Tag Archives: gejala kanker rahim

Haid Tak Teratur Gejala Kanker Rahim

Benarkah Haid Tak Teratur Gejala Kanker Rahim?

Haid atau menstruasi merupakan kejadian alami yang terjadi pada wanita setiap bulannya. Menstruasi yang normal biasanya memiliki siklus 21-35 hari dengan lama menstruasi adalah 5-7 hari. Sedangkan untuk jumlah darah yang dikeluarkan biasanya tidak lebih dari 80 ml. Mestruasi setiap wanita berbeda-beda, ada yang teratur dan ada yang tidak, bagi yang memiliki haid tidak teratus biasanya memiliki kekhawatiran dirinya mengidap kanker rahim. Tapi benarkan haid tak teratur gejala kanker rahim?

Penyebab Haid Tidak Teratur

Memang bisa jadi haid tak teratur gejala kanker rahim, tapi tidak bisa juga digeneralisir bahwa haid tidak teratur pasti terkena kanker rahim. Ada banyak penyebab lain kenapa haid seseorang tidak teratur.  Apa saja itu?

  1. Stres

Kelelahan atau stres karena tekanan pekerjaan, ada masalah yang sedang dipikirkan bisa menjadi penyebab haid tidak teratur. Stres atau kelelahan ini menyebabkan hormon dalam tubuh tidak stabil, sehingga bisa menyebabkan haid tidak teratur.

  1. Polycrystic Ovaries (PCO)

Polycystic Ovaries (PCO) merupakan kondisi dimana terdapat kista yang tumbuh dalam jumlah lebih dari satu. Meski ukurannya kecil, hal ini bisa menjadi penyebab seorang wanita mengalami gangguan kesuburan, bahkan sulit hamil.

Salah satu indikasi yang umum terjadi pada wanita dengan penyakit ini adalah menstruasi yang tidak teratur. Terkadang tidak haid dalam waktu yang lama, namun kadang kala juga mengalami menstruasi dengan pendarahan yang banyak.

  1. Tumor atau Kista Ovarium

Salah satu jenis kita yang kerap ditemukan ialah kista ovariumm, salah satu gejalanya ialah adanya gangguan menstruasi. Ciri-cirinya ialah haid yang tidak teratur, rasa nyeri tidak tertahankan ketika menstruasi, apabila ini terjadi, segera periksakan ke dokter karena bisa jadi ukuran kista mengalami pembesaran.

  1. Kanker

Haid tidak teratur memang bisa menjadi gejala kanker, baik itu kanker serviks maupun kanker rahim. Tidak hanya haid yang tidak teratur, namun juga kanker ini dapat menimbulkan keluhan lain seperti muncul benjolan pada mulut rahim, nyeri ketika berhubungan intim, nyeri panggul, dan penurunan berat badan secara signifikan.

Mengingat adanya kondisi medis lain yang bisa menjadi penyebab haid tidak teratur, maka tidak selamanya haid tak teratur gejala kanker rahim. Meski begitu tetap perlu diwaspadai dengan segera memeriksakan diri ke dokter dan nantinya akan dilakukan serangkaian tes seperti Test Pap Smear, Tes HPV, Tes LBC (Liquid Based Cytology), dan Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)

Dengan dilakukannya serangkaian tes tersebut, maka bisa diketahi penyebab dari munculnya haid yang tidak teratur.

Mengenal Lebih Dekat Kanker Rahim

Kanker rahim atau kanker endometrium atau kanker uterus merupakan penyakit yang disebabkan berkembangnya sel kanker di bagian rahim atau uterus wanita. Sel kanker ini mulanya ialah sel tumor yang semakin lama semakin berkembang hingga akhirnya menjadi sel tumor yang ganas dan akhirnya menjadi kanker.

Kanker rahim adalah jenis kanker yang paling umum diderita oleh wanita sesudah kanker payudara. Secara umum ada dua jenis kanker rahim, yakni ullterian dan endometrium. Kanker rahim dengan jenis endometrium lebih banyak ditemukan jika dibandingkan dengan kanker ulterian.

