Tag Archives: suplemen pasca kemoterapi

Pantangan Setelah Kemoterapi

Patuhi Pantangan Setelah Kemoterapi Ini agar Kembali Sehat

Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan yang dilakukan untuk melawan kanker yang diderita oleh seseorang. Dalam praktiknya, kemoterapi melibatkan berbagai jenis obat-obatan dan zat kimia yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara meracuninya. Lebih dari 50 jenis obat-obatan digunakan untuk proses kemoterapi. Obat-obatan ini dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara diinfus, disuntikkan, dan dimakan dalam bentuk tablet.

Untuk mengobati penyakit kanker, terdapat tiga cara kemoterapi yang bisa dilakukan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Kemoterapi sebagai terapi primer (utama). Tujuannya adalah untuk memberantas sel-sel kanker dalam tubuh penderita.
  2. Kemoterapi sebagai terapi tambahan. Terapi tambahan ini dilakukan untuk memastikan sel-sel kanker sudah bersih dan tidak akan kembali lagi. Umumnya, terapi tambahan ini dilakukan pada pasien yang melalui proses pembedahan dan pengangkatan tumor atau sudah melakukan radioterapi.
  3. Kemoterapi sebagai terapi paliatif. Terapi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan pertumbuhan dari tumor, tidak untuk membunuh sel kankernya. Umumnya terapi ini dilakukan pada pasien yang sudah berada pada stadium lanjut dengan kondisi sel kanker sudah menyebar ke berbagai organ dalam tubuh.

Proses Awal Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan yang teliti. Berikut proses awal dimulainya kemoterapi.

  1. Dokter akan melakukan pemeriksaan pertama untuk mengetahui kondisi penyakit dari pasien. Kemoterapi tentunya akan dilakukan pada pasien dengan kondisi yang memang mengharuskan dirinya menjalankan kemoterapi.
  2. Dokter akan memeriksa kondisi kesehatan dari pasien secara umum. Seluruh bagian tubuhnya akan diperiksa kondisi kesehatannya termasuk kesehatan dari fungsi hati dan ginjal.

Setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan, maka keputusan untuk kemoterapi pun akan diberikan. Pasien harus siap begitu juga dengan pihak keluarga yang harus selalu memberikan dukungan selama proses kemoterapi berlangsung.

Perawatan Selama Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu jenis terapi untuk membantu membunuh sel-sel kanker yang bukan tanpa efek samping. Terdapat beberapa efek samping yang akan dirasakan oleh pasien selama proses kemoterapi berlangsung. Untuk mengatasi efek samping tersebut, pihak keluarga sebaiknya senantiasa melakukan perawatan intensif kepada pasien. Berikut beberapa perawatan yang penting dilakukan selama proses kemoterapi.

1. Perawatan Mengatasi Hilangnya Nafsu Makan

Pasien kemoterapi akan mengalami penurunan atau hilangnya nafsu makan. Untuk mengatasi hal ini maka pasien tetap harus menjaga pola makannya. Kiat pola makan untuk pasien yang mengalami hilangnya nafsu makan adalah sebagai berikut.

  • Memakan 6 jenis makanan regular dan kecil sepanjang hari.
  • Mengonsumsi sarapan 1/3 dari kebutuhan kalori.
  • Selalu sediakan makanan ringan.
  • Sediakan makanan dengan aroma yang menarik.
  • Pilih makanan dengan energi dan protein yang tinggi.
  • Mencoba makanan-makanan yang baru.

2. Perawatan Mengatasi Mual Dan Muntah

Mual dan muntah adalah salah satu efek samping yang akan dirasakan hampir seluruh pasien kemoterapi. Untuk mengatasi mual dan muntah tersebut, berikut perawatan yang bisa dilakukan.

