Tag Archives: Efek samping kemoterapi

Efek Kemoterapi Bagi Orang Lain

Efek Kemoterapi Bagi Orang Lain yang Perlu Diketahui, Bahaya Loh!

Jumlah penderita kanker di Indonesia dan seluruh dunia banyak sekali. Per tahunnya selalu ada peningkatan jumlah penderitanya. Kanker memang penyakit yang nakal sehingga susah untuk diobati terutama jika sudah parah. Kemoterapi adalah pengobatan paling ampuh dari semua jenis pengobatan kanker.

Kemoterapi dilakukan dengan memberikan cairan khusus yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Obat berupa cairan tersebut akan menghancurkan sel-sel kanker yang ada dalam tubuh. Dosis pemberiannya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kankernya. Jika dosisnya banyak maka bisa memberikan efek samping.

Selain bisa memberikan efek untuk pasien yang melakukan kemoterapi juga ada efek kemoterapi bagi orang lain. Banyak orang mungkin tidak tahu akan hal ini. Supaya Anda tahu apa efek kemoterapi yang bisa terjadi pada orang lain bisa membaca pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Kemoterapi dan Efek Samping Bagi Pasien

Sebelum membahas tentang efek kemoterapi bagi orang lain, akan dibahas dulu mengenai kemoterapi dan efek samping untuk pasiennya sendiri.

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker biasanya menggunakan obat berbentuk cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh penderita kanker. Obat tersebut akan mengalir ke seluruh aliran darah dan menghancurkan semua sel kanker yang ada di dalam tubuh. Semakin parah kankernya maka semakin besar pemberian dosis obatnya.

Berikut ini daftar cara pemberian obat kemoterapi kepada pasien kanker.

  • Suntik. Ini adalah kemoterapi yang paling umum dilakukan. Suntikan akan diberikan pada bagian tubuh yang memiliki lapisan lemak atau otot seperti perut, paha, dan lengan.
  • Oral. Pemberian obatnya dengan memberikan cairan, kapsul, atau pil sehingga langsung diminum.
  • Topikal. Obat kemoterapinya berbentuk krim, cara menggunakannya langsung dioleskan pada kulit.
  • Intraarteri (IA). Obat kemoterapi akan dimasukkan langsung ke dalam bagian arteri. Jika di dalam tubuh ada sel kanker, arteri juga akan menyalurkan darah menuju kanker.
  • Intraperitoneal (IP). Dilakukan lewat cara operasi tapi bisa juga menggunakan selang khusus yang akan dimasukkan ke dalam rongga perut di mana lambung, hati, dan usus berada.
  • Intravena (IV). Obat langsung diberikan ke bagian pembuluh darah vena.

Cara pemberian obat ini disesuaikan dengan jenis kanker yang diderita.

Semua pengobatan ini bisa saja memberikan efek samping bagi penderitanya, seperti:

  • Nafsu makan kehilangan.
  • Nyeri tubuh.
  • Kerontokan rambut.
  • Muntah dan mual.
  • Pendarahan seperti gusi berdarah, mudah memar atau mimisan.
  • Sesak napas.
  • Mengalami kelainan detak jantung.
  • Kulit jadi kering.
  • Sulit tidur.
  • Tubuh sering infeksi.
  • Sariawan.
  • Kesuburan wanita terganggu.
  • Gairah seksual mengalami penurunan.
  • Diare dan konstipasi.

Efek samping bisa terjadi jika kondisi tubuh pasien kurang kuat menerima efek obat kemoterapi yang diberikan.

Efek Kemoterapi untuk Orang Lain

Untuk efek kemoterapi bagi pasien sudah banyak yang tahu, tapi bagaimana dengan efek kemoterapi untuk orang lain? Mungkin banyak yang belum tahu bahwa orang lain tidak boleh dekat-dekat dengan pasien yang sudah menjalani kemoterapi dalam waktu beberapa jam. Oleh karena bisa terkena efeknya dan mungkin membahayakan orang sehat.

Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Obat kemoterapi yang sudah masuk ke dalam tubuh penderita akan membuat semua cairan mereka mengandung obat kemo. Butuh waktu 2 sampai 7 hari untuk semua obat kemonya hilang dari tubuh. Anda jangan sampai terkena berbagai cairan yang keluar dari pasien, seperti:

  • Tinja.
  • Keringat.
  • Lendir atau cairan dari vafina.
  • Cairan sperma.
  • Air ludah.
  • Muntahan.
  • Air kencing.
  • Darah.

