Tag Archives: penyakit kelenjar getah bening

Gejala Kanker Getah Bening

Mengenali Gejala Kanker Getah Bening Stadium Pertama Yang Harus Diwaspadai

Selama ini kanker sering dianggap sebagai salah satu jenis penyakit paling membahayakan di dunia. Bahkan ada beberapa macam kanker yang ketika melakukan serangan di organ tubuh, sulit untuk ditangani apalagi jika terjadi keterlambatan dalam pendektesian dan pengobatan.

Keterlambatan pengobatan ini biasanya terjadi karena memang ada beberapa jenis serangan kanker yang sulit dideteksi secara dini. Penyebab keduanya adalah karena sebagian besar dari penderitanya merasa malas atau enggan memeriksakan diri meski sudah muncul gejalanya.

Mulai tidak mempunyai waktu karena sibuk bekerja serta biaya selalu menjadi alasan utama. Tapi selain itu ada pula yang merasa takut untuk melakukan pemeriksaan. Padahal ketika rasa takut ini muncul, justru akan merugikan pasien sendiri karena jika sudah terlanjur masuk ke stadium akhir, jauh lebih sulit untuk disembuhkan.

Salah satu jenis penyakit kanker yang saat ini dianggap seringkali memunculkan penderitaan paling menyakitkan terhadap pasiennya adalah kanker getah bening. Sesuai dengan namanya, kanker ini menyerang kelenjar getah bening.

Sedangkan kelenjar getah bening sendiri merupakan kelenjar yang mempunyai peran sangat vital bagi tubuh. Fungsi utama dari kelenjar getah bening adalah menciptakan sistem imunitas atau kekebalan dan terletak pada bagian leher, ketiak, dada dan selangkangan.

Sementara itu, kanker getah bening bisa menyerang siapa saja baik wanita maupun pria tanpa memandang usia. Mulai dari anak-anak hingga orangtua memiliki resiko yang sama terhadap serangan penyakit yang bersifat sangat mematikan ini.

Dalam dunia medis dan kedokteran, kanker kelenjar getah bening lebih sering disebut dengan istilah limforma. Secara singkat, penyakit ini dapat didefinisikan sebagai sebuah serangan sel kanker yang memiliki target utama sistem limfatik.

Selain itu, kanker getah bening dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu limforma hodgkin dan limforma non hodgkin. Baik kanker getah bening jenis hodgkin maupun non hodgkin, keduanya mempunyai gejala awal yang hampir sama. Beberapa jenis gejala yang harus selalu diwaspadai danĀ  diperhatikan secara lebih serius, antara lain:

Demam

Gangguan yang terjadi pada sistem imunitas atau kekebalan dapat memunculkan akibat serta respon yang tidak sama terhadap tubuh manusia. Misalnya tubuh terasa dingin, meski sedang tidak dalam keadaan demam.

Demamnya tubuh yang terjadi karena kanker getah bening itu sangat berbeda dengan demam yang diakibatkan oleh serangan penyakit lain. Pada kanker getah bening, biasanya munculnya demam seringkali dibarengi dengan gangguan lain berupa peradangan di leher dan rasa tidak enak di mulut ketika ingin menelan makanan.

Kadangkala demam ini lebih sering muncul pada malam hari bahkan bisa berlangsung selama lebih dari satu minggu. Munculnya demam semacam ini merupakan suatu tanda pertama dari gejala serangan kanker getah bening stadium awal atau stadium pertama.

Berkurangnya Nafsu Makan dan Selalu Haus

Demam yang terjadi secara terus menerus hingga lebih dari satu pekan akan membuat nafsu makan jadi berkurang. Pada kelenjar getah bening yang telah terkena infeksi oleh bakteri atau virus bisa membuat penderitanya kehilangan nafsu makan.

Keadaan ini biasanya berlangsung selama sekitar 3 hari atau lebih kemudian berlanjut dengan munculnya rasa haus yang sangat berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Nafsu untuk minum justru jauh lebih tinggi dibanding nafsu untuk makan.

Bengkak Serta Nyeri

Masih dalam stadium dini atau stadium tingkat pertama, penderita juga bisa mengalami suatu pembesaran atau pembengkakan di beberapa kelenjar getah bening. Terutama di bagian leher, ketiak dan selangkangan.

Pada kanker getah bening jenis limforma hodgkin, pembengkakan ini tidak dibarengi dengan rasa sakit atau nyeri. Karena penyebabnya hanya virus atau bakteri saja. Meski demikian, jika muncul gejala ini harus tetap diwaspadai dan ditangani secepatnya jika hasil pemeriksaanya memang menunjukan adanya sel kanker pada kelenjar getah bening tersebut.

Sedangkan di limforma tipe non hodgkin, pembengkakan yang terjadi biasanya menimbulkan rasa nyeri dan sakit yang sangat laur biasa. Bahkan rasa nyeri dan sakit ini akan terasa hingga ke bagian lain yang berada di sekitar area kelenjar getah bening.

Penurunan Berat Badan

Sebagaimana biasa, penurunan nafsu makan pada penderita penyakit selalu mengakibatkan dampak yang sama yaitu berkurannya berat tubuh. Hal ini juga dialami oleh penderita kanker getah bening. Penurunan berat badan ini akan mulai terjadi sekitar 4 hari saat mengalami rasa nyeri sebelum terjadi pembesaran atau pembengkakan di kelenjar getah bening.

Dalam kurun waktu tersebut, sebaiknya asupan gizi dan nutrisi harus tetap terjaga karena jika tidak dijaga tubuh lebih mudah mengalami infeksi. Selain itu yang lebih membahayakan lagi, sel kanker makin cepat menyebar.

Batuk dan Sesak Nafas

Gejala batuk dan sesak nafas hanya dialami oleh penderita kanker getah bening non hodgkin dan biasanya gejala ini selalu disertai dengan rasa nyeri di dada. Penderita merasa kesulitan bernafas terutama di malam hari atau ketika cuaca sedang dingin. Gejala tersebut diperparah dengan pembengkakan di leher yang berakibat oksigen tidak bisa mengalir ke kerongkongan.

Mudah Lelah dan Letih

Gejala kanker getah bening selanjutnya adalah tubuh menjadi mudah lelah, lemah dan kurang memiliki tenaga. Penyebabnya tentu saja karena nafsu makan yang berkurang dan berat tubuh yang menurun. Dalam kondisi seperti ini, penderita tetap harus berusaha menjaga asupan gizi dan nutrisi untuk mencegah perkembangan dan pertumbuhan sel kanker.

Selalu Merasa Kenyang

Penyebab utama dari berkurangnya nafsu makan pada penderita kanker getah bening adalah karena perut selalu terasa penuh dan kenyang. Untuk mengantisipasi kondisi ini, jalan terbaik yang bisa ditempuh yaitu memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Terutama yang tidak ada kandungan pengawetnya.

Sering Berkeringat

Sering mengeluarkan keringat terutama pada malam hari adalah gejala yang seringkali terjadi pada penderita kanker getah bening. Kelenjar getah bening adalah organ yang memiliki tugas melancarkan penyerapan nutrisi dan sistem metabolisme atau pencernaan.

Selain itu, kelenjar getah bening juga berfungsi sebagai tempat membuang limbah dari proses metabolisme yang berjalan. Salah satu pertanda adanya pembuangan limbah ini yaitu adanya keringat yang keluar melalui pori-pori kulit. Jika kelenjar getah bening berada dalam kondisi tidak normal, jumlah keringat yang keluar jadi lebih banyak terutama di malam hari.

Setiap orang harus selalu waspada ketika sudah merasakan lebih dari tiga gejala seperti yang dijelaskan di atas. Jangan tunda memeriksakan diri ke rumah sakit atau dokter sehingga dapat dilakukan diagnosis secepatnya. Diagnosis dan pemeriksaan yang lebih cepat membuat kanker getah bening makin mudah ditangani dan disembuhkan.

Tidak hanya itu, yang tidak kalah penting adalah sikap waspada ini dibarengi dengan langkah lain agar tubuh selalu sehat dan terhindar dari serangan kanker getah bening maupun jenis kanker lainnya.

Misalnya rajin berolahraga, menghentikan kebiasaan merokok sekaligus berusaha agar tidak terlalu dekat dengan perokok aktif. Selanjutnya jangan lupa konsumsi makanan bergizi setiap hari dan selalu menerapkan gaya hidup sehat, selalu berfikir positif dan hindari stres.

Semoga informasi tentang gejala-gejala kanker getah bening di atas bisa membantu siapa saja untuk menghindari serangan penyakit membayakan tersebut. Bagaimanapun juga, mencegah itu jauh lebih baik dibanding mengobati.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi Kanker Otak