Tag Archives: gejala kanker getah bening

Gejala Kanker Getah Bening

Mengenali Gejala Kanker Getah Bening Stadium Pertama Yang Harus Diwaspadai

Selama ini kanker sering dianggap sebagai salah satu jenis penyakit paling membahayakan di dunia. Bahkan ada beberapa macam kanker yang ketika melakukan serangan di organ tubuh, sulit untuk ditangani apalagi jika terjadi keterlambatan dalam pendektesian dan pengobatan.

Keterlambatan pengobatan ini biasanya terjadi karena memang ada beberapa jenis serangan kanker yang sulit dideteksi secara dini. Penyebab keduanya adalah karena sebagian besar dari penderitanya merasa malas atau enggan memeriksakan diri meski sudah muncul gejalanya.

Mulai tidak mempunyai waktu karena sibuk bekerja serta biaya selalu menjadi alasan utama. Tapi selain itu ada pula yang merasa takut untuk melakukan pemeriksaan. Padahal ketika rasa takut ini muncul, justru akan merugikan pasien sendiri karena jika sudah terlanjur masuk ke stadium akhir, jauh lebih sulit untuk disembuhkan.

Salah satu jenis penyakit kanker yang saat ini dianggap seringkali memunculkan penderitaan paling menyakitkan terhadap pasiennya adalah kanker getah bening. Sesuai dengan namanya, kanker ini menyerang kelenjar getah bening.

Sedangkan kelenjar getah bening sendiri merupakan kelenjar yang mempunyai peran sangat vital bagi tubuh. Fungsi utama dari kelenjar getah bening adalah menciptakan sistem imunitas atau kekebalan dan terletak pada bagian leher, ketiak, dada dan selangkangan.

Sementara itu, kanker getah bening bisa menyerang siapa saja baik wanita maupun pria tanpa memandang usia. Mulai dari anak-anak hingga orangtua memiliki resiko yang sama terhadap serangan penyakit yang bersifat sangat mematikan ini.

Dalam dunia medis dan kedokteran, kanker kelenjar getah bening lebih sering disebut dengan istilah limforma. Secara singkat, penyakit ini dapat didefinisikan sebagai sebuah serangan sel kanker yang memiliki target utama sistem limfatik.

Selain itu, kanker getah bening dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu limforma hodgkin dan limforma non hodgkin. Baik kanker getah bening jenis hodgkin maupun non hodgkin, keduanya mempunyai gejala awal yang hampir sama. Beberapa jenis gejala yang harus selalu diwaspadai danĀ  diperhatikan secara lebih serius, antara lain:

Demam

Gangguan yang terjadi pada sistem imunitas atau kekebalan dapat memunculkan akibat serta respon yang tidak sama terhadap tubuh manusia. Misalnya tubuh terasa dingin, meski sedang tidak dalam keadaan demam.

Demamnya tubuh yang terjadi karena kanker getah bening itu sangat berbeda dengan demam yang diakibatkan oleh serangan penyakit lain. Pada kanker getah bening, biasanya munculnya demam seringkali dibarengi dengan gangguan lain berupa peradangan di leher dan rasa tidak enak di mulut ketika ingin menelan makanan.

Kadangkala demam ini lebih sering muncul pada malam hari bahkan bisa berlangsung selama lebih dari satu minggu. Munculnya demam semacam ini merupakan suatu tanda pertama dari gejala serangan kanker getah bening stadium awal atau stadium pertama.

Berkurangnya Nafsu Makan dan Selalu Haus

Demam yang terjadi secara terus menerus hingga lebih dari satu pekan akan membuat nafsu makan jadi berkurang. Pada kelenjar getah bening yang telah terkena infeksi oleh bakteri atau virus bisa membuat penderitanya kehilangan nafsu makan.

Keadaan ini biasanya berlangsung selama sekitar 3 hari atau lebih kemudian berlanjut dengan munculnya rasa haus yang sangat berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Nafsu untuk minum justru jauh lebih tinggi dibanding nafsu untuk makan.

Bengkak Serta Nyeri

Masih dalam stadium dini atau stadium tingkat pertama, penderita juga bisa mengalami suatu pembesaran atau pembengkakan di beberapa kelenjar getah bening. Terutama di bagian leher, ketiak dan selangkangan.

Pada kanker getah bening jenis limforma hodgkin, pembengkakan ini tidak dibarengi dengan rasa sakit atau nyeri. Karena penyebabnya hanya virus atau bakteri saja. Meski demikian, jika muncul gejala ini harus tetap diwaspadai dan ditangani secepatnya jika hasil pemeriksaanya memang menunjukan adanya sel kanker pada kelenjar getah bening tersebut.

Sedangkan di limforma tipe non hodgkin, pembengkakan yang terjadi biasanya menimbulkan rasa nyeri dan sakit yang sangat laur biasa. Bahkan rasa nyeri dan sakit ini akan terasa hingga ke bagian lain yang berada di sekitar area kelenjar getah bening.

Penurunan Berat Badan

Sebagaimana biasa, penurunan nafsu makan pada penderita penyakit selalu mengakibatkan dampak yang sama yaitu berkurannya berat tubuh. Hal ini juga dialami oleh penderita kanker getah bening. Penurunan berat badan ini akan mulai terjadi sekitar 4 hari saat mengalami rasa nyeri sebelum terjadi pembesaran atau pembengkakan di kelenjar getah bening.

Dalam kurun waktu tersebut, sebaiknya asupan gizi dan nutrisi harus tetap terjaga karena jika tidak dijaga tubuh lebih mudah mengalami infeksi. Selain itu yang lebih membahayakan lagi, sel kanker makin cepat menyebar.

Batuk dan Sesak Nafas

Gejala batuk dan sesak nafas hanya dialami oleh penderita kanker getah bening non hodgkin dan biasanya gejala ini selalu disertai dengan rasa nyeri di dada. Penderita merasa kesulitan bernafas terutama di malam hari atau ketika cuaca sedang dingin. Gejala tersebut diperparah dengan pembengkakan di leher yang berakibat oksigen tidak bisa mengalir ke kerongkongan.

Mudah Lelah dan Letih

Gejala kanker getah bening selanjutnya adalah tubuh menjadi mudah lelah, lemah dan kurang memiliki tenaga. Penyebabnya tentu saja karena nafsu makan yang berkurang dan berat tubuh yang menurun. Dalam kondisi seperti ini, penderita tetap harus berusaha menjaga asupan gizi dan nutrisi untuk mencegah perkembangan dan pertumbuhan sel kanker.

Selalu Merasa Kenyang

Penyebab utama dari berkurangnya nafsu makan pada penderita kanker getah bening adalah karena perut selalu terasa penuh dan kenyang. Untuk mengantisipasi kondisi ini, jalan terbaik yang bisa ditempuh yaitu memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Terutama yang tidak ada kandungan pengawetnya.

Sering Berkeringat

Sering mengeluarkan keringat terutama pada malam hari adalah gejala yang seringkali terjadi pada penderita kanker getah bening. Kelenjar getah bening adalah organ yang memiliki tugas melancarkan penyerapan nutrisi dan sistem metabolisme atau pencernaan.

Selain itu, kelenjar getah bening juga berfungsi sebagai tempat membuang limbah dari proses metabolisme yang berjalan. Salah satu pertanda adanya pembuangan limbah ini yaitu adanya keringat yang keluar melalui pori-pori kulit. Jika kelenjar getah bening berada dalam kondisi tidak normal, jumlah keringat yang keluar jadi lebih banyak terutama di malam hari.

Setiap orang harus selalu waspada ketika sudah merasakan lebih dari tiga gejala seperti yang dijelaskan di atas. Jangan tunda memeriksakan diri ke rumah sakit atau dokter sehingga dapat dilakukan diagnosis secepatnya. Diagnosis dan pemeriksaan yang lebih cepat membuat kanker getah bening makin mudah ditangani dan disembuhkan.

Tidak hanya itu, yang tidak kalah penting adalah sikap waspada ini dibarengi dengan langkah lain agar tubuh selalu sehat dan terhindar dari serangan kanker getah bening maupun jenis kanker lainnya.

Misalnya rajin berolahraga, menghentikan kebiasaan merokok sekaligus berusaha agar tidak terlalu dekat dengan perokok aktif. Selanjutnya jangan lupa konsumsi makanan bergizi setiap hari dan selalu menerapkan gaya hidup sehat, selalu berfikir positif dan hindari stres.

