Tag Archives: Kelenjar Getah Bening

Perbedaan TB Kelenjar Dengan Kanker Kelenjar Getah Bening

Apa Sih Perbedaan TB Kelenjar Dengan Kanker Kelenjar Getah Bening?

Secara umum, gejala yang muncul antara penyakit kanker getah bening dan TB kelenjar itu hampir sama dan salah satunya adalah adanya benjolan. Meski demikian, tetap ada perbedaan diantara keduanya walau penyebabnya tetap sama yaitu virus atau bakteri. Gaya hidup tidak sehat serta faktor genetika atau keturunan juga sering dianggap sebagai sumber masalah dari serangan penyakit ini.

TB Kelenjar

TB kelenjar atau tuberkulosis merupakan suatu serangan penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri dengan sasaran utama organ paru-paru. Namun selain paru-paru serangan bakteri ini juga bisa melakukan serangan dan menyebar pada organ yang lain seperti tulang, kelenjar getah bening, otak, saluran atau organ pencernaan dan sebagainya.

Tuberkulosis adalah sebuah infeksi yang kehadirannya dikarenakan adanya pemunculan virus mycobacterium tuberculosis. Saat pertama kali muncul, bakteri ini akan menyerang kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening sendiri merupakan sebuah kelenjar yang memiliki peran memproduksi salah satu bagian dari sel darah putih yaitu limfosit.

Limfosit ini sangat berguna untuk menciptakan sistem kekebalan atau imunitas dalam tubuh. Kelenjar getah bening terdapat pada beberapa bagian tubuh seperti ketiak, leher, lipatan paha atau selangkangan dan beberapa lokasi lain yang ada di sekitar area organ dalam.

Gejala TB Kelenjar

Tidak berbeda jauh dengan serangan penyakit berbahaya lainnya, kehadiran tuberkulosis atau TB kelenjar dalam tubuh seringkali diawali dengan beberapa macam gejala. Salah satu jenis gejala yang muncul tersebut antara lain yaitu adanya suatu benjolan yang tidak menimbulkan perasaan sakit dan berlangsung dalam jangka waktu lama.

Benjolan tersebut muncul di kelenjar getah bening yang kena serangan tuberkulosis misalnya leher terutama di leher atau bawah rahang. Selain itu juga dapat terjadi benjolan pada lipatan lengan tangan atau ketiak dan lipatan paha atau selangkangan.

Meski tidak disertai dengan rasa sakit, tetapi benjolan ini akan tumbuh membesar secara terus menerus. Selanjutnya setelah menjadi besar, barulah rasa sakit dan nyeri akan terasa terutama ketika dipegang oleh tangan atau tersentuh dengan benda lain.

Tidak hanya benjolan atau pembengkakan saja, seorang yang telah terkena serangan penyakit tuberkulosis akan mengalami beberapa gejala lain. Seperti badan yang cepat lelah atau lemas, tubuh selalu terasa demam dan menggigil, berat badan menurun, nafsu makan jadi berkurang dan sebagainya.

Bagi sebagian orang yang telah kena TB kelenjar, serangan penyakit ini kadangkala memang tidak memunculkan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas. Padahal bakteri yang menjadi penyebab utamanya telah terlanjur tumbuh dan menyebar di semua organ tubuh. Hal ini seringkali membuat TB kelenjar tidak cepat dideteksi.

Jadi saat muncul benjolan di tubuh, apalagi jika terdapat di sekitar area kelenjar getah bening sebaiknya secepat mungkin memeriksakan diri atau melakukan cek up pada dokter. Sehingga bisa dipastikan dan diketahui jenis benjolan tersebut apakah merupakan TB kelenjar maupun kanker getah bening atau karena serangan penyakit yang lain.

Kelenjar Getah Bening

Kanker kelenjar getah bening sering juga disebut dengan istilah limforma. Penyakit ini adalah suatu gangguan kesehatan skala berat yang diakibatkan oleh bakteri kanker. Biasanya bakteri ini bisa muncul dan berkembang biak di limfosit. Area pertumbuhannya berada pada kelenjar bening. Namun selain itu juga dapat tumbuh di organ lain sepeti timur, sumsum tulang, limpa dan beberapa organ terpenting lainnya dalam tubuh.

Ketika sel-sel limfosit yang berada di dalam sistem limfatik terkena serangan kanker, dampak terpenting yang dirasakan oleh tubuh adalah kurangnya sistem kekebalan atau imunitas. Efek dari penurunan kekebalan ini tentu saja tubuh menjadi lebih rentan terkena serangan penyakit lain dan infeksi.

Menurut kategorinya, kanker getah bening bisa dibedakan menjadi dua macam. Kanker getah bening yang pertama disebut limforma hodgkin. Sedangkan kanker getah bening jenis kedua adalah limforma non hodgkin.

Perbedaan paling utama dari kedua jenis kanker tersebut adalah terletak di sel limfostit yang telah diserang oleh sel kanker. Sel kanker getah bening hodgkin berkembang biak dengan cara membelah diri, sedangkan sel kanker getah bening non hodgkin tumbuh membesar kemudian menyebar ke organ-organ yang lain.

Sedangkan untuk gejalanya, secara umum keduanya memiliki ciri yang hampir saja. Ketika mendapat serangan kanker getah bening atau limforma, penderita mengalami pembesaran di kelenjar getah bening. Pembesaran di kelenjar getah bening ini kemudian akan menimbulkan benjolan pada bagian ketiak, leher atau selangkangan.

Gejala awal ini kemudian akan berlanjut dengan munculnya gangguan kesehatan lain seperti batuk, demam, tubuh menggigil, sesak nafas, berat badan menurun dan keluar keringat dingin di malam hari.

Semua gejala tersebut berlangsung pada waktu yang cukup lama, tetapi tidak dapat diketahui penyebabnya secara pasti kecuali dengan pemeriksaan laborat. Selain itu ada pula penderita atau pasien yang merasa kehilangan nafsu makan. Hal inilah yang sering jadi penyebab utama berkurangnya berat badan.

Selain itu, tubuh cepat lemas, mudah kejang dan sering muncul rasa sakit dan ngilu atau nyeri khususnya di bagian pencernaan atau perut dan punggung. Bahkan adakalanya pula otot atau tulang akan merasakan hal yang sama.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa penyakit tuberkulosis atau TB kelenjar dan kanker kelenjar getah bening itu secara sekilas sulit untuk dibedakan. Sebab saat dilihat dari semua gejala-gejalanya, selalu memiliki tanda atau ciri utama yang tidak berbeda.

Hanya saja ada sebuah hal yang perlu dipahami, kanker kelenjar getah bening itu bisa tumbuh dan berkembang biak secara cepat di organ tubuh. Sedangkan sel kanker yang menyebabkan penyakit TB kelenjar atau tuberkulosis lebih sering tumbuh melalui proses yang berjalannya lebih lambat.

Diluar perbedaan dan persamaannya, kanker kelenjar getah bening dan TB kelenjar tetap jadi serangan penyakit yang harus selalu diwaspadai kehadirannya. Karena keduanya sama-sama menimbulkan akibat yang sangat fatal dan membahayakan apabila tidak ditangani dan diobati secepatnya.

Sel kanker atau virus penyebab kanker kelenjar getah bening dan TB kelenjar mampu tumbuh dan menyerang organ-organ vital pada tubuh. Sehingga kemungkinan terjadi komplikasi atau serangan penyakit lain pada waktu yang bersamaan bisa terjadi setiap saat.

Munculnya komplikasi inilah yang biasanya akan membuat kanker kelenjar getah bening atau TB kelenjar jadi makin sulit  ditangani. Karena ketika salah satu penyakit akan disembuhkan, sering menimbulkan efek negatif pada jenis penyakit yang lain.

Bagi mereka yang memiliki riwayat ada anggota keluarganya yang pernah terkena serangan kedua penyakit tersebut harus lebih waspada dan berhati-hati. Saat ini memang belum ada penelitian yang secara akurat menyebutkan faktor keturunan adalah penyebabnya.

Tetapi dari pengalaman selama ini, ada beberapa pasien yang terkena salah satu dari serangan sel kanker tersebut karena ada mempunyai garis keturunan yang pernah mengalami penyakit yang sama. Karena itu cek up dan pemeriksaan diri harus lebih rutin dilakukan, paling sedikit 2 kali setahun atau setiap 6 bulan.

Menjalani gaya hidup tidak sehat serta rajin berolahraga juga menjadi salah satu jalan terbaik untuk menghindari kanker getah bening dan TB kelenjar. Apalagi jika disertai dengan sistem kebersihan yang bagus terutama pada lingkungan tempat tinggal. Apabila kondisi lingkungan selalu bersih, kuman penyakit pasti tidak mudah muncul dan berkembang biak.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Kulit Buah Naga