Tag Archives: pemeriksaan sadari

Deteksi Dini Kanker Payudara

Life Experience 01 – Terlambat Deteksi Kanker Payudara Yang Berakibat Fatal

Melalui blog ini saya ingin membagikan cerita mengenai bagaimana perjuangan mama saya melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Mama saya bernama Suciatiningrum berumur 60 tahun, waktu itu bulan September 2013 mulai dirasakan gejala panas seperti terbakar pada payudara kanan. Saat itu kami belum mengira bahwa itu kanker jadi kami masih santai menghadapi hal itu. Makin lama sakit makin tidak bisa ditahan kemudian muncul merah-merah pada kulit karena mama saya juga menderita lupus tahun 2007 dikiranya lupusnya aktif lagi dan menyebabkan merah-merah pada kulit. Makin lama ternyata kulitnya jadi perih seperti luka dan itu terus menyebar di area payudara kanan. Sampai akhirnya malam hari susah tidur maka kami memutuskan untuk melakukan check up dulu pada dokter di Surabaya.

Pada saat itu benjolan menonjol tidak ada hanya payudara ini mengeras seperti batu dan muncul benjolan di ketiak. Benjolan di ketiak ini sudah berlangsung lama mungkin karena tidak dirasakan dipikirnya tidak apa-apa nanti saja deh cek up nya. Lanjut kembali pada cerita, setelah itu kami ke Surabaya untuk check up, karena dipikirnya kulit yang bermasalah kami memutuskan untuk ke Dokter Kulit Surabaya yang berada di Jalan Tidar (Dokter Tunggal). Karena jam praktek yang padat kami dapat nomer terakhir, akhirnya kami memutuskan untuk tidak jadi ke dokter kulit dan langsung ke RS onkologi di Surabaya. Kami ke salah satu dokter di sana dan disarankan untuk melakukan USG.

USG langsung dilakukan di RS onkologi Surabaya setelah itu kami masih menunggu hasil dan kembali ke dokter disana. Kami melakukan konsultasi kedua dokter disana yaitu Dr Aryo dan Dr Dwirani, kesimpulan dari 2 dokter ini menyatakan bahwa mama saya terkena kanker payudara Stadium akhir menyebar ke Getah bening (ketiak) dan kulit. Pada saat USG itu juga ditemukan benjolan kecil pada payudara sebalah kiri dan ada benjolan juga pada getah bening pada sebelah kiri. Satu-satunya solusi yang ditawarkan adalah kemoterapi karena operasi sudah tidak memungkinkan lagi karena kanker sudah menyebar ke organ tubuh yang lain. Dr Dwirani mengatakan kebanyakan wanita Indonesia tidak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya pada orang lain sehingga terlambat terdeteksi dan sudah stadium lanjut.

Saat itu kami masih bingung apa yang harus dilakukan, saya menemani mama saya dengan paman saya. Setelah satu hari kami berunding akhirnya kami memutuskan untuk melakukan check up lebih detail lagi ke Singapura.

Baca artikel lain mengenai Apa itu 4Life Transfer Factor?