Tag Archives: jenis kanker kulit

Jenis Kanker Kulit

Berbagai Jenis Kanker Kulit Beserta Cara Mendeteksi dan Pengobatannya

Kanker kulit merupakan penyakit yang menyerang jaringan kulit. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menyerang jaringan tubuh lainnya, dan bisa menimbulkan penyakit kanker lain.

Kanker kulit umumnya menyerang orang yang kulitnya berwarna putih. Hal itu dikarenakan jaringan kulit orang berkulit putih cukup rentan terserang sel kanker, utamanya sel kanker kulit. Itu mengapa, penyakit ini sering melanda orang dari benua Amerika atau Eropa, yang penduduknya notabene berkulit putih. Walau begitu, tak menutup kemungkina bila penduduk Asia (termasuk Indonesia) juga bisa terkena salah satu jenis penyakit kanker ini.

Secara umum, penyebab utama terjadinya kanker kulit tak lain adalah sel kanker yang biasnaya muncul dari paparan sinar matahari berlebih pada kulit tubuh. Paparan senyawa karsinogen, dan faktor keturunan merupakan sebab lainnya mengapa kanker kulit bisa menjangkiti seseorang.

Kanker kulit sendiri mempunyai beberapa jenis, di mana beberapa jenis kanker kulit tersebut adalah:

1. Aclinic Kerastosis

Jenis kanker kulit yang pertama adalah Aclinci Kerastosis. Penyakit ini merupakan kanker kulit yang disebabkan oleh sel kanker karsinoma. Sel kanker tersebut biasanya menyerang orang berkulit putih, utamanya yang pernah mengalami kanker kulit sebelumnya sebanyak dua kali.

Salah satu gejala yang muncul dari kanker kulit ini adalah munculnya luka di kulit. Luka tersebut mirip eperti luka bakar, dan biasanya muncul di bagian kulit yang mudah terpapar sinar matahari.

2. Karsinoma Sel Basal

Jenis kanker kulit ini biasanya menjangkiti orang-orang di benua Asia. Penyakit kanker ini sendiri disebabkan oleh serangan sel kanker yang menyerang sel basal dalam kulit tubuh, utamanya pada kulit leher dan kepala. Orang yang terjangkit jenis kanker kulit ini biasanya akan mengalami gejala tertentu, yaitu: munculnya benjolan berwarna merah mudah di bagian kulit leher atau kepala.

3. Karsinoma Sel Skuamosa

Bisa dibilang, kalau jenis kanker kulit ini cukup berbahaya dan patut diwaspadai. Pasalnya, sel kanker penyakit ini bisa menyerang bagian tubuh lain, dan tentu akan menimbulkan penyakit kanker lainnya. Adapun penyebab kanker kulit satu ini adalah adanya serangan sel kanker yang menyerang lapisan epidermis kulit.

Orang yang terserang kanker kulit ini akan mengalami sejumlah gejala, yaitu: permukaan kulit yang mulai bersisik dan kasar, terutama di bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari.

4. Melanoma

Dibanding jenis-jenis kanker kulit sebelumnya, jenis kanker kulit satu ini sangat mematikan. Pasalnya, penyakit kanker kulit ini bisa membuat penderitanya meninggal dunia. Melanoma sendiri terjadi akibat sel kanker yang menyerang sel kulit yang memproduksi melanin. Orang yang terserang melanoma akan mengalami gejala berupa perubahan warna kulit, serta munculnya benjolan mirip tahi lalat, yang semakin lama semakin berubah warnanya.

Melanoma sendiri ternyata terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Nodular Melanoma: merupakan melanoma yang ditandai dengan munculnya benjolan berwarna biru tua, hittam, atau bahkan tak berwarna. Selain itu, kulit si penderita juga akan terasa gatal serta terasa panas, utamanya pada bagian yang terkena jenis melanoma ini.
  • Lentigo Maligna: merupakan jenis melanoma yang lazim menjangkiti orang tua atau lanjut usia. Gejala dari jenis melanoma ini adalah: munculnya benjolan kecokelatan dan dapat berubah ukuran sewaktu-waktu, serta munculnya rasa perih dan panas di sekitar area yang terkena kanker.
  • Acral Melanoma: merupakan jenis melanoma yang lazim menyerang telapak tangan, kuku, atau bagian bawah jari. Gejala jenis melanoma ini sendiri antara lan:munculnua benjolan serta rasa nyeri di bagian sekitar benjolan atau kanker; atau munculnya rasa kaku di bagian kulit yang terkena jenis melanoma ini.

