Tag Archives: setelah kemoterapi selesai

Berapa Lama Efek Kemoterapi

Berapa Lama Efek Kemoterapi Terjadi? Bagaimana Cara Menghilangkannya dengan Cepat?

Pengobatan kanker yang paling ampuh dan sering dilakukan adalah kemoterapi. Oleh karena bisa menyembuhkan kanker sampai ke akar-akarnya. Hal ini terjadi karena obat yang digunakan untuk kemoterapi akan masuk ke dalam tubuh penderita kanker lewat pembuluh darah.

Meski banyak pasien kanker yang menjalani kemoterapi sembuh, tapi jika sudah terlalu parah maka tetap tidak bisa tertolong meski dengan menggunakan dosis obat kemoterapi yang tinggi.

Obat yang digunakan untuk kemoterapi terbuat dari bahan kimia sehingga bisa memberikan efek samping kepada pasien. Efek ini akan berlangsung sebentar jika hanya efek samping ringan sementara jika efek sampingnya tinggi bisa lebih lama untuk hilang.

Ketahui informasi mengenai berapa lama efek kemoterapi dengan pembahasan di bawah ini.

Efek Kemoterapi yang Mungkin Terjadi

Efek paling umum yang terjadi adalah kerontokan rambut, kelelahan, dan mual muntah. Buruknya efek ini tergantung dengan kondisi tubuh pasiennya. Jika dia memiliki ketahanan tubuh yang baik maka dapat menghalau kuatnya efek obat kemoterapi dan hanya mengalami efek samping jangka pendek.

Berbagai efek dari kemoterapi antara lain sebagai berikut.

Efek Bagi Orang Lain

Efek kemoterapi bukan hanya bisa terjadi pada pasien tapi juga orang lain seperti perawatnya atau keluarganya. Oleh karena obat kemoterapi akan berada di tubuh pasiennya dalam waktu 2 hari atau 48 jam.

Jadi berbagai cairan yang keluar dari tubuhnya seperti urine, feses, muntahan, keringat, ludah, sperma, dan lain sebagainya mengandung obat kemoterapi. Orang lain jangan sampai terkena cairan cairan tubuh tersebut walaupun sedikit.

Oleh karena mereka juga bisa ikut-ikutan terkena kanker. Jika akan merawat dan menemani pasien maka harus menggunakan benda-benda yang membuat steril seperti sarung tangan karet. Kemudian menyiapkan lap yang sekali pakai dan langsung dibuang supaya risiko terkena cairan yang masih mengandung obat kemoterapi itu tidak ada.

Anemia

Anemia bisa terjadi akibat jumlah sel darah merah berkurang, begitu juga dengan sel darah putihnya. Padahal sel darah merah tersebut memiliki tugas untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Dengan kehilangan sel darah merah maka jumlah oksigen yang didapatkan berkurang. Gejala-gejala yang menunjukkan seseorang mengalami anemia setelah kemoterapi antara lain:

  • Napas pendek.
  • Kehilangan energi.
  • Kelelahan.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan.

Jika sudah seperti ini maka Anda butuh mendapatkan transfusi darah supaya jumlahnya menjadi normal.

Rambut Rontok

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, rambut rontok termasuk efek yang paling sering terjadi setelah kemoterapi. Jika bertanya mengenai berapa lama efek kemoterapi ini maka jawabannya adalah selama pasien kanker masih melakukan kemoterapi maka rambut rontok akan selalu terjadi.

Kerontokan rambut ini bukan hanya terjadi pada bagian kepala tapi rambut yang lain juga seperti pada kaki dan tangan.

Biasanya kerontokan rambut akan terjadi pada minggu pertama sampai ketiga sesudah melakukan kemoterapi yang pertama. Pada awalnya kerontokan mungkin akan sedikit dan tidak begitu terlihat tapi setelah minimal 1 bulan, kerontokan tersebut semakin jelas terlihat.