  • Selalu makan dahulu sebelum pengobatan dimulai.
  • Selalu berkumur sebelum dan sesudah makan.
  • Memakan makanan kering seperti roti panggang dan biscuit.
  • Sesap minuman perlahan sepanjang hari.
  • Mengisap permen mentol, es batu, atau permen keras untuk menjaga kesegaran mulut.
  • Mengalihkan perhatian dengan menonton televisi, membaca, atau mendengarkan musik.

3. Perawatan Mengatasi Diare

Diare bisa saja terjadi pada pasien kemoterapi. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut beberapa perawatan yang bisa dilakukan.

  • Menghindari beberapa jenis sayuran seperti kembang kol, kubis, dan brokoli.
  • Meminum satu cangkir cairan setelah buang air besar.
  • Membatasi produk susu selama masa kemoterapi.
  • Memakan makanan seperti sup kaldu, elektrolit, pisang, dan buah-buahan kaleng yang bermanfaat untuk menggantikan cairan dalam tubuh karena diare.

4. Perawatan Mengatasi Sembelit

Selain diare, pasien kemoterapi juga sering mengalami sembelit. Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan beberapa perawatan berikut.

  • Meminum banyak cairan dari 8 sampai 10 gelas.
  • Meningkatkan jumlah serat yang masuk seperti buah-buahan, biji-bijian utuh, dan sayuran.

5. Perawatan Mengatasi Mulut Kering

Mulut kering juga umum terjadi pada pasien kemoterapi. Beberapa bentuk perawatan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Memakan makanan yang basah.
  • Menghindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula.
  • Memakan makanan penutup yang beku seperti potongan es.
  • Menggunakan sedotan saat minum.
  • Menyediakan air untuk melembabkan mulut.
  • Mengunyah permen karet untuk merangsang produksi air liur.

Pantangan-pantangan Setelah Kemoterapi

Setelah proses kemoterapi selesai, pasien tetap harus menjaga kesehatan dan asupan nutrisinya. Setelah kemoterapi juga, terdapat beberapa pantangan yang harus dpatuhi oleh pasien agar cepat pulih. Salah satunya adalah pantangan dalam hal makanan. Berikut beberapa pantangan makanan yang harus dipatuhi oleh pasien setelah kemoterapi.

1. Sayuran Mentah

Untuk pasien yang sudah menjalani kemoterapi, sebaiknya menghindari jenis makanan dari sayuran yang masih mentah. Walaupun beberapa jenis sayuran yang dikonsumsi mentah mengandung nutrisi yang baik, akan tetapi sebaiknya sayuran tetap diproses terlebih dahulu untuk pasien yang sudah menjalani kemoterapi. Umumnya pasien yang baru saja selesai kemoterapi kekebalan tubuhnya rendah dan kadar darah putihnya pun rendah. Oleh karena itu, sebaiknya tidak mengonsumsi sayuran mentah terlebih dulu.

2. Makanan yang Tinggi Lemak

Pasien yang baru saja selesai kemoterapi harus menghindari makanan-makanan yang mengandung lemak tinggi. Makanan berlemak tinggi hanya akan membuat kanker menjadi kambuh dan semakin parah. Beberapa jenis makanan berlemak tinggi yang harus dihindari oleh pasien setelah kemoterapi di antaranya susu, mentega, keju, kentang goreng, ayam goreng, daging panggang, dan masih banyak lagi.

3. Makanan Berminyak

Selain makanan berlemak, pasien yang baru selesai kemoterapi juga harus menghindari makanan berminyak. Makanan yang digoreng dengan minyak memiliki kandungan yang kurang baik untuk pemulihan pasien kemoterapi. Oleh karena itu, jauhkan berbagai jenis makanan yang digoreng dengan minyak.

4. Makanan dengan Kandungan Garam Tinggi

Makanan lainnya yang harus dihindari oleh pasien kemoterapi adalah makanan dengan kandungan garam yang tinggi. Garam yang tinggi akan membuat sel kanker yang tersisa dalam tubuh kondisinya menjadi semakin buruk. Garam dalam jumlah tinggi akan memicu timbulnya pembengkakkan dan membuat tubuh menyerap dan menahan air.

5. Makanan Pedas

Selanjutnya adalah makanan pedas. Makanan pedas sebaiknya dihindari setelah proses kemoterapi selesai. Makanan pedas hanya akan membuat pasien lebih mudah terserang diare sehingga kondisi kesehatannya akan semakin buruk, padahal setelah kemoterapi pasien harus memulihkan kesehatan tubuhnya.

Itulah beberapa perawatan pasien selama kemoterapi dan setelah kemoterapi. Kondisi kesehatan pasien harus selalu dijaga baik sebelum, selama, dan setelah proses kemoterapi. Semua pantangan tersebut sebaiknya dijaga dan dipatuhi baik oleh pasien maupun oleh keluarga pasien.

Baca artikel lain mengenai Kanker Payudara pada Pria

Makanan Setelah Kemoterapi

Cara Memilih Makanan Setelah Kemoterapi

Salah satu cara yang umum dilakukan untuk proses pengobatan pasien yang terserang kanker adalah dengan melakukan kemoterapi. Kemoterapi sendiri merupakan sebuah usaha yang bisa mengganggu reproduksi dari sel kanker dan akhirnya membantu membunuh sel-sel kanker itu sendiri. Akan tetapi, upaya kemoterapi sendiri bukan tanpa efek samping. Salah satu efek yang timbul setelah kemoterapi adalah rasa mual. Oleh karena itu, baik pasien maupun keluarga pasien harus bisa memilih dan mengolah makanan setelah kemoterapi yang cocok dan sehat.

Menu Makanan yang Baik Selama Masa Kemoterapi

Menu makanan yang sehat tidak hanya diperlukan pascakemoterapi saja, tetapi juga harus diberikan kepada pasien selama proses kemoterapi. Memilih makanan yang sehat dan mendukung proses penyembuhan dari kanker selama kemoterapi adalah pilihan yang bijak. Berikut jenis-jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Sayur-sayuran

Tidak bisa dipungkiri, sayuran memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Sayuran juga ternyata merupakan salah satu jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani kemoterapi. Beberapa kandungan dalam sayuran hijau seperti Vitamin E, Vitamin K, Vitamin A, dan zat besi sangat bermanfaat untuk membantu dalam melancarkan peredaran oksigen dan sel darah merah ke seluruh tubuh. Lancarnya peredaran oksigen dan sel darah merah ini sangat baik untuk para pasien penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

Telur dan Jahe

Telur merupakan salah satu jenis makanan yang kaya akan protein sehat, Vitamin B, Vitamin D, Vitamin E, dan selenium. Semua kandungan nutrisi tersebut memiliki banyak manfaat seperti membantu menjaga tubuh dari efek samping obat kanker yang keras dan membantu dalam mengurangi efek setelah melakukan kemoterapi.

Sedangkan jahe kaya akan sifat anti-inflamasi. Fungsinya dalam hal ini bisa membantu dalam mengurangi rasa mual dan muntah selama pasien menjalani kemoterapi. Jahe ini bisa dibuat dalam bentuk teh hangat yang lezat.

Kacang-kacangan

Salah satu jenis makanan yang juga baik untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah kacang-kacangan. Kacang-kacangan mengandung Vitamin B dan protein yang tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan perbaikan sel dan kekebalan tubuh dari pasien yang sedang kemoterapi.

Yogurt

Selain jenis makanan yang sehat, minuman yang baik untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah yogurt. Olahan dari susu yang memiliki rasa agak asam ini memiliki manfaat untuk mencegah turunnya berat badan pasien dan mencegah diare.

Puding

Untuk jenis makanan ringannya yang ditujukan sebagai camilan, puding merupakan pilihan yang tepat. Pastikan membuat puding sendiri agar bisa menentukan bahan apa saja yang baik untuk puding bagi pasien kemoterapi. Keluarga pasien juga bisa menambahkan bahan lain seperti susu yang bisa meningkatkan nutrisi dan kandungan di dalam puding itu sendiri dan tentunya bermanfaat untuk pasien.

