Tag Archives: cara mengatasi efek samping radioterapi

Cara Mengatasi Efek Samping Radioterapi

Bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Radioterapi? Jawabannya Ada Di Sini!

Radioterapi salah satu metode pengobatan untuk penderita kanker. Anggapan umum pasien yang akan memperoleh pengobatan radioterapi adalah takut akan sakit efek radioterapi. Tidak semua pasien mengetahui bahwa efek samping radioterapi dapat diminimalisasi dan di atasi. Cara mengatasi efek samping radioterapi akan dibahas di sini.

Efek Samping Radioterapi

Pada dasarnya, efek samping radioterapi tergantung dari lokasi radiasi, luas lapangan radiasi, dan tergantung pada jumlah dosis. Jadi, terjadinya dampak tidak nyaman pada pasien sebenarnya juga tergantung oleh faktor eksternal seperti kelembaban dan temperatur. Hal ini dibenarkan oleh dr. Defrizal, salah satu dokter dibidang spesialis radiasi onkologi dari RS Dharmais Jakarta. Cara mengatasi efek samping radioterapi ternyata dapat menimbulkan efek samping lanjutan dan efek samping akut.

1. Efek Samping Akut

Jadi, setelah dilakukan pemeriksaan radioterapi, beberapa pasien langsung memberikan reaksi melalui tubuhnya. Misalnya mengalami kemerah-merahan, di kulit muncul gelembung, dan terjadi jaringan nekrotik (mati) sehingga menyebabkan kerusakan kulit. Reaksi yang langsung ditimbulkan setelah pemeriksaan inilah yang disebut dengan reaksi akut.

2. Efek Samping Lanjutan

Efek samping lanjuta dalam hal ini terjadinya pendarahan dan pengerutan jaringan akibat radioterapi. Memang setiap pasien akan merespons radioterapi dengan efek samping yang berbeda-beda. respons yang ditunjukan tubuh pasien setelah radioterapi tergantung pada sistem imun pasien. Jika sistem imun kuat, pasien tersebut jelas merespons berbeda.

Dilihat dari tingkatannya, efek samping radioterapi dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu tingkat jangka pendek dan jangka panjang. Berikut ulasannya.

1. Jangka Pendek

Pasien yang tidak memiliki daya tahan yang kuat, efek samping jangka pendek akan memperlihatkan beberapa gejala. Gejala yang sering dialami oleh pasien radioterapi adalah mual, kulit berubah warna menjadi kehitaman, muntah dan mengalami kerontokan rambut. Karena cara radioterapi bisa dilakukan dibagian di bagian tertentu sepertikepala, muka, leher bahkan kerongkongan, kemungkinan efek samping yang ditimbulkan juga lebih. Gejala umumnya adalah mudah lelah, perubahan hormon yang menyebabkan perubahan siklus menstrulasi pada perempuan, dan mengalami gangguan terhadap kualitas sperma.

Seperti yang kita tahu bahwa sakit itu tidak ada rasa enaknya. Wajar jika penderita kanker yang tengah menjalani radioterapi akan mengalami penurunan nafsu makan. Dampak dari sulit makan inilah yang seringkali ditemui pasien yang akan mengalami gangguan sistem pencernaan. Oleh sebab itu, pihak keluarga dituntut untuk memberikan nutrisi dan asupan gizi yang cukup.

Lantas, bagaimana cara mengatasi efek samping radioterapi jangka pendek? Sebagai berikut.

  • Makan sedikit-sedikit, namun berkelanjutan.
  • Memilih makanan yang kaya vitamin dan serat.
  • Hindari makan makanan asam dan pedas.
  • Jaga kesehatan dan rajin gosok gigi.
  • Hindari merokok.

2. Jangka Panjang

Efek samping radioterapi jangka panjang ternyata dapat merusak sel dan jaringan DNA. Tidak hanya itu, sel-sel normal di dalam tubuh juga akan rusak. Wajar jika sel di dalam tubuh mengalami kerusakan, maka akan tubuh pun akan merespons berbagai macam. Apa saja respons tubuh yang akan diperlihatkan? Sebagai berikut.

    • Apabila perut di radioterapi, menimbulkan kandung kemih tidak elastis dan menimbulkan sering buang air kecil.
    • Payudara akan mengeras dan kencang.
    • Apabila radioterapi dibagian pinggul, dampak yang ditimbulkan akan menyebabkan terjadi penyempitan vagina dan menyebabkan vagina tidak lentur.
    • Terjadi pembengkakan di bagian pundak.
    • Apabila radioterapi dilakukan di dada, paru-aru akan mengalami gangguan fungsi dan berisiko mengalami penyempitan saluran nafas yang ditandai dengan sesak nafas, sakit saat menelan.

