Tag Archives: Olahraga untuk Pasien Kanker

Makanan Saat Kemoterapi

Ini Dia Makanan Saat Kemoterapi Agar Asupan Gizi Tercukupi

Bagi penderita kanker, salah satu pengobatan yang lazim dijalani adalah kemoterapi. Sayangnya ketika menjalani kemoterapi, ada banyak akibat yang harus dirasakan oleh pengidap kanker. Mulai dari badan yang semakin kurus, pusing, mual dan muntah, anemia, terjadi luka dan memar pada beberapa anggota tubuh.

Risiko tersebut tidak dapat dihindari. Akan tetapi dapat diminimalisir.Kemtoerapi memang menghilangkan atau membasmi sel-sel penyebab kanker. Akan tetapi sel-sel yang masih sehat juga ikut mati. Itu sebabnya harus diimbangi dengan makanan sehat dan gizi seimbang. Tujuannya agar terhindar dari akibat-akibat tersebut.

Perlukah Diet Saat Kemoterapi?

Selain menyiapkan kondisi fisik yang prima, survivor kanker juga harus menjaga pola makan. Bukan hanya saat akan menjalani kemoterapi akan tetapi setiap hari. Keluarga penderita kanker juga harus menerapkanpola hidup sehat, karena penyakit kanker ini tidak menular namun bersifat genetik. Artinya dapat menurun. Namun hal tersebut tentu bisa diantisipasi dengan kecukupan gizi dan pola hidup yang seimbang.

Survivor kanker jelas membutuhkan diet ketat untuk melawan penyakitnya. Terlebih lagi ketika menjalani kemoterapi. Sel-sel tubuh yang sehat terancam ikut mati. Bahkan rentan menyebabkan kanker baru. Itu sebabnya diet ketat dan seimbang serta pola hidup sehat mutlak diperlukan oleh penderita kanker.

Selain itu alasan dari perlunya seorang survivor kanker untuk diet adalah dampak langsung dari kemoterapi. Seperti mual dan muntah, pusing, lemas. Jika kecukupan gizi terpenuhi maka dampak langsung tersebut tentu saja dapat diminimalisir.

Perlu diperhatikan oleh survivor kanker adalah makanan yang dikonsumsi setiap hari. Mereka harus konsekuen dan patuh untuk tidak menyentuh makanan yang dilarang. Sementara mereka juga harus memperbanyak makanan yang dianjurkan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari untuk Penderita Kanker

Bagi penderita kanker baik yang sedang menjalani atau tidak menjalani kemoterapi, beberapa makanan yang sebaiknya dihindari antara lain:

1. Makanan yang dipanaskan berulangkali

KIta sering memanaskan makanan berulangkali. Alasannya cukup simple,”Masih enak dimakan” namun tanpa kita ketahui justru di situlah asal muasal penyakit kanker.  Nutrisi dalam makanan akan menghilang jika terlalu sering dipanaskan. Tentu saja tidak baik untuk tubuh apalagi untuk mereka yang sedang berjuang melawan kanker.

2. Makanan berpengawet

Makanan berpengawet seperti sosis, kentang frozen, nugget, kornet sering jadi pilihan karena praktis. Padahal di balik kepraktisan tersebut bisa menyebabkan penyakit dan menurunkan daya tahan tubuh. Padahal untuk penderita kanker membutuhkan stamina yang kuat untuk menjalani serangkaian pengobatan. Kandungan senyawa dalam makanan berpengawet ini disebut juga menjadi pemicu penyakit, salah satunya kanker. Jadi sebaiknya untuk penderita kanker menghindari sama sekali makanan berpengawet ini. Sebagai gantinya bisa mengkonsumsi makanan segar.

3. Minuman ringan atau bersoda

Ini jelas wajb dihindari oleh penderita kanker. Sama dengan makanan berpengawet minuman bersoda atau minuman ringan mengandung senyawa yang dapat menyuburkan sel-sel kanker. Tentu tidak seimbang jika di satu sisi sel kanker dimatikan atau dihentikan pertumbuhan sel-sel kanker namun di sisi lain masih ‘disuburkan’ dengan minuman bersoda. Sebagai gantinya sangat disarankan untuk penderita kanker mengkonsumsi jus buah secara rutin. Tentu saja jus buah murni ya, tanpa tambahan pemanis atau susu.

Cara Menjaga Asupan Gizi Selama Menjalani Kemoterapi

Selama menjalani kemoterapi, survivor kanker seringkali merasakan banyak efek samping. Itu sebabnya asupan gizi selama kemoterapi harus dijaga. Selain itu survivor atau penderita juga harus menjaga stamina fisik, dengan cara istirahat yang cukup dan olahraga secara rutin.

Gizi yang tercukupi juga akan meminimalisir efek samping dari kemoterapi. Baik selama menjalani kemoterapi ataupun sesudah menjalani kemoterapi. Berikut ini cara menjaga asupan gizi selama menjalani kemoterapi.

1. Rutin minum air putih

Akan ada banyak cairan yang hilang selama menjalani kemoterapi. Itu sebabnya cukupilah kebutuhan cairan Anda dengan rutin mengkonsumsi air putih. Anda tidak disarankan untukmengkonsumsi air soda. Namun Anda tetap boleh mengkonsumsi teh panas dalam batas yang wajar, semisal maksimal dua cangkir teh setiap hari. Sisanya, akrabkanlah diri Anda dengan air putih.

2. Cukup serat

Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah sembelit. Untuk menghindari hal tersebut, cukupilah kebutuhan serat Anda. Caranya dengan banyak mengkonsumsi sayuran hijau, buah-buahan secara rutin. Usahakan sayuran selalu ada dalam menu makan pagi, siang, dan malam. Anda juga bisa menjadikan buah-buahan sebagai camilan ketika lapar. Jika berpergian, Anda bisa membawa potongan buah dalam kotak bekal sehingga mudah untuk mengkonsumsinya.

3. Makan teratur

Selain menjaga menu makanan, Anda juga perlu menjaga pola makan dan makan secara teratur. Misal makan pagi rutin pukul 07.00 artinya setiap hari wajib makan di waktu tersebut. Tujuannya agar stamina tubuh tetap terjaga dan menghindari perubahan rasa atau selera makan. Salah satu efek dari kemoterapi adalah perubahan selera makan. Jam makan yang teratur akan meminimalisir dampak tersebut.

4. Masak makanan dengan matang sempurna

Selain sayuran hijau, kebutuhan gizi pasien penderita kanker adalah asupan protein hewani yang cukup. Ini bisa didapat dari unggas dan ikan. Namun dalam proses memasaknya harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai dikonsumsi dalam kondisi belum terlalu matang, atau terlalu matang. Makanan yang dimasak harus dalam keadaan matang yang pas.  Jangan lupa jangan terlalu sering memanaskan makanan. Karena akan kehilangan banyak nutrisi.Maksimal makanan dihidangkan 24 jam setelah dimasak. Namun sebisa mungkin untuk penderita kanker harus sering berganti menu makan yang segar atau baru dimasak.

5. Konsumsi makanan berkuah

Salah satu efek dari kemoterapi adalah mulut kering. Untuk menghindari hal tersebut selain cukup mengkonsumsi air putih, sebaiknya juga mengkonsumsi makanan berkuah. Agar tetap terjaga kondisi tubuh dan terhindar dari efek samping mulut kering. Selain itu juga membatasi bahkan sebisa mungkin menghindari makanan atau minuman yang mengandung gula. Minuman yang mengandung gula hanya membantu menghilangkan rasa haus sejenak.

Melakukan Olahraga untuk Pasien Kanker

Selain menjaga pola makan, mengatur gizi hal lain yang harus diperhatikan adalah melakukan kegiatan fisik. Ini bisa berupa olahraga ringan atau kegiatan fisik ringan lainnya. Jangan sampai memanjakan diri dengan bermalas-malasan karena akan menyebabkan tunuh terasa semakin sakit.

Olahraga ringan bisa dengan berjalan kaki di pagi hari secara rutin. Durasinya pun bisa ditambah, misal hari ini 15 menit, besok 20 menit, lalu semakin hari terus bertambah. Latihan fisik rutin akan membuat tubuh terasa bugar dan meminimalisir dampak dari kemoterapi.

Olahraga atau kegiatan fisik akan membuat kebutuhan oksigen dalam tubuh terpenuhi. Tubuh yang memiliki oksigen cukup dan gizi yang seimbang akan membuat sel kanker enggan bertahan lama atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Jika ini rutin dilakukan maka bibit sel kanker yang belum tumbuh perlahan akan mati.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Olahraga untuk Penderita Kanker

Tak perlu Khawatir, Ini 4 Olahraga untuk Penderita Kanker yang Sesuai

Tidak jarang penderita kanker merasa pesimis dengan penyakitnya. Kanker memang penyakit yang mematikan, pengobatannya pun berisiko. Bukan berarti kanker tidak dapat dilawan dan disembuhkan. Selain pengobatan baik medis ataupun tradisional, faktor yang paling mendukung adalah pengobatan dari diri pasien.

Artinya rentetan pengobatan yang dilakukan oleh pasien juga harus didkukung oleh kemauan keras untuk sembuh.  Mengubah pola hidup sehat dengan mengatur pola makan adalah hal yang paling mungkin dilakukan oleh penderita kanker. Pasien kanker sangat disarankan untuk menghindari makanan-makanan yang bisa jadi pemicu berkembangnya sel kanker seperti makanan berlemak, makanan manis, makanan berpengawet,  dan minuman yang mengandung alkohol. Gaya hidup punjuga harus diubah seperti menghentikan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan merokok.

Selain makanan, faktor lain yang harus diperhatikan adalah olahraga teratur. Selain itu, juga menghindari diri dari stress berkepajangan. Pasien kanker perlu mensugesti dan menyemangati diri sendiri agar bisa sembuh dan terbebas dari kanker. Terhindar dari stress sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran penyembuhan kanker. Stress secara tidak langsung berdampak pada perkembangan dan penyebaran sel kanker lebih cepat.

Olahraga untuk Pasien Kanker, Kenapa Tidak?

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah olahraga teratur. Pasien kanker memerlukan pasokan oksigen yang cukup dalam tubuhnya. Sel kanker tidak mampu bertahan lama dalam tubuh yang memiliki oksigen yang cukup. Pada akhirnya sel kanker akan mati dan tubuh terbebas dari penyakit yang mematikan itu. Pasien kanker hanya perlu menjalani olahraga ringan dan rutin untuk mencukupi pasokan oksigen dalam tubuh. Tidak perlu khawatir, olahraga tidak akan membuat pasien semakin parah asal dijalankan dengan proporsional.

Pada pasien kanker paru misalnya. Seringkali dikhawatirkan pasien yang mengidap kanker paru akan kesulitan jika berolahraga. Alasannya karena dikhawatirkan akan mengalami sesak nafas atau badan yang lemas. Tak perlu khawatir. Olaharaga bagi pasien kanker paru bisa dilakukan sebentar saja, misal 30 menit sekali berolahraga.

Bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan oksigen, olahraga untuk pasien kanker juga berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh dari efek kemoterapi. Olahraga pada pasien kanker juga berfungsi untuk meningkatkan atau menambah imun tubuh, menguatkan otot,  dan mencegah penurunan berat badan. Jika badan atau fisik pasien kanker prima maka sel kanker tidak akan bertahan lama dan kecil kemungkinan akan kambuh di kemudian hari.

Aturan Main Olahraga untuk Pasien Kanker

Terlalu sering berdiam diri atau beristirahat sepanjang hari membuat tubuh merasa pegal.  Tubuh yang seharusnya bergerak harus diam dan tidak beraktivitas. Dalam kondisi seperti itulah sangat mungkin sel kanker justru semakin tumbuh dan berkembang. Aktivitas fisik ringan diperlukan agar pengobatan tak sia-sia.

Pasien kanker memang dianjurkan untuk berolahraga. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pasien kanker berolahraga. Tidak bisa sembarangan olahraga bisa dilakukan oleh pasien kanker. Pasien kanker harus memperhatikan kondisi fisiknya. Ketika sedang lemah sebaiknya jangan dipaksakan untuk berolahraga. Jenis olahraga yang dipilihpun disesuaikan dengan golongan kanker atau stadium kanker yang diidap.

Pasien kanker bisa memulai olahraga secara perlahan. Misal dengan melakukan aktivitas ringan seperti menyapu ruangan dalam rumah atau sekadar menggerak-gerakan anggota tubuh di pagi hari. Tidak perlu lama, cukup 15-20 menit dalam sehari. Secara perlahan tingkatkan frekuensi sampai pasien kanker menemukan porsi olahraga yang sesuai.

Lakukan olahraga tsersebut dengan hati senang. Bisa dilakukan di rumah atau berjalan-jalan pagi di sekitar tempat tinggal. Pasien juga bisa berolahraga sembari mendengarkan musik favorit atau ditemani oleh anggota keluarga lainnya. Selain itu, perlu diperhatikan kenyamanan terhadap pakaian yang dikenakan dan banyak meminum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

Agar tubuh tidak kaget, sebaiknya lakukan pemanasan ringan dengan menggerak-gerakan tangan, kaki, dan kepala sebelum berolahraga. Lalu ketika olahraga selesai, lakukan pula pendinginan. Tak perlu melakukan olahraga yang berisiko tinggi dan gerakan yang berlebih.  Anda bisa melakukan olahraga dengan gerakan ringan seperti yoga atau taichi. Olahraga juga mampu meredam stress yang dialami pasien sehingga pengobatan pun bisa lancar tanpa ada kendala.

Selain itu, perlu juga diperhatikan jenis pengobatan yang sedang dijalani. Misal ketika sedang menjalani radioterapi, sebaiknya menghindari olahraga renang. Kaporit yang ada pada kolam renang dikhwatirkan membuat pengobatan radioterapi tidak berjalan efektif.

Jenis Olahraga yang Sesuai untuk Pasien Kanker

Tidak semua olahraga sesuai untuk pasien kanker. Olahraga ringan dengan gerakan perlahan sangat disarankan untuk pasien kanker. Berikut ini jenis olahraga yang cocok dilakukan oleh pasien kanker.

1. Joging atau Berlari

Olahraga ringan ini sangat disarankan untuk pasien kanker. Tidak perlu berlari kencang, pasien kanker bisa lari kecil asal dengan kecepatan yang stabil dan menyesuaiakan kondisi pasien. Pasien kanker hanya memerlukan waktu lebih kurang 45 menit untuk melakukan olahraga ini. Keringat yang dihasilkan akan membantu mengeluarkan racun-racun yang ada dalam tubuh pasien. Olahraga ini bisa dilakukan dua kali dalam sepekan. Namun perlu diingat pasien juga harus melihat kondisi tubuhnya. Jika tidak memungkinkan joging sebaiknya tidak dilakukan terlebih dahulu.

2. Berjalan

Jenis olahraga ini paling mudah dilakukan oleh siapa saja. Pasien kanker bisa melakukannya setiap pagi setelah subuh. Berjalan pagi lebih kurang 30 menit setiap hari diyakini mampu mencukupi kebutuhan oksigen dalam tubuh. Pasien pun akan merasa tubuhnya lebih bugar karena sudah bergerak ringan setiap hari.

Berjalan juga bisa dilakukan ketika hendak melakukan aktivitas ringan lainnya. Misal naik turun tangga atau berjalan kaki ketika keluar rumah dalam jarak dekat.

3. Taichi

Jenis olahraga asal Tiongkok ini sangat disarankan untuk penderita kanker. Gerakannya yang perlahan dan teknik mengatur nafas diyakini cocok untuk pasien kanker. Jenis olahraga yang juga beladiri ini diyakini mampu mencegah pertumbuhan kanker. Bukan hanya pasien kanker, mereka yang berpotensi terkena kanker juga bisa melakukan olahraga ini agar terhidar dari penyakit mematikan ini.  Taichi biasa dilakukan berkelompok. Anda juga bisa melakukannya sendiri di rumah. Namun untuk pertama kali sebaiknya mengikuti kelas Taichi terlebih dahulu untuk mengetahui teknik yang benar.

4. Yoga

Tren olahraga pernafasan ini belum habis. Yoga adalah olahraga yang baik untuk pikiran, jiwa, dan tubuh. Olahraga ini sangat efektif untuk menjaga kebugaran tubuh dan menjauhkan diri dari stress. Latihan yoga secara teratur mampu menghilangkan racun-racun dalam tubuh.  Olahraga ini juga tanpa kompetisi yang dapat merangsang stress dan emosi. Itu sebabnya yoga sangat cocok untuk penderita kanker.

Sama dengan taichi, jika pertama kali melakukan yoga sebaiknya mengikuti kelas atau memanggil isntruktur lebih dulu. Agar mendapatkan teknik yang benar dan sesuai.

Selain olahraga tersebut di atas, pasien kanker juga bisa melakukan aktivitas ringan dan menyenangkan seperti berkebun atau menyapu bagian dalam rumah. Akivitas ringan tersebut juga bisa sebagai olahraga agar tubuh tidak kaku dan lebih rileks.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Pepaya untuk Kanker