Tag Archives: gejala leukimia

Leukemia Akut

Beberapa Jenis Leukemia Akut Dan Cara Mengobatinya

Penyakit yang semakin banyak jenisnya, merenggut sekian banhyak nyawa manusia. Itu sebabnya sebagai manusia yang berkembang haruslah bagi anda mempelajari setiap berbagai macam penyakit untuk mengetahui bagaimana gejala, apa penyebabnya dan bagaimana pengobatannya. Semakin anda mengetahui berbagai macam jenis penyakit, semakin memudahkan anda untuk mempelajari setiap penyakitnya dan memahami setiap bagiannya, bagus jika anda mampu menghindari penyebabnya. Bagaimana dengan penyakit yang ada karena gen atau bakteri dalam tubuh kita masing-masing? Nah salah satu penyakit yang terkenal karena gennya atau kandungan darah nya yaitu penyakit leukemia.

Leukemia merupakan kelainan yang dialami seseorang untuk karena sumsum tulang mengalami kelaian atau salah dalam memproduksi sel darah, tubuh menjadi lebih banyak memproduksi sel darah putih sehingga menganggu tubuh dalam melawan infeksi. Penyakit leukemia menjadi sanagt berbahaya karena sel darah lainnya tidak dapat berfungsi sesuai kegunaannya. Penyakit ini biasanya memiliki ciri memar, pendarahan dan juga infeksi.

Penyebab dari penyakit leukemia juga sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti, beberapa dokter ahli hanya memberikan kemungkinan seperti gen, konsumsi makanan atau bahkan lingkungan yang kemungkinan mempengarauhi. Itu sebabnya leukemia rentan terserang kepada siapa saja, tak kenal pria dan wanita, tak kenal perempuan atau laki-laki, penyakit satu ini selalu menjadi perhatian utama para dokter untuk segera diatasi dan dicari solusi jalan keluarnya.

Jenis-Jenis Leukemia Akut Yang Perlu Diwaspadai

1. Leukemia Limfosit Akut

Pada jenis leukemia satu ini penyakitnya menghambat fungsi limfosit, sehingga sipasien akan mengalami infeksi yang serius. Leukemia satu ini adalah yang paling sering terjadi pada anak-anak kecil, leukemia satu ini menjadi jenis penyakit kanker pada limfosit yang penyebarannya cepat dan sangat berbahaya mematikan dan cepat memburuk.

2. Leukemia Limfosit Kronis

Anda akan merasa sakit dan cepat lelah, kelenjar getah bening akan membengkak dengan sistem imun yang melemah. Ada juga gejala mimisan, mudah lebam di badan, ada masalah pendarahan, lemas karena anemia, kesulitan bernapas, berat badan yang menurun drastis, nyeri sendi, dan lain-lain.

3. Leukemia Mielositik Akut

Leukemia jenis ini biasanya tidak melewati gejala-gejala yang dirasakan, penyakitnya juga biasanya diketahui ketika sudah melewati fase stadium lanjut. Biasanya sering terjadi pada orang dewasa umumnya yang berusia 55 tahun. Kebanyakan atau mayoritas pengidapnya juga adalah seorang pria.

4. Leukemia Mielositik Kronis

Jenis ini melewati dua tahap, tahap pertama sel-sel yang tidak normal akan berkembang perlahan-lahan, lalu pada tahap kedua selsel yang tidak normal akan semakin bertambah banyak sehingga sel-sel darah sehat akan menurun secara drastis, kebanyakan penderita penyakit ini adalah orang dewasa.

Itulah beberapa jenis penyakit leukemia yang harus anda waspadai dan anda perhatikan setiap cirinya. Ada banyak gejala dari masing-masing jenis leukemia, yang bisa anda pelajari dan menjadi acuan apabila ada ciri-ciri yang pernah atau mungkin terjadi pada anda.

Gejala Dari Masing-Masing Jenis Leukemia

Ada beberapa gejala yang bisa terjadi, seperti berikut ini.

