Tag Archives: gejala kanker rahim

Penyebab Kanker Rahim

Ini Loh yang Menjadi Penyebab Kanker Rahim, Intip Lebih Dekat Yuk!

Kanker rahim merupakan satu dari sekian jenis penyakit yang khusus menyerang kaum wanita. bahkan, dapat dikatakan bahwa kanker rahim ini tidak boleh disepelekan. Walaupun memang kebanyakan kanker rahim menyerang wanita yang sudah memasuki masa menopause. Yuk, intip lebih dekat apa saja yang dapat menyebabkan munculnya kanker rahim.

Apa Itu Kanker Rahim?

Kanker rahim merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, uterus atau endometrium wanita. organ ini sangat berkaitan erat dengan sistem reproduksi manusia karena di dalam rahimlah janin akan berkembang mulai dari saat berbentuk zigot sampai menjadi janin yang siap dilahirkan. Sehingga bagi wanita, rahim merupakan satu organ vital.

Kanker rahim memang tidak banyak menunjukan gejalanya pada awal tahap perkembanganya. Beberapa kasus ditemukan diagnosa kanker rahim saat sel kanker sudah pengalami pertumbuhan yang lebih pesat.

Untuk itu, wanita harus lebih waspada terhadap gejala atau ciri yang tidak normal yang dirasakannya. Beberapa hal yang dapat menandakan penyakit kanker rahim yang dialami wanita adalah terjadinya pendarahan yang hebat. Pendarahan ini bukanlah yang berkaitan dengan haid atau pun nifas. Pendarahan ini pun berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama dan juga volume darah yang dikeluarkan juga melebihi ambang batas kenormalan seorang wanita.

Selain pendarahan, munculnya rasa sakit atau nyeri juga dapat menjadi penyebab adanya penyakit kanker rahim ini pada seorang wanita. bisanya rasa sakit akan muncul pada bagian panggul atau bagian perut bagian bawah, pada saat buang air kecil atau pun pada saat melakukan hubungan suami istri.

Jika seseorang terserang penyakit kanker, termasuk juga kanker rahim maka dengan semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuhnya, gejala yang biasa ditampakan adalah menurunnya daya tahan tubuh. Tubuh akan menjadi lebih lemah dan gampang terserang penyakit. Selain itu, penurunan berat badan juga akan menjadi gejala yang muncul.

Penyebab Kanker Rahim

Untuk dapat melakukan pencegahan secara dini terhadap serangan penyakit kanker ini, maka sebaiknya kita memahami apa saja yang dapat menyebabkan kanker rahim ini. Walaupun sebenarnya hal ini akan berkaitan dengan faktor resiko seseorang terkena penyakit kanker rahim.

Resiko ini berkaitan dengan banyaknya jumlah hormone esterogen yang dihasilkan oleh dinding rahim. Namun, dengan memiliki faktor resiko ini tidaklah serta merta akan membuat seseorang terkena kanker rahim. Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki indikasi dari faktor resiko ini pun tidak pula membuatnya aman dari serangan kemungkinan terkena kanker rahim. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi faktor resiko penyebab adanya kanker rahim pada diri seorang wanita.

1. Usia

Kebanyakan wanita yang terjangkiti kanker rahim adalah wanita yang sudah mencapai masa menopause, walaupun tidak menutup ditemukannya kasus kanker rahim pada wanita pada usia produktif.

Besarnya kemungkinan wanita yang sudah menopause untuk terkena kanker rahim ini berkaitan dengan jumlah produksi hormone esterogen dalam dirinya. Pada saat wanita sudah menopause, maka wanita tak lagi memproduksi hormone progesterone sedangkan produksi hormone esterogen tidak berhenti.

Pada saat inilah, jika terjadi produksi hormone esterogen yang tidak diimbangi dengan produksi hormone progesterone, kemungkinan untuk mendapatkan resiko terkena kanker rahim akan menjadi lebih besar.

2. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas memang dapat dikaitkan dengan munculnya beberapa jenis penyakit tertentu. Karena memang obesitas dapat memicu timbulnya penyakit. Salah satu penyakit ini adalah kanker rahim.

