Tag Archives: leukemia akut

Tentang Leukemia

10 Fakta Tentang Leukemia yang Perlu Kami Ketahui

Usia muda juga rentan terkena kanker darah

Kanker darah atau lebih dikenal dengan leukimia berada di posisi teratas penyakit paling mematikan di Indonesia. Kanker yang berkembang di aliran darah ini bisa menyerang siapa saja. Bukan hanya orang yang lanjut usia, akan tetapi anak-anakpun bisa terkena kanker darah. Bukan pula disebabkan karena gaya hidup seseorang namun karena produksi sel darah putih yang berlebih. Faktor keturunan menjadi penyebab paling mungkin seseorang mengidap kanker darah.

Gejala atau tanda-tandanya nyaris tak terlihat. Hampir sama dengan penyakit flu biasa, namun sering terulang dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Gejala yang dialami antara lain sering sakit kepala, mual dan muntah, anemia, sering mimisan, memar di bagian tubuh tertentu tanpa sebab yang jelas, muncul bintik merah atau cokelat di kulit, badan terasa lemas dan mudah lelah berkepanjangan.

Jika ada tanda-tanda demikian sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Secara medis akan diambil tindakan biopsi atau pemeriksaan darah untuk memastikan dan mengetahui jenis kanker darah apa yang diidap oleh pasien. Pengobatan kanker darah sejauh ini kemoterapi, radioterapi, transplantasi sel, dan pengawasan oleh dokter bila masih berada di stadium awal.

Perlu diketahui setiap penderita bisa mengalami tanda atau gejala yang berbeda satu dan lainnya. Itu tergantung pada jenis kanker darah yang diidapnya. Namun tidak ada salahnya jika waspada dan segera memeriksakan diri apabila mengalami tanda-tanda tersebut.

Berikut ini fakta-fakta terkait kanker darah yang perlu kamu ketahui.

1. Kanker Darah Tidak Pandang Usia

Siapa saja bisa terkena kanker darah. Baik tua maupun muda. Anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun rentan terkena kanker darah karena sistem kekebalan tubuh belum sepenuhnya terbentuk. Pada beberapa kasus juga terjadi pada usia di atas 20 tahun karena pergerakan atau perkembangan sel kanker yang lambat.

Usia yang rawan terkena kanker darah di atas 50 tahun. Pada tahapan tersebut sistem kekebalan tubuh mulai menurun sehingga sangat memungkinkan terjadi perkembangan sel darah putih yang tidak normal dan berlebih.  Semakin tua usia pengidap, semakin cepat pula kanker darah menyebar.

2. Gejalanya Seringkali Tidak Disadari

Kanker darah berkembang di aliran darah. Itu sebabnya pasien seringkali tidak merasakan gejala tersebut karena mirip dengan gejala penyakit flu. Hanya saja tanda-tanda ini kerap terjadi dan bisa berlangsung dalam jangka waktu lama.   Banyak pasien datang ke dokter atau memeriksakan diri sudah memasuki stadium lanjut.

Gejala lain yang sering dianggap sepele adalah luka pendarahan yang berlebihan. Normalnya jika seseorang terluka dan berdarah akan mudah dan cepat mampat. Lain halnya dengan seseorang yang terdiagnosis kanker darah. Dia akan mengalami pendarahan hebat, kendati luka yang dialami tak seberapa parah.

Berat badan yang turun drastis bisa menjadi gejala awal penyakit lainnya. Namun jika Anda merasakan penurunan berat badan yang tidak wajar ada baiknya segera memeriksakannya ke dokter.

Pengidap kanker darah seringkali mengalami nyeri di beberapa bagian tubuh seperti persendian dan tulang belakang. Rasa nyeri juga sering dirasakan di bagian perut. Bagi sebagian besar orang menganggap hal ini adalah sesuatu yang sepele karena kelelahan atau asam lambung yang tinggi. Namun jika hal ini sering terjadi atau meskipun sudah diobati namun rasa sakit tersebut masih dirasakan ada baiknya segera periksa ke dokter.