Apabila terkena orang sehat, walaupun sedikit tapi kandungan obat kemonya akan masuk ke tubuh orang lain yang menyentuhnya.

Menurut para dokter, kemoterapi juga justru bisa memberikan efek yang dapat menimbulkan penyakit kanker kepada orang lain. Jika terkena kontak dengan bahan kemoterapi. Bahkan bisa menyebabkan kanker lainnya kepada pasien. Kejadian paling sering adalah mengalami kanker darah atau leukimia.

Penderita penyakit kanker yang melakukan kemoterapi untuk kanker payudara juga harus berhati-hati selama 48 jam. Jika tidak maka risiko terkena kanker darah jadi lebih besar, begitu juga dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Supaya aman maka Anda harus lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu, tapi bukan berarti Anda harus memisahkan diri atau menjauhi pasien. Jika akan menggunakan toilet yang sama maka semuanya harus sudah dibersihkan dan hilang seperti feses dan urinnya.

Jika pasien laki-laki akan buang air kecil juga harus berusaha menjaga urinnya supaya tidak muncrat ke bagian toilet yang bisa mengenai kulit orang lain. Lalu selalu cuci tangan dengan sabun dan air hangat ketika sudah menggunakan toilet.

Cara Menghindari Efek Kemoterapi untuk Orang Lain

Selain yang sudah disebutkan di atas, cara lain yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari efek kemoterapi bagi orang lain ada banyak. Lihat infonya di bawah ini.

Jika Ada Tumpahan Cairan Tubuh Pasien Kemoterapi

Jika ada cairan dari pasien kemoterapi keluar dan mengenai berbagai benda atau tempat maka cara untuk membersihkannya seperti di bawah ini.

  • Segera bersihkan tumpahan cairan dari pasien kemoterapi menggunakan kain pembersih yang digunakan sekali pakai lalu buang, dan sarung tangan dari karet.
  • Lap yang sudah digunakan langsung buang dan masukkan dulu ke dalam kantong kresek. Sesudah itu ikat sampai benar-benar rapat. Masukkan kembali kresek tersebut ke kresek satu lagi kemudian baru bisa dibuang.
  • Jika cairannya tercecer di lantai atau meja bersihkan saja dengan sarung tangan karet. Kemudian bersihkan sarung tersebut menggunakan air deterjen.
  • Jika ada baju, sarung bantal, sprei, handuk, dan berbagai bahan dari kain yang terkena cairan maka cuci secara terpisah. Lalu cuci dalam waktu yang sangat lama dan keringkan di luar rumah.

Jika Melakukan Hubungan Sex

Jika Anda memang ingin melakukan hubungan suami istri meski pasangan Anda baru dikemoterapi maka bisa saja dilakukan. Namun harus menggunakan kondom supaya tidak terkena cairan yang keluar dari pasangan.

Namun, jika ingin lebih aman maka jangan dulu melakukan hal ini. Tunggu setidaknya sampai ingin lebih aman maka jangan dulu melakukan hal ini. Tunggu setidaknya sampai 7 hari setelah kemoterapi.

Jika Pasien Merasa Mual dan Muntah

  • Anda harus menyiapkan mangkok atau kantong plastik yang selalu tersedia untuk menadah muntahannya. Jika menggunakan mangkok plastik maka meski sudah dicuci jangan gunakan lagi. Oleh karena biasanya kotoran akan sulit dihilangkan dari benda dari plastik.
  • Buang mangkok plastiknya jika tidak dibutuhkan lagi untuk menadah muntahan karena kemoterapinya sudah selesai dilakukan.

Jika Anda ingin membantu menangani obat kemo dari pasien kanker maka harus selalu menggunakan sarung tangan agar tidak terkena cairannya. Kemudian ketika akan melepaskannya jangan langsung menggunakan tangan tanpa pelindung. Jika sarung tangan ini akan dipakai lagi maka simpan dalam kantong plastik dan pisahkan dari benda lainnya.

Selalu cuci tangan dengan sabun jika sudah merawat pasien yang selesai melakukan kemoterapi.

Selain keluarga, orang lain yang bisa terkena efek kemoterapi adalah perawat yang membantu proses kemoterapi. Jika mereka tidak pakai sarung tangan ketika menangani pasien maka 15 sampai 20 tahun kemudian bisa mengalami kanker. Jadi semua orang harus hati-hati!