Tidak perlu khawatir jika mengalami hal ini karena apabila kemoterapi telah selesai rambut Anda akan tumbuh kembali. Namun untuk menunggu sampai hal itu tiba lumayan lama juga karena setiap pasien yang melakukan kemoterapi setidaknya akan melakukannya sampai 6 kali. Dari kemoterapi pertama sampai selanjutnya memiliki jangka waktu tertentu, yaitu sekitar beberapa minggu. Begitu juga dari kemoterapi kedua ke kemoterapi ketiga, begitu seterusnya.

Mual dan Muntah

Hal ini wajar terjadi karena obat kemoterapi yang sifatnya terlalu kuat sehingga mendorong keadaan di dalam tubuh menjadi kurang baik. Salah satu cara untuk mengurangi perasaan ini adalah dengan menggunakan pengobatan antiemetik yang dapat berupa.

  • Kapsul yang harus dimasukkan lewat bokong supaya bisa larut. Obat ini disebut dengan supositoria.
  • Obat injeksi.
  • Obat dalam bentuk kapsul dan tablet.

Jika sudah menggunakan obat ini biasanya efek ingin muntah dan mual bisa hilang.

Kelelahan

Hampir semua pasien akan mengalami kelelahan setelah melakukan kemoterapi. Oleh karena tubuh akan berupaya untuk menghalau kuatnya obat kemoterapi. Sel-sel di dalam tubuh dan beberapa organ akan bekerja dengan lebih keras sehingga menimbulkan kelelahan.

Namun efek samping ini bisa dihindari dengan melakukan kegiatan sehari-hari yang normal atau tetap olahraga.  Efek kelelahan ini mungkin juga hanya akan muncul sampai beberapa jam setelah kemoterapi.

Risiko Infeksi Meningkat

Imunitas tubuh dapat berkurang akibat kemoterapi. Hal ini masih berhubungan dengan turunnya jumlah sel darah merah dan sel darah putih. Dengan demikian Anda akan merasa sulit berpikir, kulit menjadi pucat, cepat lelah, merasa melayang, dan merasa kedinginan.

Kesuburan

Kesuburan termasuk efek samping jangka panjang jadi bisa berlangsung dalam waktu yang lama. Akibat kemoterapi, gairah seksual seseorang bisa menurun bahkan hilang.

Jika ditanya mengenai berapa lama efek kemoterapi ini maka jawabannya adalah hanya sampai pengobatan selesai juga.

Itulah dia beberapa efek samping kemoterapi yang mungkin bisa terjadi pada pasien. Berapa lama efek kemoterapi tersebut kebanyakan tergantung dengan berapa lamanya kemoterapi dilakukan.

Meskipun ada yang membutuhkan waktu lumayan lama juga, contohnya sampai bertahun-tahun. Contoh efek yang bisa berlangsung sangat lama, minimal berbulan-bulan adalah apabila obat kemoterapi membuat kesehatan organ reproduksi menurun seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

Efek samping juga bisa tertunda, tidak semuanya langsung terjadi. Contoh efek seperti ini adalah adanya kanker lanjutan. Oleh karena ada kemungkinan sel-sel kanker yang didiagnosa sudah hilang bisa muncul kembali. Contoh alasannya karena gaya hidup mantan penderita kanker kurang baik dan kurang bisa menjaga diri.

Mencegah Efek Samping Kemoterapi

Tentunya efek samping dari kemoterapi bisa dicegah dengan beberapa cara. Seperti pemberian perawatan atau pengobatan pendamping agar rasa sakit karena efek kemoterapi bisa berkurang.

Obat-obatan yang digunakan ini efeknya pada setiap orang bisa saja berbeda. Ada pasien yang meskipun sedang menjalani kemoterapi tetapi tetap bisa melakukan kegiatan normal, ada juga yang justru jadi mengalami keterbatasan aktivitas.

Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan maka Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter Anda.

Sementara itu, untuk cara lainnya adalah sebagai berikut.