Sel darah putih yang berjumlah banyak akan menumpuk di organ-organ tertentu seperti ginjal, hati, dan empedu.  Efeknya akan terjadi pembengkakan pada area tersebut dan mengakibatkan rasa nyeri.

3. Penyakit yang ‘Populer’ di Dunia

Bukan hanya di Indonesia, leukimia juga menjadi momok di banyak negara.  Amerika Serikat adalah salah satu negara yang penduduknya banyak mengidap leukimia. Lebih dari satu juta orang hidup dengan leukimia di Amerika Serikat. Leukimia menjadi penyakit ke-10 yang menjangkiti penduduk dunia dari beragam ras dan etnis. Jadi leukimia memang tak pandang bulu dan menyerang siapa saja.

4. Ada Empat Jenis Leukimia

Jika kanker lainnya ada satu jenis, lain halnya dengan leukimia. Ada empat jenis leukimia dengan kondisi yang berbeda. Ada yang akut ada pula yang kronis. Leukimia akut berkembang dengan cepat, sedang leukimia kronis berkembang dengan lambat.  Setiap jenis leukimia menyerang orang yang berbeda-beda pula tergantung kondisi seseorang termasuk juga usia mereka. Setiap jenis kanker darah menimbulkan gejala yang berbeda pada pasien.

5. Angka Harapan Hidup Tipis

Perkembangannya yang cepat di aliran darah dan bisa merusak fungsi organ lainnya. Pergerakannya cepat membuat daya tahan dan kekebalan tubuh seseorang menurun drastis. Harapan hidup paling tinggi lima tahun. Kendati demikian ada pula penderita yang mampu bertahan di atas lima tahun.

6. Penyebab Pasti Belum Ditemukan

Belum ditemukan penyebab pasti kanker darah. Hanya saja berdasar penelitian ada beberapa faktor yang diindikasikan menjadi penyebab kanker darah. Pertama orang yang terkena radiasi tinggi berisiko terkena kanker darah. Radiasi tinggi ini bisa berasal dari lingkungan kerja atau pemeriksaan kesehatan yang menggunakan radiasi.

Paparan bahan kimia yang ada di tempat kerja. Obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi juga bisa menjadi pemicu. Ini terjadi pada jangka panjang. Bukan hanya membunuh sel kanker, kemoterapi juga dapat merusak sel-sel yang masih sehat dan dapat berfungsi dengan baik. Beberapa area yang rentan jika terpapar antara lain lapisan mulut, tenggorokan, perut, dan usus.

7. Anak-anak Rentan Terkena Leukimia

Leukimia memang tak pandang bulu.  Setiap tahun ada 3.000 anak di bawah usia 15 tahun terdiagnosis leukimia. Hal ini tentu membuat orangtua khawatir dan harus waspada jika anak-anak mereka mengalami tanda-tanda seperti sering mimisan, pendarahan gusi, demam tanpa sebab, dan mudah mengalami memar.

8. Beda Sel Darah, Beda Pula Jenis Leukimia

Pada leukimia limfotik akut yang diserang adalah sel darah putih. Sedang pada leukimia mielogen akut yang diserang adalah sel darah merah dan granulosit yang terkena kanker. Perbedaan jenis leukimia ini juga berpengaruh pada usia.

9. Kanker Darah Tipe CML Menyerang Banyak Orang Muda Indonesia

Jenis atau tipe kanker darah ini terbilang unik. Cronic Myeloid Leukimia atau leukimia mielogen akut lazimnya menyerang orang usia lanjut. Ini terjadi di seluruh dunia. Uniknya sekarang ini banyak orang muda di Indonesia pada usia 35-40 tahun terdiagnosis penyakit langka ini. Penyakit ini diakibatkan pembentukan sel darah putih pada sel darah merah dalam jumlah yang berlebih.

10. Pengobatan Kanker Darah

Pada usia anak-anak pengobatan kanker darah bisa dilakukan dengan metode stem cell atau pengambilan darah dari tali pusat bayi. Metode ini diyakini mampu mengatasi penyakit leukimia dan kelainan darah serta penyakit degeneratif lainnya.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker

Jenis-Jenis Leukemia

Jenis-Jenis Leukemia yang Perlu Kamu Ketahui

Ada yang akut ada pula yang kronis.

Kanker darah atau leukemia adalah jenis kanker yang paling berbahaya. Penderita kanker darah seringkali tidak dapat bertahan lama karena penyebaran sel kanker ini sangat cepat dan memakan sel darah putih. Sel yang dihasilkan dari sumsum tulang belakang ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari benda asing. Jika sel darah putih menurun fungsinya maka daya tahan tubuh seseorang akan semakin lemah.

Pada keadaan normal sel darah putih akan berkembang secara ketika tubuh membutuhkannya untuk mengatasi infeksi. Sementara pada penderita kanker darah sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih yang tidak normal yang tidak berfungsi dengan baik. Produksi jumlah sel darah putih abnormal tersebut sangat banyak dan menumpuk. Akibatnya sel-sel darah putih yang sehat akan berkurang jumlahnya. Sel darah putih yang menumpuk akan menyebar ke organ tubuh lainnya dan bisa merusak fungsi organ tubuh lainnya.

Sama seperti penyakit kanker lainnya, faktor keturunan juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena leukemia. Jika orangtua mengidap kanker darah bisa jadi menurun pada anaknya. Selain itu tentu ada faktor penyebab lainnya, misal efek dari kemoterapi pengobatan kanker lainnya justru dapat menyebabkan seseorang terkena kanker darah.

Gejala Kanker Darah

Ada beberapa gejala seseorang mengidap kanker darah. Jika mengalami tanda-tanda berikut dan berulang ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Setiap penderita mengalami gejala yang berbeda, tergantung pada jenis kanker darah yang diidap.  Secara umum gejala kanker darah antara lain, penderita kerap mengalami luka atau pendarahan yang berlebihan dan tidak wajar seperti mimisan.

Menurunnya daya tahan tubuh karena berkurangnya produksi sel darah putih yang sehat berimbas pada infeksi. Jika seringkali mengalamai infeksi seperti radang amandel, radang paru, diare, dan lain-lain secara berlebihan atau dalam jangka waktu lama perlu waspada.  Bisa jadi itu adalah tanda awal kanker darah karena berkurangnya produksi sel darah putih.

Tanda lain adalah penderita mengalami sesak nafas, pucat, kurang darah atau anemia, lemah dan kelelahan yang berlanjut. Selain itu penderita juga mengalami sakit kepala, keringat berlebih saat malam hari, penurunan berat badan, pembengkakan pada hati dan limfa. Penderita juga mengalami muncul bintik-bintik merah, sering muntah, dan menggigil. Jika mengalami tanda demikian dan berulang atau terjadi pada jangka waktu panjang ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Kanker darah bisa memburuk secara cepat atau dikenal dengan sebutan leukemia akut. Bisa juga memburuk secara perlahan atau leukemia kronis. Kanker darah akut berkembang dengan cepat akibat pertumbuhan sel darah putih yang tidak normal.  Perkembangan sel darah putih yang belum matang namun sudah menyebar juga bisa menjadi pemicu kanker darah. Perkembangannya sangat pesat dan menyebar melalui aliran darah.  Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh akan menurun. Oleh sebab itu, pasien dengan kanker darah akut harus segera ditangani.

Berbeda dengan kanker darah kronis yang berkembang secara perlahan dan dalam jangka waktu lama. Pada kasus ini sel darah putih yang seharusnya sudah mati tetap hidup dan berada di aliran darah, sumsum tulang, dan organ tubuh lainnya. Gejala kanker darah kronis cenderung tidak terlihat sehingga ketika terdeteksi sudah memasuki stadium lanjut.

Jenis-Jenis Kanker Darah

Berbeda dengan kanker lainnya, kanker darah ini dibedakan menjadi empat jenis. Ini termasuk keunikan kanker darah jika dibanding dengan kanker lainnya.  Jenis kanker darah ini dibedakan berdasarkan kanker darah akut dan kanker darah kronis. Apa saja jenis kanker darah yang dikenal?

1. Leukemia Limfotik Akut

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun berpeluang mengidap kanker darah. Leukemia jenis ini kerap terjadi pada anak-anak. Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Namun dari sebagian besar kasus yang terjadi, leukemia pada anak-anak disebabkan oleh faktor genetik dan faktorimunoligik dan lemahnya daya tahan tubuh terhadap radiasi dan zat kimia tertentu.

Pengidap leukemia limfotik akut ini sangat rentan terhadap infeksi serius. Gejala yang muncul antara lain pendarahan gusi, mimisan, mudah memar. Selain itu, adanya bintik merah, turunnya berat badan secara drastis, badan lemah, sakit lambung, dan nyeri tulang.

2. Leukemia Limfotik Kronis

Kanker darah jenis ini lazim terjadi pada orang dewasa pada usia 45-60 tahun.  Penyakit ini biasanya terdeteksi ketika memasuki stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejalanya. Penyakit ini terjadi karena tidak terkontrolnya penyebaran limfosit kecil dan tidak normal pada sumsum tulang dan aliran darah.

Gejala yang dirasakan mirip dengan penyakit flu seperti demam, badan terasa lelah, dan tulang terasa sakit. Ada juga penderita yang mengalami penurunan berat badan, pembengkakan pada organ tubuh seperti kelenjar getah bening, limfa, dan hati. Penderita juga sangat sensitif terhadap infeksi.

3. Leukemia Mielogen  Akut

Kanker darah jenis ini biasa menyerang orang dewasa. Namun remaja dan anak-anak juga bisa terkena jenis kanker darah ini. Kanker ini membentuk sel mieloaid yang tidak sempurna dan kemudian menyebar ke seluruh aliran darah dan organ tubuh khususnya sumsum tulang belakang. Dapat pula menyumbat pembuluh darah.

4. Leukemia Mielogen Kronis

Pasien kanker jenis ini biasanya berusia di atas 20 tahun. Ada dua tahap perkembangan sel kanker yang akan dialami oleh pasien. Awalnya sel yang tidak normal akan berkembang secara perlahan, memasuki tahap kedua jumlah sel-sel abnormal akan berkembang dengan cepat dan daya tahan tubuh akan menurun drastis.  Pasien juga akan mengalami demam, berat badan menurun drastis, anemia, dan pembengkakan limfa.

Jika terdapat tanda-tanda seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Jika dokter mendiagnosis bahwa gejala yang Anda alami itu adalah kanker darah biasanya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut antara lain tes darah dan biopsi sumsum tulang belakang.

Secara medis akan diukur jumlah sel darah putih yang Anda miliki. Pengidap leukemia memiliki jumlah sel darah putih lebih banyak ketimbang batas normal.  Sedangkan untuk tes sumsum tulang belakang, sample sumsum tulang belakang akan diambil dan kemudian diperiksa di laboratorium. Dari hasil laboratorium akan diketahui jenis kanker darah yang diidap. Setelah itu, baru bisa ditentukan jenis pengobatan apa yang akan dilakukan.

Pengobatan secara medis yang lazim dilakukan untuk pasien kanker darah antara lain kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel-sel kanker darah, radioterapi yang mampu menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Radio terapi bisa dilakukan di area tertentu atau di seluruh tubuh.

Pengobatan lain yang dilakukan adalah transplantasi sel induk.  Yaitu dengan mengganti sel yang rusak dengan sel yang sehat. Bisa berasal dari bagian tubuh pasien atau dari pendonor. Sebelum transplantasi dilakukan, biasanya akan didahului dengan kemoterapi dan radioterapi. Selain pengobatan secara medis, ada juga pasien yang memilih pengobatan herbal.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker