Tag Archives: kemoterapi kanker

Cara Kemoterapi

Mengenal Kemoterapi dan Cara Kemoterapi Bekerja Terhadap Kanker

Sel kanker yang ada pada tubuh penderita sangat mudah sekali menyebar. Apabila tidak segera ditangani maka bisa mengancam nyawa penderitanya. Maka dari itu kanker harus diobati sejak masih jinak.

Kanker adalah penyakit yang paling mematikan dan ditakuti oleh seluruh orang di dunia. Oleh karena telah banyak memakan korban sejak puluhan tahun yang lalu.

Perkembangan kanker dari tahun ke tahun semakin banyak sehingga orang yang meninggal juga semakin banyak. Pada tahun 2013 saja ada 350.000 orang lebih di Indonesia yang mengalami kanker.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker seperti radiasi kemoterapi dan operasi. Setiap pengobatan ini memiliki perannya sendiri dalam melawan kanker. Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan jenis kanker yang dialami.

Cara yang paling ampuh dan banyak dilakukan untuk mengobati pasien penderita kanker adalah kemoterapi. Kemoterapi adalah terapi utama bagi penyakit kanker yang bertujuan untuk membunuh sel kanker.

Ada banyak sekali hal yang harus diketahui mengenai kemoterapi. Baca informasinya di sini agar Anda tahu kegunaan dan cara kerja dari kemoterapi.

Apa Itu Kemoterapi?

Pastinya Anda sudah sering mendengar mengenai kemoterapi bukan? Hampir semua orang tahu apa tujuan dari kemoterapi tapi tidak semuanya tahu dengan detail. Supaya bisa lebih mengenalnya dan mungkin bisa membantu teman atau keluarga yang terkena kanker maka Anda harus tahu lebih banyak mengenai kemoterapi.

Kemoterapi merupakan sebuah prosedur perawatan paling ampuh untuk mengobati penderita kanker. Meski ada juga yang tidak bisa diselamatkan meski sudah melakukannya.

Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat-obatan khusus kepada pasien supaya sel kanker yang ada di dalam tubuh dapat dihancurkan dan hilang. Terapi ini memang bukan hal yang mudah sehingga pasien harus benar-benar mempertimbangkan apakah memang mau melakukannya atau tidak.

Kenapa? Oleh karena banyak sekali efek samping yang mungkin bisa terjadi. Kemoterapi bisa menyembuhkan tapi juga bisa mematikan.

Di dalam dunia medis kemoterapi dianggap yang paling hebat dalam menghentikan perkembangan dan pertumbuhan sel kanker. Ada beberapa jenis kemoterapi berdasarkan dengan waktu pemberiannya. Kemudian tujuannya pun berbeda-beda.

Berikut ini beberapa jenis kemoterapi yang ada.

  • Kemoterapi Paliatif

Jenis kemoterapi ini adalah untuk pasien yang mempunyai kanker stadium lanjut. Memiliki tujuan untuk meringankan gejala yang mungkin timbul karena sel kanker. Kemudian meningkatkan kualitas hidup pasien dan menghambat perkembangan sel kanker.

  • Kemoterapi Neodjuvan

Kemoterapi ini akan diberikan kepada pasien sebelum melakukan pengobatan yang lain. Tujuannya supaya sel kanker bisa dikurangi bahkan ukuran tumor juga bisa dikurangi. Apabila sudah melakukan kemoterapi ini maka ketika tubuh dioperasi akan mudah diangkat.

  • Kemoterapi Adjuvan

Ini juga kemoterapi yang dilakukan sebelum melakukan pengobatan yang lain baik radiasi atau operasi. Tujuannya adalah untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker yang masih ada di dalam tubuh.

  • Kemoterapi Kuratif

Tujuannya adalah untuk menghancurkan dan membasmi seluruh sel kanker yang terdapat di dalam tubuh. Kadang menjadi satu-satunya jenis pengobatan kanker yang dapat dilakukan makanya dilakukan di awal pengobatan.

Cara Kerja Kemoterapi

Jika dengan pengobatan lain seperti operasi dan radiasi maka dokter hanya akan melakukan tindakan pada area yang spesifik. Misalnya jika mengalami kanker payudara maka dokter hanya akan melakukan radiasi dan operasi pada bagian payudara.

