Tag Archives: tanda tanda leukemia

Ciri-Ciri Penyakit Leukimia

Ciri-Ciri Penyakit Leukimia yang Sering Terjadi dan Diabaikan

Leukimia adalah sebuah penyakit yang menyerang sel sel darah putih yang ada di dalam tubuh kita. Sel darah putih itu sendiri memiliki fungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai virus dan bakteri dari luar yang akan membahayakan tubuh. Bayangkan jika ‘tentara’ yang melindungi tubuh kita ternyata diserang dari dalam, apa jadinya kondisi tubuh kita? Jangan kaget jika kemudian tubuh akan mengalami kelelahan yang sangat dan berbagai penyakit akan masuk dengan mudah karena antibodi yang ada di dalam tubuh pun sudah dilumpuhkan.

Kanker darah atau leukimia ini tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga bisa menyerang anak-anak. Penyakit yang satu ini memiliki keterkaitan dengan gen bawaan, atau turunan. Apabila dalam satu garis keluarga ada keluarga yang mengalami kanker darah, maka kelak keturunannya juga akan mengalami hal serupa. Oleh sebab itu, untuk menghindari kondisi yang semakin parah, kita harus mengetahui ciri-ciri penyakit leukimia supaya bisa segera melakukan tindakan medis.

Ciri-ciri Penyakit Leukimia yang Fatal, tapi Diabaikan

Banyak sekali penderita leukimia yang tidak menyadari gejala-gejala leukimia, padahal sudah merasakan gejala yang abnormal pada kondisi tubuh mereka masing-masing. Kebanyakan merasa bahwa diri mereka tidak apa-apa dan lebih memilih untuk mendiamkan gejala yang datang karena merasa gejala tersebut tidak merugikan mereka, apalagi bagi yang masih bisa beraktivitas. Akan tetapi, sesungguhnya gejala-gejala yang muncul di bawah ini adalah tanda bahwa leukimia sudah memasuki tahapan yang cukup serius dan jika tidak ditanggulangi bisa menyebabkan masalah yang lebih besar, bahkan kematian.

  • Sering Merasa Lemas dan Kelelahan. Ini adalah ciri-ciri penyakit leukimia yang pertama dan paling awal terjadi, dimana tubuh menjadi terasa sangat lelah dan letih, padahal tidak melakuan aktifitas yang berat. Jangankan untuk berolahraga dan melakukan pekerjaan yang berat, bahkan untuk berjalan di dalam rumah saja rasanya sudah sangat lelah. Ini adalah gejala leukimia yang paling umum menurut direktur program leukimia. Mark Levis, MD, PhD yang berada di Pusat Kanker Komprehensif Johns Hopkins Sidney Kimmel. Terjadinya kondisi ini adalah disebabkan kekurangan sel darah merah (anemia) yang disebabkan oleh terlalu banyak sel darah putih di dalam tubuh. Awalnya mungkin hanya terasa lelah fisik biasa, tapi ke depannya lelah secara ekstrim akan terasa dalam jangka waktu yang cepat.
  • Napas yang Makin Sesak. Tidak cuma terasa lelah dan lemah, namun ciri-ciri penyakit leukimia lainnya adalah terasa sesak napas. Masih menurut Dr. Levis, penderita leukimia akan kesulitan bernapas, terengah-engah dan kehabisan napas. Jangankan untuk melakukan olahraga yang ekstrim, untuk berjalan melintasi ruangan saja bisa kehabisan napas seperti sudah melakukan lari sprint ratusan meter. Bukan cuma menjadi gejala leukimia, namun juga bisa menjadi ciri-ciri kanker paru-paru.
  • Muncul Memar Secara Tiba-Tiba dan Susah Hilangnya. Ciri-ciri penyakit leukimia lainnya yang sering penderitanya tak acuh adalah memar yang muncul spontan dan hilangnya sangat sulit. Memar biasanya terjadi karena trauma fisik seperti kejedot atau dipukul, namun bagi para penderita leukimia hal ini tak berlaku. Memar tersebut muncul sendiri dan lama hilangnya. Hal itu seperti yang dijelaskan oleh Pamela Crilley, DO, yang merupakan seorang ketua departemen onkologi medis yang berlokasi di Pusat Perawatan Kanker Amerika dan juga sekaligus kepala onkologi medis di Pusat Medis Regional Timur. Hal itu bisa terjadi karena pembekuan darah yang rendah. Memar akan muncul begitu saja walaupun kita tidak melakukan apapun, memar tersebut biasanya muncul di lengan, kaki dan beberapa bagian tubuh lainnya.
  • Lebih jauh lagi, ciri-ciri penyakit leukimia adalah terjadi pendarahan di berbagai bagian tubuh yang tak biasa, seperti paru-paru, kepala, usus, dan gusi, juga mimisan. Hal itu bisa terjadi sebab tubuh kekurangan trombosit dan juga masalah pada pembekuan darah yang menunjukkan bahwa leukimia yang diderita sudah akut.
  • Bintik Merah di Bawah Kulit. Ciri lain yang lebih spesifik menegaskan leukimia adalah munculnya petechiae, yakni merupakan bintik-bintik merah kecil yang terlihat di bawah kulit kita dan kondisi itu disebabkan oleh pendarahan di dalam. Kurang lebih bentuknya seperti titik-titik merah yang dibuat menggunakan pulpen di atas kulit. Banyak yang tak menyadari keberadaannya karena ukuran bintik yang sangat kecil, akan tetapi bintik yang tak menimbulkan sakit itu menunjukkan jumlah trombosit yang sangat rendah. Harus diwaspadai. Lokasi dimana titik ini bisa terlihat adalah di sekitar pergelangan kaki sebab daya tarik bumi membuat akumulasi cairan tubuh berada di bagian bawah tubuh atau kaki seharian.
  • Gusi yang Membengkak dan Membesar. Gusi membengkak ini dikenal sebagai hiperplasia gingiva, tak semua pasien leukimia akut mengalami gejala ini, tetapi sebagian kecil mengalaminya dan menjadi gejala leukimia yang paling meyakinkan. Bahkan para dokter juga selalu meminta pasien dengan diagnosis leukimia untuk membuka mulut dan memeriksa gusinya untuk menegaskan kondisinya.
  • Selalu Kenyang dan Kembung. Ada ciri lain dari leukimia adalah limpa yang membengkak, dan sebabkan nafsu makan jadi hilang. Pasien hanya bisa makan sedikit saja karena lambung selalu terasa penuh, itu dikarenakan limpa yang membengkak menekan lambung ke atas yang sebabkan kenyang.

Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Leukimia

Selain mewaspadai gejala-gejala yang mungkin bisa saja terjadi, kita juga harus mengetahui berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya leukimia. Salah satunya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Bukan cuma dengan mengurangi konsumsi lemak dan daging merah yang bisa memicu sel kanker, namun juga dengan memperbanyak makan buah dan sayuran segar. Bisa diolah menjadi jus atau dijadikan salad buah sayur yang rasanya lezat.

Membiasakan diri untuk berolahraga rutin setiap hari juga memperkuat antibodi tubuh, membuatnya jadi lebih kuat dari serangan virus, antibodi lebih kuat maka tubuh pun jadi jarang sakit dan risiko kanker menjadi jauh lebih sedikit. Selain itu, hindari minum minuman beralkohol karena alkohol dapat menyebabkan kerusakan organ dalam, termasuk merusak sel-sel dalam tubuh dan mempersilakan sel kanker masuk. Merokok juga sangat dilarang, tembakau memiliki banyak racun dibandingkan manfaat untuk tubuh, bahkan bisa dikatakan jika tembakau sama sekali tak memiliki manfaat positif untuk tubuh kita. Hindari asap rokok, apalagi perokok pasif memiliki risiko yang lebih besar untuk mendapatkan masalah kesehatan yang berupa kanker atau penyakit lain yang berhubungan dengan pernapasan.

Untuk ibu hamil, jangan sampai menyentuh minuman beralkohol utamanya di tiga bulan pertama kehamilan karena bisa menyebabkan anak mengidap leukimia saat mereka anak-anak nanti. Lebih baik perbanyak minum air putih, minum jus buah segar, atau minum susu dan makan berbagai olahan susu.

Baca artikel lain mengenai Persiapan Sebelum Radioterapi

Gejala Kanker Darah pada Anak

Kenali Gejala Kanker Darah pada Anak dengan Cara Ini

gejala kanker darah pada anakKanker darah atau memiliki nama lain leukemia adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel sehat dan di dalam sumsum tulang membentuk sel darah putih berlebihan. Padahal sel darah putih dalam keadaan normal dibutuhkan untuk melawan infeksi. Namun pada penyakit kanker darah, sel darah putih diproduksi terlalu berlebihan dan abnormal sehingga tidak berfungsi dengan baik.

Sel darah putih yang berlebihan ini akan menumpuk di sumsum tulang dan mengurangi jumlah sel darah merah. Kanker darah dapat menyerang semua usia, tetapi jenis kanker ini banyak menyerang di usia anak-anak. Gejala kanker darah pada anak yang terlihat adalah sering terjadi pendarahan dan kulit pucat.

Jenis Kanker Darah

Pengelompokan kanker darah berdasarkan perkembangannya yaitu kanker darah akut dan kanker darah kronis. Disebut kanker darah akut karena penambahan sel darah putih yang abnormal dan menyebar ke aliran darah terjadi sangat cepat. Penderita kanker darah akut harus memperoleh penanganan dengan cepat. Disebut kanker darah kronis karena penambahan sel darah putih dan perkembangannya sangat lambat dalam jangka panjang. Umumnya gejala yang timbul tidak terlalu dirasakan.

