Tag Archives: dampak kemoterapi

Efek Kemoterapi

Efek Kemoterapi Dalam Waktu Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Sampai sekarang jumlah penderita penyakit kanker masih sangat banyak bahkan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski ada kemoterapi yang bisa membuat sel-sel kanker dalam tubuh mati tapi tetap tidak bisa menyelamatkan semua pasien penyakit kanker.

Apalagi banyak juga orang-orang yang tidak mau dikemoterapi karena tahu akan ada efeknya.

Ya, setelah kemoterapi para penderita kanker bisa saja mengalami efek jangka pendek maupun jangka panjang. Jika jangka pendek mungkin bisa menghilang setelah kemoterapi selesai tapi beda dengan efek jangka panjangnya.

Maka dari itu banyak penderita kanker dan keluarganya yang berpikir dua kali sebelum melakukan kemoterapi. Apalagi bagi penderita yang masih muda atau kecil. Oleh karena efek jangka panjang akan lebih mudah terjadi pada pasien anak.

Apa saja efek jangka panjang dan jangka pendek setelah melakukan kemoterapi? Informasinya ada di bawah ini.

Kenapa Kemoterapi Bisa Menyebabkan Efek Samping?

Pengobatan kanker dengan cara kemoterapi akan menggunakan obat-obatan kimia yang sangat kuat. Gunanya adalah untuk menghambat perkembangan sel kanker, membunuh sel kanker, atau menghambat penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh.

Meski akan sangat efektif dalam membunuh sel-sel kanker tapi obat kemoterapi juga bisa membunuh sel yang sehat. Oleh karena kemoterapi akan memberikan dampak menyeluruh pada tubuh.

Maka dari itu efek samping setelah kemoterapi bisa terjadi. Apalagi kondisi pasien kanker yang telah mengalami kemoterapi akan menjadi lemas dibanding biasanya. Sehingga rentan mengalami berbagai masalah kesehatan lain.

Efek jangka pendek kemoterapi akan terjadi hanya ketika pasien selesai menjalani kemoterapi. Sesudah itu pasien bisa kembali ke keadaan yang normal.

Sementara efek jangka panjang terjadi meskipun kemoterapi telah dihentikan. Sering sekali obat-obat kemoterapi membuat sistem tubuh Anda berubah. Ada yang menjadi lebih rentan sakit atau justru terkena sakit yang lainnya.

Tingkat keparahan efek samping akan tergantung kepada usia penderitanya. Bisa juga karena teratur atau tidaknya kemoterapi dilakukan. Efek samping panjang yang paling berbahaya adalah adanya keganasan sekunder.

Pemberian dosis kemoterapi yang terlalu banyak juga menjadi penyebab adanya efek samping jangan panjang. Bahkan bisa sampai mengancam nyawa penderitanya.

Efek Jangka Pendek Kemoterapi

Efek jangka pendek setelah melakukan kemoterapi bisa disembuhkan dengan cepat. Hanya dengan menerapkan pola makan yang benar maka beberapa efek jangka pendek dapat hilang.

Berikut ini daftar efek jangka pendek pasca kemoterapi dan bagaimana cara untuk menanganinya.

  • Anemia

Setelah melakukan kemoterapi sel darah putih dapat menurun sehingga menyebabkan penurunan sel darah merah juga. Apabila sel ini turun drastis maka dapat menimbulkan anemia dan kehilangan oksigen. Oleh karena sel darah merah punya fungsi untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Gejala yang terjadi apabila mengalami anemia antara lain kehilangan energi kelelahan napas pendek dan detak jantung yang tidak beraturan.

Untuk mengatasinya maka Anda perlu banyak makan makanan yang mengandung zat besi seperti roti, daging, kacang polong, sayuran dengan warna hijau gelap, kismis, dan aprikot.

  • Risiko Infeksi

Imunitas tubuh dapat berkurang karena dampak dari kemoterapi maka dari itu sel darah putih jadi mengalami penurunan. Untuk mengurangi resiko infeksi maka salah satu cara untuk menguranginya adalah menggunakan antibiotik.

Namun selain itu penderita dapat menjaga diri sendiri agar terlindung dari infeksi. Caranya antara lain, hindari kontak dengan orang yang sedang mengalami infeksi seperti cacar air atau flu, jaga kebersihan tubuh dengan rutin dengan mandi setiap hari, rutin mengganti dan mencuci sprei, handuk dan baju, dan secara rutin harus bersihkan tangan menggunakan air panas dan sabun.

