Tag Archives: Efek samping kemoterapi

Berapa Lama Proses Kemoterapi

Mengetahui Lebih Dalam Berapa Lama Proses Kemoterapi

Mengenal Prosedur Kemoterapi dan Jenis Pemberian Obat

Pada saat melakukan kemoterapi tertentu ada prosedur yang harus di patuhi agar kemoterapi dapat berjalan dengan lancar. Prosedur pemberian obat tidak kalah penting dalam prosedur kemoterapi. Obat kemo inilah yang akan bekerja menghancurkan sel – sel kanker dalam tubuh. Tentunya jenis obat dan jenis pemberiannya sangat beragam, menyesuaikan kondisi pasien dan jenis kanker yang diderita. Berikut ini beberapa cara pemberian obat kemoterapi pada pasien.

  1. Secara oral (dari mulut).
  2. Dengan injeksi (suntikan) ke dalam otot (intramuskular) atau vena (intravena).
  3. Dengan tabung kateter yang menuju ke kandung kemih, perut, rongga dada, otak, sumsum tulang belakang atau hati.
  4. Penerapan/aplikasi langsung di kulit .

Pada saat pasien akan melakukan kemoterapi, biasanya dokter akan menganjurkan pasien untuk minum obat – obatan seperti Steroid, obat alergi, obat anti mual, obat penenang, dan Antibiotik. Tujuanya adalah agar pada saat pasien melakukan kemoterapi kondisi tubuh pasien dalam keadaan stabil, sehingga dapat menerima obat-obatan yang dimasukan kedalam tubuhnya secara baik.

Tahukan Anda Berapa Lama Proses Kemoterapi Berlangsung?

Untuk mecapai hasil yang baik, maka kemoterapi dilakukan sesuai dengan penyakit kanker yang diderita. Berapa lama proses kemoterapi dilakukan biasanya sesuai dengan tingkat keparahan kanker yang diderita pasien, biasanya sebelum kemoterapi dilakukan dokter akan membuat jadwal kemoterapi untuk pasienya.

Kemoterapi bisa saja dilakukan hanya dalam waktu satu hari atau bahkan lebih sesuai stadium kanker yang dialami penderita. Bahkan ada juga yang melakukan kemoterapi disertai obat jalan. Bagi penderita kanker yang sudah stadium lanjut, biasanya melakukan kemoterapi lanjutan atau diberi jeda istirahat untuk memeulihkan kondisi tubuhnya sebelum dia akan melakukan kemoterapi kembali. Pasien kanker lanjut biasanya akan diberikan obat ekstra, karena untuk menjaga kondisi daya tahan tubuhnya agar tetap stabil.

Apa Saja Efek Samping Kemoterapi Berlangsung?

Meskipun kemoterapi dianggap sebagai pengobatan kanker yang dianggap manjur, tapi tetap saja kemoterapi memiliki efek samping. Obat-obatan yang digunakan pada kemoterapi tidak hanya membunuh sel – sel kanker yang sedang berkembang namun juga membunuh sel sel sehat yang sedang berkembang. Selain kita harus tahu berapa lama proses kemoterapi dilakukan, kita juga harus tahu efek samping yang ditimbulkan apabila kita melakukan kemoterapi.

Beberapa sel  yang pertumbuhanya cepat dan diserang oleh obat – obatan kemoterapi seperti sel-sel dari sum – sum tulang belakang yang memproduksi sel – sel darah, dan sel-sel folikel pada  rambut sehingga mengakibatkan pasien kemoterapi biasnaya mengalami kerontokan rambut. Selain itu, biasanya pasien yang melakukan kemoterapi akan mengalami gangguan pada penglihatan dan pendengaranya, bagi pasien yang kekebalan tubuhnya rendah kemungkinan besar tidak dapat melanjutkan kemoterapi.

Berapa Lama Efek Samping Kemoterapi Berlangsung?

