Tag Archives: obat kanker usus besar

Manfaat Mahoni

Bahan Baku Mebel Ini Ternyata Bisa Jadi Obat Kanker Usus Besar

Kanker menjadi penyakit mematikan bukan saja di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.   Berbagai pengobatan menjadi alternatif penderitanya agar terbebas dari penyakit mematikan itu.  Mulai dari pengobatan tradisional sampai modern. Bahkan ada pasien yang mengeluarkan kocek ratusan juta rupiah untuk kesembuhannya.

Pengobatan luar negeri banyak dipilih, namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.  Ada juga pasien yang lebih memilih pengobatan tradisional dengan mengkonsumsi tanaman herbal. Pengobatan herbal diyakini minim risiko dan tentu saja lebih murah dari sisi biaya.  Tanaman herbal relatif mudah didapat bahkan bisa ditanam di halaman rumah.

Penyakit Kanker Usus Besar

Kanker usus besar dalam dunia medis disebut kanker kolon. Penyakit ini menyerang usus besar yang merupakan terminal terakhir pada sistem pencernaan manusia. Siapa saja bisa terkena penyakit ini. Namun sebagian besar penderitanya adalah mereka yang berusia lanjut atau di atas 60 tahuns.

Penyakit ini bermula dari pembentukan gumpalan-gumpalan sel berukuran kecil. Gumpalan kecil itu disebut polip adenoma. Gumpalan itu menyebar dengan cepat bahkan tidak terkendali dalam kurun waktu tertentu.

Sama dengan penyakit lainnya pada stadium awal penyakit ini hanya menyerang usus besar saja, belum menyebar ke bagian lain karena masih terhalang dinding usus. Lalu pada stadium dua, kanker mulai menyebar ke dinding usus bahkan bisa menembusnya. Setelah itu kanker menyebar ke kelenjar getah bening organ tubuh yang paling dekat dengan usus besar. Pada stadium empat kanker sudah menyebar bahkan menganggu fungsi paru-paru dan hati.

Gejala Kanker Usus Besar

Gejala kanker usus besar dapat dikenali melalui beberapa hal antara lain adanya darah ketika buang air besar bahkan terjadi pendarahan pada anus. Tekstur kepadatan kotoran pun berubah bisa menjadi lebih keras atau terjadi konstipasi atau diare. Penderita kanker usus besar ini juga mengalami turunnya berat badan dengan drastis dan tubuh lebih lelah dari biasanya. Penderita juga mengalami nyeri atau kram di bagian perut.

Penderita juga mengalami perut kembung dan sering buang air besar dan diare. Pada beberapa kasus penderita juga mengalami penurunan nafsu makan. Ada penderita yang buang air besar disertai darah ada pula yang tidak.

Jika mengalami tanda-tanda ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Perlu waspada jika mengalami diare lebih dari tiga minggu. Apalagi ketika penderita berusia 50s tahun ke atas dan mengalami gejala tersebut.

Kanker usus besar terjadi pertumbuhan sel abnormal pada lapisan usus bagian dalam.  Sel tersebut kemudian menyebar dan merusak sel yang ada di dekatnya. Sel kanker juga merusak organ tubuh lainnya. Sama dengan kanker lainnya kanker usus besar ini bersifat menurun.

Ada dua jenis kanker yang merupakan ‘keturunan’. Pertama Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC) atau disebut juga sindrom Lynch. Penyakit ini menyerang orang sebelum berusia 50 tahun. Kedua Familial adenomatous polyposis (FAP). Kanker ini tergolong langka. Ada ribuan benjolan kecil pada dinding usus besar dan rektum. Seseorang yang mengidap penyakit ini adalah mereka yang berada di rentang usia 40 tahun.

Gaya hidup juga bisa menjadi pemicu penyakit kanker ini. Makanan yang dikonsumsi seperti dagung merah, kurang serat, minuman beralkohol, merokok sangat rentan mengidap penyakit ini. Selain itu, obesitas atau seseorang dengan berat badan berlebih juga rentan terkena kanker usus besar. Selain itu, kanker usus besar juga bisa dipicu oleh penyakit lainnya seperti radang kronis di usus besar dan diabetes. Kurangnya olahraga juga bisa menjadi penyebab.

Kanker memang penyakit yang mematikan. Namun bukan berarti kanker tidak dapat dicegah. Memperbaiki pola hidup sehat adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko kanker. Beberapa cara yang diyakini bisa menyembuhkan kanker antara lain berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu. Kemudian mengkonsumsi makanan sehat yang kaya serat seperti sayuran hijau dan buah-buahan. Pasien juga harus berhenti merokok dan menghindari konsumsii alkohol setiap hari.

Jika memiliki keluarga dekat yang memiliki riwayat penyakit ini dianjurkan melakukan skrining atau pemeriksaan. Karena kanker ini sangat mungkin dipengaruhi oleh faktor genetika. Apalagi jika mengalami tanda-tanda seperti yang dialami di atas.

Kanker usus besar biasanya didiagnosa dengan beberapa acara antara lain pemeriksaan rektum secara digital. Dokter akan memeriksa adanya polop atau pertumbuhan sesuatu yang tidak normal di usus besar. Kedua denga cara menyuntikkan cairan ke dalam rektum pasien untuk memperjelas gambar usus besar jika dilakukan foto rontgen.

Tes darah melalui feses. Dokter akan mengambil sample feses dan memeriksanya apakah ditemukan adanya feses. Biasanya pasien akan diminta puasa dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk pemeriksaan lebih efektif.

Tes selanjutnya adalah kolonoskopi dengan memasukkan selang ke dalam rektum untuk memeriksa kondisi usus besar secara keseluruhan.

Tes terbaru yang dilakukan adalah kolonoskopi virtual. Yaitu dengan menggunakan CT Scan untuk membuat model usus besar pasien di layar kompiter. Jika terdapat polip atau kelainan lainnya dokter akan melakukan kolonsopi manual untk pemeriksaan lebih rinci.

Pengobatan yang dilakukan bisa dengan kemoterapi, radioterapi,operasi, dan pengobatan  herbal.  Ada banyak tanaman di sekitar kita yang sering dimanfaatkan menjadi obat herbal. Antara lain daun sirsak, daun hia, daun kenikir, mahkota dewa, buah adas, dan lain-lain.   Salah satu tanaman herbal untuk mengobati kanker adalah  biji buah mahoni. Pohon mahoni biasa digunakan untuk bahan baku pembuatan mebel seperti meja, kursi, dan lemari.

Mengenal Khasiat Tanaman Mahoni

Pohon mahoni relatif mudah di dapat. Bahkan di kota besar seperti Jakarta. Mahoni memiliki fungsi mengurangi polusi udara sampai 70 persen sehingga cocok digunakan untuk peneduh jalan sekaligus sebagai filter udara. Seperti halnya sifat pohon yang menyerap karbon dioksida, dedaunan akan melepaskan oksigen sehingga udara di sekitar menjadi lebih segar.

Bukan hanya untuk menyerap polusi udara, tanaman ini rupanya juga bisa untuk mencegah kanker. Pada 2006, peneliti University of South Carolina, Dr Michael Wargovich, meneliti tentang kandungan kulit pohon mahoni yang bisa mengobati kanker usus besar.  Pengobatan ini sudah dimulai sejak lama dan ada dalam buku pengobatan tradisional Republik Guinea.

Pohon Mahoni mengandung senyawa antiinflamasi yang dapat mencegah dan mengobati kanker usus besar. Tanaman yang berasal dari Afrika Barat tersebut digunakan dan diramu secara tradisional untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan antiradang. Sekaligus bekerja menghambat pertumbuhan kanker. Namun perlu menjadi catatan bahwa kondisi manusia setiap negara tidak sama. Itu sebabnya jenis dan dosis obat yang diberikan berbeda-beda.

Selain itu, mahoni juga mengandung flavonoid dan saponin. Kandungan tersebut dapat melancarkan peredaran darah, mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit,  mencegah pembengkakan, dan berfungsi sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas.

Penyakit kanker seringkali disebabkan oleh adanya timbunan lemak, dan adanya radikal bebas di sekitar penderita. Gaya hidup yang menyebabkan tingginya kolesterol dan timbunan lemak juga bisa dikurangi dengan mengkonsumsi tanaman herbal mahoni ini.

Baca artikel lain mengenai Menaikkan Berat Badan Pasca Kemoterapi

Obat Tradisional Kanker Usus

Berbagai Obat Tradisional yang Bisa Menjadi Alternatif Pengobatan Kanker Usus

obat tradisional kanker ususBerbicara tentang penyakit kanker sering membuat perasaan ngeri karena kemungkinan besar dapat menyebabkan kematian. Salah satu penyakit kanker yang harus memperoleh perhatian adalah kanker usus. Kanker usus adalah suatu jenis kanker yang menyerang pada bagian terakhir sistem pencernaan manusia yaitu usus besar. Umumnya kanker besar diderita oleh yang berusia 60 tahun ke atas. Pengobatan kanker usus dapat menggunakan obat kimia dan obat tradisional. Sebaiknya obat tradisional kanker usus yang digunakan telah lolos uji sebagai pengobatan.

Penyebab dan Gejala Kanker Usus

Secara umum kanker usus disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali di area usus dan sel tersebut memiliki sifat merusak sel normal di dekatnya. Secara khusus kanker usus disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

  1. Terlalu sering dan terlalu banyak mengkonsumsi daging merah.
  2. Kurang asupan serat.
  3. Perokok dan peminum alkohol.
  4. Obesitas.
  5. Faktor genetik.
  6. Memiliki penyakit diabetes, pencernaan dan syndrom Lynch.
  7. Kurang olahraga.

Seseorang yang menderita kanker usus akan mengalami gejala-gejala khas. Gejala yang dialami sebagian besar berhubungan dengan sistem pencernaan. Gejala penderita kanker usus yaitu pendarahan di anus, BAB disertai darah, tekstur BAB berubah, perut terasa nyeri atau kram, perut terasa kembung, konstipasi, diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan kelelahan.

Kemungkinan gejala tersebut tidak dialami secara keseluruhan oleh penderita. Mungkin hanya sebagian gejala yang dialami namun gejala tersebut berhubungan dengan ketidaknormalan sistem pencernaan. Gejala tersebut harus lebih diwaspadai oleh yang berusia 50-60 tahun ke atas. Apabila terdapat gejala yang mencurigakan harus segera memperoleh pengobatan kanker usus.

Tingkat keparahan kanker usus besar terdiri dari 4 tahap yaitu stadium 1 hingga stadium 4. Pada stadium 1 terdapat pertumbuhan sel kanker di usus besar dan belum terjadi penyebaran. Di stadium 2 sel kanker mulai menyebar dan menembus ke dinding usus besar. Pada stadium 3 sel kanker telah menggerogoti organ yang ada di dekatnya yaitu kelenjar getah bening. Pada stadium 4 sel kanker telah menyebar ke bagian organ tubuh lainnya seperti hati dan paru-paru dan merupakan tahapan yang paling parah.

Diagnosis Terhadap Kanker Usus

Jika mengalami gejala yang mencurigakan pada sistem pencernaan tidak normal sebaiknya segera memeriksakan ke dokter untuk memperoleh kepastian dan pengobatan. Umumnya dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh penderita terlebih dahulu. Kemudian akan ditanyakan kondisi yang mungkin memperbesar risiko dan faktor genetik.

Setelah memperoleh penjelasan dari pasien kemudian dokter akan memeriksa kondisi anus pasien secara visual. Jika dibutuhkan akan digunakan alat sigmoidoskopi yang dimasukkan melalui anus ke usus besar untuk melihat keadaan usus besar. Untuk pemeriksaan lanjutan digunakan alat kolonoskopi yang dapat melihat kondisi usus besar lebih dalam lagi. Pada kolonoskopi dapat disertakan alat untuk mengambil sampel yang akan diteliti di laboratorium. Apabila pasien tidak memungkinkan diperiksa melalui kolonoskopi maka diperiksa menggunakan kolonoskopi virtual atau CT Colonography.

Pengobatan Terhadap Kanker Usus

Pengobatan kanker usus besar dapat dilakukan dengan menggunakan obat kimia maupun obat tradisional. Obat kanker usus besar menggunakan obat kimia harus menggunakan resep dari dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat dan sesuai dosis. Untuk menunjang pengobatan biasanya akan dilakukan radioterapi dan kemoterapi. Apabila dibutuhkan akan dilakukan penanganan operasi untuk mengangkat sel kanker di usus besar. Tindakan operasi ini disesuaikan dengan tingkat keparahan sel kanker dan bertujuan untuk meringankan gejala.

Pengobatan untuk penyakit kanker usus juga dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obat tradisional. Namun obat tradisional yang digunakan sebaiknya harus sesuai dengan dosisnya dan terbukti kemanjurannya. Beberapa obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati kanker usus besar adalah sebagai berikut.

  1. Daun sirsak. Daun sirsak yang mengandung senyawa Acetogenins sudah terbukti ampuh untuk melawan sel kanker. Obat herbal kanker usus ini dipilih pada daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
  2. Daun keladi tikus. Daun keladi tikus memiliki kandungan senyawa Ribozome Inactivating Protein yang mencegah sel kanker menyebar dan memutuskan rantai DNA sel kanker. Senyawa ini juga dapat meringankan gejala yang timbul akibat kemoterapi.
  3. Kulit buah manggis. Kulit buah manggis mengandung senyawa Xanthone yang ampuh melawan sel kanker. Biasanya kulit manggis akan dibuat ekstrak untuk memperoleh zat berkhasiatnya.
  4. Sarang semut. Sarang semut memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat membunuh sel kanker dan meningkatkan sistem kekebalam tubuh.

Obat tradisional kanker usus tersebut dapat membantu pengobatan kanker usus yang sudah teruji keampuhannya. Sangat baik kiranya jika mencegah agar sel kanker tidak menggerogoti organ tubuh. Hindari penyebab pertumbuhan sel kanker, melakukan pola hidup sehat, pola makan sehat dan berolahraga teratur. Namun apabila telah mengalami gejala kanker usus besar harus segera memperoleh pengobatan agar tidak menyebar dan menyelamatkan jiwa.

Baca artikel lain mengenai Semangat Hidup