Demikianlah pembahasan mengenai efek kemoterapi bagi orang lain yang harus diketahui. Jadi tidak hanya pasien yang harus diberikan pengertian ketika akan melakukan kemoterapi, tapi juga keluarga yang akan merawat dan memberi dukungan kepada pasien setelah ada di rumah.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring

Manfaat Alkaline Water

Benarkah Manfaat Alkaline Water dapat Meminimalisir Efek Kemoterapi?

Kanker adalah penyakit yang menjadi momok bagi siapa saja. Bagaimana tidak, kanker ditengarai sebagai penyakit paling mematikan, setelah jantung.  Salah satu pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi atau pengobatan kanker melalui jalan penyinaran.

Sayangnya pengobatan tersebut menyebabkan banyak efek samping. Bahkan bisa mematikan sel-sel kanker yang masih sehat. Secara medis, ada pengobatan lain yang bisa dilakukan namun cukup menguras kantong dan dilakukan di luar negeri. Kendati mahal, kemoterapi menjadi pengobatan yang paling banyak dijalani oleh pasien kanker.

Banyaknya pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan merasakan efek sampingnya mengharuskan mereka menjaga kondisi.  Cara mereka menjaga kondisi adalah dengan mengubah pola hidup mereka menjadi lebih baik, olahraga rutin, mengonsumsi makanan sehat.

Pengobatan alternatifpun dilakukan untuk mengobati kanker atau mengatasi efek samping kemoterapi. Misal mengonsumsi herbal, minuman kesehatan tertentu, sampai suplemen tambahan. Salah satu pengobatan yang disarankan untuk mengobati kanker ataupun mengurangi dampak dari kemoterapi adalah rutin mengkonsumsi air alkali atau air dengan pH tinggi.

Ada beberapa jenis air alkali dengan pH tinggi yang dipasarkan dan mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Harganya bisa dibilang tidak murah, kendati masih terjangkau. Banyak yang sudah merasakan manfaatnya akan tetapi ada juga yang belum merasakan manfaat meski sudah mengkonsumsi.

Air Alkali Bekerja Untuk Tubuh

Air alkali dengan pH tinggi diyakini bisa menetralisir tingkat keasaman berlebih dalam tubuh. Makanan yang sering kita konsumsi lebih banyak mengandung asam yang kurang baik bagi tubuh. Air alkali diyakini mampu mentralisir keasaman berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh makanan.

Makanan seperti gorengan, bakaran, atau makanan berlemak lainnya banyak mengandung asam. Tentu saja makanan tersebut berbahaya bagi tubuh kita. Bahkan akibat fatalnya bisa menimbulkan penyakit. Itu sebabnya sebelum menjadi penyakit serius harus dicegah, salah satu caranya dengan rutin mengkonsumsi air alkali.

Air alkali juga mengandung antioksidan yang bisa melawan radikal bebas dalam tubuh.  Pada pasien kanker, sel kanker adalah radikal bebas yang menyebar luas pada tubuh penderita. Pasien kanker membutuhkan antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan bisa didapat dari makanan dan aktivitas pasien sehari-hari.

Rupanya selain dari makanan dan sayuran, antioksidan juga bisa didapat dari air alkali. Biasanya jika menderita penyakit tertentu air alkali dapat diatur tingkat pH-nya. Agar sesuai dan tidak memberikan efek samping bagi pasien. Misal baru pertama kali mengkonsumsi air alkali, akan diberikan air dengan pH yang tidak terlalu tinggi agar tidak terjadi mual atau pusing. Untuk konsumen dengan penyakit atau kondisi tertentu disarankan mengkonsumsi air alkali dengan pH tertentu.

Apa Saja Yang Diperlukan Ketika Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang lazim dijalani oleh pasien kanker. Selama kemoterapi ada efek samping yang timbul pada tubuh, seperti pusing, mual dan muntah, sembelit, bibir kering, nfasu makan menurun, dan lain-lain. Itu sebabnya pasien kanker yang akan menjalani pengobatan kemoterapi harus benar-benar dalam kondisi fit. Agar  meminimalisir rentetan efek samping akibat kemoterapi.

Makanan yang dianjurkan saat  kemoterapi antara lain sayur dan buah-buahan yang mengandung antioksidan. Cara memasaknya pun harus sesuai dan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dalam keadaan mentah. Salah satu efek samping adalah bibir kering. Itu sebabnya pasien kanker dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi air putih sebelum dan sesudah menjalani kemoterapi untuk menghindari efek bibir kering.

