Tag Archives: gejala kanker rahim

Pemeriksaan Kanker Rahim

Metode Klinik Pemeriksaan Kanker Rahim

Kanker rahim menjadi salah satu jenis kanker yang menyerang wanita. keberadaan dari kanker rahim ini tidak banyak diketahui ciri atau gejala umumnya. Sebagian kasus dari penyakit ini hanya ditemukan pada tahapan yang lebih lanjut, sehingga lebih menyulitkan dalam hal pengobatan.

Saat sel kanker tak dapat terdeteksi pada awal perkembangannya, hal ini akan menyebabkan kemampuan dirinya untuk membelah diri dan melakukan pertumbuhan. Sehingga, sel kanker akan tumbuh menjadi lebih banyak. Dengan jumlah yang lebih banyak, tentu saja, sel kanker ini akan lebih mampu melakukan serangan terhadap bagian organ tubuh lainnya.

Mengenal Ciri atau Gejala Kanker Rahim

Untuk lebih mampu mendeteksi adanya gangguan dalam tubuh, termasuk kanker rahim ini, maka haruslah dipahami bagaimana gejala yang menyertai penyakit ini. Walaupun untuk sebagian kasus, memang penyakit kanker rahim ini tak banyak menunjukan gejala yang menandakan adanya penyakit kanker rahim ini.

Namun, bagi wanita, sejatinya bisa memahami gejala tidak biasanya yang menyertainya. Gejala pertama adalah timbulnya pendarahan yang tak normal. Pendarahan ini terjadi tidak seperti biasanya, misalnya dalam siklus haid yang bisa dihadapi wanita. Volume dan periode pendarahan juga lebih banyak dibandingkan dengan yang normal.

Pendarahan ini juga disertai adanya rasa sakit. Rasa sakit dapat juga muncul ketika buang air kecil, saat melakukan hubungan suami istri atau pun rasa sakit yang timbul pada perut bagian bawah. Selain itu, juga muncul benjolan pada perut bagian bawah atau panggul. Benjolan ini dapat dirasakan saat diraba atau disentuh.

Gejala lain yang dapat menandakan adanya gangguan pada daerah rahim adalah munculnya keputihan yang juga dengan ciri yang tak normal. Keputihan sejatinya merupakan hal yang biasa dihadapi oleh wanita. hanya saja, keputihan ini dapat dikategorikan sebagai hal yang tak normal jika disertai dengan bau yang menyengat dan juga warna yang tak biasanya. Warna lender dari keputihan normal adalah bening. Lendir keputihan yang tak normal ini bisa cenderung berwarna kehijauan atau kekuningan.

Jika memang sudah menghadapi beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka sudah selayaknya seorang wanita memeriksakan dirinya ke pihak medis. Semuanya bertujuan untuk mendapatkan diagnosis lebih awal terhadap segala gangguan yang dihadapi. Sehingga dengan ini, dapat pula diupayakan proses pengobatan dan penyembuhan yang lebih maksimal karena masih dalam keadaan dini.

Metode Pemeriksaan Kanker Rahim

Rahim dapat disebut sebagai organ vital kewanitaan karena berhubungan langsung dengan fungsi reproduksi manusia. Rahim menjadi tempat berkembangnya janin sampai pada tahap bayi yang siap untuk dilahirkan. Sehingga, keberadaan rahim menjadi hal yang sangat penting bagi wanita.

Kondisi kesehatan dari rahim ini pun akan memberikan pengaruh pada fungsi dari sistem reproduksi wanita. Sehingga, sudah selayaknya kondisi rahim mendapatkan perhatian yang lebih agar tidak sampai mendapatkan hal-hal yang tak diinginkan.

Kanker rahim adalah penyakit dengan pertumbuhan sel kanker pada dinding rahim wanita. sel kanker ini menyerang dinding rahim dan kemudian akan melakukan pembelahan diri dan memperbanyak jumlahnya untuk dapat menyerang bagian dari rahim yang lainnya. Bahkan, dalam tahap yang lebih lanjut, sel kanker dapat menyerang bagian lain di luar rahim.

Untuk itu, harus dilakukan upaya pemeriksaan agar dapat diketahui kondisi kesehatan organ kewanitaan. Saat ini terdapat pemeriksaan pap smear yang bertujuan untuk melihat kondisi kesehatan dari rahim dan organ di sekelilingnya.

Jika, seorang wanita mendapatkan beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka sebaiknya segera melakukan proses pemeriksaan. Memang, beberapa gejala yang disebutkan di atas, tidak hanya berkaitan dengan penyakit kanker rahim. Karena terdapat pula beberapa penyakit lain yang berhubungan dengan organ kewanitaan yang juga menunjukan beberapa gejala seperti di atas. Sebut saja kanker leher rahim atau kanker serviks yang disinyalir juga menunjukan beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas.

Maka dari itulah, harus segera dilakukan pemeriksaan sampai akhirnya dokter atau pihak medis memperoleh analisa yang tepat mengenai gejala tersebut. Apakah memang berkaitan dengan kanker rahim atau tidak.

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Yang pertama dan kemungkinan akan banyak dilakukan pada tes awal adalah tes USG transvaginal. Pemeriksaan ini adalah untuk melihat bagaimana kondisi ketebalan dinding rahim karena faktor inilah yang dapat menunjukan tingkat kesehatan dari rahim.

Kemudian, juga dapat dilakukan tes darah. Hal ini untuk bisa menganalisa bagaimana keadaan darah dari penderita kanker. Karena sel kanker yang ada di dalam tubuh melepaskan beberapa zat kimia yang akan terdeteksi dalam darah.

Tes selanjutnya adalah tes biopsy. Tes ini dijalankan dengan mengambil sample dari sel yang ada di dinding rahim dan kemudian memeriksanya di bawah mikroskop. Tes ini lebih mampu memberikan hasil karena melakukan pengamatan langsung pada dinding rahim. Ada tiga metode yang dapat dilakukan dalam tes biopsi ini, yaitu dengan aspirasi jarum halus, melakukan hitereskopid an kuret.

Ketiga tahapan tes ini hanyalah untuk menemukan diagnosis adanya sel kanker pada dinding rahim. Setelah memang ditemukan sel kanker ini, tentu akan dilanjutkan pada beberapa tes selanjutnya untuk lebih meyakinkan misalnya adalah rontgen dada, MRI scan, Ct scan dan juga beberapa tes darah lanjutan.

Metode diagnosis klinik ini juga akan mampu berfungsi untuk mencegah penyebaran sel kanker jika sudah diketahui sejak dini. Pada tahapan atau stadium awal, sel kanker hanya menyerang bagian rahim saja. Kemudian, pada tahap selanjutnya, sesuai dengan karakteristik sel kanker ini akan melakukan penyebaran ke bagian organ tubuh lain di dekat rahim. Penyebaran pertama adalah penyebaran langsung atau local yang dilakukan di sekitar rahim yaitu bisa ke bagian leher rahim atau serviks.

Kemudian, akan menyebar ke bagian limfatik yaitu menuju keluar panggul dan menyerang daerah di sekitar panggul. Jika kanker sudah masuk pada stadium lebih lanjut, maka penyebaran kanker sudah dapat ke bagian yang lebih jauh dari rahim, misalnya menyebar ke jaringan perut atau organ lainnya, misalnya ke kantung kemih, hati, bisa juga paru-paru dan usus besar.

Semua proses diagnosis melalui beberapa metode klinik yang telah disebutkan di atas adalah memiliki tujuan untuk mencegah perkembangan sel kanker dan penyebarannya ke bagian lain di luar rahim. Bahkan, jika masih dini, perkembangan sel kanker tidak akan dapat maksimal terjadi karena sudah langsung dihadapkan pada proses pengobatan penyakit kanker itu sendiri.