Efek samping dari kemoterapi biasanya akan berlangsung selama 2-4 bulan pada masa kemoterapi. Apabila setelah itu pasien sudah mencapai kondisi normal, maka efek samping dari kemoterapi perlahan lahan akan berkurang. Beda halnya dengan pasien kemoterapi yang sudah pada stadium akhir, efek samping yang dialami akan berlangsung lebih lama dan kemungkinan kecil akan mengalami penurunan.

Bagaimana Cara Memperpendek Efek Samping Kemoterapi?

Seorang penderita kanker yang melakukan pengobatan dengan cara kemoterapi biasanya akan mengalami efek samping. Dibawah ini kita kan pelajari beberapa efek samping dari kemoterapi dan cara memperpendek efek samping kemoterapi yang umum dialami pasien kanker yang melakukan kemoterapi, antara lain:

1. Atasi Rambut Rontok Pasca Kemo

Hampir semua penderita kanker yang melakukan pengobatan dengan cara kemoterapi akan mengalami rambut rontok. Penyebab utama rambut rotok karena folikel rambut sangat mudah rusak sehingga membuat pasien kemoterapi akan mudah mengalami kerontokan pada rambutnya.

Untuk mengatasi rambut rontok bisa dengan menggunakan air hangat saat mandi dan menggunakan sampo bayi yang ringan di kulit. Selain itu hindari pula pemakaian minyak  rambut atau krim rambut karena itu akan mempercepat perontokan rambut.

2. Atasi Rasa Mual dan Muntah Pasca Kemo

Efek samping yang kedua dari pengobatan kemoterapi adalah mual dan muntah pada pasien saat melakukan kemoterapi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mual dan muntah, antara lain:

  • Rasa mual biasanya muncul saat perut anda kosong. Jadi makan dengan porsi sedikit, tapi sering bisa jadi salah satu solusinya.
  • Kunyah makanan dengan perlahan saat makan agar dapat diproses dengan merata.
  • Saat anda merasa mual maka makan makanan yang memiliki suhu dingin jangan hangat karena makanan hangat akan lebih cepat membuat anda meras mual dan muntah.
  • Minum 6 – 8 gelas air putih dalam sehari.

3. Tips Ringankan Gejala Anemia dan Kelelahan Pasca Kemo

Efek samping dari kemoterapi juga dapat menyebabkan jumah sel darah merah turun. Sehingga pasien akan mengalami anemia hal ini disebabkan pada saat pasien melakukan kemoterapi, obat obatan yang masuk ke dalam tubuh juga akan menyerang sel darah merah pasien. Apabila kemoterapi dilakukan secara berkelanjutan maka pasien akan mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala anemia adalah:

  • Istirahat yang cukup, rutin tidur siang meski hanya 15 menit saja.
  • Olahraga ringan, olahraga ini bisa dikonsultasikan dengan dokter apakah kondisi badn pasien mampu untuk melakukan olahraga/tidak.
  • Hindari stres berlebih, biasanya dengan melakukan hobbi dan meluangkan waktu untuk hal – hal yang menyenangkan bisa menghilangkan stres.
  • Konsumsi sayuran hijau, seperti bayam yang dapat meningkatkan sel darah merah pada pasien.

4. Atasi Sariawan pada Mulut

Pada saat anda melakukan kemoterapi maka sistem kekebalan tubuh anda akan menurun. Sehingga akan sangat muah terkena virus dan inveksi. Bagi pasien kanker, infeksi yang sering terjadi adalah infeksi mulut dengan ciri – ciri adanya sariawan pada mulut. Luka sariawan biasanya tidak hanya satu, namun ada beberapa luka ini dikarenakan virus pada luka sariawan penderita kanker akan lebih mudah menyebar, ditambah lagi denga kondisi tubuh pasien yang lemah. Itu dapat memicu pertumbuhan virus pada luka pasien.