Sebagaimana jenis kanker lainnya, sel kanker yang berkembang di tubuh manusia nantinya bisa berpengaruh besar terhadap sistem kesehatan manusia. Sel kanker bisa berkembanga sangat pesat dan bisa merusak jaringan sel pada tubuh yang diserangnya.

Agar bisa mengantisipasi lebih dini, wanita harus bisa meneliti serta mengamati berbagai macam gejala yang dialaminya. Sehingga bisa langsung diberikan tindakan yang tepat untuk menghadapi gejala medis yang dialaminya.

Kanker rahim tidak bisa dianggap remeh oleh para wanita. Sel kanker dalam rahim bisa menyebabkan adanya tindakan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi. Apabila sudh sampai di keadaan ini, wanita tidak akan bisa hamil lagi.

Gejala Kanker Rahim

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda kanker rahim yang harus diwaspadai oleh wanita.

1. Haid Tidak Teratur

Haid merupakan darah yang keluar dari tubuh wanita sebagai hasil tidak dibuahinya sel telur oleh sperma. Sel telur ini akan menempel pada rahim dan di waktu tertentu akan keluar dalam wujud darah haid.

Haid tak teratur gejala kanker rahim memang bisa menjadi salah satu gejala. Ada kalanya hadi keluar dalam waktu yang lebih panjang daripada biasanya. Menstruasi yang tidak teratur ini biasanya juga ditandai dengan volume darah yang keluar lebih banyak, bahkan hingga penderitanya mengalami kekurangan darah.

Saat itulah wanita harus waspada menghadapi gejala tersebut. Akan tetapi, tetap harus dikaitkan dengan gejala lain untuk bisa memberikan pengobatan yang optimal.

2. Rasa Sakit Pada Panggul

Gejala kanker rahim selanjutnya ialah munculnya rasa sakit pada panggul atau bagian bawah perut. Rasa sakit ini biasanya melebihi rasa sakit ketika haid. Rasa sakit yang perlu diwaspadai adalah ketika buang air kecil atau ketika berhubungan suami istri. Rasa sakit ini menunjukkan ketidakberesan pada perut wanita dan harus segera diperiksakan ke dokter.

3. Muncul Benjolan

Gejala selanjutnya dari kanker rahim ialah muncul benjolan di bagian bawah perut atau di sekitar rahim. Benjolan ini bisa berkaitan dengan sel kanker yang berkembang dalam rahim. Benjolan ini bisa dirasakan dengan cara diraba dan semakin lama akan terasa membesar. Di tahap ini, wanita memang harus waspada dan memeriksakan diri ke pihak medis untuk memperoleh diagnosis yang tepat.

4. Berat Badan Menurun Secara Drastis

Gejala lainnya ialah menurunnya berat badan secara drastis tanpa penyebab yang jelas. Penurunan berat badan ini terjadi karena nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak sampai karena direbut oleh sel kanker yang terus berkembang.

5. Kembung

Kembung adalah salah satu gejala yang biasa terjadi pada tubuh. Namun, harus diwaspadai apabila rasa kembung dirasakan sampai ke panggul. Apabila gejala ini terjadi maka segera kunjungi dokter untuk mengetahui diagnosis lebih lanjut.

6. Perubahan Bentuk Payudara

Mereka yang menderita kanker rahim biasanya memiliki bentuk payudara yang berubah, seperti kulit yang kasar di sekitaran payudara, timbul merah dan ruam. Bahkan pada beberapa kasus kanker rahim, terjadi pula peradangan pada payudara.

7. Perubahan Warna Kulit

Perubahan warna kulit bisa juga terjadi ketika kanker rahim menyerang. Tak hanya itu saja, jika terjadi pendarahan pad kulit, maka itu bisa menjadi tanda kanker rahim.

Itulah ulasan mengenai kanker rahim dan gejala yang menyertainya. Haid tak teratur gejala kanker rahim memang perlu diwaspadai, namun jangan dilupakan juga bahwa ada banyak gejala lain dari kanker rahim. Dan bisa jadi haid yang tidak teratur bukanlah gejala kanker rahim, karena tidak teraturnya haid bisa disebabkan banyak faktor. Oleh sebab itu, apabila merasa khawatir dengan gejala-gejala yang muncul, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca artikel lain mengenai Cara Mencegah Kista

Pemeriksaan Kanker Rahim

Metode Klinik Pemeriksaan Kanker Rahim

Kanker rahim menjadi salah satu jenis kanker yang menyerang wanita. keberadaan dari kanker rahim ini tidak banyak diketahui ciri atau gejala umumnya. Sebagian kasus dari penyakit ini hanya ditemukan pada tahapan yang lebih lanjut, sehingga lebih menyulitkan dalam hal pengobatan.

