Tag Archives: Simbar Menjangan

Simbar Menjangan

Simbar Menjangan, Tanaman Langka dengan Beragam Manfaat

Barangkali masih banyak di antara kita yang belum tahu dengan tanaman Simbar Menjangan atau Tanduk Rusa. Lumrah memang, mengingat Simbar Menjangan merupakan tanaman langka yang tidak mudah ditemukan di mana-mana. Oleh karena itu, sebagian orang membudidayakannya sebagai tanaman hias yang bernilai jual tinggi.

Simbar Menjangan termasuk dalam kelompok besar (genus) Platycerium. Tanaman ini merupakan jenis tumbuhan paku epifit. Ada 18 spesies tanaman paku yang tergabung di dalam genus Platycerium tersebut, namun yang asli dari Indonesia hanya sekitar 5 jenis saja.

Simbar Menjangan adalah tanaman paku epifit yang menumpang hidup pada tanaman induk (inang), tapi tidak bersifat parasit atau merugikan. Sebagian besar tumbuh di hutan hujan tropis dengan kadar kelembaban di atas 70%. Sisanya lebih menyukai tempat-tempat yang relatif kering dengan kadar kelembaban di bawah 60%. Tapi secara keseluruhan, tanaman Simbar Menjangan tidak membutuhkan perawatan ekstra untuk bisa tumbuh subur. Perawatan dilakukan semata-mata untuk membuat tampilannya lebih rapi dan indah.

Keunikan tanaman Simbar Menjangan terletak pada bentuk daunnya. Seperti namanya, bentuk daun ini memang mengingatkan kita pada tanduk rusa yang bercabang-cabang. Simbar Menjangan memiliki dua jenis daun tunggal, yakni daun mandul (steril) dan daun subur (fertil). Bentuk serta fungsi keduanya berbeda-beda.Daun steril berbentuk tegak dan menyerupai perisai. Berwarna hijau cerah. Tugas daun steril adalah menyerap air agar kelembaban rimpang tetap terjaga. Apabila kemarau, daun steril inilah yang paling duluan mengering.

Untuk daun fertil, bentuknya panjang dan menjuntai dengan ujung yang bercabang dan tumpul. Panjangnya bahkan bisa mencapai 2,5 meter serta berwarna hijau keputih-putihan.Daun fertil berperan besar dalam pengembangbiakan tanaman. Sebab, di bawah daun terdapat spora sebagai alat pengembangbiakan.

Di berbegai daerah penyebutan untuk tanaman ini berbeda-beda. Dua di antaranya seperti Paku Uncal (Jawa Barat) dan Simbar Meniangan (Jawa Tengah).

Daun Simbar Mengatasi Berbagai Penyakit Kronis

Kelangkaan Simbar Menjangan menyebabkan sebagian besar masyarakat tidak mengenal tanaman ini secara mendalam. Sebagai tanaman hias, mungkin banyak yang tak menyangka bahwa Simbar Menjangan sebetulnya diberkahi dengan khasiat herbal yang luar biasa. Pada daunnya yang unik itu tersimpan begitu banyak zat-zat penting yang ampuh mencegah dan mengatasi berbagai keluhan penyakit, mulai dari penyakit ringan hingga yang berat sekalipun.

Sebagai bukti, berikut ini adalah beberapa contoh penyakit yang dapat diobati dengan daun Simbar Menjangan.

1. Bisul

Bisul memang penyakit ringan, tapi sangat menganggu karena menimbulkan nyeri. Bahkan jenis bisul batu membutuhkan waktu sembuh yang lebih lama. Bisul disebabkan karena darah kotor berkumpul di bawah permukaan kulit. Sehingga timbul benjolan kecil berisi nanah dan darah pada permukaan kulit. Supaya bisul lekas kempes, oleskan daun Simbar yang telah dihaluskan dan dicampur kapur sirih 2x sehari. Dalam waktu 2-3 hari bisul akan segera sembuh.

2. Menyuburkan Kandungan

Apabila Anda dan pasangan ingin segera memiliki keturunan, tentu kesehatan rahim istri harus dipersiapkan terlebih dahulu. Sebab, rahim adalah hunian sementara jabang bayi nantinya. Untuk menyehatkan dan menyuburkan kandungan, cobalah mengonsumsi jamu daun Simbar setiap pagi. Caranya, haluskan beberapa lembar daun Simbar bersama dengan kunyit. Lalu rebus kedua bahan tadi, saring, dan minum dalam keadaan hangat. Selain untuk menyuburkan kandungan, jamu ini juga berkhasiat melancarkan haid.

3. Lesu Pasca Persalinan

Proses persalinan memang menguras tenaga. Tak ayal pasca bersalin, rasa lelahnya masih tertinggal. Belum lagi dihadapkan dengan kesibukan baru mengurus bayi. Begitu besarnya energi yang tercurah, tak heran jika banyak perempuan yang lesu dan pucat pasca persalinan. Namun, masalah ini dapat diatasi dengan mengonsumsi air rebusan daun Simbar, satu kali sehari, selama lebih kurang satu minggu. Hasilnya, tubuh akan terasa lebih bererenergi dan capek-capek hilang.

4. Gondok

Rata-rata penderita penyakit gondok tidak merasakan sakit. Akan tetapi, benjolan di leher mereka mengurangi kenyamanan dan menurunkan rasa percaya diri. Salah satu penyebab munculnya penyakit ini adalah kekurangan yodium. Agar benjolan gondok menciut dan sembuh, oleskan daun menjangan yang telah dihaluskan bersama garam secara rutin. Atas izin Tuhan YME, ikhtiar ini akan membawa perubahan positif pada penderita.

5. Demam

Demam sebetulnya adalah bentuk perlawanan tubuh terhadap virus atau bakteri penyebab infeksi. Umumnya, demam akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Namun, apabila suhu badan sudah terlampau tinggi (di atas 370 C), tak ada salahnya untuk mengonsumsi obat penurun panas. Salah satunya adalah air rebusan daun Simbar yang diminum 2x sehari.

Kanker Ovarium Sembuh Berkat Daun Simbar Menjangan

Khasiat daun Simbar Menjangan ternyata tak hanya sampai di situ. Kandungan zat yang tersimpan dalam daun Simbar telah diteliti dan terbukti efektif melawan pertumbuhan serta perkembangan sel kanker. Dalam hal ini, daun Simbar Menjangan paling sering dilibatkan pada upaya penyembuhan kanker rahim dan kanker payudara.

Khasiat daun Simbar Menjangan dalam membasmi kanker tentu tak terlepas dari kandungan nutrisi gizi dan non gizi yang dimilikinya. Berdasarkan penelitian, daun Simbar mengandung senyawa antikanker yang sangat unggul. Tiga di antaranya ialah Flavanoid, Saponin, dan Polifenol.

  • Flavanoid merupakan senyawa yang terdiri dari Flavon, Flavanol, Isiflavon, dan Anthocyanin. Pada tumbuhan, senyawa ini berperan sebagai pemberi warna dan rasa pahit. Namun di dalam tubuh, Flavanoid bekerja sebagai antioksidan yang ampuh menghalau radikal bebas penyebab kerusakan sel dan berujung pada kanker. Selain itu, Flavonoid juga efektif mencegah virus masuk ke dalam tubuh agar tak sempat hinggap di sel terutama sel darah yang rawan sekali terkontaminasi.
  • Saponin merupakan kelompok senyawa fitokimia dari jenis glikosida. Saponin mengandung racun yang sangat keras. Dalam dosis wajar, Saponin bekerja menghambat pertumbuhan sel karsinoma (kanker) dalam tubuh manusia, memblokir perluasan sel karsinoma, memperbaiki kerusakan sel, dan menghentikan pendarahan.
  • Polifenol, merupakan kelompok bahan kimia alami yang terdiri dari Asam Fenolat, Catechin, Isoflavon, Quercetin, dan Resveratrol. Sama seperti Flavanoid, polifenol berperan sebagai antioksidan yang tak kalah kuat. Di samping efektif menghambat pertumbuhan kanker, tugas lain Polifenol adalah meremajakan kembali sel-sel yang telah rusak, meningkatkan sirkulasi darah, mencegah peradangan (inflamasi), dan membantu membangun imunitas tubuh menjadi lebih baik.

Berkat adanya senyawa-senyawa antikanker tersebut, khasiat daun Simbar Menjangan dalam melawan kanker sama baiknya dengan buah bit, buah naga, mahkota dewa, dan sirsak.

Cara Mengonsumsi Daun Simbar Menjangan untuk Penderita Kanker

Apabila Anda atau kerabat Anda saat ini ada yang tengah berjuan melawan kanker rahim, tak ada salahnya berikhiar melalui cara alami yakni mengonsumsi air seduhan daun Simbaran. Ikuti cara pembuatannya berikut ini.

  • Sediakan satu tangkai daun Simbaran yang ukurannya sudah cukup besar. Cuci bersih, kalau perlu gunakan sikat untuk membersihkannya (tidak menggunakan sabun).
  • Jemur hingga sangat kering sekali. Lalu potong kecil-kecil seperti daun teh.
  • Ambil segenggam daun Simbaran kering tersebut, lalu seduh dengan 250 ml air panas. Diamkan hingga panasnya berkurang dan ekstrak daun keluar, kemudian minum sampai habis.

Konsumsi rutin air seduhan daun Simbaran sebanyak 2x sehari. Lakukan pengecekan medis untuk mengetahui progressnya.

Demikian ulasan mengenai manfaat besar daun Simbaran Menjangan. Semoga informasi yang kami hadirkan ini berguna bagi pembaca.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Jengkol Untuk Kanker