Tag Archives: efek kemoterapi

Jenis Kemoterapi

Jenis Kemoterapi, Obat, dan Dampaknya untuk Pasien Kanker

Mengenal Jenis Perawatan Pasien Kanker

Perawatan pasien kanker tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa rangkaian yang harus dilalui terlebih dahulu sebelum tim medis memutuskan jenis perawatan yang paling sesuai untuk pasien. Hal ini karena penanganan dan perawatan untuk satu pasien dengan pasien lainnya tidaklah sama. Umumnya pasien kanker akan memilih jenis perawatan mulai dari kemoterapi, operasi hingga terapi radiasi. Dan jenis perawatan yang paling sering digunakan yakni kemoterapi.

Tidak hanya terbatas pada kemoterapi saja. Salah satu inovasi perawatan kanker yang kian direkomendasikan yakni imunoterapi. Dimana dalam terapi ini memfokuskan penguatan imun tubuh untuk melawan sel kanker. Namun tidak terlalu banyak yang menggunakan imunoterapi karena beragam sebab, salah satunya yakni mengenai besaran biaya karena lama waktu diperlukan jauh lebih lama dibandingkan kemoterapi.

Tahapan Penentuan Jenis Perawatan bagi Pasien Kanker

Pasien kanker tidak serta merta memilih atau menentukan sendiri akan menggunakan jenis perawatan yang akan digunakan nantinya. Begitupun dengan tim medis, tentunya harus meneliti terlebih dahulu riwayat kesehatan pasien sebelum menentukan jenis perawatan yang akan direkomendasikan nantinya. Umumnya dokter akan melihat dari riwayat kesehatan pasien yang terdiri dari jenis penyakit apa saja yang ada, jenis kanker yang diderita hingga stadium kanker tersebut.

Salah satu tahap yang tidak bisa dilepaskan dalam penentuan jenis perawatan kanker yakni kondisi tubuh pasien. Dokter akan memeriksa organ tubuh pasien, untuk memastikan tindakan medis selama kemoterapi tidak berdampak fatal untuk pasien. Organ vital seperti hati dan ginjal menjadi pertimbangan utama bagi dokter untuk menentukan jenis kemoterapi serta jenis obat yang akan digunakan.

Jenis Kemoterapi untuk Pasien Kanker

Kemoterapi adalah upaya penanganan pasien kanker yang menggunakan bahan atau obat kimia tertentu untuk memperpanjang masa hidup pasien. Kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel – sel kanker secara sistemik yang menyerang organ tertentu. Penggunaan obat kemoterapi mempunyai dua cara pemberian yakni injeksi melalui infus dan oral dalam bentuk kapsul maupun tablet.

Tidak hanya obat, jenis dan teknik kemoterapi pun sangat bervariatif. Sedangkan untuk perawatannya, umumnya ahli medis akan menawarkan terapi dalam bentuk kemoterapi, terapi radiasi hingga operasi bedah. Kali ini kita akan membahas detail jenis kemoterapi yang bisa dipakai oleh pasien kanker.

1. Terapi Primer

Pasien penderita kanker tentunya mengharapkan kesembuhan dengan melakukan kemoterapi. Apabila kondisi tubuh pasien juga tergolong kuat, maka sebaiknya memilih terapi primer. Jenis kemoterapi utama ini juga dapat dikombinasikan atau digabung dengan jenis terapi lainnya supaya hasil lebih maksimal. Pasein kanker bisa juga menjalani terapi radiasi (radiologi) selama dalam proses kemoterapi.

Bahkan pasien kanker juga bisa mengkombinasikan dengan terapi imun. Tentu saja jenis penggabungan kemoterapi dengan terapi lainnya juga harus sesuai dengan rekomendasi dokter. Hal ini karena dosis obat serta bahan kimia yang dilakukan pada jenis kemoterapi primer ini cukup tinggi.

2. Terapi Tambahan

Apabila pasien kanker sebelumnya telah melakukan tindakan medis berupa operasi pembedahan. Tidak ada salahnya penderita kanker juga melakukan terapi tambahan dengan kemoterapi. Hal ini karena sel – sel kanker tidak mungkin sepenuhnya bisa dibersihkan melalui operasi pembedahan. Maka jenis kemoterapi tambahan ini bisa membersihkan sisa sel – sel kanker yang belum terangkat ketika pembedahan.

Untuk jenis kemoterapi tambahan ini mempunyai dosis obat maupun variasinya tentunya mempunyai tingkatan yang lebih sedikit dibandingkan kemoterapi primer. Dalam beberapa kasus, selain sebagai terapi tambahan pasca pengangkatan jaringan kanker, jenis terapi ini juga bisa digunakan sebagai kombinasi terapi radiologi menggunakan terapi radiasi.

3. Terapi Paliatif

Jenis kemoterapi dengan terapi paliatif umumnya sangat direkomendasikan oleh pihak medis untuk penderita kanker dengan stadium akhir. Pasien kanker yang telah memasuki stadium empat umumnya telah merasakan efek fisik kanker tersebut. Rasa nyeri berlebih pada bagian yang terkena kanker akan sangat terasa pada stadium ini. Hal ini karena sel – sel kanker telah menyebar dan tumbuh pada organ dalam pasien.

Penggunaan terapi paliatif sangat membantu mengontrol atau mengendalikan laju penyebaran kanker. Semakin baik sel – sel kanker dihambat perkembangannya, maka semakin membaik pula harapan kelangsungan hidup pasien. Kemoterapi dengan terapi paliatif setidaknya efektif menahan laju penyebaran sel – sel kanker dalam menyerang organ lain dalam tubuh. Dengan begitu, setidaknya pasien bisa bertahan lebih lama.

Jenis Obat Kemoterapi dan Dampaknya bagi Pasien Kanker

Setelah serangkaian tahapan penentuan jenis kemoterapi dilakukan. Maka tentunya jenis obat dan dosis juga bisa segera ditentukan. Efek samping penggunaan obat selama kemoterapi secara umum menyebabkan kerontokan rambut, anemia, mual, sariawan, bahkan hingga kerusakan otot jantung dan gagal ginjal. Untuk menangani efek kemoterapi tersebut, biasanya dokter juga akan menambahkan obat pereda tambahan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pasca kemoterapi.

Jenis obat yang digunakan untuk kemoterapi umumnya mempunyai dampak penggunaan yang kurang lebih sama. Seberapa hebat efek kemoterapi ditentukan dari sebarapa baik kondisi fisik pasien saat itu. Berikut ini jenis obat kemoterapi yang digunakan untuk penderita kanker payudara.

1. Adriamycin Kode A

Untuk jenis obat kemoterapi yang menggunakan adriamycin kode A ini terdiri atas CAF (Cytoxan, Adriamycin and Fluorouracil). Penggunaan obat ini ketika kemoterapi biasanya menimbulkan dampak berupa kerontokan rambut. Umumnya pasien kanker akan mengalami kerontokan pada rambut kepada, alis hingga bulu mata. Pasien tidak perlu khawatir, karena semua efek pasca kemoterapi hanya bersifat sementara. Jadi setelah penggunaan obat kemoterapi dihentikan, rambut tetap bisa tumbuh kembali.

2. Methotrexate Kode M

Untuk jenis obat kemoterapi ini biasanya lebih familiar disebut dengan istilah CAM yakni singkatan dari  (Complementary and Alternative Medicine). Meskipun penggunaan obat methotrexate ini juga mempunyai efek berupa kerontokan rambut, namun tidak semua pasien mengalami efek yang sama. Selain itu, tingkat dari efek penggunaan obat ini juga berbeda antar satu pasien dengan pasien lainnya. kerontokan yang dialami pasien tidak akan separah jika menggunakan jenis obat kemoterapi sebelumnya.

3. Cytoxan

Untuk jenis obat kemoterapi yang satu ini juga membuat rambut mengalami kerontokan. Meskipun tingkat kerontokan jauh lebih banyak dibandingkan penggunaan obat Methotrexate, beberapa pasien tetap direkomendasikan untuk mengambilnya karena beragam pertimbangan. Efek penggunaan obat kemoterapi sebaiknya dijadikan sebagai penyemangat bagi pasien untuk berusaha pulih secepat mungkin. Semakin cepat perkembangan kesehatannya, maka semakin besar peluang untuk bisa kembali sehat tanpa kemoterapi lagi.

4. Taxol

Bagi penderita penyakit kanker payudara, penggunaan kemoterapi dengan racikan obat taxol menyebabkan dampak kerontokan semua rambut yang ada dalam tubuh pasien. Meskipun penggunaan obat taxol ini merupakan jenis yang paling tinggi dari sisi efek penggunaan, beberapa dokter tetap merekomendasikan penggunaan obat ini kepada pasien. Selain untuk mempercepat proses penyembuhan, dampak yang dialami pasien tentunya hanya bersifat sementara saja. Jadi setelah kemoterapi tuntas dilakukan, rambut tetap bisa tumbuh seperti sedia kala.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Bawang Putih untuk Kanker

Efek Kemoterapi

Efek Kemoterapi Dalam Waktu Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Sampai sekarang jumlah penderita penyakit kanker masih sangat banyak bahkan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski ada kemoterapi yang bisa membuat sel-sel kanker dalam tubuh mati tapi tetap tidak bisa menyelamatkan semua pasien penyakit kanker.

Apalagi banyak juga orang-orang yang tidak mau dikemoterapi karena tahu akan ada efeknya.

Ya, setelah kemoterapi para penderita kanker bisa saja mengalami efek jangka pendek maupun jangka panjang. Jika jangka pendek mungkin bisa menghilang setelah kemoterapi selesai tapi beda dengan efek jangka panjangnya.

Maka dari itu banyak penderita kanker dan keluarganya yang berpikir dua kali sebelum melakukan kemoterapi. Apalagi bagi penderita yang masih muda atau kecil. Oleh karena efek jangka panjang akan lebih mudah terjadi pada pasien anak.

Apa saja efek jangka panjang dan jangka pendek setelah melakukan kemoterapi? Informasinya ada di bawah ini.

Kenapa Kemoterapi Bisa Menyebabkan Efek Samping?

Pengobatan kanker dengan cara kemoterapi akan menggunakan obat-obatan kimia yang sangat kuat. Gunanya adalah untuk menghambat perkembangan sel kanker, membunuh sel kanker, atau menghambat penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh.

Meski akan sangat efektif dalam membunuh sel-sel kanker tapi obat kemoterapi juga bisa membunuh sel yang sehat. Oleh karena kemoterapi akan memberikan dampak menyeluruh pada tubuh.

Maka dari itu efek samping setelah kemoterapi bisa terjadi. Apalagi kondisi pasien kanker yang telah mengalami kemoterapi akan menjadi lemas dibanding biasanya. Sehingga rentan mengalami berbagai masalah kesehatan lain.

Efek jangka pendek kemoterapi akan terjadi hanya ketika pasien selesai menjalani kemoterapi. Sesudah itu pasien bisa kembali ke keadaan yang normal.

Sementara efek jangka panjang terjadi meskipun kemoterapi telah dihentikan. Sering sekali obat-obat kemoterapi membuat sistem tubuh Anda berubah. Ada yang menjadi lebih rentan sakit atau justru terkena sakit yang lainnya.

Tingkat keparahan efek samping akan tergantung kepada usia penderitanya. Bisa juga karena teratur atau tidaknya kemoterapi dilakukan. Efek samping panjang yang paling berbahaya adalah adanya keganasan sekunder.

Pemberian dosis kemoterapi yang terlalu banyak juga menjadi penyebab adanya efek samping jangan panjang. Bahkan bisa sampai mengancam nyawa penderitanya.

Efek Jangka Pendek Kemoterapi

Efek jangka pendek setelah melakukan kemoterapi bisa disembuhkan dengan cepat. Hanya dengan menerapkan pola makan yang benar maka beberapa efek jangka pendek dapat hilang.

Berikut ini daftar efek jangka pendek pasca kemoterapi dan bagaimana cara untuk menanganinya.

  • Anemia

Setelah melakukan kemoterapi sel darah putih dapat menurun sehingga menyebabkan penurunan sel darah merah juga. Apabila sel ini turun drastis maka dapat menimbulkan anemia dan kehilangan oksigen. Oleh karena sel darah merah punya fungsi untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Gejala yang terjadi apabila mengalami anemia antara lain kehilangan energi kelelahan napas pendek dan detak jantung yang tidak beraturan.

Untuk mengatasinya maka Anda perlu banyak makan makanan yang mengandung zat besi seperti roti, daging, kacang polong, sayuran dengan warna hijau gelap, kismis, dan aprikot.

  • Risiko Infeksi

Imunitas tubuh dapat berkurang karena dampak dari kemoterapi maka dari itu sel darah putih jadi mengalami penurunan. Untuk mengurangi resiko infeksi maka salah satu cara untuk menguranginya adalah menggunakan antibiotik.

Namun selain itu penderita dapat menjaga diri sendiri agar terlindung dari infeksi. Caranya antara lain, hindari kontak dengan orang yang sedang mengalami infeksi seperti cacar air atau flu, jaga kebersihan tubuh dengan rutin dengan mandi setiap hari, rutin mengganti dan mencuci sprei, handuk dan baju, dan secara rutin harus bersihkan tangan menggunakan air panas dan sabun.

  • Rambut Rontok

Efek samping jaka pendek ini adalah hal yang biasa dialami apabila seorang pasien selesai melakukan kemoterapi. Kebanyakan kerontokan akan terjadi pada minggu pertama sampai ketiga setelah operasi. Kerontokan rambut ini juga dapat terjadi pada bagian wajah, kaki, dan lengan.

Apabila dampaknya sangat mengganggu maka Anda harus mengontrolnya kepada tim medis supaya membantu Anda menangani hal ini.

  • Muntah dan Mual

Ini juga adalah efek yang biasa setelah melakukan kemoterapi. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan antiemetik supaya gejalanya dapat dikendalikan. Obat ini harus harus dikonsumsi walau Anda sedang tidak merasakan sakit. Oleh karena nanti bisa membuat gejala mual dan muntah kamu kembali.

  • Kelelahan

Hampir semua pasien yang sudah melakukan kemoterapi akan merasa lelah. Maka dari itu ketika akan melakukannya Anda harus istirahat dengan cukup. Hindari melakukan kegiatan atau tugas yang bisa membuat Anda kesulitan dalam melakukannya.

Apabila ada suka olahraga maka ganti dengan yang lebih ringan seperti yoga atau jalan kaki.

  • Kesuburan

Pada beberapa orang yang telah melakukan kemoterapi bisa kehilangan gairah seksual. Namun hal ini akan terjadi sementara sampai pengobatan sudah selesai.

Itulah dia beberapa efek samping jangka pendek yang bisa dirasakan oleh penderita kanker setelah melakukan kemoterapi.

Efek Jangka Panjang Kemoterapi

Oleh karena risiko efek jangka panjang ini banyak pasien atau keluarganya yang berpikir berkali-kali sebelum melakukan kemoterapi. Oleh karena jika terjadi dapat membuat banyak kerugian bagi tubuh pasien.

Efek jangka panjang yang paling parah adalah terjadinya leukemia atau kanker darah. Namun untungnya kemungkinan ini relatif kecil, baik dengan menggunakan kemoterapi maupun terapi menggunakan radiasi.

Sesudah itu ada juga efek buruk terhadap pembuluh darah dan jantung. Ada lumayan banyak penderita kanker yang sembuh dari kankernya atau mampu bertahan tapi justru mengalami gangguan jantung. Gangguan yang dimaksud antara lain penyakit jantung, pembengkakan otot jantung, dan gagal jantung kongestif.

Efek buruk jangka panjang lainnya adalah terjadinya penekanan sistem kekebalan tubuh. Jika seperti ini maka penderita kanker dapat mengalami infeksi sekunder pada sepanjang hidupnya. Lalu dapat juga membuat kerusakan baru jangka panjang hingga akhirnya bisa terjadi radang pada jaringan paru, penebalan lapisan paru, dan kesulitan dalam bernapas.

Bukan hanya itu masih ada lagi. Pengobatan kemoterapi dapat membuat sedikit kerusakan pada bagian sistem saraf. Sehingga dapat merasakan kelemahan saraf pada bagian dari kaki dan jadi tangan atau juga nyari pada bagian tersebut.

Sebagian besar efek samping ini sebenarnya sudah biasa terjadi sehingga dapat diatasi oleh pala ahli. Namun ternyata ada kekhawatiran dari mereka bahwa akan ada efek samping baru yang mungkin terjadi pada penderita bernama otak kemo.

Hal ini dapat menyebabkan perubahan di dalam kemampuan kognitif seseorang. Contohnya membuat orang itu mengalami gangguan kesadaran dengan dan mudah lupa.

Hal ini bisa terjadi karena obat kemoterapi yang digunakan. Oleh karena dapat berpengaruh terhadap lemak lemak yang ada di dalam otak sehingga impuls jadi tidak dapat diantar menggunakan cara yang normal.

Namun belum banyak yang dapat diketahui lebih jauh mengenai otak kemo tersebut. Masih perlu penelitian yang lebih lanjut tentang efek samping ini.

Demikian pembahasan mengenai efek jangka panjang dan jangka pendek setelah kemoterapi. Maka dari itu Anda perlu mengonsultasikan lebih jauh kepada dokter yang menangani Anda mengenai apa yang harus dilakukan. Lalu meminta saran bagaimana cara untuk siap menghadapi semuanya jika memang bersedia untuk melakukan kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Ciri-Ciri Kanker Serviks

Efek Samping Kemoterapi

Mengatasi Efek Samping Kemoterapi Pada Kanker Payudara

efek samping kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang paling umum saat ini yang menjadi solusi dokter kepada pasien kanker. Posting kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya mengenai kemoterapi pada kanker payudara. Singkat cerita mama saya menderita kanker payudara dan menjalani kemoterapi sebanyak 8x saya ingin men-share pengalaman saya mengenai efek samping kemoterapi dan bagaimana cara kami mengatasi efek samping itu.

Memahami Obat Kemoterapi Yang Digunakan

Pertama kali saat konsultasi dengan dokter onkologi anda harus benar-benar mencermati obat kemoterapi apa yang digunakan. Kami menjalani kemoterapi di Singapura dan kebetulan dokter onkologi kami menjelaskan dengan detail sehingga saya bisa langsung memahami obat kemoterapi-nya seperti apa dan apa saja efek positif dan efek negatif.

Tetapi saat kami mengubah pengobatan di dalam negeri ternyata berbeda kami hanya dijelaskan secara singkat nama obat yang dipakai tetapi tidak dijelaskan secara mendetail apa saja yang bakal terjadi saat obat itu masuk ke dalam tubuh. Jadi tugas kita yang paling utama adalah memahami bagaimana obat kemoterapi itu akan berefek pada tubuh pasien.

Beberapa contoh pertanyaan yang perlu diajukan pada dokter adalah:

  • Apa nama obat kemoterapi yang dipakai?
  • Berapa kali harus menjalani kemoterapi dengan obat itu?
  • Tenggang waktu berapa minggu antara kemo yang pertama dan kemo berikutnya?
  • Efek samping seperti apa yang bakal dirasakan? Rambut rontok? Darah putih turun? Dan lain-lain
  • Pantangan makan apa yang tidak boleh saat menjalani kemoterapi?
  • Makanan apa yang paling bagus agar efek samping kemoterapi bisa diminimalkan?
  • Berapa lama efek samping kemoterapi ini berlangsung?

Selain itu anda juga perlu menyebutkan history kesehatan dari pasien karena jika ada komplikasi bisa gawat, jadi anda harus memberitahukan pada dokter penyakit sebelumnya yang di derita. Sehingga akan ada dokter lain yang mungkin bisa bekerja sama untuk mengatasi penyakit yang sudah diderita.

Pelajari Apa Yang Akan Terjadi Saat Kemoterapi Diberikan

Setelah memahami obat kemoterapi yang akan digunakan, anda sebagai pendamping pasien harus benar-benar jeli mengamati apa saja yang akan terjadi setelah obat kemoterapi masuk. Anda harus benar-benar memperhatikan obat yang harus diminum termasuk suntik darah putih yang mungkin diperlukan saat kemoterapi dijalankan.

Beberapa pengalaman yang pernah saya alami:

  • Area kanker terasa panas seperti terbakar = ini efek obat kemo perang dengan kanker
  • Rambut rontoh = efek samping obat kemo
  • Susah BAB = efek samping obat kemo, karena obat kemo membuat panas dalam yang super sekali.
  • Nafsu makan turun = efek samping obat kemo karena terasa mual terus.

Tidak semua mengalami hal yang sama dengan kami tetapi mayoritas efek samping obat kemo sama. Tetapi pastikan anda mendapatkan nama obat kemoterapi sehingga jika dokter lupa tidak menjelaskan anda bisa membacanya dari internet.

Ketika anda jeli mempelajari apa yang terjadi saat kemo diberikan maka pada periode berikutnya saat konsultasi anda akan bisa lebih jelas menceritakan efek seperti apa yang dialami oleh pasien. Dengan informasi dari anda maka dokter onkologi bisa mengetahui lebih jelas kondisi pasien.

Dokter onkologi saat pertama bertemu pasti akan bertanya, bagaimana setelah kemo apakah membaik? Pertanyaan ini sederhana tetapi anda harus bisa menjelaskan dengan detail sehingal dokter onkologi bisa mengambil tindakan lebih lanjut.

Supplemen Untuk Membantu Meringankan Efek Samping Kemoterapi

Karena efek samping kemoterapi sangat kejam jadi anda harus menggunakan supplemen sebagai tambahan agar fisik lebih kuat. Kami menggunakan beberapa produk, tetapi produk yang kami gunakan ini bekerja baik pada kami tetapi belum tentu bekerja baik pada anda jadi anda perlu pelajari dulu sebelum menggunakan. Beberapa produk itu antara lain:

  • Transfer Factor Advance
  • Transfer Factor Plus
  • Susu kolostrum
  • Vitamin D
  • Niwana SOD
  • Kalsium/Kalium jika pasien kekurangan

Selain itu anda bisa juga menggunakan supplemen alami yaitu dengan makan makanan secara natural. Itu akan lebih baik tapi memang lebih susah karena pasien kanker akan kehilangan nafsu makan saat kemoterapi berlangsung. Ada berbagai macam efek samping yang dialami oleh pasien tergantung dari obat kemo yang diberikan. Beberapa makanan alami yang dapat digunakan:

  • Putih telur = sangat efektif jika dimakan mentah, bisa untuk menaikan darah putih, albumin, dll
  • Ikan Gabus/Kutuk = baik untuk meningkatkan albumin.
  • Sarang Burung

Masih banyak lagi resep-resep natural yang dapat dipakai untuk meringankan efek samping kemoterapi. Pengalaman saya menggunakan TFA dan TF plus adalah untuk sistem imun tubuh agar tetap kuat karena kemoterapi akan membunuh sel baik dan sel jahat tanpa pandang bulu. Jadi sistem imun tubuh harus diperbaiki dengan maksimal agar pasien cepat pulih. Produk ini sudah banyak dipakai dan anda bisa cari di Google informasinya lebih detail.

Cermati Apa Yang Dirasakan Setelah Kemoterapi Diberikan

Setelah lengkap mengetahui obat, mengamati apa yang terjadi saat kemoterapi berjalan, memberikan supplemen agar efek samping bisa diminimalkan dan sekarang yang terakhir adalah evaluasi. Apakah dengan menjalankan penderitaan sekian kali (efek samping kemoterapi) pasien bisa membaik? Pertanyaan ini akan dijawab setelah kemoterapi selesai.

Anda yang menemani pasien secara langsung anda akan mengamati hari per hari apakah pasien lebih membaik atau tidak? Sebenarnya caranya mudah anda tinggal menggunakan PET Scan maka kanker bisa diketahui apakah mengecil atau tidak. Tetapi sayangnya di Indonesia hanya ada di Jakarta. Itulah mengapa kebanyakan orang Indonesia akan lari ke Singapura atau Malaysia, karena disana semua lengkap dan pelayanan bagus.

Tips untuk mengetahui apa yang dirasakan pasien setelah kemoterapi diberikan:

  • Banyak bertanya kepada pasien apa yang dirasakan jadi anda bisa mengambil kesimpulan
  • Mencatat setiap reaksi yang terjadi jadi saat ditanya dokter anda bisa menjawab
  • Sering mengamati apa yang terjadi saat bangun di pagi hari.
  • Perhatikan bagian-bagian yang terkena kanker apakah membaik atau tidak, jika tidak bisa dilihat anda harus menanyakan pada pasien tingkat kesakitan yang dirasakan.
  • Amati penggunaan obat anti nyeri jika makin berkurang berarti rasa sakit berkurang.

Kesimpulan

Secara singkat ada beberapa tips untuk mengatasi efek samping kemoterapi yaitu memahami obat kemoterapi yang dipakai, mencermati apa yang terjadi saat kemoterapi diberikan, memberikan supplmen pendukung dan mengevaluasi apakah ada perkembangan setelah kemoterapi. Dari keempat bagian ini anda jalankan dengan baik, anda sudah bisa menjadi analis yang baik bagi pasien. Terutama saat anda konsultasi dengan dokter onkologi anda bisa menyajikan laporan yang akurat sehingga tindakan lebih lanjut bisa cepat.

Semoga pengalaman saya ini berguna bagi semua pembaca yang sedang berjuang menemani pasien kanker atau pasien kanker sendiri yang sedang berjuang melawan kanker. Jika ada yang ingin berdiskusi langsung saja menuliskan komentar pada bagian bawah posting ini.

Baca artikel lain mengenai Lymphedema Kanker Payudara