Efek samping dari kemoterapi itu disebabkan oleh sel-sel yang masih sehat juga ikut terbasmi oleh obat kemoterapi. Efek yang paling sering dialami oleh survivor kanker antara lain rambut rontok, diare berkepanjangan, asam lambung meningkat, gigi sakit, dan lain-lain.

Itu sebabnya banyak pasien kanker yanng memilih pengobatan alternatif untuk mengobati kanker. Salah satu pengobatan alternatif adalah dengan mengonsumsi air alkali secara rutin. Bisa juga kemoterapi tetap dilakukan sembari mengonsumsi air alkali. Tujuannya agar sel-sel yang masih sehat tidak ikut terbasmi oleh obat kemoterapi.

Jika tubuh seimbang, antara gizi, antioksidan, dan pasokan oksigen maka efek kemoterapi akan mampu diminimalisir.  Akan tetapi, perlu digarisbawahi bukan berarti air alkali dapat menjadi pengobatan kanker alternatif yang bisa digunakan.

Benarkah Air Alkali Dapat Sembuhkan Kanker Dan Meminimalisir Efek Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang sudah sangat lazim dilakukan. Alasannya karena ada di hampir semua rumah sakit di Indonesia. Bahkan beberapa klinik dokter yang juga memiliki alat untuk kemoterapi.  Ada pengobatan kanker di luar negeri seperti di Amerika Serikat, China, Jepang, atau Jerman. Namun tentu saja membutuhkan biaya yang lebih besar.

Air alkali ada banyak jenisnya ada yang mengandung pH tinggi sehingga dapat menetralisirtubuh. Sel kanker tubuh dengan cepat pada tubuh dengan kondisi asam yang tinggi. Salah satu yang mempengaruhi tingginya asam dalam tubuh adalah konsumsi makanan seperti makanan berlemak,  gula, sabtan, makanan yang digoreng, makanan yang dibakar, daging merah, dan lain-lain. Sementara air alkali diyakini mampu menetralisir kondisi asam yang menjadi tempat tumbuh sel kanker.

Tentu saja air alkali tersebut diimbangi dengan makanan dan sayuran sehat yang mengandung antioksidan dan senyawa lain yang berkhasiat menghentikan laju pertumbuhan sel kanker.

Secara medis memang belum ada penelitian terkait air alkali dapat menyembuhkan penyakit kanker. Akan tetapi paling tidak kandungan yang terdapat dalam air alkali mampu menetralisir sel kanker yang tumbuh dalam kondisi tubuh.

Kandungan air alkali juga dipercaya mampu mengurangi efek dari kemoterapi. Salah satu efek yang ditimbulkan adalah asam lambung tinggi yang dapat menyebabkan mual dan muntah. Kandungan air alkali yang dapat menetralisir asam dapat meredakan asam lambung yang diderita pasien kanker pasca kemoterapi.

Air alkali mengandung antioksidan tinggi dapat menambah jumlah asupan atau pasokan oksigen dalam tubuh. Sel kanker tidak akan tumbuh dan dapat mati dalam keadaaan tubuh yang basa. Itu sebabnya selain dari makanan, pasokan oksigen juga bisa didapat dari air alkali.  Selain itu air alkali juga dapat meredakan sakit yang diakibatkan oleh penyakit kanker atau efek dari kemoterapi.

Memang belum ada penelitian secara medis. Akan tetapi melihat dari kandungannya dapat meredakan dan meminimalisir efek kemoterapi, konsumsi air alkali sepertinya bisa menjadi alternatif bagi survivor kanker yang menjalani kemoterapi. Akan tetapi perlu diketahui air alkali bukanlah obat. Akan tetapi membantu meredakan rasa sakit yang diakibatkan dari kemoterapi.

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa air alkali dapat menjadi obat pengganti penyakit kanker. Rutin mengonsumsi air alkali bisa jadi meminimalisir efek kemoterapi dan mengurangi rasa sakit. Akan tetapi bukan berarti serta merta mengobati kanker atau menggantikan kemoterapi sebagai pengobatan kanker.  Pasien kanker harus tetap menjaga makan dan menerapkan pola hidup sehat.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Tips Menjalani Kemoterapi

Tips Menjalani Kemoterapi Yang Wajid Diketahui oleh Pasien Kanker dan Keluarga

Berjuang melawan kanker tentunya bukan merupakan hal yang mudah. Baik bagi pesien kanker maupun orang – orang terdekatnya. Kemoterapi adalah upaya perawatan bagi pasien kemoterapi untuk terus memperjuangkan kehidupannya. Dalam proses kemoterapi tersebut, pasien tidak mungkin bisa bertahan hanya dengan dirinya sendiri. Artinya, kehadiran orang – orang terdekat juga dibutuhkan bahkan untuk sekedar memberikan dukungan.

Nurse Stephen Laughlin, RN, BS with patient JE (Joseph) Newhall (consent # 9502) on Yawkey 9 infusion. Photo by Sam Ogden.

Tahapan awal mulai dari diagnosis, analisa jenis perawatan yang sesuai, hingga merasakan efek samping dari menjalani kemoterapi tentu tidaklah mudah. Kehadiran keluarga bisa menguatkan pasien untuk memperjuangkan hidupnya lebih lama hingga benar – benar bersih dari kanker.

Fakta yang harus Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

Apabila salah satu keluarga anda di diagnosis mengidap penyakit kanker, apa yang pertama kali anda lakukan terhadapnya? Langkah pertama yang harus anda lakukan yakni memberinya perhatian lebih banyak dari biasanya. Buatlah keluarga anda merasa bahwa ada begitu banyak orang yang mengharapkan keberadaannya. Dengan begitu, pasien kanker dapat menemukan motivasi mengapa ia harus kembali pulih.

Meskipun tidak bisa dipungkiri, anda pun pasti akan merasa sangat terpukul ketika salah satu anggota keluarga terserang kanker. Hal pertama yang muncul didalam benak yakni ketakutan akan kehilangan anggota keluarga dalam waktu terdekat. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Semakin cepat sebuah kanker terdeteksi maka kemungkinan kesembuhannya juga semakin tinggi. Namun jika keluarga anda terdiagnosis mengidap kanker dalam stadium akhir, setidaknya bantu ia untuk dapat bertahan hidup lebih lama. Berikut ini fakta – fakta mengenai kanker yang mungkin bisa menguatkan mental anda ketika keluarga terserang kanker.

1. Mengidap Kanker Bukanlah Akhir Segalanya

Didiagnosis menginap kanker tentu bagaikan mimpi buruk yang membuat pasien dan keluarga merasa putus asa. Menerima kenyataan dengan lapang dada merupakan langkah penting untuk segera sembuh dari kanker. Tidak hanya bagus dari kondisi fisik, pasien juga harus tetap berada dalam psikis yang baik. Keluarga terus memberikan dukungan bagi pasien supaya semangat hidupnya tetap terjaga. Mengidap kanker bukanlah akhir dari segalanya, masih ada begitu banyak cara untuk bertahan lalu sembuh.

2. Mengidap Kanker Bukan Berarti Menjadi Penghuni Rumah Sakit Selamanya

Jika salah satu anggota keluarga anda mengidap kanker, bukan berarti kehidupannya akan berakhir di bilik rumah sakit. Selama masa perawatan kemoterapi, pasien mungkin harus datang ke rumah sakit dalam waktu – waktu tertentu. Selepas itu, pasien tetaplah bagian dari keluarga anda yang beraktivitas seperti sedia kala. Hanya saja, anda perlu memperhatikan segala rutinitasnya nanti tetap terbilang ringan.

3. Efek Samping Kemoterapi Yang Akan Dirasakan Pasien

Anda pasti memahami bagaimana kemoterapi meninggalkan efek samping bagi kondisi tubuh keluarga anda yang mengidap kanker. Meski tujuan kemoterapi tersebut untuk membunuh sel – sel kanker, namun tidak jarang jaringan disekitarnya juga ikut terganggu. Selain itu, efek samping berupa kerontokan rambut, mual, anemia, konstipasi hingga gangguan pada otot jantung dan ginjal tentu menjadi resiko tersendiri. Siapkan mental anda untuk menemani keluarga anda dalam titik ini. Jika anda kuat maka keluarga anda pun akan merasa dikuatkan.

4. Efek Kemoterapi Sangat Bervariatif

Efek kemoterapi mempunyai tingkatan yang sangat bervariatif. Hal ini ditentukan oleh banyak faktor. Mulai dari stadium kanker, jenis obat yang digunakan hingga kondisi fisik pasien itu sendiri. Sebagai keluarga, anda juga perlu mengetahui tahapan perawatan serta kemungkinan apa saja yang dapat terjadi nantinya. Dengan memahaminya, anda akan lebih mudah melakukan penanganan apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

5. Efek Kemoterapi Terbilang Lama, Teruslah Memupuk Semangat Pasien

Meskipun efek samping menjalani kemoterapi terbilang bersifat sementara, namun pada beberapa kasus, efek ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Efek samping kemoterapi bahkan bisa tetap dirasakan oleh pasien dalam hitungan bulan hingga tahunan setelah perawatan. Dalam waktu yang lama tersebut, organ tubuh yang ikut terganggu meliputi jantung, ginjal hingga paru – paru. Apabila keluarga anda juga mengalami kondisi ini, teruslah memupuk semangatnya untuk tetap berjuang melawan kanker.