Kentang yang Ditumbuk

Jenis makanan lain yang baik untuk pasien kemoterapi adalah kentang tumbuk. Pasien yang sedang menjalani kemoterapi sebaiknya mengonsumsi makanan yang lembut dan tentunya mudah untukdicerna. Kentang tumbuk yang dicampur dengan mentega dan susu bisa membantu untuk mencegah terjadinya penurunan berat badan pada pasien kemoterapi.

Tips Makan ketika Mual saat Kemoterapi

Mual dan muntah merupakan salah satu efek samping dari kemoterapi. Bisa dikatakan ini adalah hal yang memang terjadi pada setiap pasien kemoterapi. Kondisi ini tentunya membuat pasien merasa sangat tidak nyaman. Untuk mengatasi hal tersebut pemilihan jenis makanan dan cara makan harus diperhatikan dengan baik agar pasien tidak mudah mual dan muntah. Berikut beberapa tips untuk makan di saat terasa mual ketika sedang menjalan kemoterapi.

  1. Pasien sebaiknya makan terlebih dahulu sebelum memulai proses kemoterapi.
  2. Pasien sebaiknya memakan makanan yang lembut, mudah dicerna, dan lunak daripada memakan makanan yang sifatnya kerasa sehingga membuat sistem pencernaannya tidak bekerja terlalu keras.
  3. Menghindari jenis makanan yang pedas dan panas.
  4. Usahakan agar pasien selalu berkumur sebelum dan sesudah makan.
  5. Sebaiknya pasien berbaring setelah ia makan.
  6. Jangan sampai pasien minum dan makan terlalu cepat.
  7. Tidak dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula sehingga menjadi terlalu manis.
  8. Tidak mengonsumsi makanan yang memiliki aroma terlalu kuat.
  9. Makanan yang sifatnya terlalu berat, kaya akan santan dan minyak, sebaiknya tidak diberikan kepada pasien.
  10. Memberikan pengalih perhatian kepada pasien saat sedang makan misalnya membaca buku atau menonton TV. Hal tersebut bisa membantu pasien untuk terhindar dari rasa mual yang mungkin muncul saat sedang makan.

Tips Cara Membuat/Menyusun Menu Makanan Setelah Kemoterapi

Masa-masa kurang nyaman tidak hanya berlangsung pada saat kemoterapi saja, tetapi juga setelahnya. Beberapa efek kemoterapi bisa saja masih terasa bahkan setelah selesai kemoterapi, termasuk masalah makanan. Pasien yang sudah selesai proses kemoterapi harus mendapatkan asupan makanan setelah kemoterapi yang sehat dan mampu memulihkan kondisinya. Akan tetapi, tidak semua jenis makanan baik untuk pasien yang baru saja selesai melakukan kemoterapi. Keluarga pasien harus bisa mengatur, membuat, dan menyusun menu makanan sehat yang tepat untuk pasien yang sudah dikemoterapi. Berikut cara membuat/menyusun menu makanan setelah kemoterapi.

Menu Salad Sayur dengan Minyak Zaitun

Salah satu jenis makanan yang sehat dan lezat untuk pasien yang sudah menjalan kemoterapi adalah salad sayur. Ada baiknya, untuk pasien yang baru saja melakukan kemoterapi, jenis sayuran yang dipilih adalah yang memiliki warna mencolok yang berbeda. Usahakan juga tidak mengonsumsi jenis sayur yang sama setiap hari. Usahakan untuk memilih jenis sayuran kombinasi yang berbeda. Untuk menambah cita rasa dari salad, gunakan minyak zaitun sebagai dressingnya, jangan menggunakan bahan lain yang kandungan lemaknya tinggi.

Menu Telur Rebus

Seperti sudah dibahas dalam poin sebelumnya, telur memiliki banyak kandungan yang baik untuk pasien yang sudah menjalani kemoterapi. Akan tetapi, pengolahan menu telu untuk pasien harus sangat diperhatikan. Hindari cara memasak dengan digoreng karena kurang baik untuk pasien. Telur sebaiknya direbus saja sehingga aman untuk pasien. Menu telur rebus ini bisa digabung dengan makanan lainnya sebagai lauk untuk makan berat.

Menu Camilan Sehat

Pasien yang sudah menjalani kemoterapi juga membutuhkan menu makanan sampingan seperti camilan agar selera makannya meningkat. Hanya saja, camilan untuk pasien harus dijaga dan tentunya sehat. Salah satu menu camilan sehat untuk pasien adalah sayuran dan kacang yang direbus. Keluarga pasien bisa menggabungkan aneka makanan rebusan seperti kacang rebus, jagung rebus, buncis rebus, edamame rebus dalam sebuah piring saji sebagai camilan untuk pasien.

Menjaga jenis makanan setelah kemoterapi untuk pasien sangat penting untuk diperhatikan. Jika pasien masih harus menjalani kemoterapi beberapa waktu ke depan, maka perhatikan juga asupa nutrisi yang baik sebelum kemoterapi selanjutnya. Contohnya seperti jus untuk pasien kemoterapi, suplemen pasca kemoterapi, dan makanan bernutrisi lainnya yang baik dikonsumsi sebelum menghadapi kemoterapi selanjutnya.

Selain makanan setelah kemoterapi, kesehatan mental pasien juga penting untuk dijaga. Pastikan pasien selalu merasa tenang dan berpikiran positif, agar harapannya untuk sembuh bisa terus terjaga.

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell

Menaikan Berat Badan Pasca Kemoterapi

Tips Menaikan Berat Badan Pasca Kemoterapi

menaikkan-berat-badan-pasca-kemoterapiMerupakan hal yang sangat umum terjadi jika setelah menjalani kemoterapi berat badan akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Agar berat badan tersebut bisa normal kembali, dibutuhkan tips khusus untuk menaikan berat badan pasca kemoterapi yang harus dijalankan oleh penderita kanker.

Asupan Makanan dan Nutrisi

Salah satu metode yang harus dilaksanakan untuk menormalkan berat badan usai melakukan kemoterapi adalah mengatur asupan makanan dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Jenis makanan terbaik untuk menaikan berat badan tersebut antara lain kentang tumbuk yang dimasak bersama mentega atau susu.

Selain mengandung nutrisi kentang tumbuk juga bersifat lunak sehingga mudah dikunyah dan dicerna oleh tubuh. Olahan ini juga terasa ringan dan lembut di perut dan tidak menimbulkan rasa mual.

Berikutnya keju rendah lemak yang memiliki kandungan protein tinggi dan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan serta pemulihan tenaga. Makanan yang bisa dicampurkan pada camilan ini juga halus dan mudah dikunyah.

Telur merupakan makanan yang kandungan proteinnya juga tinggi dan dapat diolah ke dalam berbagai bentuk masakan. Apabila ditambah salad akan menambah asupan kalori yang sangat dibutuhkan penderita kanker setelah menjalani kemoterapi.

Jenis makanan lain yang bisa dipilih yaitu sup untuk menambah asupan vitamin, mineral dan kalori. Selain itu juga dapat menaikan berat badan pasca kemoterapi terutama sup dari bahan brokoli.

Kacang-kacangan juga dapat dinikmati bila penderita kurang suka dengan masakan berbahan daging. Tapi saat menyantap kacang-kacangan tidak boleh ditambah dengan rempah-rempah karena bisa menimbulkan gangguan pada perut.

Pilihan terbaik selanjutnya adalah puding yang sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah di tubuh serta rasa mual di mulut. Tapi selain puding jahe juga bisa dikonsumsi dengan tujuan yang sama. Jahe dapat dibuat minuman atau dimasukan dalam masakan sebagai bumbu.

Suplemen Tambahan

Selain jenis makanan yang disebutkan di atas, penderita penyakit kanker juga perlu tambahan suplemen pasca kemoterapi sehingga proses penyembuhan bisa berjalan lebih cepat. Adapun suplemen yang dikonsumsi harus bersifat antioksidan.

Selain aman, pemberian suplemen pasca kemoterapi juga dapat meningkatkan dampak positif dari kemoterapi yang baru saja dijalani. Meskipun demikian penggunaannya harus mendapat pengawasan dokter agar tidak menimbulkan masalah kesehatan. Terutama gangguan terhadap proses oksidatif pada DNS seluler.

Jangan sekali-sekali mengonsumsi obat tanpa menggunakan resep dari dokter. Jikapun obat tersebut hanya merupakan obat herbal saja, sebaiknya tetap berkonsultasi untuk menghindari terjadinya kesalahan yang fatal.

Masa Pemulihan

Rehabilitasi atau perawatan pasca kemoterapi adalah hal yang juga mempunyai nilai penting untuk membantu proses penyembuhan. Di masa ini, pemberian asupan makanan bergizi tidak boleh dihentikan bahkan harus dijalankan secara lebih kontinyu.

Pada umumnya, orang sehat makan 3 kali sehari setiap pagi dan siang serta malam. Tapi bagi penderita kanker tentu pola makan tersebut tidak bisa dijalankan secara normal karena sering muncul rasa mual apalagi usai menjalankan kemoterapi. Untuk mengatasi rasa mual tersebut, maka pola makan harus sedikit dirubah.

Tip terbaik yang bisa dilakukan adalah mengurangi porsi makanan yang disantap. Tapi waktu makannya bukan 3 kali sehari melainkan 6 kali. Jika pola ini masih terasa berat, masih dapat disesuaikan dengan kondisi pasien atau rasa mual yang dialaminya.

Intinya asupan makanan harus tetap masuk sesering mungkin meski setiap menyantap hanya hanya terdiri dari porsi kecil saja. Jika kondisi tubuh mulai membaik porsi bisa ditambah tapi harus dijaga agar perut tidak terlalu penuh. Terlalu banyak asupan makanan juga kurang baik bagi penderita kanker karena bisa memicu kembali rasa mual.

Selama menjalani masa perawatan pasca kemoterapi jenis makanan terbaik yang dapat dipilih adalah sayur dan buahan yang bersifat antioksidan. Hindarilah makanan berlemak tinggi serta yang bersantan karena jenis makanan ini akan membuat mulut dan perut makin terasa mual.

Masa Setelah Perawatan

Saat masa perawatan berlalu, pasien mulai masuk masa pemulihan. Dalam masa pemulihan pasca kemoterapi penderita kanker harus tetap banyak beristirahat agar tidak mudah lelah dan capai. Oleh karena itu, waktu tidur tidak boleh dikurangi.

Biasanya setelah kemoterapi pasien memang mudah tidur karena dokter akan mengasih obat anti nyeri yang biasanya mengandung suatu zat yang membuat tubuh jadi mudah mengantuk. Namun jika tidak bisa tidur dengan lelap, sebelum beristirahat sebaiknya minum susu hangat sebanyak 1 gelas.

Selain itu, ciptakan suasana yang nyaman agar pikiran tenang dan jauhkan diri dari perasaan menyesal agar tidak mudah mengalami tekanan jiwa dan stres. Dukungan dari keluarga dan teman terdekat merupakan sarana paling ampuh untuk menenangkan kondisi kejiwaan pasien kanker baik sebelum dan sesudah kemoterapi.

Apabila perasaannya selalu tenang dalam menjalani proses pemulihan pasca kemoterapi tentu penderita kanker juga akan merasa gembira karena telah berhasil melewati masa kritis. Dari perasaan tenang ini, pasien juga akan lebih mudah menaikan berat badan pasca kemoterapi di rumah sakit dan di rumahnya sendiri.

Baca artikel lain mengenai Cara Mengatasi Stress