Tag Archives: daun sambung nyawa untuk kanker

Manfaat Daun Sambung Nyawa

Mangungkap Fakta Manfaat Daun Sambung Nyawa

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tidak terbantahkan. Sebagian besar berupa tanaman herbal yang berkhasiat menyembuhkan. Menurut data dari survey yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, 1.500 formula obat-obatan yang digunakan dalam metode pengobatan medis dan nonmedis berasal dari 24.927 jenis tanaman herbal di Indonesia. Dari sekian banyak jenis tanaman herbal yang ada, beberapa di antaranya menduduki peringkat teratas karena kemujarabannya. Beberapa contoh di antaranya seperti sirih, kunyit, mahkota dewa, mengkudu, dan sirsak. Tetapi, ada satu tanaman yang tak kalah berkhasiat dan kerap digunakan dalam obat-obat herbal, yakni daun sambung nyawa.

Nama daun ini memang unik. Seolah-olah ingin menumbuhkan harapan pada siapa saja yang sedang sakit dan menggunakannya sebagai obat. Namun, secara ilmiah daun sambung nyawa dikenal dengan nama Gynura Procumbens.Khusus di beberapa daerah daun sambung nyawa punya sebutan khas. Misalnya saja, di Jawa sebutan lainnya adalah daun ngokilo. Di kalangan masyarakat Melayu dinamakan Daun Dewa. Serta, di beberapa daerah lain disebut akar sebiak dan beluntas cina.

Ciri-ciri Daun Sambung Nyawa dan Persebarannya

 Daun sambung nyawa merupakan jenis tanaman perdu. Ketika usianya masih muda, batang tumbuh tegak lurus. Akan tetapi setelah cukup tua, tanaman ini akan merambat. Bentuk batangnya segi empat dengan ruas-ruas hijau dan bercak ungu. Panjang tangkai daun bisa mencapai ½-3 ½ cm, sedangkan panjang daun sekitar 3 ½-12 ½ (tergantung usia dan tingkat kesuburan) dan lebarnya berkisar 1-5 ½ cm.

Daun sambung nyawa berbentuk elips, atau sering diumpamakan seperti telur terbalik. Berwarna hijau mengkilap, hingga hijau pekat dengan aksen keunguan di bagian ujung. Sebagian daun sambung nyawa mempunyai tepi yang lurus biasa, ada juga yang berlekuk-lekuk. Begitu pula pada bagian permukaan daun, ada yang mulus, ada pula yang berbulu-bulu halus. Tulang daun berbentuk menyirip dan terasa sangat menonjol jika diraba pada bagian bawah daun. Daun sambung nyawa dilengkapi dengan sel kelenjar minyak yang cukup banyak. Sehingga, daun ini menghasilkan aroma yang khas ketika diremas atau dihancurkan. Bisa dibilang, sama seperti sifat daun sirih.

Daun ini tumbuh subur di wilayah-wilayah beriklim tropis. Lahan-lahan terbuka seperti Ladang, pekarangan, dan hutan, menjadi tempat perkembangbiakannya yang sangat baik. Meski daun sambung nyawa banyak terdapat di Indonesia (terutama di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali), namun berdasarkan sejarah penemuannya, daun sambung nyawa pertama kali ditemukan justru di Afrika. Lalu, menyebar ke Sri Lanka, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia. Bahkan, beberapa negara lain kini sedang berusaha membudidayakan tanaman ini karena tertarik pada khasiatnya. Sayangnya, meski berupa tanaman liar, daun sambung nyawa tidak selalu bisa bertahan hidup di semua negara. Tetap, faktor iklim dan kesuburan tanah menjadi penentunya.

Kandungan dan Manfaat Daun Sambung Nyawa

Diklaim sebagai tanaman herbal, daun sambung nyawa tentu mengandung sejumlah senyawa atau zat yang ampuh melawan berbagai penyakit. Beberapa senyawa penting yang dimilikinya antara lain seperti flavanoid, triterpen, minyak atsiri, polifenol, tanin, steroid, asam klorogenat, triterpenoid, saponin, asam vanilat, asam para kumarat, asam kafeat, asam p-hidroksi benzoate, fenolik, quarcetin, glikosida sterol, asparaginase, kaempeferol-3-O-neohesperidosida, kaempeferol -3-glukosida, dan sebagainya.

Seluruh kandungan tersebut punya kekuatan masing-masing dalam menumpas berbagai penyakit. Beberapa jenis penyakit yang dapat diobati dengan daun sambung nyawa, meliputi:

  • Hipertensi

Penyakit hipertensi tidak bisa dipandang sebelah mata. Penyakit ini bersifat mematikan dan memicu datangnya penyakit lain seperti stroke dan kerusakan pembuluh darah. Banyak penderita yang terpaksa mengonsumsi obat seumur hidup agar tekanan darahnya tetap stabil. Namun, efek samping dari penggunaan obat-obat kimia jangka panjang tentu sangat berbahaya. Maka, alternatif terbaik adalah mengonsumsi daun sambung nyawa.