Bisa jadi, beberapa metode diagnosis yang disebutkan di atas akan memberikan rasa tidak nyaman bagi wanita. Namun, sejatinya hal ini tidak akan sebanding dengan rasa sakit dan tidak nyaman yang akan disebabkan oleh serangan sel kanker dalam rahim wanita. Maka dari itu, haruslah rasa enggan dihilangkan dalam mengikuti serangkaian tes kesehatan ini.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Jeruk Nipis Untuk Kanker

Mencegah Kanker Rahim

Mencegah Kanker Rahim Dengan Menghidari Hal-Hal Berikut Ini

Kanker rahim bisa menjadi jenis kanker yang amat ditakuti oleh sebagian wanita. tentu saja hal ini berkaitan dengan fungsi dari rahim itu sendiri sebagai organ vital dalam sistem reproduksi manusia. Jika sudah terkena kanker rahim dan berkembang pada tahap yang parah, bisa jadi rahim harus diangkat. Sehingga dengan ini, potensi dan kesempatan wanita untuk hamil akan sirna.

Keberadaan sel kanker yang menyerang rahim akan memberikan dampak rusaknya atau berkurangnya fungsi dari rahim wanita. Kanker rahim ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya sel kanker pada dinding rahim.

Saat ini, kanker rahim menjadi salah satu jenis kanker yang banyak ditemukan kasusnya. Untuk itu, wanita harus lebih siaga untuk lebih menjaga dirinya agar terlindung dari potensi terkena kanker rahim. Berikut adalah beberapa hal utama yang tak boleh sampai dilakukan para wanita agar menjaga diri dari serangan kanker rahim.

Pola Hidup Tak Sehat

Sejatinya, pola hidup yang sehat akan mampu menghantarkan siapa saja pada keadaan sehat yang optimal. Sebaliknya, pola hidup yang tak sehat justru akan lebih memudahkan dalam menghantarkan siapa saja untuk lebih mudah terserang penyakit. Demikian pula dengan penyakit kanker yang salah satunya adalah kanker rahim. Dengan menerapkan pola hidup sehat, akan lebih menjaga dari serangan penyakit kanker rahim ini bagi wanita.

Pola sehat pertama adalah berkaitan dengan pola makan. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar penyakit yang ada saat ini berkaitan dengan pola makan yang salah yang diterapkan oleh kebanyakan dari kita.

Banyak jenis makanan yang mengandung lebih banyak kadar lemak dan berbagai zat berbahaya yang seharusnya tidak dikonsumsi oleh manusia. Sebaliknya, kita dihadapkan pada sulitnya mendapatkan jenis makanan yang sehat yang bebas dari segala macam zat yang tak baik untuk tubuh.

Demikian pula dengan kanker rahim, sebaiknya memang menjaga asupan makanan yang dimasukan dalam tubuh. Makanan dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi sebaiknya dihindari. Kanker rahim juga bisa dikaitkan dengan penyakit diabetes dan obesitas. Obesitas dalam beberapa penelitian terbukti meningkatkan kadar esterogen yang dapat meningkatkan potensi terkena kanker rahim. Begitu juga dengan diabetes.

Dengan menjaga pola makan, tentu akan terjaga pula berat badan. Berat badan yang ideal akan lebih memungkinkan tubuh memiliki stamina yang lebih dibandingkan dengan memiliki tubuh dengan berat badan berlebih.

Pola sehat yang kedua dikaitkan dengan kebiasaan untuk menjalankan olahraga. Olahraga pun juga sangat baik dilakukan selain untuk mendapatkan stamina yang baik juga dapat difungsikan untuk menghindarkan dari serangan berbagai jenis penyakit.

Kebiasaan Buruk Berkaitan dengan Organ Kewanitaan

Adanya kanker rahim, salah satunya adalah disebabkan oleh infeksi virus human papilloma yang menginfeksi organ kewanitaan. Virus ini dapat menginfeksi kebanyakan melalui hubungan suami istri yang tidak sehat, misalnya bergonta ganti pasangan.

Dengan bergonta ganti pasangan, sejatinya akan lebih memberikan peluang bagi organ kewanitaan seorang wanita untuk lebih terpapar pada segala bentuk virus yang nantinya hanya akan memberikan dampak yang kurang baik bagi dirinya. Sebaliknya dengan setia hanya pada satu pasangan, maka peluang ini akan ssangat terminimalisir. Paparan terhadap virus apa pun dapat dicegah dengan maksimal.