Dari beberapa gejala yang ditimbulkan di atas, bisa jadi itu hanya sementara namun dalam jangka panjang. Asal selalu kontrol rutin dengan dokter, semua keluhan dapat diberi perlakuan oleh dokter terkait, agar kembali normal.

Benarkan Radioterapi Menimbulkan Efek?

Memang radioterapi memiliki efek samping. Bukan berarti efek samping tersebut mutlat. Efek samping tersebut dapat ditekan dan diminimalisasi. Pencegahan munculnya efek samping dari terapi tidak akan berdampak terlalu parah dan menyakitkan bagi pasien. Kemungkinan rasa sakit dapat ditekan jika kita mengikuti anjuran dan perintah dokter. Berikut adalah cara mengatasi efek samping radioterapi yang dapat dicoba.

  1. Bagi pasien yang mengalami kanker nasofaring maka sering dan jaga kebersihan mulut. Menjaga kebersihan nasofaring bagi pendera kanker penting, jika tidak menjaga kebersihan mulut, akan memperparah menjadi infeksi.
  2. Pasien yang memiliki kanker di leher dan kepala, hindari mengonsumsi dan makan makanan terlalu panas dan terlalu dingin. Efek dari makanan/minuman terlalu dingin dan terlalu panas saat masuk ke dalam mulut justru akan merusak selaput ronggo mulut, dan riskan memperburuk luka efek radiasi.
  3. Sebelum dilakukan radioterapi, cara mengatasi efek samping radioterapi dari koreng adalah mengkontrol keringat. Pastikan saat di radioterapi tubuh tidak mengeluarkan keringat. Meskipun hanya keringat, ternyata dapat menimbulkan efek samping berupa koreng.
  4. Pasien yang memperoleh pemeriksaan radioterapi sangat sensitif terhadap sinar matahari.

Pada dasarnya, dampak yang ditimbulkan radioterapi tergantung dari daya tahan tubuh pasien. Jika pasien memiliki daya tahan tubuh yang baik, efek samping ini tidak begitu dirasakan begitu berarti.

Makanan Sehat Mengatasi Efek Samping

Selain menunjang performa tubuh pasien dengan istirahat yang cukup, ternyata mengonsumsi makanan dan obat herbal juga sangat penting. Pentingnya mengembalikan daya tahan tubuh sedia kala. Berikut cara mengatasi efek samping radioterapi dengan makanan sehat sekaligus herbal yang dapat dikonsumsi oleh penderita kanker.

  1. Telur

Telur salah satu makanan yang kaya protein, baik untuk penderita kanker. Telur terbukti baik mengembalikan energi yang hilang, serta mengembalikan kekuranga protein di dalam tubuh.

  1. Jahe

Jahe juga baik dikonsumsi oleh pasien yang habis radioterapi. Jahe memiliki sifat anti inflamasi yang berfungsi untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Cara konsumsi bisa dengan dibuat teh jahe agar tetap nikmat saat dikonsumsi.

  1. Sayuran

Jangan sepelekan dedaunan berwarna hijau ini. Sayuran yang baik dikonsumsi adalah sayuran yang memiliki sumber zat besi dan vitamin K, A, dan E. Ketiga vitamin inilah yang dianggap mampu melancarkan peredaran darah dan menyuplai oksigen di dalam tubuh.

  1. Kacangan-Kacangan

Ternyata kacang-kacangan juga baik untuk meningkatkan vitalitas tubuh pasien. Kacang memiliki vitamin B sekaligus sebagai sumber protein yang berfungsi meningkatkan kesehatan dan memperbaiki sel. Baik untuk pasien kemo karena gizi pada kacang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Yogurt

Makanan terlezat dari daftar makanan di atas adalah yogurt. Yogurt mengandung bakteri baik yang baik untuk kesehatan usus dan membantu mencegah terjadinya diare sekaligus mencegah terjadinya penurunan berat badan.

Itulah ulasan mengenai bagaimana cara mengatasi efek samping radioterapi  yang bisa disampaikan. Diharapkan dengan ulasan ini memberikan gambaran. Satu hal yang perlu diperhatikan, tetap berfikir positif selama menjalani pengobatan.

Baca artikel lain mengenai Cryosurgery Adalah

Efek Samping Radioterapi Kanker Nasofaring

Efek Samping Radioterapi Kanker Nasofaring Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Semua jenis kanker sangat berbahaya karena jika sudah bersarang di tubuh akan menyebar dan mempengaruhi seluruh organ tubuh. Termasuk dengan kanker nasofaring.

Kanker nasofaring disebut juga kanker hidung oleh karena terjadi pada bagian hidung bagian dalam sampai dengan tenggorokan. Penanganan kanker ini harus hati-hati karena terjadi pada bagian kepala dan dekat dengan berbagai indra penting.

Untuk menyembuhkan kanker ini sama saja dengan menyembuhkan kanker jenis lain. Bisa dengan operasi kemoterapi dan radioterapi. Namun kebanyakan menggunakan pengobatan radioterapi. Meski termasuk cara yang paling ampuh untuk menghilangkan kanker tapi ada efek samping radioterapi kanker nasofaring.

Ketahui lebih lanjut akan efek sampingnya tersebut pada pembahasan di bawah ini.

Gejala Kanker Nasofaring

Gejala dari kanker nasofaring bisa dibilang mirip dengan flu karena biasanya penderita akan kesulitan bernapas. Hal itu terjadi karena di daerah nasofaring terdapat penyempitan. Namun bisa menyebabkan gangguan pendengaran dan gangguan berbicara juga, misalnya suara jadi sengau.

Beberapa gejala lain yang bisa saja mengindikasikan penyakit ini, antara lain sakit tenggorokan, ada benjolan pada bagian leher dan hidung, mimisan dari hidung, kesulitan bernafas sehingga suara jadi serak, terjadi infeksi telinga, sakit kepala, telinga berdenging, wajah mati rasa, dan pandangan kabur.

Beberapa penyebab dari kanker ini antara lain:

  • Sering makan sayuran yang diawetkan.
  • Sering makan ikan asin.
  • Mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan precursor nitro atau nitrosamine.
  • Terjangkit virus Epstein-Barr.
  • Antibodi kurang bagus.
  • Terlalu sering menghirup asap seperti pada obat nyamuk bakar, kayu bakar, kemenyan, dupa, dan asap rokok
  • Melakukan pekerjaan yang menghasilkan serbuk kimia seperti serbuk kayu atau peleburan besi.

Radioterapi untuk Kanker Nasofaring

Radioterapi adalah salah satu cara untuk mengobati kanker nasofaring yang ampuh. Namun sama seperti kemoterapi, akan mungkin juga terjadi efek samping radioterapi kanker nasofaring.

Radioterapi atau terapi radiasi akan dilakukan dengan memakai radiasi tingkat tinggi. Contohnya sinar elektron proton, gama, dan sinar X. Tujuannya adalah untuk mengecilkan ukuran tumor juga membunuh sel kanker.  Hampir setengah dari penderita penyakit ini perlu melakukan radioterapi.

Radioterapi sebenarnya juga bisa dilakukan untuk mengobati penyakit lain seperti kelainan darah, penyakit tiroid, dan tumor. Sementara itu, untuk penderita kanker yang sudah sangat parah, radioterapi hanya berguna untuk mengurangi rasa sakit dan gejala si penderita, bukan untuk menyembuhkan.

Ketika melakukan radioterapi dan menggunakan dosis yang sangat tinggi justru bisa ikut mematikan sel-sel normal. Kemudian akan merusak DNA yang dimiliki sel kanker supaya berhenti tumbuh.

Itulah yang membuat terjadinya efek samping radioterapi kanker nasofaring.

Supaya menghindari efek sampingnya maka biasanya dokter akan berusaha hanya memberikan dosis tinggi pada bagian tubuh yang memang terkena kanker. Sedangkan bagian tubuh lain diberi dosis yang rendah sekali. Jika memang sel kanker terlalu ganas maka penggunaan dosis sinar yang tinggi bisa memperparah efek samping.

Ada dua jenis terapi sinar yang akan diberikan, yaitu radioterapi internal dan eksternal. Radioterapi internal akan dilakukan dengan memberikan radiasi lewat tubuh bagian dalam. Akan dimasukkan sebuah zat yang mengandung radiasi. Caranya dengan menyuntikkannya melalui pembuluh darah. Ada juga yang harus diminum supaya bisa langsung sampai ke tempat dimana sel kanker berada.

Sementara itu, radioterapi eksternal dilakukan dengan memberikan sinar radiasi lewat sinar X atau dengan mesin. Tentu saja dilakukannya di luar tubuh. Tempat melakukan radioterapi eksternal ini berbentuk seperti tabung yang besar.

Efek Samping Radioterapi untuk Kanker

Efek samping dari terapi ini terhadap kanker nasofaring terbagi menjadi efek jangka pendek dan jangka panjang.

Efek Jangka Pendek

Untuk efek jangka pendek biasanya hanya terjadi ketika proses radioterapi selesai dilakukan. Selanjutnya dalam beberapa jam atau beberapa hari efek tersebut bisa hilang dengan sendirinya.

Beberapa efek jangka pendek yang terjadi antara lain menghitamnya kulit pada bagian tubuh yang terkena sinar radiasi, merasa mual dan muntah, mengalami kerontokan pada bagian kepala, leher dan muka. Kemudian memberikan gangguan menstruasi, kelelahan, kualitas dan jumlah sperma menjadi berkurang lalu terjadi masalah kulit.

Terakhir, pasien bisa mengalami penurunan nafsu makan. Jika begini maka sistem pencernaan akan bermasalah. Agar tidak terjadi hal lain yang buruk maka mereka harus menjaga kesehatan dan gizinya dengan asupan makanan yang baik.

Efek Jangka Panjang

Kemudian untuk efek jangka panjangnya ada lumayan banyak, hal ini tergantung kepada mana bagian tubuh yang terkena radiasi. Apabila radiasi diberikan pada bagian leher dan dada seperti untuk penyembuhan kanker nasofaring ini maka bisa memberikan risiko terjadinya penyempitan pada bagian tenggorokan dan saluran napas. Jika sudah demikian maka akan kesulitan dalam menelan.

Apabila pada bagian perut maka akan membuat pasien sering buang air kecil karena kandung kemihnya menjadi tidak elastis. Sementara itu, jika dilakukan di payudara maka membuatnya bisa lebih kencang dan keras, jika pada bagian pinggul akan membuat vagina kurang elastis dan lebih sempit, dan masih banyak efek lainnya.

Kemudian ada efek samping lanjutan dan akut. Efek samping lanjutan bisa berupa adanya pendarahan, mulut kering, dan pengerutan jaringan. Sementara efek samping akut seperti jaringan nekrotik atau mati, lalu pada bagian kulit muncul gelembung dan kemerahan.

Meski efek sampingnya kelihatan banyak tapi sebenarnya bisa saja tidak akan terjadi. Justru radioterapi ini akan mempercepat proses penyembuhan dan pengobatan kanker.

Mencegah Efek Samping

Efek samping dari radioterapi untuk pengobatan kanker nasofaring bisa dicegah dengan berbagai cara, antara lain:

  • Jangan Minum Dan Makan Yang Terlalu Dingin Dan Panas

Pasien yang mendapatkan penyinaran pada bagian leher dan kepala harus mengikuti pantangan ini. Jika tidak maka selaput-selaput yang berada di rongga mulut bisa terpengaruhi. Efek tersebut bisa menyebabkan luka karena efek radiasi.

  • Jaga Kesehatan Mulut Dan Gigi

Apabila kesehatan mulut dan gigi dari pasien yang akan menjalani radioterapi tidak dijaga maka bisa membuat adanya infeksi lanjutan. Mulut adalah tempat yang paling banyak temannya jadi infeksi bisa muncul.

Akan lebih baik jika pasien yang akan menjalani terapi ini memeriksakan kesehatan mulut dari giginya ke dokter gigi.

  • Konsumsi Gizi Yang Cukup

Apabila nutrisi dan gizi mencukupi maka ketika melakukan radioterapi pasien akan merasa kuat. Nanti setelah melakukan terapi pasien bisa saja kehilangan selera makan akibat dari kondisi kesehatan mental yang sudah menurun.

Untuk mencegah hal ini terjadi maka pastikan semua kebutuhan makanan tercukupi dengan baik dari segi jadwal, jenis, dan jumlahnya.

  • Hindari Sinar Matahari Secara Langsung

Bagian kulit yang terkena radiasi kebanyakan menjadi sensitif akan sinar matahari. Jadi jika akan keluar rumah lebih baik gunakan jaket atau payung. Jika dokter mengijinkan juga bisa menggunakan sunblock. Namun sunblock yang digunakan harus aman digunakan pada bagian wajah.

Meski nantinya efek samping ini akan hilang tapi ada juga pasien yang justru lebih sensitif akan sinar matahari.

Demikianlah pembahasan mengenai efek samping radioterapi kanker nasofaring yang mungkin terjadi. Jika Anda akan melakukan radioterapi maka harus mencari berbagai informasi mengenai radioterapi. Jadi bisa mempersiapkan diri jika ada sesuatu buruk yang mungkin terjadi.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Ubi Ungu