Tag Archives: Nutrisi Setelah Kemoterapi

Menjaga Stamina Saat Kemoterapi

Tips Menjaga Stamina Saat Kemoterapi Agar Prosesnya Tidak Terputus

Kemoterapi adalah pengobatan penyakit kanker yang harus dilakukan berulang-ulang. Maka dari itu yang akan menjalaninya harus selalu menjaga stamina agar proses kemoterapi bisa terus dijalankan.

Proses ini bisa berlangsung sampai dengan 6 atau 8 kali. Semua prosesnya harus dilakukan secara terus-menerus tanpa terputus. Jika tidak akan fatal akibatnya.

Oleh karena itu, dianjurkan pasien yang akan menjalani kemoterapi lanjutan harus menjaga stamina dengan cara mengonsumsi makanan, minuman, dan lakukan gaya hidup yang sehat.

Kemoterapi Terputus

Jumlah penderita penyakit kanker yang ada di Indonesia semakin bertambah dari tahun ke tahun. Namun jumlah rumah sakit kanker yang ada hanya satu buah, yaitu Rumah Sakit Kanker Dharmais yang ada di daerah Slipi, Jakarta Barat.

Jumlah pasien yang diobati dan menjalani kemoterapi di rumah sakit tersebut sejak tahun 2014 semakin banyak. Oleh karena adanya program jaminan kesehatan nasional.

Dengan seperti ini maka rumah sakit harus benar-benar memperhatikan para pasien yang akan menjalani kemoterapi. Selain itu pasiennya sendiri juga harus bisa menjaga staminanya setelah menjalani kemoterapi agar proses kemoterapi tidak terputus.

Ada jangka waktu tertentu untuk melakukan kemoterapi dari yang pertama sampai kemoterapi selanjutnya. Jika kemoterapi pertama telah dilakukan maka pasien harus menunggu sampai dengan 3 minggu supaya terjadi perkembangan sel baru. Sesudah itu baru menjalani tahap kedua.

Hal ini akan terus terjadi sampai dengan siklus ke-8. Siklus ini jangan sampai terputus, jika terputus maka nanti pasien harus mengulangi lagi kemoterapi mulai dari siklus pertama.

Selain kemoterapi ada juga terapi sinar yang akan diberikan kepada pasien sebanyak 5 kali dalam seminggu. Setiap kali pasien harus menerima sinar sebanyak 200 rad jadi total jumlah sinar yang harus diterima adalah 6600 sampai 7200 rad. Terapi ini pun harus kembali lagi ke tahap awal apabila terputus.

Kenapa Harus Diulang Dari Awal?

Sel kanker yang sudah ada di dalam tubuh akan tumbuh dengan sangat cepat. Sel-sel tersebut bisa menyebar ke seluruh tubuh dan menggerogoti sel yang masih sehat. Jika tidak diobati maka tubuh pasien akan cepat dirusak oleh sel tersebut.

Makanya tidak boleh ada yang namanya kemoterapi yang terputus agar sel kanker tidak terlalu banyak menyebar. Kemoterapi bisa memberikan efek yang negatif kepada tubuh seperti rambut rontok mual, dan muntah kelelahan infeksi anemia dan masih banyak lagi.

Salah satu cara untuk mencegah atau mengurangi hal tersebut adalah pasien harus menjaga stamina ketika sedang menjalani kemoterapi. Apabila stamina tidak baik maka proses kemoterapi ini bisa saja terputus karena adanya gangguan di dalam diri pasien sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan proses kemoterapi.

Jaga Stamina dengan Mengonsumsi Banyak Nutrisi

Ketika melakukan kemoterapi berbagai efek mungkin muncul di tubuh pasien. Seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, diare, sembelit, sariawan, dan lain sebagainya.

Jika demikian maka pasien harus mengkonsumsi banyak nutrisi yang dihasilkan dari makanan-makanannya. Apabila efek negatif tersebut terjadi dalam tubuh dan membuat pasien menjadi sangat lemas mungkin tidak bisa melanjutkan proses kemoterapi. Harus menunggu sampai keadaannya membaik.

Supaya tidak ada kendala kesehatan maka pasien harus mengonsumsi berbagai makanan yang dianjurkan. Jadinya tubuh akan lebih fit.

Berikut ini informasi mengenai kiat pola makan agar nutrisi tubuh pasien kanker terpenuhi.

Mual dan Muntah

Efek ini akan terjadi hampir pada separuh dari jumlah pasien yang melakukan kemoterapi. Supaya gejala ini tidak terjadi biasanya onkologi akan memberikan resep anti muntah. Meskipun memang gejalanya sudah reda tapi obat tersebut harus terus diminum supaya tidak kambuh kembali.

Selain memanfaatkan obat tentu saja pola makan juga harus diatur. Maka dari itu pasien kemoterapi harus melakukan diet dengan mengikuti pola makan sebagai berikut.

  • Makan makanan yang kering setiap hari seperti roti panggang dan biskuit.
  • Sebelum kemoterapi dilakukan maka pasien harus makan.
  • Harus makan makanan yang lembut, lunak, dan mudah dicerna.
  • Setiap hari harus minum secara perlahan-lahan.
  • Sesudah makan maka tubuh bagian atas harus dinaikkan selama 1 jam sambil berbaring atau duduk tegak.
  • Sebelum dan sesudah makan harus berkumur dulu.
  • Hisap permen menthol, es batu, atau permen yang keras agar mulut pasien tetap segar.

Sedangkan makanan-makanan atau minuman yang harus dihindari antara lain, makanan yang berminyak dan digoreng, makanan pedas dan panas, makanan yang mengandung gula dan manis sekali, makanan yang berkuah, makanan besar, makanan yang aromanya kuat sekali, berbaring sesudah makan minum, dan makan terlalu cepat serta minum sambil makan.

Hilang Nafsu Makan

Gejala ini juga sangat umum terjadi ketika pasien sedang kemoterapi. Penyebabnya adalah perkembangan dari sel kanker maupun kemoterapi yang dilakukan. Jika kemoterapi adalah penyebabnya maka gejala ini akan hilang dengan sendirinya ketika pengobatan telah selesai.

Agar tidak mengalaminya maka pasien harus berusaha makan dengan sangat baik setiap harinya selama pengobatan kanker dilakukan. Beberapa kiat makan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Harus merencanakan menu sehari-hari sejak jauh hari sebelumnya.
  • Sepanjang hari harus makan 6 buah makanan kecil secara reguler.
  • Per hari setidaknya harus makan makanan yang mengandung energi dan protein yang tinggi.
  • Selalu menyediakan makanan ringan.
  • Ketika sarapan harus makan makanan yang mengandung sepertiga dari jumlah kebutuhan kalori.
  • Coba makanan baru supaya tidak bosan.
  • Makan makanan yang aroma dan rasanya menarik.

Diare

Siklus buang air besar pasien selama masa kemoterapi bisa terpengaruh. Dokter bisa saja memberikan obat anti diare kepada Anda. Namun Anda juga harus melakukan diet ketat sendiri supaya gejala yang timbul akan menjadi lebih baik.

Pola makan yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Hindari sayuran krusifera seperti kembang kol, brokoli, dan kubis.
  • Harus mengonsumsi makanan yang dapat menggantikan kalium dan garam yang hilang. Antara lain makanan dengan kaldu, minuman elektrolit, sup, pisang sampai buah-buahan kaleng.

Sedangkan untuk makanan yang patut dihindari antara lain makanan pedas dan panas, makanan yang digoreng atau berminyak, makanan penutup yang berat, minuman dingin atau panas, biji-bijian, kacang-kacangan, buah kering, minuman yang mengandung susu, dan minuman berkafein seperti cola, teh, kopi, dan cokelat.

Sariawan

Apabila sariawan terjadi maka bisa saja menyebabkan adanya darah dan infeksi jadi membuat pasien akan mengalami kesulitan makan. Pola makan yang harus dijalani supaya terhindar atau mengurangi efeknya adalah sebagai berikut.

  • Makan makanan yang lunak, seperti bubur atau makanan cair agar pengunyahan bisa dikurangi.
  • Jangan makan makanan yang menggunakan bahan tomat, dan jeruk.
  • Hindari makanan yang kasar, berat, dan kering misalnya roti panggang, kerupuk, sayuran mentah, dan lain sebagainya.
  • Jangan makan makanan yang asam seperti acar cuka dan lain sebagainya.
  • Jangan makan yang asin dan pedas.
  • Makan makanan yang banyak mengandung protein dan kalori. Lebih baik jika ditambah dengan suplemen nutrisi.

Demikianlah informasi mengenai tips menjaga stamina saat kemoterapi agar prosesnya tidak terputus. Harap ikuti saran ini agar kemoterapi berjalan lancar.

Baca artikel lain mengenai Ciri-Ciri Kanker Serviks

Nutrisi Setelah Kemoterapi

Nutrisi Setelah Kemoterapi Agar Stamina Cepat Pulih

Penyakit kanker memang menjadi penyakit yang berbahaya, sangat menakutkan, dan mematikan setelah penyakit jantung dan penyakit stroke. Penyakit yang disebut juga dengan neoplasma ganas ini menyerang hampir semua bagian tubuh. Maka tidak heran, penyakit ini banyak jenisnya, seperti kanker darah atau leukemia, kanker hati, kanker payudara, kanker kulit melanoma, kanker lambung, kanker lidah, kanker mulut, kanker mata, kanker otak, kanker tenggorok, kanker tulang, kanker tiroid, limfoma, multiple myeloma, kanker serviks, kanker paru, kanker prostat, kanker sel basal, kanker testis, kanker usus besar dan dubur atau kanker colorectal, kanker kandung kemih, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker rahim, kanker vagina, kanker kelenjar getah bening, dan kanker ovarium.

Pencegahan Kanker

Penyebab kanker memang belom diketahui secara pasti. Tapi setidaknya, setiap orang dapat mencegah timbulnya sel-sel kanker dengan cara menjalani pola hidup sehat dan menghindari faktor-faktor pemicu penyakit kanker, seperti rajin mengonsumsi sayur dan buah yang segar, rajin mengonsumsi makanan berserat, menghindari makanan yang diawetkan, mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi, menghindari minuman beralkohol dan kebiasaan merokok, menjalankan hidup yang seimbang, menghindari seks bebas, menjauhi stress, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Setiap orang memang dapat terkena kanker. Bagi orang-orang yang memang memiliki faktor risiko kanker karena faktor genetik. Oleh karena itu perlu pemeriksaan dini, misalnya dengan skrining atau papsmear, sebagai upaya pencegahan terjadinya kanker.

Pengobatan Kanker dengan Kemoterapi

Pengobatan penyakit kanker yang paling umum dilakukan adalah dengan kemoterapi yang menggunakan obat-obatan khusus untuk memperlambat, menghentikan, dan menghancurkan pertumbuhan sel-sel kanker. Bagi penderita kanker yang membutuhkan terapi kombinasi, dapat menggunakan kemoterapi neo-ajuvan untuk mengecilkan tumor sebelum dilakukan bedah pengangkatan tumor atau kemoterapi ajuvan hanya sebagai terapi lanjutan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Tenaga medis akan memberikan kemoterapi pada penderita kanker dengan berbagai cara. Ada yang diminum (oral), ada yang dioleskan (topikal), ada yang disuntikkan ke pembuluh darah arteri (intra-arteri/IA), ada yang disuntikkan ke pembuluh darah vena (intra-vena-IV), ada pula yang disuntikkan ke rongga perut (intra-peritonial/IP)

Penderita kanker akan diberikan obat kemoterapi secara teratur. Jika dirasa perlu, dokter spesialis kanker atau onkolog akan memberikan kombinasi obat yang disebut dengan rejimen kemoterapi dengan memperhatikan jenis kanker, lokasi kanker, riwayat kesehatan (termasuk pengobatan yang pernah dilakukan), serta masalah kesehatan lainnya yang tidak berhubungan dengan kanker.

Jika selama menjalani kemoterapi menggunakan vitamin, suplemen, dan obat-obatan lain, penderita kanker wajib memberitahukannya pada dokter yang menangani. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya komplikasi antara obat yang dikonsumsi oleh Si Penderita dan obat yang digunakan pada kemoterapi. Tidak menutup kemungkinan jika komplikasi yang terjadi akan memperparah kondisi penderita kanker tersebut.

Perbedaan Multivitamin dan Suplemen

Banyak orang yang beranggapan bahwa mengonsumsi multivitamin sama saja dengan mengonsumsi suplemen karena dirasa dapat mengembalikan stamina tubuh, terlebih bagi penderita kanker setelah menjalani kemoterapi. Meskipun sama-sama untuk mengembalikan stamina tubuh, ternyata multivitamin dan suplemen memiliki perbedaan yang signifikan. Lalu, apa perbedaan keduanya?

Multivitamin adalah nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh melalui pola makan yang sehat dan seimbang agar dapat bekerja dengan baik. Semua vitamin, kecuali vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan vitamin K, tidak dapat bercampur secara alami karena tubuh tidak memiliki enzim untuk mencampurkan vitamin-vitamin tersebut. Jika asupan vitamin tidakmencukupi, penderita kanker dapat mengonsumsi suplemen makanan.

Suplemen menjadi pelengkap makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang kesehatan, salah satunya adalah vitamin. Tidak semua suplemen dianggap sebagai vitamin karena ada yang mengandung asam amino, mineral, atau fitokimia lainnya. Tetapi, semua vitamin dapat dianggap sebagai suplemen karena menjadi salah satu bentuk suplemen yang mengandung berbagai vitamin dan mineral.

Multivitamin bagi Penderita Kanker

Untuk mengatasi efek samping dari kemoterapi, penderita kanker mengonsumsi multivitamin untuk memulihkan kondisinya. Penderita kanker berpikir bahwa mengonsumsi multivitamin dengan dosis tinggi sangatlah aman sehingga tidak akan memberikan efek samping yang membahayakan. Ternyata, tidak selamanya mengonsumsi multivitamin dengan dosis tinggi akan memberikan efek aman dan para dokter sudah membuktikannya.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, para onkolog memberikan beberapa anjuran bagi penderita kanker dalam mengonsumsi multivitamin saat sedang menjalani kemoterapi.

  1. Jika onkolog yang bersangkutan tidak memberikan resep vitamin, penderita kanker tidak perlu mengonsumsinya.
  2. Jika tetap ingin mengonsumsi vitamin, alangkah baiknya konsultasikan terlebih dahulu pada onkolog yang bersangkutan.
  3. Hindari penggunaan vitamin dalam dosis yang tinggi selama kemoterapi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Penderita kanker tidak perlu khawatir memikirkan multivitamin apa saja yang harus dikonsumsi untuk memulihkan kondisi tubuh selama menjalani kemoterapi. Multivitamin tersebut didapatkan dari nutrisi makanan yang dikonsumsi.

Nutrisi untuk Penderita Kanker saat Menjalani Kemoterapi

Menjalani kemoterapi tentu akan memberikan efek samping bagi tubuh penderita kanker. Merasa lemas, mudah lelah, mual, muntah, diare, hingga mengalami kerontokan rambut adalah beberapa efek kemoterapi yang dirasakan. Untuk memulihkan kondisi tubuh, penderita kanker dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti berikut ini.

1. Buah-buahan

Buah-buahan memang kaya akan vitamin dan serat. Mengonsumsi buah-buahan dapat membantu penderita kanker terhindar dari konstipasi selama menjalani kemoterapi.

2. Jahe

Mual dan muntah adalah efek samping dari kemoterapi yang akan dialami oleh penderita kanker. Untuk mengatasinya, penderita kanker disarankan untuk mengonsumsi jahe karena bersifat anti-inflamasi. Cobalah konsumsi teh jahe selama menjalani kemoterapi agar mual dan muntahnya berkurang.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kaya akan vitamin B dan protein. Penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kacang-kacangan karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat memperbaiki sel-sel yang rusak akibat radiasi kemoterapi.

4. Produk susu

Produk susu kaya akan vitamin D dan kalsium sehingga dapat mengembalikan kondisi tubuh dengan cepat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, kandungan vitamin D dan kalsium dalam produk susu dapat menurunkan risiko seseorang menderita kanker kolorektal dan kanker usus.

5. Sayuran daun hijau

Sayuran memang banyak macamnya, ada sayuran daun hijau, sayuran daun merah, dan sayuran daun kuning. Tetapi, sayuran yang sangat baik dikonsumsi oleh penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi adalah sayuran daun hijau karena kandungan vitamin A, vitamin E, vitamin K, dan zat besinya sangat tinggi. Semua nutrisi tersebut dapat melancarkan peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh yang dapat meningkatkan kesehatan penderita kanker.

6. Telur

Hampir semua orang gemar mengonsumsi telur. Di balik rasanya yang lezat dan gurih, ternyata mengonsumsi telur dapat membantu penderita kanker mengurangi efek samping akibat obat-obatan yang digunakan selama kemoterapi. Kandungan vitamin B, vitamin D, vitamin E, protein, dan selenium dalam telur sangat baik untuk memulihkan kondisi tubuh setelah menjalani kemoterapi.

7. Yogurt

Dalam dunia kedokteran, bakteri terbagi menjadi dua, yaitu bakteri jahat penyebab penyakit dan bakteri baik yang bagus untuk tubuh. Salah satu makanan bernutrisi yang mengandung bakteri baik untuk menjaga kesehatan usus adalah yogurt. Setelah menjalani kemoterapi, penderita kanker membutuhkan yogurt untuk mencegah penurunan berat badan dan mencegah terjadinya diare.

Mengonsumsi multivitamin saat menjalani kemoterapi haruslah dikonsultasikan dengan onkolog yang menangani penderita kanker. Konsultasi ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat memperparah kondisi Si Penderita.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Binahong untuk Kanker