Selain itu, juga bisa berhubungan dengan upaya menjaga kesehatan dari organ kewanitaan itu sendiri. Misalnya kebiasaan untuk mengganti celana dalam atau pun pembalut saat haid. Diusahakan untuk lebih rutin lagi agar celana dalam dan pembalut tidak menjadi sarang virus yang nantinya justru hanya akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan itu sendiri.

Celana dalam dan pembalut menjadi satu barang yang langsung bersentuhan dengan organ kewanitaan. Sehingga harus selalu dijaga kebersihannya dari segala bentuk kuman, virus dan kotoran. Karena dengan terpapar pada ketiga hal ini, maka organ kewanitaan akan berpeluang untuk mendapatkan hal yang tak diinginkan berkaitan dengan kesehatan.

Tidak Waspada pada Gejala Kanker Rahim Pada Tubuh

Kanker rahim lebih sulit untuk disembuhkan ketika sudah mencapai tahapan atau stadium lanjutan. Sebaliknya, saat masih pada tahap awal, kanker rahim akan lebih mudah untuk disembuhkan karena keberadaan sel kanker masih tidak begitu pesat perkembangannya. Pada tahapan lanjut, sel kanker sudah melakukan pembelahan diri dan tumbuh dengan lebih pesat, bahkan pada stadium akhir, kanker rahim dapat menyebar ke bagian organ tubuh yang lain yang berada di sekitar dinding rahim.

Untuk itu, setiap wanita seharusnya dapat menjadi waspada dan sadar akan segala bentuk gejala yang ditampakan oleh tubuhnya. Bentuk waspada dan sadar ini adalah segera memeriksakan diri ketika mendapatkan beberapa hal yang dianggap tak wajar.

Salah satu gejala yang ditunjukan dari kanker rahim adalah adanya pendarahan yang dianggap tidak normal atau melebihi kebiasaan. Nah, seorang wanita ketika menghadapi pendarahan yang tak kunjung berhenti, di mana pendarahan itu bukanlah darah haid, maka hal ini tak boleh ditunda lagi untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Pendarahan ini tentu saja bukan darah haid. Bagi seorang wanita, tentu bisa sangat memahami bagaimana siklus haid yang dimiliki, serta bagaimana volume darah yang dikeluarkan. Jika pendarahan yang didapatkan tidaklah seperti biasanya, maka hal ini patut untuk mendapatkan perhatian yang lebih.

Nantinya, memang akan dilakukan serangkaian pemeriksaan tertentu oleh pihak medis, sampai nanti akan berujung pada satu diagnosa tertentu. Namun, pemeriksaan yang dini akan lebih memberikan manfaat bagi penanangan atau pengobatan lanjutan. Sebagaimana dikatakan bahwa pengobatan kanker rahim pada tahap awal akan lebih mudah dan memberikan lebih banyak kemungkinan sembuh dibandingkan dengan tahap lanjutan.

Menutup Diri

Wanita haruslah dapat untuk membuka dirinya dalam menerima segala macam info yang dibutuhkan terkait dengan dirinya, terutama dalam hal kesehatan. Bukanlah sebuah kesalahan jika kita banyak mencari informasi mengenai apa saja yang berhubungan dengan kesehatan wanita. Mencari informasi mengenai apa saja jenis penyakit yang dapat menyerang wanita beserta dengan gejala dan ciri yang menyertainya.

Di sinilah maka wanita akan lebih memiliki pengetahuan sebagai bekal untuk menanggapi segala bentuk gejala yang ditimbulkan dalam diri mereka. Termasuk mengenai kanker rahim ini. Semua bertujuan untuk memberikan respon yang tanggap demi kesehatan diri si wanita sendiri.

Inilah bagaimana sejatinya wanita itu sendiri memiliki peran yang penting dalam menentukan kesehatan dirinya sendiri, tentu saja selain dari faktor lingkungan dan faktor yang lainnya. Karena wanita jugalah yang menjadi penentu sehat atau tidak dirinya, termasuk juga bagian vital yaitu bagian dari sistem reproduksi yang salah satunya adalah rahim. Kanker rahim menjadi penyakit yang menyerang rahim wanita. untuk mencegah agar tidak sampai terkena penyakit ini, maka beberapa hal yang telah disebutkan di atas menjadi hal yang layak untuk mendapatkan perhatian. Semoga membantu!

Baca artikel lain mengenai Benalu Jeruk Nipis Untuk Kanker

Stadium Kanker Rahim

Mengenal Tingkatan Stadium Kanker Rahim

Mendengar kata kanker saja, mungkin sudah membuat kita parno. Apalagi kanker rahim! Bisa jadi sebagian wanita tentu akan sangat menghindar dari penyakit ini karena memang dianggap membawa dampak yang buruk bagi wanita.

Tapi, terkena kanker rahim pun bukanlah sebuah pilihan manis yang dapat dihadapi dan diterima oleh beberapa wanita. jika memang sudah terjangkiti, maka pilihan bijak tak lain adalah mampu untuk bangkit dan melawan kanker tersebut, tentu saja dalam jalan pengobatan kanker.

Tingkat Keparahan Kanker Rahim

Kanker rahim selayaknya jenis kanker yang lain, tentu masih memiliki kesempatan untuk dapat disembuhkan. Dengan deteksi yang lebih dini, maka akan memberikan peluang untuk lebih mampu disembuhkan. Hal ini memang sangat berkaitan dengan perkembangan dari sel kanker itu sendiri. Jika masih dalam tahap awal, perkembangan sel kanker masih belum terlalu pesat dan menyebar. Kondisi ini akan lebih mudah untuk disembuhkan dibandingkan dengan kondisi perkembangan sel kanker yang sudah terlalu pesat dan menyebar ke organ lainnya di sekitar rahim.

Maka dari itulah sangatlah penting untuk mampu melihat bagaimana tingkat keparahan dari kanker rahim itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari gejala yang ditunjukan oleh si penderita. Berikut adalah beberapa gejala yang menyertai perkembangan kanker rahim pada diri seseorang

Tahap Awal

Tahap awal dari serangan kanker rahim ini dapat dikategorikan sebagai stadium 1. Sebenarnya, gejala yang akan ditunjukan oleh penderita kanker bisa jadi akan memiliki perbedaan. Dan terkadang bahkan akan sulit untuk dikenali bahwa hal tersebut merupakan gejala adanya penyakit kanker.

Namun, terdapat beberapa tanda yang dapat mengindikasikan adanya hal yang tidak normal dalam tubuh kita. dan pada tahap inilah kita sudah harus sangat waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Pada rahap awal ini, penderita kanker rahim akan mengalami pendarahan atau keluarnya darah melalui vagina secara tidak normal. Tidak normal dimaksudkan tidak seperti biasanya atau kebiasaan yang dimiliki si wanita.

Selain keputihan, tanda lain adalah adanya keputihan yang juga tidak wajar. Misalkan lendir yang dikeluarkan tidak bening dan tak berbau seperti biasanya, misalnya berwarna kekuningan atau kehijauan dan juga mengeluarkan bau yang menyengat.

Tanda lain yang menyertai adalah adanya rasa sakit atau nyeri pada vagina pada saat tertentu, misalnya pada saat buang air kecil, saat melakukan hubungan suami istri dan juga rasa sakit pada bagian panggul.

Ciri lain yang dapat disebabkan oleh serangan sel kanker adalah turunnya nafsu makan bahwa sampai seseorang kehilangan nafsu makan serta munculnya rasa lelah yang berlebihan atau bahkan cepat menjadi lelah. Gejala lain yang juga biasanya menyertai penyakit kanker rahim ini adalah munculnya benjolan pada area perut atau panggul. Benjolan ini dapat terasa jika diraba.

Setelah mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, baiknya memang segera memeriksakan diri ke dokter. Kemudian akan dilakukan serangkaian pemeriksaan dan diagnosa yang nantinya akan menentukan bagaimana proses penyembuhan yang akan dijalankan.

Tahap Lanjutan

Pada tahapan ini, kanker rahim bisa berada pada stadium 2 dan 3. Seorang penderita akan berada pada tahap ini jika kanker rahim tidak segera disembuhan dan ditangani pada tahap awal. Sehingga, perkembangan sel kanker akan berlanjut.

Pada tahapan ini, serangan sel kanker sudah menjangkit pada organ tubuh yang lainnya tak hanya pada rahim, terutama pada daerah sekitar rahim. Dalam keadaan seperti ini, akan menjadikan kanker lebih sulit lagi untuk disembuhkan.

Perkembangan kanker pada tahap lanjutan ini menunjukan bagaimana tahapan penyebaran kanker. Pada kanker rahim tahap lanjutan ini, kanker rahim akan menyebar pada sepertiga bagian vagina namun tidak sampai pada dinding panggul. Selanjutnya, kanker akan menyebar ke daerah dinding panggul, kelenjar getah bening yang ada di panggul dan lambat laun menghentikan sistem kerja ginjal.

Pengobatan Kanker Rahim Berdasarkan Tingkat Keparahan Kanker

Proses pengobatan kanker rahim akan disesuaikan dengan keberadaan dari perkembangan sel kanker itu sendiri. Pada tahapan awal, pengobatan yang ditempuh bisa jadi adalah dengan konsumsi beberapa jenis obat atau yang dikenal dengan kemoterapi.

Bahkan, saat ini pun sudah dapat dikonsumsi jenis tanaman herbal yang dipercaya memiliki kemampuan untuk membunuh sel kanker yang masuk ke dalam tubuh. Secara khusus, pengobatan alternative dengan menggunakan tanaman sarang semut sudah diteliti mampu menghentikan pertumbuhan sel kanker yang menyerang rahim wanita. selain sarang semut, juga terdapat daun sirsak, daun benalu, kulit manggis sebagai tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa anti kanker.

Untuk pengobatan secara alternative menggunakan tanaman herbal ini harus dilakukan secara rutin dan tentu saja tidak dapat dilihat khasiatnya secara langsung atau instant. Butuh proses dan kesabaran sampai pada akhirnya memberikan dampak baik bagi penderita kanker.

Selain konsumsi obat, pengobatan juga dapat dilakukan melalui metode radiasi. Radiasi adalah penggunaan sinar X-ray yang ditujukan pada sel kanker yang ada di rahim, fungsinya adalah untuk mematikan materi genetika dari sel kanker sehingga sel tersebut tidak mampu mengalami pertumbuhan dan pembelahan diri.

Pada tahap awal, tentu saja radiasi masih dimungkinkan untuk dilakukan. Radiasi akan ditujukan tepat pada area rahim yang terkena sel kanker. Sedangkan pada tahapan lanjutan, tentu saja radiasi akan lebih sulit dilakukan terutama jika sel kanker sudah menyebar ke bagian lain di luar rahim.

Sedangkan jika kanker sudah menyebar ke bagian lain dan berada pada tahap yang sudah semakin parah, maka pilihan yang akan disodorkan adalah operasing pengangkatan rahim atau yang dikenal dengan istilah histerektomi.

Operasi ini menjadi sangat ampuh dilakukan untuk segara menghentikan perkembangan sel kanker dan mencegah penyebarannya ke bagian tubuh lainnya. Hanya saja, operasi ini juga akan membuat wanita kehilangan rahimnya yang secara otomatis menghilangkan kemampuan si wanita untuk hamil. Selain itu, juga bisa menyebabkan menurunnya daya seksual si wanita atau bahkan menyebabkan depresi.

Namun, operasi histerektomi bisa menjadi satu pilihan terakhir dan harus ditempuh oleh seorang wanita dengan kanker rahim. Karena perkembangan sel kanker pada rahim ini memang bisa menjalar atau menyebar ke bagian tubuh lain di sekitar rahim. Hal ini tentu saja malah akan memberikan dampak yang sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Terkena penyakit kanker rahim bagi seorang wanita bukanlah akhir dari kehidupan. Kanker rahim merupakan jenis kanker yang dapat disembuhkan. Namun, si wanita harus tetap sigap dan waspada melihat perkembangan kanker dalam tubuhnya sehingga tidak sampai berkembang pada tahapan selanjutnya yang lebih parah. Di mana pada tahapan ini bisa jadi akan lebih sulit lagi untuk diobati atau disembuhkan. Beberapa jenis proses penyembuhan yang telah disebutkan di atas dapat dijalankan demi memperoleh hasil yang maksimal, yaitu kesembuhan dari penyakit kanker rahim yang menyerang.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Mangga