Semoga informasi tentang gejala-gejala kanker getah bening di atas bisa membantu siapa saja untuk menghindari serangan penyakit membayakan tersebut. Bagaimanapun juga, mencegah itu jauh lebih baik dibanding mengobati.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi Kanker Otak

Penyebab Kanker Getah Bening

Sebenarnya Apa Penyebab Kanker Getah Bening

Hingga saat ini masih banyak masyarakat awam yang tidak mengetahui faktor-faktor apa saja yang seringkali menjadi penyebab utama dari serangan penyakit kanker getah bening. Meski jarang ada yang terjangkiti, namun kanker getah bening merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat membahayakan bagi tubuh.

Oleh karena itulah, setiap orang dan masyarakat harus tahu faktor dan penyebab dari kanker getah bening tersebut. Termasuk juga gejala serta proses terjadinya serangan, agar dapat melakukan pencegahan atau pengobatan secara lebih dini dan cepat.

Kelenjar getah bening sendiri merupakan salah satu bagian terpenting bagi tubuh. Fungsinya adalah untuk menciptakan sistem kekebalan atau imun. Selain itu kelenjar getah bening juga memiliki peran lain yaitu sebagai media untuk melawan infeksi, kuman penyakit serta zat-zat asing yang masuk dalam tubuh yang sifatnya merugikan.

Kanker yang menyerang dan tumbuh pada kelenjar getah bening pada umumnya diakibatkan oleh adanya pembengkaan yang terjadi di kelenjar tersebut. Penyebabnya ada beberapa jenis dan berikut ini adalah penjelasannya.

Bakteri dan Virus Salah Satu Penyebab Kanker Getah Bening

Penyebab pertama dari pemunculan kanker getah bening adalah bakteri dan virus. Terutama yang sifatnya menganggu daya tahan tubuh atau imun. Bakteri atau virus ini terbagi dalam 2 macam, yaitu yang berkaitan langsung dengan sel darah putih dan yang secara tidak langsung dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker getah bening.

Untuk virus yang punya kaitan langsung dengan sel darah putih antara lain adalah EBV atau Epstein Barr. Virus ini menimbulkan demam kelenjar dan mendorong pertumbuhan beberapa jenis limforma seperti burkitt, hodgkin, sel NK nasal primer. Selain itu mampu memunculkan gangguan pada limfoproliferatif setelah menjalani transpalantasi.

Virus berikutnya yaitu HTLV-I atau Human T-Cell Lymphotropic virus tipe 1. Virus ini lebih sering ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, Jepang, bagian utara Amerika Serikat dan kawasan Amerika Selatan, Karibia dan Afrika. HTLV-I merupakan virus yang berhubungan erat dengan perkembangan leukimia atau limforma T pada orang dewasa.

Virus lainnya, HHV-8 atau Human Herpersvirus-8 juga sering terkait dengan suatu penyakit yang dinamakan Castleman disease multisenter dan limforma efusi primer.

Sedangkan virus yang tidak punya kaitan langsung, namun sering menyebabkan pertumbuhan limforma atau sel kanker getah bening adalah HCV atau virus hepatitis C. Virus ini memiliki kemampuan tinggi untuk menumbuhkan sel kanker getah bening sel B.

Kemudian ada lagi Helicobacter pylori, sejenis bakteri yang sering menimbulkan radang atau bisul pada lambung. Selain itu, masih ada Chlamydia psittaci, berupa bakteri yang sering jadi penyebab parrot fever atau psittacosis dan berkaitan erat dengan limforma MALT yang ada di sekitar mata dan kelenjar air mata.

Virus berikutnya adalah Campylobacter jejuni yang menjadi penyebat terjadinya diare serta punya hubungan kuat dengan perkembangan limforma MALT dalam usus. Lalu yang terakhir adalah Borrelia burgdorfery, merupakan bakteri yang berhubungan dengan limforma MALT pada organ kulit dan menjadi penyebab dari penyakit lyme.

Faktor Keturunan

Selain bakteri dan virus, munculnya kanker getah bening, yaitu faktor gen dan keturunan. Jadi apabila ada yang punya garis keturunan yang salah satunya pernah kena kanker getah bening, maka kemungkinan ikut kena serangan kanker tersebut jadi lebih besar, meski tidak menjadi faktor yang paling mutlak karena virus atau bakteri tetap menjadi penyebab utamanya.

Oleh karena itu, untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan cara menelusuri sisilah keluarga baik garis ayah maupun garis ibu. Jika semua aman-aman saja dan tidak pernah ada yang terkena kanker getah bening, kemungkinannya jadi lebih kecil kena serangan penyakit tersebut. Tapi apabila ternyata ada yang pernah kena kanker, harus lebih waspada dan sering memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit.

Pola Hidup Tidak Sehat

Pola dan gaya hidup tidak sehat juga menjadi faktor penyebab kanker getah bening. Misalnya jarang berolahraga, sering mengonsumsi makanan tidak sehat dan alkohol, sering merokok, suka begadang, mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan sebagainya.

Sedikit banyak semua faktor tersebut membuat resiko terkena serangan kanker getah bening jadi lebih besar. Karena itu segera kurangi dan hilangkan semua kebiasaan buruk tersebut dan selalu konsumsi makanan sehat sesuai dengan kebutuhan dan jangan boleh berlebihan. Selain itu, rajinlah berolahraga agar tubuh selalu sehat dan punya sistem kekebalan yang lebih bagus.

Proses Terjadinya Serangan

Saat dalam kondisi yang sehat, tiap sel dalam tubuh memiliki nukleus yang fungsinya adalah menampung hasil rangkaian DNA berupa kromoson. Di setiap DNA ada gen yang jumlahnya mencapai ribuan dan selalu mengasih instruksi kepada sel agar bisa menjalankan fungsinya di masing-masing organ tubuh.

Bisa dikatakan, nukleus jadi tempat tinggal gen dan bertugas memilih jenis sel apa saja yang diperlukan setiap organ tubuh. Tidak hanya itu, juga menentukan kapan sel harus membelah diri dan sel mana saja yang harus dimatikan atau diganti dengan sel baru.

Saat membelah diri, ada sebagian sel baru yang mengandung gen rusak atau jumlah hasil dari pembelahan dirinya terlalu banyak. Gangguan seperti ini disebut mutasi gen. Saat mutasi gen, ada sel yang tidak dapat menjalankan fungsinya dan tumbuh secara tidak normal. Setelah itu sel tersebut akan memproduksi protein tidak normal.

Protein tidak normal ini kemudian memunculkan sel-sel baru yang juga selalu membelah diri dengan cara yang tidak sempurna pula. Dalam kasus yang lain, protein yang sebetulnya harus dipakai untuk menghilangkan pemunculan sel baru sama sekali tidak diproduksi.

Mutasi gen yang terjadi selama lebih dari 5 kali mempunyai potensi besar menjadi sel kanker. Prosesnya bisa berjalan selama bertahun-tahun hingga sel yang membelah diri tersebut dapat menciptakan sel kanker yang lebih besar. Setelah itu mulailah muncul gejala penyakit kanker dari dalam tubuh.

Gejala Kanker Getah Bening dan Efeknya

Kanker getah bening biasanya lebih sering menyerang orang dewasa yang usianya antara 15 hingga 38 tahun. Namun ada pula yang kena serangan penyakit tersebut meski usianya sudah di atas 50 tahun.

Munculnya kanker getah bening pada umumnya diawali dengan gejala pembengkakan di area sekitar leher, ketiak, lipatan paha atau selangkangan. Selain itu pada malam hari tubuh sering mengeluarkan keringat dan kadangkala disertai dengan rasa sesak di dada atau sulit bernafas.

Jika tidak segera mendapat penanganan dan pengobatan, serangan kanker getah bening dapat menimbulkan efek dan dampak yang sangat fatal. Misalnya munculnya asbes atau kumpulan nanah karena infeksi. Nanah ini mengandung virus yang mampu menimbulkan penyakit lain yang tidak kalah membahayakan.

Efek selanjutnya terjadi infeksi dalam darah atau bakteremia yang kemudian memicu dampak lain yang dinamakan sepsis. Istilah kedokteran ini merujuk kepada peristiwa komplikasi yang terjadi karena ada jenis penyakit membayakan lain yang bersemayam dalam tubuh.

Dalam kondisi yang paling parah atau stadium 4, hanya ada satu pilihan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan kanker getah bening yaitu operasi dan kemoterapi. Kedua jenis metode ini sama-sama memiliki efek samping yang tidak kalah berbahaya yaitu tubuh jadi tidak bisa memproduksi sel darah putih dengan optimal.