Untuk itu, perlu kita ketahui beberapa langkah untuk mengurangsi efek samping dari kemoterapi, Di bawah ini kita akan pelajari beberapa langkah untuk mengurangi efek smping sariawan pada pasien kemoterapi, antara lain:

  • Rutin sikat gigi , paling tidak 2 kali dalam sehari.
  • Hindari mengonsumsi alkohol, makanan pedas, serta makanan asam. Oleh karena itu, akan memicu infeksi pada luka.
  • Rutin menggunakan obat kumur untuk menghilangkan bakteri yang masih tertinggal di dalam mulut.

Di atas telah kita bahas mulai dari prosedur kemoterpi, berapa lama proses kemoterapi, bahkan sampai dengan efek samping yang ditimbulkan oleh kemoterapi. Tentunya bagi para penderita kanker lebih baik menggunakan pengobatan yang dirasa lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Salah satu cara agar kita tidak terkena penyakit kanker adalah dengan cara menjaga pola hidup kita, dari menjaga pola makan sampai dengan membiasakan diri olahraga.

Baca artikel lain mengenai Jus Wortel untuk Kanker

Efek Kemoterapi Pertama

Efek Kemoterapi Pertama yang Pasti Dirasakan Pasien

Anda tentu sudah sering mengetahui tentang istilah kemoterapi. Salah satu jenis metode pengobatan kanker yang berfungsi untuk membunuh sel kanker pada tubuh penderita. Namun apakah informasi mengenai kemoterapi hanya sebatas itu? Jawabannya tentu tidak. Sebab kemoterapi memiliki cakupan yang luas, seperti pengertian kemoterapi, efek kemoterapi, dan pembahasan-pembahasan lainnya. Lebih jelasnya, di bawah ini penjelasan mengenai kemoterapi lebih lanjut.

Apa Itu Kemoterapi?

Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan penyakit kanker dengan menggunakan obat-obatan khusus yang bertujuan untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh penderita. Umumnya kemoterapi atau yang bisa juga disebut sebagai kemo ini bisa dilakukan di rumah sakit atau pusat perawatan paliatif. Biasanya kemoterapi akan diberikan kepada pasien dengan cara menyuntikkan obat kemoterapi pada infus pasien.

Teknis Pemberian Obat Kemo

Para ahli sendiri terus berusaha mengembangkan obat-obatan kemoterapi. Sehingga kini obat kemoterapi tersebut telah tersedia dalam bentuk minum, dan tidak perlu dimasukkan dengan cara suntikan. Umumnya, pengobatan kemoterapi akan disesuaikan dengan jenis, lokasi, serta penyebaran kanker itu sendiri. Tidak hanya itu, pengobatan kanker biasanya juga tergantung pada faktor kesehatan pasien. Meskipun memiliki efek samping yang cukup banyak. Namun sampai saat ini metode pengobatan dengan cara kemoterapi ini masih memiliki peran penting dalam melawan sel kanker dalam tubuh pasien.

Efek Kemoterapi Pertama yang Dirasakan Pasien

Biasanya kemoterapi akan memunculkan efek yang berbeda-beda disetiap penderita. Secara umum, berat ringannya  efek kemoterapi akan dipengaruhi dari jenis, faktor individual pasien dan juga tingkat perawatan itu sendiri. Adapun efek kemoterapi tersebut, yaitu:

  1. Mual dan muntah
  2. Rontoknya rambut pasien atau alopecia
  3. Mengalami masalah pendengaran
  4. Badan terasa lelah dan lemas parah
  5. Risiko terkena infeksi semakin tinggi karena jumlah sel darah putih yang rendah
  6. Terjadi pendarahan karena jumlah trombosit rendah
  7. Anemia
  8. Mucositis
  9. Pasien akan kehilangan nafsu makan
  10. Mengalami masalah kehamilan dan kesuburan
  11. Mengalami masalah usus
  12. Mengalami masalah kognitif dan kesehatan mental

Efek Positif Kemoterapi Untuk Pasien

Meskipun kemoterapi memiliki efek yang sangat banyak. Namun efek tersebut cenderung seimbang dengan hasil yang akan didapatkan pasien. Adapun beberapa efek positif kemoterapi adalah sebagai berikut.

1. Akan Meringankan Gejala

Umunya, kemoterapi akan membuat tumor yang biasanya menimbulkan rasa sakit di dalam tubuh pasien mengecil.

2. Kemoterapi akan Mengendalikan

Selain akan membuat tumor mengecil. Salah satu efek positif kemoterapi yaitu kemo dapat mencegah penyebaran sel kanker, memperlambat perkembangannya, sekaligus membunuh dan menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh penderita.

3. Kemoterapi akan Menyembuhkan

Efek positif utama yang membuat metode kemo sampai saat ini masih unggul ialah efeknya yang bisa menghancurkan sel kanker secara keseluruhan. Kemoterapi cenderung bisa lebih mencegah sel kanker kambuh dan berkembang kembali di dalam tubuh penderita.

Efek Negatif Kemoterapi Dan Cara Mengatasinya

Meskipun memiliki efek positif namun kemoterapi juga memiliki efek negatif yang sangat banyak bagi tubuh pasien. Hal itulah yang terkadang menjadi pertimbangan pengidam kanker ketika akan melakukan kemo. Untuk mempersiapkan diri, anda tentu harus mengetahi cara menghadapi efek dan cara menangani efek negatif kemoterapi itu sendiri. Dan berikut efek negatif kemoterapi dan cara mengatasinya.

Hilangnya Nafsu Makan atau Anoreksia

  • Makan 6 makanan kecil dan reguler sepanjang hari.
  • Usahakan untuk membuat rencana menu sehari-hari.
  • Dapatkan bantuan dalam hal penyiapan makanan.
  • Pilihlah makanan yang memiliki kandungan protein dan energi tinggi.
  • Usahakan untuk melakukan sarapan yang setidaknya memiliki kandungan 1/3 dari kebutuhan kalori tubuh.
  • Makanlah makanan dengan rasa dan aroma yang bisa menarik nafsu makan anda.

Mual dan Muntah

  • Cobalah untuk makan sebelum melakukan kemoterapi dilakukan.
  • Makanlah makanan yang mudah dicerna.
  • Sesaplah minuman dengan cara perlahan.
  • Setelah makan duduk dengan tegak atau berbaring dengan tubuh bagian atas dinaikkan selama satu jam.
  • Untuk menjaga kesegaran mulut, anda bisa mengisap es batu, atau permen.

Diare

  • Usahakan untuk menghindari sayuran krusifera seperti kubis, kembang kol, dan brokoli.
  • Perbanyaklah minum sepanjang hari.
  • Batasi mengkonsumsi produk susu.
  • Makanlah makanan seperti sup, pisang, atau minuman elektrolit untuk membantu menggantikan garam dan kalium yang hilang.
  • Minumlah 1 cangkir minuman setelah selesai buang air besar.

Mulut Kering (Xerostomia)

  • Usahakan selalu sediakan air untuk melembabkan mulut.
  • Sebagai perawatan, cobalah larutan pencuci mulut dari campuran ½-1 sendok teh garam dengan segelas air putih.
  • Hindari pencuci mulut yang mengandung alkohol.

Sariawan

  • Hindari makanan pedas, asam, atau asin untuk dikonsumsi
  • Usahakan untuk memaksimalkan makanan dengan kandungan kalori dan protein dengan memperbanyak suplemen nutrisi
  • Usahakan untuk mengkonsumsi makanan lunak seperti bubuk atau makanan cair yang bisa mengurangi proses terlalu mengunyah

Perubahan Rasa

  • Sebelum makan usahakan untuk berkumur dengan air.
  • Konsumsi buah-buahan sitrus seperti jeruk.
  • Anda bisa mengganti alat makan menjadi berbahan plastik saat merasakan makanan anda seperti logam.
  • Anda bisa segera makan saat merasa lapar dan tak perlu menunggu jam makan.

