Tag Archives: pengobatan kemoterapi

Jenis Kemoterapi

Jenis Kemoterapi, Obat, dan Dampaknya untuk Pasien Kanker

Mengenal Jenis Perawatan Pasien Kanker

Perawatan pasien kanker tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa rangkaian yang harus dilalui terlebih dahulu sebelum tim medis memutuskan jenis perawatan yang paling sesuai untuk pasien. Hal ini karena penanganan dan perawatan untuk satu pasien dengan pasien lainnya tidaklah sama. Umumnya pasien kanker akan memilih jenis perawatan mulai dari kemoterapi, operasi hingga terapi radiasi. Dan jenis perawatan yang paling sering digunakan yakni kemoterapi.

Tidak hanya terbatas pada kemoterapi saja. Salah satu inovasi perawatan kanker yang kian direkomendasikan yakni imunoterapi. Dimana dalam terapi ini memfokuskan penguatan imun tubuh untuk melawan sel kanker. Namun tidak terlalu banyak yang menggunakan imunoterapi karena beragam sebab, salah satunya yakni mengenai besaran biaya karena lama waktu diperlukan jauh lebih lama dibandingkan kemoterapi.

Tahapan Penentuan Jenis Perawatan bagi Pasien Kanker

Pasien kanker tidak serta merta memilih atau menentukan sendiri akan menggunakan jenis perawatan yang akan digunakan nantinya. Begitupun dengan tim medis, tentunya harus meneliti terlebih dahulu riwayat kesehatan pasien sebelum menentukan jenis perawatan yang akan direkomendasikan nantinya. Umumnya dokter akan melihat dari riwayat kesehatan pasien yang terdiri dari jenis penyakit apa saja yang ada, jenis kanker yang diderita hingga stadium kanker tersebut.

Salah satu tahap yang tidak bisa dilepaskan dalam penentuan jenis perawatan kanker yakni kondisi tubuh pasien. Dokter akan memeriksa organ tubuh pasien, untuk memastikan tindakan medis selama kemoterapi tidak berdampak fatal untuk pasien. Organ vital seperti hati dan ginjal menjadi pertimbangan utama bagi dokter untuk menentukan jenis kemoterapi serta jenis obat yang akan digunakan.

Jenis Kemoterapi untuk Pasien Kanker

Kemoterapi adalah upaya penanganan pasien kanker yang menggunakan bahan atau obat kimia tertentu untuk memperpanjang masa hidup pasien. Kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel – sel kanker secara sistemik yang menyerang organ tertentu. Penggunaan obat kemoterapi mempunyai dua cara pemberian yakni injeksi melalui infus dan oral dalam bentuk kapsul maupun tablet.

Tidak hanya obat, jenis dan teknik kemoterapi pun sangat bervariatif. Sedangkan untuk perawatannya, umumnya ahli medis akan menawarkan terapi dalam bentuk kemoterapi, terapi radiasi hingga operasi bedah. Kali ini kita akan membahas detail jenis kemoterapi yang bisa dipakai oleh pasien kanker.

1. Terapi Primer

Pasien penderita kanker tentunya mengharapkan kesembuhan dengan melakukan kemoterapi. Apabila kondisi tubuh pasien juga tergolong kuat, maka sebaiknya memilih terapi primer. Jenis kemoterapi utama ini juga dapat dikombinasikan atau digabung dengan jenis terapi lainnya supaya hasil lebih maksimal. Pasein kanker bisa juga menjalani terapi radiasi (radiologi) selama dalam proses kemoterapi.

Bahkan pasien kanker juga bisa mengkombinasikan dengan terapi imun. Tentu saja jenis penggabungan kemoterapi dengan terapi lainnya juga harus sesuai dengan rekomendasi dokter. Hal ini karena dosis obat serta bahan kimia yang dilakukan pada jenis kemoterapi primer ini cukup tinggi.

2. Terapi Tambahan

Apabila pasien kanker sebelumnya telah melakukan tindakan medis berupa operasi pembedahan. Tidak ada salahnya penderita kanker juga melakukan terapi tambahan dengan kemoterapi. Hal ini karena sel – sel kanker tidak mungkin sepenuhnya bisa dibersihkan melalui operasi pembedahan. Maka jenis kemoterapi tambahan ini bisa membersihkan sisa sel – sel kanker yang belum terangkat ketika pembedahan.

Untuk jenis kemoterapi tambahan ini mempunyai dosis obat maupun variasinya tentunya mempunyai tingkatan yang lebih sedikit dibandingkan kemoterapi primer. Dalam beberapa kasus, selain sebagai terapi tambahan pasca pengangkatan jaringan kanker, jenis terapi ini juga bisa digunakan sebagai kombinasi terapi radiologi menggunakan terapi radiasi.

3. Terapi Paliatif

Jenis kemoterapi dengan terapi paliatif umumnya sangat direkomendasikan oleh pihak medis untuk penderita kanker dengan stadium akhir. Pasien kanker yang telah memasuki stadium empat umumnya telah merasakan efek fisik kanker tersebut. Rasa nyeri berlebih pada bagian yang terkena kanker akan sangat terasa pada stadium ini. Hal ini karena sel – sel kanker telah menyebar dan tumbuh pada organ dalam pasien.

Penggunaan terapi paliatif sangat membantu mengontrol atau mengendalikan laju penyebaran kanker. Semakin baik sel – sel kanker dihambat perkembangannya, maka semakin membaik pula harapan kelangsungan hidup pasien. Kemoterapi dengan terapi paliatif setidaknya efektif menahan laju penyebaran sel – sel kanker dalam menyerang organ lain dalam tubuh. Dengan begitu, setidaknya pasien bisa bertahan lebih lama.

Jenis Obat Kemoterapi dan Dampaknya bagi Pasien Kanker

Setelah serangkaian tahapan penentuan jenis kemoterapi dilakukan. Maka tentunya jenis obat dan dosis juga bisa segera ditentukan. Efek samping penggunaan obat selama kemoterapi secara umum menyebabkan kerontokan rambut, anemia, mual, sariawan, bahkan hingga kerusakan otot jantung dan gagal ginjal. Untuk menangani efek kemoterapi tersebut, biasanya dokter juga akan menambahkan obat pereda tambahan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pasca kemoterapi.

Jenis obat yang digunakan untuk kemoterapi umumnya mempunyai dampak penggunaan yang kurang lebih sama. Seberapa hebat efek kemoterapi ditentukan dari sebarapa baik kondisi fisik pasien saat itu. Berikut ini jenis obat kemoterapi yang digunakan untuk penderita kanker payudara.

1. Adriamycin Kode A

Untuk jenis obat kemoterapi yang menggunakan adriamycin kode A ini terdiri atas CAF (Cytoxan, Adriamycin and Fluorouracil). Penggunaan obat ini ketika kemoterapi biasanya menimbulkan dampak berupa kerontokan rambut. Umumnya pasien kanker akan mengalami kerontokan pada rambut kepada, alis hingga bulu mata. Pasien tidak perlu khawatir, karena semua efek pasca kemoterapi hanya bersifat sementara. Jadi setelah penggunaan obat kemoterapi dihentikan, rambut tetap bisa tumbuh kembali.

2. Methotrexate Kode M

Untuk jenis obat kemoterapi ini biasanya lebih familiar disebut dengan istilah CAM yakni singkatan dari  (Complementary and Alternative Medicine). Meskipun penggunaan obat methotrexate ini juga mempunyai efek berupa kerontokan rambut, namun tidak semua pasien mengalami efek yang sama. Selain itu, tingkat dari efek penggunaan obat ini juga berbeda antar satu pasien dengan pasien lainnya. kerontokan yang dialami pasien tidak akan separah jika menggunakan jenis obat kemoterapi sebelumnya.

3. Cytoxan

Untuk jenis obat kemoterapi yang satu ini juga membuat rambut mengalami kerontokan. Meskipun tingkat kerontokan jauh lebih banyak dibandingkan penggunaan obat Methotrexate, beberapa pasien tetap direkomendasikan untuk mengambilnya karena beragam pertimbangan. Efek penggunaan obat kemoterapi sebaiknya dijadikan sebagai penyemangat bagi pasien untuk berusaha pulih secepat mungkin. Semakin cepat perkembangan kesehatannya, maka semakin besar peluang untuk bisa kembali sehat tanpa kemoterapi lagi.

4. Taxol

Bagi penderita penyakit kanker payudara, penggunaan kemoterapi dengan racikan obat taxol menyebabkan dampak kerontokan semua rambut yang ada dalam tubuh pasien. Meskipun penggunaan obat taxol ini merupakan jenis yang paling tinggi dari sisi efek penggunaan, beberapa dokter tetap merekomendasikan penggunaan obat ini kepada pasien. Selain untuk mempercepat proses penyembuhan, dampak yang dialami pasien tentunya hanya bersifat sementara saja. Jadi setelah kemoterapi tuntas dilakukan, rambut tetap bisa tumbuh seperti sedia kala.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Bawang Putih untuk Kanker