Apabila hal ini terjadi tubuh jadi kekurangan kekebalan dan mudah terkena serangan penyakit yang lain. Selanjutnya akan terjadi komplikasi seperti yang sudah disebutkan di atas. Dampak dari peristiwa ini, yang paling berat dan fatal adalah kematian.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Kulit Buah Naga

Tanda-Tanda Kanker Getah Bening

Pelajari Tanda-Tanda Kanker Getah Bening

Dalam kondisi yang normal kelenjar getah bening yang ada di seluruh bagian tubuh tidak bisa teraba. Namun di bagian tubuh tertentu seperti ketiak, leher atau bawah dagu dan lipatan paha serta selangkangan, kelenjar ini dapat diraba dan ukurannya tidak lebih dari 1 cm saja. Ketika diraba juga tidak memunculkan rasa nyeri, tidak membesar dan mudah untuk digerakan.

Penjelasan Singkat tentang Kanker Kelenjar Getah Bening

Sikap waspada harus selalu ada, terutama ketika muncul hal-hal yang merupakan tanda dari munculnya kanker getah bening. Kanker getah bening adalah salah satu jenis penyakit ganas yang menyerang kinerja sistem limfatik.

Limfatik adalah suatu sistem terpenting yang sangat berperan dalam menciptakan sistem daya tahan tubuh. Fungsi utamanya adalah membentuk semacam baris pertahanan untuk melawan pertumbuhan kanker dan infeksi.

Tidak berbeda jauh dengan serangan kanker yang lain, kesembuhan seseorang dari serangan kanker getah bening selalu tergantung pada stadium atau tahapan serangan kanker itu sendiri. Makin cepat diketahui dan terdeteksi keberadaannya, semakin mudah dan cepat pula proses untuk menyembuhkannya.

Gejala Kanker Getah Bening

Di dunia medis dan kedokteran, penyakit kanker kelenjar getah bening biasanya lebih sering disebut dengan limfoma maligna. Ketika pertamakali sel kanker mulai tumbuh di tubuh, pada umumnya akan menimbulkan keluhan berupa benjolan yang tidak terasa sakit saat terpegang oleh tangan.

Tetapi pemunculan benjolan ini selalu disertai dengan tubuh yang menggigil atau demam dan nafsu makan yang berkurang. Setelah itu, akan berlanjut dengan penurunan berat badan, batuk, dan infeksi serta keluhan kesehatan lain yang sulit disembuhkan. Pada waktu yang bersamaan benjolan akan tumbuh dan membesar dan tubuh menjadi cepat lelah.

Perlu diketahui, ciri-ciri dan gejala adanya serangan kanker getah bening ini tidak selalu sama dan tergantung dari jenis kanker yang menyerang. Ada kanker getah bening yang dinamakan limforma hodgin dan ada kanker limforma non hodgkin.

Secara sekilas, keduanya memiliki bentuk dan penampakan yang hampir sama. Namun ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut masing-masing mempunyai perbedaan dan ciri yang tidak sama.

Ciri-ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Hodgkin

Apabila sudah menderita kanker getah bening tipe Hodgkin, kandungan sel darah putih dalam tubuh menjadi tidak normal. Bahkan ada yang ukurannya lebih besar dan seringkali disebut dengan istilah sel reed stenberg. Dibanding non Hodgkin, kanker getah bening Hodgkin pada umumnya lebih mudah ditangani dan disembuhkan. Apalagi jika lebih dini dideteksi.

Ketika mengidap kanker kelenjar getah bening Hodgkin mungkin orang tersebut akan merasa tubuhnya dalam kondisi yang sehat-sehat saja. Akan tetapi, tanda-tanda atau ciri dari proses pemunculan kanker getah bening Hodgkin tetap bisa secara seksama dicermati lebih awal.

Salah satu dari tanda atau ciri tersebut yaitu terjadinya proses pembesaran pada kelenjar getah bening di bagian tubuh seperti ketiak, leher dan lipatan paha atau selangkanan. Pertumbuhan dan pembesaran ini tidak selalu disertai dengan rasa sakit dan nyeri. Jadi harus tetap waspada jika pembesaran tersebut muncul.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pembesaran akan dilanjutkan dengan ketahanan tubuh yang menurun. Penyakit demam lebih sering muncul dan tubuh akan jadi mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas dan kegiatan yang menyita tenaga.

Kemudian tanpa diketahui penyebabnya secara jelas, berat badan akan menurun dengan dratis serta nafsu makan yang berkurang. Penurunan berat badan ini bisa mencapai sekitar 10% dari berat tubuh sebelumnya. Gatal-gatal juga seringkali muncul meski tubuh selalu pada kondisi bersih dan selalu mandi setiap hari.

Selanjutnya saat dilakukan pemeriksaan, organ limpa atau hati mengalami pembesaran. Tidak jarang pembesaran terjadi pada waktu yang bersamaan di kedua organ vital tersebut. Setelah itu muncul rasa sakit serta nyeri lain yang terjadi pada bagian belakang tubuh terutama bagian belakang atau bawah punggung.

Ciri berikutnya yang dapat dijadikan pertanda munculnya kanker getah bening Hodkin adalah tingkat sensivitas yang lebih tinggi kepada alkohol. Misalnya ketika mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, tubuh menjadi terasa kesakitan. Padahal sebelumnya tidak pernah merasakan hal yang sama.

Untuk mereka yang tidak pernah mengkonsumsi alkohol, tentu saja ciri seperti ini tidak dapat dideteksi. Akan tetapi, sebagai ujicoba dan pemeriksaan awal yang dilakukan sendiri tidak ada salahnya pengetesan tersebut dilakukan.

Ciri-ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Non Hodgkin

Kanker getah bening jenis non Hodgkin memiliki ciri atau gejala dan tanda yang tidak sama dengan kanker getah bening Hodgkin. Semua tergantung pada tempat dan lokasi dimana sel kanker tersebut tumbuh dan berkembang biak.

Bahkan di beberapa kasus, ada kanker getah bening non Hodgkin yang tidak memunculkan gejala sama sekali. Barulah setelah kanker tersebut jadi besar dan berada pada stadium paling parah, keberadaan bisa dideteksi dan diketahui sehingga pengobatannya membutuhkan proses penanganan yang lebih serius.

Meski demikian tetap ada tanda dan gejala serangan kanker getah bening non Hodgkin yang dapat dikenali. Tanda atau ciri pertama adalah terjadinya pembesaran pada kelenjar bening di ketiak, leher atau lipatan paha tapi tidak menimbulkan rasa sakit saat terpegang oleh tangan.

Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan terdapat pembengkaan di perut dan selalu disertai dengan rasa sakit. Selanjutnya perut akan selalu terasa penuh dan kenyang meskipun jumlah asupan makanan yang masuk sangat sedikit karena nafsu makan yang berkurang.

Ciri berikutnya, dada akan terasa sesak dan nyeri saat ditekan. Keluhan seperti ini seringkali berlanjut pada batuk dan sesak nafas kemudian disertai dengan demam. Beberapa hari setelah itu tubuh akan kehilangan berat badan secara cepat dan sering keluar keringat di malam hari, tidak peduli apakah cuaca atau suhu udara sedang dingin.

Rasa lelah juga akan semakin menjadi-jadi dan selalu merasa malas melakukan aktivitas atau gerak tubuh. Kemudian saat dilakukan pemeriksaan, kandungan sel darah merah dalam tubuh berkurang dratis atau menderita anemia. Akibatnya tubuh semakin lemas kurang tenaga dan mudah mengantuk.

Apapun jenis gejala kanker getah bening yang muncul, harus segera dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Apalagi jka semua tanda dan ciri tersebut dirasakan pada waktu yang bersamaan. Pemeriksaan tidak boleh ditunda agar dapat segera diketahui dan dipastikan penyebabnya.

Secara medis pemeriksaan terhadap gejala-gejala kehadiran kanker getah bening dimulai dari tes insisional biopsi atau eksesional biopsi. Pemeriksaan darah juga bisa membantu sehingga akan diketahui jumlah kandungan sel darah putih dalam tubuh. Karena jumlah kandungan sel darah di tubuh dapat dijadikan indikasi adanya pertumbuhan sel kanker getah bening.

Selain itu, meski ciri dan keluhan yang muncul sudah sangat jelas, pemeriksaan secara medis tetap harus dilakukan sehingga dapat membantu dokter dalam mengecek tingkat dan stadium sel kanker yang sudah bersarang di tubuh.

Jika masih berada pada stadium awal atau baru mulai tumbuh dan berkembang, kemungkinan tidak diperlukan operasi atau pembedahan. Namun apabila sudah terlanjur tumbuh di tingkat stadium paling bahaya, maka tidak ada pilihan lain kecuali menjalani operasi pengangkatan. Jadi sangat penting bagi siapa saja untuk mengenal ciri-ciri kanker kelenjar getah bening.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Keladi Tikus