Tag Archives: persiapan sebelum radioterapi

Makanan Untuk Pasien Radioterapi

Makanan Untuk Pasien Radioterapi Agar Lebih Cepat Sembuh Dan Sehat Kembali

Ada beberapa jenis makanan untuk pasien radioterapi yang sangat dibutuhkan agar proses penyembuhan dapat berjalan lebih cepat dan lancar. Radioterapi adalah salah satu bentuk dari sistem pengobatan yang ditujukan kepada penderita kanker dengan tujuan untuk membunuh pertumbuhan sel-sel kanker.

Meski bersifat menyembuhan, tetapi pada sisi lain sistem pengobatan ini sering menimbulkan dampak tidak menyenangkan. Untuk mengurangi efek negatif ini, maka diperlukan makanan-makanan khusus dengan kandungan gizi serta nutrisi sesuai dengan kondisi pasien yang pada umumnya akan mengalami penurunan kekuatan dan stamina tubuh.

Konsultasi Sebelum Menjalani Radioterapi

Sebelum menghadapi proses radioterapi, ada beberapa jenis persiapan yang perlu dilakukan dan salah satunya adalah konsultasi. Oleh karena itu, lakukan konsultasi sesuai dengan jadwal yang telah diberikan oleh dokter.

Biasanya pada konsultasi pertama, Anda dan keluarga akan diberi penjelasan lengkap tentang hal-hal yang berkaitan dengan radiologi. Melalui konsultasi ini pula dokter dapat mengetahui secara lebih pasti kondisi fisik dan mental Anda untuk menghadapi dan menjalani radioterapi sekaligus menyiapkan diri atas dampak-dampak yang muncul sesudah radioterapi.

Setiap konsultasi, sebaiknya selalu melibatkan keluarga karena mereka memiliki peran sangat penting dalam proses penyembuhan. Sebelum dan setelah proses radioterapi dilakukan Anda selalu pasien penderita kanker akan selalu membutuhkan bantuan keluarga baik secara mental maupun fisik.

Asupan Makanan Yang Harus Rajin Dikonsumsi Sebelum Radioterapi

Dalam sesi konsultasi, dokter juga akan selalu mengasih penjelasan lain seputar jenis asupan makanan untuk pasien radioterapi sebelum langkah penyembuhan ini dilaksanakan. Untuk langkah permulaan, biasanya Anda diharuskan menghindari makanan yang terlalu dingin atau sebaliknya terlalu panas.

Peraturan ini akan diberlakukan secara lebih ketat lagi bagi pasien yang proses radioterapinya berada di area leher dan kepala. Makanan dan minuman yang terlalu panas dan terlalu dingin memiliki pengaruh besar di area sekitar selaput rongga mulut. Kondisi ini akan menimbulkan resiko lebih besar terhadap pemunculan luka saat radioterapi dilaksanakan.

Kemudian yang lebih spesifik lagi Anda akan diharuskan lebih rajin mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan antioksidan tinggi. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kinerja organ tubuh agar lebih kebal melawan radikal bebas berbahaya di aliran darah. Radikal bebas ini, jika tidak dilawan dengan antioksidan dapat menimbulkan kerusakan pada DNA maupun sistem kekebalan pada tubuh itu sendiri.

Makanan yang kaya dengan kandungan antioksidan tinggi ini antara lain adalah buah-buahan dan sayuran yang memiliki warna mencolok seperti kuning, hijau, merah dan jingga. Jenisnya antara lain adalah wortel, bayam, anggur merah, berry, cranberery, brokoli, kacang tanah dan apel.

Sehubungan dengan asupan makanan untuk pasien radioterapi ini, Anda juga disarankan lebih sering menyantap makanan yang kandungan proteinnya tinggi. Protein punya peranan sangat penting untuk melancarkan proses penyembuhan jika radioterapi sudah dijalankan.

Contoh dari makanan yang mempunyai kandungan protein tinggi, antara lain kacang almond, telur, ikan tuna, yogurt, kenari, kalkun, ayam dan keju cottage. Sedangkan untuk pasien yang menganut faham vegetarian, sebagai gantinya dapat mengkonsumsi tempe, tahu, susu kedelai dan produk makanan lain dari bahan kacang-kacangan.

Asupan lainnya yang juga sangat diperlukan oleh tubuh sebelum menjalani radioterapi adalah vitamin C. Asupan ini sangat berguna untuk melancarkan proses perbaikan dan pertumbuhan sel-sel dan jaringan baru dalam tubuh. Asupan vitamin C ini dapat diperoleh dari semua jenis sayur dan buah. Konsumsi asupan vitamin C harus mulai dijalankan paling tidak sekitar satu minggu sebelum radioterapi dilaksanakan.

Apa Saja Makanan Yang Harus Dikonsumsi Setelah Radioterapi?

Tidak hanya sebelum menjalani prosesnya saja. Usai proses pengobatan ini dijalankan masih ada asupan makanan lain yang juga sangat dibutuhkan oleh tubuh. Adapun jenis-jenis asupan makanan tersebut antara lain yang kandungan seratnya sangat tinggi.

Contoh dari makanan ini adalah gandum yang sangat bagus dijadikan sebagai sumber proses pencernaan. Selain itu juga buah serta sayuran. Khususnya yang kaya kandungan mineral dan vitamin, berguna untuk mengatasi salah satu efek dari radioterapi berupa sembelit. Sayur dan buah juga sangat membantu tubuh dalam menjalankan proses pemulihan kesehatan.

Jenis makanan untuk pasien radioterapi lainnya adalah yang mengandung protein, seperti daging ayam dan kacang-kacangan. Protein mempunyai peran tinggi dalam meregenerasi dan membentuk jaringan baru seperti terutama di bagian kulit bekas operasi. Selain itu, protein ini juga akan memberi tenaga atau energi lebih besar pada tubuh.

Makanan yang kaya dengan lemak sehat juga menjadi komponen terpenting sebab diperlukan oleh tubuh sebagai sarana peningkatan sistem kekebalan setelah menjalani radioterapi. Tidak itu saja, lemak juga bisa memberi energi baru bagi tubuh. Sumber terbaik untuk mendapatkan lemak sehat ini adalah minyak zaitun dan kacang-kacangan.

Selanjutnya adalah makanan yang mengandung antioksidan, dengan tujuan untuk mengatasi kehadiran radikal bebas yang sebelumnya banyak sekali terlepas ketika operasi. Buah-buahan seperti apel dan jeruk adalah makanan yang kandungan vitamin C-nya sangat tinggi. Vitamin C ini merupakan sumber terbaik untuk mendapatkan asupan antioksidan dan sangat baik jika dikonsumsi baik sebelum maupun sesudah radioterapi.

Perlu diketahui pula, biasanya antibiotik akan diberikan dokter ketika operasi radioterapi usai dijalankan dengan maksud untuk mengurangi efek negatif atas proses penyembuhan tersebut. Hanya saja, pemberian antibiotik ini dapat membunuh bakteri yang sifatnya baik dalam tubuh sehingga berpengaruh pada sistem kekebalan.

Berdasarkan hal ini diperlukan pula asupan makanan yang sifatnya fermentasi seperti kacang-kacangan sebagai media untuk menguatkan organ usus. Demikian pula dengan makanan yang mengandung banyak air, sangat berguna untuk melancarkan sistem metabolisme. Dari asupan air juga, racun dan radikal bebas menjadi lebih cepat dikeluarkan dari tubuh melalui keringat dan air kencing atau urine.

Karena itu, bagi Anda yang baru saja menjalani proses radioterapi sebaiknya rajin minum air paling sedikit tidak 6 hingga 8 gelas per hari. Selain itu juga disarankan mengkonsumsi buah segar seperti semangka, karena bisa mengurangi resiko dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh.

Kemudian yang terakhir, sumber makanan untuk pasien radioterapi lain yang juga sangat baik untuk dikonsumsi adalah yang kaya kandungan mineral. Contohnya yaitu telur, kacang-kacangan dan makanan laut. Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan, pilih makanan yang lebih mudah dicerna oleh tubuh, karena organ pada sistem metabolismenya masih lemah.

Tips Kesehatan Lainnya Untuk Pasien Radioterapi

Selain memperhatikan pola dan pemilihan asupan makanan, terdapat beberapa tips kesehatan yang juga harus selalu dijalankan setelah menjalani radioterapi. Diantaranya yaitu tidak boleh kena pancaran sinar matahari secara langsung, khususnya di bagian kulit bekas operasi. Oleh karena itu, gunakan pelindung misalnya payung dan jangan lupa selalu memakai krim khusus anti sinar ultraviolet sesuai saran dari dokter. Terutama sekali ketika berada di ruang terbuka pada siang hari.

Tips berikutnya, mulut dan gigi harus selalu dijaga kebersihannya terutama jika Anda adalah pasien yang baru saja menjalani operasi radioterapi di area leher dan kepala. Hal ini sangatlah penting karena mulut dan gigi sering mengalami masalah kekeringan baik ketika radioterapi dilaksanakan maupun sesudahnya.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang jenis-jenis makanan untuk pasien radioterapi dan tips-tips kesehatan lainnya bagi Anda yang sedang menderita kanker atau tumor. Semoga bisa bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Synovial Sarcoma

Cara Kerja Radioterapi

Kenali Tentang Bagaimana Cara Kerja Radioterapi

Menjaga kesehatan ternyata bukan perkara yang mudah. Banyak orang yang mengalami kesulitan dan akhirnya tetap terserang oleh penyakit. Di dunia ini, ada jutaan penyakit yang kapan saja bisa menyerang kita. Mulai dari sekit ringan sampai sakit berat. Dari segian banyak penyakit, ada penyakit berat seperti kanker dan sejenisnya. Berbicara penyakit kanker dan menderita penyakit parah, mereka akan memperoleh perawatan dan kontrol. Misalnya radioterapi. Dalam kesempatan kali ini akan mengupas tentang radioterapi termasuk cara kerja radioterapi.

Bentuk perawatan dan kontrol tersebut ada yang diberi tindakan kemoterapi maupun radioterapi. Dalam upaya mengetahui lebih lengkap apa itu radioterapi, berikut ulasannya.

Sudah Tahu Apa Itu Radioterapi?

Radioterapi adalah sinar X yang digunakan untuk mengobati kanker. Sinar X disebut-sebut dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit kanker. Hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa keberhasilan penyembuhan penderita kanker sebesar 60% yang dialami oleh pasien. cara kerja radioterapi adalah memberikan sinar X berenergi tinggi. Energi tinggi inilah yang akan membunuh sel kanker. Tujuan Radioterapi memiliki beberapa tujuan, yakni:

1. Tujuan Kuratif

Tujuan kuratif digunakan untuk tujuan kuratif atau sebagai langkah menyembuhkan pasien. Tidak hanya itu, ternyata tujuan kuratif digunakan sebagai terapi tunggal dalam kemoterapi, meskipun untuk kasus kombinasi juga bisa diterapkan. Secara kuratif, metode ini kadang juga digunakan untuk memperkecil sel kanker sebelum dilakukan pengobatan inti. Fungsi pengecilan kanker memudahkan mengangkat sel kanker itu sendiri.

2. Tujuan Paliatif

Tujuan paliatif yang sifatnya memperbaiki kualitas hidup. upaya radioterapi ini sebenarnya untuk mengurangi rasa nyeri dan pendarahan.

Jenis Radioterapi

Radioterapi termasuk metode pengobatan yang sering digunakan untuk proses penyembuhan beberapa kanker, seperti kanker serviks, kanker payudara, kanker nasofaring, dan kanker otak. Bahkan, kadang juga digunakan untuk pengobatan kanker laring, paru dan bronkus. Berdasarkan pemberiannya, radioterapi dibagi menjadi radiasi eksterna, stereotactic radiosurgery, radiasi internal dan masih banyak lagi yang akan dibahas di bawah.

1. Radiasi Eksterna

Jarak radiasi eksterna saat juga digunakan untuk menterapi kanker dan penyakit. Cara kerja radioterapi radiasi ini berada di luar tubuh dan memiliki jarak tertentu.

2. Stereotactic Radiosurgery

Radiasi yang digunakan untuk radioterapi pasien dengan cara memberikan dosis tinggi. tidak hanya itu, dari segi tingkat akurasi juga tinggi yang setara dengan operasi bedah.

3. Brakiterapi

Cara kerja brakiterapi dilakukan dengan cara mendekatkan di bagian pusat kanker itu berada.

4. Radiasi Interna

Cara kerja radioterapi ini dilakukan dengan mendekatkan radiasi lewat pembuluh darah.

Efek Samping Radioterapi

Radioterapi memang memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan pasien yang menderita kanker. Ternyata dibalik proses radioterapi juga memiliki dampak negatif. Setidaknya saat dilakukan radioterapi, menimbulkan dampak jangka panjang dan jangka pendek.

1. Jangka Pandek

Dampak radioterapi jangka pendek dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti kulit merasa perih, rambut rontok, mudah lelah. Biasannya akan membaik dalam beberapa minggu setelah radioterapi selesai.

2. Jangka Panjang

Dampak radioterapi jangka panjang juga dapat menyebabkan gangguan secara permanen. Untuk kasus radioterapi yang dilakukan di area panggul dan kelamin, dapat menyebabkan gangguan kesuburan dan tidak nyaman setiap melakukan hubungan suami istri.

Itulah cara kerja radioterapi dilihat dari efek samping dari terapi ini.  Sebenarnya radioterapi yang menggunakan sinar X dapat dilakukan dengan nambahkan partikel alfa, beta. Pemberian perlakuan disesuaikan dengan jenis kanker yang diderita pasien.

Prosedur Persiapan Sebelum Radioterapi

Prosedur sebelum menjalani radioterapi bagi pasien ternyata penting diperhatikan. Tidak hanya penting untuk pasien, tetapi juga keluarga yang mendampingi selama proses pengobatan. Ada serangkaian proses prosedur radioterapi yang dilakukan oleh pasien, di antaranya adalah konsultasi, memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Pasien yang akan diradio makan sesuai anjuran dokter dan ada beberapa pantangan tidak memakan makanan tertentu.

Apa saja persiapan lain yang perlu diperhatikan oleh pasien sebelum di radioterapi? Sebagai berikut.

1. Menjaga Asupan Gizi Yang Cukup 

Tidak dapat dipungkiri menjaga performa fisik salah satu bagian dari peraturan dari dokter. Cara agar fisik tetap prima adalah mengkonsumsi makanan yang dapat memperkuat sistem imun tubuh. Sehingga saat atau setelah radioterapi, tubuh akan baik-baik saja.

2. Menjaga Kesehatan Mental

Tampaknya sepele, namun menjaga kesehatan mental itu juga perlu dilakukan. Mental keluarga dan mental pasien benar-benar harus tenang dan rileks. Selalu berfikir positif, saling menguatkan, terutama menguatkan pasien. Biasakan untuk berfikir positif karena apa yang kita terjadi bergantung pada apa yang kita pikirkan.

3. Menjaga Performa Fisik

Menjaga performa fisik selain makan makanan sehat dan disarankan oleh dokter. Pasien juga butuh istirahat yang cukup. Jangan sampai sakit menjelang radioterapi dan hindari aktivitas yang sekirannya menyebabkan kelelahan dan stress.

Perawatan Pasca Radioterapi

Cara kerja radioterapi selain akan menyebabkan efek samping, ternyata ada tindakan yang tidak kalah penting yang wajib dilakukan oleh keluarga pasien dan tenaga medis, yaitu melakukan perawatan pasca radioterapi. Perawatan dalam hal ini bisa berbentuk, sebagai berikut.

1. Kontrol Rutin

Kontrol rutin wajib dilakukan oleh pasien didampingi oleh keluarga. Fungsinya untuk mengontrol perkembangan terbaru dari radioterapi. Dari kontrol ini akan dapat dilihat apakah terjadi efek samping yang ditimbulkan. Jika ada, apakah efek samping yang ditimbulkan itu bersifat berat atau sebaliknya, hanya ringan.

Kontrol rutin dimaksudkan untuk mengontrol perkembangan pasien. Adapun maksud lain dari pihak dokter, yaitu mengikuti perkembangan risiko kambuh. Mengingat pasien penderita kanker yang diradioterapi misalnya, efek radioterapi memicu penyakit kanker itu kambuh jika terkana material radioaktif, yang menyebabkan DNA di dalam sel akhirnya melakukan mutasi. Fungsi dari kontrol rutin adalah untuk meminimalisir terjadinya hal-hal semacam ini.

2. Menjaga Hidup Sehat

Seperti yang disinggung di atas, menajga hidup sehat ternyata tidak hanya dilakukan sebelum melakukan radioterapi, tetapi juga setelah radioterapi. Jika perlu, lakukan diet yang baik dan imbang. Pastikan untuk tetap kontrol. Hindari asap rokok, hindari aktivitas yang memicu stress dan lakukan olahraga rutin.

Kemungkinan Pasca Radioterapi Sebabkan Komplikasi

Hal yang menakutkan dan ditakuti oleh pasien adalah, kemungkinan resiko dan komplikasi perawatan paska radioterapi. Kasus yang muncul, pasien yang selesai di radioterapi akan merasakan mudah lelah. Efek mudah lelah inilah yang menyebabkan pasien enggan kontrol rutin. Ketika tidak melakukan kewajiban melakukan kontrol, tubuh pun tidak terkontrol dengan baik, yang bisa saja tubuh memberikan respons negatif untuk tubuh jangka panjang, yang justru semakin memperburuk kondisi pasien. Oleh karena itu, khusus pasien yang cukup berat, biasannya dapat dokter akan mengingatkan atau rawat inap di rumah sakit.

Itulah ulasan cara kerja radioterapi yang dapat Anda jadikan referensi. Semoga ulasan ini memberikan kewaspadaan kita terhadap kesehatan kita. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Cryosurgery Adalah

Persiapan Sebelum Radioterapi

Pentingnya Mengetahui Persiapan Sebelum Radioterapi

Radioterapi merupakan salah satu cara pengobatan yang menggunakan penggunaan bantuan sinar pengion dan partikel lainnya untuk membunuh sel-sel kanker atau sel keganasan dengan dosis tertentu. Radioterapi umum disebut juga dengan nama terapi penyinaran.

Pengobatan dengan radioterapi ini menjadi salah satu cara yang harus ditempuh oleh pasien kanker sesuai dengan anjuran dokter. Untuk menghadapi radioterapi, penting bagi pasien dan keluarga mengetahui persiapan sebelum radioterapi, pada saat menjalaninya, dan setelah proses radioterapi.

Tips Berkonsultasi dengan Dokter Radioterapi

Sebelum melakukan radioterapi, ada baiknya pasien dan keluarga melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani proses radioterapi. Pasien harus mengetahui apa saja prosedur radioterapi, efek samping yang ditimbulkannya, dan apa saja persiapan pasien sebelum raidoterapi. Konsultasi ini penting untuk dilakukan karena pasien dan keuarga harus mengetahui dengan benar apa itu radioterapi. Kesiapan mental pasien juga penting untuk diperhatikan.

Berikut beberapa tips untuk berkonsultasi dengan dokter radioterapi.

  1. Lakukan konsultasi pertama sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter. Konsultasi pertama akan memberikan gambaran umum kepada pasien dan keluarga mengenai apa itu radiologi serta membantu dokter mengetahui kondisi dari pasien dengan jelas.
  2. Tanyakan semua hal yang ingin ditanyakan pada saat konsultasi. Misalnya, makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi selama radioterapi, berapa lama radioterapi dilakukan, efek sampingnya, dan masih banyak lagi.
  3. Jadikan konsultasi dengan dokter seefektif mungkin. Jangan menyia-nyiakan waktu konsultasi, pastikan konsultasi berlangsung efektif dan sarat informasi penting yang memang dibutuhkan oleh pasien dan keluarga.

Persiapan Sebelum Radioterapi

Ada beberapa persiapan untuk radioterapi yang harus dilakukan oleh pasien dan keluarga pasien agar proses dan prosedur radioterapi bisa dilaksanakan dengan baik. Persiapan ini meliputi konsultasi, makanan yang harus dikonsumsi, pantangan, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa persiapan pasien sebelum raidoterapi yang sebaiknya dilakukan.

  1. Persiapan fisik pasien. Sebaiknya, pasien menjaga kesehatan dan kekuatan fisiknya sebelum menghadapi radioterapi. Salah satu caranya bisa dengan rutin mengonsumsi makanan sehat yang cocok untuk menghadapi radioterapi. Selain itu, ada baiknya juga pasien tidak mengalami kelelahan yang panjang, kondisi tubuh dalam keadaan prima, dan mental yang terjaga dengan baik.
  2. Kesiapan mental keluarga. Selain mental pasien, mental keluarga juga penting untuk dijaga. Keluarga memiliki peranan besar untuk mendukung kesembuhan pasien. Setiap anggota keluarga sebaiknya selalu menunjukkan kekuatan dengan memberikan dukungan penuh, pembicaraan yang sifatnya positif, dan tidak membuat pasien menjadi merasa cemas.
  3. Persiapan asupan makanan. Asupan makanan juga penting untuk diperhatikan. Sebelum menghadapi radioterapi, ada baiknya pasien dan keluarga meminta saran kepada dokter radioterapi mengenai makanan apa saja yang baik dikonsumsi sebelum radioterapi yang akan banyak membantu menghindarkan pasien dari berbagai efek yang mungkin ditimbulkan oleh proses penyinaran tersebut.
  4. Persiapan akomodasi. Akomodasi juga penting untuk dipersiapkan. Tidak menutup kemungkinan pasien dan keluarga berasal dari daerah yang jauh dan harus memikirkan masalah akomodasi selama proses radioterapi berlangsung. Persiapkan masalah akomodasi ini dengan matang sehingga baik pasien maupun keluargnya tetap merasa nyaman selama proses radioterapi berlangsung.

Persiapan Menghadapi Efek Samping Radioterapi

Proses radioterapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker dalam tubuh memiliki beberapa efek samping yang bisa dirasakan oleh pasien bahkan dimulai di hari pertama radioterapi. Akan tetapi, semua efek samping yang mungkin muncul itu sebaiknya tidak menjadi hambatan untuk pasien dalam melakukan radioterapi.

Persiapan yang matang dalam menghadapi efek samping radioterapi akan meminimalisasi rasa khawatir yang berlebih. Sebelumnya, pasien dan keluarga harus mengetahui apa saja efek samping yang bisa ditimbulkan oleh proses radioterapi seperti berikut.

  1. Efek samping radioterapi bisa terjadi selama proses radioterapi (efek cepat) dan terjadi setelah proses radioterapi (efek lambat).
  2. Ditinjau dari organ yang terkena, terdapat efek samping lokal dan efek samping sistemik. Efek samping lokal seperti bila radiasi dilakukan di area kepala akan terjadi kerontokan pada rambut, bila radiasi di area perut bisa saja menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, terjadi perubahan pada area kulit seperti kekeringan tergantung kepekaan dari pasien, bila radiasi dilakukan di arean leher dan kepala bisa menimbulkan sariawan, kerongkongan kering, dan air liur menjadi kental. Sedangkan efek samping sistemik yang bisa terjadi di antaranya sakit kepala, mual dan muntah, perubahan dalam sel darah tepi, kelelahan, pusing, diare, dan demam khususnya bagi pasien yang menjalani radiasi pada area otak.

Efek samping tersebut sebenarnya bisa dicegah untuk terjadi dengan persiapan yang tentunya matang . Berikut beberapa cara untuk mencegah timbulnya efek samping radioterapi.

  1. Hindari konsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin. Khususnya bagi pasien radioterapi area kepala dan leher, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin selama menjalani proses radioterapi. Makanan dan minuman yang sifatnya terlalu panas atau dingin akan sangat berpengaruh pada area selaput di rongga mulut yang rentan untuk terjadi luka ketika radioterapi berlangsung.
  2. Pastikan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Pasien radioterapi bahkan yang sudah menjalani radioterapi sebaiknya harus menghindari paparan langsung sinar matahari. Mengapa? Area kulit yang yang menjadi lokasi radioterapi akan sangat peka terhadap sinar matahari sehingga akan menimbulkan efek yang tidak baik. Sebaiknya gunakan payung atau krim antisinar UV yang sudah diizinkan dokter untuk digunakan ketika harus bepergian di siang hari.
  3. Selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Khususnya bagi pasien yang menjalani radioterapi area kepala dan leher, kebersihan gigi dan mulut penting untuk dijaga. Umumnya, gigi dan mulut akan mengalami kekeringan selama proses penyinaran berlangsung dan akan lebih tidak baik lagi jika kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga. Pastikan asupan makanan berserat tetap terjaga dan kebersihan gigi mulut terjaga dengan baik.
  4. Hindarkan kulit dari keringat berlebih. Keringat yang muncul pada pasien radioterapi sifatnya tidak baik karena akan sangat berpengaruh pada masa penyinaran berlangsung. Ada baiknya untuk megonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter sehingga pasien tidak akan berkeringat terlalu berlebihan selama proses penyinaran. Keringat berlebih bisa memicu reaksi yang jauh lebih cepat pada kulit dan menimbulkan efek yang tidak baik.
  5. Menjaga kebutuhan gizi pasien. Asupan gizi untuk pasien radioterapi sangat penting untuk dijaga. Adanya gangguan pada selera makan bisa membuat pasien enggan mengonsumsi makanan tinggi gizi, sebaiknya pihak keluarga tetap memberikan motivasi untuk pasien tetap makan karena proses radioterapi mengharuskan kebutuhan gizi pasien tetap terjaga.

Persiapan Setelah Menjalani Radioterapi

Ketika prosedur radioterapi sudah dilaksanakan, ada beberapa hal yang masih perlu dilakukan oleh pasien setelah menjalani radioterapi tersebut. Beberapa persiapan yang harus dilakukan setelah radioterapi adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan kontrol rutin. Kontrol rutin dilakukan untuk mengatasi efek samping yang ditimbulkan oleh radioterapi. Efek samping yang dimaksud adalah efek samping yang sifatnya berat dan terjadi selama 6 bulan setelah radioterapi.
  2. Menerapkan pola hidup sehat. Setelah melakukan proses radioterapi, pola hidup sehat wajib untuk dijalani oleh pasien. Pasien harus melakukan diet yang seimbang, rutin melakukan pengecekan kesehatan, terhindar dari asap rokok, mengelola stres dengan baik, berolahraga secara teratur, dan mendapatkan istirahat yang cukup.

Itulah pembahasan mengenai pengetahuan persiapan sebelum radioterapi yang harus diketahui oleh pasien dan keluarganya. Semoga informasi ini bermanfaat khususnya bagi yang akan menjalani proses radioterapi. Semangat!

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell