Tag Archives: Efek samping kemoterapi

Manfaat Alkaline Water

Benarkah Manfaat Alkaline Water dapat Meminimalisir Efek Kemoterapi?

Kanker adalah penyakit yang menjadi momok bagi siapa saja. Bagaimana tidak, kanker ditengarai sebagai penyakit paling mematikan, setelah jantung.  Salah satu pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi atau pengobatan kanker melalui jalan penyinaran.

Sayangnya pengobatan tersebut menyebabkan banyak efek samping. Bahkan bisa mematikan sel-sel kanker yang masih sehat. Secara medis, ada pengobatan lain yang bisa dilakukan namun cukup menguras kantong dan dilakukan di luar negeri. Kendati mahal, kemoterapi menjadi pengobatan yang paling banyak dijalani oleh pasien kanker.

Banyaknya pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan merasakan efek sampingnya mengharuskan mereka menjaga kondisi.  Cara mereka menjaga kondisi adalah dengan mengubah pola hidup mereka menjadi lebih baik, olahraga rutin, mengonsumsi makanan sehat.

Pengobatan alternatifpun dilakukan untuk mengobati kanker atau mengatasi efek samping kemoterapi. Misal mengonsumsi herbal, minuman kesehatan tertentu, sampai suplemen tambahan. Salah satu pengobatan yang disarankan untuk mengobati kanker ataupun mengurangi dampak dari kemoterapi adalah rutin mengkonsumsi air alkali atau air dengan pH tinggi.

Ada beberapa jenis air alkali dengan pH tinggi yang dipasarkan dan mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Harganya bisa dibilang tidak murah, kendati masih terjangkau. Banyak yang sudah merasakan manfaatnya akan tetapi ada juga yang belum merasakan manfaat meski sudah mengkonsumsi.

Air Alkali Bekerja Untuk Tubuh

Air alkali dengan pH tinggi diyakini bisa menetralisir tingkat keasaman berlebih dalam tubuh. Makanan yang sering kita konsumsi lebih banyak mengandung asam yang kurang baik bagi tubuh. Air alkali diyakini mampu mentralisir keasaman berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh makanan.

Makanan seperti gorengan, bakaran, atau makanan berlemak lainnya banyak mengandung asam. Tentu saja makanan tersebut berbahaya bagi tubuh kita. Bahkan akibat fatalnya bisa menimbulkan penyakit. Itu sebabnya sebelum menjadi penyakit serius harus dicegah, salah satu caranya dengan rutin mengkonsumsi air alkali.

Air alkali juga mengandung antioksidan yang bisa melawan radikal bebas dalam tubuh.  Pada pasien kanker, sel kanker adalah radikal bebas yang menyebar luas pada tubuh penderita. Pasien kanker membutuhkan antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan bisa didapat dari makanan dan aktivitas pasien sehari-hari.

Rupanya selain dari makanan dan sayuran, antioksidan juga bisa didapat dari air alkali. Biasanya jika menderita penyakit tertentu air alkali dapat diatur tingkat pH-nya. Agar sesuai dan tidak memberikan efek samping bagi pasien. Misal baru pertama kali mengkonsumsi air alkali, akan diberikan air dengan pH yang tidak terlalu tinggi agar tidak terjadi mual atau pusing. Untuk konsumen dengan penyakit atau kondisi tertentu disarankan mengkonsumsi air alkali dengan pH tertentu.

Apa Saja Yang Diperlukan Ketika Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang lazim dijalani oleh pasien kanker. Selama kemoterapi ada efek samping yang timbul pada tubuh, seperti pusing, mual dan muntah, sembelit, bibir kering, nfasu makan menurun, dan lain-lain. Itu sebabnya pasien kanker yang akan menjalani pengobatan kemoterapi harus benar-benar dalam kondisi fit. Agar  meminimalisir rentetan efek samping akibat kemoterapi.

Makanan yang dianjurkan saat  kemoterapi antara lain sayur dan buah-buahan yang mengandung antioksidan. Cara memasaknya pun harus sesuai dan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dalam keadaan mentah. Salah satu efek samping adalah bibir kering. Itu sebabnya pasien kanker dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi air putih sebelum dan sesudah menjalani kemoterapi untuk menghindari efek bibir kering.

Efek samping dari kemoterapi itu disebabkan oleh sel-sel yang masih sehat juga ikut terbasmi oleh obat kemoterapi. Efek yang paling sering dialami oleh survivor kanker antara lain rambut rontok, diare berkepanjangan, asam lambung meningkat, gigi sakit, dan lain-lain.