Saat sel kanker tak dapat terdeteksi pada awal perkembangannya, hal ini akan menyebabkan kemampuan dirinya untuk membelah diri dan melakukan pertumbuhan. Sehingga, sel kanker akan tumbuh menjadi lebih banyak. Dengan jumlah yang lebih banyak, tentu saja, sel kanker ini akan lebih mampu melakukan serangan terhadap bagian organ tubuh lainnya.

Mengenal Ciri atau Gejala Kanker Rahim

Untuk lebih mampu mendeteksi adanya gangguan dalam tubuh, termasuk kanker rahim ini, maka haruslah dipahami bagaimana gejala yang menyertai penyakit ini. Walaupun untuk sebagian kasus, memang penyakit kanker rahim ini tak banyak menunjukan gejala yang menandakan adanya penyakit kanker rahim ini.

Namun, bagi wanita, sejatinya bisa memahami gejala tidak biasanya yang menyertainya. Gejala pertama adalah timbulnya pendarahan yang tak normal. Pendarahan ini terjadi tidak seperti biasanya, misalnya dalam siklus haid yang bisa dihadapi wanita. Volume dan periode pendarahan juga lebih banyak dibandingkan dengan yang normal.

Pendarahan ini juga disertai adanya rasa sakit. Rasa sakit dapat juga muncul ketika buang air kecil, saat melakukan hubungan suami istri atau pun rasa sakit yang timbul pada perut bagian bawah. Selain itu, juga muncul benjolan pada perut bagian bawah atau panggul. Benjolan ini dapat dirasakan saat diraba atau disentuh.

Gejala lain yang dapat menandakan adanya gangguan pada daerah rahim adalah munculnya keputihan yang juga dengan ciri yang tak normal. Keputihan sejatinya merupakan hal yang biasa dihadapi oleh wanita. hanya saja, keputihan ini dapat dikategorikan sebagai hal yang tak normal jika disertai dengan bau yang menyengat dan juga warna yang tak biasanya. Warna lender dari keputihan normal adalah bening. Lendir keputihan yang tak normal ini bisa cenderung berwarna kehijauan atau kekuningan.

Jika memang sudah menghadapi beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka sudah selayaknya seorang wanita memeriksakan dirinya ke pihak medis. Semuanya bertujuan untuk mendapatkan diagnosis lebih awal terhadap segala gangguan yang dihadapi. Sehingga dengan ini, dapat pula diupayakan proses pengobatan dan penyembuhan yang lebih maksimal karena masih dalam keadaan dini.

Metode Pemeriksaan Kanker Rahim

Rahim dapat disebut sebagai organ vital kewanitaan karena berhubungan langsung dengan fungsi reproduksi manusia. Rahim menjadi tempat berkembangnya janin sampai pada tahap bayi yang siap untuk dilahirkan. Sehingga, keberadaan rahim menjadi hal yang sangat penting bagi wanita.

Kondisi kesehatan dari rahim ini pun akan memberikan pengaruh pada fungsi dari sistem reproduksi wanita. Sehingga, sudah selayaknya kondisi rahim mendapatkan perhatian yang lebih agar tidak sampai mendapatkan hal-hal yang tak diinginkan.

Kanker rahim adalah penyakit dengan pertumbuhan sel kanker pada dinding rahim wanita. sel kanker ini menyerang dinding rahim dan kemudian akan melakukan pembelahan diri dan memperbanyak jumlahnya untuk dapat menyerang bagian dari rahim yang lainnya. Bahkan, dalam tahap yang lebih lanjut, sel kanker dapat menyerang bagian lain di luar rahim.

Untuk itu, harus dilakukan upaya pemeriksaan agar dapat diketahui kondisi kesehatan organ kewanitaan. Saat ini terdapat pemeriksaan pap smear yang bertujuan untuk melihat kondisi kesehatan dari rahim dan organ di sekelilingnya.

Jika, seorang wanita mendapatkan beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka sebaiknya segera melakukan proses pemeriksaan. Memang, beberapa gejala yang disebutkan di atas, tidak hanya berkaitan dengan penyakit kanker rahim. Karena terdapat pula beberapa penyakit lain yang berhubungan dengan organ kewanitaan yang juga menunjukan beberapa gejala seperti di atas. Sebut saja kanker leher rahim atau kanker serviks yang disinyalir juga menunjukan beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas.

Maka dari itulah, harus segera dilakukan pemeriksaan sampai akhirnya dokter atau pihak medis memperoleh analisa yang tepat mengenai gejala tersebut. Apakah memang berkaitan dengan kanker rahim atau tidak.

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Yang pertama dan kemungkinan akan banyak dilakukan pada tes awal adalah tes USG transvaginal. Pemeriksaan ini adalah untuk melihat bagaimana kondisi ketebalan dinding rahim karena faktor inilah yang dapat menunjukan tingkat kesehatan dari rahim.

Kemudian, juga dapat dilakukan tes darah. Hal ini untuk bisa menganalisa bagaimana keadaan darah dari penderita kanker. Karena sel kanker yang ada di dalam tubuh melepaskan beberapa zat kimia yang akan terdeteksi dalam darah.

Tes selanjutnya adalah tes biopsy. Tes ini dijalankan dengan mengambil sample dari sel yang ada di dinding rahim dan kemudian memeriksanya di bawah mikroskop. Tes ini lebih mampu memberikan hasil karena melakukan pengamatan langsung pada dinding rahim. Ada tiga metode yang dapat dilakukan dalam tes biopsi ini, yaitu dengan aspirasi jarum halus, melakukan hitereskopid an kuret.

Ketiga tahapan tes ini hanyalah untuk menemukan diagnosis adanya sel kanker pada dinding rahim. Setelah memang ditemukan sel kanker ini, tentu akan dilanjutkan pada beberapa tes selanjutnya untuk lebih meyakinkan misalnya adalah rontgen dada, MRI scan, Ct scan dan juga beberapa tes darah lanjutan.

Metode diagnosis klinik ini juga akan mampu berfungsi untuk mencegah penyebaran sel kanker jika sudah diketahui sejak dini. Pada tahapan atau stadium awal, sel kanker hanya menyerang bagian rahim saja. Kemudian, pada tahap selanjutnya, sesuai dengan karakteristik sel kanker ini akan melakukan penyebaran ke bagian organ tubuh lain di dekat rahim. Penyebaran pertama adalah penyebaran langsung atau local yang dilakukan di sekitar rahim yaitu bisa ke bagian leher rahim atau serviks.

Kemudian, akan menyebar ke bagian limfatik yaitu menuju keluar panggul dan menyerang daerah di sekitar panggul. Jika kanker sudah masuk pada stadium lebih lanjut, maka penyebaran kanker sudah dapat ke bagian yang lebih jauh dari rahim, misalnya menyebar ke jaringan perut atau organ lainnya, misalnya ke kantung kemih, hati, bisa juga paru-paru dan usus besar.

Semua proses diagnosis melalui beberapa metode klinik yang telah disebutkan di atas adalah memiliki tujuan untuk mencegah perkembangan sel kanker dan penyebarannya ke bagian lain di luar rahim. Bahkan, jika masih dini, perkembangan sel kanker tidak akan dapat maksimal terjadi karena sudah langsung dihadapkan pada proses pengobatan penyakit kanker itu sendiri.

Bisa jadi, beberapa metode diagnosis yang disebutkan di atas akan memberikan rasa tidak nyaman bagi wanita. Namun, sejatinya hal ini tidak akan sebanding dengan rasa sakit dan tidak nyaman yang akan disebabkan oleh serangan sel kanker dalam rahim wanita. Maka dari itu, haruslah rasa enggan dihilangkan dalam mengikuti serangkaian tes kesehatan ini.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Jeruk Nipis Untuk Kanker

Mencegah Kanker Rahim

Mencegah Kanker Rahim Dengan Menghidari Hal-Hal Berikut Ini

Kanker rahim bisa menjadi jenis kanker yang amat ditakuti oleh sebagian wanita. tentu saja hal ini berkaitan dengan fungsi dari rahim itu sendiri sebagai organ vital dalam sistem reproduksi manusia. Jika sudah terkena kanker rahim dan berkembang pada tahap yang parah, bisa jadi rahim harus diangkat. Sehingga dengan ini, potensi dan kesempatan wanita untuk hamil akan sirna.

Keberadaan sel kanker yang menyerang rahim akan memberikan dampak rusaknya atau berkurangnya fungsi dari rahim wanita. Kanker rahim ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya sel kanker pada dinding rahim.

Saat ini, kanker rahim menjadi salah satu jenis kanker yang banyak ditemukan kasusnya. Untuk itu, wanita harus lebih siaga untuk lebih menjaga dirinya agar terlindung dari potensi terkena kanker rahim. Berikut adalah beberapa hal utama yang tak boleh sampai dilakukan para wanita agar menjaga diri dari serangan kanker rahim.

Pola Hidup Tak Sehat

Sejatinya, pola hidup yang sehat akan mampu menghantarkan siapa saja pada keadaan sehat yang optimal. Sebaliknya, pola hidup yang tak sehat justru akan lebih memudahkan dalam menghantarkan siapa saja untuk lebih mudah terserang penyakit. Demikian pula dengan penyakit kanker yang salah satunya adalah kanker rahim. Dengan menerapkan pola hidup sehat, akan lebih menjaga dari serangan penyakit kanker rahim ini bagi wanita.

Pola sehat pertama adalah berkaitan dengan pola makan. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar penyakit yang ada saat ini berkaitan dengan pola makan yang salah yang diterapkan oleh kebanyakan dari kita.

Banyak jenis makanan yang mengandung lebih banyak kadar lemak dan berbagai zat berbahaya yang seharusnya tidak dikonsumsi oleh manusia. Sebaliknya, kita dihadapkan pada sulitnya mendapatkan jenis makanan yang sehat yang bebas dari segala macam zat yang tak baik untuk tubuh.

Demikian pula dengan kanker rahim, sebaiknya memang menjaga asupan makanan yang dimasukan dalam tubuh. Makanan dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi sebaiknya dihindari. Kanker rahim juga bisa dikaitkan dengan penyakit diabetes dan obesitas. Obesitas dalam beberapa penelitian terbukti meningkatkan kadar esterogen yang dapat meningkatkan potensi terkena kanker rahim. Begitu juga dengan diabetes.

Dengan menjaga pola makan, tentu akan terjaga pula berat badan. Berat badan yang ideal akan lebih memungkinkan tubuh memiliki stamina yang lebih dibandingkan dengan memiliki tubuh dengan berat badan berlebih.

Pola sehat yang kedua dikaitkan dengan kebiasaan untuk menjalankan olahraga. Olahraga pun juga sangat baik dilakukan selain untuk mendapatkan stamina yang baik juga dapat difungsikan untuk menghindarkan dari serangan berbagai jenis penyakit.

Kebiasaan Buruk Berkaitan dengan Organ Kewanitaan

Adanya kanker rahim, salah satunya adalah disebabkan oleh infeksi virus human papilloma yang menginfeksi organ kewanitaan. Virus ini dapat menginfeksi kebanyakan melalui hubungan suami istri yang tidak sehat, misalnya bergonta ganti pasangan.

Dengan bergonta ganti pasangan, sejatinya akan lebih memberikan peluang bagi organ kewanitaan seorang wanita untuk lebih terpapar pada segala bentuk virus yang nantinya hanya akan memberikan dampak yang kurang baik bagi dirinya. Sebaliknya dengan setia hanya pada satu pasangan, maka peluang ini akan ssangat terminimalisir. Paparan terhadap virus apa pun dapat dicegah dengan maksimal.

Selain itu, juga bisa berhubungan dengan upaya menjaga kesehatan dari organ kewanitaan itu sendiri. Misalnya kebiasaan untuk mengganti celana dalam atau pun pembalut saat haid. Diusahakan untuk lebih rutin lagi agar celana dalam dan pembalut tidak menjadi sarang virus yang nantinya justru hanya akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan itu sendiri.

Celana dalam dan pembalut menjadi satu barang yang langsung bersentuhan dengan organ kewanitaan. Sehingga harus selalu dijaga kebersihannya dari segala bentuk kuman, virus dan kotoran. Karena dengan terpapar pada ketiga hal ini, maka organ kewanitaan akan berpeluang untuk mendapatkan hal yang tak diinginkan berkaitan dengan kesehatan.

Tidak Waspada pada Gejala Kanker Rahim Pada Tubuh

Kanker rahim lebih sulit untuk disembuhkan ketika sudah mencapai tahapan atau stadium lanjutan. Sebaliknya, saat masih pada tahap awal, kanker rahim akan lebih mudah untuk disembuhkan karena keberadaan sel kanker masih tidak begitu pesat perkembangannya. Pada tahapan lanjut, sel kanker sudah melakukan pembelahan diri dan tumbuh dengan lebih pesat, bahkan pada stadium akhir, kanker rahim dapat menyebar ke bagian organ tubuh yang lain yang berada di sekitar dinding rahim.

Untuk itu, setiap wanita seharusnya dapat menjadi waspada dan sadar akan segala bentuk gejala yang ditampakan oleh tubuhnya. Bentuk waspada dan sadar ini adalah segera memeriksakan diri ketika mendapatkan beberapa hal yang dianggap tak wajar.

Salah satu gejala yang ditunjukan dari kanker rahim adalah adanya pendarahan yang dianggap tidak normal atau melebihi kebiasaan. Nah, seorang wanita ketika menghadapi pendarahan yang tak kunjung berhenti, di mana pendarahan itu bukanlah darah haid, maka hal ini tak boleh ditunda lagi untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Pendarahan ini tentu saja bukan darah haid. Bagi seorang wanita, tentu bisa sangat memahami bagaimana siklus haid yang dimiliki, serta bagaimana volume darah yang dikeluarkan. Jika pendarahan yang didapatkan tidaklah seperti biasanya, maka hal ini patut untuk mendapatkan perhatian yang lebih.

Nantinya, memang akan dilakukan serangkaian pemeriksaan tertentu oleh pihak medis, sampai nanti akan berujung pada satu diagnosa tertentu. Namun, pemeriksaan yang dini akan lebih memberikan manfaat bagi penanangan atau pengobatan lanjutan. Sebagaimana dikatakan bahwa pengobatan kanker rahim pada tahap awal akan lebih mudah dan memberikan lebih banyak kemungkinan sembuh dibandingkan dengan tahap lanjutan.

Menutup Diri

Wanita haruslah dapat untuk membuka dirinya dalam menerima segala macam info yang dibutuhkan terkait dengan dirinya, terutama dalam hal kesehatan. Bukanlah sebuah kesalahan jika kita banyak mencari informasi mengenai apa saja yang berhubungan dengan kesehatan wanita. Mencari informasi mengenai apa saja jenis penyakit yang dapat menyerang wanita beserta dengan gejala dan ciri yang menyertainya.

Di sinilah maka wanita akan lebih memiliki pengetahuan sebagai bekal untuk menanggapi segala bentuk gejala yang ditimbulkan dalam diri mereka. Termasuk mengenai kanker rahim ini. Semua bertujuan untuk memberikan respon yang tanggap demi kesehatan diri si wanita sendiri.

Inilah bagaimana sejatinya wanita itu sendiri memiliki peran yang penting dalam menentukan kesehatan dirinya sendiri, tentu saja selain dari faktor lingkungan dan faktor yang lainnya. Karena wanita jugalah yang menjadi penentu sehat atau tidak dirinya, termasuk juga bagian vital yaitu bagian dari sistem reproduksi yang salah satunya adalah rahim. Kanker rahim menjadi penyakit yang menyerang rahim wanita. untuk mencegah agar tidak sampai terkena penyakit ini, maka beberapa hal yang telah disebutkan di atas menjadi hal yang layak untuk mendapatkan perhatian. Semoga membantu!

Baca artikel lain mengenai Benalu Jeruk Nipis Untuk Kanker