Tag Archives: pengobatan kanker dengan radioterapi

Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi

Life Experience 06 – Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi di Singapore

Melanjutkan pengalaman perjuangan mama saya melawan kanker payudara yang sudah terdeteksi sejak tahun 2013, saya melanjutkan kembali pada posting kali ini yang sebelumnya adalah posting mengenai Terapi Hormon Untuk Kanker Payudara. Kondisi mama saya setelah terapi hormon dengan obat Femara kondisi sudah sangat baik, kulit sudah bisa mengering dan bengkak di lengan sudah berkurang meskipun tidak bisa balik 100%. Kemudian di akhir tahun 2014 ini agak mulai terganggu kembali.

Kanker Menjalar Pada Getah Bening, Kulit dan Tulang

Januari 2015 kami kembali check ke Dr Kong dan melakukan PET Scan hasil pet scan tidak bagus karena tumor mulai tumbuh lagi di bagian getah bening, kulit dan tulang. Pada saat itu kami memutuskan untuk melakukan oral kemo yaitu dengan obat Xeloda dan Navelbine selama 2 minggu dan 1 minggu istirahat dulu kemudian kami kembali di awal februari ke Dr Kong lagi.

Sayangnya saat kami kembali lagi 3 minggu mama saya sudah merasakan sakit pada bagian pinggang tepatnya pada tulang belakang bagian T12. Maka dari itu Dr Kong menginstruksi ke kami untuk melakukan MRI Tulang Belakang sehingga bisa tahu perkembangan dari turmor yang ada di tulang belakang. Setelah hasil MRI keluar maka kondisi tulang belakang yaitu T12 sudah buruk. T12 sudah mulai rusak/collapse karena tumor sudah mulai membesar disana, untuk melakukan treatment harus dilakukan suntik semen dahulu agar tulang lebih kokoh.

Pengobatan kanker yang dipilih adalah pengobatan kanker dengan radioterapi karena jika kemoterapi hasil tidak bisa maksimal di tulang belakang karena kemoterapi lebih cenderung ke seluruh organ tubuh, sedangkan radioterapi bisa lebih fokus pada bagian tertentu saja. Kemudian Dr Kong menyerahkan kasus ini ke dokter Tulang dan dokter Radiologi di Mount E. Untuk Dr Tulang yang direkomendasi oleh Dr Kong adalah Dr Hee Hwan Tak sedangkan untuk Radiologi-nya kami direkomendasi ke Dr Lee Kim Shang.

Suntik Semen Pada Tulang Belakang (Dr Hee Hwan Tak)

Pertama kami konsultasi dahulu ke Dr Hee untuk mengatur proses semen pada tulang belakang. Kami bertanya-tanya beberapa hal yaitu:

  • Kenapa diperlukan semen pada bagian tulang belakang (T12)? Karena pada T12 ini adalah satu-satunya yang menyangga antara tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah jadi jika tidak kuat dan bisa patah/pecah akan susah nantinya.
  • Apa efek samping dari Semen ini? Efek samping bisa terjadi infeksi dan semen tersebut bocor di dalam tulang
  • Berapa lama proses semen? 1-2 jam
  • Apakah perlu menginap di rumah sakit? Bisa menginap atau bisa juga langsung pulang

Untuk kasus mama saya ini tumor tulang belakang paling parah di T12 sedangkan ada juga di T7, kemudian kami menanyakan apakah perlu melakukan suntik semen juga? Karena T7 ada pada bagian tulang-tulang rusuk jadi lebih kokoh jadi tidak perlu suntik semen bisa langsung melakukan radiasi. Jadi diputuskan bahwa suntik semen yang dilakukan hanya pada bagian T12 saja.

Saya mencari-cari juga seperti apa proses suntiknya sebagai referensi saya, untuk proses suntik pada tulang disebut dengan Kyphoplasty. Pembaca bisa klik pada link itu untuk melihat proses suntik pada tulang belakang. Sebenarnya procedure ini tidak dilakukan pada penderita kanker saja tetapi bisa juga sebagai pengobatan osteoporosis.

Setelah semua sudah fix kami melakukan dahulu suntik semen di Rumah Sakit Mount E dan yang melakukan adalah Dr Hee Hwan Tak sendiri. Kami agak terkendala ketika proses yang harus dilakukan adalah harus tengkurap/face down karena lengan kanan mama tidak bisa diangkat jadi susah jika harus tengkurap, jadi kami memutuskan untuk bius total sehingga lebih mudah memposisikan pasien. Sebenarnya proses suntik semen ini tidak perlu bius total hanya perlu bius lokal saja sudah cukup, kasus mama saya ini spesial. Dr Hee bercerita ke saya bahwa setelah bius total masih susah karena tangan tidak bisa diangkat dengan sempurna jadi solusinya Dr Hee harus menggantungkan tangan ke bawah jadi hanya badan saja yang mengkurap.

Proses suntik ini tidak lama 2 jam kira-kira saya menunggu hingga mama selesai. Kami masih harus menunggu bius hilang sehingga mama istirahat dahulu sebentar dan sorenya kami sudah bisa pulang. Apa yang dirasakan setelah suntik tulang? Jawabnya Sakit karena jarum suntik yang dimasukkan ke tulang jadi masih ada rasa sakitnya. Setelah beberapa hari rasa sakit sudah mulai berkurang sehingga kami langsung konsultasi ke Dr Lee Kim Shang.

Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi (Dr Lee Kim Shang)

Kami berkonsultasi dengan Dr Lee untuk hari pertama untuk menentukan dahulu bagian mana saja yang perlu dilakukan radiasi. Menurut Dr Lee T12 dan T7 perlu dilakukan radiasi agar tumor bisa lebih mengecil jadi mama harus menjalani pengobatan kanker dengan radioterapi sebanyak 8x. Area yang harus diradiasi adalah bagian tulang belakang saja. Beberapa pertanyaan yang kami tanyakan pada Dr Lee adalah:

  • Efek samping dari radiasi seperti apa? Efek samping dari radioterapi adalah mual, daerah kerongkongan agak susah menelan, kulit memerah. Efek samping ini terjadi karena daerah radiasi pada tulang punggung menembus daerah lambung sehingga akan mual.
  • Menurut Dr Lee apakah T12 diperlukan suntik semen? (saat itu kami ingin cross check pendapat dokter) Menurut Dr Lee perlu karena T12 menjadi satu-satunya penyangga tubuh. Antara Dr Lee dan Dr Hee punya pendapat yang sama
  • Apakah area yang dikulit bisa diradiasi juga? Setelah melihat foto luka-lukanya menurut Dr Lee tidak bisa karena area yang terkena tumor sudah besar jadi disuruh tetap melanjutkan menggunakan kemoterapi
  • Posisi seperti apa yang harus dilakukan untuk radiasi? Posisi tengkurap atau telentang bisa dilakukan untuk radiasi. Karena mama tidak bisa tengkurap jadi kami memilih telentang.

Langkah pertama yang dilakukan oleh Dr Lee adalah memberi marking atau tanda pada bagian tubuh sehingga ketika memposisikan badan lebih tepat dan sama setiap kali mama harus melakukan radiasi. Ketika semua tanda sudah diberikan mama minggu depan sudah bisa menjalani pengobatan dengan radioterapi.

Proses radiasi cuman sebentar antara 5-10 menit saja sudah selesai untuk setiap kali radiasinya. Rasa mual untuk awal-awal masih belum terasa, mulai terasa saat radiasi ke-4 mama sudah mulai mual-mual. Tetapi Dr Lee sudah memberikan obat anti mual sehingga mama bisa tetap makan. Setiap hari kami melakukan radiasi mulai senin-jumat (5x) dan minggu depan lagi senin-rabu (3x) jadi total 8x sudah selesai. Punggung mama sudah merasa lebih baik meskipun terkadang masih ada rasa sakit, tetapi sudah tidak seperti pertama kali yang sampai sakit sekali.

Setelah 8x selesai kami diminta untuk konsulasi kembali ke Dr Lee. Menurut Dr Lee akan ada kesusahan menelan tetapi nantinya akan hilang sendiri jadi jangan makan yang kasar-kasar makan halus dulu nanti akan hilang dengan sendirinya. Setelah itu kami diminta untuk kembali lagi selama 3 bulan untuk check up lagi.

Kesimpulan

Radioterapi ini memang cocok bagi tumor yang masih terpusat pada satu titik saja karena radioterapi bisa lebih fokus sehingga pengobatan kanker bisa lebih cepat daripada kemoterapi. Saya awalnya juga tidak menyangka harus suntik semen karena saya mengira hanya radiasi saja beres, tapi tidak sesederhana itu harus suntik tulang dahulu agar tulang lebih kuat. Disamping itu ketika menjalankan radioterapi pasien tidak bisa menjalankan kemoterapi karena menurut Dr Kong efek samping terlalu besar jadi mama hanya menjalankan radioterapi selama 8x itu.

Dengan menjalankan radioterapi ini memang tulang punggung menjadi lebih baik tetapi karena mama tidak bisa menjalankan kemoterapi maka tumor yang di getah bening dan kulit menjadi berkembang. Tetapi hal ini tidak bisa kalau tidak dilakukan karena tulang punggung lebih beresiko jika tidak ditangani. Pasien bisa mengalami kelumpuhan jika tulang belakang tidak segera diobati.

Semoga pengalaman saya mengantar mama bisa berguna bagi pembaca blog ini, jika ada pertanyaan langsung saja meninggalkan komentar pada bagian bawah ini.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Payudara