Tag Archives: deteksi dini kanker payudara

Obat Kanker Terbaru

Penemuan Obat Kanker Terbaru dan Fakta Payudara

obat kanker terbaru

Penyakit kanker payudara adalah kanker yang paling umum di kalangan wanita sebagai penyakit yang serius, jika tidak terdeteksi dan diobati dini dapat menyebabkan kematian. Penyakit ganas ini telah menyebabkan banyak wanita seluruh dunia meninggal setiap harinya di ikuti oleh penyakit kanker paru-paru sebagai pembunuh nomor pertama di seluruh dunia.

Penemuan Obat Kanker Terbaru Dapat Mencegah Operasi Penghapusan Kanker Payudara

Penelitian obat untuk penyakit kanker payudara tidak banyak membuahkan hasil yang mengembirakan, tapi sebuah studi baru yang dilakukan oleh ilmuwan Australia, mulai menunjukkan hasil yang positif sehingga di masa depan prosedur operasi penghapusan payudara yang terdampak tumor ganas mungkin dapat dicegah.

Tim peneliti Australia, onkologi medis di Rumah Sakit The Royal Melbourne telah melakukan serangkaian tes laboratorium mengatakan bahwa obat osteoporosis denosumab, yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit tulang, ternyata efektif juga untuk membasmi penyakit kanker payudara. Sehingga wanita tidak harus melalui operasi pembedahan yang menyakitkan untuk mencegah kanker.

Peneliti mengatakan bahwa sebuah uji coba kepada manusia telah dilakukan dengan melibatkan tiga wanita, dengan mutasi genetik BRCA1 yang berisiko tinggi memunculkan kanker payudara yang agresif membuahkan hasil yang positif. Penggunaan obat tersebut kepada pasien kanker lain akan segera di mulai dalam waktu dua tahun untuk mendapatkan pengobatan kanker payudara yang efektif tanpa proses pembedahan.

“Kami pikir strategi ini dapat menunda atau mencegah kanker payudara pada wanita dengan mutasi gen BRCA1 yang diwariskan. Penemuan ini sangat penting bagi wanita yang memiliki gen BRCA1 yang rusak.” Kata Profesor Lindeman, yang juga seorang ahli onkologi medis di Rumah Sakit The Royal Melbourne.

Para peneliti menambahkan bahwa obat denosumab telah dicoba dengan menggunakan sel pra-kanker di jaringan payudara, ternyata sel-sel pra-kanker berhenti membelah atau berkembang, dan di masa depan dengan adanya studi klinis ini, maka obat tersebut bisa memberikan alternatif non-bedah untuk menghentikan kanker payudara.

Kami telah mengidentifikasi sel-sel payudara yang berpotensi tinggi menjadi kanker jika obat dihentikan, kata Linda Nolan yang ikut terlibat dalam penelitian tersebut.

“Sel-sel ini berkembang biak dengan cepat, dan rentan terhadap rusaknya DNA. Kami antusias sekali dengan penemuan bahwa sel-sel pra-kanker dapat diidentifikasi oleh protein penanda yang disebut RANK,” ia menambahkan.

Pada umumnya kanker payudara disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak menentu dan tidak tepat di payudara. Seiring waktu, sel-sel ini membentuk tumor ganas.

Pencegahan Penyakit Kanker Payudara

Menjalani gaya hidup sehat dapat menyelamatkan semua orang dari penyakit kanker, seperti kanker payudara. Mayoritas dari kasus penyakit kanker disebabkan oleh faktor lingkungan dan gaya hidup serta genetik.

Ilmuwan percaya bahwa kanker adalah penyakit yang dapat dicegah dengan menghindari kebiasaan merokok, mengurangi alkohol, mengurangi berat badan, meningkatkan asupan vitamin, banyak gerak atau olahraga, menghidari penyakit menular seksual, dan polusi udara.

Meningkatkan asupan vitamin dengan mengkonsumsi banyak sayuran (lobak, mustard, arugula, kembang kol, kubis Brussel, lobak, kubis) dan buah-buahan sangat dianjurkan sert biji-bijian karena mereka bertindak positif terhadap metabolisme hormon dalam mencegah pertumbuhan sel-sel kanker.