Makanan Pembantu Untuk Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Bisa dibilang, kemoterapi merupakan sesi melelahkan bagi pasien kanker. Betapa tidak, difase inilah tubuh akan mengalami efekseperti mual dan mudah lelah. Oleh karena itulah, anda bisa menyediakan makanan pembantu untuk membuat pasien tetap kuat dan sehat. Makanan pembantu untuk mengatasi efek samping kemoterapi untuk penderita kanker antara lain sebagai berikut.

1. Telur

Telur merupakan salah satu makanan pembantu yang wajib ada pada masa kemo. Kandungan telur yang kaya dengan vitamin B, protein, dan selenium dapat membantu pasien mengurangi efek samping setelah menjalani kemoterapi. Tidak hanya itu, kandungan vitamin D dan E yang terdapat di dalam telur juga dapat membantu melindungi tubuh dari efek obat keras kanker.

2. Sayuran

Sayuran memang merupakan sesuatu yang sangat penting bagi tubuh. Tidak hanya bisa membuat tubuh menjadi sehat, ternyata sayuran juga sangat cocok menjadi makanan pembantu yang harus tersedia setelah proses kemoterapi. Hal tersebut disebabkan sayuran hijau seperti bayam, selada, dan sayuran hijau lainnya merupakan sumber zat besi dan sumber vitamin A, E, serta vitamin K yang bisa membantu melancarkan peredaran sel darah merad dan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini akan membuat kesehatan pasien kanker meningkat karena sirkulasi darah dan oksigen berjalan lancar.

3. Jahe

Kandungan jahe yang memiliki sifat anti-inflamasi dapat membantu mengatasi rasa mual dan muntah karena efek kemoterapi yang pasien jalani. Oleh karenanya, pada masa kemoterapi tidak ada salahnya untuk menyediakan minuman jahe sebagai minuman sehat.

4. Yogurt

Yogurt merupakan salah satu makanan pembantu tepat untuk mengatasi dan mencegah efek kemoterapi seperti diare dan efek penurunan berat badan. Hal tersebut disebabkan karena yogurt mengandung bakteri baik yang sangat bermanfaat sebagai kesehatan usus.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Jahe untuk Kanker

Berapa Lama Efek Kemoterapi

Berapa Lama Efek Kemoterapi Terjadi? Bagaimana Cara Menghilangkannya dengan Cepat?

Pengobatan kanker yang paling ampuh dan sering dilakukan adalah kemoterapi. Oleh karena bisa menyembuhkan kanker sampai ke akar-akarnya. Hal ini terjadi karena obat yang digunakan untuk kemoterapi akan masuk ke dalam tubuh penderita kanker lewat pembuluh darah.

Meski banyak pasien kanker yang menjalani kemoterapi sembuh, tapi jika sudah terlalu parah maka tetap tidak bisa tertolong meski dengan menggunakan dosis obat kemoterapi yang tinggi.

Obat yang digunakan untuk kemoterapi terbuat dari bahan kimia sehingga bisa memberikan efek samping kepada pasien. Efek ini akan berlangsung sebentar jika hanya efek samping ringan sementara jika efek sampingnya tinggi bisa lebih lama untuk hilang.

Ketahui informasi mengenai berapa lama efek kemoterapi dengan pembahasan di bawah ini.

Efek Kemoterapi yang Mungkin Terjadi

Efek paling umum yang terjadi adalah kerontokan rambut, kelelahan, dan mual muntah. Buruknya efek ini tergantung dengan kondisi tubuh pasiennya. Jika dia memiliki ketahanan tubuh yang baik maka dapat menghalau kuatnya efek obat kemoterapi dan hanya mengalami efek samping jangka pendek.

Berbagai efek dari kemoterapi antara lain sebagai berikut.

Efek Bagi Orang Lain

Efek kemoterapi bukan hanya bisa terjadi pada pasien tapi juga orang lain seperti perawatnya atau keluarganya. Oleh karena obat kemoterapi akan berada di tubuh pasiennya dalam waktu 2 hari atau 48 jam.

Jadi berbagai cairan yang keluar dari tubuhnya seperti urine, feses, muntahan, keringat, ludah, sperma, dan lain sebagainya mengandung obat kemoterapi. Orang lain jangan sampai terkena cairan cairan tubuh tersebut walaupun sedikit.

Oleh karena mereka juga bisa ikut-ikutan terkena kanker. Jika akan merawat dan menemani pasien maka harus menggunakan benda-benda yang membuat steril seperti sarung tangan karet. Kemudian menyiapkan lap yang sekali pakai dan langsung dibuang supaya risiko terkena cairan yang masih mengandung obat kemoterapi itu tidak ada.

Anemia

Anemia bisa terjadi akibat jumlah sel darah merah berkurang, begitu juga dengan sel darah putihnya. Padahal sel darah merah tersebut memiliki tugas untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Dengan kehilangan sel darah merah maka jumlah oksigen yang didapatkan berkurang. Gejala-gejala yang menunjukkan seseorang mengalami anemia setelah kemoterapi antara lain:

  • Napas pendek.
  • Kehilangan energi.
  • Kelelahan.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan.

Jika sudah seperti ini maka Anda butuh mendapatkan transfusi darah supaya jumlahnya menjadi normal.

Rambut Rontok

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, rambut rontok termasuk efek yang paling sering terjadi setelah kemoterapi. Jika bertanya mengenai berapa lama efek kemoterapi ini maka jawabannya adalah selama pasien kanker masih melakukan kemoterapi maka rambut rontok akan selalu terjadi.

Kerontokan rambut ini bukan hanya terjadi pada bagian kepala tapi rambut yang lain juga seperti pada kaki dan tangan.

Biasanya kerontokan rambut akan terjadi pada minggu pertama sampai ketiga sesudah melakukan kemoterapi yang pertama. Pada awalnya kerontokan mungkin akan sedikit dan tidak begitu terlihat tapi setelah minimal 1 bulan, kerontokan tersebut semakin jelas terlihat.

Tidak perlu khawatir jika mengalami hal ini karena apabila kemoterapi telah selesai rambut Anda akan tumbuh kembali. Namun untuk menunggu sampai hal itu tiba lumayan lama juga karena setiap pasien yang melakukan kemoterapi setidaknya akan melakukannya sampai 6 kali. Dari kemoterapi pertama sampai selanjutnya memiliki jangka waktu tertentu, yaitu sekitar beberapa minggu. Begitu juga dari kemoterapi kedua ke kemoterapi ketiga, begitu seterusnya.

Mual dan Muntah

Hal ini wajar terjadi karena obat kemoterapi yang sifatnya terlalu kuat sehingga mendorong keadaan di dalam tubuh menjadi kurang baik. Salah satu cara untuk mengurangi perasaan ini adalah dengan menggunakan pengobatan antiemetik yang dapat berupa.

  • Kapsul yang harus dimasukkan lewat bokong supaya bisa larut. Obat ini disebut dengan supositoria.
  • Obat injeksi.
  • Obat dalam bentuk kapsul dan tablet.

Jika sudah menggunakan obat ini biasanya efek ingin muntah dan mual bisa hilang.

Kelelahan

Hampir semua pasien akan mengalami kelelahan setelah melakukan kemoterapi. Oleh karena tubuh akan berupaya untuk menghalau kuatnya obat kemoterapi. Sel-sel di dalam tubuh dan beberapa organ akan bekerja dengan lebih keras sehingga menimbulkan kelelahan.

Namun efek samping ini bisa dihindari dengan melakukan kegiatan sehari-hari yang normal atau tetap olahraga.  Efek kelelahan ini mungkin juga hanya akan muncul sampai beberapa jam setelah kemoterapi.

Risiko Infeksi Meningkat

Imunitas tubuh dapat berkurang akibat kemoterapi. Hal ini masih berhubungan dengan turunnya jumlah sel darah merah dan sel darah putih. Dengan demikian Anda akan merasa sulit berpikir, kulit menjadi pucat, cepat lelah, merasa melayang, dan merasa kedinginan.

Kesuburan

Kesuburan termasuk efek samping jangka panjang jadi bisa berlangsung dalam waktu yang lama. Akibat kemoterapi, gairah seksual seseorang bisa menurun bahkan hilang.

Jika ditanya mengenai berapa lama efek kemoterapi ini maka jawabannya adalah hanya sampai pengobatan selesai juga.

Itulah dia beberapa efek samping kemoterapi yang mungkin bisa terjadi pada pasien. Berapa lama efek kemoterapi tersebut kebanyakan tergantung dengan berapa lamanya kemoterapi dilakukan.

Meskipun ada yang membutuhkan waktu lumayan lama juga, contohnya sampai bertahun-tahun. Contoh efek yang bisa berlangsung sangat lama, minimal berbulan-bulan adalah apabila obat kemoterapi membuat kesehatan organ reproduksi menurun seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

Efek samping juga bisa tertunda, tidak semuanya langsung terjadi. Contoh efek seperti ini adalah adanya kanker lanjutan. Oleh karena ada kemungkinan sel-sel kanker yang didiagnosa sudah hilang bisa muncul kembali. Contoh alasannya karena gaya hidup mantan penderita kanker kurang baik dan kurang bisa menjaga diri.

Mencegah Efek Samping Kemoterapi

Tentunya efek samping dari kemoterapi bisa dicegah dengan beberapa cara. Seperti pemberian perawatan atau pengobatan pendamping agar rasa sakit karena efek kemoterapi bisa berkurang.

Obat-obatan yang digunakan ini efeknya pada setiap orang bisa saja berbeda. Ada pasien yang meskipun sedang menjalani kemoterapi tetapi tetap bisa melakukan kegiatan normal, ada juga yang justru jadi mengalami keterbatasan aktivitas.

Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan maka Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter Anda.

Sementara itu, untuk cara lainnya adalah sebagai berikut.

Mencegah Anemia

Apabila efek yang dirasakan adalah anemia maka cara untuk mencegahnya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi. Contoh makanan tersebut antara lain:

  • Kismis.
  • Aprikot.
  • Daging.
  • Kacang polong.
  • Roti yang kandungan buat besinya banyak.
  • Sayuran yang berwarna hijau gelap.

Mencegah Risiko Infeksi

Cara untuk mencegah terjadinya efek ini antara lain:

  • Kebersihan tubuh harus terjaga dengan baik, seperti mandi setiap hari. Kemudian, benda berupa kain yang sering dipakai seperti sprei, handuk, dan baju harus dicuci bersih dan rutin.
  • Sering membersihkan tangan menggunakan air panas dan sabun. Apalagi sebelum makan dan menyiapkan makanan, dan setelah dari toilet.

Mencegah Mual dan Muntah

Supaya Anda tidak merasa mual dan ingin muntah maka bisa mengonsumsi jahe. Cara untuk mengonsumsinya adalah sebagai berikut.

  • Siapkan 1 sdm jahe yang sudah dipotong lalu masukkan ke dalam air panas. Biarkan dulu 5 sampai 10 menit. Lalu tambahkan dengan perasan lemon dan madu sedikit saja agar rasanya lebih enak.
  • Hindari makanan yang mengandung minyak.

Jika langsung mengonsumsi jahe maka mual muntah bisa segera dihilangkan.

Demikianlah pembahasan mengenai berapa lama efek kemoterapi dan cara untuk menyembuhkannya. Semoga semua pembahasan ini bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring