Tag Archives: pasca operasi kanker payudara

Operasi Kanker Payudara

Deteksi Dini dan Operasi Kanker Payudara Mastektomi

Di Indonesia kanker payudara telah menyasar jumlah penderita terbanyak pada wanita. Sejumlah operasi kanker payudara pun baru berjalan setelah terjadi stadium lanjut.

Deteksi gejala kanker akan menentukan jenis operasi yang perlu segera dilakukan. Tidak semua benjolan di bawah kulit payudara pertanda kanker. Salah satu cara deteksi adalah mamografi untuk wanita muda hingga yang berusia paruh baya.

Bila sudah terdeteksi kanker stadium awal, bedah tumor adalah prosedur awal untuk mengangkat sel-sel kanker primer. Sel-sel yang membentuk benjolan itu mungkin telah mengakar kuat. Tujuan operasi juga demi mengetahui apakah sel-sel kanker berpeluang menyebar ke kelenjar getah bening di bawah lengan.

Pada saat kanker terlanjur kronis, tak jarang diputuskan mengangkat salah satu payudara atau keduanya. Tentu keputusan operasi kanker payudara dengan prosedur ini sangat dilematis bagi wanita. Akan tetapi sampai di fase penyebaran sel, proses penyembuhan jauh lebih sulit. Meski operasi pembersihan jaringan telah dilakukan, banyak pasien yang kembali terserang kanker beberapa tahun kemudian.

Oleh karena itu, sejumlah dokter onkologi selalu menyarankan agar deteksi dini dan perawatan medis tidak ditunda lebih lama. Selama ini memang cukup banyak penderita kanker stadium dini yang beralih ke pengobatan alternatif. Sayangnya sel kanker tidak kunjung melemah, sehingga pasien kembali merencanakan operasi kanker payudara.

Pada selang waktu yang panjang tersebut bisa jadi stadium kanker meningkat ke stadium akhir. Jadi, apapun kondisinya konsultasi medis tetap sangat diperlukan. Terkait keharusan bedah tumor, ada banyak jenis operasi kanker payudara, mulai dari mengeluarkan benjolan (lumpectomy), hingga mengangkat seluruh payudara (radical mastectomy).

Tahapannya, pada stadium dini, apabila benjolan berukuran di bawah 1 cm, maka hanya benjolan saja yang dibuang. Jika sel-sel tampak berbahaya, pasien akan dikemoterapi. Kemudian bila stadium sudah lanjut atau kanker semakin ganas, maka seluruh payudara akan diangkat.

Sebagai informasi, di bawah ini proses operasi kanker payudara sesuai dengan ketentuan umumnya:

1. Operasi Lumpektomi, Atasi Kanker Stadium Awal

Lumpektomi adalah operasi pengangkatan tumor berukuran kecil tanpa perlu mengangkat payudara secara menyeluruh. Operasi kanker payudara lumpektomi adalah solusi pertama dalam menangani kanker stadium 1.

Tujuan operasi lumpektomi adalah mengambil benjolan payudara dan jaringan di sekitarnya. Setelah melakukan operasi, jenis tumor akan dikirim ke unit patologi untuk memastikan tingkat keganasan sel dan jaringannya.

Lumpektomi pada kanker stadium II juga bisa dilakukan, namun tetap mengandung risiko kekambuhan kembali, sebab terdapat sel ukuran mikro yang tidak terangkat sempurna.  Jika memang diperlukan, operasi lumpektomi akan dikombinasi dengan radiasi guna mematikan sel-sel kanker yang masih ada.

Penyinaran atau radiasi diberikan setelah pasien dalam kondisi pemulihan dari operasi lumpektomi. Proses radiasi berjalan selama lima sampai enam minggu kemudian. Lumpektomi mampu memberikan kesempatan yang baik dalam pemulihan dan kelangsungan hidup pasien kanker di stadium dini.

2. Operasi Masektomi, Angkat Seluruh Payudara

Proses operasi kanker payudara masektomi akan mengangkat payudara secara keseluruhan. Operasi masektomi harus dilakukan pada beberapa kondisi tubuh pasien yang lebih kritis. Antara lain saat kanker payudara terdeteksi stadium 2 atau 3 setelah kemoterapi, terjadi peradangan parah akibat invasi kanker, dan ketika sel-sel kanker baru tetap tumbuh, meski jaringan tumor sudah diangkat melalui lumpektomi.

Pasien mungkin diharuskan untuk menjalani operasi radikal mastektomi. Sel kanker payudara kerap menyebar ke kelenjar limfa sehingga tindakan mastektomi radikal merupakan pilihan utama. Operasi ini akan mengangkat seluruh payurada yang terkena tumor beserta kelenjar getah bening yang telah terinfeksi.

Mastektomi diharapkan dapat mencegah berulangnya kanker di kemudian hari, atau berpindah ke organ tubuh lain. Sebagai tahap lanjutnya, pasien kanker tetap wajib menjalani kemoterapi, dikarenaka operasi bukan jaminan untuk mencegah invasi sel-sel kanker yang pertumbuhannya bisa terjadi sewaktu-waktu.

3. Operasi Plastik Rekonstruksi

Setiap wanita pasti akan merasakan ketidaksempurnaan diri pada saat kehilangan salah satu bagian payudaranya. Namun dalam kasus kanker payudara, efek dari operasi mastektomi ini dapat diantisipasi dengan jalan operasi konservasi payudara, atau bedah plastik. Ini adalah proses operasi untuk membuat payudara baru dengan menggunakan implan payudara, atau jaringan dari bagian tubuh lain.

Operasi plastik rekonstruksi dapat dilakukan bersamaan dengan mastektomi, atau beberapa waktu kemudian. Bentuk payudara baru dapat dibuat semirip mungkin dengan payudara asli yang sudah terangkat. Namun tentunya prosedur ini dilakkan atas persetujuan dari dokter onkologi dengan mempertimbangkan kondisi tubuh pasien kanker payudara.

Efek Samping Operasi Kanker Payudara umumnya pasien akan merasakan nyeri, tetapi ini bisa dikurangi dengan obat-obatan. Efek samping infeksi luka pun sangat mungkin terjadi. Untuk itu pasien harus berada di rumah sakit antara 5-7 hari kemudian, bergantung dari kondisinya.

Sangat penting berbicara dengan dokter tentang keluhan-keluhan yang dialami pasca operasi kanker payudara untuk mengantipasi risiko berikut ini:

  • Perubahan bentuk payudara yang berpengaruh pada aspek psikis.
  • Nyeri dan terbentuknya darah pada luka operasi.
  • Bengkak di bagian lengan dan dada.
  • Mati rasa di area ketiak.
  • Lebih sering merasa lelah.

Peningkatan intensitas nyeri dan pegal mungkin menjadi indikasi infeksi pasca operasi kanker payudara mastektomi. Infeksi luka ditandai warna kemerahan di sekitar irisan bedah yang meluas. Maka pemantauan oleh dokter sebaiknya tidak berhenti. Terutama pada masalah kanker stadium lanjut.

Konsultasi pasca bedah merupakan kesempatan bagi pasien untuk mengeluhkan efek samping operasi. Termasuk memastikan radioterapi ataupun kemoterapi yang perlu dilakukan. Selama masa pemulihan, sasien juga dapat mengkonsumsi makanan sehat, tetapi tidak yang dibakar, mengandung pengawet, dan jenis makanan frozen food.

Pasca operasi pula, proses kemoterapi akan memberikan manfaat besar. Kemoterapi merupakan pemberian obat antikanker yang menyeluruh pada tubuh. Obat yang diberikan dapat bekerja melalui darah dan langsung membunuh sel kanker.

Selain pada pasien stadium lanjut, kemoterapi juga ditujukan pada pasien yang sel kankernya belum menyebar ke organ lain. Artinya setiap penderita kanker akan ditangani dengan perawatan yang tepat pada sasarannya.

Di samping kemoterapi, latihan fisik yang tak kurang pentingnya juga dapat dilakukan sendiri oleh pasien. Program latihan berguna dalam memperbaiki rentang gerak otot bahu dan dada.

Gerakannya pun hanya sederhana saja untuk tujuan melemaskan otot-otot di sekitar lengan. Misalnya, berbaring sambil mengangkat lengan lebih tinggi dari jantung selama 45 menit sebanyak 3-5 kali sehari. Cara ini akan bantu mengecilkan bengkak di lengan setelah operasi mastektomi.

Lakukan latihan pernapasan dalam-dalam selama 2 minggu pertama untuk menyegarkan paru-paru serta mengurangi risiko pneunomonia. Seluruh program perawatan ini dapat dikonsultasikan juga dengan dokter dan terapis fisik berpengalaman, agar program latihan bisa berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan pasien.

Itulah tadi sejumlah informasi mengenai operasi kanker payudara dan perawatannya. Untuk biaya operasinya sendiri bisa memakan biaya sedikitnya 10-15  juta rupiah di luar biaya obat-obatannya. Tapi bila Anda menggunakan sistem BPJS atau jaminan sosial yang lain maka biaya operasi tersebut dapat menjadi lebih ringan.

Baca artikel lain mengenai Penyakit Kanker Serviks