Tag Archives: efek samping kemoterapi kanker payudara

Obat Kemoterapi Kanker Payudara

Obat Kemoterapi Kanker Payudara Stadium Awal, Stadium Lanjut, dan HER2 Positif

Kanker payudara memang menjadi momok yang sangat menakutkan. Tidak hanya menyerang kaum wanita, kanker jenis ini dapat menyerang kaum pria karena juga memiliki jaringan payudara meskipun tidak sebesar kaum wanita. Kanker payudara terjadi jika sel-sel di dalam jaringan payudara tumbuh secara abnormal dan membelah diri dengan cepat sehingga membentuk benjolan.

Gejala-Gejala Awal Kanker Payudara

Kebanyakan penderita kanker payudara tidak menyadari gejala-gejala yang terjadi. Mereka baru menyadarinya setelah kanker ini memasuki stadium lanjut. Adapun gejala-gejala awal kanker payudara adalah sebagai berikut.

1. Terasa Ada Benjolan Di Payudara Dan Ketiak

Memang tidak semua benjolan menjadi indikasi kanker payudara. Tetapi jika benjolan tersebut semakin membesar dan sakit, segera kunjungi dokter untuk mengetahui benjolan tersebut benar kanker payudara atau bukan sehingga cepat ditangani.

2. Terasa Nyeri

Rasa nyeri pada payudara memang sering terjadi, terutama jika sedang datang bulan. Tetapi jika rasa nyerinya semakinmenjadi dan intensitasnya semakin sering, penderita patut curiga dan segera kunjungi dokter untuk mendapatkan solusi.

3. Terjadi Perubahan Ukuran Dan Bentuk Payudara

Gejala selanjutnya adalah ukuran dan bentuk payudara yang berubah menjadi besar atau menjadi kecil. Perubahan ini terjadi akibat ketidakstabilan jaringan tubuh yang disebabkan oleh sel kanker.

4. Terjadi Penebalan Dan Pengerutan Kulit Payudara

Hal ini dikarenakan sel-sel kulit yang sehat dikikis oleh sel kanker sehingga sel-sel kulit tersebut mati dan mengalami penebalan serta pengerutan. Biasanya, kulit yang sudah mati ini akan menghitam.

5. Tertariknya Puting Susu Ke Dalam

Gejala selanjutnya yang semakin memperkuat seseorang menderita kanker payudara adalah tertariknya puting susu ke dalam.

6. Keluar Cairan Aneh Dari Puting Susu

Jika tidak sedang menyusui, tetapi keluar cairan aneh berupa nanah atau berwarna bening, kaum wanita patut mencurigainya sebagai gejala kanker payudara. Ini berarti sel kanker sudah menjalar ke bagian puting susu.

7. Terjadi Luka Di Payudara

Gejala terakhir dari kanker payudara adalah terjadinya luka di payudara yang cukup parah dan harus segera ditangani agar tidak memperparah kondisi Si Penderita.

Kemoterapi Salah Satu Pengobatan Kanker Payudara

Ada banyak cara untuk mengobati penyakit kanker payudara, salah satunya dengan kemoterapi yang biasanya berlangsung selama beberapa bulan. Kemoterapi kanker payudara adalah pengobatan yang dilakukan untuk menghancurkan dan mencegah berkembangnya kembali sel-sel kanker payudara. Sebelum melakukan kemoterapi, penderita kanker payudara harus menjalani beberapa tes kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya efek samping, seperti tes jantung, tes darah, tes paru-paru, dan tes hati.

Efek Samping Kemoterapi Kanker Payudara

Setiap pengobatan pasti memiliki efek samping, begitu juga halnya dengan kemoterapi kanker payudara. Penderita kanker ini akan mengalami efek samping jangka pendek berupa kerontokan rambut, perubahan kulit dan kuku, perubahan selera makan, terjadinya bisulĀ  di mulut, mudah lelah, diare, mual dan muntah, sering mengalami pendarahan, dan mudah terinfeksi. Selain itu, penderita juga akan mengalami efek jangka panjang berupa, perubahan siklus haid, kerusakan kardiovaskular, terjadi iritasi pada telapak tangan dan telapak kaki, penurunan fungsi mental, dan leukemia.

Obat Kemoterapi Kanker Payudara

Obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi kanker payudara bergantung pada stadium kanker itu sendiri. Biasanya, obat yang digunakan dikombinasikan dengan obat lainnya yang disebut dengan rejimen kemoterapi.

1. Obat Kemoterapi Kanker Payudara Stadium Awal

Obat kemoterapi yang digunakan pada stadium ini adalah Anthracyclines berupa epirubicin (Ellence) dan doxorubicin (Adriamycin) serta Taxanes berupa paclitaxel (Taxol) dan docetaxel (Taxotere) yang dapat dikombinasikan dengan fluorouracil (5-FU), carboplatin, dan cyclophosphamide (Cytoxan).

Anthracyclines adalah salah satu golongan obat yang digunakan untuk kemoterapi kanker payudara dan menjadi salah satu pengobatan paling efektif untuk membunuh sel-sel kanker. Penggunaan Anthracyclines pada kemoterapi kanker payudara akan memberikan efek samping berupa kerusakan otot jantung sehingga pemakaiannya perlu dibatasi.

Selain Anthracyclines, obat kemoterapi kanker payudara stadium awal yang dapat digunakan adalah Taxanes. Penggunaan Taxanes dapat membantu menstabilkan pembelahan sel-sel yang tidak normal sebagai pemicu sel-sel kanker payudara.

2. Obat Kemoterapi Kanker Payudara Stadium Lanjut

Kanker payudara dapat dikatakan sudah memasuki stadium lanjut jika sudah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis). Obat kemoterapi yang dapat digunakan adalah Eribulin (Halaven), Gemcitabine (Gemzar), Ixabepilone (Ixempra), Liposomal doxorubicin (Doxil), Mitoxantrone, Paclitaxel terikat albumin (Abraxane atau nab-paclitaxel), Platinum (Cisplatin dan Carboplatin), Tamoxifen, dan Vinorelbine (Navelbine).

Eribulin akan mencegah pertumbuhan sel kanker payudara dengan cara menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah. Penderita kanker payudara yang menggunakan obat ini harus menjalani tes darah sebelum dan selama pengobatan untuk mengtahui kadar sel darah dan zat lain serta fungsi kerja ginjal dan hati.

Gemcitabine diberikan dengan cara menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah. Obat ini dapat memperlambat, bahkan menghentikan, pertumbuhan sel kanker payudara.

Ixabepilone dapat meningkatkan kondisi kesehatan penderita kanker payudara dengan cara menghentikan pertumbuhan dan mencegah penyebaran sel kanker.

Liposomal doxorubicin diberikan dengan cara menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah. Obat ini dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara.

Mitoxantrone dapat memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara dengan cara menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah penderita.

Paclitaxel terikat albumin diberikan dengan cara menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah si Penderita. Cara kerja obat ini sama dengan cara kerja obat lainnya, yaitu dapat memperlambat, bahkan menghentikan, laju pertumbuhan sel kanker payudara.

Salah satu obat kemoterapi yang mengandung unsur Platinum adalah Cisplatin. Cisplatin diberikan dengan cara menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah. Obat ini dapat menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara yang sangat cepat.

Tamoxifen dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dengan cara mengganggu efek hormon estrogen di dalam jaringan payudara. Berbeda dengan obat kemoterapi lainnya, obat ini diberikan dengan cara diminum sebelum atau sesudah makan.

Vinorelbine diberikan dengan dua cara, yaitu diminum atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Obat ini dapat mencegah dan menghentikan perkembangan sel kanker payudara.

3. Obat Kemoterapi Kanker Payudara HER2 Positif

Kanker payudara HER2 terbagi menjadi dua, yaitu kanker payudara HER2 positif dan kanker payudara HER2 negatif. Salah satu obat kemoterapi yang dapat digunakan oleh penderita kanker payudara HER2 positif adalah herceptin (trastuzumab) yang terbukti dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup dan dapat menurunkan terjadinya kekambuhan. Cara kerja herceptin (trastuzumab) adalah dengan menempelkan dirinya pada permukaan-permukaan protein HER2, protein penyebab kanker payudara HER2 positif, sehingga sel-sel kanker tersebut tidak dapat berkembang dan akhirnya mengalami kehancuran.

Pemberian obat ini dilakukan kurang lebih selama 1 tahun bagi penderita kanker payudara primer dan selama mungkin bagi penderita kanker payudara sekunder (metastasis) dengan cara menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah atau ke dalam jaringan lemak di bawah kulit paha setiap 3 minggu sekali.

Efek Samping Herceptin (Trastuzumab)

Setiap obat pasti memberikan efek samping bagi penggunanya, begitu pula dengan herceptin (trastuzumab). Tetapi, efek samping yang ditimbulkan dari obat ini berbeda antara penderita yang satu dengan penderita yang lainnya, bergantung pada daya tahan tubuh setiap penderita. Berikut ini adalah efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan herceptin (trastuzumab).

1. Demam

Efek samping ini lebih sering terjadi saat pertama kali menggunakan herceptin (trastuzumab). Penderita akan merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh, menggigil, dan demam yang akan segera hilang.

2. Diare

Efek samping selanjutnya adalah diare. Jika terjadi diare, dokter yang menangani Si Penderita akan segera memberikan obat antidiare agar kondisi penderita tidak semakin parah.

3. Mual

Efek samping ini sangat wajar terjadi pada penderita kanker payudara saat atau setelah menjalani kemoterapi dengan herceptin (trastuzumab). Tetapi, tidak perlu khawatir karena rasa mual ini akan hilang dengan sendirinya.

4. Terjadi Pembekuan Darah

Terjadinya pembekuan darah pada penderita kanker payudara ditandai dengan adanya rasa sakit, kemerahan, atau pembengkakan pada kaki, sakit dada, hingga sesak napas. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

5. Reaksi Alergi

Efek samping ini terjadi pada beberapa jam setelah kemoterapi berupa gatal, ruam kulit, sesak napas, nyeri punggung, hingga pingsan.

6. Terjadi Masalah Pada Jantung

Masalah yang terjadi pada jantung sebagai efek samping dari penggunaan herceptin (trastuzumab) adalah sesak napas dan detak jantung yang tidak beraturan.

Kanker payudara dapat menyerang siapa saja. Kita dapat menghindarinya dengan menjalankan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, banyak mengonsumsi air putih, dan rajin melakukan medical check up.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Pepaya untuk Kanker