Sedangkan dengan kemoterapi maka seluruh tubuh akan merasakannya. Jadi kemoterapi adalah pengobatan menyeluruh supaya tidak ada satu pun bagian tubuh lain yang ikut terkena sel kanker yang sudah ada.

Namun karena bekerja di seluruh tubuh maka bisa menyebabkan banyak efek samping. Seperti pada bagian rambut, kulit maupun tulang.

Kemoterapi akan bekerja sesuai dengan jenis kanker yang akan diobati. Beberapa tujuannya, antara lain:

  • Mengobati

Pada beberapa kasus kemoterapi memang berhasil menyembuhkan penyakit kanker dari penderita. Bahkan dokter tidak akan lagi menemukan sel kanker yang ada di dalam tubuh.

Jika seperti ini maka sel-sel kanker mungkin tidak akan kembali lagi. Sayangnya keberhasilan ini tidak sering atau tidak selalu terjadi.

  • Mengontrol

Apabila tujuan kemoterapi hanya untuk mengontrol maka tujuannya adalah hanya untuk membuat kanker tidak menyebar ke area lain di tubuh Anda. Selain itu bisa memperlambat pertumbuhan kanker atau tumor dalam tubuh.

  • Meringankan Gejala

Pada beberapa kasus kemoterapi bahkan tidak bisa mengontrol atau mengobati kanker yang sudah ada di dalam tubuh. Atau artinya hanya digunakan untuk menghilangkan tumor yang menyebabkan sakit di dalam tubuh. Hanya saja tumor tersebut bisa kembali lagi dan menjadi semakin ganas.

Kadang kemoterapi hanya akan dilakukan sendiri tanpa tindakan lainnya. Namun ada juga yang dikombinasikan dengan pengobatan berupa radiasi, operasi, dan terapi biologi.

Jika dikombinasikan dengan operasi maka dokter akan mencoba untuk mengambil tumor atau kanker yang ada di tubuh. Caranya dengan menghilangkan organ yang telah terkontaminasi oleh sel kanker.

Misalnya jika terjadi pada payudara maka kemungkinan payudara harus dihilangkan. Kedengarannya seram tapi memang itu yang harus dilakukan supaya pasien bisa sembuh atau terhindar dari kanker yang mungkin akan kembali lagi.

Apabila dengan melakukan radiasi maka dokter akan memberikan partikel radioaktif yang tak terlihat untuk membunuh sel kanker. Untuk melakukannya dibutuhkan mesin khusus yang akan membuat sinar radiasi terkena tubuh Anda dari luar. Bahkan ada juga yang memberikan radiasi di dalam tubuh pasien.

Sedangkan untuk terapi biologi adalah dengan memberikan vaksin atau bakteria baik maupun antibodi supaya sel kanker bisa dibunuh.

Apabila kemoterapi dilakukan setelah operasi maka berguna untuk menghancurkan semua sel kanker yang masih ada di dalam tubuh.

Selain dilakukan setelah melakukan operasi atau radiasi, kemoterapi bisa dilakukan sebelum terapi radiasi atau operasi supaya ukuran dari tumor jadi lebih kecil.

Cara pengobatan kemoterapi juga dilakukan berdasarkan dengan jenis kankernya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Oral, yaitu kemoterapi yang dilakukan dengan menggunakan kapsul pil atau cairan yang diminum oleh pasien.
  • Topikal, yaitu dengan mengoleskan krim pada kulit.
  • Intraperitoneal, yaitu kemoterapi yang diberikan sambil melakukan operasi. Bisa juga dengan memberikan selang khusus ke rongga perut yang didalamnya ada lambung, hati, dan usus.
  • Suntik, yaitu memberikan suntikan di lapisan lemak atau otot seperti pada bagian perut, paha, atau lengan.
  • Intravena, yaitu kemoterapi yang langsung dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena.
  • Intraarteri, yaitu kemoterapi yang diberikan secara langsung ke dalam arteri. Arteri yang dipilih adalah yang menyalurkan darah ke sel kanker.