Mencegah Anemia

Apabila efek yang dirasakan adalah anemia maka cara untuk mencegahnya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi. Contoh makanan tersebut antara lain:

  • Kismis.
  • Aprikot.
  • Daging.
  • Kacang polong.
  • Roti yang kandungan buat besinya banyak.
  • Sayuran yang berwarna hijau gelap.

Mencegah Risiko Infeksi

Cara untuk mencegah terjadinya efek ini antara lain:

  • Kebersihan tubuh harus terjaga dengan baik, seperti mandi setiap hari. Kemudian, benda berupa kain yang sering dipakai seperti sprei, handuk, dan baju harus dicuci bersih dan rutin.
  • Sering membersihkan tangan menggunakan air panas dan sabun. Apalagi sebelum makan dan menyiapkan makanan, dan setelah dari toilet.

Mencegah Mual dan Muntah

Supaya Anda tidak merasa mual dan ingin muntah maka bisa mengonsumsi jahe. Cara untuk mengonsumsinya adalah sebagai berikut.

  • Siapkan 1 sdm jahe yang sudah dipotong lalu masukkan ke dalam air panas. Biarkan dulu 5 sampai 10 menit. Lalu tambahkan dengan perasan lemon dan madu sedikit saja agar rasanya lebih enak.
  • Hindari makanan yang mengandung minyak.

Jika langsung mengonsumsi jahe maka mual muntah bisa segera dihilangkan.

Demikianlah pembahasan mengenai berapa lama efek kemoterapi dan cara untuk menyembuhkannya. Semoga semua pembahasan ini bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring

Setelah Kemoterapi Selesai

Tips Memulai Gaya Hidup Baru Setelah Kemoterapi Selesai

Setelah melakukan kemoterapi, penderita kanker akan merasakan dampak kepada kesehatannya. Seperti menjadi lebih lemas, kurang nafsu makan, dan lain sebagainya. Maka dari itu siapa pun yang sudah melakukan kemoterapi harus memulai gaya hidup sehat.

Meski kanker sudah hilang karena kemoterapi, tapi Anda harus tetap menjaga kesehatan. Maka dari itu Anda tidak bisa hidup sebebas dulu lagi karena ada banyak hal yang menjadi pantangan, seperti kegiatan, makanan, dan lain sebagainya.

Hal yang Terjadi Setelah Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan obat kimia untuk menghilangkan atau mencegah sel-sel kanker menyebar ke seluruh tubuh. Proses kemoterapi akan berpengaruh kepada seluruh tubuh sehingga sering menimbulkan efek samping. Oleh karena obat kemoterapi akan menyebar ke aliran darah sehingga mampu menghancurkan sel yang terkena kanker maupun yang sehat.

Ada banyak sekali hal yang mungkin terjadi setelah kemoterapi dilakukan. Ada yang jangka pendek atau hanya setelah kemoterapi, ada juga yang jangka panjang. Hal-hal yang akan terjadi setelah kemoterapi antara lain, mual dan muntah, kelelahan, risiko infeksi, rambut rontok, pendarahan dan memar, anemia, kesuburan, lemah konsentrasi, dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi itu semua maka Anda harus mengonsumsi makanan-makanan yang sehat. Setiap efek samping yang ditimbulkan memiliki jenis makanan berbeda-beda untuk dikonsumsi.

Gaya Hidup Sehat Setelah Kemoterapi dengan Makanan

Makanan bisa menjadi obat atau bahan untuk mencegah berbagai penyakit. Termasuk dalam menyembuhkan efek samping setelah kemoterapi maupun mencegah kanker untuk kembali lagi. Ada banyak sekali jenis-jenis makanan yang bisa Anda konsumsi setelah melakukan kemoterapi. Akan lebih baik lagi jika menjadi menu sehat sehari-hari.

Beberapa makanan yang paling baik untuk dikonsumsi setelah kemoterapi antara lain:

1. Jahe dan Telur

Dua jenis makanan ini punya kemampuan yang sangat baik dalam membuat kesehatan penderita kanker setelah kemoterapi menjadi lebih baik. Jahe memiliki kandungan yang punya sifat anti inflamasi. Memiliki fungsi untuk mengurangi kebiasaan mual dan muntah sesudah atau selama pasien sedang melakukan kemoterapi.

Sementara telur punya banyak sekali kandungan protein, vitamin E, vitamin D, dan vitamin B. Kandungan-kandungan ini dapat membantu tubuh untuk terhindar dari efek samping akibat obat kemoterapi yang sangat keras.

2. Sayur-sayuran

Tentu saja semua orang sudah tahu bahwa sayur-sayuran punya kandungan nutrisi yang memberikan dampak baik kepada kesehatan. Sayuran yang paling baik adalah yang berwarna hijau. Di dalamnya terdapat kandungan berupa vitamin A, vitamin E, vitamin K, dan zat besi. Zat besi punya manfaat untuk lancarkan sel darah merah dan peredaran oksigen ke seluruh tubuh. Kedua hal ini sangat penting bagi kesembuhan penderita kanker yang telah melakukan kemoterapi.

3. Kacang-kacangan

Kandungan yang baik dari kacang-kacangan adalah protein dan vitamin B. Fungsinya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan memperbaiki sel tubuh. Terutama bagi pasien yang sudah dan sedang melakukan kemoterapi.

4. Kentang yang Ditumbuk

Makanan ini akan mudah sekali untuk dicerna sehingga sangat membantu para pasien kanker setelah kemoterapi. Kentang bisa dijadikan makanan untuk mencegah penurunan berat badan. Cara untuk mengonsumsinya yang paling baik adalah mencampurkannya dengan susu dan mentega.

5. Puding

Apabila ingin mengonsumsi makanan ringan maka bisa menjadikan puding sebagai camilan. Lebih baik dengan membuatnya sendiri dari bahan-bahan yang baik bagi para pasien kemoterapi. Bahannya bisa ditambah susu agar nutrisinya banyak.

6. Yogurt

Yogurt bisa menjadi minuman yang baik sekali bagi pasien yang sudah melakukan kemoterapi. Manfaatnya adalah mencegah penyakit diare dan turunnya berat badan dari pasien.

Selain itu banyak jenis makanan lainnya. Antara lain kismis, apricot, daging, kacang polong, sayuran hijau, dan lain sebagainya seperti makan makanan yang punya kandungan antioksidan, misalnya greentea. Anda masih boleh makan makanan yang favorit tapi harus terkontrol.

Gaya Hidup Sesudah Kemoterapi dengan Kebiasaan

Anda harus melakukan gaya hidup yang baru setelah kemoterapi. Namun gaya hidup ini harus dijadikan kebiasaan baru, bukan hanya setelah kemoterapi saja. Berikut ini bagaimana saja gaya hidup baik sesudah kemoterapi yang harus dilakukan sampai kapan pun agar kesehatan tetap terjaga.

1. Olahraga Teratur

Dengan olahraga teratur maka Anda dapat membuat tubuh lebih fit sehingga selalu bugar dan sehat. Penyakit-penyakit yang berbahaya tidak akan mampu menyerang Anda. Dengan olahraga juuga metabolisme bisa berjalan dengan sangat baik. Jadinya kualitas kesehatan Anda bisa menjadi lebih maksimal.

Jika Anda yang tidak mau terkena kanker pun harus melakukan olahraga dengan teratur.

2. Harus Istirahat Cukup dengan Pola Tidur yang Baik

Siapa pun itu pastinya perlu istirahat yang cukup demi menjaga kesehatannya. Apalagi bagi orang-orang yang punya banyak pekerjaan. Jika orang sehat saja butuh istirahat yang cukup, apalagi bagi orang yang habis melakukan kemoterapi. Istirahat sangat penting dilakukan agar tubuh dan otak ikut istirahat sejenak.

Jika sudah capai, tapi tetap dipaksakan bekerja maka bisa membuat risiko penyakit bisa datang. Apalagi setelah Anda melakukan kemoterapi, pastinya ketahanan tubuh tidak akan seperti dulu lagi. Untuk menjaga istirahat yang cukup maka Anda harus punya pola tidur yang cukup dan baik.

