Tag Archives: manfaat daun dewa

Manfaat Umbi Daun Dewa

Manfaat Umbi Daun Dewa yang Besar untuk Atasi Kanker

Pengobatan kanker tidak selalu harus menggunakan obat-obatan kimia dari resep dokter saja. Ada banyak sekali tanaman herbal yang bisa membantu untuk mengobati dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit termasuk kanker. Salah satunya adalah umbi daun dewa yang seluruh bagian tanamannya bisa dijadikan obat.

Kenali Umbi Daun Dewa Yuk

Umbi daun dewa memiliki nama latin Gynura divaricata dan termasuk ke dalam keluarga Compositae.  Tanaman ini adalah tanaman herbal yang umumnya tumbuh pada ketinggian 200 sampai dengan 800 meter di atas permukaan laut. Tanaman umbi daun dewa memiliki beberapa nama berbeda yaitu daun dewa di Jawa Tengah, sambung nyawa oleh umumnya masyarakat Jawa, daun dewa oleh masyarakat Sumatra, ngokilo, dan san qi cao oleh masyarakat Cina.

Ciri-ciri dari tanaman umbi daun dewa adalah sebagai berikut.

  1. Tangkai daunnya termasuk tangkai daun yang pendek.
  2. Dapat dikembangbiakkan dengan umbi maupun stek batang.
  3. Batangnya tegak.
  4. Tingginya mulai dari 30 sampai 40 cm.
  5. Memiliki batang daun yang pendek serta lunak, bentuknya segi lima dengan penampangnya berbentuk lonjong, bagian luarnya memiliki rambut.
  6. Panjang daunnya bis mencapai 20 cm dengan lebar 10 cm. Tepian dari daunnya berwarna hijau keunguan. Daunnya memiliki bulu halus dengan bentuk bulat lonjong dan ujung daunnya lancip.
  7. Jenis bunganya adalah bunga majemuk yang tumbuhnya di ujung batang. Benang sarinya berbentuk jarum dengan warna kuning dan kelopak bunganya berbentuk cawan dengan warna hijau.

Umbi daun dewa dapat dimanfaatkan baik daun maupun umbinya. Keduanya memiliki khasiat untuk kesehatan. Daun dari umbi daun dewa bisa dipanen ketika penampang daunnya sudah lebar dan warnanya sudah menjadi hijau tua. Sedangkan umbinya baru bisa dipanen ketika umumr tanaman sudah mencapai 6 sampai 8 bulan.

Manfaat Umbi Daun Dewa untuk Kesehatan

Umbi daun dewa menjadi populer di kalangan masyarakat karena manfaatnya yang tinggi utuk kesehatan, dan salah satunya untuk mengobati kanker. Manfaat tersebut tentunya tidak didapatkan begitu saja. Manfaat tersebut ada karena jumlah kandungan kaya manfaat yang tinggi dalam umbi daun dewa.

Kandungan yang terdapat dari umbi daun dewa di antaranya minyak atsiri, tannin, polifenol, saponin, sterol, vitamin K, asam klorogenat, flavonoid, asam p-kumarat, vanilat, alkaloid, triterpenoid, dan asam p-hidroksi benzoat. Semua kandungan tersebut bisa mengobati macam-macam penyakti mulai dari yang ringan seperti luka sampai penyakit-penyakit berat seperti penyakit jantung, stroke, bahkan kanker.

Berikut beberapa manfaat dari umbi daun dewa untuk kesehatan secara umum.

1. Mengobati Luka

Luka goresan atau luka bakar bisa diobati secara alami menggunaka umbi daun dewa ini. Caranya adalah dengan menumbuk umbi daun dewa yang sudah dicampur dengan gula merah. Tumbuk sampai teksturnya seperti salep. Oleskan salep pada bagian luka kemudian tutup dengan kain perban yang bersih. Selain untuk luka bakar, daun dari umbi daun dewa juga bisa digunakan untuk mengobati luka memar. Caranya adalah dengan menumbuk beberapa lembar daun dewa dengan beberapa lembar daun jarak. Hasil tumbukannya kemudian dioleskan pada luka memar.

2. Mengobati Stroke

Salah satu penyakit berat yang bisa diobati dengan umbi daun dewa adalah stroke. Caranya adalah dengan rutin meminum ramuan yang terbuat dari campuran umbi daun dewa, madu, dan biji ginko. Selain ramuan campuran tersebut, penderita stroke juga bisa meminum rebusan daun umbi daun dewa ini sebanyak 2 kali dalam satu hari.

3. Mengobati Diabetes

Selain luka ringan dan stroke, umbi daun dewa juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit diabetes. Penyakit akibat kelebihan kadar gula dalam tubuh ini memang akan menggerogoti sedikit demi sedikit kesehatan dari penderita. Mengobati diabetes dengan umbi daun dewa bisa dilakukan dengan mudah. Caranya adalah dengan meminum ramuan dari rebusan daun tanaman umbi daun dewa paling sedikit satu kali dalam satu hari.

Cara Pengolahan Umbi Daun Dewa sebagai Pencegah dan Obat Kanker

Selain untuk mengobati bayak penyakit lainnya, umbi daun dewa juga bisa menjadi pencegah dan obat untuk mengobati kanker. Umbi daun dewa memiliki sifat sitotastik dan anti karsinogenik. Salah satu sifat dari tanaman umbi daun dewa ini bisa menghambat pertumbuhan dari sel kanker di dalam tubuh. Artinya, tanaman umbi daun dewa bisa digunakan sebagai pencegah kanker maupun mengobati kanker.

Cara pemakaiannya sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Rebus bagian daun dari tanaman umbi daun dewa, temu putih, dan jombang. Hasil rebusan tersebut bisa mejadi ramua ampuh untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Minumlah air rebusan tersebut secara rutin setiap hari. Khusus bagi yang sudah didiagnosis mengidap kanker, bisa mengonsumsi air rebusan ini dengan lebih rutin lagi, untuk mencegah sel kankernya terus tumbuh.

Selain mencegah pertumbuhan atau perkembangan sel kanker, tanaman umbi daun dewa juga bisa menstimulai sirkulasi darah dan menetralkan racun dalam tubuh yang baik bagi penderita kanker. Zat saponin yang terdapat dalam tanaman umbi daun dewa bisa membantu untuk mendorong sirkulasi darah dalam tubuh sehingga menjadi normal kembali. Zat saponin ini bisa menjadi zat yang menyeimbangkan darah dan efeknya sangat baik untuk penderita kanker.

Zat saponin juga tidak hanya baik untuk mendorong sirkulasi darah, tetapi juga untuk membantu menetralkan racun dalam tubuh. Penetralan racun ini tentunya bisa membantu penderita kanker untuk lebih cepat pulih. Sifat netral dari tanaman umbi daun dewa ini membuatnya mampu menetralkan racun-racun dalam tubuh terutama pada penderita kanker. Racun-racun dalam tubuh akan lebih cepat dinetralisir dengan rutin mengonsumsi ramuan dari tanaman umbi daun dewa ini.

Jadi, selain berperan langsung untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, tanaman umbi daun dewa juga bisa membantu memulihkan kondisi penderita kanker dengan melancarkan sirkulasi darah dan menetralisir racun dalam tubuhnya. Pembuatan ramuan yang mudah dengan hanya merebus dengan tambahan beberapa jenis tanaman lainnya membuat pengobatan kanker menjadi lebih mudah dan minim efek samping negatif.

Umbi daun dewa menjadi salah satu jenis tanaman herbal yang aktif membantu penderita kanker mengobati penyakitnya. Penggunaan tanaman herbal ini tentunya memang sangat membantu, akan tetapi konsultasi dengan dokter juga tetap harus dilakukan. Konsultasi ini untuk memastikan bahwa penderita boleh menggunakan tanaman herbal selama pengobatan dan untuk mengecek kondisi kesehatannya dan mengetahui apakah sel kanker dalam tubuhnya benar-benar sudah tidak berkembang lagi.

Sabar dan rutin dalam mengonsumsi ramuan dari tanaman umbi daun dewa ini menjadi kunci penting untuk mencegah dan mengobati penyakit berat seperti kanker. Hasil instan mungkin tidak bisa didapatkan, tetapi bila rutin dilakukan maka hasilnya akan terlihat juga. Tidak ada salahnya mencoba mencegah kanker sebelum ia tumbuh dengan rutin konsumsi ramua tanaman umbi daun dewa, bukan?

Baca artikel lain mengenai Manfaat Petai untuk Kanker

Manfaat Daun Dewa

Tips dan Manfaat Daun Dewa untuk Obat Tradisional

Alam memberikan kita beragam tanaman obat yang bertumbuh bebas di pekarangan. Salah satunya disebut dengan daun dewa. Selama ini manfaat daun dewa (Gynura divaricata) sangat terkenal sebagai herbal anti kanker. Konon sel-sel penyakit mematikan itu dapat ditaklukkan oleh daun dewa. Sebab, kandungan flavanoid, saponin, tanin, dan alkaloid di dalamnya merupakan zat-zat antikanker dan juga antioksidan.

Tanaman daun dewa atau sambung nyawa banyak ditemukan di Sumatera, sebutannya Beluntas Cina. Mulai dari daun sampai umbinya bisa diolah untuk tujuan kesehatan. Bahkan sejak ribuan tahun silam, daun ini telah dijadikan obat tradisional. Daun dewa dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 dpl. Selain itu, tanaman ini tumbuh di daerah beriklim sedang sampai basah, dengan kondisi tanah yang agak lembab sampai subur.

Ciri Morfologi Daun Dewa

Pada umumnya, daun dewa memiliki batang yang berdiri tegak. Lunak dan tingginya sekitar 10 cm bila tidak berbunga. Daun hanya tunggal, berbentuk bulat telur, ujungnya lancip. Tangkai daun juga sangat pendek, sementara penampangnya lonjong bergerigi, serta berwarna hijau tua. Permukaan daun berambut halus, ujungnya melancip. Setelah mekar, bunga daun dewa akan terlihat seperti kumpulan benang sari berwarna kuning cerah yang berbentuk membulat.

Daun dewa juga banyak dimakan untuk lalapan. Minyak atsiri membuat rasanya lebih khas saat dimakan. Sangat banyak khasiat daun dewa yang bisa kita dapatkan. Antara lain daunnya berkhasiat menghentikan perdarahan, mengobati memar, mengatasi infeksi tenggorokan, menurunkan hipertensi, diabetes, dan terutama sebagai tanaman obat kanker.

Tak heran bila daun dewa dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Flavanoid di dalamnya juga bermanfaat untuk mengurangi nyeri, selain mampu bertindak sebagai antioksidan. Sifat anti-inflamasinya bisa kurangi bengkak di kulit akibat luka memar. Sedangkan sebagai detoks, zat tanin bermanfaat untuk membersihkan racun atau toksin yang akan memicu terjadinya tumor.

Ini dia 10 zat yang menjadikan daun dewa tanaman obat kanker:

  • Flavanoid
  • Minyak Atsiri
  • Saponin
  • Tannin
  • Polifenol
  • Vanilat
  • Alkaloid
  • Asam klorogenat
  • Asam p-kumarat
  • Vitamin K

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa

Sebagai tanaman obat, seluruh bagian tanaman daun dewa dapat digunakan untuk herbal alami, khususnya bagian daun dan umbi. Khasiatnya terbukti mampu mengobati beberapa penyakit, diantaranya meringankan derita kanker. Manfaat daun dewa diantaranya sebagai obat penyakit kulit, penurun panas, penurun kadar gula darah, cegah stroke dan jantung koroner, pereda nyeri sendi, dan sebagainya.

Di samping konsumsi dalam bentuk ramuan, daun dewa bisa dikonsumsi dalam bentuk makanan atau minuman, misalnya untuk lalapan atau urap-urapan. Sedangkan untuk ramuan obat, daun dewa dapat diramu dengan bahan lain, seperti benalu teh, temulawak, dan daun deruju.

Cara memanfaatkan khasiat daun dewa adalah dengan:

  • Cuci bersih daun dewa berwarna hijau segar sebanyak 10-15 gram. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas saja. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan setiap hari.
  • Daun dewa segar ini juga dapat dimakan untuk lalapan. Cukup gunakan 7-9 lembar daunnya saja dan dimakan bersama sayur-sayuran lain.
  • Untuk mengatasi kanker, buat ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu pitih, dan 30 gram jombang. Rebus hingga air tersisa sau gelas saja, lalu disaring dan minum airnya sehari sekali.
  • Biasanya daun dewa digunakan untuk pemakaian luar pada bagian tubuh yang sakit. Caranya daun yang sudah ditumbuk akan dibalurkan sampai luka tertutup, kemudian dibiarkan 20 menit. Sari-sari daun dewa merupakan zat anti radang dan sekaligus anti bakteri.
  • Saat ini daun dewa sudah banyak dikemas dalam bentuk kapsul atau teh herbal sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi.

Daun dewa memiliki khasiat yang sangat penting, antara lain:

  • Menghambat pertumbuhan tumor dan sel-sel kanker.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Menghentikan perdarahan luka.
  • Sebagai anti inflamasi dan pereda nyeri.
  • Zat antikoagulan daun dewa mampu lancarkan peredaran darah.

Manfaat daun dewa untuk kanker sudah lama diketahui publik serta dibuktikan melalui penelitian. Sebagai obat kanker kandungan, kanker darah, dan kanker payudara, kanker hati, setidaknya daun dewa dimakan sebanyak 3 lembar per hari, dan ini harus dirutinkan selama 7 hari berturut-turut, sesuai kondisi penyakitnya.

Ekstrak daun dewa akan melaui proses steril dan pengeringan. Setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung. Setelahnya tepung dibungkus plastik atau dimasukkan ke dalam kapsul.

Studi menyebutkan bahwa pemberian ekstrak daun dewa akan menyebabkan terjadinya kematian pada sel-sel kanker yang mulai muncul. Jadi memang pilihan yang sangat tepat bilamana Anda memilih khasiat daun dewa untuk menyembuhkan kanker.

Sifat sitotastik dalam daun dewa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Untuk mengolah ramuannya, cuci bersih 4-5 lembar daun dewa bersama bahan lain seperti 10 gram daun sambiloto kering, 10 gram keladi tikus kering, dan 10 gram kunir putih kering. Cuci bersih semua bahan dan rebus bersamaan. Minumlah satu gelas ramuan ini satu jam sebelum makan siang.

Untuk melakukan pengobatan lain, salah satu cara yang alami dalam menurunkan risiko penyakit jantung ini adalah dengan rajin mengonsumsi jenis ramuan umbi dari daun dewa yang sudah ditumbuk dan diseduh menggunakan air. Saringlah ampas umbi tersebut, lalu minumlah ramuan herbal daun dewa ini, rutin pada sore hari.

Bagaimana jika Anda memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi? Daun dewa dapat dijadikan obat tradisional bersamaan dengan buah mengkudu. Caranya juga tidak sulit. Gunakan daun dewa segar sebanyak 7 helai dan ½  buah mengkudu segar. Rebus kedua bahan ini ke dalam 110 ml air. Seduh atau saring, diminum 1-2 kali sehari selama 1 bulan.

Selain hipertensi, daun dewa juga memiliki sifat hipoglikemin yang terbukti mampu menurunkan kadar gula di dalam darah. Artinya manfaat daun dewa sangat tepat untuk para penderita diabetes. Persiapkan 5 lembar daun dewa yang dicuci bersih, dan 3 lembar daun salam segar. Rebus semua bahan ini dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas saja. Saring rebusannya dan diminum hangat-hangat. Mudah, bukan?

Khasiat daun dewa yang terakhir dalam tips ini yaitu cara menggunakannya untuk obat luka bakar atau luka teriris. Kali ini bagian yang digunakan adalah umbi daun dewa, cuci bersih lalu dipipis. Tambahkan sedikit gula merah kemudian haluskan sampai adonan menjadi seperti salep. Balurkan pada bagian tubuh yang sakit selama 30 menit.

Alangkah baiknya menanam daun dewa di halaman rumah Anda sendiri sehingga daun ini dapat dimanfaatkan setiap waktu. Untuk mendapatkannya Anda bisa mencari di beberapa penjual tanaman hias ataupun toko-toko herbal tradisional. Semoga tips ini bermanfaat dan salam sehat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal