Tag Archives: Terapi Hormon Untuk Kanker Payudara

Terapi Hormon Untuk Kanker Payudara

Hasil Fantastis dari Terapi Hormon Untuk Kanker Payudara

Blog ini sempat beku karena saya masih harus ada pekerjaan lain yang harus dikerjaan, kali ini saya melanjutkan cerita pengalaman perjuangan mama saya untuk melawan kanker payudara yang dialaminya. Posting terakhir menceritakan bagaimana mama saya terkena penyebaran pada getah bening yang menyebabkan lengan menjadi bengkak (lymphedema). Setelah 8x kemoterapi yang dijalankan oleh Dr Kong pada mama saya, kami disarankan untuk menjalani terapi hormon karena lebih mudah dan murah, apalagi tumor marker sudah mulai menurun.

Apa Itu Terapi Hormonal?

Terapi hormon adalah terapi yang menggunakan obat hormon untuk mencegah kanker berkembang biak. Dalam kasus ini kanker payudara, kenapa kanker payudara mama saya dapat disembuhkan menggunakan terapi hormon karena jenis sel kanker yang diidap oleh mama saya bersifat hormonal. Artinya adalah sel kanker berkembang biak dengan memakan hormon saja. Untuk mengetahui jenis sel kanker yang diderita dapat menggunakan biopsi yang sudah saya ceritakan sebelumnya.

Bagimana Cara Kerja Terapi Hormonal?

Terapi hormonal ini bekerja dengan menggunakan tablet hormon yang mencegah sel kanker agar tidak bisa memakan hormon sehingga sel kanker karena tidak bisa makan akan mati dengan sendirinya. Tablet hormon yang dipakai oleh mama saya adalah FEMARA. Sangat mudah sekali terapi ini dibandingkan dengan kemoterapi. Tablet hanya diminum 1x sehari sebelum makan dan itu dilakukan setiap harinya. Sangat mudah dan tidak berefek samping yang berat hanya saja Femara dapat menyebabkan kolesterol jadi harus tetap dikontrol kolestrol dalam darah.

Pengalaman Menjalani Terapi Hormonal Pada Penderita Kanker Payudara?

Sejak selesai dari kemo 8x mama saya sudah mencapai fisik sehingga dokter tidak menganjurkan untuk kemo lagi dan mama saya juga sudah capek menjalani kemo terus karena efek sampingnya. Dr Kong memberikan terapi hormon pada mama saya dengan menggunakan tablet Femara yang hanya diminum 1x dalam sehari dan harus kontrol setiap 2 bulan sekali. Hal ini meringankan kami dari segi mama saya sudah lega karena tidak harus menderita efek samping dari kemo dan lagi biaya mahal untuk kemo sedangkan terapi hormonal jauh lebih murah.

Kami menjalani pertama kali terapi hormon ini sangat mudah dan mama saya tidak mengeluhkan apa-apa, kemudian kami ada kendala karena kolestrol mama naik, sebenarnya Femara tidak begitu menyebabkan kolestrol begitu parah tetapi mungkin karena kebanyakan makanan berminyak dan ditambah efek samping femara maka kolestrol menjadi naik. Mama saya secara mudah dapat mendeteksi karena di leher rasanya tidak enak atau kaku jadi perkiraan kolestrol naik dan langsung diberi obat penurun kolestrol yaitu lipitor. Besoknya kondisi lebih enak, pengalaman jika keseringan meminum lipitor badan mama saya menjadi lemas.

Hasil Fantastis Yang Dicapai

Setelah 9 bulan kami menjalani terapi hormon untuk kanker payduara ini hasil yang dicapai sangat fantastis karena tumor marker CA 15-3 yang dulunya tidak normal sekarang menjadi 11-15 point. Hasil yang sangat luar biasa karena dari kemoterapi terakhir yang dijalani mama saya CA 15-3 nya 70an, dari 9 bulan terapi hormon dan beberapa kali check up darah tumor marker mengalami penurunan hingga akhirnya setelah 9 bulan ini mencapai angka 11-15 point saja.

Kelemahan dari Terapi Hormon

Melihat sekilas dari pengalaman diatas pembaca pasti akan memilih terapi hormon saja daripada kemoterapi. Tetapi terapi hormon ini mempunyai kelemahan yaitu obat terapi hormon ini hanya bisa menjaga atau mematikan sel kanker di payudara saja, untuk kasus mama saja kanker sudah menyebar di kulit, getah bening dan tulang tidak ikut terkena obat hormon ini. Jadi kanker mulai berkembang pada bulan 9 pada bagian selain payudara. Untuk kanker di payudara sudah benar-benar normal. Kami bisa mengetahui ini karena kulit yang mulai memburuk dan setelah itu kami cek melalui PET scan dan konsultasi ke Dr Kong dan hasilnya memang kanker selain di payudara tidak dapat dibendung dengan terapi hormon. Tetapi kami tidak kecewa pada terapi hormon karena bisa menghasilkan hasil yang fantastis yaitu TUMOR MARKER MENJADI NORMAL KEMBALI.

Baca artikel lain mengenai Healing Crisis Atau Proses Penyembuhan