Waktu tidur yang cukup adalah per malamnya selama 7 jam. Lalu jangan tidur terlalu larut malam, maksimal jam 11 malam saja.

3. Jaga Berat Badan

Jika berat badan terlalu besar maka risiko terkena penyakit kanker semakin besar. Makanya harus terus dijaga, begitu juga dengan orang yang baru menyelesaikan kemoterapi. Ada banyak cara untuk menjaga berat badan yang baik, seperti menjaga pola makan dengan yang sehat, olahraga, dan lain sebagainya.

4. Jangan Merokok

Bagi kebanyakan orang Indonesia terutama pria, merokok seperti sebuah kebutuhan pokok. Padahal menyimpan bahaya bagi tubuh. Jika orang sehat saja disarankan tidak merokok apalagi Anda yang baru selesai kemoterapi atau sudah menderita kanker. Merokok ini dapat membuat kerusakan pada paru-paru sehingga menyebabkan kanker paru.

5. Sering Pijat

Pijat dapat membuat Anda menjadi lebih tenang dan rileks makanya akan lebih baik jika sering melakukannya. Pijatan juga dapat membuat pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi menjadi lebih rileks dan tenang.

6. Jaga Kebersihan Tubuh

Jika Anda termasuk orang yang malas mandi atau tidak terlalu bersih maka mulai selesai melakukan kemoterapi harus berubah. Anda harus mandi setiap hari supaya kuman-kuman tidak akan ada di tubuh Anda. Biasanya kuman ini termasuk yang membuat penyakit sering muncul.

Lalu harus membersihkan tangan dengan air panas dan sabun secara rutin. Apalagi sebelum menyiapkan makanan atau habis buang air. Selain kebersihan tubuh, Anda juga harus memerhatikan kebersihan dari benda-benda yang digunakan setiap hari. Seperti seprai, handuk, dan baju. Semua itu harus dicuci secara rutin.

7. Tenangkan Pikiran

Anda harus biasakan bersyukur atas semua hal yang terjadi. Pikiran yang tenang dan baik akan memberikan energi positif bagi tubuh.

Itulah dia informasi mengenai tips memulai gaya hidup baru setelah melakukan kemoterapi. Semoga dengan mengikuti tips ini kesehatan Anda bisa lebih terjaga.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker di Penang

Perawatan Pasca Kemoterapi

Tips Melakukan Perawatan Pasca Kemoterapi Untuk Kanker Payudara

Perawatan Pasca KemoterapiSaat kemoterapi berlangsung memang tidak sakit tetapi pasca kemoterapi adalah moment yang sangat tidak enak. Untuk itulah perlu perawatan pasca kemoterapi yang perlu anda lakukan. Ada banyak hal yang oleh setiap penderita kanker dilakukan dan itupun berdasarkan obat kemo yang digunakan. Posting kali ini kami ingin membagikan pengalaman kami pasca kemoterapi untuk kanker payudara.

Konsultasi dan Kenali Obat Kemo Yang Dipakai

Pertama kali yang penting adalah saat konsultasi perdana dengan dokter onkologi anda. Jadi sebelum proses kemoterapi berjalan anda sudah dijelaskan mengenai segala sesuatu mengenai kemoterapi yang akan dijalani oleh penderita kanker. Ini sangat penting jadi bagi anda yang tidak mengerti istilah dokter anda perlu catat dan pelajari semua hal itu.

Sikap banyak bertanya sangat penting dalam konsultasi jadi bukan berarti banyak bertanya tandanya anda bodoh, salah jika anda berpikir begitu. Dunia kemoterapi pasti hal baru bagi anda yang masih baru akan menjalani kemoterapi jadi banyak bertanya itu baik untuk perawatan pasca kemoterapi. Jadi anda akan lebih siap mengahadapi apapun yang akan dihadapi oleh penderita kanker. Anda bisa membaca mengenai tips konsultasi dengan dokter spesialis kanker pada blog ini.

Pengalaman Melakukan Perawatan Pasca Kemoterapi

Pengalmaan kami yaitu kemoterapi untuk kanker payudara menggunakan obat kemo taxotere dan xeloda. Cerita pengalaman proses kemoterapi ada pada posting kami sebelumnya. Untuk kasus kami yang kami pelajari sebelum kemoterapi adalah efek samping dan apa yang harus dilakukan pasca kemoterapi. Semua masukkan kami terima termasuk dari dokter, keluarga, teman dll. Kami rangkum menjadi beberapa poin di bawah ini:

Banyak Makan Makanan Bergizi

Ini adalah hal pertama yang sangat penting karena dengan banyak makan makanan bergizi sama dengan hal-nya badan anda diberi bahan bakar yang cukup untuk perang dengan kanker. Ada berbagai macam efek samping yang akan muncul terutama mual. Kebanyakan obat kemo berefek samping mual, jadi meskipun anda mual anda harus tetap makan makanan bergizi.

Ubah Pola Makan Anda

Bagi kita biasanya makan 1 hari 3x (pagi, siang dan malam), sedangkan untuk penderita kanker karena menjalani kemoterapi pasti akan merasa mual dan kehilangan nafsu makan. Untuk itu tips yang kami lakukan untuk menghadapi itu adalah mengubah pola makan. Yang biasanya makan sehari 3x kita ubah menjadi sehari 6x atau berapapun yang anda inginkan.

Porsi makan 3x anda bagi jadi lebih banyak dengan porsi sedikit. Untuk menghadapi mual anda bisa menyiasati seperti ini, makan sedikit tapi dibuat sering. Dengan menerapkan pola makan seperti ini anda tidak kehilangan porsi makan dan tubuh anda juga akan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Minum Obat Dari Dokter Pasca Kemoterapi

Biasanya pada pasca kemoterapi akan diberikan obat untuk menghadapi efek samping. Pengalaman kami yaitu kami diberikan obat mual, diare, susah buang air besar, antibiotik dan anti nyeri. Anda harus menggunakan obat-obat itu agar masa pasca kemoterapi bisa terlewati dengan nyaman. Pengalaman kami misalnya saat ingin makan ternyata masih mual dan ingin muntah, cara kami mengatasinya adalah konsumsi obat mual dulu sebelum makan paling tidak 30 menit sebelum makan jadi saat makan rasa mual sudah hilang dan makanan bisa masuk dengan enak.

Jangan Takut Makan Daging Saat Masih Kemoterapi

Ini yang menjadi momok bagi penderita kanker. Katanya jangan makan daging agar kanker tidak menyebar, hal ini mungkin banyak pihak setuju. Tetapi pengalaman kami berkata lain, saat pasca kemoterapi tubuh kami menjadi lemas dan tidak ada tenaganya kalau kita tidak makan daging malah tidak ada tenaga untuk menghadapi kemoterapi berikutnya. Jadi kesimpulan kami adalah harus makan daging untuk masa perawatan pasca kemoterapi agar badan segera pulih dari efek samping obat kemo.

Setelah proses kemoterapi selesai jika anda stop makan daging itu bisa menjadi diet agar sel kanker tidak muncul kembali. Tetapi pada saat masih dalam pengobatan kemoterapi menurut pengalaman kami semakin tidak makan daging tubuh tidak kuat menjalani kemoterapi.

Banyak Makan Makanan Yang Mengandung Antioksidan

Antioksidan berperan penting dalam membunuh sel kanker, antioksidan membantu membunuh radikal bebas yang ada di dalam tubuh jadi semakin banyak antioksidan yang anda konsumsi akan semakin bagus. Perawatan pasca kemoterapi kami menggunakan berbagai macam antioksidan misalnya green tea (teh hijau), buah-buahan dan sayur-sayuran (sayuran hijau pertanda banyak antioksidan). Antioksidan akan membantu anda lebih cepat sembuh.

Banyak Makan Buah-Buahan

Buah-buahan adalah salah satu sumber antioksidan alami, selain itu buah-buahan juga akan membantu anda buang air besar karena pengalaman kami berkata bahwa pasca kemoterapi pasien akan susah buang air besar. Jadi dengan banyak makan buah-buahan akan semakin membantu proses pencernaan anda.

Jauhi Makanan Yang Membuat Mual

Makanan yang membuat mual harus anda jauhi karena anda sudah mual dan ingin muntah tentu saja anda tidak ingin makan makanan yang malah memperparah rasa mual itu. Pengalaman kami adalah kami mengurangi makan makanan bersantan, banyak minyak, gorengan dan makanan pedas.

Makan Makanan Favorit Anda Asalkan Terkontrol

Bagi anda yang hanya menjalani kemoterapi 1 putaran saja (biasanya 6x) tentu masih enak tetapi bagaimana jika anda harus menjalani kemoterapi sepanjang hidup anda agar anda bisa bertahan hidup? Jika anda tidak bisa makan tubuh akan anda akan lemas dan bisa-bisa malah kemoterapi yang membunuh anda bukan kanker.

Pengalaman kami mengatasi hal ini (kami hanya menjalani 8x kemo) kami menyediakan makanan favorit penderita kanker jadi penderita kanker yang mual tidak nafsu makan akan tergerak dan ingin makan. Ingin makan apa belikan itu prinsip kami saat itu. Tetapi harus tetap terkontrol misalnya makan pedas, gorengan tetap harus dikurangi karena pasca kemoterapi akan susah buang air besar jadi perlu mengurangi makanan tersebut.

Banyak Istirahat

Lelah dan capek itu yang akan anda rasakan pasca kemoterapi. Jadi perawatannya sangat sederhana banyak-banyaklah tidur. Biasanya karena pengaruh dari obat anti nyeri anda akan merasa ngantuk dengan sendirinya. Pengalaman kami juga seperti itu jadi kami menyarankan banyak tidur agar kondisi tubuh cepat pulih dan siap untuk kemo berikutnya.

Tenangkan Pikiran, Jangan Mengeluh Dan Terapkan Pola Pikir Bersyukur

Bersyukur adalah kunci pikiran anda lebih tenang dan tidak stress. Banyak bersyukur bukan berarti anda berpikir “ya sudah apa adanya saja”, pikiran itu lebih condong saya sebut menyerah. Anda tetap harus berjuang dengan motivasi yang anda miliki (motivasi bisa dari berbagai macam sumber, anda sendiri, teman atau keluarga).

Pola pikirnya adalah: makin banyak bersyukur maka anda makin tidak stress dan makin tidak stress maka anda semakin cepat pulih.

Gunakan Multivitamin Yang Mungkin Bisa Membantu Pemulihan Tubuh

Anda pasti banyak mendengar vitamin ini dan itu agar membantu pemulihan tubuh pasca kemoterapi, pengalaman kami adalah kami saring semua saran-saran itu dan kami terapkan mana yang bisa pada penderita kanker. Kami menggunakan berbagai macam multivitamin misalnya obat-obat herbal (kami konsumsi berjauhan dengan obat dokter), obat dari MLM (misalnya transfer factor untuk menaikan daya tahan tubuh).

Kesimpulan

Itu adalah berbagai macam tips yang kami rangkum berdasarkan pengalaman kami dalam melakukan perawatan pasca kemoterapi untuk kanker payudara. Mayoritas tips ini bisa anda pakai untuk semua kasus kanker, tetapi ada beberapa hal yang mungkin tidak ada karena anda menggunakan obat kemo yang spesial. Untuk itu kami berharap anda bisa share dengan kami dengan meninggalkan komentar pada bagian bawah posting ini.

Bagi anda yang ingin kontak dan share pengalaman anda melakukan perawatan pasca kemoterapi anda bisa email kami di trasnferfactorformula@gmail.com. Kami akan dengan senang hati berbagi cerita dengan anda dan share pengalaman anda akan berguna bagi penderita kanker yang lainnya.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi