Tag Archives: persiapan sebelum kemoterapi

Tips Menjalani Kemoterapi

Tips Menjalani Kemoterapi Yang Wajid Diketahui oleh Pasien Kanker dan Keluarga

Berjuang melawan kanker tentunya bukan merupakan hal yang mudah. Baik bagi pesien kanker maupun orang – orang terdekatnya. Kemoterapi adalah upaya perawatan bagi pasien kemoterapi untuk terus memperjuangkan kehidupannya. Dalam proses kemoterapi tersebut, pasien tidak mungkin bisa bertahan hanya dengan dirinya sendiri. Artinya, kehadiran orang – orang terdekat juga dibutuhkan bahkan untuk sekedar memberikan dukungan.

Nurse Stephen Laughlin, RN, BS with patient JE (Joseph) Newhall (consent # 9502) on Yawkey 9 infusion. Photo by Sam Ogden.

Tahapan awal mulai dari diagnosis, analisa jenis perawatan yang sesuai, hingga merasakan efek samping dari menjalani kemoterapi tentu tidaklah mudah. Kehadiran keluarga bisa menguatkan pasien untuk memperjuangkan hidupnya lebih lama hingga benar – benar bersih dari kanker.

Fakta yang harus Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

Apabila salah satu keluarga anda di diagnosis mengidap penyakit kanker, apa yang pertama kali anda lakukan terhadapnya? Langkah pertama yang harus anda lakukan yakni memberinya perhatian lebih banyak dari biasanya. Buatlah keluarga anda merasa bahwa ada begitu banyak orang yang mengharapkan keberadaannya. Dengan begitu, pasien kanker dapat menemukan motivasi mengapa ia harus kembali pulih.

Meskipun tidak bisa dipungkiri, anda pun pasti akan merasa sangat terpukul ketika salah satu anggota keluarga terserang kanker. Hal pertama yang muncul didalam benak yakni ketakutan akan kehilangan anggota keluarga dalam waktu terdekat. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Semakin cepat sebuah kanker terdeteksi maka kemungkinan kesembuhannya juga semakin tinggi. Namun jika keluarga anda terdiagnosis mengidap kanker dalam stadium akhir, setidaknya bantu ia untuk dapat bertahan hidup lebih lama. Berikut ini fakta – fakta mengenai kanker yang mungkin bisa menguatkan mental anda ketika keluarga terserang kanker.

1. Mengidap Kanker Bukanlah Akhir Segalanya

Didiagnosis menginap kanker tentu bagaikan mimpi buruk yang membuat pasien dan keluarga merasa putus asa. Menerima kenyataan dengan lapang dada merupakan langkah penting untuk segera sembuh dari kanker. Tidak hanya bagus dari kondisi fisik, pasien juga harus tetap berada dalam psikis yang baik. Keluarga terus memberikan dukungan bagi pasien supaya semangat hidupnya tetap terjaga. Mengidap kanker bukanlah akhir dari segalanya, masih ada begitu banyak cara untuk bertahan lalu sembuh.

2. Mengidap Kanker Bukan Berarti Menjadi Penghuni Rumah Sakit Selamanya

Jika salah satu anggota keluarga anda mengidap kanker, bukan berarti kehidupannya akan berakhir di bilik rumah sakit. Selama masa perawatan kemoterapi, pasien mungkin harus datang ke rumah sakit dalam waktu – waktu tertentu. Selepas itu, pasien tetaplah bagian dari keluarga anda yang beraktivitas seperti sedia kala. Hanya saja, anda perlu memperhatikan segala rutinitasnya nanti tetap terbilang ringan.

3. Efek Samping Kemoterapi Yang Akan Dirasakan Pasien

Anda pasti memahami bagaimana kemoterapi meninggalkan efek samping bagi kondisi tubuh keluarga anda yang mengidap kanker. Meski tujuan kemoterapi tersebut untuk membunuh sel – sel kanker, namun tidak jarang jaringan disekitarnya juga ikut terganggu. Selain itu, efek samping berupa kerontokan rambut, mual, anemia, konstipasi hingga gangguan pada otot jantung dan ginjal tentu menjadi resiko tersendiri. Siapkan mental anda untuk menemani keluarga anda dalam titik ini. Jika anda kuat maka keluarga anda pun akan merasa dikuatkan.

4. Efek Kemoterapi Sangat Bervariatif

Efek kemoterapi mempunyai tingkatan yang sangat bervariatif. Hal ini ditentukan oleh banyak faktor. Mulai dari stadium kanker, jenis obat yang digunakan hingga kondisi fisik pasien itu sendiri. Sebagai keluarga, anda juga perlu mengetahui tahapan perawatan serta kemungkinan apa saja yang dapat terjadi nantinya. Dengan memahaminya, anda akan lebih mudah melakukan penanganan apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

5. Efek Kemoterapi Terbilang Lama, Teruslah Memupuk Semangat Pasien

Meskipun efek samping menjalani kemoterapi terbilang bersifat sementara, namun pada beberapa kasus, efek ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Efek samping kemoterapi bahkan bisa tetap dirasakan oleh pasien dalam hitungan bulan hingga tahunan setelah perawatan. Dalam waktu yang lama tersebut, organ tubuh yang ikut terganggu meliputi jantung, ginjal hingga paru – paru. Apabila keluarga anda juga mengalami kondisi ini, teruslah memupuk semangatnya untuk tetap berjuang melawan kanker.

6. Hal Terpahit Ialah Terkena Kanker Untuk Kedua Kalinya

Kanker bukanlah penyakit yang mudah disembuhkan. Tentunya membutuhkan usaha yang lebih untuk benar – benar sembuh dari kanker. Sel – sel kanker yang menyerang jaringan tertentu akan terus mengembangkan diri hingga menyebar pada jaringan lainnya. Kemoterapi inilah yang bisa menahan laju penyebaran sel – sel kanker bahkan membunuhnya.

Anda yang mempunyai keluarga pengidap kanker, meskipun ia telah dinyatakan bersih namun perhatikan selalu kesehatannya. Setiap pasien kanker yang dinyatakan sembuh, nyatanya masih mempunyai peluang mengidap kanker untuk kedua kalinya. Baik pasien maupun keluarga tetap harus memperjuangkan kehidupan pasien semampu mungkin. Setidaknya dengan mengetahui fakta ini, keluarga bisa menyiapkan mental apabila orang terdekat mengidap kanker untuk kedua kalinya.

Tips Memberi Support pada Keluarga Sebelum Menjalani Kemoterapi

Sebelum keluarga anda menjalani kemoterapi, tentunya ada beberapa persiapan yang bisa anda bantu. Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa jenis obat kemoterapi tidak hanya membubuh sel kanker, namun membunuh jaringan sehat di sekitarnya juga. Selain dukungan moril, anda juga perlu membantu melakukan hal berikut ini untuk mendukungnya lebih total.

1. Temani Keluarga Anda Konsultasi Ke Dokter

Kemoterapi mempunyai teknis dan jenis obat yang sangat bervariatif. Penderita kanker harus melewati beberapa tindakan medis dalam rangka menetapkan jenis terawatan yang paling tepat untuknya. Anda bisa menemaninya menemui dokter, selain untuk menguatkan, anda juga akan lebih faham seberapa baik kondisi kesehatan keluarga anda.

Beberapa jenis tindakan medis juga hanya akan dilakukan setelah keluarga menyetujuinya. Jadi tidak ada yang salah jika anda menemani keluarga anda sebelum melakukan tahap awal penyembuhan kanker.

2. Pastikan Keluarga Anda Memperoleh Vaksin Sebelum Kemoterapi

Vaksin membantu menjada kondisi tubuh tetap stabil dan tidak rentan terserang virus. Hal yang terlihat sederhana seperti suntikan flu sebelum kemoterapi juga tidak boleh terlewatkan. Hal ini karena dampak flu ringan saja bisa menjadi parah dalam fase kemoterapi. Jenis vaksin bisa anda konsultasikan terlebih dahulu kepada pihak medis. Nantinya akan direkomendasikan jenis vaksin yang tepat bagi pasien sesuai dengan riwayat kesehatannya. Hal ini untuk mengantisipasi efek negatif jika terjadi alergi terhadap zat – zat tertentu.

3. Kebersihan Harus Tetap Terjaga

Baik kebersihan pasien maupun orang – orang terdekatnya tetap harus terjaga supaya tidak ada bakteri yang menyerang. Contoh paling sederhana yakni dengan mencuci tangan secara berkala ketika menemani keluarga anda kemoterapi. Hal ini untuk meminimalisir perpindahan bakteri kepada pasien. Kebersihan mulut pasien juga harus terjaga, artinya tidak ada lagi bakteri yang menempel pada gigi maupun rongga mulut. Supaya nantinya tidak menyebabkan infeksi selama kemoterapi.

4. Pastikan Pasien Tidak Mengkonsumsi Obat Maupun Vitamin Selain Resep Dokter

Jika anda masih beranggapan bahwa obat – obatan maupun vitamin akan menambah kesehatan keluarga anda selama masa perawatan, ini merupakan hal yang salah. Justru obat – obatan maupun vitamin diluar resep dokter akan mengganggu kinerja obat kemoterapi. Konsultasikan terlebih dahulu apapun yang menyangkut kesehatan penderita kanker kepada dokter yang menangani. Sehingga nantinya proses kemoterapi dapat menghasilkan dampak yang kian baik.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Bawang Putih untuk Kanker

Kemoterapi atau Tidak

Kemoterapi atau Tidak? Temukan Tips Ambil Keputusan Kemoterapi

Kemoterapi diakui oleh banyak dokter menjadi cara pengobatan kanker yang paling ampuh. Namun memang bisa menyebabkan efek samping apalagi yang menggunakan obat kemoterapi dengan dosis tinggi.

Oleh karena alasan ini lumayan banyak pasien dan keluarganya yang menolak untuk melakukan kemoterapi. Padahal sebenarnya tidak perlu seperti itu karena tidak selamanya kemoterapi mampu memberikan efek samping berlebihan. Paling hanya ketika selesai melakukan kemoterapi.

Kemoterapi termasuk pengobatan yang keras karena akan berpengaruh kepada seluruh tubuh. Beda dengan operasi atau terapi sinar yang hanya dilakukan pada bagian yang terkena kanker. Maka dari itu sebelum melakukan kemoterapi perlu adanya konsultasi secara detail kepada dokter.

Apabila Anda masih ragu dalam mengambil keputusan apakah ingin kemoterapi atau tidak maka harus membaca artikel ini. Sehingga Anda benar-benar yakin apakah langkah yang Anda pilih benar atau tidak? Apakah sebenarnya harus kemoterapi atau boleh tidak?

Cara Kerja Kemoterapi

Kemoterapi, terapi sinar, dan operasi adalah 3 jenis pengobatan kanker. Ada pasien yang hanya butuh melakukan satu jenis pengobatan ada juga yang harus dilakukan semuanya. Untuk kanker yang masih stadium awal atau tumor mungkin bisa hanya dengan operasi. Namun jika sudah parah harus dikemoterapi karena artinya sel-sel kanker sudah menjalar ke seluruh tubuh.

Apabila kemoterapi dilakukan pada tahap awal pengobatan maka dapat memperbesar kemungkinan untuk menyembuhkan pasien kanker. Oleh karena belum terlalu banyak sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh. Dengan dilakukan di awal maka diharapkan bahwa sel-sel kanker yang ada semuanya akan terbunuh sehingga tidak bisa menyebar ke organ yang lain.

Cara kerja kemoterapi adalah memasukkan obat kemo ke dalam tubuh atau pembuluh darah. Dengan demikian obat itu akan merusak sel-sel kanker yang ada dalam tubuh. Oleh karena darah adalah tempat masuknya berbagai jenis penyakit.

Oleh karena bisa menyebabkan risiko yang buruk maka memang perlu adanya konsultasi secara lebih dalam dengan dokter onkologi Anda bagaimana sebaiknya, apakah perlu kemoterapi atau tidak.

