Tag Archives: leukimia pada anak

Leukimia Pada Anak

Waspada Leukimia Pada Anak, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Radiasi alat elektronik dan asap rokok juga berpengaruh.

Kanker darah atau leukimia termasuk penyakit yang tak pandang bulu. Tua-muda, laki-laki –perempuan berpotensi terkena kanker darah. Termasuk pula anak-anak di bawah usia 15 tahun. Hampir 60 persen kanker yang dialami anak-anak adalah kanker darah.  Kebanyakan penyakit kanker darah pada anak ini terdiagnosa ketika sudah akut atau masuk stadium lanjut.  Rata-rata kanker darah menyerang anak usia 2- 6 tahun.

Kanker darah adalah suatu keadaan ketika sel darah putih lebih banyak ketimbang sel darah merah. Sel darah putih yang berkembang abnormal tersebut menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sehingga merusak sel darah merah dan organ tubuh lainnya. Penyebarannya sangat cepat, seringkali begitu terdiagnosa pasien sudah dalam keadaan kronis atau memasuki stadium lanjut.  Itu sebabnya penanganan kanker darah harus segera.

Penyakit ini sering berakibat fatal yaitu kematian. Banyaknya sel darah putih yang abnormal menyebabkan organ tubuh yang terserang tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga daya tahan tubuh pasien semakin menurun dan melemah. Tidak heran jika pasien yang terkena kanker darah akan terlihat lebih pucat dan sering mengalami nyeri di persendian dan tulang belakang.

Gejala kanker anak pada orang dewasa dan anak-anak sebetulnya tidak jauh berbeda. Hanya saja orangtua harus lebih peka terhadap anak-anak jika mengalami gejala leukimia. Anak-anak terlebih lagi balita tidak dapat mengungkapkan apa yang dia rasakan.  Itu sebabnya orangtua harus betul-betul memperhatikan jika anak mengalami tanda-tanda kanker darah.

Benarkah Anak-anak Rentan Kanker Darah?

Penyakit mematikan ini bisa menyerang siapa saja. Bahkan anak-anak yang masih berusia balita. Mengapa mereka rentan terkena kanker darah dan anak-anak seperti apa yang rawan mengidap penyakit mematikan tersebut

1. Faktor Keturunan

Kebanyakan anak-anak yang terkena kanker darah karena faktor genetik atau keturunan dari orangtuanya. Jika orangtua mengidap kanker darah maka sangat mungkin akan menurun ke anak. Faktor genetik dalam tubuh bisa diturunkan ke keturunan selanjutnya.

2. Anak dengan Kelainan Genetik

Kanker darah sangat mungkin terjadi pada anak-anak yang memiliki kelainan genetik sejak lahir. Misalnya anak yang lahir dalam kondisi down syndrome. Anak yang demikian berpeluang  mengidap kanker darah kendati tidak ada keturunan yang mengidap penyakit tersebut.

3. Anak yang Memiliki Kekebalan Tubuh Tidak Tinggi

Sistem kekebalan setiap orang berbeda. Anak-anak pun demikian. Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah dan terdapat gangguan akan mudah terserang berbagai penyakit, termasuk pula kanker darah.   

4. Pernah Menjalani Transplantasi

Anak-anak yang rentan terkena kanker darah adalah mereka yang pernah menjalani tranplantasi organ. Sangat mungki seorang balita mengidap penyakit tertentu dan harus menjalani tranplantasi organ. Pada kasus tertentu anak yang pernah menjalani tranplantasi organ memiliki potensi terkena kanker darah. Namun demikian ini tergantung pada kondisi dan daya tahan tubuh si anak.

5. Terkena Paparan Asap Rokok

Paparan rokok rupanya juga bisa menjadikan anak-anak rentan terkena kanker darah. Polusi asap rokok yang dihirup dan zat berancun yang terkandung tidak hanya menyebabkan kanker paru-paru akan tetapi juga bisa menyebabkan kanker darah.

6. Pernah Mengidap Kanker

Bukan hanya orang dewasa,  anak-anak yang pernah mengidap kanker juga rentan terkena kanker darah. Apalagi jika anak-anak tersebut menjalani kemoterapi untuk pengobatan. Sangat mungkin efek dari kemoterapi tersebut bisa berpengaruh dan merusak sel-sel yang masih sehat.

Gejala Leukimia Pada Anak

Ciri-ciri kanker darah pada anak dan dewasa tidaklah jauh berbeda. Hanya saja anak-anak seringkali tidak dapat menggambarkan rasa sakit. Orangtualah yang seharusnya bisa lebih peduli dan memperhatikan betul jika anak-anak mereka mengalami sakit yang tidak wajar.

Beberapa gejala atau tanda kanker darah yang bisa terjadi pada anak-anak, antara lain:

1. Demam

Anak-anak pastilah sering mengalami demam tinggi. Banyak orang bilang demam pada anak-anak wajar terjadi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna. Bahkan ada yang mengatakan jika demam terjadi pada anak-anak adalah tanda si anak akan cepat besar. Demam pada anak bisa sebagai bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi yang ada pada tubuh.

Orangtua perlu waspada jika demam yang dialami anak tidak wajar. Anak-anak yang mengidap kanker darah  lebih sering mengalami demam tanpa sebab yang jelas. Bahkan lebih sering jika dibanding anak-anak seusianya. Jika demikian segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.  Tanda demam ini sering diabaikan karena dianggap sesuatu yang biasa.

2. Anak Sering Menangis dan Sulit Tidur

Namanya anak-anak pastilah sering menangis. Pada kondisi yang tidak membuatnya nyaman dia akan menangis karena tidak dapat menceritakan atau mengungkapkan apa yang dirasakannnya. Perlu diwaspadai jika anak sering menangis tanpa sebab dan kenali pula kebiasaan anak Anda ketika menangis. Tidak menutup kemungkinan ada sakit dibagian tertentu seperti nyeri sendi namun dia tidak dapat mengungkapkannya.

3. Bagian Tubuh Tertentu Bengkak

Sebagai orangtua ada baiknya sering memeriksa bagian tubuh anak.  Jika ada memar atau bengkak yang tiba-tiba dan tanpa sebab harus diwaspadai. Pembengkakan atau memar itu terjadi karena adanya produksi sel darah putih yang tidak wajar sehingga menganggu keberadaan sel darah merah. Akibatnya akan terjadi perubahan pada warna kulit.

4. Keseimbangan Tubuh Terganggu

Anak-anak pada usia 0-5 tahun adalah masa emas perkembangan anak.  Pada masa tersebut anak-anak bergerak lincah dan aktif ke sana-kemari. Perhatikan jika anak Anda yang semula lincah sering terjatuh tanpa sebab.  Jika hal tersebut sering terjadi bisa jadi keseimbangan si anak terganggu karena fungsi organ tubuhnya mulai digerogoti sel darah putih yang abnormal.

5. Pendarahan Meski Hanya Lecet

Anak-anak pastilah aktif bergerak. Mereka kerap jatuh atau trantuk benda-benda tertentu. Tidak jarang mereka mengalami luka akibat terjatuh. Jika tidak terlampau parah biasanya anak-anak hanya mengalami lecet atau luka ringan saja. Namun lain halnya dengan anak-anak yang terindikasi leukimia. Mereka sangat mungkin mengalami pendarahan hebat kendati luka yang dialami hanya goresan kecil saja. Jika menemui hal seperti ini sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.

Mencegah Leukimia Pada Anak

Kanker darah pada anak sangat mungkin dihindari.  Orangtua memiliki peran agar anak terhidar dari penyakit yang mematikan tersebut. Jika sudah mengidap leukimia, ada baiknya juga menjaga pola hidup dan mencukupi asupan gizi pada anak.  Selain gizi Anda juga harus menjaga lingkungan agar tidak mencemari anak Anda.

Pertama jauhkan anak dari makanan berpengawet. Anak-anak pasti tergoda dan merengek meminta makanan berpengawet yang dijual di swalayan. Berilah pengertian pada mereka bahwa makanan tersebut kurang baik dan berbahaya terhadap  kesehatan mereka. Hindari  dari radiasi benda elektronik. Anak-anak zaman sekarang pasti tidak jauh dari gadget. Untuk menghindari penyakit ini, Anda bisa membatasi penggunaan gadget kepada anak. Berilah pengertian bahwa radiasi gadget berbahaya bagi kesehatan.

Baca artikel lain mengenai Akupuntur untuk Kanker