami hal yang sama dengan mama saya. Mama sudah konsumsi TFA sejak terkena lupus mulai tahun 2007 dan pada tahun 2013 terkena kanker payudara maka konsumsi TFA harus ditambah dengan TFP jadi dosis yang paling sering dipakai adalah:

  • 2×3 Transfer Factor Advance
  • 3×3 Transfer Factor Plus

Dengan kombinasi itu mama saya masih bisa menerima dengan baik. Kondisi badan juga lebih bagus, tetapi sayangnya dengan konsumsi seperti itu kanker payudara yang dideritanya masih belum juga mengalami perubahan yang bagus. Kemudian kami disarankan untuk menaikkan dosisi ke 3×5 TFA dan 3×5 TFP, terus mama saya langsung mencoba dan ternyata malamnya tidak bisa tidur jadi kondisi badan malah kurang bagus.

Kemudian saya mencari cara lain yaitu dengan mengkonsumsi TFA dan TFP secara bertahap tidak langsung. Misalnya saja dalam 1 hari konsumsinya adlah 15 kapsul TFA dan 15 kapsul TFP, jadi mulai pagi hari hingga malam hari diminum bertahap antara 2-3 kapsul. Setelah beberapa hari dicoba masih saja kondisi badan mama saya tidak bisa menerima dosis transfer factor.

Jadi saran saya kepada anda yang mengalami hal yang sama, lebih baik coba dulu dosis transfer factor sedikit dan naikkan perlahan jika kondisi badan bisa menerima. Jangan langsung menuruti apa kata orang harus minum dosis tinggi karena badan perlu adaptasi agar bisa menyesuaikan dengan dosis tinggi.

Semoga pengalaman saya dalam mengatur dosis transfer factor bisa berguna bagi pembaca semuanya, bagi anda yang punya pengalaman yang sama langsung bisa menulis komentar agar bisa membantu pembaca yang lain sehingga semua terbantu dan sehat selalu.

Baca artikel lain mengenai Life Experience 05 – Memilih Obat Herbal Untuk Kanker Payudara Yang Baik

Pola Makan Saat Kemoterapi

Life Experience 04 – Pola Makan Untuk Penderita Kanker dan Saat Kemoterapi

Sebelum menjalani perawatan medis mama saya menjalani pengobatan alami tetapi saat itu belum membawa hasil yang begitu bagus hanya masih mengurangi sakitnya saja. Saat itu pola makan yang diterapkan sama mama begitu ketat. Mama harus menjadi vegetarian, hanya makan sayuran saja. Karena daging bisa menyebabkan penyebaran lebih banyak pada sel kanker.

Vegetarian dan Kanker

Menurut pendapat banyak orang menjadi vegetarian lebih sehat dan nutrisi tetap bisa tergantikan meskipun tidak memakan daging. Pendapat seperti ini menurut saya ada benarnya tetapi tidak 100% karena kondisi badan setiap orang tidak sama, jadi orang vegeratian-pun masih tetap bisa terkena kanker. Tetapi ada juga vegetarian yang lebih sehat daripada orang biasa yang makan daging. Pola makan sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Apa yang kita makan menentukan kesehatan kita. Penyakit datang dari mulut kita sendiri jika tidak bisa menjaga makanan apa yang kita makan selama kesehatan kita tidak bisa baik.

Pengalaman Menjadi Vegetarian Saat Kemoterapi

Mama saya sebelum ke Singapura hanya makan sayur saja sama telur jadi tidak makan daging sama sekali. Kemudian setelah menjalani serangkaian test dan akhirnya kami putuskan kemoterapi (cerita detail ada pada posting sebelumnya) maka mama tidak bisa menjalani kemoterapi dengan vegetarian. Karena kemoterapi selain membunuh sel kanker juga membunuh sel yang lainnya juga, maka mama harus makan untuk menggantikan sel baik yang ikut terbunuh saat kemoterapi.

Selain itu mama biasanya makan daging tetapi tidak makan daging hanya sayur saja badan terasa lebih lemas dari biasanya. Jika lemas seperti ini kami kurang yakin bisa menjalani kemoterapi dengan lancar. Akhirnya kami berkonsultasi untuk masalah pola makan ini ke Dr Kong. Dari Dr Kong memberikan panduan makan untuk penderita kanker akan saya bahas dibawah ini. Kemudian dengan mempertimbangkan segala hal akhirnya mama menjalani pola makan sayur semuanya dan daging hanya daging babi atau daging kambing. Daging kambing mama tidak bisa makan karena terlalu panas dan lagi tensi bisa langsung naik. Jadi mama saya menjalankan pola makan vegetarian dan hanya makan daging babi saja sampai sekarang.

Sesama penderita kanker kami pernah bertemu dengan pasien lain mereka bercerita pola makan mereka. Ada yang mengatakan bahwa penderita kanker tidak boleh makan roti karena roti mengandung ragi yang bisa menyebabkan penyebaran sel kanker lebih cepat. Saya pernah membaca pada suatu artikel kesehatan di Inggris mereka meneliti bahwa dengan makan roti kita lebih bersiko terkena kanker. Bagaimana bisa? Padahal roti menjadi camilan yang hampir kita makan tiap hari. Peneliti membuktikan bahwa karbohidrat jika dipanggang/oven tidak bisa hancur dengan sempurna hal ini yang menyebabkan resiko kena kanker. Tetapi nutrisi yang didapatkan dari roti lebih besar daripada resiko tersebut jadi pada kondisi orang sehat resiko tersebut bisa dicegah oleh sistem imun tubuh kita. Dan kita hanya menerima nutrisinya saja saat makan roti. Untuk ini nanti saya akan membuat posting lebih detailnya.

Putih Telur Sumber Albumin Alami dan Murah

Sebelum menjalani kemoterapi menjadi kebiasaan Dr Kong untuk melakukan test darah dahulu. Yang pasti akan di cek adalah kondisi darah, liver, ginjal dan tumor marker. Biasanya saat orang kemo kondisi albumin, darah putih, darah merah atau trombosit turun. Dengan bantuan makanan kita bisa menaikan kondisi itu secara alami. Saya ingin membagikan tips bagaimana mama saya meningkatkan albumin dengan putih telur.

Putih telur memang bisa meningkatkan albumin secara alami dan lagi pastinya murah. Kalau melalui infus albumin harga tentu mahal dan lagi khusus trombosit tidak ada transfusi trombosit. Trombosit harus didapatkan dari makanan. Pengalaman mama yaitu albumin turun tidak bisa diatas normal karena mama jarang makan daging jadi albumin tidak bisa diatas normal. Kondisi seperti itu kami menemukan solusinya yaitu dengan PUTIH TELUR. Putih telur harus dimakan saat setelah bangun pagi, perut kosong makan PUTIH TELUR MENTAH. Sebelumnya mama makan putih telur yang sudah dimasak dan albumin tidak bisa naik dengan baik, akhirnya kami memakai cara dimakan mentah saat setelah bangun pagi dan hasilnya albumin bisa naik dengan baik. Tips ini bisa dipakai oleh para penderita kanker lain yang sedang menjalani kemo semoga bermanfaat.

IMG_0089 (kecil)

Pola Makan Yang Harus Diterapkan Saat Menjalani Kemoterapi – Dr Kong Hwai Loong

Kami menjalani kemoterapi di Klinik Dr Kong, kami diberikan buku panduan oleh Dr Kong bagaimana pola makan yang baik untuk penderita kanker atau yang sedang menjalani kemoterapi. Berikut ini ringkasan dari buku tersebut:

  • Hindari minuman beralkohol. Alkohol dapat merusak liver sehingga mengganggu kemoterapi
  • Masak makanan yang akan dimakan, jangan makan makanan mentah. Makanan mentah mengandung banyak bakteri sehingga bisa menyebabkan infeksi pada pasien kemoterapi
  • Hindari obat tradisional China. Obat tradisional bisa mengganggu tingkat efektifitas dari kemoterapi
  • Jangan memakan jeruk bali (Grapefruit). Jeruk Bali bisa mengganggu proses metabolisme dari liver. Terganggunya metabolisme liver dapat mengganggu proses kemoterapi.

Selain itu buku berjudul “Patient’s Guide to Chemotherapy” membahas mengenai kemoterapi dan effect samping yang harus diwaspadai oleh penderita kanker. Untuk download lengkapnya buku tersebut bisa langsung DOWNLOAD DI SINI.

Baca artikel lain mengenai Pendapat Dokter Tentang 4Life Transfer Factor

Transfer Factor Pendamping Kemoterapi

Life Experience 03 – Kemoterapi di Klinik Dokter Kong Hwai Loong dan Transfer Factor Sebagai Pendamping

Treatment satu-satunya yang harus mama saya jalankan adalah kemoterapi karena opsi yang lain sudah tidak bisa lagi. Dan kami memutuskan untuk melakukan kemoterapi di Klink Dr Kong, Klinik Dr Kong terletak di Paragon Lantai 17 No 1-2. Sebelum menjalankan kemoterapi kami melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Dr Kong apa saja yang perlu disiapkan dan menggunakan obat apa.

Seperti pada cerita sebelumnya periode kemoterapi ditetapkan 3 minggu sekali dan menggunakan obat “Taxotere”. Untuk pertama kalinya karena kami takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan kami mengajukan untuk menginap di Rumah Sakit Mount Elizabeth tetapi Dr Kong menentang karena proses kemo hanya 1 jam saja dan efek dari kemo tidak akan langsung terlihat jadi percuma jika menginap di rumah sakit. Proses kemoterapi setiap pasien berbeda-beda untuk kasus mama saya kemoterapi hanya 1 jam dilakukan melalui injeksi/seperti di infus dan menunggu hingga obat masuk semuanya.

Efek Samping Kemoterapi

Setiap obat kemoterapi mempunyai efek samping yang berbeda-beda tetapi yang hampir semuanya sama yaitu mual, rambut rontok dan sel darah putih turun. Untuk kasus mama saya dengan menggunakan kemoterapi ini efek samping yang mungkin akan di derita sebagai berikut:

  • Sel darah putih akan turun
  • Rambut Rontok
  • Diare
  • Mual

Saya mengapresiasi kinerja dari Dr Kong karena Dr Kong sangat teliti dalam menangani masalah ini. Semua efek samping ini kami diberikan obat untuk menanganinya hanya rambut rontok yang memang tidak bisa diatasi namun jangan kuatir rambut akan bisa tumbuh kembali kata Dr Kong. Untuk Sel darah putih kami diberikan obat Neupogen injeksi yang diberikan melalui perut dan itu saya harus meninjeksi sendiri untuk mama karena kami tidak mungkin bolak-balik hanya untuk injeksi Neupogen ke klinik Dr Kong. Jadi saya belajar dahulu ke Suster yang di klinik cara melakukan injeksi Neupogen. Neupogen obat yang spesial jadi obat ini harus disimpan dalam kondisi dingin jika tidak maka obat akan rusak. Untuk diare kami diberikan “imodium” sebagai obat stop diare. Untuk mual kami diberikan obat “Metoclopramide” dan obat anti nyeri tentunya karena mama saya kesakitan tiap malam tersiksa tidak bisa tidur. Obat anti nyeri yang diberikan adalah Ultracet.

Dosis yang diberikan untuk pertama kalinya ringan terlebih dahulu melihat apakah ada perkembangan atau tidak, dan mengingat mama saya ada penyakit lupus. Selain obat kemo kami diberikan juga obat untuk terapi tulang karena sudah menyebar ke tulang belakang. Obat yang diberikan adalah “Zometa”, penggunaan Zometa diberikan 6 minggu sekali.

Saya ingin membagikan pengalaman saya mengenai kemoterapi yang dijalani oleh mama saya. Saya memberikan gambaran secara garis besar, bahwa kanker payudara selain dengan PET Scan dapat dilihat melalui darah yang biasa orang sebut dengan Tumor Marker. Pada Darah terdapat 3 macam kanker yang bisa terdeteksi:

  • CA 125 = Untuk Kanker rahim
  • CA 15-3 = Untuk Kanker Payudara
  • CA 19-9 = Untuk Kanker pankreas

Pertanyaannya bagaimana jika selain 3 kanker itu, bagaimana kita bisa mengetahui perkembangan kemoterapi? Khusus selain 3 kanker tersebut maka penderita harus melakukan PET Scan setiap kali ingin melihat perkembangan dari hasil kemoterapi. Berikut ini fase kemoterapi yang dijalani:

Kemoterapi

Keterangan Tumor Marker
  Sebelum kemoterapi CA = 110
1 Kemoterapi pertama hanya dengan Taxotere + Zometa CA = 98 (turun)
2 Kemoterapi dengan Taxotere CA = 117 (naik)
3 Kemoterapi dengan Taxotere + Zometa CA = 102 (turun)
4 Kemoterapi dengan Taxotere + Xeloda. Xeloda adalah tablet kemo oral jadi bisa diminum setelah kemo di klinik. Durasi minum Xeloda yang diberikan pada kami adalah 2 minggu CA = 105 (naik)
5 Kemoterapi Taxotere, Xeloda dan Zometa CA = 99 (turun)
6 Kemoterapi Taxotere, Xeloda CA = 86 (turun)

Dalam menjalani kemo memang sangat susah tetapi hasil kerja keras selalu membuahkan hasil. Yang dulunya mama merasa panas dan sakit (cekot-cekot) di payudara sekarang sudah mulai berkurang setelah menjalani kemo 6x. Tetapi yang masih belum ada kemajuannya adalah luka dikulit yang tidak bisa mengering. Ditambah lagi karena kanker menyebar ke getah bening lengan kanan mama jadi bengkak. Hal ini terjadi karena cairan tidak bisa mengalir dengan baik akibat dari fungsi getah bening yang terganggu oleh kanker ditambah lagi ada pembulu darah yang terbuntu tetapi pembulu darah yang tersumbat dapat diatasi dengan Clexane (injeksi) atau Zarelto (tablet).

Mungkin pembaca timbul pertanyaan habis kemo rasanya bagaimana?

Pada saat kemo memang sangat mudah hanya kayak diinfus saja tetapi efek sampingnya mulai muncl setelah hari kemo ditambah 7 hari. Bisa mulai mual, tidak nafsu makan, dalam kasus mama ini rasa panas seperti terbakar dirasakan di payudara. Dan rasa panas dalam yang sangat panas dirasakan karena susah buang air besar.

Apakah rasa putus asa pernah dialami?

Saya yang menemani memang tidak ikut merasakan bagaimana rasanya kemoterapi yang dijalani pasien kanker, tetapi melihat mama saya begitu menderita menjalani kemo dan sakitnya kanker rasa putus asa wajar menurut saya jika terjadi pada pasien kanker. TETAP HARUS SEMANGAT, karena semangat hidup adalah obat yang paling mujarab kita orang yang disekitarnya dan tidak menderita sakit tidak boleh merasa putus asa tetapi harus TETAP MEMBERIKAN SEMANGAT JUANG BAHWA YAKIN BISA SEMBUH. Semua pasti ada jalan, hanya saja kita masih belum diberi tahu oleh TUHAN kepada kita. Banyak berdoa dan berusaha saya yakin jalan keluar/solusi pasti terbuka untuk setiap pasien kanker.

Kanker Payudara dan Limfedema

Limfedema adalah pembengkakan yang terjadi jika getah bening terjadi, untuk definisi lebih detail bisa dilihat di Google. Tetapi saya ingin bercerita bahwa mama saya yang terkena kanker payudara pada bagian kanan dan menyebar ke getah bening juga menderita limfedema. Hal ini susah disembuhkan, Dr Kong hanya memberikan obat pelancar darah untuk menghilangkan darah beku saja tetapi karena sel kanker masih menempel di getah bening maka lengan mama saya masih bengkak.

Kemoterapi tambah 2x lagi

Kemoterapi tidak berakhir pada kemo ke-6 tetapi Dr Kong menganjurkan untuk melakukan kemoterapi lagi 2x karena dirasa kanker masih kurang mengecil dan fisik mama masih kuat untuk melakukan kemo jadi kami memutuskan untuk menambah kemo 2x lagi. Kemo ke-7 dan ke-8 dilakukan dengan cara yang sama yaitu Taxotere dan Xeloda.

Kemoterapi Keterangan Tumor Marker
7 Kemoterapi dengan Taxotere, Xeloda CA = 74 (turun)
8 Kemoterapi dengan Taxotere, Xeloda dan Zometa CA = 76 (naik)

Kami cukup puas dengan kemajuan yang dihasilkan oleh kemoterapi dari Dr Kong, kemudian pertanyaan muncul apakah memungkinkan untuk operasi karena tumor sudah mengecil. Pendapat Dr Kong tidak bisa karena setelah kemo tumor masih ada di getah bening dan opsi untuk operasi lebih baik jangan dibahas lagi. Karena sudah 8x kemo kondisi fisik mama saat itu sudah mencapai limit sehingga proses kemo harus stop dan Dr Kong menggantinya dengan terapi hormonal.

Terapi Hormonal

Pada cerita sebelumnya hasil biopsi mengatakan bahwa ER+ dan PR+ yang menandakan bahwa tumor hanya berkembang dengan memakan hormon saja jadi terapi hormonal bisa menjadi opsi untuk memantain agar sel kanker tidak bisa berkembang. Jadi tablet hormonal diberikan pada mama saya, obat yang diberikan bernama “Femara”.

Lagi-lagi Dr Kong sangat jeli dalam memberikan obat efek samping dari Femara adalah kolesterol naik dan osteoporosis. Dengan begitu Dr Kong mengambil tindakan untuk cek kolesterol setiap kali kami check up dan untuk osteoporosis kami diminta untuk X-ray. Periode check up kami jadi tidak 3 minggu sekali jadi mundur 1 bulan sekali dan karena terapi hormonal harga menjadi lebih murah daripada kemoterapi. Hasil check up pertama mama memang ada osteoporosis jadi terapi yang dijalankan ternyata sama yaitu Zometa. Penggunaan Zometa jadi double selain mengobati kanker di tulang dapat dipakai untuk osteoporosis.

Peranan Transfer Factor dan Transfer Factor Plus

Sebelum menderita kanker ini mama sudah meminum transfer factor sebagai penunjang kesehatan karena lupus yang dideritanya. Tetapi karena terkena kanker ini maka mama mulai minum transfer factor plus sebagai pendamping kemoterapi. Dosis yang digunakan adalah

  • Transfer Factor Plus 3×3 per hari
  • Transfer Factor Trifactor 1×3 per hari

Mama mulai intense transfer factor ini sejak hormonal terapi ini dan hasil terakhir yang kami check tumor marker berhasil turun jadi 54. Banyak orang meminum transfer factor dan tidak mengalami hasil yang bagus ada kemungkinan karena dosis yang dipakai sedikit.

Mama pertama mencoba transfer factor plus hanya 1x per hari dikarenakan pusing terus sepanjang hari hal ini membuat mama tidak mau minum. Tetapi hasil yang dirasakan adalah BADAN LEBIH BERTENAGA DAN TIDAK LEMAS, biasanya sebelum minum ini kadang hari ini enak kadang tidak enak, katanya badan ini susah diprediksi hal ini membuat stamina jadi loyo. Setelah minum dan merasakan hasil positifnya maka dosis mulai ditingkat jadi jadi 3×3 per hari dan menghasilkan buah yang manis tumor marker bisa turun jadi 54. Hal ini tentu membuat mama sangat senang apalagi ketika Dr Kong membaca hasil test lab bagus dan mama dengar sendiri tumor marker jadi 54 hal ini tentu menjadi penambah semangat juang tersendiri.

Tabur Transfer Factor Trifactor untuk luka luar

Kanker sudah menyebar hingga di kulit jadi mama tiap malam harus mengganti perban dan membersihkan luka. Dan tiap malam itu terus menerus perih dirasakan hingga akhirnya saya mencoba menaburkan Trifactor ke luka dan besoknya ada kemajuan dimana luka bisa mengering. Mengering bukan berarti instant sembuh tetapi hal ini membawa hasil positif karena setelah kemo 8x kulit masih belum bisa kering. Hingga akhirnya dengan TRIFACTOR KULIT BISA MENGERING. Kami sudah berusaha hingga ke dokter kulit dan dokter ahli infeksi (Dr Lam Mun San) tetapi tidak kunjung kulit mengering dan akhirnya Tuhan memberikan jalan melalui transfer factor ini untuk membuat kulit bisa mengering. Thanks GOD.

Hingga saat ini kondisi mama sudah membaik dan masih mengkonsumsi transfer factor plus dan transfer factor trifactor secara rutin. Kami menunggu hasil check up berikut pada tanggal 18 Juni 2014 dan kami berharap hasil terus membaik.

Baca artikel lain mengenai Pendapat Dokter Tentang 4Life Transfer Factor