Obesitas menunjukan bahwa di dalam tubuh manusia mengandung jumlah lemak yang berlebih. Jaringan lemak ini akan menghasilkan hormone esterogen pada kondisi tertentu. Dengan ini, tentu saja produksi esterogen pun akan meningkat.

Sama halnya dengan faktor usia di atas, jika produksi hormone esterogen lebih meningkat dibandingkan dengan hormone progesterone yang tetap dalam jumlah normal maka hal inilah yang akan menyebabkan munculnya resiko penyakit kanker rahim.

3. Faktor Genetik

Faktor genetik memang tidak dapat dilepaskan dari munculnya kemungkinan untuk seseorang dapat terjangkiti sebuah penyakit kanker, termasuk juga kanker rahim. Kita harus tahu dengan benar jika ada salah satu bagian dari keluarga yang pernah mengalami penyakit kanker. Dengan ini, kita akan menjadi waspada untuk lebih menghindari segala kemungkinan terkena penyakit kanker.

4. Konsumsi Obat Tertentu

Ada beberapa jenis obat yang bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih panjang akan disinyalir menjadi penyebab terkenanya kanker rahim. Salah satunya adalah konsumsi tamoxifen. Obat ini merupakan obat yang bersifat hormonal yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara.

5. Adanya Gangguan Kesehatan yang Lain

Kanker rahim juga dapat dikaitkan dengan kondisi medis lainnya yang dialami oleh seorang wanita. karena ada beberapa keadaan medis yang dapat meningkatkan kemungkinan wanita terhadap resiko kanker rahim.

Misalnya yang pertama adalah hyperplasia endometrium. Istilah ini berkaitan dengan sebuah kondisi di mana terjadi penebalan pada dinding rahim.

Kedua, beberapa penyakit tertentu juga dapat dikaitkan dengan tinggi resiko terkena kanker rahim, missal adalah diabetes, sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan juga kanker rahim.

Diabetes merupakan jenis penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan dan kelebihan berat seperti yang telah dijelaskan di atas juga menjadi penyebab tingginya resiko kanker rahim. PCOS adalah kondisi di mana terdapat kista yang tumbuh pada ovarium. Ini pun juga dapat dikaitkan dengan resiko kanker rahim. Demikian pula dengan kanker ovarium.

6. Serangan Virus

Virus yang banyak dikaitkan dengan penyakit kanker rahim adalah human papilloma virus atau HPV. HPV ini menjadi penyebab kanker rahim dengan resiko yang lebih tinggi. Penyebaran virus ini terjadi pada saat hubungan suami istri. Sehingga, dapat dikatakan bahwa hubungan seksual yang tidak normal, misalnya berganti pasangan akan mampu untuk memperlebar potensi terjangkiti kanker rahim.

Memang, bagi penyebab kanker rahim ini tidak dapat diketahui secara pasti mana saja yang akan menyebabkan kanker rahim dengan pasti. Namun, kita pun harus mewaspadai beberapa hal yang disinyalir mampu untuk meningkatkan resiko kanker rahim ini.

Selain apa yang disebutkan di atas, masih ada beberapa hal yang dapat dikategorikan sebagai peningkat resiko untuk kanker rahim ini, sebut saja rokok. Rokok mengandung banyak zat yang berbahaya bagi tubuh. Termasuk zat nikotin yang juga ditengarai mampu untuk meningkatkan kadar produksi esterogen. Hormone inilah yang dapat menyebabkan tingginya resiko kanker rahim jika berada pada produksi yang lebih tinggi dibandingkan dari kondisi normal.

Untuk itu, para wanita sudah seharusnya lebih waspada terhadap beberapa hal yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas kesehatan dirinya, termasuk membuat resiko kanker rahim menjadi lebih tinggi. Termasuk juga beberapa penyebab kanker rahim yang telah disebutkan di dalam artikel ini.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Mangga

Tanda-tanda Kanker Rahim

Wanita Harus Tahu Tanda-tanda Kanker Rahim Ini

Sebagai wanita, haruslah memiliki informasi yang menyeluruh dan tepat mengenai kesehatan wanita. informasi ini terutama berkaitan dengan beberapa penyakit yang biasanya menyerang kaum wanita. Terdapat beberapa penyakit yang secara khusus berkaitan dengan wanita, yaitu pada sistem reproduksinya. Salah satunya adalah kanker rahim. Kita pun juga harus tahu dan waspada terhadap beberapa tanda penyakit ini.

Kanker rahim atau juga dikenal dengan kanker endometrium atau kanker uterus adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya perkembangan sel kanker pada rahim atau uterus wanita. Sel kanker ini pada awalnya merupakan sel tumor yang lambat laun berkembang dan menjadi sel tumor yang ganas sehingga pada akhirnya menyebabkan kanker.

Sebagaimana layaknya jenis kanker yang lain, perkembangan sel kanker pada tubuh manusia akan menyebabkan banyak sekali pengaruh pada sistem kesehatan manusia itu sendiri. Sel kanker ini termasuk sel yang berkembang dengan cukup pesat dan mengakibatkan rusaknya jaringan sel tubuh yang diserangnya.

Untuk mampu mengantisipasi lebih awal, tentunya wanita harus dapat mengamati dan meneliti beberapa gelaja yang dialaminya, hal ini kemudian dikaitkan dengan informasi mengenai gejala dari penyakit wanita. sehingga nantinya, dapat diberikan tindakan dini yang tepat untuk mampu mengetahui dan kemudian memberikan langkah yang tepat secara medis terhadap gejala yang dialami.

Untuk kanker rahim sendiri, merupakan satu jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh oleh kalangan wanita. saat sel kanker sudah berkembang cukup pesat pada rahim, maka bisa jadi perkembangan ini tak terbendung sehingga menyebabkan adanya tindakan operasi pengangkatan atau yang dikenal dengan istilah histerektomi. Jika sudah sampai pada keadaan ini, yaitu rahim wanita harus diangkat, maka tentu saja si wanita tidak akan mampu lagi untuk hamil.

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda kanker rahim yang patut untuk diwaspadai keberadaannya bagi setiap wanita.

Haid Tak Teratur Gejala Kanker Rahim

Yang dimaksud dengan pendarahan adalah keluarnya darah dari vagina wanita dalam keadaan yang tak normal atau melebihi ambang kenormalan wanita pada umumnya. Merupakan hal yang umum dan wajar bahwa setiap wanita akan mengalami pengeluaran darah dalam siklus waktu tertentu, inilah yang dinamakan dengan haid atau menstruasi.

Haid adalah keluarnya darah dari tubuh wanita yang merupakan hasil dari tidak dibuahinya sel telur yang telah diproduksi oleh si wanita oleh sel sperma. Sehingga sel telur ini akan menempel pada endometrium atau rahim dan pada waktu tertentu, akan dikeluarkan dalam bentuk darah haid.

Namun yang dianggap sebagai suatu pendarahan yang tak normal adalah saat si wanita mengeluarkan dalam waktu yang lebih panjang daripada waktu haidnya. Keumuman  waktu haid yang dialami wanita adalah sekitar 1 minggu atau 7 hari. Namun, ada pula yang lebih dari ini namun masih dianggap normal.

Ada pula beberapa jenis pendarahan yang masih dianggap normal, misalnya adalah saat seorang wanita melepas KB-nya misalnya dulu melakukan suntik KB dan memutuskan untuk tidak. Kemudian setelah itu si wanita mengalami haid dalam jangka yang panjang. Selama pemeriksaan tidak menunjukan hal-hal yang buruk maka hal ini bukanlah kanker rahim.

Pendarahan yang dikaitkan dengan penyakit kanker rahim ini selain frekuensinya yang lebih panjang, bisa juga dikaitkan dengan volume darah yang dikeluarkan. Bisa jadi, darah yang dikeluarkan melebihi ambang batas volume darah yang dikeluarkan selama ini.

Pada saat inilah, si wanita harus merasa waspada terhadap gejala yang dihadapinya. Namun, tetap juga harus dikaitkan dengan beberapa gejala lainnya yang juga mengarahkan pada adanya ketidaknormalan pada sistem kesehatan tubuhnya.

Munculnya Rasa Sakit

Hal kedua yang perlu diperhatikan sebagai tanda atau gejala dari kanker rahim adalah munculnya rasa sakit, terutama pada daerah bagian bawah perut atau panggul. Rasa sakit ini tentu saja juga merupakan hal yang tak biasa dibandingkan dengan rasa sakit yang biasanya dialami saat haid. Pada saat haid, kebanyakan wanita akan mengalami rasa sakit pada bagian perutnya. Rasa sakit ini merupakanakibat dari meluruhnya darah yang menempel pada dinding rahim.

Rasa sakit yang perlu dicermati adalah munculnya rasa sakit saat buang air kecil, adanya rasa sakit saat berhubungan suami istri serta rasa sakit yang dialami pada bagian bawah perut atau panggul. Rasa sakit ini tentu saja menunjukan adanya hal yang tidak beres pada bagian perut wanita.

Rasa sakit yang dialami adalah semacam adanya rasa nyeri pada bagian perut. Missal pada saat buang air kecil pun, pada bagian perut akan menyebabkan rasa sakit dan juga pada bagian serviks. Atau bisa juga pada saat melakukan hubungan suami istri, si wanita akan mengalami rasa sakit.

Munculnya Benjolan

Gejala atau ciri yang selanjutnya dari gejala kanker rahim yang harus diwaspadai oleh kaum wanita adalah munculnya benjolan pada daerah bawah perut yaitu pada sekitar rahim. Benjolan ini bisa saja berkaitan dengan perkembangan sel kanker itu sendiri. Di mana, benjolan menjadi tempat dari sel kanker berkembang biak.

Benjolan ini dapat dirasakan keberadaannya dengan cara diraba atau disentuh. Dan, lambat laun, akan dirasakan perkembangan dari benjolan yang muncul. Semakin lama, benjolan tersebut akan dirasakan semakin besar. Pada tahap ini, seorang wanita harus sangat waspada dan segera memeriksakan diri ke pihak medis untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

Menurunnya Berat Badan dan Daya Tahan Tubuh

Gejala selanjutnya bisa dianggap sebagai gejala umum yang biasa menimpa seseorang dengan penyakit kanker. Yaitu menurunnya daya tahan tubuh seseorang. Bisa jadi, seorang wanit amenjadi cepat lelah atau capek. Saat melakukan satu pekerjaan tertentu, kemudian menjadi lebih loyo dan tak bersemnagat, terlebih cepat merasakan capek. Hal ini dapat dilihat dari seringnya atau kemudahan untuk diserang penyakit yang lain, misalnya flu, sakit panas atau penyakit yang lain.

Gejala ini dapat dikaitkan dengan menurunnya berat badan. Penurunan berat badan ini dapat dikaitkan dengan tidak sampainya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam setiap sel tubuhnya karena nutrisi tersebut telah direbut paksa oleh sel kanker yang telah berkembang dalam tubuhnya.

Jika seorang wanita merasakan beberapa gejala atau ciri yang telah disebutkan di atas, maka melakukan check up atau pemeriksaan ke pihak medis terutama adalah dokter kandungan. Nantinya, tentu akan dilakukan serangkaian pemeriksaan tertentu yang berkaitan dengan keluhan atau gejala yang dialami.

Dari serangkaian pemeriksaan yang akan dilakukan bisa mengarahkan pada diagnosa bahwa si wanita mengalami kanker rahim. Dengan ini, sebenarnya akan lebih memudahkan proses perawatan dan pengobatan terhadap penyakit yang sedang dihadapi.

Kanker rahim termasuk pada jenis penyakit yang tidak banyak menunjukan gejala pada awal perkembangannya. Bisa jadi, nantinya si wanita baru akan menyadari jika sel kanker sudah berkembang pada tahap yang lebih parah. Maka dari itu, kebanyakan wanita harus tetap waspada pada gejala yang dialaminya.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Kopi

Penyakit Kanker Rahim

Girls, Ayuk Lebih Dekat Kenali Penyakit Kanker Rahim!

Ya, sebagai wanita memang harus lebih memahami beberapa penyakit yang khusus menyerang kaum hawa. Pemahaman ini sangat penting untuk dapat memberikan tindakan dini terhadap segala bentuk gejala tidak normal yang dialami tubuh. Salah satunya adalah kanker rahim. Yuk, lebih kenal lagi apa itu kanker rahim.

Pengertian Kanker Rahim

Kanker rahim menjadi salah satu dari beberapa jenis penyakit ganas yang khusus menyerang wanita. Kanker rahim adalah jenis kanker yang menyerang rahim dari wanita. kanker ini juga dikenal dengan sebutan kanker endometrium atau kanker uterus. Kanker rahim disebabkan oleh adanya pertumbuhan tumor yang mengarah pada sel kanker pada bagian lapisan rahim, yaitu pada dinding rahim atau yang memang disebut dengan istilah endometrium.

Kebanyakan, kanker ini menyerang wanita dengan usia di atas 50 tahun atau yang sudah melewati masa menopause. Namun, wanita dengan usia di bawah 50 tahun atau belum berada di periode menopause pun masih memiliki kemungkinan untuk terjangkit penyakit kanker rahim ini.

Pahami Ciri-ciri atau Gejalanya

Untuk memahami dengan benar bagaimana kanker rahim tersebut, kita haruslah mengetahui bagaimana gejala atau ciri-ciri yang menyertai penyakit kanker rahim ini. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang dapat kita pahami dari penyakit ini.

1. Pendarahan atau Siklus Menstuasi yang Abnormal

Kita sebagai wanita memang harus waspada jika smengalami pendarahan di luar batas normal. Atau saat mengalami siklus menstruasi yang abnormal. Pendarahan ini dimaknai sebagai keluarnya darah dengan intensitas dan frekuensi yang melewati ambang batas normal yang ada.

Merupakan hal yang normal untuk wanita mengalami menstruasi setiap bulannya dan bahkan hal ini menunjukan sisi kenormalan dari wanita itu sendiri. Hanya saja, saat terhajadi pendarahan yang tak kunjung berhenti atau menstruasi yang segera berhenti, kita harus segera tanggap. Karena hal ini bisa jadi merupakan salah satu gejala dari kanker rahim.

2. Munculnya Rasa Sakit

Ciri atau gejala selanjutnya dari penyakit kanker rahim ini adalah munculnya rasa sakit yang dialami wanita. rasa sakit ini biasanya muncul pada daerah panggul, pada saat buang air kecil atau pun pada saat melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Rasa sakit yang muncul ini merupakan pertanda adanya sesuatu yang tidak normal pada daerah rahim. Walaupun kita juga harus lebih teliti dalam memahami setaip rasa sakit yang dirasakan. Karena tak semua rasa sakit pada daerah ini mengarah pada satu diagnose yang sama, yaitu adanya kanker rahim.

3. Munculnya Benjolan

Jika memang sudah melihat atau merasakan adanya benjolan yang tumbuh di daerah bawah perut, maka hal ini harus segera disikapi dengan melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Adanya benjolan pada daerah bawah perut dapat menjadi ciri atau gejala tumbuhnya sel kanker pada daerah rahim.

4. Turunnya Berat Badan dan Daya Tahan Tubuh

Kedua hal ini sangatlah berkaitan. Adanya serangan sel kanker pada tubuh kita akan mengakibatkan sel kanker tersebut menyerang sistem imun kita. Sehingga kita akan lebih sering sakit dan cepat merasa lelah.

Selain itu, berat badan juga akan lebih cepat menurun. Hal ini disebabkan oleh asupan nutrisi yang seharusnya didapatkan tidak memungkinan untuk diperoleh karena sudah diserang atau ‘dimakan’ oleh sel kanker.

5. Muncul Bercak Tak Normal

Keputihan bisa menjadi hal yang normal dialami oleh setiap wanita pada setiap bulannya. Hanya saja, terdapat jenis keputihan yang tak boleh dianggap remeh karena memang tidak sama dengan keputihan biasanya.

Keputihan yang tidak normal ini memiliki ciri yang berbeda, yaitu adanya rasa bau pada bercak yang dikeluarkan. Bau yang dikeluarkan terasa lebih menyengat dibandingkan dengan biasanya. Selain itu, warna juga cenderung berbeda. Kalau biasanya berwarna bening, bercak yang tak normal ini mengeluarkan warna yang lebih pekat seperti cenderung kekuningan atau kehijauan.

Jika memang sudah dirasakan adanya beberapa ciri yang disebutkan di atas, maka sudah selayaknya seorang wanita memeriksakan dirinya ke dokter. Memang, nantinya akan dilaksanakan serangkaian diagnosa tertentu untuk mengetahui keadaan dari si wanita. Terlebih mengenai penyakit kanker rahim ini haruslah diketahui dengan pasti keberadaannya.

Pengobatan Kanker Rahim

Pemeriksaan lebih awal akan memberikan banyak manfaat. Misalnya adalah memberikan tanggapan yang lebih cepat dalam artian pengobatan. Sehingga dengan ini, perkembangan dari kanker tersebut dapat dihambat dengan lebih maksimal dan tak mengarah pada perkembangan yang lebih parah.

Pengobatan penyakit kanker lainnya bisanya dilakukan dengan tiga cara, yaitu kemoterapi, radiasi dan juga operasi pengangkatan. Untuk pengobatan untuk kanker rahim, dipilih du acara yaitu kemoterapi dan operasi pengangkatan.

Sebelum menentukan jenis pengobatan mana yang akan dipilih, tentunya dokter akan berusaha untuk mendapatkan diagnosa yang mencukupi untuk hal ini. Hal ini biasanya berkaitan dengan seberapa parah tingkat serangan sel kanker yang ada pada rahim.

Kemoterapi merupakan pengobatan dengan cara pengkonsumsian beberapa jenis obat tertentu yang memiliki fungsi untuk menghentikan perkembangan dari sel kanker itu sendiri. Hanya saja, kemoterapi ini akan memberikan beberapa efek samping yang harus dihadapi oleh si penderita. Kebanyakan kemoterapi akan dipilih jika memang dirasakan penyakit kanker rahim ini sudah berkembang dengan lebih cepat.

Jenis pengobatan kedua yang biasanya dilakukan saat menghadapi kanker rahim dengan pertumbuhan sel kanker yang lebih cepat adalah diangkatnya rahim si wanita. hal ini dikenal dengan istilah histerektomi. Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim wanita yang disebabkan oleh beberapa alasan, salah satunya adalah kanker rahim.

Operasi ini pun akan dilakukan jika dilihat bahwa perkembangan sel kanker pada rahim wanita sudah berkembang dengan cepat. Upaya pengangkatan ini dilakukan untuk menghindari pertumbuhan sel kanker pada organ lainnya yang berdekatan dengan rahim. Namun, efek samping dari operasi pengangkatan ini bagi wanita yang masih dalam masa subur adalah ketidak mampuan dirinya untuk hamil lagi.

Selain pengobatan medis, upaya pengobatan penyakit kanker juga dapat dilakukan dengan cara pengobatan herbal. Saat ini banyak ditemukan beberapa jenis tanaman herbal yang disinyalir memiliki kandungan untuk mematikan sel kanker yang menyerang tubuh. Sebut saja daun sirsak, daun benalu, dan beberapa jenis yang lain. Atau bisa jadi pengobatan herbal yang ditempuh dengan menggunakan ramuan obat atau jamu yang diramu khusus untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker dan mematikannya.

Semua usaha ini ditujukan untuk mengobati rahim dari serangan sel kanker. Sehingga keadaan rahim akan bersih dari sel kanker ini. Semua gejala dan rasa sakit yang ditimbulkan oleh penyakit kanker rahim ini pun dapat segera dihentikan.

Inilah gambaran mengenai penyakit kanker rahim yang sebaiknya dipahami oleh semua kalangan wanita, baik itu yang masih muda dan dewasa. Semua ini agar dapat memberikan tanggapan yang tepat pada setiap gejala tidak normal yang dialami tubuh.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Kopi