Tag Archives: terapi stem cell

Terapi Stem Cell

Terapi Stem Cell Untuk Mengobati Kanker

Terapi Stem CellStem cell, apa anda sudah pernah mendengar? Jika belum kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai stem cell. Stem cell ramai dibicarakan orang karena rumor mengatakan bahwa terapi stem cell mampu menyembukan berbagai macam penyakit. Khususnya dalam hal ini adalah kanker, sering kali setelah kita menjalani pengobatan yang sudah ada seperti kemoterapi, radioterapi, dll kemudian beberapa bulan muncul lagi sel kanker itu. Dengan teknologi stem cel ini kita berharap tidak terjadi munculnya sel kanker kembali.

Definisi secara pasti stem cell sudah dijelaskan oleh Google saat anda melakukan pencarian informasi mengenai stem cell. Posting kali ini kita akan membahas bagaimana terapi stem cell ini bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan bagi pasien kanker.

Bagaimana Stem Cell Bekerja

Sebelum mengarah ke pengobatan kanker dengan stem cell, mari kita nonton video berikut ini mengenai bagaimana stem cell bekerja untuk membunuh sel kanker.

Pada video yang anda tonton anda lihat bahwa terapi stem cell mampu membunuh stem cell dari sel kanker sehingga tidak terjadi kemunculan kembali. Tetapi sel kanker lain yang bukan stem cell tidak ikut terbunuh oleh karena itu diperlukan kombinasi dari terapi stem cell dan pengobatan yang ada saat ini seperti kemoterapi.

Berbagai Macam Jenis Transplantasi Stem Cell dan Bagaimana Stem Cell Mengobati Kanker

Pada bagian ini kita akan membahas mengenai macam-macam transplantasi pada stem cell dan bagaimana setiap transplantasi ini dapat mengobati kanker. Berikut ini adalah 3 jenis transplantasi pada stem cell:

  • Autologous = Sel berasal dari pasien sendiri
  • Allogeneic = Sel berasal dari keluarga atau bukan keluarga tetapi sel cocok dengan pasien
  • Syngeneic = Sel berasal dari kembaran anda

Autologous

Stem cell jenis ini mengambil sel dari pasien sendiri tetapi terdapat kelebihan dan kekurangannya berikut ini adalah kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan Kekurangan
Tidak akan terjadi penolakan di dalam tubuh Sel kanker bisa ikut terambil.
Tidak akan terjadi infeksi di dalam tubuh Sistem kekebalan tubuh tetap sama ketika sebelum dan sesudah transplan, ada kemungkinan sel kanker bisa lolos dari sistem kekebalan tubuh.

Stem cell akan diambil dari pasien kemudian setelah menerima kemoterapi sel yang diambil tadi akan disuntikan kembali kepada pasien. Terapi stem cell tipe ini digunakan untuk mengobati leukimia, limphoma dan terkadang juga dipakai untuk kanker testis dan neuroblastoma dan beberapa jenis kanker pada anak-anak.

Allogeneic

Stem cell tipe ini menggunakan sel dari donor biasanya datang dari keluarga sendiri atau dari orang lain yang cocok dengan pasien.

Kelebihan Kekurangan
Sel dari donor mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lain dari pasien sehingga dapat membantu membunuh sel kanker Stem cell dari donor bisa hancur di dalam tubuh pasien.
Donor bisa menyumbangkan lebih banyak stem cell atau bahkan sel darah putih dan stem cell dari donor ini bebas dari sel kanker Sistem kekebalan tubuh dari donor yang dibawa stem cell bisa membunuh sel kanker dan sel sehat.
Ada kemungkinan terjadi infeksi

Pada stem cell tipe ini tetap menggunakan kemoterapi dan setelah itu dilakukan suntikan stem cell untuk menghancurkan stem cell kanker sehingga tidak terjadi kemunculan kepada dari sel kanker itu.

Syngeneic

Stem cell pada tipe ini diambil dari saudara kembar anda. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan seperti pada stem cell tipe yang lainnya.

Kelebihan Kekurangan
Tidak mungkin terjadi penolakan pada tubuh Donor stem cell dapat membantu membunuh sel kanker.
Stem cell dari donor tidak mengandung sel kanker

Pada tipe ini pun tetap menggunakan pengobatan kanker yang saat ini ada sehingga setiap usaha dilakukan untuk membunuh sel kanker sebelum transplantasi dilakukan agar sel kanker tidak kembali muncul.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa menggunakan terapi stem cell tetap harus menggunakan pengobatan saat ini untuk membunuh sel kanker. Jadi digunakan kombinasi antara pengobatan saat ini dengan stem cell. Pengobatan saat ini menghancurkan sel kanker dan terapi stem cell membunuh stem cell pada kanker agar tidak terjadi kambuh kembali.

Efek Samping Terapi Stem Cell

Setiap pengobatan tetap memiliki efek samping begitu juga dengan terapi stem cell memiliki efek samping setelah transplantasi dilakukan. Penting bagi pasien dan anda yang menjaga pasien untuk teliti pada setiap kejadian dan wajib bagi pasien untuk mengemukakan apa yang dirasakan setelah transplantasi. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi:

  • Sariawan atau tenggorokan sakit. Efek samping ini sering terjadi pada saat setelah kemoterapi atau radioterapi jadi pasien perlu membicarakan pada tim transplan agar dapat ditindaklanjuti dengan baik.
  • Mual dan muntah. Efek samping ini sudah pasti karena kemoterapi, sering kali dokter memberikan obat anti mual tetapi itu hanya bertahan saja tidak bisa hilang 100 persen. Anda juga perlu membicarakan pada tim transplan.
  • Infeksi. Pada masa 6 minggu setelah transplan anda perlu waspada dengan infeksi karena sel darah putih masih dalam proses pembentukan baru.
  • Pendarahan. Setelah transplantasi bisa terjadi pendarahan karena pengobatan yang dilakukan melemahkan trombosit sehingga darah susah untuk beku.
  • Pneumonitis.Terjadi radang pada paru-paru ini terjadi pada masa 100 hari setelah transplantasi. Tetapi ada kemungkinan kelainan pada paru-paru bisa terjadi 2 tahun setelah transplan.
  • Penolakan dari transplan. Ini terjadi saat setelah transplan sel donor melihat sel pada pasien sebagai sel yang harus dihancurkan, maka akan terjadi penolakan pada transplan.

Itulah beberapa efek samping yang mungkin bisa saja terjadi setelah anda melakukan transplantasi. Ada harus selalu mengkonsultasikan dahulu sebelum melakukan terapi stem cell mengenai efek samping yang mungkin akan diderita oleh pasien. Sehingga anda bisa lebih siap ketika efek samping itu muncul.

Stem Cell di Indonesia

Stem cell di Indonesia masih tidak begitu populer seperti kemoterapi. Dan masih tidak banyak dokter yang ahli dalam bidang stem cell ini. Pengalaman saya konsultasi mengenai stem cell ini hanya 1 dokter yang saya temukan yaitu dokter di RS Mitra keluarga Waru Surabaya. Tetapi pengambilan tindakan transplantasi di RS Dr Soetomo. Untuk pengembangan stem cell masih belum begitu pesat di Indonesia. Pengobatan kanker masih tetap menggunakan kemoterapi, radioterapi dan hormon terapi.

Menurut sumber yang saya baca pada medika news ada 11 rumah sakit di Indonesia yang mampu melakukan stem cell diantaranya adalah:

  • Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo
  • Rumah Sakit Dr. Soetomo
  • RS Dr. M. Djamil, Padang
  • RS Jantung Harapan Kita, Jakarta
  • RS Fatmawati
  • RS Kanker Dharmais
  • RS Persahabatan
  • RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung
  • RS Dr. Sardjito, Yogyakarta
  • RS Dr. Karyadi, Semarang
  • RS Sanglah, Bali

Bagaimana dengan di Malaysia dan Singapura? 2 negara ini sering kali menjadi tujuan bagi orang Indonesia untuk berobat kesana. Secara pribadi saya belum mengetahui detail seberapa sering terapi stem cell ini dipakai untuk mengobati kanker.

Pengalaman Konsultasi Stem Cell di RS Dr Soetomo Surabaya

Pengalaman saya mencari alternatif pengobatan ketika itu kemoterapi, radioterapi bahkan bingung harus menggunakan obat herbal apa maka saya mencoba konsultasi dengan dokter di Surabaya mengenai terapi stem cell untuk pengobatan kanker. Kasus mama saya adalah kanker payudara yang sudah menyebar atau stadium 4.

Dalam konsultasi dengan dokter menjelaskan bahwa stem cell tidak bisa 100 persen pasti bisa menyembuhkan kasus mama saya tetapi ada satu kasus yang dipegang oleh dokter disana kanker pankreas bisa sembuh. Dari situ saya tertarik untuk mencari informasi lebih lanjut. Stem cell yang dijalani adalah mengambil darah dari pasien atau anak kemudian dikembangkan setelah itu bersamaan dengan obat pembunuh sel kanker dimasukkan kembali ke pasien kanker sehingga pasien bisa sembuh dari kanker.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk 1x terapi stem cell pada waktu itu (2015) adalah sekitar 30jt hanya untuk sekali saja. Bayangkan terapi stem cell ini sangat mahal sekali tidak berbeda dengan kemoterapi yang mahal juga. Menurut pendapat saya tidak semua orang bakal bisa menjalani terapi stem cell kalau tidak punya dana yang banyak.

Saat itu mama saya memutuskan tidak mau mengambil terapi stem cell ini jadi pengalaman pribadi saya mengenai stem cell ini hanya sebatas konsultasi dengan dokter saja.

Kesimpulan

Dari berbagai macam sumber terapi stem cell ini dapat kita simpulkan bahwa hanya dengan menjalani terapi stem cell saja tidak cukup membuat pasien sembuh dari kanker. Melainkan harus menjalan 2 kombinasi pengobatan yaitu pengobatan saat ini (kemoterapi, radioterapi, dll) dan terapi stem cell. Terapi stem cell bertujuan membunuh stem cell dari sel kanker sedangkan obat kanker (kemoterapi, radioterapi, dll) digunakan untuk membunuh sel kanker yang lain.

Bagi pembaca blog ini yang mempunyai pengalaman dengan terapi stem cell saya mengajak anda untuk berani bercerita, share pengalaman anda kepada kita semua agar pasien kanker yang ada bisa mendapatkan informasi yang berharga dari pengalaman anda. Langsung saja anda bisa menuliskan pada bagian komentar, jika anda ingin bercerita panjang lebar mengenai pengalaman anda maka akan kita berikan 1 halaman khusus bagi anda karena pengalaman anda sangat berharga bagi pasien kanker. Ayo langsung saja berikan komentar anda.

Baca artikel lain mengenai Olahraga Untuk Mencegah Kanker

Source
Source 1
Source 2
Source 3