Konsultasi dengan Dokter Mengenai Kemoterapi

Anda harus benar-benar mencari dokter kanker terbaik yang mengerti akan kondisi Anda supaya dapat memberikan konsultasi dengan baik. Memang sulit untuk mengambil keputusan sebelum menjalani kemoterapi. Ada banyak sekali pertimbangan yang harus dibicarakan.

Apabila dokter Anda tidak dapat memberikan jawaban yang mampu memuaskan Anda maka jangan melakukan kemoterapi dengan dokter tersebut. Jika seperti itu maka kemungkinan besar Anda akan semakin ragu dan takut untuk menjalani kemoterapi.

Apabila akan berkonsultasi maka ada tata cara supaya semua pertanyaan dapat terjawab. Sehingga membuat Anda semakin yakin untuk melakukan tindakan kemoterapi.

Cara yang paling benar adalah siapkan semua pertanyaan yang ingin Anda tanyakan. Anda harus banyak bertanya kepada dokter, jika tidak maka Anda tidak akan mendapatkan jawabannya. Oleh karena dokter tidak akan memberikan informasi yang tidak Anda tanyakan. Padahal ada banyak sekali informasi penting mengenai kemoterapi yang harus diketahui oleh pasien.

Ketika menjadi pasien yang akan melakukan kemoterapi Anda harus menjadi orang yang serba ingin tahu. Tanyakan banyak sekali hal mengenai penyakit kanker. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan antara lain:

  • Obat yang digunakan beserta fungsinya, minta dijelaskan secara detail sampai dengan efek samping yang mungkin ditemukannya.
  • Pertanyaan-pertanyaan teknis mengenai penyakit kanker.
  • Solusi yang benar-benar berdasarkan dengan hasil medis Anda.
  • Jenis obat kemoterapi yang cocok.
  • Cara meringankan efek samping jika ada.
  • Berapa lama proses kemoterapi.
  • Biaya untuk melakukan kemoterapi.
  • Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum kemoterapi.

Dan masih banyak lagi, tanyakan saya sesuai dengan kondisi atau kekhawatiran yang sedang Anda alami.

Sesudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan maka selanjutnya Anda bisa langsung memutuskan apakah siap atau tidak untuk melakukan kemoterapi. Jika sudah mendapatkan jawaban tentu saja Anda jadi dapat memperkirakan apa yang akan terjadi setelah melakukan kemoterapi. Kemudian ada jadi bisa mengatasi segala kendala yang mungkin nanti terjadi.

Sesudah konsultasi kemudian mental ada siap untuk melakukan kemoterapi maka selanjutnya ikuti prosedur-prosedur yang diperlukan untuk mulai melakukan kemoterapi.

Persiapan Sebelum Kemoterapi

Ada banyak hal yang perlu untuk dipersiapkan sebelum melakukan kemoterapi. Supaya nanti ketika akan dikemoterapi tidak ada hal-hal yang mengganggu karena persiapan yang belum matang.

Beberapa persiapan itu antara lain sebagai berikut.

  • Siapkan Mental

Meski sudah yakin untuk melakukan kemoterapi tapi ada harus tetap mempersiapkan mental dengan lebih baik lagi. Caranya adalah dengan banyak berdoa kemudian minta juga bantuan semangat dari orang-orang yang dekat dengan Anda dan keluarga. Atau bisa juga minta dukungan dari komunitas-komunitas peduli dengan kanker. Biasanya dengan cara ini mental dari orang akan menjalani kemoterapi lebih baik.

  • Biaya Kemoterapi

Anda harus mempersiapkan biaya kemoterapi dengan melakukan perhitungan lebih dulu. Ini juga seharusnya dipertimbangkan sejak awal karena biayanya tidak murah. Apalagi jika dosis obat kemoterapi banyak atau justru harus lakukan kemoterapi di luar negeri.

  • Jadwal Perjalanan

Pastikan jadwal perjalanan dibuat dengan sangat baik. Oleh karena setelah melakukan kemoterapi efek samping jangka pendek akan muncul. Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan maka lebih baik pastikan Anda tinggal beberapa lama dulu di kota tempat kemoterapi dilakukan.