Cara Mendeteksi Kanker Kulit

Ada dua cara yang bisa kita lakukan, agar kita dapa mendeteksi munculnya penyakit kanker kulit. Pertama, dengan membuka pakaian kita, dan membiarkan kulit kita terpapar sinar. Amatilath kulit tubuh kita dengan saksama, apakah kulit kita telah ditumbuuhi bintik/tahi lalat, ataukah tidak.

Cara kedua, kita bisa mengamati kulit kita setiap saat, tanpa perlu membuka baju dan menjemurkan diri di bawah sinar matahari. Perhatikanlah dengan saksama kulit tubuh kita, apakah ukuran dan warnya mulai berubah atau tidak.

Perhatikan pula apakah kulit kita masih baik-baik saja, atau malah muncul gejala aneh seperti gatal-gatal berlebih atau berdarah tanpa sebab.

Bila menemukan hal-hal tak wajar pada kulit, maka segeralah periksakan diri ke dokter. Nantinya, dokter akan mendiagnosis, apakah gejala tersebut termasuk gejala kanker kulit atau bukan.

Cara Pengobatan Herbal untuk Kanker Kulit

Lazimnya, kanker kulit harus disembuhkan secara medis, dan diobati dengan obat kimiawi. Namun, kanker kulit ternyata bisa diobati dengan pengobatan herbal. Berikut ini, ada sejumlah pengobatan herbal yang bisa dilakukan, guna mengatasi kanker kulit.

1. Mengoleskan Minyak Kelapa

Minyak kelapa punya sejumlah nutrisi yang baik untuk organ tubuh manusia, tak terkecuali kulit. Salah satunya adalah asam palmitic sebesar 9% yang mampu membantu mengatasi penyakit kanker kulit.

Cara pengobatan herbal dengan minyak tersebut tergolong mudah. Kita hanya perlu mengoleskan minyak tersebut ke bagian yang terkena kanker kulit. Lakukanlah setiap hari secara rutin agar kanker kulit bisa diatasi.

2. Mengoleskan Minyak Citrus.

Jika tidak punya minyak kelapa, minyak citrus juga bisa dipakai untuk pengobatan herbal kanker kulit. Hal ini dikarenakan minyak ini mempunyai kandungan D-limolene yang dapat membantu mengatasi penyakit kanker kulit. Minyak citrus sendiri bisa dibuat dengan cara mengambil ekstrak kulit jeruk dari berbagai jenis tanaman jeruk yang ada.

3. Mengonsumsi Ekstrak Terong Ungu

Terong ungu punya senyawa solasodin glycoside (BEC5) yang mampu mengatasi penyakit kanker kulit. Bahkan, senyawa tersebut juga dapat membunuh sel kanker penyebab munculnya sejumlah jenis kanker kulit. Itulah mengapa, mengonsumsi ekstrak terong ungu bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan kanker kulit secara herbal.

4. Mengonsumsi Jus Anggur atau Ekstrak Biji Anggur

Buah anggur kaya akan antioksidan, yang dapat mengatasi berbagai penyakit, termasuk kanker kulit. Bila ingin mengonsumsi anggur sebagai jus, sebaiknya konsumsilah maksimal 2 kali sehari, dan usahakan jangan menambah gula atau pemanis buatan dalam jus anggur yang hendak dikonsumsi.

Selain jus anggur, kita juga bisa mengonsumsi ekstrak biji anggur. Sama seperti buahnya, biji anggur juga kaya akan antioksidan. Bahkan, kandungan atioksidan pada biji anggur jauh lebih banyak dibanding buah anggur itu sendiri.

Demikianlah ualasan soal kanker kulit kali ini, dimulai dari jenis kanker kulit, hingga pendektesian dan pengobatan herbalnya. Dari pemaparan di atas, kita pun bisa tahu apa saja jenis kanker kulit, cara mendeteksinya, serta pengobatan herbalnya. Dengan begitu, kita pun jadi lebih tahu seperti apa itu kanker kulit, dan juga tahu bagaimana cara mengobatinya secara herbal.

Baca artikel lain mengenai Benalu Batu

Jenis-jenis Kanker Kulit

Mengenal Jenis-jenis Kanker Kulit

Apapun tipe dan jenisnya kanker tetap menjadi penyakit yang bersifat membahayakan karena dapat menyebar dengan cepat ke organ-organ tubuh yang lain. Penyebaran ini kemudian akan menimbulkan kerusakan pada jaringan di organ tersebut dan area sekitarnya.

Khusus untuk kanker kulit, jumlah penderita terbanyaknya berasal dari Amerika, Inggris dan negara sekitarnya serta Australia. Hal ini merupakan peristiwa yang sangat wajar sebab orang kulit putih memang memiliki resiko lebih tinggi terhadap serangan penyakit ini. Bahkan dari survei serta penelitian yang dilakukan, jumlah serangan kanker terhadap orang berkulit putih terus mengalami peningkatan sepanjang tahun.

Sedangkan di Indonesia, bisa dikatakan jumlah orang yang menderita memang masih sedikit, karena sebagian besar penduduknya berkulit gelap atau sawo matang. Meski demikian bukan berarti kita tidak perlu waspada. Kanker kulit tetap dapat menyerang orang berkulit gelap dan sawo matang.

Kanker kulit merupakan suatu penyakit kanker yang sasaran atau serangan utamanya adalah jaringan kulit. Tidak berbeda dengan jenis lainnya, kanker kulit bisa tumbuh tanpa terkendali dan memunculkan sel-sel kanker lain yang sifatnya dapat merusak fungsi dari organ tubuh.

Menurut jenisnya kanker kulit dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Kanker Kulit Actinic Kerastosis

Oleh sebagian dokter dan ahli kesehatan kulit, actinic kerastosis seringkali dipandang sebagai awal dari munculnya gangguan kulit. Apabila tidak disembuhkan dengan metode yang tepat, gangguan ini bisa berubah jadi kanker kulit. Apalagi ketika sel-selnya sudah terlanjur tumbuh dan berkembangbiak serta menyebar pada jaringan.

Gejala paling awal yang sering muncul mirip dengan luka bakar namun penyebabnya adalah karena pancaran sinar matahari. Secara umum, permulaan perkembangan sel keratosis sering jadi awal dari pemunculan sel kanker karsinoma. Biasanya peristiwa ini sering dialami oleh orang-orang yang pernah kena serangan kanker kulit sebanyak dua kali atau lebih.

Bukan itu saja, kanker kulit actinic kerastosis tergolong tidak mudah dideteksi sebab tipe dan gejalanya hampir sama dengan pertumbuhan sel kanker skuamosa. Karena itu perlu diagnosa dan pemeriksaan dengan proses yang lebih panjang dan waktu yang lama.

Kanker Kulit Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal yang biasanya disingkat dengan istilah KSB merupakan salah satu jenis kanker kulit yang sangat jarang dijumpai di negara-negara Asia. Pemberian nama karsinoma basal pada kanker ini berkaitan erat dengan lokasi serangannya yang berpusat di area sekitar sel basal.

Sel-sel basal ini membentuk suatu lapisan yang ada di bagian terbawah dari permukaan atau epidermis serta lapisan basal. Kurang lebih 82% dari serangan kanker kulit yang terjadi pada sepuluh tahun yang silam, jenisnya juga merupakan jenis kanker kulit karsinoma sel basal.

Serangan kanker ini memiliki target utama pada area kepala dan sekitar leher. Pertumbuhan dan perkembangbiakannya tidak begitu cepat dan tidak bisa menyebar pada organ tubuh yang lain.

Selama ini, sebagian besar serangan penyakit kanker sel basal selalu muncul dengan gejala awal berupa benjolan warna merah muda. Sedangkan karsonma sel basal infitrasi lebih sering tumbuh dan muncul di area sekitar pembuluh darah atau permukaan kulit.

Kanker Kulit Karsonoma Sel Skuasoma

Menurut bahasa medis, kanker kulit karsonoma sel skuasoma biasanya disebut dengan istilah squamous cell carcinoma. Kanker ini merupakan kanker kulit dengan wilayah serangan pada sel-sel yang terletak di tengah-tengah lapisan epidermis.

Dibanding karsinoma sel basal, kanker kulit karsonoma sel skuasoma lebih cepat tumbuh dan menyebar. Gejala pertamakali yang sering muncul dari serangan kanker kulit ini antara lain adalah kulit yang terlihat kasar, bersisik serta disertai dengan pemunculkan tanda-tanda yang sama di tangan, leher, bibir dan kepala. Gejala dan tanda ini akan lebih sering muncul ketika tubuh terkena pancaran sinar matahari.

