Tag Archives: Multivitamin untuk Penderita Kanker

Nutrisi Setelah Kemoterapi

Nutrisi Setelah Kemoterapi Agar Stamina Cepat Pulih

Penyakit kanker memang menjadi penyakit yang berbahaya, sangat menakutkan, dan mematikan setelah penyakit jantung dan penyakit stroke. Penyakit yang disebut juga dengan neoplasma ganas ini menyerang hampir semua bagian tubuh. Maka tidak heran, penyakit ini banyak jenisnya, seperti kanker darah atau leukemia, kanker hati, kanker payudara, kanker kulit melanoma, kanker lambung, kanker lidah, kanker mulut, kanker mata, kanker otak, kanker tenggorok, kanker tulang, kanker tiroid, limfoma, multiple myeloma, kanker serviks, kanker paru, kanker prostat, kanker sel basal, kanker testis, kanker usus besar dan dubur atau kanker colorectal, kanker kandung kemih, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker rahim, kanker vagina, kanker kelenjar getah bening, dan kanker ovarium.

Pencegahan Kanker

Penyebab kanker memang belom diketahui secara pasti. Tapi setidaknya, setiap orang dapat mencegah timbulnya sel-sel kanker dengan cara menjalani pola hidup sehat dan menghindari faktor-faktor pemicu penyakit kanker, seperti rajin mengonsumsi sayur dan buah yang segar, rajin mengonsumsi makanan berserat, menghindari makanan yang diawetkan, mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi, menghindari minuman beralkohol dan kebiasaan merokok, menjalankan hidup yang seimbang, menghindari seks bebas, menjauhi stress, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Setiap orang memang dapat terkena kanker. Bagi orang-orang yang memang memiliki faktor risiko kanker karena faktor genetik. Oleh karena itu perlu pemeriksaan dini, misalnya dengan skrining atau papsmear, sebagai upaya pencegahan terjadinya kanker.

Pengobatan Kanker dengan Kemoterapi

Pengobatan penyakit kanker yang paling umum dilakukan adalah dengan kemoterapi yang menggunakan obat-obatan khusus untuk memperlambat, menghentikan, dan menghancurkan pertumbuhan sel-sel kanker. Bagi penderita kanker yang membutuhkan terapi kombinasi, dapat menggunakan kemoterapi neo-ajuvan untuk mengecilkan tumor sebelum dilakukan bedah pengangkatan tumor atau kemoterapi ajuvan hanya sebagai terapi lanjutan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Tenaga medis akan memberikan kemoterapi pada penderita kanker dengan berbagai cara. Ada yang diminum (oral), ada yang dioleskan (topikal), ada yang disuntikkan ke pembuluh darah arteri (intra-arteri/IA), ada yang disuntikkan ke pembuluh darah vena (intra-vena-IV), ada pula yang disuntikkan ke rongga perut (intra-peritonial/IP)

Penderita kanker akan diberikan obat kemoterapi secara teratur. Jika dirasa perlu, dokter spesialis kanker atau onkolog akan memberikan kombinasi obat yang disebut dengan rejimen kemoterapi dengan memperhatikan jenis kanker, lokasi kanker, riwayat kesehatan (termasuk pengobatan yang pernah dilakukan), serta masalah kesehatan lainnya yang tidak berhubungan dengan kanker.

Jika selama menjalani kemoterapi menggunakan vitamin, suplemen, dan obat-obatan lain, penderita kanker wajib memberitahukannya pada dokter yang menangani. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya komplikasi antara obat yang dikonsumsi oleh Si Penderita dan obat yang digunakan pada kemoterapi. Tidak menutup kemungkinan jika komplikasi yang terjadi akan memperparah kondisi penderita kanker tersebut.

Perbedaan Multivitamin dan Suplemen

Banyak orang yang beranggapan bahwa mengonsumsi multivitamin sama saja dengan mengonsumsi suplemen karena dirasa dapat mengembalikan stamina tubuh, terlebih bagi penderita kanker setelah menjalani kemoterapi. Meskipun sama-sama untuk mengembalikan stamina tubuh, ternyata multivitamin dan suplemen memiliki perbedaan yang signifikan. Lalu, apa perbedaan keduanya?

Multivitamin adalah nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh melalui pola makan yang sehat dan seimbang agar dapat bekerja dengan baik. Semua vitamin, kecuali vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan vitamin K, tidak dapat bercampur secara alami karena tubuh tidak memiliki enzim untuk mencampurkan vitamin-vitamin tersebut. Jika asupan vitamin tidakmencukupi, penderita kanker dapat mengonsumsi suplemen makanan.

Suplemen menjadi pelengkap makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang kesehatan, salah satunya adalah vitamin. Tidak semua suplemen dianggap sebagai vitamin karena ada yang mengandung asam amino, mineral, atau fitokimia lainnya. Tetapi, semua vitamin dapat dianggap sebagai suplemen karena menjadi salah satu bentuk suplemen yang mengandung berbagai vitamin dan mineral.

Multivitamin bagi Penderita Kanker

Untuk mengatasi efek samping dari kemoterapi, penderita kanker mengonsumsi multivitamin untuk memulihkan kondisinya. Penderita kanker berpikir bahwa mengonsumsi multivitamin dengan dosis tinggi sangatlah aman sehingga tidak akan memberikan efek samping yang membahayakan. Ternyata, tidak selamanya mengonsumsi multivitamin dengan dosis tinggi akan memberikan efek aman dan para dokter sudah membuktikannya.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, para onkolog memberikan beberapa anjuran bagi penderita kanker dalam mengonsumsi multivitamin saat sedang menjalani kemoterapi.

  1. Jika onkolog yang bersangkutan tidak memberikan resep vitamin, penderita kanker tidak perlu mengonsumsinya.
  2. Jika tetap ingin mengonsumsi vitamin, alangkah baiknya konsultasikan terlebih dahulu pada onkolog yang bersangkutan.
  3. Hindari penggunaan vitamin dalam dosis yang tinggi selama kemoterapi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Penderita kanker tidak perlu khawatir memikirkan multivitamin apa saja yang harus dikonsumsi untuk memulihkan kondisi tubuh selama menjalani kemoterapi. Multivitamin tersebut didapatkan dari nutrisi makanan yang dikonsumsi.

Nutrisi untuk Penderita Kanker saat Menjalani Kemoterapi

Menjalani kemoterapi tentu akan memberikan efek samping bagi tubuh penderita kanker. Merasa lemas, mudah lelah, mual, muntah, diare, hingga mengalami kerontokan rambut adalah beberapa efek kemoterapi yang dirasakan. Untuk memulihkan kondisi tubuh, penderita kanker dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti berikut ini.

1. Buah-buahan

Buah-buahan memang kaya akan vitamin dan serat. Mengonsumsi buah-buahan dapat membantu penderita kanker terhindar dari konstipasi selama menjalani kemoterapi.

2. Jahe

Mual dan muntah adalah efek samping dari kemoterapi yang akan dialami oleh penderita kanker. Untuk mengatasinya, penderita kanker disarankan untuk mengonsumsi jahe karena bersifat anti-inflamasi. Cobalah konsumsi teh jahe selama menjalani kemoterapi agar mual dan muntahnya berkurang.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kaya akan vitamin B dan protein. Penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kacang-kacangan karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat memperbaiki sel-sel yang rusak akibat radiasi kemoterapi.

4. Produk susu

Produk susu kaya akan vitamin D dan kalsium sehingga dapat mengembalikan kondisi tubuh dengan cepat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, kandungan vitamin D dan kalsium dalam produk susu dapat menurunkan risiko seseorang menderita kanker kolorektal dan kanker usus.

5. Sayuran daun hijau

Sayuran memang banyak macamnya, ada sayuran daun hijau, sayuran daun merah, dan sayuran daun kuning. Tetapi, sayuran yang sangat baik dikonsumsi oleh penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi adalah sayuran daun hijau karena kandungan vitamin A, vitamin E, vitamin K, dan zat besinya sangat tinggi. Semua nutrisi tersebut dapat melancarkan peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh yang dapat meningkatkan kesehatan penderita kanker.

6. Telur

Hampir semua orang gemar mengonsumsi telur. Di balik rasanya yang lezat dan gurih, ternyata mengonsumsi telur dapat membantu penderita kanker mengurangi efek samping akibat obat-obatan yang digunakan selama kemoterapi. Kandungan vitamin B, vitamin D, vitamin E, protein, dan selenium dalam telur sangat baik untuk memulihkan kondisi tubuh setelah menjalani kemoterapi.

7. Yogurt

Dalam dunia kedokteran, bakteri terbagi menjadi dua, yaitu bakteri jahat penyebab penyakit dan bakteri baik yang bagus untuk tubuh. Salah satu makanan bernutrisi yang mengandung bakteri baik untuk menjaga kesehatan usus adalah yogurt. Setelah menjalani kemoterapi, penderita kanker membutuhkan yogurt untuk mencegah penurunan berat badan dan mencegah terjadinya diare.

Mengonsumsi multivitamin saat menjalani kemoterapi haruslah dikonsultasikan dengan onkolog yang menangani penderita kanker. Konsultasi ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat memperparah kondisi Si Penderita.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Binahong untuk Kanker