Jika memang perjalanan cukup jauh maka lebih baik sewa dulu tempat di kota dimana rumah sakit yang menangani Anda berada. Jika memutuskan untuk melakukan kemoterapi di luar negeri maka jika bisa pilih rumah sakit yang membantu akomodasi atau tempat tinggal bagi para pasiennya yang berasal dari luar negeri.

Biasanya ada rumah sakit yang akan menjemput pasiennya langsung ke bandara kemudian membawanya ke rumah sakit. Ada juga yang bekerjasama dengan hotel sehingga pada bisa tinggal di sana dengan mendapatkan potongan harga.

  • Persiapkan Makanan

Anda harus mempersiapkan makanan penunjang fisik karena efek samping yang nanti akan ditimbulkan. Di internet ada banyak sekali informasi mengenai menu diet untuk para penderita kanker setelah melakukan kemoterapi. Makanannya disesuaikan dengan efek samping dan ditimbulkan karena setiap makanan mengandung bahannya masing-masing.

  • Tas Alumunium Foil

Ada harus tahu bahwa ada beberapa obat-obatan kemoterapi atau paska kemoterapi yang perlu dijaga suhunya misalnya yang bernama neupogen. Obat ini adalah obat suntikan agar sel darah putih bisa naik.

  • Obat-obatan untuk Ringankan Efek Samping

Persiapkan dulu obat-obatan untuk meninggalkan efek samping dengan memintanya kepada dokter. Bisa berupa obat-obatan umum seperti suntikan darah putih obat untuk menambah nafsu makan dan obat mual.

Kemoterapi untuk Kanker Payudara Tidak Selalu Perlu

Untuk Anda penderita kanker payudara yang tidak mau melakukan kemoterapi bisa sedikit bernapas lega. Oleh karena menurut penelitian tidak semua penderita kanker payudara harus melakukan kemoterapi.

Menurut informasi dari salah satu dokter onkologi yang ada di rumah sakit kanker Dharmais Walta Gautama, hanya sekitar 30% pasien kanker payudara yang perlu untuk di kemoterapi. Sementara sisanya tidak efektif sehingga tidak perlu melakukannya.

Kemoterapi ini harus disesuaikan untuk kondisi pasien karena tidak semuanya mampu memberikan dampak yang positif.  Ada yang justru membuat keadaan memburuk atau tidak ada perubahan sama sekali.

Hal-hal yang menjadi tolak ukur untuk melakukan atau tidaknya kemoterapi antara lain ukuran tumor usia pasien dan tingkat keganasan pasien. Apabila usianya lebih muda maka pertimbangan untuk melakukan kemoterapi menjadi lebih besar. Lalu jika ukurannya lebih dari 3 sampai 5 cm maka mau tidak mau harus melakukan kemoterapi.

Maka dari itu supaya tidak perlu dikemoterapi para wanita atau bisa juga pria harus memeriksakan kesehatan payudaranya. Sehingga jika terjadi kanker atau tumor bisa langsung diatasi sehingga tidak perlu melakukan kemoterapi.

Demikianlah informasi mengenai tips mengambil keputusan apakah ingin kemoterapi atau tidak. Semoga dengan pembahasan ini Anda dapat lebih yakin dan percaya dengan pilihan Anda.

Baca artikel lain mengenai Beda Kanker Rahim dan Kanker Serviks

Persiapan Mental Sebelum Kemoterapi

Cara Mengatasi Rasa Takut Saat Ingin Melakukan Kemoterapi

Kemoterapi bukan sesuatu yang mudah, baik dalam melakukannya maupun dalam pengambilan keputusannya. Sering kali pasien yang akan melakukan kemoterapi merasa takut akan risiko yang ditimbulkan. Makanya kesiapan mental adalah hal yang paling penting untuk dipersiapkan.

Salah satu cara mengatasi rasa takut saat ingin melakukan kemoterapi adalah memberikan sugesti pikiran dengan positif. Untuk hal ini, keluarga harus mampu membantu pasien yang akan menjalaninya supaya percaya diri.

Ada banyak sekali hal yang harus dipersiapkan keluarga dan pasien sebelum melakukan kemoterapi. Pembahasan mengenai dua hal ini akan ada di bawah ini.

Persiapan Mental Sebelum Kemoterapi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kesiapan mental adalah hal yang paling harus diperhatikan sebelum menjalani kemoterapi. Jadi pengobatan kanker ini bukan hanya berpengaruh dalam tubuh. Menurut seorang terapis ahli dari Manhattan yang bernama Paul Hokemeyer, PhD, JD, hal-hal yang harus benar-benar dipersiapkan sebelum menjalani kemoterapi antara lain emosional, intelektual, dan fisik.

Supaya dapat mempersiapkan diri dari sisi emosional maka pasien kanker harus dapat dukungan dari orang-orang terdekat. Bisa juga dari komunitas-komunitas yang anggotanya adalah orang yang peduli atau juga mengalami penyakit yang sama. Sementara itu, secara intelektual pikiran pasien kanker yang dikemoterapi harus diarahkan kepada hal-hal yang positif seperti penyembuhan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Kemudian, secara fisik pasien harus mengubah pola hidupnya dengan lebih baik. Seperti jadi rajin olahraga, diet makanan sehat, banyak istirahat dan lain sebagainya.

Diantara semuanya, sisi emosional dan intelektual adalah hal yang paling sulit dimiliki. Namun, dengan kasih sayang dan dukungan keluarga atau teman dekat bisa mempercepat atau membuat proses penyembuhan lebih mudah.

Cara lain supaya rasa cemas atau takut bisa teratasi adalah dengan cara menghipnotis diri sendiri. Biasanya hal ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang ingin menghilangkan kecanduan atau memperbaiki diri. Namun bisa juga untuk menghilangkan kecemasan, rasa takut, rasa kurang percaya diri, dan lain sebagainya. Bahkan banyak digunakan juga untuk membuat orang yang sakit jadi bisa sembuh.

Cara untuk mengatasi rasa takut dengan hipnotis diri sendiri sangat mudah. Berikut ini langkah-langkahnya.

  • Anda harus melakukan ini dengan tenang maka harus mencari tempat yang sepi atau hening. Bisa di kamar sendiri tanpa ada orang.
  • Sesudah itu Anda duduk atau berbaring dengan santai. Rebahkan badan dengan pelan-pelan agar badan rileks. Biarkan seluruh tubuh Anda dari bagian kepala sampai kaki merasa rileks. Ciri Anda telah rileks adalah ketika menggerakkan anggota tubuh maka rasanya akan sangat berat. Buat diri Anda rileks selama sekitar 15 menit.
  • Merasa kurang rileks? Satu hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghitung mundur dari angka 100 sampai 1. Di setiap hitungan mundurnya, di dalam hati Anda harus berkata “Aku akan rileks” atau “Aku menjadi rileks”. Nanti Anda akan merasakan bahwa napas akan menjadi lebih teratur secara perlahan.
  • Sesudah merasa benar-benar rileks maka Anda harus berbicara sendiri kepada alam bawah sadar diri Anda. Anda harus mengatakan semua hal yang diinginkan. Oleh karena ingin mengatasi rasa takut karena akan menjalani kemoterapi maka Anda bisa bicarakan bahwa Anda ingin rasa takut yang dimiliki hilang.

Berbicara dengan alam bawah sadar diri sendiri memang salah satu hal yang mampu memberikan dampak positif bagi diri sendiri. Asalkan kata-kata yang dikeluarkan benar agar pesan dari otak kita akan diterima.

Salah satu caranya adalah jangan menggunakan kata “tidak”. Kenapa? Oleh karena alam bawah sadar kita tidak tahu atau mengenal kata tersebut. Jadi, jika kata “tidak” itu diucapkan justru alam bawah sadar kita akan mengatakan “ya”.

Contohnya, supaya rasa takut hilang ketika akan kemoterapi maka kata-kata yang diucapkan jangan “Saya tidak akan takut”. Jika demikian justru alam bawah sadar Anda akan mencernanya sebagai “Saya akan takut”. Cara mengatasi rasa takut ini benar-benar menggunakan kekuatan pikiran yang bisa membuat dampak positif orang yang melakukannya dan alam semesta yang mendukungnya.

Anda harus mengulang-ulang kata dengan sugesti positif tersebut agar benar-benar memberikan pengaruh kepada self hipnotis. Sesudah selesai mengatakannya maka bangunkan diri Anda sendiri dari kondisi hipnotis tersebut dengan cara menghitung dari 1 sampai 10. Ketika menghitung tersebut dalam hati Anda harus mengatakan bahwa “Saya akan bisa menjadi pribadi yang saya inginkan, saya akan berani menghadapi kemoterapi”.

Begitu kira-kira cara-cara untuk mengatasi rasa takut saat ingin melakukan kemoterapi. Sesudah mendapatkan kepercayaan diri dan rasa takut hilang maka selanjutnya Anda bisa mempersiapkan diri untuk benar-benar melakukan kemoterapi.

Persiapan Sebelum Kemoterapi

Sebelum proses kemoterapi dilakukan Anda bisa melakukan persiapan untuk diri sendiri. Tentunya dengan bantuan ahli. Anda bisa bertanya dulu mengenai efek samping yang bisa dialami ketika sedang kemoterapi  atau sesudahnya. Dengan demikian, antisipasi bisa Anda lakukan sebelum kemoterapi dijalankan.

Misalnya jika menurut dokter, Anda akan kehilangan rambut maka Anda bisa mempersiapkan diri mengenai cara untuk menutupinya. Atau misalkan akan berefek kepada ingfertilitas, Anda bisa menyimpan telur atau sperma supaya nanti bisa memiliki keturunan di masa depan, dll.

Sesudah itu lakukan prosedur-prosedur sebelum kemoterapi dilakukan. Daftar prosedurnya adalah sebagai berikut.

  • Tes Darah Standar

Ini adalah langkah pertamanya, keperluannya adalah sebagai sebuah catatan awal agar dokter dapat memastikan bahwa tubuh Anda memang telah siap untuk dikemoterapi. Dengan tahu level darah dari pasien maka dokter onkologi bisa tahu keberhasilan dari kemoterapi. Lalu bisa menentukan juga mengenai obat yang akan digunakan, seperti apakah butuh obat tambahan agar sel kanker terbunuh, pengobatan telah efektif atau belum, dan lain sebagainya.

  • Tes Radiologi

Untuk melakukan tes ini bisa dengan menggunakan berbagai cara atau tipe seperti PET, CT scan, MRI, X-ray, atau tes ultrasound. Tes ini dijalankan dalam waktu yang cukup lama bahkan berulang-ulang sampai beberapa kali. Selain dilakukan sebelum kemoterapi juga dilakukan sesudah kemoterapi.

Kegunaan tes ini adalah sebagai pengukur terhadap respon tubuh Anda terhadap pengobatan yang nanti akan dijalani.

  • Tes Gigi

Kenapa tes ini harus dilakukan? Agar dokter bisa melihat jika ada tanda-tanda infeksi yang akan terjadi. Infeksi ini bisa saja menyebabkan komplikasi. Saat dimulainya kemoterapi, Anda harus memakai air hangat dan baking soda untuk membersihkan gigi. Kegunaannya agar tidak mengalami sariawan.

Orang yang dikemoterapi kebanyakan mulutnya akan menjadi kering. Agar tidak membuat iritasi maka jangan gunakan pasta gigi yang punya kandungan natrium lauryl sulfat.

  • Podiatric Evolution

Hal ini dilakukan jika Anda punya masalah-masalah seperti diabetes, sirkulasi yang buruk, dan berbagai masalah kesehatan lain yang ada hubungannya dengan penyembuhan luka dan kaki. Anda harus melakukannya karena proses kemoterapi juga bisa membuat infeksi pada kulit dan kuku.

Itu dia prosedur-prosedur yang dilakukan sebelum Anda melakukan kemoterapi. Jika sudah kemoterapi maka Anda akan merasa kelelahan sehingga butuh istirahat yang banyak. Istirahat sampai Anda merasa sudah kuat dan sehat kembali. Hal ini terjadi karena darah Anda akan menurun akibat dari obat kemo yang digunakan.

Demikianlah informasi mengenai bagaimana cara mengatasi rasa takut saat ingin melakukan kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Beda Kanker Rahim dan Kanker Serviks