6. Hal Terpahit Ialah Terkena Kanker Untuk Kedua Kalinya

Kanker bukanlah penyakit yang mudah disembuhkan. Tentunya membutuhkan usaha yang lebih untuk benar – benar sembuh dari kanker. Sel – sel kanker yang menyerang jaringan tertentu akan terus mengembangkan diri hingga menyebar pada jaringan lainnya. Kemoterapi inilah yang bisa menahan laju penyebaran sel – sel kanker bahkan membunuhnya.

Anda yang mempunyai keluarga pengidap kanker, meskipun ia telah dinyatakan bersih namun perhatikan selalu kesehatannya. Setiap pasien kanker yang dinyatakan sembuh, nyatanya masih mempunyai peluang mengidap kanker untuk kedua kalinya. Baik pasien maupun keluarga tetap harus memperjuangkan kehidupan pasien semampu mungkin. Setidaknya dengan mengetahui fakta ini, keluarga bisa menyiapkan mental apabila orang terdekat mengidap kanker untuk kedua kalinya.

Tips Memberi Support pada Keluarga Sebelum Menjalani Kemoterapi

Sebelum keluarga anda menjalani kemoterapi, tentunya ada beberapa persiapan yang bisa anda bantu. Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa jenis obat kemoterapi tidak hanya membubuh sel kanker, namun membunuh jaringan sehat di sekitarnya juga. Selain dukungan moril, anda juga perlu membantu melakukan hal berikut ini untuk mendukungnya lebih total.

1. Temani Keluarga Anda Konsultasi Ke Dokter

Kemoterapi mempunyai teknis dan jenis obat yang sangat bervariatif. Penderita kanker harus melewati beberapa tindakan medis dalam rangka menetapkan jenis terawatan yang paling tepat untuknya. Anda bisa menemaninya menemui dokter, selain untuk menguatkan, anda juga akan lebih faham seberapa baik kondisi kesehatan keluarga anda.

Beberapa jenis tindakan medis juga hanya akan dilakukan setelah keluarga menyetujuinya. Jadi tidak ada yang salah jika anda menemani keluarga anda sebelum melakukan tahap awal penyembuhan kanker.

2. Pastikan Keluarga Anda Memperoleh Vaksin Sebelum Kemoterapi

Vaksin membantu menjada kondisi tubuh tetap stabil dan tidak rentan terserang virus. Hal yang terlihat sederhana seperti suntikan flu sebelum kemoterapi juga tidak boleh terlewatkan. Hal ini karena dampak flu ringan saja bisa menjadi parah dalam fase kemoterapi. Jenis vaksin bisa anda konsultasikan terlebih dahulu kepada pihak medis. Nantinya akan direkomendasikan jenis vaksin yang tepat bagi pasien sesuai dengan riwayat kesehatannya. Hal ini untuk mengantisipasi efek negatif jika terjadi alergi terhadap zat – zat tertentu.

3. Kebersihan Harus Tetap Terjaga

Baik kebersihan pasien maupun orang – orang terdekatnya tetap harus terjaga supaya tidak ada bakteri yang menyerang. Contoh paling sederhana yakni dengan mencuci tangan secara berkala ketika menemani keluarga anda kemoterapi. Hal ini untuk meminimalisir perpindahan bakteri kepada pasien. Kebersihan mulut pasien juga harus terjaga, artinya tidak ada lagi bakteri yang menempel pada gigi maupun rongga mulut. Supaya nantinya tidak menyebabkan infeksi selama kemoterapi.

4. Pastikan Pasien Tidak Mengkonsumsi Obat Maupun Vitamin Selain Resep Dokter

Jika anda masih beranggapan bahwa obat – obatan maupun vitamin akan menambah kesehatan keluarga anda selama masa perawatan, ini merupakan hal yang salah. Justru obat – obatan maupun vitamin diluar resep dokter akan mengganggu kinerja obat kemoterapi. Konsultasikan terlebih dahulu apapun yang menyangkut kesehatan penderita kanker kepada dokter yang menangani. Sehingga nantinya proses kemoterapi dapat menghasilkan dampak yang kian baik.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Bawang Putih untuk Kanker