  • Rambut Rontok

Efek samping jaka pendek ini adalah hal yang biasa dialami apabila seorang pasien selesai melakukan kemoterapi. Kebanyakan kerontokan akan terjadi pada minggu pertama sampai ketiga setelah operasi. Kerontokan rambut ini juga dapat terjadi pada bagian wajah, kaki, dan lengan.

Apabila dampaknya sangat mengganggu maka Anda harus mengontrolnya kepada tim medis supaya membantu Anda menangani hal ini.

  • Muntah dan Mual

Ini juga adalah efek yang biasa setelah melakukan kemoterapi. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan antiemetik supaya gejalanya dapat dikendalikan. Obat ini harus harus dikonsumsi walau Anda sedang tidak merasakan sakit. Oleh karena nanti bisa membuat gejala mual dan muntah kamu kembali.

  • Kelelahan

Hampir semua pasien yang sudah melakukan kemoterapi akan merasa lelah. Maka dari itu ketika akan melakukannya Anda harus istirahat dengan cukup. Hindari melakukan kegiatan atau tugas yang bisa membuat Anda kesulitan dalam melakukannya.

Apabila ada suka olahraga maka ganti dengan yang lebih ringan seperti yoga atau jalan kaki.

  • Kesuburan

Pada beberapa orang yang telah melakukan kemoterapi bisa kehilangan gairah seksual. Namun hal ini akan terjadi sementara sampai pengobatan sudah selesai.

Itulah dia beberapa efek samping jangka pendek yang bisa dirasakan oleh penderita kanker setelah melakukan kemoterapi.

Efek Jangka Panjang Kemoterapi

Oleh karena risiko efek jangka panjang ini banyak pasien atau keluarganya yang berpikir berkali-kali sebelum melakukan kemoterapi. Oleh karena jika terjadi dapat membuat banyak kerugian bagi tubuh pasien.

Efek jangka panjang yang paling parah adalah terjadinya leukemia atau kanker darah. Namun untungnya kemungkinan ini relatif kecil, baik dengan menggunakan kemoterapi maupun terapi menggunakan radiasi.

Sesudah itu ada juga efek buruk terhadap pembuluh darah dan jantung. Ada lumayan banyak penderita kanker yang sembuh dari kankernya atau mampu bertahan tapi justru mengalami gangguan jantung. Gangguan yang dimaksud antara lain penyakit jantung, pembengkakan otot jantung, dan gagal jantung kongestif.

Efek buruk jangka panjang lainnya adalah terjadinya penekanan sistem kekebalan tubuh. Jika seperti ini maka penderita kanker dapat mengalami infeksi sekunder pada sepanjang hidupnya. Lalu dapat juga membuat kerusakan baru jangka panjang hingga akhirnya bisa terjadi radang pada jaringan paru, penebalan lapisan paru, dan kesulitan dalam bernapas.

Bukan hanya itu masih ada lagi. Pengobatan kemoterapi dapat membuat sedikit kerusakan pada bagian sistem saraf. Sehingga dapat merasakan kelemahan saraf pada bagian dari kaki dan jadi tangan atau juga nyari pada bagian tersebut.

Sebagian besar efek samping ini sebenarnya sudah biasa terjadi sehingga dapat diatasi oleh pala ahli. Namun ternyata ada kekhawatiran dari mereka bahwa akan ada efek samping baru yang mungkin terjadi pada penderita bernama otak kemo.

Hal ini dapat menyebabkan perubahan di dalam kemampuan kognitif seseorang. Contohnya membuat orang itu mengalami gangguan kesadaran dengan dan mudah lupa.

Hal ini bisa terjadi karena obat kemoterapi yang digunakan. Oleh karena dapat berpengaruh terhadap lemak lemak yang ada di dalam otak sehingga impuls jadi tidak dapat diantar menggunakan cara yang normal.

Namun belum banyak yang dapat diketahui lebih jauh mengenai otak kemo tersebut. Masih perlu penelitian yang lebih lanjut tentang efek samping ini.

Demikian pembahasan mengenai efek jangka panjang dan jangka pendek setelah kemoterapi. Maka dari itu Anda perlu mengonsultasikan lebih jauh kepada dokter yang menangani Anda mengenai apa yang harus dilakukan. Lalu meminta saran bagaimana cara untuk siap menghadapi semuanya jika memang bersedia untuk melakukan kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Ciri-Ciri Kanker Serviks