Tag Archives: Penyebab Kanker Nasofaring

Kanker Nasofaring Menular

Kanker Nasofaring Menular? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Kanker nasofaring memang bukan merupakan kanker yang cukup jarang terjadi. Namun jika tidak segera diatasi dengan baik, tetap bisa menyebabkan kematian karena tergolong sebagai kanker berbahaya. Selain itu, pada sisi yang lain, banyak yang masih bingung, apakah kanker nasofaring menular atau tidak.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebelumnya harus diketahui lebih dulu bahwa kanker nasofaring merupakan kanker yang serangannya terjadi salah satu organ saluran pernafasan. Kanker ini selalu muncul di atas tenggorokan atau faring dan bagian belakang hidung. Karena letaknya yang ada di saluran pernafasan inilah, banyak yang bertanya apakah penyakit kanker yang satu ini menyerang atau tidak.

Penyebab Kanker Nasofaring

Serangan penyakit kanker nasofaring, hampir sama persis dengan serangan kanker dari jenis yang lain. Hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Tetapi di sisi lain banyak ahli kesehatan yang menyimpulkan bahwa penyakit kanker nasofaring ini lebih sering menyerang orang-orang tertentu.

Maksud dari orang-orang tertentu ini antara lain, berasal dari keluarga yang anggotanya pernah mendapat serangan kanker tersebut. Kemudian bagi Anda yang pernah kena serangan Virus Epstein Barr atau EBV dan Virus Human Papilloma atau HPV juga mempunyai resiko tinggi terkena kanker nasofaring. Termasuk juga yang senang mengkonsumsi makanan yang sistem pengolahannya dengan cara diasinkan.

Apakah Kanker Nasofaring Menular? Bagaimana Cara Mencegah Penularannya?

Sebenarnya, tidak ada satupun jenis penyakit kanker yang bisa menular. Karena kanker selalu terjadi oleh faktor pertumbuhan sel-sel yang terganggu, kemudian sel tersebut menjelma jadi sel kanker.

Sehingga terjadinya penyakit kanker itu bukan diakibatkan oleh penularan tapi karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Kasus ini sangat jauh berbeda dengan penyakit lain yang bisa menular ke orang lain karena bukan merupakan suatu penyakit infeksi. Sedangkan untuk pencegahannya, yang dapat Anda jalankan adalah menghindari faktor resikonya.

Salah satu wujud dari pencegahan ini yaitu mencegah adanya penularan virus EBV dan HPV. Jika sudah terlanjur masuk dalam tubuh, kedua virus ini akan menimbulkan kerusakan pada sel-sel yang pada akhirnya nanti akan memunculkan serangan kanker.

EBV atau Virus Epstein Barr merupaka virus yang dapat menyebar dengan mudah di daerah mana saja. Banyak yang tidak menyadari adanya serangan virus ini karena meski telah masuk dalam tubuh, tidak pernah menimbulkan tanda atau gejala apapun.

Penyebaran maupun penularan yang acapkali terjadi biasanya melalui cairan tubuh khususnya air liur. Oleh karena itu, Anda dapat dengan mudah terkena serangan virus ini jika sering memakai barang milik orang lainĀ  yang sudah terkena infeksi EBV. Misalnya sikat gigi, gelas, sedotan dan sebagainya. Penularan ini juga dapat terjadi melalui transfusi darah, transplantasi organ, hubungan seksual dan ciuman.

Sedangkan virus HPV atau Virus Human Papilloma memang memiliki tingkat resiko rendah untuk memunculkan serangan kanker nasofaring dibanding virus EBV. Meski demikian, tetap perlu dihindari penularannya dengan cara hanya menjalani hubungan seksual pada satu orang atau satu pasangan saja.

Gejala Kanker Nasofaring

Setelah paham apakah kanker nasofaring menular atau tidak dan jawabannya adalah tidak sekaligus faktor penyebabnya maupun pencegahannya, saatnya mengetahui pula gejala yang sering muncul. Gejala yang biasanya menjadi tanda akan adanya serangan kanker nasofaring ini ada beberapa macam.

Di antaranya adalah adanya benjolan di bagian tenggorokan dan tidak terasa sakit saat disentuh oleh tangan. Selain itu muncul infeksi di organ telinga atau telinga sering berdengung yang di dunia kesehatan dinamakan tinnitus.

Mulut yang terasa sulit dibuka juga merupakan gejala awal dari kanker nasofaring. Terlebih lagi jika disertai dengan rasa sakit pada kepala dan wajah menjadi mati rasa atau nyeri. Gejala ini sering pula dibarengi dengan mimisan, sakit di tenggorokan dan hidung makin sulit untuk bernafas. Gejala berikutnya adalah penglihatan yang kabur dan berbayang.

Pengobatan Kanker Nasofaring Secara Medis Dan Herbal Yang Paling Manjur

Secara umum ada dua sistem pengobatan yang bisa dipilih oleh Anda ketika terkena serangan penyakit kanker nasofaring. Masing-masing adalah sistem pengobatan secara medis dan yang kedua menggunakan obat-obatan herbal atau tradisional.

1. Pengobatan Secara Medis

Sistem pengobatan kanker nasofaring yang dilakukan secara medis selalu disesuaikan dengan stadium-nya, posisi kanker, riwayat penyakit dan kondisi fisik pasien. Untuk langkah pertama yang biasanya dijalankan yaitu memakai metode radioterapi. Metode ini dipilih untuk pasien dengan kondisi kanker nasofaring yang tergolong masih ringan.

Sedangkan pada kanker nasofaring dengan kondisi atau stadium agak berat, memakai metode kemoterapi. Metode ini merupakan teknik penyembuhan dengan obat-obatan khusus dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker.

Apabila kanker nasofaring sudah masuk stadium berat, langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah operasi bedah. Namun karena letak dari sel kanker nasofaring yang sangat berdekatan dengan syaraf dan pembuluh darah, biasanya metode ini dihindari. Hanya saja jika sel kanker sudah telanjur menyebar hingga ke bagian kelenjar bening, maka operasi bedah menjadi satu-satunya pilihan.

Teknik penyembuhan berikutnya yaitu imunoterapi, dilakukan dengan cara memberikan obat yang nantinya akan berpengaruh kepada kekuatan tubuh untuk melawan pertumbuhan sel-sel kanker. Contoh dari obat ini antara lain adalah cetuximab dan pembrolizumab.

2. Pengobatan Menggunakan Herbal

Menurut hasil puluhan penelitian yang pernah dilaksanakan, setidaknya ada 3 macam ramuan obat herbal yang diyakini sangat mujarab untuk menyembuhkan serangan kanker nasofaring.

  • Daun Sirsak

Salah satunya adalah daun sirsak yang memiliki kemampuan tinggi dalam membunuh sel-sel kanker dengan hasil maksimal. Kelebihan utama dari sistem pengobatan menggunakan daun sirsak ini adalah tidak memunculkan dampak negatif pada tubuh.

Bahkan diyakini pula daun sirsak memiliki kekuatan hingga 10 ribu kali lipat dibanding cara pengobatan kemoterapi. Selain itu zat-zat yang terkandung didalamnya hanya membunuh sel-sel jahat saja, bukan sel positif. Anda dapat mengkonsumsi hasil rebusan daun sirsak 1 atau 2 gelas setiap hari jika ingin segera sembuh dari kanker nasofaring.

  • Kulit Buah Manggis

Obat herbal kedua yang juga dipercaya berkhasiat tinggi dalam mengatasi kanker nasofaring adalah buah manggis, namun yang diambil adalah kulitnya saja. Kulit buah manggis memiliki beberapa jenis senyawa yang bersifat antibakteri, anti histamin, anti alergi, anti oksidan, anti inflamasi dan yang paling penting anti kanker.

Selain itu, kulit manggis juga kaya dengan kandungan nutrisi, gartain, mangostin, epicatechin, garsinon, flavinoid dan spingomyolinase. Cara konsumsinya sama dengan daun sirsak, yaitu direbus kemudian hasil rebusannya diminum sebanyak 1 atau 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

  • Temu Lawak

Temu lawak sejak zaman dulu sudah sering dipakai untuk mengobati penyakit dan menurut hasil penelitian, tanaman ini mengandung curdione dan curcumol. Kedua kandungan tersebut memiliki khasiat tinggi untuk memberantas pertumbuhan sel kanker nasofaring. Apalagi jika dikonsumsi secara teratur setiap hari.

Temuk lawak dapat dikonsumsi dengan cara dibuat menjadi jamu seduh atau dipakai sebagai bumbu dalam masakan dan makanan. Tetapi jika ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam proses penyembuhan kanker nasofaring, sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk jamu.

Semoga ulasan lengkap tentang apakah kanker nasofaring menular serta sistem pencegahan dan teknik pengobatannya ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Terutama bagi Anda maupun orang-orang terdekat Anda yang sedang terkena serangan penyakit tersebut.

Baca artikel lain mengenai Terapi CAR T-Cell

Buah Untuk Mengobati Kanker Nasofaring

Buah Untuk Mengobati Kanker Nasofaring Yang Benar-Benar Terbukti Manjur

Ada banyak sekali jenis kanker, salah satunya kanker nasofaring atau yang biasa disebut dengan kanker hidung. Jumlah penderitanya juga lumayan banyak dan termasuk kanker mematikan.

Terjadinya kanker hidung apabila sel kanker berkembang pada bagian nasofaring. Bagian ini ada di belakang rongga hidung dan di atas tenggorokan bagian belakang. Meski letaknya berada di kepala, tapi dibahas terpisah dari berbagai kanker yang terjadi pada daerah kepala dan leher.

Kanker ini sering terjadi pada orang etnis Cina, selanjutnya etnis Melayu. Sementara itu, untuk etnis India sangat langka dan jarang yang mengalaminya.

Pengobatan kanker ini memang bisa dilakukan dengan kemoterapi tapi jika Anda takut akan efek sampingnya bisa coba mengonsumsi buah untuk mengobati kanker nasofaring. Artikel ini akan membahasnya.

Penyebab Kanker Nasofaring

Virus EBV atau Epstein Barr disinyalir menjadi faktor paling penting dalam terjadinya kanker ini. Meski penyebabnya belum dapat diketahui secara pasti.

Virus ini bisa menyebar apabila di dalam keluarga ada seorang yang memiliki garis keturunan pertama dengan penderita kanker ini . Dibandingkan dengan keluarga yang tidak memiliki riwayat penyakit ini maka risiko mereka semakin besar.

Penyebab lainnya bisa karena merokok, mengonsumsi makanan yang diawetkan, dan terlalu sering juga terlalu banyak mengonsumsi ikan yang telah diasinkan ketika usia masih kecil.

Namun untungnya jumlah penderita kanker nasofaring sudah mulai berkurang karena pilihan makanan untuk generasi sekarang sudah ada banyak. Jadi mengonsumsi bahan makanan yang di fermentasi atau diawetkan, dan ikan yang diasinkan sudah jarang dilakukan.

Kanker hidung atau NPC memiliki gejala-gejala seperti:

  • Memiliki dahak atau lendir yang bercampur dengan darah.
  • Terjadi gangguan pada saluran pernafasan sehingga mimisan.
  • Sakit kepala.
  • Terdapat masalah kesehatan pada telinga seperti pendengaran yang berkurang suara berdengung, dan telinga tersumbat.
  • Penglihatan gAnda kelopak mata jadi menurun dan wajah kebas karena saraf kranial.
  • Terjadi pembesaran pada bagian kelenjar getah bening sehingga leher membengkak.
  • Memiliki gejala yang biasa terjadi ketika orang menderita kanker stadium lanjut seperti cepat letih kehilangan berat badan nyeri tulang, dan lain sebagainya.

Segera periksakan jika Anda merasa memiliki gejala-gejala tersebut.

Buah untuk Menyembuhkan Kanker Nasofaring

Untuk menyembuhkan kanker ini memang lebih baik dilakukan kemoterapi atau radioterapi. Jadi sel kanker yang sudah merambat bisa dibunuh dan hilang. Tapi, jika Anda belum siap untuk melakukannya, ada satu cara yang lebih mudah dan tidak perlu banyak pertimbangan.

Cara tersebut adalah mengonsumsi buah untuk mengobati kanker nasofaring. Namun apabila kondisi Anda tidak kunjung baik maka mau tidak mau harus melakukan penyembuhan dengan cara lain seperti yang sudah disebutkan tadi.

Ingin tahu apa saja buah-buahan yang bisa mengobati kanker hidung atau nasofaring? Di bawah ini ada daftar buah-buahan tersebut.

Buah Bit

Mungkin Anda merasa asing dengan buah ini karena memang bukan buah yang dikonsumsi secara umum di Indonesia. Jadi wajar saja jika ada orang yang tidak tahu buah bit ini.

Buah bit memiliki bentuk yang mirip dengan bawang merah tapi kulitnya lembut dan lebih tebal. Warna buah ini adalah merah keunguan sehingga agak mirip dengan warna ubi ungu juga.

Buah bit memiliki bau yang khas sehingga tidak semua orang suka. Namun daging buahnya tidak seburuk yang dibayangkan, masih terasa bersahabat di lidah.

Buah ini memang sudah sering dijadikan obat untuk menyembuhkan kanker hidung. Oleh karena di dalamnya ada banyak zat-zat kompleks yang baik untuk tubuh. Berbagai kandungan zat yang ada dalam buah bit antara lain:

  • Betasanin dan Caumarin

Dua zat ini dapat mencegah terjadinya tumor. Biasanya tumor adalah cikal bakal dari penyakit kanker, jadi jika ada benjolan yang mencurigakan di bagian tubuh Anda maka harus segera diperiksakan dan diobati. Supaya tidak berkembang menjadi kanker yang mematikan.

  • Asam Folat

Di dalam buah bit terdapat 34 persen kandungan asam folat. Fungsinya adalah untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak. Jadi buah bit sangat baik jika digunakan sebagai obat herbal penyakit kanker.

Apabila Anda sudah melakukan kemoterapi juga bisa terbantu oleh buah bit ini. Sel-sel baru akan mudah muncul sehingga kesehatan Anda jadi lebih cepat membaik.

  • Magnesium

Jumlah magnesium yang terdapat dalam buah bit sekitar 9,8 persen. Fungsinya adalah untuk menjaga fungsi dari otot dan saraf. Ketika ada tumor yang tumbuh pada area nasofaring maka serabut serabut saraf akan ditekan secara kuat oleh tumor tersebut.

Dengan mengonsumsi buah bit ini bisa membuat sel saraf lebih kuat ketika proses penyembuhan kanker sedang berlangsung.

  • Zat Besi

Jumlah kandungan zat besi yang terdapat pada buah bit adalah sekitar 7,4 persen. Fungsinya untuk mengatur metabolisme energi dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Memang ketika seseorang menderita penyakit ini maka kekebalan tubuhnya ada pada titik terendah sehingga dia merasa lemah. Rendahnya kekebalan tubuh ini akan membuat sel kanker merajalela dengan lebih cepat.

Jadi sudah tidak perlu diragukan lagi khasiat dari buah bit untuk mengobati penyakit kanker nasofaring.

Untuk semakin memberikan efek yang baik maka buah bit harus diolah dengan menambahkan bahan-bahan lain. Cara untuk mengolahnya sebagai berikut.

  • Siapkan 2 buah bit lalu kupas bagian kulitnya sampai bersih. Selanjutnya iris-iris dagingnya.
  • Sesudah itu tambahkan dengan dua buah wortel yang telah dicuci dan dipotong-potong.
  • Blender kedua bahan tersebut tanpa menggunakan air. Jika mau, Anda bisa menambahkan susu kental manis dan madu tapi cukup satu sendok makan saja.
  • Sesudah halus maka saring jus ini dan minum sarinya. Supaya hasilnya bisa maksimal maka konsumsi sekitar 3 sampai 4 kali sehari secara rutin.

Buah Manggis

Buah ini memang berkhasiat untuk menyembuhkan atau mencegah berbagai jenis penyakit termasuk menjadi buah untuk mengobati kanker nasofaring.

Baik buahnya maupun kulitnya sama-sama bermanfaat untuk kesehatan. Di dalam manggis ada banyak sekali kandungan antioksidan dan nutrisi lain seperti mineral vitamin dan lain sebagainya.

Akan lebih baik juga apabila buah manggis dikonsumsi setiap hari untuk mengobati penyakit kanker dengan lebih cepat.

Buah Plum

Di luar negeri buah ini lumayan populer tapi di Indonesia belum terlalu. Oleh karena memang buah ini hanya bisa didapatkan apabila diimpor langsung dari luar negeri. Jika ada di Indonesia pun harganya mahal dan mungkin hanya ada di supermarket-supermarket besar.

Sama seperti kandungan pada buah manggis, buah plum juga memiliki kandungan nutrisi dan antioksidan yang lumayan banyak. Buah ini bisa membuat sifat fagosit dari sel darah putih meningkat lalu bisa mencegah terjadinya perubahan sel kanker.

Buah Sirsak

Di dalam buah sirsak tercepat kandungan terpenoid, alkaloid, kumarin, saponin, flavonoid, tanin, fenol, lakton, kardiak glikosa, dan antrakuinon. Semua kandungan tersebut termasuk dalam zat antioksidan yang sangat ampuh dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.

Selain itu bisa juga membuat daya tahan tubuh penderita lebih meningkat sehingga sembuh lebih cepat.

Lobak Putih

Meski bukan masuk dalam kategori buah, tapi umbinya mirip seperti buah.

Letak putih bisa menyembuhkan kanker hidung secara ampuh karena di dalamnya terdapat kandungan levib glikosida dan minyak mustard. Kedua kandungan tersebut dapat menekan pertumbuhan dari sel kanker sehingga akhirnya salah kanker tersebut bisa hilang.

Itulah dia informasi mengenai buah untuk mengobati kanker nasofaring. Namun Anda juga boleh saja mengonsumsinya untuk membuat kesehatan Anda lebih baik, tidak hanya bisa dikonsumsi ketika Anda sakit. Justru mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Baca artikel lain mengenai Penambah Trombosit Paling Cepat