Hal yang Dilakukan Selama Kemoterapi

Apabila kemoterapi sedang dilakukan maka ada beberapa saran yang diberikan oleh perawat atau dokter kepada Anda. Beberapa saran yang sering diberikan kepada pasien, antara lain:

  • Harus makan makanan yang sehat dengan mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung kalori dan protein. Tujuannya supaya sel-sel sehat yang ikut terbunuh bisa dibangun kembali.
  • Banyak istirahat karena selama menjalani kemoterapi seseorang bisa jadi lebih lelah dari biasanya.
  • Olahraga yang rileks dan ringan supaya gejala kelelahan dan stres bisa dikurangi.
  • Mengonsumsi suplemen atau vitamin. Namun sebelumnya harus mengkonsultasikan yang lebih dulu kepada perawat dan dokter. Tanya dulu apakah perlu atau boleh mengonsumsinya.
  • Harus banyak belajar mengenai kanker dan pengobatannya supaya dapat lebih baik dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul.

Demikianlah pembahasan mengenai kemoterapi dan cara kerjanya terhadap sel kanker. Semoga bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Ciri-Ciri Kanker Serviks

Kemoterapi atau Herbal

Kemoterapi atau Herbal? Mana Yang Tepat Untuk Kanker Payudara

Kemoterapi atau HerbalPembahasan kali ini kami akan membagikan pengalaman kami dalam mengambil keputusan apakah menjalani pengobatan dengan kemoterapi atau herbal. Sering kali penderita kanker bingung apakah harus kemo atau tidak, karena melihat efek samping yang berat dan apakah jika dengan herbal bisa sembuh. Sering kali pertanyaan itu muncul ketika masih awal ingin melakukan pengobatan. Untuk itu kami ingin share pengalaman kami berjuang melawan kanker payudara.

Apakah Saya Harus Kemoterapi?

Kita akan bahas dahulu apakah saya harus kemoterapi? Itu yang menjadi pertanyaan jika kita menempuh jalan medis. Kasus yang kita bicarakan adalah kanker stadium 4 yang sudah menyebar jadi tidak bisa dilakukan operasi. Untuk memutuskan harus kemoterapi atau tidak, berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu anda pikirkan dulu:

  1. Biaya. Faktor biaya menjadi yang utama karena kemoterapi tidak murah apalagi jika anda melakukannya diluar negeri.
  2. Apakah penderita kanker mau? Ini menjadi pertanyaan yang kedua karena kemauan dari penderita kanker sangat penting untuk menunjang kesembuhannya. Jadi keputusan kemoterapi harus keluar dari penderita kanker.
  3. Biasanya muncul pertanyaan apakah fisik saya kuat. Pertanyaan ini juga muncul jika penderita kanker kurang percaya diri. Itulah tugas keluarga/teman untuk memberikan support.

Menurut pengalaman kami itulah 3 pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum anda memutuskan untuk melakukan kemoterapi atau tidak. Itupun terjadi pada kami antara saya dan mama saya apakah kami memutuskan kemoterapi. Waktu itu yang muncul adalah pertanyaan ke-2 dan ke-3 jadi mama saya sudah mau untuk kemoterapi tetapi tidak yakin (poin 3) jadi tugas saya yang memberikan support.

Apakah Saya Harus Menggunakan Herbal?

Bagian kedua adalah mengenai herbal, apakah lebih baik mengambil keputusan menggunakan herbal saja dari pada kemoterapi yang menakutkan? Sering muncul pertanyaan seperti ini karena rumor mengatakan bahwa herbal tidak berefek samping meskipun minum sebanyak mungkin. Pengalaman kami berkata lain karena herbal yang kami konsumsi ternyata juga berefek samping misalnya saja daun sirsak mempunyai efek (linu dan sakit pada persendian karena sifatnya yang dingin) dan kulit manggis memberi efek samping sulit buang air besar karena sifatnya yang panas.

Untuk mengambil keputusan apakah harus menggunakan herbal atau tidak berikut ini faktor yang perlu anda pikirkan:

  1. Apakah ada yang ahli/herbalis untuk memantau penggunaannya. Sering kali penderita kanker diberikan berbagai macam masukkan bisa dari teman atau keluarga untuk minum ini dan itu. Padahal menurut saya sebaiknya harus ada tenaga ahli untuk memantau perkembangan apakah bekerja atau tidak.
  2. Sumber obat herbal. Obat herbal entah sudah diolah atau belum anda harus bisa terus mendapatkannya agar proses pengobatan bisa terus berlangsung.

Menurut kami 2 hal itulah yang penting untuk memutuskan apakah anda harus menggunakan herbal atau tidak. Pengalaman kami adlalah kami tidak menemukan tenaga ahli untuk herbal (sirsak atau manggis) jadi kami hanya menggunakan berdasarkan informasi yang tersebar di internet atau pendapat teman/keluarga. Hal ini menjadi kurang efektif karena tidak bisa terpantau dengan baik.

Bagaimana Bila Melakukan Kombinasi Kemoterapi dengan Herbal?

Yang ketiga adalah bagaimana jika kita melakukan kemoterapi bersamaan dengan herbal, apakah mungkin? Pendapat saya adalah bisa mungkin bisa tidak. Bisa mungkin, jika anda menggunakan herbal yang sudah dipatenkan sudah berbentuk kapsul misalnya transfer factor. Bisa tidak, jika yang anda gunakan adalah obat herbal olahan sendiri misalnya rebusan daun sirsak, dll kenapa tidak bisa? Karena rasanya yang tidak enak dan efek samping kemoterapi yaitu mual akan membuat semuanya kacau balau. Kacau balaunya adalah karena mual jadi penderita kanker malas untuk minum obat herbal tersebut.

Jika anda menjalankannya bersamaan anda tidak bisa tahu mana yang membawa efek positif atau kesembuhan jadi anda akan bingung. Pengalaman kami yaitu kami menggunakan transfer factor sebagai supplemen herbal pada saat masa kemoterapi dan setelah selesai 8x kemo kami melanjutkan dengan obat herbal daun waru. Jadi efek samping sudah hilang dan tidak mual maka olahan daun waru bisa masuk tanpa ada gangguan dari efek kemoterapi.

Membandingkan Antara Kemoterapi atau Herbal

Setelah 2 bagian diatas kami berharap tips diatas dapat membantu anda memutuskan antara kemoterapi atau herbal. Untuk lebih mematangkan pikiran anda kami membandingkan kedua pengobatan itu sebagai berikut ini:

Kemoterapi

Kelebihan

Kekurangan

Sudah teruji klinis Butuh biaya mahal
Dipantau oleh tenaga ahli (dokter onkologi) Perlu melakukan banyak test (tes darah, pet scan, CT scan, dll)
Obat kemo cenderung bekerja cepat Efek samping tinggi

Herbal

Kelebihan

Kekurangan

Tetap ada efek samping tetapi lebih ringan dibandingkan kemoterapi Tidak dipantau oleh tenaga yang ahli
Biayanya murah Jika supply herbal terganggu maka konsumsi obat herbal jadi kacau.
Cara konsumsinya mudah karena hanya diminum saja tanpa harus prosedur seperti suntikan. Tidak teruji klinis (untuk obat herbal yang belum dipatentkan)

Dari kedua tabel itu anda dapat melihat setiap pengobatan mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Alangkah baiknya jika anda bisa menemukan dokter dan herbalis yang mau kerja sama jadi anda bisa menggambungkan kedua pengobatan tersebut.

Kesimpulan

Itu adalah pengalaman kami dalam mengambil keputusan yang dilema antara kemoterapi atau herbal. Saya yakin masalah ini akan terjadi pada semua penderita kanker yang akan menjalani pengobatan untuk itu semoga posting ini bisa membantu anda. Jika anda ingin berbagi atau menanyakan sesuatu kepada kami silahkan jangan sungkan langsung saja menuliskan lewat komentar dibawah posting ini. Semoga share pengalaman kami berguna bagi semua penderita kanker.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi

Proses Kemoterapi

Pengalaman Menjalani Proses Kemoterapi Untuk Kanker Payudara

Proses KemoterapiKemoterapi menjadi pilihan pengobatan medis untuk kanker. Kali ini kami akan membagikan pengalaman saat menjalani proses kemoterapi dan beberapa cara kemoterapi yang dilakukan oleh dokter. Kasus yang kami alami adalah kanker payudara stadium 4 yang sudah menyebar ke getah bening, tulang dan kulit. Jadi kami menempuh jalan medis dengan melakukan kemoterapi. Berikut ini adalah proses kemoterapi yang pernah kami jalani.

Kenapa Harus Kemoterapi?

Dengan kasus kami yaitu kanker payudara stadium 4 yang sudah menyebar ke banyak organ pilihan kami antara medis atau herbal. Pada saat itu kami tidak menemukan herbal yang tepat jadi kami memilih pengobatan medis. Kenapa harus kemoterapi karena hanya itu satu-satunya pilihan medis yang tersedia saat ini. Operasi sudah tidak mungkin karena kondisi sudah menyebar ke berbagai organ sedangkan untuk radioterapi tidak mungkin juga karena kanker sudah menyebar ke kulit jadi dikhawatirkan akan memperparah kanker yang di kulit.

Kemoterapi menjadi jalan satu-satunya bagi kami untuk mencari jalan sembuh lewat medis. Kemoterapi yang kami jalankan bukan di Indonesia melain kami memilih di Singapura. Untuk mengenai dokter onkologi yang kami gunakan para pembaca bisa mengkontak secara terpisah dari posting ini. Kami menjalankan 1 cycle kemoterapi yaitu terdiri dari 8x kemoterapi dengan jeda 3 mingguan.

Berbagai Macam Cara Kemoterapi

Ada berbagai macam cara kemoterapi yang diberikan oleh medis yaitu:

  • Intravenous, kemoterapi yang diberikan ke pembulu darah vena
  • Intra-arteri, kemoterapi yang diberikan ke pembulu arteri yang menyalur ke kanker.
  • Intraperitoneal, kemoterapi yang diberikan ke dalam rongga perut.
  • Oral, kemoterapi yang diberikan dalam bentuk tablet.

Semua cara kemoterapi mempunyai spesial masing-masing tapi pengalaman cara kemoterapi yang kami alami menggunakan intravenous dan oral saja. Obat kemo yang diberikan tidak hanya 1 bisa dikombinasikan jadi sel kanker bisa lebih cepat mati. Tinggal bagaimana dokter onkologi memilihkan obat kemo yang paling tepat untuk kondisi pasien.

Intravenous menurut kami yang paling sering diberikan, yaitu dengan memberikan lewat infus. Biasanya kita tinggal menunggu obat kemo sampai habis kemudian pulang. Sedangkan kemoterapi oral sama halnya dengan minum obat biasa. Karena obat kemo berbentuk tablet sehingga di rumah kita tinggal minum saja sesuai dengan aturan yang diberikan oleh dokter.

Kenali Efek Samping Dari Obat Kemo Yang Digunakan

Proses kemoterapi sebenarnya mudah dan tidak sakit tapi yang menyakitkan itu adalah efek samping yang harus diderita setelah obat kemo masuk. Sebelum menjalani proses kemoterapi anda harus jelas mengenali efek samping kemoterapi yang akan anda jalani. Anda perlu menyebutkan punya riwayat penyakit apa saja sehingga dokter onkologi bisa mengatur obat kemo dengan tepat.

Beberapa contoh efek samping dari obat kemo adalah:

  • Mual dan muntah
  • Rambut rontok
  • Susah buang air besar
  • Tidak nafsu makan
  • Tidak bertenaga
  • Diare

Setiap obat kemo memiliki efek samping yang berbeda jadi anda harus kenali efek samping tanyakan kepada dokter bagaimana mengatasi efek samping kemoterapi tersebut.

Bagaimana Rasanya Menjalani Kemoterapi?

Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan kepada penderita kanker terutama yang baru terdeteksi dan akan menjalani pengobatan, itupun terjadi pada kami dan kami bertanya-tanya juga bagaimana sih rasanya proses kemoterapi itu. Bagian ini menjadi inti pembicaraan dari posting kita kali ini.

Rasanya saat menjalani kemoterapi itu tidak sakit sama sekali. Proses kemoterapi dengan infus (intravenous) yaitu anda akan dimasuki jarum infus pada bagian tangan kemudian obat kemo secara perlahan akan masuk ke dalam tubuh anda. Setiap obat kemo tidak sama ada yang 1 jam bahkan hingga 6 jam. Dan itupun tidak perlu dilakukan di rumah sakit. Biasanya dokter onkologi akan menjalankan kemoterapi dikliniknya sendiri.

Anda tinggal duduk atau tiduran kemudian anda tinggal tunggu obat kemo hingga selesai masuk ke dalam tubuh anda. Setelah itu anda langsng pulang, efek samping dari kemoterapi akan muncul biasanya pada hari ke-3 hingga hari ke-7 jadi jika anda seperti kami menjalankan proses kemoterapi di Singapura pilihan anda adalah tetap tinggal sampai 7 hari atau anda langsung pulang saja jadi saat efek samping muncul anda sudah di rumah.

Bagi anda yang baru ingin menjalankan kemoterapi jangan takut dengan prosesnya karena prosesnya sangat sederhana sekali. Hanya seperti diinfus saja, yang perlu diperhatikan adalah pasca kemoterapinya. Anda harus bisa bertahan dengan berbagai macam efek samping yang akan muncul.

Pengalaman Proses Kemoterapi Untuk Kanker Payudara Stadium 4

Bagian ini juga menjadi inti dari posting kal ini, pada bagian ini kami ingin share bagaimana proses kemoterapi yang kami jalani untuk berjuang melawan kanker payudara stadium 4. Sudah kami sebutkan kami menjalankan 8x kemoterapi dengan obat kemo namanya “taxotere” dan dengan obat kemo oral “xeloda”.

Sebelum menjalani kemoterapi kami diberikan obat anti mual dulu untuk diminum pada H-1 sebelum kemoterapi. Proses kemoterapi yang kami jalani sederhana dan tidak lama hanya 1 jam saja taxotere sudah masuk ke dalam tubuh dan kami boleh pulang. Setelah melihat hasil kemoterapi cukup bagus dokter memberikan saran untuk mengkombinasi obat kemo agar kanker bisa lebih cepat mati. Saat itu obat kemo ke-2 yang diberikan adalah “cyclophosphamide”.

Reaksi Alergi Saat Proses Kemoterapi

Pengalaman ini sangat berharga bagi kami jadi kami ingin share kepada semua pembaca pentingnya mengamati proses kemoterapi. Pada saat konsultasi kami sudah diperingatkan mengenai efek alergi yang mungkin bisa terjadi saat proses kemoterapi. Selama ini semua berjalan lancar tetapi begitu obat kemo dikombinasikan yaitu dengan “cyclophosphamide” tiba-tiba setelah 15 menit terasa efek panas di dada dan sesak nafas kemudian dokter dipanggil dan kami ditanya apa yang dirasakan. Kemudian kami coba 1x lagi dan ternyata efek itu muncul lagi jadi obat kedua di stop dan disimpulkan alergi dengan obat “cyclophosphamide”.

Berganti Ke Kemoterapi Oral

Setelah itu dokter onkologi merubah strategi dengan mengubah kombinasi obat kemo dengan kemoterapi oral yaitu dengan “Xeloda”. Proses kemoterapi dengan Xeloda lebih mudah lagi karena seperti minum obat biasa dan waktu itu cara minumnya adalah 1 hari 2x. Sangat mudah oral kemo yang kami jalani dan tidak ada efek alergi.

Proses kamoterapi berlangsung dengan jeda 3 mingguan. 1 minggu pertama tubuh akan berperang dengan kanker dan menerima efek sampingnya kemudian 2 minggu sisanya adalah waktu recovery atau pemulihan. Kemudian siap untuk menjalani proses kemoterapi berikutnya. Begitu dan seterusnya hingga 8x kami menjalaninya.

Kesimpulan

Proses kemoterapi tidak sulit melainkan sangat mudah sedangkan yang digosipkan kemoterapi itu menakutkan adalah efek sampingnya bukan prosesnya. Dan kemoterapi tidak perlu sampai menginap di rumah sakit ditambah lagi saat proses berlangsung tidak sakit sama sekali.

Semoga pengalaman kami mengenai proses kemoterapi ini berguna bagi pembaca semuanya yang mungkin sedang mencari bagaimana sih proses kemoterapi itu. Posting ini bisa menjadi jawaban bagi anda. Jika anda ingin share bisa menuliskan komentar di bawah posting ini. Atau jika ingin memberikan testimonial sebagai survivor cancer bisa langsung kontak kami ke transferfactorformula@gmail.com kami akan menayangkan testimonial anda agar bisa menjadi inspirasi pejuang kanker lainnya.

Baca artikel lain mengenai Meningkatkan Albumin