  • Diabetes Melitus

Diabetes Melitus memang tidak bisa disembuhkan. Namun, bisa dikelola dengan baik agar kadar gula penderita tetap dalam batas normal. Rutin mengonsumsi 7 lembar daun sambung nyawa sebagai lalapan setiap makan pagi dan siang, terbukti ampuh menetralkan dan memelihara kadar gula penderita diabetes.

  • Ambeien

Ambeien merupakan peradangan pembuluh darah besar di liang anus. Sehingga lubang anus terganjal benjolan berupa daging. Benjolan dapat membesar apabila penderita tidak berusaha menghindari faktor risiko seperti terlalu banyak duduk, kurang serat, banyak mengonsumsi makanan pedas dan berpenyedap, dan obesitas. Pada stadium lanjut, hanya tindakan operasi yang dapat menyingkirkan benjolan tersebut. Namun, rasa sakit pasca operasi pengangkatan amebein seringkali menimbulkan frustrasi pada diri penderita. Oleh karena itu, lakukan pencegahan dini sangat diperlukan. Atau, bila sudah terlanjur mengalami sakit ini, lakukan pengobatan herbal menggunakan daun sambung nyawa agar ambeien segera mengempis.

  • Sinusitis

Sinusitis merupakan penyakit yang terjadi akibat peradangan dinding sinus. Gejala yang paling khas berupa hidung berair terus menerus tanpa diiringi flu, sakit kepala, batuk, perubahan pada suara, serta rasa sakit di sekitar wajah. Penyakit ini tidak harus berakhir di meja operasi. Untuk kondisi menengah, masih bisa disembuhkan melalui cara tradisional, yakni mengonsumsi 7 lembar daun sambung nyawa yang diolah menjadi jus.

Daun Sambung Nyawa untuk Kanker

Nah, ini dia keunggulan terhebat dari daun sambung nyawa. Penyakit yang memperburuk kualitas hidup orang sekaligus amat mengancam nyawa, ternyata bisa dibasmi dengan daun sambung nyawa. Terutama kanker darah, kanker payudara, kanker paru dan kanker rahim.

Berdasarkan pembuktian ilmiah, kandungan daun sambung nyawa seperti yang ditulis sebelumnya, sebagian besar berpotensi sebagai karsinogenik alias anti-kanker. Muatan flavanoid pada daun sambung nyawa terdeteksi mampu menghambat kelangsungan hidup sel kanker. Oleh falvonoid, sel kanker diatasi dengan cara menekan suplai nutrisi dan oksigen sehingga sel kanker kelaparan lalu mati.

Selain flavanoid, senyawa terpenoid juga menunjukkan keunggulan yang tak kalah hebat. Bedanya, Terenodi bekerja sebagai anti-metastasis atau anti-invasi. Senyawa ini memblokade jalur persebaran terdekat sel kanker. Sehingga pergerakan sel kanker terbatas dan memudahkan senyawa-senyawa lainnya menggempur habis sel-sel kanker di satu titik.

Cara Mengonsumsi Daun Sambung Nyawa untuk Penderita Kanker

Cara yang paling sederhana memanfaatkan daun sambung nyawa sebagai obat kanker adalah dengan melalap 3 lembar daun sambung nyawa, rutin 2x sehari, selama 7 hari berturut-turut. Dan, dapat dilanjutkan sesuai dengan derajat keparahan kanker yang diderita.

Selain dilalap, daun sambung nyawa juga bisa diolah menjadi jus. Caranya, rebus  20 gram daun sambung nyawa segar bersama 3 gelas air. Tunggu hingga air menyusut setengahnya. Saring, lalu minum dalam keadaan hangat. Untuk hasil yang maksimal, langgengkan terapi ini 2x sehari, selama 14 hari. Selanjutkan lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sel kanker terkini pasca terapi daun sambung nyawa.

Efek Samping Daun Sambung Nyawa

Sebagaimana halnya bahan herbal, efek samping yang ditimbulkan tentu tidak sebesar penggunaan obat-obatan kimia. Hanya saja, tetap perlu diantisipasi agar tidak merugikan di kemudian hari.

Pada ibu hamil, tidak dianjurkan mengonsumsi daun sambung nyawa karena berisiko menyebabkan kematian pada bayi. Selain itu, mengonsumsi daun sambung nyawa menimbulkan kantuk, keliyengan, dan sensasi rasa panas di tubuh seperti orang demam. Namun, efek tersebut umumnya hanya terjadi pada awal-awal pengonsumsian saja.

Demikian artikel mengenai kehebatan daun sambung nyawa dalam mengobati penyakit kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Teh Hijau untuk Kanker