Tag Archives: pengertian kanker hati

Kanker Hati Sembuh

Peluang Kanker Hati Sembuh Apakah Sangat Besar?

Kanker memang termasuk jenis penyakit yang mematikan. Ada banyak sekali penderita kanker yang pada akhirnya meninggal meski sudah mendapatkan pengobatan maksimal. Hal ini karena sel-sel penyebab kanker bisa menyebar dengan sangat cepat dan membuat kondisi tubuh menjadi sangat lemah.

Meski demikian, bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Beberapa jenis kanker seperti kanker hati memiliki peluang sembuh yang lumayan besar. Ingin mengetahui fakta lebih dalam mengenai kesembuhan dari kanker hati?

Artikel ini akan memberikan beberapa informasi mengenai harapan untuk kanker hati sembuh berdasarkan fakta-fakta yang kami dapatkan.

Mengenal Kanker Hati dan Penyebabnya

Kanker hati memiliki beberapa tipe yang sesuai dengan tempat asal tumbuhnya sel kanker tersebut. Apabila asalnya dari organ hati maka disebut sebagai kanker hati primer. Namun kanker hati primer juga bisa berasal dari saluran empedu. Meski hal ini jarang terjadi karena lebih cocok masuk dalam jenis kanker saluran empedu.

Kanker hati biasanya lebih sering terjadi pada pria, kemungkinannya dua kali lipat dibandingkan  pada seorang wanita. Lalu, sebanyak 80% penderita kanker ini berasal dari Asia.

Berapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab adanya penyakit ini antara lain:

  • Sirosis.
  • Hepatitis kronis.
  • Obesitas.
  • Terlalu sering mengonsumsi alkohol.
  • Memiliki penyakit metabolik turunan.
  • Diabetes tipe 2.
  • Terkena paparan dari zat aflatoksin.
  • Terkenal paparan thorium dioksida dan vinil klorida.
  • Arsenikum.
  • Steroid anabolik.
  • Penggunaan tembakau seperti merokok.
  • Infeksi parasit.
  • Pil KB.

Mengetahui Harapan Hidup untuk Penderita Kanker Hati

Peluang kanker hati sembuh akan lebih besar apabila telah terdeteksi dari awal, sama yang biasa terjadi pada jenis kanker lainnya. Peluang kesembuhan dapat ditentukan dari cara penanganan dan tingkat harapan hidup. Sebelum mengetahui kedua hal tersebut maka dokter akan memeriksa ukuran kanker lalu fungsi hati penyebaran sel kanker dan jumlah bagian yang terkena kanker. Hal itu bisa dilakukan dengan pemeriksaan AFP, CT Scan, MRI, dan USG.

Oleh karena, jika ingin tahu kemungkinan kanker hati sembuh maka harus memiliki data yang lengkap dan akurat.

Angka harapan hidup akan langsung didiskusikan oleh dokter kepada pasien yang telah didiagnosis menderita penyakit ini. Maksud dari angka harapan hidup adalah jumlah persentase dari semua penderita kanker hati yang kondisinya sama dengan pasien yang didiagnosis. Lalu akan diketahui juga dari jangkau waktu kesembuhan si mantan penderita itu. Jangka waktu ini dihitung langsung setelah dilakukan diagnosis.

Namun hal ini tidak menjamin tingkat kesembuhan yang sama karena setiap orang kondisinya berbeda. Misalnya saja ketahanan tubuhnya lebih lemah atau jenis perawatan yang dilakukan berbeda.

Biasanya jangka waktu untuk tingkat kelangsungan hidup bervariasi. Bisa 1 tahun lebih bahkan sampai 10 tahun. Namun biasanya tingkat kelangsungan hidup dari pasien kanker hati berlangsung selama 5 tahun.

Tingkat kelangsungan hidup ini bukan menentukan seberapa lama lagi Anda bisa hidup. Jadi bukan berarti penderita kanker hati hanya hidup sampai 5 tahun.

Untuk mendapat angka harapan hidup selama 5 tahun ini, peneliti harus melakukan penelitian yang cukup lama. Mereka harus mengetahui jumlah dari penderita kanker hati yang selamat sesudah didiagnosis 5 tahun.

Apabila memberikan perkiraan harapan hidup tanpa meneliti lebih lanjut mengenai pengobatan atau tingkatkan kerja maka disebut dengan tingkat keseluruhan.

Contoh dari perhitungan ini adalah jika tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun adalah sebesar 50%, artinya sebanyak 50% penderita penyakit ini bisa bertahan hidup sampai dengan 5 tahun sesudah diagnosis dilakukan.

Namun, jika hanya melakukan perhitungan ini masih kurang memberikan jawaban yang pasti mengenai tingkat kesembuhan yang sebenarnya. Supaya lebih spesifik maka harus diperhitungkan juga masalah komplikasi dan tingkat keparahannya.

Untuk lebih spesifiknya bisa menggunakan hasil penelitian dari National Cancer Institute Surveillance, Epidemiology and End Results. Mereka menggunakan data-data para pasien penderita kanker hati dari tahun 2003 sampai 2009. Lalu menyimpulkan bahwa ada tiga kelompok kanker hati. Tiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut.

  • Distant, artinya kanker hati ini sudah menyebar sampai ke jaringan dan organ-organ yang berada jauh dari hati sehingga masuk dalam stadium IVB. Jumlah tingkat langsung and hidup relatif 5 tahunnya hanya 2%.
  • Regional, artinya kanker hati sudah menyebar ke bagian kelenjar getah bening atau organ dekat. Masuk dalam stadium IVA dan IIC.  Tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahunnya hanya 7%.
  • Localized, artinya sel-sel kanker baru hanya ada di dalam hati atau belum menyebar. Biasanya masih dalam stadium I, dan II tapi beberapa ada juga yang pada tahap III. Untuk jenis kanker ini kelangsungan hidupnya sebesar 28%.

Kesimpulannya, tingkat kelangsungan hidup ini bisa menentukan pilihan pengobatan untuk kanker hati Anda. Peluang kanker hati sembuh lebih besar apabila didiagnosis sejak awal.

Kemudian ada juga faktor-faktor lain yang bisa membantu kelangsungan hidup lebih lama seperti baik tidaknya tubuh ketika merespon pengobatan maupun kesehatan pasien secara menyeluruh.

Pengobatan Kanker Hati agar Sembuh

Untuk mengobati penyakit kanker hati umumnya ada 5 cara pengobatan yang bisa dilakukan. Selain dengan kemoterapi juga ada ablasi tumor, pembedahan, radioterapi dan terapi kanker terarah.

  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki sifat anti kanker atau menghancurkan pertumbuhan dari sel kanker yang telah menyebar.

Ada beberapa cara untuk memberikan obat kemo, yaitu memberikan obat dalam bentuk tablet dan penyuntikan obat langsung ke bagian pembuluh darah.

  • Radioterapi

Pengobatan dengan cara ini akan menggunakan sinar energi yang sangat tinggi dengan tujuan yang sama. Namun jarang digunakan untuk menyembuhkan kanker hati karena hati tidak bisa terpapar dengan radiasi tinggi.

  • Terapi Kanker Terarah

Pengobatan ini dilakukan dengan melakukan beberapa jenis obat juga agar penyebaran kanker terhenti. Penggunaan obat tersebut akan dilakukan dengan cara interfensi ke molekul yang menyebabkan adanya pertumbuhan kanker. Obat yang digunakan bernama Sorafenib, biasanya digunakan pada penderita kanker hati yang sudah ada pada tahap lanjut.

  • Ablasi Tumor

Tujuannya supaya sel kanker hati primer bisa hancur dan membuat kanker hati sembuh. Caranya adalah dengan menggunakan alkohol atau panas. Dilakukan dengan menggunakan scanning CT atau ultrasound lalu jarum akan diarahkan lewat kulit sampai masuk ke bagian kanker di dalam hati. Sebelumnya, dilakukan anestesi local dulu.

  • Pembedahan

Pembedahan dapat dilakukan jika  bagian hati tertentu yang terkena kanker sementara bagian lainnya sehat. Dengan bedah, bagian hati dengan kanker akan diangkat sehingga hilang dan tidak menyebarkan sel kanker ke seluruh bagian tubuh lainnya.

Selain 5 pengobatan ini, ternyata ada banyak cara pengobatan lainnya. Pengobatan-pengobatan ini adalah perkembangan terbaru dari cara menyembuhkan penyakit kanker hati, seperti:

  • Transplantasi hati, yaitu mengganti hati dengan milik orang lain yang mendonorkan.
  • Reseksi hidup, yaitu mengangkat sebagian atau semua bagian hati.
  • Perawatan dukungan.
  • Terapi target.
  • Terapi biologik, yaitu menggunakan virus yang bisa membunuh sel kanker.
  • Krioterapi, yaitu terapi menggunakan suhu yang sangat dingin.
  • Injeksi alkohol, yaitu menghancurkan tumor dengan menyuntikkan alkohol.
  • Embolisasi arteri, yaitu memblokir pembuluh darah supaya tidak mengalir ke tumor.

Dengan semakin banyaknya pengobatan untuk kanker hati maka kemungkinannya untuk sembuh semakin besar.

Itulah dia informasi mengenai kemungkinan untuk kanker hati sembuh dan bagaimana pengobatan-pengobatan yang dilakukan supaya peluangnya semakin besar.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Penyebab Kanker Liver

Penyebab Kanker Liver yang Sering Diabaikan Masyarakat

Kanker liver adalah salah satu penyakit mematikan yang paling banyak menyerang kaum pria, bahkan muncul rasio dimana kanker hati pada pria adalah 1:81, sementara pada wanita jauh lebih sedkit yakni 1:196. Terjadinya kanker hati disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah gaya hidup yang kurang sehat. Selain itu, ada berbagai macam faktor lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya kanker hati. Dari mulai penyakit bawaan, faktor keturunan, bahkan juga karena usia yang meningkat senja. Untuk wanita, ada subtipe kanker hati yang biasa disebut sebagai fibromellar terjadi lebih sering terjadi pada kaum wanita. Pentingnya rutin berkonsultasi dengan dokter menjadi salah satu cara untuk menghindari terjadinya kanker liver.

Penyebab Kanker Liver

Di bawah ini adalah beberapa penyebab kanker liver yang seringkali diabaikan oleh masyarakat.

  • Sirosis. Penyakit ini adalah jenis penyakit yang memiliki hubungan kental dengan kanker liver, bahkan sebagian besar penderita kanker hati sudah digelayuti oleh beberapa tingkat sirosis dan orang yang sirosis hatinya telah rusak, mengembangkan jaringan parut dalam hatinya maka risiko peningkatan kanker hatinya jauh lebih tinggi. Penyebab terjadinya sirosis itu sendiri ada banyak, namun yang paling utama dan banyak terjadi adalah infeksi HBV dan HCV kronis serta terjadinya penyalahgunaan alkohol. Ada penyakit autoimun seperti primary biliary cirrhosis (PBC), juga bisa menyebabkan sirosis dan jika kita memiliki PBC, maka saluran empedu jadi rusak dan akhirnya terjadi sirosis.
  • Hepatitis kronis. Ini adalah penyebab kanker hati yang paling umum, mereka yang memiliki infeksi virus jangka panjang yang berasal dari virus hepatitis B (HBV) dan dari virus hepatitis C (HCV) berisiko paling tinggi. Karena virus ini sangat umum di seluruh bumi, maka kanker hati pun menjadi jenis penyakit yang paling banyak ditemukan di berbagai belahan bumi. Orang yang sudah terinfeksi oleh HBV dan HBC berisiko tinggi untuk mengembangkan sirosis, hepatitis sampai kanker hati yang kronis. Keduanya menular pada pasien melalui kontaminasi jarum saat transfusi dan penggunaan narkoba, hubungan intim yang tak aman dan bahkan saat bersalin. Saat terinveksi oleh HBV, maka gejala yang muncul seperti flu, lalu kulit dan mata jadi agak kekuningan, inilah asal muasal kenapa penyakit ini juga disebut sebagai penyakit kuning. Beberapa mampu sembuh kembali, namun yang mengalami infeksi kronis justru memiliki risiko tinggi menjadi kanker hati. Mereka yang memiliki imunitas rendah berkesempatan tinggi terkena kanker liver saat terinfeksi, misal bayi dan anak.
  • Pecandu alkohol. Seseorang yang memiliki ketergantungan pada alkohol telah melakukan penyalahgunaan alkohol kelas tinggi dan itu menjadi penyebab utama sirosis, setelah sirosis maka risiko kanker hati meningkat tinggi.
  • Berat badan berlebih. Kegemukan tak pernah membawa hal baik selain penyakit dan kesulitan, maka karena itu mereka yang memiliki kelebihan berat badan berlebihan akan membuat lemak berlebih pada jaringan hati yang kemudian sebabkan terjadinya sirosis. Sekalipun bukan pecandu alkohol, tetapi bisa terjadi sirosis karena terlalu gemuk. Hati yang berlemak ini disebut juga sebagai NASH atau non-alkohol steatohepatitis.
  • Diabetes tipe 2. Karena sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 rata-rata memiliki berat badan yang berlebihan alias kegemukan, sehingga secara otomatis kondisinya ini akan menyebabkan masalah hati yang serius, apalagi jika memiliki riwayat penggunaan alkohol berat serta terinfeksi virus hepatitis kronis juga.
  • Penyakit turunan. Ketahuilah bahwa penyakit metabolik turunan juga salah satu faktor penyebab kanker hati, sebab ada beberapa penyakit metabolik yang sifatnya turunan seperti turunan hemokromatosis yang membuat tubuh menyerap terlalu banyak zat besi, sehingga zat besi menumpuk dalam tubuh dan hati. Saat hati kelebihan zat besi maka yang terjadi adalah sirosis. Tak hanya Hemokromatosis saja yang mengakibatkan kanker hati, namun juga:
    • Porfiria kutanea tarda
    • Tyrosinemia
    • Penyakit penyimpanan glikogen
    • Defisiensi Alpha1-antitrypsin
    • Penyakit Wilson
  • Paparan zat aflatoksin. Ini zat yang sebabkan kanker hati, dibuat oleh jamur dalam kacang-kacangan dan gandum, bahkan beras. Jika ada dalam lingkungan yang lembap maka jamur ini akan menginfeksi makanan sehat yang kita santap. Di negara tropis, pertumbuhan aflatoksin berkembang pesat dan di beberapa negara berkembang berbagai produk melewati uji produk untuk memastikan tak ada zat aflatoksin yang menginfeksi.
  • Adanya paparan bahan kimia khusus. Bahan kimia seperti vinil klorida (bahan untuk membuat plastik) dan thorium dioksida (thorotrast atau bahan kimia yang disuntikkan ke dalam orang yang akan melakukan tes xray)merupakan dua macam bahan kimia yang tinggi risiko angiosarcoma dari hati, jika terpapar secara terus menerus dalam waktu yang lama. Juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker hepatoselular. Pemerintah dunia bersepakat untuk mengurangi penggunaan keduanya, bahkan thorotrast sudah tidak lagi digunakan.
  • Suntikan steroid anabolik. Ini adalah zat ilegal yang sering digunakan para atlet untuk peningkatan massa otot serta kekuatan yang instan. Risiko penggunaan jangka panjang bisa meningkatkan terjadinya risiko kanker hepatoselular. Sementara itu Kortison yang kurang lebih seperti steroid, lalu hidrokortison atau prednison, serta deksametason, konon tak memiliki risiko serupa.
  • Air yang terkontaminasi arsenik. Arsenikum istilahnya, memiliki risiko tinggi menyebabkan berbagai jenis kanker hati seandainya tubuh terpapar dalam jangka waktu yang lama. Asia Timur adalah belahan bumi yang paling banyak terdapat kasus arsenikum.
  • Ada infeksi parasit. Jika mengalami infeksi parasit yang kemudian sebabkan schistosomiasis bisa sebabkan kerusakan hati dan menjadi penyebab kanker liver. Kawasan Asia, Amerika Selatan, juga Afrika menjadi lokasi dimana infeksi parasit terjadi.
  • Tembakau. Merokok tak pernah membawa kebaikan apapun untuk tubuh, merokok juga meningkatkan risiko kanker hati. Walaupun sudah berhenti merokok, namun tubuh sudah menumpuk nikotin di dalam tubuh dan risiko kanker liver masih tinggi.
  • Pengguna pil KB. Walaupun menjadi kontrasepsi oral yang dianjurkan untuk digunakan, namun ada beberapa kasus (walau sangat jarang terjadi) muncul tumor jinak yang dikenal sebagai adenoma hati, tetapi belum diketahui pasti bisa meningkat menjadi kanker liver atau tidak. Masih perlu penelitian yang lebih lanjut mengenai hubungan antara kanker hati dan pil KB.

Demikian adalah beberapa penyebab kanker liver yang seringkali diabaikan oleh masyarakat, ketahui penyebabnya dan lakukan pola hidup sehat sesegera mungkin. Konsumsi sayuran dan buah segar, hindari makanan olahan dan makanan yang berpengawet supaya tidak membebani kerja hati. Biasakan juga untuk bergerak setidaknya 150 menit dalam seminggu, melakukan olahraga ringan 10 sampai 30 menit per harinya sangat baik untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan baik untuk kesehatan hati. Untuk penderita/orang yang berisiko kanker liver sebaiknya pilih olahraga yang sederhana, mudah dikerjakan, dan bisa konsisten untuk dikerjakan. Misalnya adalah bersepeda atau jogging.

Baca artikel lain mengenai Bengkak Setelah Operasi Kanker Payudara