Itu sebabnya banyak pasien kanker yanng memilih pengobatan alternatif untuk mengobati kanker. Salah satu pengobatan alternatif adalah dengan mengonsumsi air alkali secara rutin. Bisa juga kemoterapi tetap dilakukan sembari mengonsumsi air alkali. Tujuannya agar sel-sel yang masih sehat tidak ikut terbasmi oleh obat kemoterapi.

Jika tubuh seimbang, antara gizi, antioksidan, dan pasokan oksigen maka efek kemoterapi akan mampu diminimalisir.  Akan tetapi, perlu digarisbawahi bukan berarti air alkali dapat menjadi pengobatan kanker alternatif yang bisa digunakan.

Benarkah Air Alkali Dapat Sembuhkan Kanker Dan Meminimalisir Efek Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang sudah sangat lazim dilakukan. Alasannya karena ada di hampir semua rumah sakit di Indonesia. Bahkan beberapa klinik dokter yang juga memiliki alat untuk kemoterapi.  Ada pengobatan kanker di luar negeri seperti di Amerika Serikat, China, Jepang, atau Jerman. Namun tentu saja membutuhkan biaya yang lebih besar.

Air alkali ada banyak jenisnya ada yang mengandung pH tinggi sehingga dapat menetralisirtubuh. Sel kanker tubuh dengan cepat pada tubuh dengan kondisi asam yang tinggi. Salah satu yang mempengaruhi tingginya asam dalam tubuh adalah konsumsi makanan seperti makanan berlemak,  gula, sabtan, makanan yang digoreng, makanan yang dibakar, daging merah, dan lain-lain. Sementara air alkali diyakini mampu menetralisir kondisi asam yang menjadi tempat tumbuh sel kanker.

Tentu saja air alkali tersebut diimbangi dengan makanan dan sayuran sehat yang mengandung antioksidan dan senyawa lain yang berkhasiat menghentikan laju pertumbuhan sel kanker.

Secara medis memang belum ada penelitian terkait air alkali dapat menyembuhkan penyakit kanker. Akan tetapi paling tidak kandungan yang terdapat dalam air alkali mampu menetralisir sel kanker yang tumbuh dalam kondisi tubuh.

Kandungan air alkali juga dipercaya mampu mengurangi efek dari kemoterapi. Salah satu efek yang ditimbulkan adalah asam lambung tinggi yang dapat menyebabkan mual dan muntah. Kandungan air alkali yang dapat menetralisir asam dapat meredakan asam lambung yang diderita pasien kanker pasca kemoterapi.

Air alkali mengandung antioksidan tinggi dapat menambah jumlah asupan atau pasokan oksigen dalam tubuh. Sel kanker tidak akan tumbuh dan dapat mati dalam keadaaan tubuh yang basa. Itu sebabnya selain dari makanan, pasokan oksigen juga bisa didapat dari air alkali.  Selain itu air alkali juga dapat meredakan sakit yang diakibatkan oleh penyakit kanker atau efek dari kemoterapi.

Memang belum ada penelitian secara medis. Akan tetapi melihat dari kandungannya dapat meredakan dan meminimalisir efek kemoterapi, konsumsi air alkali sepertinya bisa menjadi alternatif bagi survivor kanker yang menjalani kemoterapi. Akan tetapi perlu diketahui air alkali bukanlah obat. Akan tetapi membantu meredakan rasa sakit yang diakibatkan dari kemoterapi.

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa air alkali dapat menjadi obat pengganti penyakit kanker. Rutin mengonsumsi air alkali bisa jadi meminimalisir efek kemoterapi dan mengurangi rasa sakit. Akan tetapi bukan berarti serta merta mengobati kanker atau menggantikan kemoterapi sebagai pengobatan kanker.  Pasien kanker harus tetap menjaga makan dan menerapkan pola hidup sehat.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Tips Menjalani Kemoterapi

Tips Menjalani Kemoterapi Yang Wajid Diketahui oleh Pasien Kanker dan Keluarga

Berjuang melawan kanker tentunya bukan merupakan hal yang mudah. Baik bagi pesien kanker maupun orang – orang terdekatnya. Kemoterapi adalah upaya perawatan bagi pasien kemoterapi untuk terus memperjuangkan kehidupannya. Dalam proses kemoterapi tersebut, pasien tidak mungkin bisa bertahan hanya dengan dirinya sendiri. Artinya, kehadiran orang – orang terdekat juga dibutuhkan bahkan untuk sekedar memberikan dukungan.

Nurse Stephen Laughlin, RN, BS with patient JE (Joseph) Newhall (consent # 9502) on Yawkey 9 infusion. Photo by Sam Ogden.

Tahapan awal mulai dari diagnosis, analisa jenis perawatan yang sesuai, hingga merasakan efek samping dari menjalani kemoterapi tentu tidaklah mudah. Kehadiran keluarga bisa menguatkan pasien untuk memperjuangkan hidupnya lebih lama hingga benar – benar bersih dari kanker.

Fakta yang harus Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

Apabila salah satu keluarga anda di diagnosis mengidap penyakit kanker, apa yang pertama kali anda lakukan terhadapnya? Langkah pertama yang harus anda lakukan yakni memberinya perhatian lebih banyak dari biasanya. Buatlah keluarga anda merasa bahwa ada begitu banyak orang yang mengharapkan keberadaannya. Dengan begitu, pasien kanker dapat menemukan motivasi mengapa ia harus kembali pulih.

Meskipun tidak bisa dipungkiri, anda pun pasti akan merasa sangat terpukul ketika salah satu anggota keluarga terserang kanker. Hal pertama yang muncul didalam benak yakni ketakutan akan kehilangan anggota keluarga dalam waktu terdekat. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Semakin cepat sebuah kanker terdeteksi maka kemungkinan kesembuhannya juga semakin tinggi. Namun jika keluarga anda terdiagnosis mengidap kanker dalam stadium akhir, setidaknya bantu ia untuk dapat bertahan hidup lebih lama. Berikut ini fakta – fakta mengenai kanker yang mungkin bisa menguatkan mental anda ketika keluarga terserang kanker.

1. Mengidap Kanker Bukanlah Akhir Segalanya

Didiagnosis menginap kanker tentu bagaikan mimpi buruk yang membuat pasien dan keluarga merasa putus asa. Menerima kenyataan dengan lapang dada merupakan langkah penting untuk segera sembuh dari kanker. Tidak hanya bagus dari kondisi fisik, pasien juga harus tetap berada dalam psikis yang baik. Keluarga terus memberikan dukungan bagi pasien supaya semangat hidupnya tetap terjaga. Mengidap kanker bukanlah akhir dari segalanya, masih ada begitu banyak cara untuk bertahan lalu sembuh.

2. Mengidap Kanker Bukan Berarti Menjadi Penghuni Rumah Sakit Selamanya

Jika salah satu anggota keluarga anda mengidap kanker, bukan berarti kehidupannya akan berakhir di bilik rumah sakit. Selama masa perawatan kemoterapi, pasien mungkin harus datang ke rumah sakit dalam waktu – waktu tertentu. Selepas itu, pasien tetaplah bagian dari keluarga anda yang beraktivitas seperti sedia kala. Hanya saja, anda perlu memperhatikan segala rutinitasnya nanti tetap terbilang ringan.

3. Efek Samping Kemoterapi Yang Akan Dirasakan Pasien

Anda pasti memahami bagaimana kemoterapi meninggalkan efek samping bagi kondisi tubuh keluarga anda yang mengidap kanker. Meski tujuan kemoterapi tersebut untuk membunuh sel – sel kanker, namun tidak jarang jaringan disekitarnya juga ikut terganggu. Selain itu, efek samping berupa kerontokan rambut, mual, anemia, konstipasi hingga gangguan pada otot jantung dan ginjal tentu menjadi resiko tersendiri. Siapkan mental anda untuk menemani keluarga anda dalam titik ini. Jika anda kuat maka keluarga anda pun akan merasa dikuatkan.

4. Efek Kemoterapi Sangat Bervariatif

Efek kemoterapi mempunyai tingkatan yang sangat bervariatif. Hal ini ditentukan oleh banyak faktor. Mulai dari stadium kanker, jenis obat yang digunakan hingga kondisi fisik pasien itu sendiri. Sebagai keluarga, anda juga perlu mengetahui tahapan perawatan serta kemungkinan apa saja yang dapat terjadi nantinya. Dengan memahaminya, anda akan lebih mudah melakukan penanganan apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

5. Efek Kemoterapi Terbilang Lama, Teruslah Memupuk Semangat Pasien

Meskipun efek samping menjalani kemoterapi terbilang bersifat sementara, namun pada beberapa kasus, efek ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Efek samping kemoterapi bahkan bisa tetap dirasakan oleh pasien dalam hitungan bulan hingga tahunan setelah perawatan. Dalam waktu yang lama tersebut, organ tubuh yang ikut terganggu meliputi jantung, ginjal hingga paru – paru. Apabila keluarga anda juga mengalami kondisi ini, teruslah memupuk semangatnya untuk tetap berjuang melawan kanker.

6. Hal Terpahit Ialah Terkena Kanker Untuk Kedua Kalinya

Kanker bukanlah penyakit yang mudah disembuhkan. Tentunya membutuhkan usaha yang lebih untuk benar – benar sembuh dari kanker. Sel – sel kanker yang menyerang jaringan tertentu akan terus mengembangkan diri hingga menyebar pada jaringan lainnya. Kemoterapi inilah yang bisa menahan laju penyebaran sel – sel kanker bahkan membunuhnya.

Anda yang mempunyai keluarga pengidap kanker, meskipun ia telah dinyatakan bersih namun perhatikan selalu kesehatannya. Setiap pasien kanker yang dinyatakan sembuh, nyatanya masih mempunyai peluang mengidap kanker untuk kedua kalinya. Baik pasien maupun keluarga tetap harus memperjuangkan kehidupan pasien semampu mungkin. Setidaknya dengan mengetahui fakta ini, keluarga bisa menyiapkan mental apabila orang terdekat mengidap kanker untuk kedua kalinya.

Tips Memberi Support pada Keluarga Sebelum Menjalani Kemoterapi

Sebelum keluarga anda menjalani kemoterapi, tentunya ada beberapa persiapan yang bisa anda bantu. Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa jenis obat kemoterapi tidak hanya membubuh sel kanker, namun membunuh jaringan sehat di sekitarnya juga. Selain dukungan moril, anda juga perlu membantu melakukan hal berikut ini untuk mendukungnya lebih total.

1. Temani Keluarga Anda Konsultasi Ke Dokter

Kemoterapi mempunyai teknis dan jenis obat yang sangat bervariatif. Penderita kanker harus melewati beberapa tindakan medis dalam rangka menetapkan jenis terawatan yang paling tepat untuknya. Anda bisa menemaninya menemui dokter, selain untuk menguatkan, anda juga akan lebih faham seberapa baik kondisi kesehatan keluarga anda.

Beberapa jenis tindakan medis juga hanya akan dilakukan setelah keluarga menyetujuinya. Jadi tidak ada yang salah jika anda menemani keluarga anda sebelum melakukan tahap awal penyembuhan kanker.

2. Pastikan Keluarga Anda Memperoleh Vaksin Sebelum Kemoterapi

Vaksin membantu menjada kondisi tubuh tetap stabil dan tidak rentan terserang virus. Hal yang terlihat sederhana seperti suntikan flu sebelum kemoterapi juga tidak boleh terlewatkan. Hal ini karena dampak flu ringan saja bisa menjadi parah dalam fase kemoterapi. Jenis vaksin bisa anda konsultasikan terlebih dahulu kepada pihak medis. Nantinya akan direkomendasikan jenis vaksin yang tepat bagi pasien sesuai dengan riwayat kesehatannya. Hal ini untuk mengantisipasi efek negatif jika terjadi alergi terhadap zat – zat tertentu.

3. Kebersihan Harus Tetap Terjaga

Baik kebersihan pasien maupun orang – orang terdekatnya tetap harus terjaga supaya tidak ada bakteri yang menyerang. Contoh paling sederhana yakni dengan mencuci tangan secara berkala ketika menemani keluarga anda kemoterapi. Hal ini untuk meminimalisir perpindahan bakteri kepada pasien. Kebersihan mulut pasien juga harus terjaga, artinya tidak ada lagi bakteri yang menempel pada gigi maupun rongga mulut. Supaya nantinya tidak menyebabkan infeksi selama kemoterapi.

4. Pastikan Pasien Tidak Mengkonsumsi Obat Maupun Vitamin Selain Resep Dokter

Jika anda masih beranggapan bahwa obat – obatan maupun vitamin akan menambah kesehatan keluarga anda selama masa perawatan, ini merupakan hal yang salah. Justru obat – obatan maupun vitamin diluar resep dokter akan mengganggu kinerja obat kemoterapi. Konsultasikan terlebih dahulu apapun yang menyangkut kesehatan penderita kanker kepada dokter yang menangani. Sehingga nantinya proses kemoterapi dapat menghasilkan dampak yang kian baik.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Bawang Putih untuk Kanker

Efek Kemoterapi

Efek Kemoterapi Dalam Waktu Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Sampai sekarang jumlah penderita penyakit kanker masih sangat banyak bahkan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski ada kemoterapi yang bisa membuat sel-sel kanker dalam tubuh mati tapi tetap tidak bisa menyelamatkan semua pasien penyakit kanker.

Apalagi banyak juga orang-orang yang tidak mau dikemoterapi karena tahu akan ada efeknya.

Ya, setelah kemoterapi para penderita kanker bisa saja mengalami efek jangka pendek maupun jangka panjang. Jika jangka pendek mungkin bisa menghilang setelah kemoterapi selesai tapi beda dengan efek jangka panjangnya.

Maka dari itu banyak penderita kanker dan keluarganya yang berpikir dua kali sebelum melakukan kemoterapi. Apalagi bagi penderita yang masih muda atau kecil. Oleh karena efek jangka panjang akan lebih mudah terjadi pada pasien anak.

Apa saja efek jangka panjang dan jangka pendek setelah melakukan kemoterapi? Informasinya ada di bawah ini.

Kenapa Kemoterapi Bisa Menyebabkan Efek Samping?

Pengobatan kanker dengan cara kemoterapi akan menggunakan obat-obatan kimia yang sangat kuat. Gunanya adalah untuk menghambat perkembangan sel kanker, membunuh sel kanker, atau menghambat penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh.

Meski akan sangat efektif dalam membunuh sel-sel kanker tapi obat kemoterapi juga bisa membunuh sel yang sehat. Oleh karena kemoterapi akan memberikan dampak menyeluruh pada tubuh.

Maka dari itu efek samping setelah kemoterapi bisa terjadi. Apalagi kondisi pasien kanker yang telah mengalami kemoterapi akan menjadi lemas dibanding biasanya. Sehingga rentan mengalami berbagai masalah kesehatan lain.

Efek jangka pendek kemoterapi akan terjadi hanya ketika pasien selesai menjalani kemoterapi. Sesudah itu pasien bisa kembali ke keadaan yang normal.

Sementara efek jangka panjang terjadi meskipun kemoterapi telah dihentikan. Sering sekali obat-obat kemoterapi membuat sistem tubuh Anda berubah. Ada yang menjadi lebih rentan sakit atau justru terkena sakit yang lainnya.

Tingkat keparahan efek samping akan tergantung kepada usia penderitanya. Bisa juga karena teratur atau tidaknya kemoterapi dilakukan. Efek samping panjang yang paling berbahaya adalah adanya keganasan sekunder.

Pemberian dosis kemoterapi yang terlalu banyak juga menjadi penyebab adanya efek samping jangan panjang. Bahkan bisa sampai mengancam nyawa penderitanya.

Efek Jangka Pendek Kemoterapi

Efek jangka pendek setelah melakukan kemoterapi bisa disembuhkan dengan cepat. Hanya dengan menerapkan pola makan yang benar maka beberapa efek jangka pendek dapat hilang.

Berikut ini daftar efek jangka pendek pasca kemoterapi dan bagaimana cara untuk menanganinya.

  • Anemia

Setelah melakukan kemoterapi sel darah putih dapat menurun sehingga menyebabkan penurunan sel darah merah juga. Apabila sel ini turun drastis maka dapat menimbulkan anemia dan kehilangan oksigen. Oleh karena sel darah merah punya fungsi untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Gejala yang terjadi apabila mengalami anemia antara lain kehilangan energi kelelahan napas pendek dan detak jantung yang tidak beraturan.

Untuk mengatasinya maka Anda perlu banyak makan makanan yang mengandung zat besi seperti roti, daging, kacang polong, sayuran dengan warna hijau gelap, kismis, dan aprikot.

  • Risiko Infeksi

Imunitas tubuh dapat berkurang karena dampak dari kemoterapi maka dari itu sel darah putih jadi mengalami penurunan. Untuk mengurangi resiko infeksi maka salah satu cara untuk menguranginya adalah menggunakan antibiotik.

Namun selain itu penderita dapat menjaga diri sendiri agar terlindung dari infeksi. Caranya antara lain, hindari kontak dengan orang yang sedang mengalami infeksi seperti cacar air atau flu, jaga kebersihan tubuh dengan rutin dengan mandi setiap hari, rutin mengganti dan mencuci sprei, handuk dan baju, dan secara rutin harus bersihkan tangan menggunakan air panas dan sabun.

  • Rambut Rontok

Efek samping jaka pendek ini adalah hal yang biasa dialami apabila seorang pasien selesai melakukan kemoterapi. Kebanyakan kerontokan akan terjadi pada minggu pertama sampai ketiga setelah operasi. Kerontokan rambut ini juga dapat terjadi pada bagian wajah, kaki, dan lengan.

Apabila dampaknya sangat mengganggu maka Anda harus mengontrolnya kepada tim medis supaya membantu Anda menangani hal ini.

  • Muntah dan Mual

Ini juga adalah efek yang biasa setelah melakukan kemoterapi. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan antiemetik supaya gejalanya dapat dikendalikan. Obat ini harus harus dikonsumsi walau Anda sedang tidak merasakan sakit. Oleh karena nanti bisa membuat gejala mual dan muntah kamu kembali.

  • Kelelahan

Hampir semua pasien yang sudah melakukan kemoterapi akan merasa lelah. Maka dari itu ketika akan melakukannya Anda harus istirahat dengan cukup. Hindari melakukan kegiatan atau tugas yang bisa membuat Anda kesulitan dalam melakukannya.

Apabila ada suka olahraga maka ganti dengan yang lebih ringan seperti yoga atau jalan kaki.

  • Kesuburan

Pada beberapa orang yang telah melakukan kemoterapi bisa kehilangan gairah seksual. Namun hal ini akan terjadi sementara sampai pengobatan sudah selesai.

Itulah dia beberapa efek samping jangka pendek yang bisa dirasakan oleh penderita kanker setelah melakukan kemoterapi.

Efek Jangka Panjang Kemoterapi

Oleh karena risiko efek jangka panjang ini banyak pasien atau keluarganya yang berpikir berkali-kali sebelum melakukan kemoterapi. Oleh karena jika terjadi dapat membuat banyak kerugian bagi tubuh pasien.

Efek jangka panjang yang paling parah adalah terjadinya leukemia atau kanker darah. Namun untungnya kemungkinan ini relatif kecil, baik dengan menggunakan kemoterapi maupun terapi menggunakan radiasi.

Sesudah itu ada juga efek buruk terhadap pembuluh darah dan jantung. Ada lumayan banyak penderita kanker yang sembuh dari kankernya atau mampu bertahan tapi justru mengalami gangguan jantung. Gangguan yang dimaksud antara lain penyakit jantung, pembengkakan otot jantung, dan gagal jantung kongestif.

Efek buruk jangka panjang lainnya adalah terjadinya penekanan sistem kekebalan tubuh. Jika seperti ini maka penderita kanker dapat mengalami infeksi sekunder pada sepanjang hidupnya. Lalu dapat juga membuat kerusakan baru jangka panjang hingga akhirnya bisa terjadi radang pada jaringan paru, penebalan lapisan paru, dan kesulitan dalam bernapas.

Bukan hanya itu masih ada lagi. Pengobatan kemoterapi dapat membuat sedikit kerusakan pada bagian sistem saraf. Sehingga dapat merasakan kelemahan saraf pada bagian dari kaki dan jadi tangan atau juga nyari pada bagian tersebut.

Sebagian besar efek samping ini sebenarnya sudah biasa terjadi sehingga dapat diatasi oleh pala ahli. Namun ternyata ada kekhawatiran dari mereka bahwa akan ada efek samping baru yang mungkin terjadi pada penderita bernama otak kemo.

Hal ini dapat menyebabkan perubahan di dalam kemampuan kognitif seseorang. Contohnya membuat orang itu mengalami gangguan kesadaran dengan dan mudah lupa.

Hal ini bisa terjadi karena obat kemoterapi yang digunakan. Oleh karena dapat berpengaruh terhadap lemak lemak yang ada di dalam otak sehingga impuls jadi tidak dapat diantar menggunakan cara yang normal.

Namun belum banyak yang dapat diketahui lebih jauh mengenai otak kemo tersebut. Masih perlu penelitian yang lebih lanjut tentang efek samping ini.

Demikian pembahasan mengenai efek jangka panjang dan jangka pendek setelah kemoterapi. Maka dari itu Anda perlu mengonsultasikan lebih jauh kepada dokter yang menangani Anda mengenai apa yang harus dilakukan. Lalu meminta saran bagaimana cara untuk siap menghadapi semuanya jika memang bersedia untuk melakukan kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Ciri-Ciri Kanker Serviks