Selain mengkonsumsi sayur dan buah-buahan, konsumsi ikan juga sangat di anjurkan dibandingkan dengan protein hewani lainnya.

Pemeriksaan Klinis Sebagai Bentuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Pemeriksaan klinis memungkinkan dalam beberapa kasus diagnosis tumor pada tahap awal, tetapi memiliki banyak tugas lainnya.

  1. Memperoleh informasi yang akurat adalah kesempatan terbaik dan mungkin satu-satunya untuk menginformasikan wanita dari beberapa aspek fisiologi payudara
  2. Untuk mengurangi kecemasan melawan penyakit jinak
  3. Menemukan lesi fokal untuk diagnosis, pemeriksaan klinis sering tidak memberikan kepastian kebaikan, atau memungkinkan Anda untuk percaya diri menyingkirkan keganasan penyakit tersebut
  4. Memperoleh informasi dari tanda-tanda klinis keganasan penyakit kanker payudara (benjolan keras dan kontur tidak teratur, retraksi kulit, edema, rendah mobilitas dari pembengkakan, sekresi darah dan perubahan puting) memiliki nilai prediktif positif yang baik sebagai bentuk pencegahan yang lebih canggih.

Fakta Tentang PayudaraFakta Tentang Payudara

  1. Sebagian besar wanita memiliki ukuran payudara kiri lebih besar daripada payudara kanan.
  2. Normalnya payudara membesar pada dua atau empat tahun setelah seorang remaja mengalami haid pertama.
  3. Kanker payudara adalah kanker mematikan kedua bagi perempuan. Di posisi pertama adalah kanker paru-paru.
  4. Tidah hanya wanita yang menderita penyakit kanker payudara tapi pria juga resiko terkena kanker payudara.
  5. Perempuan dapat mengurangi risiko terkena penyakit kanker payudara dengan menjaga berat badan, berhenti merokok, rutin olahraga, berhenti mengkonsumsi alkohol dan diet seimbang.
  6. Lembaga Internasional Penelitian Kanker menemukan bukti bahwa perempuan yang sering kerja shift malam resiko besar menderita kanker payudara.
  7. Penyakit kanker payudara dapat menyerang semua wanita biasa dan aktris bahkan ratu
  8. Orang Mesir kuno adalah yang pertama mencatat penyakit ini lebih dari 3.500 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan tulisan yang ada di lembar papirus yang berisi deskripsi yang sama dengan deskripsi modern tentang kanker payudara. Salah satu ahli bedah Mesir kuno mendeskripsikannya sebagai tumor yang menonjol di payudara dan mengatakan bahwa tidak ada obatnya.
  9. Dari 98 persen populasi perempuan sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara dengan mammogram mulai umur 40 tahun.
  10. Operasi pengangkatan payudara (mastektomi radikal) pertama dilakukan pada akhir tahun 1800 oleh William S Halsted, ahli bedah di John Hopkins. Ia juga penemu anestesi.
  11. Deteksi sejak dini sangatlah penting. Ketika kanker payudara dapat dideteksi dini, usia harapan hidup pasien semakin tinggi. Komunitas kanker Amerika menyarankan, sebaiknya Anda melakukan cek kesehatan payudara (dilakukan dokter) setiap tiga tahun sekali saat menginjak usia 30 tahun. Lakukan mammogram saat berusia 40 tahun.
  12. Dokter akan menentukan stadium kanker pada saat menetapkan diagnosis untuk membuat rencana pengobatan dan menentukan prognosis pasien. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan radiografi (sinar X, ultrasound, MRI, dan tes terkait) dan biopsi, serta pengambilan kanker dan pengetesan getah bening.
  13. Jenis kanker payudara dapat ditentukan dari ukuran tumor dan wilayah penyebarannya. Stadium satu adalah tumor yang ukurannya mencapai diameter 2 cm dan negatif pada kelenjar getah bening. Stadium dua, tumor mencapai diameter antara 2 hingga 5 cm dan positif mencapai getah bening. Stadium tiga, kurang dari 5 cm, tetapi menyebar hingga kelenjar getah bening atau daerah dada. Stadium empat adalah ketika tumor telah menyebar ke area yang jauh.
  14. Terdapat beberapa istilah kesehatan untuk payudara. Mamm-o sama dengan mammografi, mast-o sama dengan mastektomi; maz-o sama dengan “amazon”, maksudnya tidak memiliki payudara, seperti wanita prajurit Amazon yang sejarahnya menghilangkan payudara untuk meningkatkan kemampuan memanahnya.
  15. Baik pria (1 dari 180) maupun wanita (1 dari 50) dapat mengidap politelia—punya satu atau lebih puting ekstra (biasanya sering disamakan sebagai tahi lalat). Jika ditemukan pada area puting atau di saluran susu, risikonya terkena penyakit yang menyerang kelenjar payudara menjadi besar.
  16. Ada banyak jenis kanker payudara. Tentunya obat untuk mengobati satu dan yang lainnya tidak sama.

Baca artikel lain mengenai Mengatasi Rasa Mual

 

Deteksi Dini Kanker Payudara

Life Experience 01 – Terlambat Deteksi Kanker Payudara Yang Berakibat Fatal

Melalui blog ini saya ingin membagikan cerita mengenai bagaimana perjuangan mama saya melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Mama saya bernama Suciatiningrum berumur 60 tahun, waktu itu bulan September 2013 mulai dirasakan gejala panas seperti terbakar pada payudara kanan. Saat itu kami belum mengira bahwa itu kanker jadi kami masih santai menghadapi hal itu. Makin lama sakit makin tidak bisa ditahan kemudian muncul merah-merah pada kulit karena mama saya juga menderita lupus tahun 2007 dikiranya lupusnya aktif lagi dan menyebabkan merah-merah pada kulit. Makin lama ternyata kulitnya jadi perih seperti luka dan itu terus menyebar di area payudara kanan. Sampai akhirnya malam hari susah tidur maka kami memutuskan untuk melakukan check up dulu pada dokter di Surabaya.

Pada saat itu benjolan menonjol tidak ada hanya payudara ini mengeras seperti batu dan muncul benjolan di ketiak. Benjolan di ketiak ini sudah berlangsung lama mungkin karena tidak dirasakan dipikirnya tidak apa-apa nanti saja deh cek up nya. Lanjut kembali pada cerita, setelah itu kami ke Surabaya untuk check up, karena dipikirnya kulit yang bermasalah kami memutuskan untuk ke Dokter Kulit Surabaya yang berada di Jalan Tidar (Dokter Tunggal). Karena jam praktek yang padat kami dapat nomer terakhir, akhirnya kami memutuskan untuk tidak jadi ke dokter kulit dan langsung ke RS onkologi di Surabaya. Kami ke salah satu dokter di sana dan disarankan untuk melakukan USG.

USG langsung dilakukan di RS onkologi Surabaya setelah itu kami masih menunggu hasil dan kembali ke dokter disana. Kami melakukan konsultasi kedua dokter disana yaitu Dr Aryo dan Dr Dwirani, kesimpulan dari 2 dokter ini menyatakan bahwa mama saya terkena kanker payudara Stadium akhir menyebar ke Getah bening (ketiak) dan kulit. Pada saat USG itu juga ditemukan benjolan kecil pada payudara sebalah kiri dan ada benjolan juga pada getah bening pada sebelah kiri. Satu-satunya solusi yang ditawarkan adalah kemoterapi karena operasi sudah tidak memungkinkan lagi karena kanker sudah menyebar ke organ tubuh yang lain. Dr Dwirani mengatakan kebanyakan wanita Indonesia tidak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya pada orang lain sehingga terlambat terdeteksi dan sudah stadium lanjut.

Saat itu kami masih bingung apa yang harus dilakukan, saya menemani mama saya dengan paman saya. Setelah satu hari kami berunding akhirnya kami memutuskan untuk melakukan check up lebih detail lagi ke Singapura.

Baca artikel lain mengenai Apa itu 4Life Transfer Factor?