  1. Leukemia limfosit akut biasanya akan mengalami demam, kulit pucat, gus berdarah, nyeri pada sendi atau tulang, sering mengalami pusing atau sakit kepala, cepat mengalami infeksi, sering mengalami mimisan dan juga muntah, ada benjolan akibat kelenjar getah bening, ada bengkak yang terjadi disekitar leher, ketiak, perut, selangkangan, ada terdapat lebam-lebam ditubuh, sering cepat lelah atau penurunan energi yang drastis.
  2. Leukemia limfosit kronis biasanya mudah lelah, demam yang tinggi, pembengkakan pada kelenjar getah bening, rasa sakit di bagian kiri atas perut yang disebabkan oleh pembesaran limpa, sering berkeringat di malam hari, berat badan yang menurun drastis dan sering atau mudah terkena infeksi.
  3. Leukemia mielositik akut ditandai dengan tubuh Anda yang akan terasa sangat lemah, kemudian mengalami sesak napas, mudah sekali terkena infeksi, terjadi pendarahan, mual dan muntah, sering sakit kepala, demam yang tinggi, nyeri tulang dan sendi serta mudah gelisah.
  4. Leukemia mielositik kronis membuat anda akan merasakan kelelahan yang sangat dan badan menjadi lemah, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan yang drastis, seirng berkeringat di malam hari dan perasaan yang penuh di perut akibat dari pembesaran limpa.

Gejala tersebut memang terbilang umum maka jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut segeralah minta dokter untuk mendiagnosis penyakit anda agar penyakitnya tidak semakin bertambah parah. Jika diagnosis menyatakan anda sebagai pemilik penyakit leukemia maka akan lebih baik jika anda segera meminta saran pengobatan agar tidak ada penambahan stadium atau menghindari penyebaran yang semakin meluas pada organ tubuh lainnya. Beberapa pengobatan disarankan banyak orang agar mendapatkan kesembuhan total yang sempurna atau tepat pada setiap penderitanya.

Cara Mengobati Secara Medis Dan Herbal

Pengobatan yang dilakukan biasanya memiliki tujuan untuk menghancurkan sel-sel tidak normal agar tidak merusak sel normal, pengobatan ini akan membuat sel-sel normal tumbuh kembali. Ada banyak cara mengobati secara medis dan herbal yang bisa dilakukan, untuk menyembuhkan secara sempurna agar penderita tidak sakit kembali atau terjangkit penyakit yang sama. Pengobatan dengan cara mengobati secara medis bagi penderita leukemia akut dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Kemoterapi

Pengobatannya dilakukan dengan cara membunuh sel-sel kanker yang akan membunuh dengan obat-obatan anti kanker dengan dosis yang cukup tinggi. Cara kerja kemoterapi biasanya menganggu perkembangan sel-sel kanker, yang obat-obatannya diberikan secara langsung atau dialirkan langsung ke tempat kanker berada. Kemoterapi bisa dilakukan dengan sehari ada juga yang dilakukan sampai berminggu-minggu tergantung seberapa kuat kanker itu bersarang pada tubuh anda.

  • Terapi Radiasi

Pengobatannya dilakukan dengan cara membunuh sel-sel kanker dengan cara pancara sinar radiasi tinggi. Terapi sistemik ini dilakukan menggunakan zat radioaktif, seperti yodium radioaktif untuk membunuh sel kankernya. Cara kerja pada terapi ini akan merusak DNA dari sel-sel kanker agar selnya rusak, mati dan pecah secara alami oleh kerja tubuh anda.

  • Terapi Interferon

Pengobatannya adalah dengan meningkatkann sistem kekebalan tubuh pada penderita, lalu akan memperlambat pertumbuhan sel-sel kankernya. Interferon sendiri ialah protein yang dilepaskan dan sudah terinfeksi virus, cara kerjanya adalah mereka akan membantu sel-sel normal dalam tubuh memproduksi protein antivirus. Interferon akan memperkua respon kekebalan tubuh penderita dan mengurangi pertumbuhan sel kanker.

  • Transplantasi Sel Induk

Jenis pengobatan medisnya berupa pemberian obat-obatan berdosis tinggi yang diakumulasikan dengan terapi radiasi. Pengobatan ini biasanya dibutuhkan walktu yang sangat lama, itu sebabnya penderita biasanya kan menginap beberapa hari. Obat-obattan yang diberikan akan merusak keseluruhan sel, baik sel jahat yaitu sel kanker ataupun sel sel normal dan sehat dalam tubuh, nah barulah dilakukan transplantasi sel-sel sehat yang baru yang yang akan terus menerus tumbuh dan menempatu tubuh yang terkena kanker.

  • Operasi

Pengobatannya dilakukan dengan cara pengangkatan pada pembesaran limpa atau untuk menginstal perangkat akses pada vena untuk memberikan obat-obatan lalu menarik sampel darah. Operasi biasanya tidak memberikan resiko, kebanyakan operasi memang untuk mengambik langsung kanker supaya kanker tidak tumbuh dan atrau berkembang biak keseluruh bagian tubuh.

Pengobatan sebenarnya juga akan disesuaikan dengan jenis leukemianya, usia sipenderita dan juga kondisi kesehatan lainnya.

Cara pengobatan lainnya yang dianggap bisa ampuh untuk menyembuhkan penyakit leukemia adalah cara mengobati secara herbal atau alami, dengan beberapa bahan alami yang bisa anda temukan dan  coba dengan mudah, yaitu:

Keistimewaan yang ditawarkan kulit manggis adalah bahwa kulit manggis mengandung antioksidan yang sangat tinggi, sementara semua orang sudah tahu bahwa antioksidan yang tinggi adalah pilihan yang tepat untuk melawan kanker. Sel kanker akan akan terdorong melakukan apoptosis dan akan dimusnahkan sel-sel kankernya. Sifat dari kulit manggis juga akan mengahambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Kulit manggis juga terkadang dipakai sebgai ekstrak untuk menyembuhkan pasaca kemoterapi, sebagai pendiukung kesembuhan akhir bagi para penderita. Kulit manggis dikatakan akan membantu penyembuhan bukan hanya pada kanker leukemia, namun juga pada kanker payudara, kanker lambung, kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker hati. Itu sebabnya kulit manggis memiliki banyak produk dalam mengahasilkan ekstrak kulit manggis untuk mempermudah anda dalam mengkonsumsinya.

Sirsak yang merupakan buah tropis yang snagat segar dan selalu tampak menyegarkan bagi tenggorokan dan pencernaan ini juga daunnya berfungsi dan memiliki khasiat yang sangat berguna bagitubuh manusia. Dau  sirsak mengandung anopentosin A, anopentosin B, Anopentosin C, murikatosin acetoginin A, murikatosin B, murikapentosin, anomurisin E, juga acetogenins.

Pada kandungan acetogeninslah daun sirsak dapat melawan berbagai jenis kanker. Jika anda mengkonsumsi daun sirsak anda akan mematikan sel kanker dengan selektif sesuai dengan jenis kanker yang terjadi pada diri anda atau ornag terdekat anda, hasilnya akan sama seperti anda mengalami kemoterapi. Daun sirsak tidak membunuh sel-sel sehat dalam tubuh, daunnya juga akan meningkatkan sel kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh.

Nah dua cara tradisional ini bisa anda coba dengan rutin dan dengan sabar, cobalah juga untuk tiduar yang cukup, lakukan olahraga-olahraga kecil, untuk membuat tubuh anda memiliki energi positif didalamnya. Tetaplah lakukan kegiatan yang positif sehingga memotifasi diri anda dan orang terdekat anda untuk semakin mempermudah melewati penyakit leukemia akut ini.

Baca artikel lain mengenai Cara Mencegah Kista

Ciri-Ciri Penyakit Leukimia

Ciri-Ciri Penyakit Leukimia yang Sering Terjadi dan Diabaikan

Leukimia adalah sebuah penyakit yang menyerang sel sel darah putih yang ada di dalam tubuh kita. Sel darah putih itu sendiri memiliki fungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai virus dan bakteri dari luar yang akan membahayakan tubuh. Bayangkan jika ‘tentara’ yang melindungi tubuh kita ternyata diserang dari dalam, apa jadinya kondisi tubuh kita? Jangan kaget jika kemudian tubuh akan mengalami kelelahan yang sangat dan berbagai penyakit akan masuk dengan mudah karena antibodi yang ada di dalam tubuh pun sudah dilumpuhkan.

Kanker darah atau leukimia ini tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga bisa menyerang anak-anak. Penyakit yang satu ini memiliki keterkaitan dengan gen bawaan, atau turunan. Apabila dalam satu garis keluarga ada keluarga yang mengalami kanker darah, maka kelak keturunannya juga akan mengalami hal serupa. Oleh sebab itu, untuk menghindari kondisi yang semakin parah, kita harus mengetahui ciri-ciri penyakit leukimia supaya bisa segera melakukan tindakan medis.

Ciri-ciri Penyakit Leukimia yang Fatal, tapi Diabaikan

Banyak sekali penderita leukimia yang tidak menyadari gejala-gejala leukimia, padahal sudah merasakan gejala yang abnormal pada kondisi tubuh mereka masing-masing. Kebanyakan merasa bahwa diri mereka tidak apa-apa dan lebih memilih untuk mendiamkan gejala yang datang karena merasa gejala tersebut tidak merugikan mereka, apalagi bagi yang masih bisa beraktivitas. Akan tetapi, sesungguhnya gejala-gejala yang muncul di bawah ini adalah tanda bahwa leukimia sudah memasuki tahapan yang cukup serius dan jika tidak ditanggulangi bisa menyebabkan masalah yang lebih besar, bahkan kematian.

  • Sering Merasa Lemas dan Kelelahan. Ini adalah ciri-ciri penyakit leukimia yang pertama dan paling awal terjadi, dimana tubuh menjadi terasa sangat lelah dan letih, padahal tidak melakuan aktifitas yang berat. Jangankan untuk berolahraga dan melakukan pekerjaan yang berat, bahkan untuk berjalan di dalam rumah saja rasanya sudah sangat lelah. Ini adalah gejala leukimia yang paling umum menurut direktur program leukimia. Mark Levis, MD, PhD yang berada di Pusat Kanker Komprehensif Johns Hopkins Sidney Kimmel. Terjadinya kondisi ini adalah disebabkan kekurangan sel darah merah (anemia) yang disebabkan oleh terlalu banyak sel darah putih di dalam tubuh. Awalnya mungkin hanya terasa lelah fisik biasa, tapi ke depannya lelah secara ekstrim akan terasa dalam jangka waktu yang cepat.
  • Napas yang Makin Sesak. Tidak cuma terasa lelah dan lemah, namun ciri-ciri penyakit leukimia lainnya adalah terasa sesak napas. Masih menurut Dr. Levis, penderita leukimia akan kesulitan bernapas, terengah-engah dan kehabisan napas. Jangankan untuk melakukan olahraga yang ekstrim, untuk berjalan melintasi ruangan saja bisa kehabisan napas seperti sudah melakukan lari sprint ratusan meter. Bukan cuma menjadi gejala leukimia, namun juga bisa menjadi ciri-ciri kanker paru-paru.
  • Muncul Memar Secara Tiba-Tiba dan Susah Hilangnya. Ciri-ciri penyakit leukimia lainnya yang sering penderitanya tak acuh adalah memar yang muncul spontan dan hilangnya sangat sulit. Memar biasanya terjadi karena trauma fisik seperti kejedot atau dipukul, namun bagi para penderita leukimia hal ini tak berlaku. Memar tersebut muncul sendiri dan lama hilangnya. Hal itu seperti yang dijelaskan oleh Pamela Crilley, DO, yang merupakan seorang ketua departemen onkologi medis yang berlokasi di Pusat Perawatan Kanker Amerika dan juga sekaligus kepala onkologi medis di Pusat Medis Regional Timur. Hal itu bisa terjadi karena pembekuan darah yang rendah. Memar akan muncul begitu saja walaupun kita tidak melakukan apapun, memar tersebut biasanya muncul di lengan, kaki dan beberapa bagian tubuh lainnya.
  • Lebih jauh lagi, ciri-ciri penyakit leukimia adalah terjadi pendarahan di berbagai bagian tubuh yang tak biasa, seperti paru-paru, kepala, usus, dan gusi, juga mimisan. Hal itu bisa terjadi sebab tubuh kekurangan trombosit dan juga masalah pada pembekuan darah yang menunjukkan bahwa leukimia yang diderita sudah akut.
  • Bintik Merah di Bawah Kulit. Ciri lain yang lebih spesifik menegaskan leukimia adalah munculnya petechiae, yakni merupakan bintik-bintik merah kecil yang terlihat di bawah kulit kita dan kondisi itu disebabkan oleh pendarahan di dalam. Kurang lebih bentuknya seperti titik-titik merah yang dibuat menggunakan pulpen di atas kulit. Banyak yang tak menyadari keberadaannya karena ukuran bintik yang sangat kecil, akan tetapi bintik yang tak menimbulkan sakit itu menunjukkan jumlah trombosit yang sangat rendah. Harus diwaspadai. Lokasi dimana titik ini bisa terlihat adalah di sekitar pergelangan kaki sebab daya tarik bumi membuat akumulasi cairan tubuh berada di bagian bawah tubuh atau kaki seharian.
  • Gusi yang Membengkak dan Membesar. Gusi membengkak ini dikenal sebagai hiperplasia gingiva, tak semua pasien leukimia akut mengalami gejala ini, tetapi sebagian kecil mengalaminya dan menjadi gejala leukimia yang paling meyakinkan. Bahkan para dokter juga selalu meminta pasien dengan diagnosis leukimia untuk membuka mulut dan memeriksa gusinya untuk menegaskan kondisinya.
  • Selalu Kenyang dan Kembung. Ada ciri lain dari leukimia adalah limpa yang membengkak, dan sebabkan nafsu makan jadi hilang. Pasien hanya bisa makan sedikit saja karena lambung selalu terasa penuh, itu dikarenakan limpa yang membengkak menekan lambung ke atas yang sebabkan kenyang.

Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Leukimia

Selain mewaspadai gejala-gejala yang mungkin bisa saja terjadi, kita juga harus mengetahui berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya leukimia. Salah satunya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Bukan cuma dengan mengurangi konsumsi lemak dan daging merah yang bisa memicu sel kanker, namun juga dengan memperbanyak makan buah dan sayuran segar. Bisa diolah menjadi jus atau dijadikan salad buah sayur yang rasanya lezat.

Membiasakan diri untuk berolahraga rutin setiap hari juga memperkuat antibodi tubuh, membuatnya jadi lebih kuat dari serangan virus, antibodi lebih kuat maka tubuh pun jadi jarang sakit dan risiko kanker menjadi jauh lebih sedikit. Selain itu, hindari minum minuman beralkohol karena alkohol dapat menyebabkan kerusakan organ dalam, termasuk merusak sel-sel dalam tubuh dan mempersilakan sel kanker masuk. Merokok juga sangat dilarang, tembakau memiliki banyak racun dibandingkan manfaat untuk tubuh, bahkan bisa dikatakan jika tembakau sama sekali tak memiliki manfaat positif untuk tubuh kita. Hindari asap rokok, apalagi perokok pasif memiliki risiko yang lebih besar untuk mendapatkan masalah kesehatan yang berupa kanker atau penyakit lain yang berhubungan dengan pernapasan.

Untuk ibu hamil, jangan sampai menyentuh minuman beralkohol utamanya di tiga bulan pertama kehamilan karena bisa menyebabkan anak mengidap leukimia saat mereka anak-anak nanti. Lebih baik perbanyak minum air putih, minum jus buah segar, atau minum susu dan makan berbagai olahan susu.

Baca artikel lain mengenai Persiapan Sebelum Radioterapi

Penyebab Leukemia

Penyebab Leukimia dan Seluk Beluk Kanker Darah

Mungkin kita tak asing dengan istilah penyakit leukimia. Tapi sedikit sekali yang tahu mengenai penyebab leukimia dan bagaimana pengobatan penyakit leukimia yang memiliki potensi kesembuhan terbesar. Sudah menjadi naluri alami manusia, saat tubuh sakit maka akan berusaha sekuatnya supaya bisa kembali sehat seperti sediakala, dengan melakukan berbagai metode pengobatan dan mengonsumsi berbagai obat.

Leukimia merupakan salah satu penyakit yang memerlukan waktu penyembuhan cukup lama. Penyakit leukimia sering juga disebut sebagai penyakit kanker darah. Faktor yang menyebabkan penyakit ini pun cukup beragam. Sebelum mengenal lebih dekat tentang penyebab penyakit ini, ada baiknya kita mengenal tentang apa itu leukimia dan gejalanya.

Sekilas Tentang Penyakit Leukimia

Leukimia merupakan penyakit yang menyerang sumsum tulang belakang yang merupakan organ tubuh yang memproduksi sel darah merah. Penyakit ini menyerang produksi sel darah putih dalam tubuh. Sehingga produlsi sel darah putih dalam tubuh menjadi tidak normal. Sel darah putih memegang peranan penting dalam tubuh, salah satunya membantu pembekuan darah saat terjadi luka.

Sel darah putih juga mempunyai peran untuk membantu menjaga kekebalan tubuh. Juga untuk mencegah infeksi jika terjadi luka pada kulit. Leukimia menyebabkan produksi sel darah putih berlebihan sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sel darah putih yang berlebihan tentunya juga akan mempengaruhi fungsi sel darah merah dalam darah. Dengan begitu, distribusi sari makanan dan oksigen dalam tubuh dapat terganggu.

Penyebab & Faktor Terjadinya Penyakit Leukimia

Apa saja penyebab leukimia? Berikut ini adalah beberapa penyebab Leukimia yang harus diwaspadai supaya tidak terjadi komplikasi dan memperkecil kemungkinan terjadi leukimia.

1. Faktor Genetik/Keturunan

Salah satu penyebab penyakit leukimia adalah faktor genetik atau keturunan. Seperti jika seseorang menderita down syndrome, maka dia juga dapat terkena penyakit leukimia. Selain itu leukimia juga dapat disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.

2. Pasien Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu metode penyembuhan kanker. Meskipun begitu kemoterapi juga dapat menimbulkan efek samping pada pasien yang menjalani kemoterapi. Salah satunya adalah terkena leukimia karena faktor radiasi saat menjalani pengobatan kemoterapi.

3. Paparan Radiasi

Salah satu penyebab leukimia yang banyak terjadi adalah paparan radiasi dalam tingkat tinggi. Contohnya saja jika mengalami paparan radiasi pada kebocoran reaktor nuklir. Paparan radiasi dalam jumlah rendah pun juga tidak baik untuk tubuh, Karena juga dapat menyebabkan  munculnya penyakit ini.

4. Paparan Zat Kimia

Selain paparan radiasi, penyakit leukimia juga dapat disebabkan oleh paparan zat kimia seperti randon dan bezena. Randon merupakan zat kimia yang tidak berbau yang bila terhirup dapat menyebabkan kanker darah atau leukimia. Selain itu zat lain seperti Benzena juga dapat menjadi penyebab leukimia. Benzena merupakan zat kimia yang terdapat pada bensin. Zat ini juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan plastik, tinta printer, pewarna rambut, dan lain-lain. Paparan Benzena juga dapat menyebabkan tubuh terkena kanker.

Penyebab lainnya adalah merokok. Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, ada baiknya anda mengurangi dan berhenti merokok. Merokok juga dapat menyebabkan munculnya kanker dalam tubuh.

5. Kopi

Kopi juga dapat menyebabkan terjadinya leukimia, terutama pada wanita yang tengah mengandung. Konsumsi kopi yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan.

6. Alkohol

Sudah banyak sekali studi yang menyebutkan bahwa jika ada wanita yang sedang mengandung, kemudian mengonsumsi alkohol, terlebih dalam jumlah yang berlebihan memiliki risiko yang sangat tinggi kelak bayinya mengidap leukimia. Oleh sebab itu, ibu hamil benar-benar harus melakukan diet ketat terhadap berbagai macam makanan serta minuman yang tak sehat untuk mencegah terjadinya cacat dan penyakit bawaan pada anak.

Lebih baik lakukan diet tinggi antioksidan saat hamil dengan konsumsi buah dan sayuran segar, supaya kelak dapat membantu untuk mencegah kerusakan DNA yang terjadi dikarenakan asap rokok, polusi serta paparan sinar UV.

7. Radiasi di Trimester Awal Kehamilan

Hati-hati di trimester pertama kehamilan, sebab kandungan di trimester awal masih sangat rentan dan memutuskan bagaimana kondisi si anak kelak. Jika ibu terkena paparan radiasi di awal hamil maka risiko leukimia untuk kanak-kanak kelak sangat besar. Hindari rokok, bahan pembuat rokok, industri plastik dan kimia pun harus dihindari demi kesehatan si buah hati.

Itulah beberapa penyebab leukimia. Selain itu, beberapa makanan ini juga harus dihindari oleh para penderita kanker dan leukimia. Karena konsumsi makanan berlebihan ini juga dapat menyebabkan kanker. Makanan yang harus dikurangi konsumsinya sebelum menjadi faktor penyebab leukimia adalah:

1. Daging Merah

Makanan yang harus dihindari oleh penderita leukimia adalah daging merah.Karena makanan ini dapat merangsang terjadinya pertumbuhan sel darah yang tidak normal dalam tubuh.

2. Seafood

Seafood merupakan makanan laut yang banyak mengandung lemak. Lemak sendiri juga dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, konsumsi  seafood yang belebihan juga tidak baik untuk tubuh.

3. Ikan Asin

Makanan yang harus dihindari oleh penderita kanker adalah ikan asin. Terlebih ikan asin yang mengandung banyak pengawet. Makanan yang mengandung banyak pengawet tidak baik untuk tubuh karena dapat menyebabkan penyakit.

Itulah beberapa makanan yang harus dikurangi konsumsinya sebab bisa menjadi penyebab terjadinya leukimia jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, makanan tersebut juga tak boleh dikonsumsi penderita kanker, termasuk leukimia. Lebih baik perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar, banyak minum air putih dan biasakan untuk selalu melakukan olahraga ringan.

Ketahui juga gejala-gejala awal leukimia berikut ini.

1. Demam

Penyakit leukimia juga dapat ditandai dengan tubuh demam disertai dengan menggigil.

2. Mudah Lelah

Walau aktivitasnya ringan, penderita anemia akan kelelahan dengan sangat.

3. Berkeringat pada Malam Hari

Gejala lain penyakit leukimia adalah berkeringat pada malam hari. Meskipun suhu udara pada malam hari normal. Selain itu, pasien juga akan mengalami nyeri punggung atau sendi.

4. Mudah Memar atau Mengalami Pendarahan

Seseorang yang terkena penyakit leukimia biasanya jika mengalami luka, maka luka tersebut akan sulit untuk kering dan membutuhkan waktu yang lama dari biasanya.

5. Sakit Kepala dan Sesak Napas

Tanda-tanda penyakit leukimia lainnya adalah seseorang sering mengalami sakit kepala dan sesak napas.

6. Anemia

Sumsum tulang belakang akan lebih banyak memproduksi sel darah putih daripada sel darah merah. Selain itu pasokan oksigen dalam tubuh juga akan terhambat.

7. Daya Tahan Tubuh Melemah

Sel darah putih memiliki peran dalam menjaga kekebalan tubuh. Namun dalam kasus leukimia, meskipun sel darah putih dalam tubuh cukup besar jumlahnya, namun sel darah putih tersebut bukan merupakan sel darah putih normal.

8. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Seseorang yang terkena penyakit leukimia biasanya akan mengalami pembengkakan pada ketiak, pangkal paha, leher yang terjadi akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Itulah ulasan mengenai penyakit leukimia. Jika mengalami beberapa gelaja tersebut, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit terdekat. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Persiapan Sebelum Radioterapi