Tag Archives: Pengobatan Kanker Kulit

Jenis Kanker Kulit

Berbagai Jenis Kanker Kulit Beserta Cara Mendeteksi dan Pengobatannya

Kanker kulit merupakan penyakit yang menyerang jaringan kulit. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menyerang jaringan tubuh lainnya, dan bisa menimbulkan penyakit kanker lain.

Kanker kulit umumnya menyerang orang yang kulitnya berwarna putih. Hal itu dikarenakan jaringan kulit orang berkulit putih cukup rentan terserang sel kanker, utamanya sel kanker kulit. Itu mengapa, penyakit ini sering melanda orang dari benua Amerika atau Eropa, yang penduduknya notabene berkulit putih. Walau begitu, tak menutup kemungkina bila penduduk Asia (termasuk Indonesia) juga bisa terkena salah satu jenis penyakit kanker ini.

Secara umum, penyebab utama terjadinya kanker kulit tak lain adalah sel kanker yang biasnaya muncul dari paparan sinar matahari berlebih pada kulit tubuh. Paparan senyawa karsinogen, dan faktor keturunan merupakan sebab lainnya mengapa kanker kulit bisa menjangkiti seseorang.

Kanker kulit sendiri mempunyai beberapa jenis, di mana beberapa jenis kanker kulit tersebut adalah:

1. Aclinic Kerastosis

Jenis kanker kulit yang pertama adalah Aclinci Kerastosis. Penyakit ini merupakan kanker kulit yang disebabkan oleh sel kanker karsinoma. Sel kanker tersebut biasanya menyerang orang berkulit putih, utamanya yang pernah mengalami kanker kulit sebelumnya sebanyak dua kali.

Salah satu gejala yang muncul dari kanker kulit ini adalah munculnya luka di kulit. Luka tersebut mirip eperti luka bakar, dan biasanya muncul di bagian kulit yang mudah terpapar sinar matahari.

2. Karsinoma Sel Basal

Jenis kanker kulit ini biasanya menjangkiti orang-orang di benua Asia. Penyakit kanker ini sendiri disebabkan oleh serangan sel kanker yang menyerang sel basal dalam kulit tubuh, utamanya pada kulit leher dan kepala. Orang yang terjangkit jenis kanker kulit ini biasanya akan mengalami gejala tertentu, yaitu: munculnya benjolan berwarna merah mudah di bagian kulit leher atau kepala.

3. Karsinoma Sel Skuamosa

Bisa dibilang, kalau jenis kanker kulit ini cukup berbahaya dan patut diwaspadai. Pasalnya, sel kanker penyakit ini bisa menyerang bagian tubuh lain, dan tentu akan menimbulkan penyakit kanker lainnya. Adapun penyebab kanker kulit satu ini adalah adanya serangan sel kanker yang menyerang lapisan epidermis kulit.

Orang yang terserang kanker kulit ini akan mengalami sejumlah gejala, yaitu: permukaan kulit yang mulai bersisik dan kasar, terutama di bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari.

4. Melanoma

Dibanding jenis-jenis kanker kulit sebelumnya, jenis kanker kulit satu ini sangat mematikan. Pasalnya, penyakit kanker kulit ini bisa membuat penderitanya meninggal dunia. Melanoma sendiri terjadi akibat sel kanker yang menyerang sel kulit yang memproduksi melanin. Orang yang terserang melanoma akan mengalami gejala berupa perubahan warna kulit, serta munculnya benjolan mirip tahi lalat, yang semakin lama semakin berubah warnanya.

Melanoma sendiri ternyata terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Nodular Melanoma: merupakan melanoma yang ditandai dengan munculnya benjolan berwarna biru tua, hittam, atau bahkan tak berwarna. Selain itu, kulit si penderita juga akan terasa gatal serta terasa panas, utamanya pada bagian yang terkena jenis melanoma ini.
  • Lentigo Maligna: merupakan jenis melanoma yang lazim menjangkiti orang tua atau lanjut usia. Gejala dari jenis melanoma ini adalah: munculnya benjolan kecokelatan dan dapat berubah ukuran sewaktu-waktu, serta munculnya rasa perih dan panas di sekitar area yang terkena kanker.
  • Acral Melanoma: merupakan jenis melanoma yang lazim menyerang telapak tangan, kuku, atau bagian bawah jari. Gejala jenis melanoma ini sendiri antara lan:munculnua benjolan serta rasa nyeri di bagian sekitar benjolan atau kanker; atau munculnya rasa kaku di bagian kulit yang terkena jenis melanoma ini.

Cara Mendeteksi Kanker Kulit

Ada dua cara yang bisa kita lakukan, agar kita dapa mendeteksi munculnya penyakit kanker kulit. Pertama, dengan membuka pakaian kita, dan membiarkan kulit kita terpapar sinar. Amatilath kulit tubuh kita dengan saksama, apakah kulit kita telah ditumbuuhi bintik/tahi lalat, ataukah tidak.

Cara kedua, kita bisa mengamati kulit kita setiap saat, tanpa perlu membuka baju dan menjemurkan diri di bawah sinar matahari. Perhatikanlah dengan saksama kulit tubuh kita, apakah ukuran dan warnya mulai berubah atau tidak.

Perhatikan pula apakah kulit kita masih baik-baik saja, atau malah muncul gejala aneh seperti gatal-gatal berlebih atau berdarah tanpa sebab.

Bila menemukan hal-hal tak wajar pada kulit, maka segeralah periksakan diri ke dokter. Nantinya, dokter akan mendiagnosis, apakah gejala tersebut termasuk gejala kanker kulit atau bukan.

Cara Pengobatan Herbal untuk Kanker Kulit

Lazimnya, kanker kulit harus disembuhkan secara medis, dan diobati dengan obat kimiawi. Namun, kanker kulit ternyata bisa diobati dengan pengobatan herbal. Berikut ini, ada sejumlah pengobatan herbal yang bisa dilakukan, guna mengatasi kanker kulit.

1. Mengoleskan Minyak Kelapa

Minyak kelapa punya sejumlah nutrisi yang baik untuk organ tubuh manusia, tak terkecuali kulit. Salah satunya adalah asam palmitic sebesar 9% yang mampu membantu mengatasi penyakit kanker kulit.

Cara pengobatan herbal dengan minyak tersebut tergolong mudah. Kita hanya perlu mengoleskan minyak tersebut ke bagian yang terkena kanker kulit. Lakukanlah setiap hari secara rutin agar kanker kulit bisa diatasi.

2. Mengoleskan Minyak Citrus.

Jika tidak punya minyak kelapa, minyak citrus juga bisa dipakai untuk pengobatan herbal kanker kulit. Hal ini dikarenakan minyak ini mempunyai kandungan D-limolene yang dapat membantu mengatasi penyakit kanker kulit. Minyak citrus sendiri bisa dibuat dengan cara mengambil ekstrak kulit jeruk dari berbagai jenis tanaman jeruk yang ada.

3. Mengonsumsi Ekstrak Terong Ungu

Terong ungu punya senyawa solasodin glycoside (BEC5) yang mampu mengatasi penyakit kanker kulit. Bahkan, senyawa tersebut juga dapat membunuh sel kanker penyebab munculnya sejumlah jenis kanker kulit. Itulah mengapa, mengonsumsi ekstrak terong ungu bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan kanker kulit secara herbal.

4. Mengonsumsi Jus Anggur atau Ekstrak Biji Anggur

Buah anggur kaya akan antioksidan, yang dapat mengatasi berbagai penyakit, termasuk kanker kulit. Bila ingin mengonsumsi anggur sebagai jus, sebaiknya konsumsilah maksimal 2 kali sehari, dan usahakan jangan menambah gula atau pemanis buatan dalam jus anggur yang hendak dikonsumsi.

Selain jus anggur, kita juga bisa mengonsumsi ekstrak biji anggur. Sama seperti buahnya, biji anggur juga kaya akan antioksidan. Bahkan, kandungan atioksidan pada biji anggur jauh lebih banyak dibanding buah anggur itu sendiri.

Demikianlah ualasan soal kanker kulit kali ini, dimulai dari jenis kanker kulit, hingga pendektesian dan pengobatan herbalnya. Dari pemaparan di atas, kita pun bisa tahu apa saja jenis kanker kulit, cara mendeteksinya, serta pengobatan herbalnya. Dengan begitu, kita pun jadi lebih tahu seperti apa itu kanker kulit, dan juga tahu bagaimana cara mengobatinya secara herbal.

Baca artikel lain mengenai Benalu Batu

Pengobatan Kanker Kulit

Pengobatan Kanker Kulit Secara Medis

Setelah melakukan diagnosa, dokter akan memutuskan cara terbaik untuk mengobati penyakit kanker kulit terhadap pasiennya. Secara medis, pengobatan atau upaya penyembuhan kanker kulit ini terdiri dari beberapa tahapan. Tidak semua jenis tahapan harus dilalui sebab biasanya disesuaikan dengan kondisi atau stadium kanker kulit itu sendiri dan kondisi pasien.

  1. Operasi Mohs Micrographic

Sebagai langkah awal pada pengobatan kanker kulit, biasanya dokter akan melakukan sebuah operasi dengan tujuan untuk mengangkat sel kanker yang muncul di lapisan paling tipis pada jaringan yang ada disekitarnya. Selanjutnya sel kanker yang sudah diambil ini akan diperiksa menggunakan peralatan mikroskop.

Apabila sel kanker masih berada di area pinggir jaringan atau belum terlalu masuk ke dalam kulit pemeriksaannya tetap harus dilakukan secara berulang sampai pada lapisan paling akhir yang bisa dilihat dengan mikroskop. Sistem yang dinamakan mohs micrographic ini biasanya lebih sering dipakai untuk mengecek kanker kulit yang menyerang daerah hidung, bibir, mata dan telinga serta kaki, tangan dan leher.

  1. Operasi Eksisi

Operasi tahap kedua disebut operasi eksisi yang selalu dilakukan oleh tim ahli bedah. Tujuan dari operasi eksisi adalah untuk mengambil dan mengangkat semua jaringan yang terdapat di area sekitar pertumbuhan sel kanker. Kemudian luka yang diakibatkan oleh tindakan operasi akan ditutup lagi menggunakan teknologi jahitan.

Jaringan yang sudah diambil tersebut kemudian dibawa ke laboratorium agar bisa dilakukan pengecekan dan pemeriksaan secara lebih lengkap. Pemeriksaan ini menggunakan peralatan yang dinamakan mikroskopis. Dari pemeriksaan tersebut bisa diketahui bahwa semual sel-sel kanker kulit sudah dapat diangkat semua.

  1. Operasi Elektro

Operasi elektro merupakan operasi ketiga yang dijalankan dengan cara mengerok sel kanker kulit memakai peralatan kuret panas yang tenaga panasnya berasal dari jarum elektrokauter. Operasi ini bertujuan untuk menghancurkan residu sel kanker sekaligus untuk mengantisipasi atau mengontrol pendarahan.

Pada umumnya operasi elektro dilakukan hingga beberapa kali, agar semua lapisan yang ada di dalam jaringan dapat terbebas secara total dari sel-sel kanker kulit yang sifatnya tetap. Jadi tingkat kesembuhannya bisa berada pada posisi nyaris sempurna. Meski demikian, teknik ini dianggap dapat berjalan lebih efektif jika diaplikasikan pada kanker kulit yang menyerang di bagian kelopak mata, bibir, telinga dan sekitar alat kelamin.

  1. Cryosurgery

Cryosurgery adalah sebuah tindakan yang harus dilakukan oleh dokter dengan tujuan utama menghancurkan jaringan sel kanker dengan cara memakai nitrogen cair yang dibekukan. Pada tindakan ini, tidak ada pengangkatan atau pemotongan jaringan. Sehingga tidak ada pula yang namanya pendarahan dan anestesi.

Cryosugery merupakan tindakan yang dapat dilakukan hingga berulang kali sehingga proses penghancuran terhadap sel-sel kanker yang sifatnya ganas dapat dipastikan keberhasilannya. Selain itu cryosugery dianggap sebagai upaya penyembuhan paling aman. Namun sayangnya, dibanding sistem pengobatan lainnya langkah ini mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih rendah. Apalagi dibanding dengan sistem operasi bedah.

  1. Radiasi

Sistem pengobatan berikutnya dinamakan radiasi yang dilakukan dengan menggunakan sinar X-ray. Pancaran sinar X-ray ini dapat diarahkan secara langsung kearah area pertumbuhan sel kanker dan tidak membutuhkan proses anestesi atau pemotongan.

Setelah radiasi serta penghancuran sel kanker dilakukan, butuh beberapa prosedur perawatan lain yang memakan waktu kurang lebih 1 hingga 4 minggu. Selain itu tidak jarang perawatan ini harus dilakukan setiap hari selama sekitar satu bulan.

Perawatan dalam bentuk terapi ini biasanya secara khusus ditujukan pada pasien kanker kulit yang tergolong sulit diatasi dengan teknologi pembedahan. Selain itu juga untuk pasien yang tidak disarankan untuk menjalani operasi misalnya orang lanjut usia maupun penderita yang kondisi kesehatannya sedang memburuk.

  1. Terapi Photodynamic

Prosedur penyembuhan kanker kulit berikutnya, terapi photodynamic lebih sering dilakukan pada sel-sel kanker yang area pertumbuhannya  berada di sekitar area kulit kepala atau wajah. Pada terapi ini, digunakan 5-ALA atau topikal asam 5 aminolevulinic. Agen photosensitizing tersebut kemudian diterapkan terhadap lesi.

Selanjutnya, di area yang sudah diberi obat akan dipancari dengan sinar kuat. Tujuannya agar 5-ALA dapat segera aktif sehingga dapat menghancurkan dan membunuh sel-sel kanker kulit dengan hasil yang lebih optimal.

Meski mampu membunuh sel kanker kulit secara maksimal, namun sistem pengobatan yang satu ini tergolong rendah efek sampingnya. Efek samping tersebut hanya berupa kerusakan di jaringan kulit sekitarnya dalam skala yang sangat rendah. Efek lainnya berupa pembengkakan dan munculnya ruam-ruam merah di kulit.

  1. Operasi Laser

Operasi laser merupakan suatu tindakan operasi yang dilakukan dengan karbon diosida dan difokuskan pada lesi. Pemotongannya dilakukan dalam jaringan sehingga tidak menimbulkan pendarahan. Operasi ini merupakan sebuah pilihan terbaik, terutama jika sel kanker kulitnya timbuh di daerah yang sempit atau kecil misalnya kulit kepala dan wajah.

Tindakan anesti lokal kemungkinan dibutuhkan dalam operasi ini dan biasanya akan memicu munculnya sebuah dampak berupa gangguan pada pigmen. Tapi dibalik dampaknya tersebut, melalui sistem ini dokter bisa melakukan pengontrolan secara lebih maksimal kepada tingkat kedalaman suatu jaringan yang sudah diambil.

  1. Obat Tipikal

Pengobatan tipikal merupakan sistem penyembuhan kanker kulit menggunakan lmiquimod. Obat berbentuk krim ini digosokan secara lembut di bagian tubuh yang kena serangan kanker sebanyak 5 kali dalam seminggu dan harus dilakukan dalam jangka waktu sekitar 6 minggu.

Dari sistem pengobatan ini, kekebalan dan imunitas tubuh bisa ditingkatkan. Hasilnya, tubuh akan lebih kuat menghadapi serangan sel kanker kulit. Bicara tentang efek samping, masing-masing pasien akan menghadapi dampak yang berbeda-beda. Tetapi secara umum dampak ini antara lain berupa warna kulit yang berubah jadi kemerahan, peradangan dan iritasi.

  1. Terapi Kombinasi

Pengobatan atau terapi kombinasi biasanya lebih sering dipilih jika penerapan dari salah satu sistem pengobatan tidak mampu menghasilkan penyembuhan yang maksimal. Caranya adalah mengkombinasikan beberapa sistem pengobatan di atas baik dalam jangka waktu yang sama atau secara berurutan.

Sebelum melakukan tindakan ini, dokter akan memperhitungkan lebih dulu kondisi penderita terutama terkait dengan fisik, usia dan tingkat ketahanan atau imunitasnya dalam menghadapi efek samping dari sistem pengobatan tersebut.

  1. Terapi Alternatif

Itulah beberapa jenis atau sistem pengobatan atau tindakan yang dapat dilakukan oleh dokter dalam rangka untuk menyembuhkan penyakit kanker kulit. Namun selain yang disebutkan di atas, masih ada tindakan lain yang lebih sering disebut dengan istilah terapi alternatif.

Sistem pengobatan yang satu ini bertujuan untuk mengurangi rasa mual atau sakit kepala dan gangguan lainnya setelah menjalani operasi, radiasi atau kemoterapi dan sebagainya. Karena belum diakui secara medis, maka sebelum memilih pengobatan ini sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter yang sedang menangani.

Saat ini sudah banyak ahli kesehatan yang meyakini jika mineral seng, antioksidan, vitamin A, C dan E memiliki khasiat tinggi guna memperbaiki kerusakan jaringan di tubuh. Terutama  yang mengalami kerusakan akibat serangan sel kanker kulit.

Tetapi pada sisi yang lain harus dipahami juga, hingga detik ini belum ada yang bisa memberi bukti jika semua kandungan yang disebutkan diatas dapat menyembuhkan kanker kulit secara total. Jadi sistem pengobatan secara medis tetap dibutuhkann dan harus dilakukan oleh dokter spesialis.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Sarang Semut

Pengobatan Kanker Kulit

Penggunaan Perban Yang Tepat Sebagai Pengobatan Kanker Kulit

Posting kali ini akan berkaitan dengan kanker yang berada di kulit. Mama saya menderita kanker payudara yang sudah menyebar ke kulit. Kondisi saat ini kulit masih basah dan belum bisa mengering tetapi saat ini sudah mulai ada tanda-tanda membaik tetapi belum semuanya. Area yang terkena adalah kulit pada bagian payudara kanan dan menyebar hingga ke pundak dan lengan bagian atas.

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Seperti yang sudah saya ceritakan pada posting sebelumnya bahwa penanganan kanker untuk mama saya sudah terlambat akibat tidak dirasakan benjolan yang tumbuh. Oleh karena itu saya ingin berbagi pada pembaca sekalian yang membaca posting ini agar bisa lebih berhati-hati dan cepat menangani bila ciri-ciri yang dialami sama dengan mama saya. Pada dasarnya adalah mama saya menderita kanker payudara yang sudah menyebar ke kulit jadi ciri-ciri kanker kulit yang dialami adalah:

  • Kulit mulai memerah-merah
  • Kulit mulai mengeras
  • Kulit pada bagian tertentu mulai terdapat benjolan-benjolan keras

3 ciri itu yang dialami oleh mama saya, karena tidak tahu hingga akhirnya benjolan itu memakan kulit dan akhirnya kulit menjadi luka. Luka yang dihasilkan oleh kanker ini seperti luka bakar sehingga akan sangat menyiksa penderita dan lagi bekas luka itu tidak bisa langsung kering seperti orang pada umumnya.

Luka yang dihasilkan kanker kulit ini mirip dengan penderita diabetes jadi luka tidak bisa kering sehingga setiap saat akan terasa perih karena tidak ada kulit. Pengalaman saya menjaga mama saya, kami menggunakan perban untuk menjaga agar luka tetap terawat dan membantu luka agar tidak infeksi.

Penggunaan Antibiotik

Karena kulit terluka ada kemungkinan besar bakteri akan masuk dan menyebabkan infeksi pada kulit. Kami dikenalkan oleh Dr Kong (Dokter yang kami pakai untuk treatment kanker payudara) untuk merujuk ke Dr Lam Mun San (Ahli Infeksi) untuk menggunakan antibiotik yang tepat sehingga tidak ada bakteri yang menyebabkan luka menjadi infeksi. Pertama kali yang dilakukan adalah pengambilan contoh lendir dari luka untuk dibawa ke lab dan diketahui jenis bakterinya, setelah itu kami diberikan antibiotik untuk menjaga agar bakteri tidak bisa berkambang.

 

Penggunaan Perban Yang Tepat

Penggunaan perban yang tepat dapat membantu pasien merasa lebih nyaman. Pada awalnya kami harus setiap hari 1x mengganti perban dan luka-luka harus dibersihkan. Pada awalnya kami menggunakan seperti berikut ini:

  • Melolin à Perban penutup luka, perban ini ada lapisan plastik pada bagian dalam sehingga tidak lengket pada luka
  • Plester Leukofix à Plester ini bisa didapatkan di Indonesia. Kenapa pakai plester ini karena plester ini tidak membuat kulit menjadi iritasi. Karena penggunaan perban setiap hari jika kulit tidak tahan maka kulit bisa iritasi dan luka
  • Chlorhexidine 0.05% à Antiseptic yang digunakan untuk membersihkan luka. Jumlah persentase menentukan tingkat perihnya juga ketika antiseptik menyentuh luka.

Dari awal hingga sampai kemaren kami masih menggunakan 3 peralatan itu sebagai treatment pada luka. Kemudian kami bertemu dengan ahli perawatan luka dan menyarakan kami menggunakan perban yang lain. Dan hasilnya cukup bagus, kami tidak harus mengganti perban setiap hari, perban dapat diganti seminggu 2x saja. Ketika mama saya mencoba pertama kali selama 3 hari kemudian perban diganti sekilas ada perkembangan positif. Berikut ini perban yang kami pakai:

  • Silver Cell Ag à Bentuknya seperti kasa perban dan sudah mengandung obat sehingga bakteri tidak bisa tumbuh dan akan membantu penyembuhan pada area luka.
  • Mepilex Foam à Setelah silver cell dipasang mepilex foam ini digunakan untuk menutup kemudian baru pasa plester
  • Mefix à Plester ini mirip dengan leukofix tetap plester ini lebih bagus karena tidak begitu merekat pada kulit sehingga kulit tidak iritasi. Tetapi kelemahan dari plester ini tidak bisa merekat sempurna saat plester saling tumpang tindih. Plester ini melekat sempurna pada kulit.

Metode yang baru saja kami terapkan ini cukup sempurna karena pasien tidak harus merasakan penderitaan dibersihkan lukanya setiap hari. Ditambah lagi silver cell akan membantu penyembuhan kulit.

Sedikit tips dari kami gejala awal kulit adalah mengeras dahulu dan akan timbul kulit seperti borok, nah kulit itu jangan DIBUKA karena jika dibuka dalamnya masih basah, jika sudah basah anda harus memasang perban untuk menutup luka tersebut. Biarkan seperti itu hingga sembuh maka nanti borok akan mengelupas dan bagian dalam akan mengering.

Pengobatan Kanker Kulit

Selain dari pengobatan luar untuk membantu pemulihan, kanker masih tetap harus dibunuh agar kulit bisa mengering. Pengobatan secara medis kami menjalani kemoterapi, saat ini kami menjadi oral kemo sebagai metode untuk penyembuhan.

Selain dengan kemoterapi untuk membantu penyembuhan kulit kami juga menggunakan obat berikut ini:

  • Teramycin
  • Transfer Factor à Transfer factor biasa dapat dibuka kapsulnya dan ditaburkan pada luka agar luka bisa cepat lebih kering.

Semoga pengalaman kami ini berguna bagi pasien lain yang mengalami hal yang sama. Semoga cepat sembuh.

Baca artikel lain mengenai Deteksi Dini Kanker Payudara