Kanker Kulit Melanoma

Dibanding jenis lainnya, melanoma menjadi kanker kulit paling menakutkan dan berbahaya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh lembaga American Melanoma Foundation, 75% dari kasus kanker kulit yang memicu terjadinya kematian adalah kanker kulit melanoma.

Munculnya serangan penyakit kanker ini diawali dengan gejala berupa adanya benjolon kecil mirip dengan tahi lalat tetapi selalu disertai dengan pemunculan pigmen secara bertahap. Jadi ketika muncul pertamakali sel kanker melanoma hanya berupa pigmen berwarna cerah. Tapi lama kelamaan warna pigmen tersebut akan berubah menjadi gelap dan hitam.

Kanker melanoma sendiri terbagi dalam empat macam. Jenis pertamanya dinamakan nodular melanoma. Kehadirannya diawali dengan kehadiran pigmen berwarna biru tua, orredish biru atau hitam. Bahkan ada yang tidak memunculkan warna sama sekali, sehingga tidak mudah dideteksi kehadirannya.

Gejala lain yang muncul adalah rasa gatal pada kulit, terutama di area seputar lesi. Setelah itu akan berlanjut dengan suatu kondisi dimana sel kanker sudah menyebar. Pada keadaan seperti ini, penderita akan mengalami perasaan panad di semua bagian area tersebut.

Jenis kedua dinamakan lentigo meligna, yaitu sejenis melanoma yang biasanya diderita serta dialami oleh orang-orang yang telah lanjut usia. Meski demikian tidak menutup kemungkinan orang muda bisa terkena serangan kanker ini.

Kanker lentigo meligna bisa jadi besar dan meluas dengan bentuk datar. Sedangkan warnanya cenderung kecoklatan. Pemunculannya ditandai dengan gejala berupa rasa panas dan pedih di bagian kulit yang terkena serangan penyakit tersebut.

Jenis terakhir atau yang ketiga dinamakan acral melanoma. Biasanya kanker ini muncul pada bagian bawah jari, kuku dan telapak tangan. Gejalanya berupa rasa tebal serta menimbulkan gangguan lain berupa rasa nyeri terutama di bagian-bagian yang sudah kena serangan kanker. Dalam kondisi ini, penderita akan merasakan bahwa kulitnya menjadi kaku tapi tidak disertai dengan rasa demam.

Kanker Kaposi Sarkoma

Dilihat dari tipe serangannya, sebenarnya kaposi sarkoma tidak bisa dimasukan sebagai jenis kanker kulit. Akan tetapi tetap dapat dimasukan sebagai kanker kulit karena dampak dan efek yang ditimbulkan dari penyakit ini menyerupai kanker kulit.

Gejala pertamakali yang muncul dari kaposi sarkoma adalah munculnya lesi berwarna coklat dan semburat merah. Area perkembangan dan pertumbuhan sel kanker ini sering dijumpai di sekitar kaki dan sangat berpengaruh pada sel-sel lain yang ada di pembuluh darah di kaki.

Orang yang mengalami serangan penyakit HIV dan AIDS serta terkena infeksi virus herpes memiliki resiko paling besar terhadap kanker kaposi sarkoma. Karena daya tahan serta sistem imunitas pada tubuhnya sudah sangat lemah dan rentan terhadap aneka serangan penyakit.

Segala jenis penyakit kanker kulit yang disebutkan diatas sebenarnya tetap dapat dicegah dan diminimalisasikan kemungkinan serangannya. Salah satu caranya yaitu selalu melindungi diri dari pancaran sinar matahari dan selalu memakai sun block ketika berada di luar ruang.

Menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga bisa menjadi alat perlindungan yang baik dari kanker kulit. Termasuk juga rajin olahraga, istirahat dengan teratur dan jarang begadang. Pola dan gaya hidup yang sehat seperti ini akan mengurangi resiko kena serangan berbagai jenis kanker termasuk kanker kulit.

Tips lainnya, jangan terlalu sering berdekatan dengan benda-benda yang sering mengeluarkan radiasi seperti komputer, ponsel, televisi dan sebagainya. Selain itu ketika memakai kosmetik harus selalu dipastikan tidak kandungan atau bahan kimia didalamnya.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Darah Pada Anak

Resiko Terkena Kanker Kulit

Resiko Terkena Kanker Kulit antara Orang Berkulit Putih dan Berkulit Hitam

Sebenarnya, semua orang itu mempunyai resiko sama terhadap serangan kanker kulit. Tetapi menurut pengalaman yang selama ini terjadi, ternyata orang yang berkulit putih atau fair skin memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding orang yang berkulit hitam atau darker skin.

Penyebabnya adalah, karena pigmen kulit atau melanin pada orang yang kulitnya gelap lebih mudah menyesuaikan diri terhadap pancaran sinar matahari. Pancaran sinar matahari ini jadi salah satu sumber terjadinya kanker kulit dan yang paling minimal adalah munculnya bentol-bentol hitam pada kulit yang terang.

Oleh sebab itu orang yang mempunyai kulit putih dan terang harus lebih sering menggunakan pelembab yang mengandung SPF dan tabir surya. Selain itu dia juga diharuskan lebih berhati-hati terhadap paparan sinar matahari terutama yang memancar dari jam 10 pagi hingga 5 sore.

Kanker kulit merupakan suatu serangan kanker dan saat ini menjadi masalah serius di negara-negara Amerika. Hingga saat ini jumlah penderitanya kurang lebih 1,3 juta jiwa bahkan tiap tahun jumlah tersebut selalu mengalami peningkatan sebanyak 4 hingga 5%.

Sedangkan di Indonesia sendiri, jumlah penderita kanker kulitnya juga terus bertambah. Hal ini disebabkan oleh warga masyarakatnya yang belum punya kesadaran tinggi atas serangan penyakit ini. Khususnya masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan.

Apabila mengalami keterlambatan dalam pendektesian dan pengobatan, dampak paling serius yang sering muncul adalah tampilan wajah jadi rusak. Selain itu ketika sudah terlanjur parah, sistem pengobatannya jadi sulit dilakukan dan butuh waktu lebih lama bahkan ada yang perlu proses hingga bertahun-tahun lamanya.

Kulit Putih

Seperti yang sudah diterangkan di atas, salah satu faktor utama yang menjadi pemicu kanker kulit adalah sinar ultraviolet atau UV matahari. Paparan sinar UV ini dapat masuk ke dalam organ kulit terutama di bagian dermis. Setelah itu dapat mengakibatkan kerusakan pada DNA sel kulit.

Dalam kondisi normal, sel yang mengalami kerusakan ini bisa dihilangkan sendiri oleh tubuh. dengan cara mengganti sel rusak tersebut dengan sel yang lebih baru. Namun akibat adanya serangan dari sinar ultraviolet, kemampuan tubuh untuk menghilangkan sel kulit yang rusak jadi berkurang.

Sel yang rusah atau mati ini justru akan berkembangbiak dan tumbuh serta memicu terjadinya kerusakan pada sel-sel lain yang masih normal. Sel yang menjadi penyebab kerusakan inilah yang kemudian dinamakan sel kanker kulit.

Orang berkulit putih dan terang lebih mudah dan memiliki resiko tinggi terhadap kanker kulit karena jumlah pigmen atau melanin pada warna kulitnya lebih sedikit. Pigmen yang ada pada warna kulit ini sangat berguna dalam memberikan perlindungan kulit dari pancaran sinar UV matahari.

Oleh pigmen, paparan sinar matahari atau UV tersebut dipantulkan dan diserap sehinga tidak dapat masuk ke dalam sel kulit dan menimbulkan kerusakan pada sel-sel kulit dermis. Selain itu tubuh juga lebih lancar memproduksi sel kulit baru untuk mengganti sel kulit rusak atau mati.

Sebagian besar wilayah Indonesia berada di sekitar kawasan garis khastulistiwa. Jadi cahaya matahari selalu memancar sepanjang tahun. Tapi untungnya hampir semua masyarakat tanah air mempunyai warna kulit yang cenderung gelap dan sawo matang. Sehingga jumlah pigmen dalam tubuhnya cukup banyak.

Kondisi ini menyebabkan resiko terjadinya serangan kanker kulit juga semakin rendah. Atas dasar inilah sangat disarankan untuk tidak menggunakan dan mengkonsumsi obat-obatan jika tujuannya adalah untuk memutihkan kulit.

Sementara itu pada sisi yang lain, makin banyak pihak yang memakai bahan kimia khususnya freon dalam jumlah yang berlebihan. Freon sering digunakan untuk melancarkan kinerja AC atau pendingin ruang, lemari es atau kulkas dan sebagainya.

Setelah digunakan, zat freon akan berkeliaran di udara dan mampu menimbulkan kerusakan pada ozon yang berada di atmosfer bumi. Kerusakan ini kemudian membuat lapisan ozon jadi menipis atau berlubang. Setelah itu sinar UV matahari semakin mudah masuk ke bumi karena bumi sudah tidak memiliki pelindung lagi.

Semua proses tersebut, secara langsung juga dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan kanker kulit. Karena itu tidak perlu heran, meski sebagian besar berkulit gelap namun saat ini makin banyak masyarakat Indonesia yang terkena kanker kulit.

Selain dipengaruhi oleh warna kulit, kemampuan tubuh dalam memperbaiki sel-sel kulit yang rusak dan mati juga terpengaruh oleh faktor genetika atau keturunan. Jadi apabila mempunyai riwayat anggota keluarga yang pernah menderita kanker kulit, tentu harus lebih hati-hati dan waspada.

Kulit Hitam

Selain menimbulkan kerusakan pada sel kulit dan kanker kulit, pancaran sinar UV juga dapat membuat tubuh kekurangan daya imunitas atau kekebalan. Lebih dari itu, pancaran sinar UV dari matahari ini juga mengakibatkan DNA ikut mengalami kerusakan dan membuat berbagai kandungan kimia dalam tubuh jadi aktif.

Peningkatan keaktifan kandungan kimia yang ada dalam tubuh ini selanjutnya akan memicu pertumbuhkan kanker kulit secara lebih cepat. Dampak berikutnya yang terjadi adalah proses penuaan dini makin sering terjadi pada setiap orang.

Setiap kulit yang ada di tubuh manusia selalu memiliki perlindungan alami berbentuk lapisan melanin. Seperti penjelasan di atas, orang berkulit gelap atau hitam selalu mempunyai lapisan melanin yang lebih tebal dan banyak dibanding orang berkulit terang atau putih.

Jadi bukan merupakan hal yang aneh apabila orang berkulit gelap mempunyai tingkat resiko lebih rendah terhadap kanker kulit dibanding orang berkulit putih. Intinya makin tebal lapisan melaninnya, maka tubuh semakin kuat menahan serangan sel kanker kulit. Sabaliknya, makin tipis lapisan melaninya, tubuh kurang kuat mencegah serangan kanker tersebut.

Meski demikian, bukan berarti orang berkulit gelap dapat bebas secara total dari serangan sel kanker kulit. Jika tidak waspada, luka bakar yang diakibatkan oleh radiasi dari sinar matahari juga bisa menjelma menjadi kanker kulit meskipun prosesnya berjalan sangat lama sekitar 20 tahun.

Jadi baik yang berkulit hitam maupun berkulit putih, tetap diharuskan melakukan pencegahan secara dini terhadap kanker kulit. Salah satu caranya adalah melindungi tubuh dari pancaran sinar matahari secara langsung terutama dari jam 10 pagi hingga 4 sore. Pada saat inilah sinar matahari akan mengeluarkan UV yang sifatnya berbahaya untuk kulit.

Pada waktu-waktu tersebut, usahakan untuk tidak keluar dari rumah atau ruangan. Tetapi jika memang ada kegiatan yang harus dilakukan di luar ruang, gunakan pelindung berupa payung, jaket, topi dan kacamata hitam. Akan menjadi lebih bagus lagi jika pelindung yang digunakan tersebut berwarna hitam karena memiliki kemampuan lebih tinggi dalam menyerap sinar UV.

Tabir surya atau pelembab kulit tidak boleh dilupakan dan harus lebih sering digunakan oleh orang-orang yang mempunyai kulit cenderung putih atau terang. Bahkan apabila dirasa perlu, usapkan pelembab pada kulit setiap 20 menit sekali. Khususnya saat sedang musim kemarau atau matahari bersinar dengan terik dan tidak ada pepohonan di sekitarnya.

Selanjutnya lakukan pemeriksaan rutin paling sedikit 3 bulan sekali agar bisa diketahui lebih dini jika ada kelainan pada kulit. Selain itu rajin mengkonsumsi buah dan sayuran segar serta melindungi diri dari penggunaan alat-alat kecantikan yang mengandung bahan kimia menjadi cara terbaik lainnya untuk melindungi kulit dari serangan kanker.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi Kanker Otak