Pengelompokan kanker darah berdasarkan penyerangan pada jenis sel darah putih yaitu leukemia mielogen akut, leukemia limfotik akut, leukemia mielogen kronis, dan leukemia limfotik kronis. Leukemia mielogen kronis dan leukemia limfotik kronis umumnya diderita oleh usia dewasa. Sedangkan leukemia mielogen akut dan leukemia limfotik akut dapat menyerang usia dewasa serta usia anak-anak.

Penyebab Kanker Darah pada Anak

Penyakit kanker darah disebabkan kelebihan produksi sel darah putih abnormal yang menumpuk di dalam sumsum tulang dan menurunkan fungsi sel darah sehat. Penyebab kanker darah atau leukemia pada anak belum diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker darah pada usia anak-anak.

Penyebab kanker darah pada anak-anak ialah faktor genetik, kelainan genetik, menghirup asap rokok, memiliki kelainan darah, pernah memperoleh pengobatan kanker seperti radioterapi atau kemoterapi, pernah terpapar zat kimia tertentu, pernah terpapar radiasi konsentrasi tinggi, pernah memperoleh transplantasi organ dan terpapar virus sejenis retrovirus atau virus leukemia.

Stadium Kanker Darah pada Anak

Kanker darah pada anak memiliki tingkat keparahan berdasarkan penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. Melalui pemeriksaan stadium kanker darah ini maka dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan tingkat keparahannya.

Berikut adalah stadium kanker darah pada anak menurut tingkat keparahannya.

  1. Stadium 0. Stadium 0 ini adalah gejala awal dari kanker darah yang ditandai sel tubuh mulai tidak normal. Pada stadium ini umumnya gejala belum dirasakan oleh anak-anak.
  2. Stadium 1. Pada stadium ini anak mulai menampakkan gejala seperti sering mengeluarkan darah dan darah sukar membeku. Bagi beberapa penderita memiliki darah yang berwarna merah muda.
  3. Stadium 2. Stadium 2 merupakan stadium lanjut dan umumnya baru memperoleh pengobatan. Pengobatan yang diberikan berupa terapi sasaran untuk mencegah penyebaran sel kanker dan persiapan operasi.
  4. Stadium 3. Pada stadium 3 ini sel kanker sudah mulai menyebar ke getah bening dan menimbulkan benjolan. Anak juga dapat mengalami pembengkakan pada bagian tertentu.
  5. Stadium 4. Pada stadium ini anak mengalami pendarahan yang berlebihan, sesak napas, infeksi, wajah pucat, dan kerusakan organ.

Gejala Kanker Darah pada Anak

Anak yang memiliki penyakit kanker darah atau leukemia menampakkan suatu gejala dan harus diwaspadai. Pada sebagian besar anak-anak tidak terlalu merasakan gejala-gejala yang timbul dan sering diabaikan. Anak-anak sering tidak mau mengatakan rasa sakit dan gejala yang dialami. Namun orang tua harus mewaspadai jika anak-anak memiliki gejala atau sakit yang tidak wajar.

Berikut ini adalah gejala yang timbul pada anak pengidap kanker darah.

  1. Sering mengalami mimisan.
  2. Kepala terasa pusing yang parah.
  3. Sering mengalami pendarahan pada gusi.
  4. Kulit terlihat pucat.
  5. Mengalami demam dengan suhu 38ºC dalam jangka yang lama.
  6. Pada kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan dada mengalami pembengkakan.
  7. Rasa nyeri pada tulang.
  8. Sering mengalami memar pada kulit.
  9. Mudah mengalami pendarahan dan darah sukar membeku.
  10. Penurunan berat badan yang drastis.
  11. Kehilangan keseimbangan tubuh dan mudah terjatuh.

Apabila orang tua memperhatikan anak-anak memiliki tanda-tanda leukemia atau kanker darah seperti di atas sebaiknya harus diwaspadai. Segera periksakan ke dokter untuk memperoleh kepastian tentang gejala yang dialami. Pengobatan yang dilakukan sejak dini akan mendapat peluang lebih besar kemungkinan kesembuhan leukemia pada anak.

Anak-anak yang dicurigai memiliki gejala penyakit kanker darah sebaiknya segera diperiksa ke dokter untuk memperoleh pengobatan. Gejala kanker darah pada anak ini harus diwaspadai agar sel kanker tidak menyebar sehingga tingkat penyembuhan secara total dapat lebih tinggi. Konsultasikan ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat.

Baca artikel lain mengenai Cara Diet Vegetarian